Iklan

UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PAI MATERI WUDHU MELALUI METODE DEMONSTRASI

PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 PURWOJATI SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Oleh : Mufidatul Laeli, S.Pd.I

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar PAI materi wudhu pada siswaSekolah Dasar. Sedangkan secara khusus bertujuan untuk meningkatkan prestasi hasil belajar kelas 2 SD Negeri 2 Purwojati Kec. Purwojati Kab. Banyumas tahun pelajaran 2018/2019. Subyek penelitiannya adalah seluruh siswa siswi kelas 2 SD Negeri 2 Purwojati pada semester 1 tahun pelajarn 2018/ 2019 yang berjumlah 26 siswa, yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data penelitian tindakan kelas ini adalah teknik observasi, analisis data, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan adanya meningkatan, dari hasil tes akhir dengan ketuntasan pada siklus I yaitu 46, 15 %, siklus III yaitu 92, 30 %. Kesimpulannya bahwa melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar PAI Materi wudhu pada siswa kelas 2 SD Negeri 2 Purwojati semester 1 Tahun Pelajaran 2018/ 2019. Hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan bermanfaat secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis yaitu untuk menerapkan metode baru tentang peningkatan prestasi belajar PAI Materi Wudhu Melalui Metode Demonstrasi dan secara praktisyaitu untuk mengatasi rendahnya prestasi belajar PAI Materi Wudhu Melalui Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas II Negeri 2 Purwojati Semester 1 TahunPelajaran 2018/2019.

Kata Kunci : Prestasi Belajar dan Metode Demonstrasi

PENDAHULUAN

Pendidikan terutama Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan salah satu wahana yang sangat strategis dalam melestarikan sistem nilai-nilai dan norma-norma yang sedang berkembang dalamkehidupan masyarakat secara sosial dalam arti yang sangat luas. Sistem nilai tersebut secara spesifik yang sudah lumrah yang dikenal dalam dunia pendidikan antara lain meliputi 3 ranah kompetensi yaitu : ranah pengetahuan, kebudayaan maupun nilai keagamaan. Proses pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta didik, namun lebih diarahkan pada pembentukan sikap, perilaku, dan kepribadian anak.

Berangkat dari hal tersebut sudah selayaknya para pendidik atau guru melakukan proses pembelajaran dengan menyeluruh dan inovatif. Tidak hanya mengarah pada salah satu aspek kognitifnya saja tetapi juga harus menyentuh ke ranah psikomotorik dan afektifnya sekaligus. Dalam bahasa Kurikulum 2013-nya tiga ranah atau kompetensi tersebut dikenal dengan istilah aspek pengetahuan, aspek ketrampilan dan aspek sikap. maka dibutuhkan berbagai variasi metode dalam proses pembelajarannya, supaya tidak monoton hanya menggunakan metode klasik yaitu metode ceramah maka sebagai salah satu alternatif yang relevan adalah melakukan metode demonstrasi.

Metode demonstrasi merupakan salah satu cara proses pembelajaran di mana seorang pendidik atau guru menunjukkan, memperlihatkan, mencontohkan atau memberi teladan suatu proses tertentu sehingga seluruh peserta didik dapat melihat, mengamati, mendengar, mempunyai pengalaman belajar secara nyata dan sekaligus bisa merasakan proses peragaan atau praktek terhadap sesuatu hal yang telah ditunjukkan atau di praktekkan oleh pendidik tersebut. (Roestiyah, 2001: 83)

Selama proses pembelajaran dengan metode ceramah tersebut 20% peserta didik bermain-main dengan temannya sendiri, 50% peserta didik mengantuk dan kurang memperhatikan, 20% peserta didik kurang aktif dan hanya 10% peserta didik yang secara aktif memperhatikan penjelasan dari guru. Selain itu fasilitas praktik wudhu yang kurang memadai hanya sejumlah 2 tempat praktik wudhu padahal jumlah total peserta didik kelas II adalah 26 siswa dan jumlah total secara keseluruhan sejumlah 132 siswa, yang ketiga penyampaian pembelajaran kurang variatif, yang keempat metode pembelajaran yang kurang inovatif.

Berangkat dari latar belakang tersebut maka peneliti berusaha atau mencoba untuk dapat meningkatkan prestasi belajar atau kompetensi peserta didik, salah satu usaha itu adalah dengan cara membuat penelitian tindakan kelas (PTK) dengan judul : “Upaya Peningkatan Prestasi Belajar PAI Materi Wudhu Melalui Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas II SD Negeri 2 Purwojati Semester 1 TahunPelajaran 2018/2019.

KAJIAN PUSTAKA

Urgen Wudu

Praktek wudhu bagi umat Islam generasi kita saat sekarang ini dan generasi yang akan datang dalam kehidupan sehari-hari mempunyai peranan yang sangat urgen. Orang yang hendak melaksanakan shalat wajib atau pun shalat sunnah harus berwudhu terlebih dahulu karena berwudhu menjadi salah satu syarat sahnya shalat, jika shalat dilaksanakan tanpa berwudhu terlebih dahulu maka shalatnya tidak sah menurut ilmu Fikih Islam.

Dari sudut pandang sistem penilaian mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti , secara garis besar ada dua aspek penilaian yang sangat penting yaitu aspek teori dan aspek praktek, kedua aspek ini sama-sama memiliki urgensi yang tinggi, bahkan menurut peneliti aspek praktek atau peragaan lebih dominan urgensinya. Yang menjadi argumen peneliti adalah karena aspek praktek atau peragaan merupakan bekal yang sangat urgen dan akan diaplikasikan oleh peserta didik atau siswa di masa yang akan datang dalam kehidupan sehari-hari secara nyata atau riil, khususnya yang berkaitan dengan amal ibadah mahdah ( ibadah yang spesifik atau bersifat khusus ) seperti : berwudhu, bertayamum, membaca doa-doa atau bacaan tertentu dalam setiap gerakan shalat, membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya.

Prestasi Belajar PAI Materi Wudu

Secara lughawi atau kebahasaan kata prestasi berasal dari bahasa Belanda akar kata “prestatie”, yang dalam bahasa Indonesia kata tersebut berarti “hasil dari usaha”. (Zaenal Arifin, 2000 : 2). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi prestasi adalah prestasi hasil dari suatu usaha yang telah dicapai atau dilakukan. (Depdiknas, 2007 : 895).

Pada hakikatnya belajar merupakan sebuah proses upaya atau usaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu atau pengetahuan yang belum diketahuinya. Belajar juga merupakan suatu proses usaha yang dilakukan peserta didik atau individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara nyata, konkrit dan keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan sosialnya.(Slameto, 1991 : 2).

Dalam Hal berkaitan dengan prestasi belajar PAI Materi wudhu di SD Negeri 2 Purwojati masih rendah, maka hal ini perlu untuk segera dicarikan solusi yang baik untuk dapat meningkatkan prestasi belajar tersebut. Salah satunya adalah merubah proses atau metode ceramah menjadi metode demonstrasi.

Metode Demontrasi

Metode demonstrasi adalah cara penyajian bahan atau materi pembelajaran atau penyampaian proses pemmbelajaran dengan cara mempraktekkan, meragakan atau mempertunjukkan kepada peserta didik atau siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering kali ada baiknya jika disertai dengan penjelasan secara lisan. Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati dan memperhatikan apa yang diperlihatkan selama proses pelajaran sedang berlangsung (Saeful Bahri Djamaroh, 1997 : 102-103).

Praktek Wudhu

Di pandang dari sudut historis praktek amaliyah wudhu di dalam Islam ini mulai dilakukan bersamaan dengan awal di mulainya ibadah shalat fardhu atau shalat wajib lima waktu sehari semalam, yaitu mulai pada ketika Nabi Muhammad SAW di isra-kan oleh Allah SWT. (Zainuddin bin Abdul Aziz Al Maribari, Al Fannani, KH Moch Anwar, 1994 : 26).

Pengertian atau definisi wudhu ialah suatu perbuatan dengan cara-cara yang tertentu untuk mencucikan diri dari hadas kecil ( Ustadz Jafar Amir, 2000 : 38). atau dengan kata lain berwudhu ialah bersuci untuk menghilangkan hadast kecil dengan menggunakan air suci lagi dapat mensucikan pada anggota tubuh yang telah ditentukan. Sebagaimana ibadah-ibadah mahdah (yang spesifik atau khusus) yang lain, berwudhu-pun ada rukun (fardhu) dan sunah-sunahnya. Rukun atau fardhu adalah tindakan yang wajib atau harus dilaksanakan. Apabila rukun atau fardhu tidak dilaksanakan maka wudhunya tidak sah. (NH Rifa’i, 2000 : 15).

Kerangka Berpikir

Gambar: 2.11 Kerangka Berfikir Penelitian Tindakan Kelas

Pengajuan Hipotesis

Melalui metode demontrasi diharapkan terjadi adanya peningkatan prestasi siswa belajar PAI materi wudhu pada siswa kelas II SD Negeri 2 Purwojati semester 1 tahun pelajaran 2018/2019.

METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini mengambil tempat di SD Negeri 2 Purwojati Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan pada siswa kelas II SD Negeri 2 Purwojati.

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada semester 1 tahun pelajaran 2018/2019.

Subjek

Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah semua siswa kelas II SD Negeri 2 Purwojati Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2018/2019. Pada tahun pelajaran siswa kelas II berjumlah 26 terdiri dari 14 perempuan 12 laki-laki.

Desain Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan cara kolaboratif dan parsitipatif, yaitu peneliti tidak melakukan penelitian sendiri, melainkan berkolaborasi (kerjasama) dengan guru kelas yang lain. Pelaksanaan penelitian bertujuan untuk meningkatkan prestasi mata pelajaran PAI PB untuk materi wudu pada siswakls 2 SD Negeri 2 Purwojati.

Sumber Data

Sumber data penilitian tindakan kelas ini ada 2 yaitu siswa dan guru.

Instrumen Penelitian

Secara garis besar instrumen penelitian tindakan kelas (PTK) ini antara lain ialah : peserta didik melakukan tes (dengan cara mempraktekkan atau memperagakan wudhu dengan benar) dan yang kedua melalui lembar pengamatan yang didokumentasikan oleh peneliti dengan menggunakan kamera digital.

HASIL PENELITIAN

SIKLUS I

Lembar observasi kegiatan guru

No Aspek yang dinilai Penilaian
1 2 3 4
1 Pemberian motivasi belajar
2 Kejelasan dan sistematika penyampaian materi
3 Pengelolaan proses pembelajaran
4 Kejelasan suara
5 Penguasaan bahan
6 Tuntutan pencapaian/ ketercapaian kompetensi siswa
7 Memberikan evaluasi
8 Ketepatan strategi pembelajaran

Tabel 4.1 Hasil pengamatan terhadap pembelajaran guru pada siklus I

Dari paparan kegiatan pada siklus I tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran di dalam kelas masih kurang baik atau kurang maksimal dilihat dari banyaknya aktifitas mengajar guru yang mendapatkan nilai kurang dan berkaitan dengan hal ini maka perlu dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya.

Lembar observasi kegiatan peserta didik dengan materi rukun wudhu

No Nama Niat Membasuh muka Membasuh kedua tangan

sampai siku

Mengusap kepala Membasuh kedua kaki

serta ruas jari

Tertib Jumlah
20 15 15 20 15 15 100
1 Akmal Fais Nur Z 14 12 12 17 12 13 80
2 AszahrahSugiyanti 10 12 11 14 11 10 68
3 Azzahrah Adin Putria 18 11 12 15 11 15 82
4 Cantika Bening R 18 10 10 12 12 15 77
5 Didik Rahman H 18 12 11 14 11 13 79
6 Gendis Kansa K 12 12 12 12 14 14 76
7 Malika Aurora K 18 12 11 16 13 14 84
8 MarsyaOktaviati 10 11 13 14 11 11 70
9 Maulana Hidayat H 10 11 12 11 10 11 65
10 Merdeka N Romadona 11 12 12 12 12 12 71
11 Munaf Nusantara 16 11 10 12 12 14 75
12 Naufal Fadhilah A 12 10 8 10 10 13 63
13 Nurul Fatiah 10 10 10 15 10 13 68
14 Raffa Angga Saputra 18 11 12 13 11 14 79
15 Raihana Nur Asyifa 13 10 11 11 10 12 67
16 Ramadan Adi P 13 9 11 10 10 12 65
17 Randi Prasetyo 9 10 11 11 10 11 62
18 Rasya Hernetio P 10 11 11 11 11 12 66
19 Rizky Lutfiyah Z 11 9 11 13 12 11 67
20 Sendi Dariel Z 10 11 12 13 11 10 67
21 Syifa Aisya Putri 11 11 12 15 14 12 75
22 Sita Nur Bekti 12 10 11 15 13 14 75
23 Torrik Firmansyah 9 10 10 11 10 10 61
24 Zaira Karenia Putri 12 10 12 16 13 12 75
25 Assadi Elano B A 10 9 11 14 10 11 65
26 Tasya Helga A 18 13 13 15 12 14 85

Tabel 4.2 Hasil pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran siswa pada siklus I (Rukun Wudhu)

Dari tabel di atas dapat dilihat siswa yang mendapatkan nilai kurang dari 75 (tidak tuntas) sebanyak 14 siswa atau 53,85 % dari semua siswa kelas II. Hasil siswa yang mendapatkan nilai 75 atau lebih (tuntas) sebanyak 12 siswa atau 46,15 % dari semua siswa kelas II. Pada siklus I ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam mempraktekkan rukun wudhu masih rendah, maka perlu dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya. Berdasarkan data di atas dapat ditampilkan dalam tabel berikut :

No Nilai Jumlah Presentase Keterangan
1 < 75 14 53,85 % Tidak Tuntas
2 ≥ 75 12 46,15 % Tuntas
Total 26 100 %

Tabel 4.3 Presentase ketuntasan Prestasi Belajar Siswa

Berdasarkan tabel di atas, prestasi belajar pada siklus I ditemukan 14 siswa (53,85 %) tidak tuntas, 12 siswa (46,15 %) tuntas dalam belajar. Dengan demikian, indikator keberhasilan belajar ketuntasan siswa sebesar 75% atau nilai KKM sebesar 75 belum terpenuhi, jadi observasi kegiatan ini dilanjutkan pada siklus II.

Refleksi

No Nama Kurang aktif Bermain sendiri Tidak memperhatikan Malu-malu dalam mempraktekkan Kurang paham atau bingung
1 Akmal Fais Nur Z
2 AszahrahSugiyanti
3 Azzahrah Adin Putria
4 Cantika Bening R
5 Didik Rahman H
6 Gendis Kansa K
7 Malika Aurora K
8 MarsyaOktaviati
9 Maulana Hidayat H
10 Merdeka N Romadona
11 Munaf Nusantara
12 Naufal Fadhilah A
13 Nurul Fatiah
14 Raffa Angga Saputra
15 Raihana Nur Asyifa
16 Ramadan Adi P
17 Randi Prasetyo
18 Rasya Hernetio P
19 Rizky Lutfiyah Z
20 Sendi Dariel Z
21 Syifa Aisya Putri
22 Sita Nur Bekti
23 Torrik Firmansyah
24 Zaira Karenia Putri
25 Assadi Elano B A
26 Tasya Helga A

Tabel 4.4 Hasil Pengamatan Kondisi Siswa selama Proses Pembelajaran Materi Rukun Wudhu pada Siklus I

Pada siklus I hasil pengamatan kondisi siswa selama proses pembelajaran terlihat bahwa siswa yang kurang aktif sebanyak 20 anak atau sebesar 77,9 %. Siswa yang bermain sendiri sebanyak 13 anak atau sebesar 50 %. Siswa yang tidak memperhatikan saat proses pembelajaran sebanyak 15 anak atau sebesar 57,7 %. Siswa yang masih malu-malu dalam mempraktekkan rukun wudhu sebanyak 21 anak atau sebesar 80,8 %. Siswa yang kurang paham materi rukun wudhu sebanyak 18 anak atau sebesar 69,2%. Berdasarkan pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi siswa kurang baik dalam mengikuti proses pembelajaran, maka perlu ada perbaikan pada siklus berikutnya

SIKLUS II

No Aspek yang dinilai Penilaian
1 2 3 4
1 Pemberian motivasi belajar
2 Kejelasan dan sitematika penyampaian materi
3 Pengelolaan pembelajaran
4 Kejelasan suara
5 Penguarsaan bahan
6 Tuntutan pencapaian / ketercapaian kompetensi siswa
7 Memberikan evaluasi
8 Ketepatan strategi pembelajaran

Tabel 4.5. Hasil Pengamatan terhadap Pembelajaran Guru pada Siklus II

Pada siklus II dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola kelas sudah cukup baik dilihat dari banyaknya aktifitas mengajar guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang mendapatkan nilai cukup dan dalam hal ini sangat perlu dilakukan peningkatan atau perbaikan pada siklus berikutnya yaitu pada siklus ke III. Supaya pada siklus ketiga mendapatkan hasil yang memuaskan dan sesuai dengan yang diharapkan.

Lembar observasi kegiatan peserta didik dengan materi praktek sunah wudhu

No Nama Sebelum Wudhu Ketika wudhu Sesudah

wudhu

Jumlah
Mencuci telapak tangan Berkumur Membasuh lubang hidung Mengusap kedua telinga Mendahulukan kanan Doa setelah wudhu
15 15 15 15 10 30 100
1 Akmal Fais Nur Z 14 12 12 17 12 13 82
2 AszahrahSugiyanti 12 14 12 12 13 12 75
3 Azzahrah Adin Putria 18 12 13 15 12 15 85
4 Cantika Bening R 18 11 11 12 12 15 79
5 Didik Rahman H 18 13 12 14 12 13 82
6 Gendis Kansa K 14 16 12 12 13 13 80
7 Malika Aurora K 18 13 13 16 13 14 87
8 MarsyaOktaviati 12 12 14 15 12 12 77
9 Maulana Hidayat H 11 12 13 12 11 12 71
10 Merdeka N Romadona 12 13 13 12 13 13 76
11 Munaf Nusantara 17 12 11 13 13 15 81
12 Naufal Fadhilah A 13 11 9 11 11 14 69
13 Nurul Fatiah 12 11 11 16 11 14 75
14 Raffa Angga Saputra 18 11 12 13 11 14 79
15 Raihana Nur Asyifa 13 10 11 11 10 12 67
16 Ramadan Adi P 14 11 12 12 11 13 73
17 Randi Prasetyo 10 11 12 12 11 12 68
18 Rasya Hernetio P 11 12 12 12 12 13 72
19 Rizky Lutfiyah Z 13 12 12 14 13 12 76
20 Sendi Dariel Z 12 12 13 14 12 12 75
21 Syifa Aisya Putri 12 12 13 15 15 13 80
22 Sita Nur Bekti 13 12 12 16 14 15 82
23 Torrik Firmansyah 10 11 11 12 11 10 66
24 Zaira Karenia Putri 13 11 13 17 14 13 81
25 Assadi Elano B A 12 11 11 15 11 12 72
26 Tasya Helga A 18 14 14 15 13 14 88

Tabel 4.6 Hasil pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran siswa pada siklus II (Sunah Wudhu)

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa siswa yang mendapatkan nilai kurang KKM yaitu kurang dari 75 (tidak tuntas) adalah sebanyak 8 siswa atau 30,8 % dari semua siswa kelas II secara keseluruhan. Hasil siswa yang mendapatkan nilai 75 atau lebih (tuntas) adalah sebanyak 18 siswa atau 69,2 % dari semua siswa kelas II secara kelesuruhan. Berdasarkan dari data tersebut di atas maka dapat ditampilkan dalam tabel sebagai berikut :

No Nilai Jumlah Presentase Keterangan
1 < 75 8 30,8 % Tidak Tuntas
2 ≥ 75 18 69,2 % Tuntas
Total 26 100 %

Tabel 4.7 Presentase ketuntasan prestasi belajar siswa

Berdasarkan tabel di atas, prestasi belajar pada siklus II ditemukan 8 siswa ( 30,8% ) tidak tuntas, 18 siswa ( 69,2 % ) tuntas dalam belajar. Dengan demikian, indikator keberhasilan belajar atau ketuntasan siswa sebesar 75% atau nilai KKM sebesar 75 tidak terpenuhi, jadi observasi kegiatan ini dilanjutkan pada siklus yang ke III.

Refleksi

No Nama Kurang aktif Bermain sendiri Tidak memperhatikan Malu-malu dalam mempraktekkan Kurang paham atau bingung
1 Akmal Fais Nur Z
2 AszahrahSugiyanti
3 Azzahrah Adin Putria
4 Cantika Bening R
5 Didik Rahman H
6 Gendis Kansa K
7 Malika Aurora K
8 MarsyaOktaviati
9 Maulana Hidayat H
10 Merdeka N Romadona
11 Munaf Nusantara
12 Naufal Fadhilah A
13 Nurul Fatiah
14 Raffa Angga Saputra
15 Raihana Nur Asyifa
16 Ramadan Adi P
17 Randi Prasetyo
18 Rasya Hernetio P
19 Rizky Lutfiyah Z
20 Sendi Dariel Z
21 Syifa Aisya Putri
22 Sita Nur Bekti
23 Torrik Firmansyah
24 Zaira Karenia Putri
25 Assadi Elano B A
26 Tasya Helga A

Tabel 4.8 Hasil pengamatan kondisi siswa selama proses pembelajaran Materi sunah wudhu pada siklus ke II

Pada siklus II hasil pengamatan kondisi siswa selama proses pembelajaran terlihat bahwa siswa yang kurang aktif sebanyak 13 siswa atau sebesar 50 %. Siswa yang bermain sendiri sebanyak 12 anak atau sebesar 46,15 %. Siswa yang tidak memperhatikan saat proses pembelajaran sebanyak 13 anak atau sebesar 50%. Siswa yang masih malu-malu dalam mempraktekkan sunah wudhu sebanyak 14 anak atau sebesar 53,8 %. Siswa yang kurang paham materi sunah wudhu sebanyak 13 anak atau sebesar 50%. Berdasarkan pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi siswa kurang baik dimana siswa yang masih malu-malu dalam mempraktekkan sunah wudhu masih tinggi, sehingga perlu perbaikan pada siklus yang ke III.

SIKLUS III

No Aspek yang dinilai Penilaian
1 2 3 4
1 Pemberian motivasi belajar
2 Kejelasan dan sitematika penyampaian materi
3 Pengelolaan pembelajaran
4 Kejelasan suara
5 Penguarsaan bahan
6 Tuntutan pencapaian / ketercapaian kompetensi siswa
7 Memberikan evaluasi
8 Ketepatan strategi pembelajaran

Tabel 4.9 Hasil pengamatan terhadap pembelajaran guru pada siklus III

Pada siklus III dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam mengelola kelas sudah baik dilihat dari banyaknya aktifitas mengajar guru yang mendapatkan nilai baik.

Lembar observasi kegiatan peserta didik dengan materi praktek dan sunah wudhu

No Nama Niat Membasuh muka Membasuh kedua tangan

sampai siku

Mengusap kepala Membasuh kedua kaki

serta ruas jari

Tertib Jumlah
20 15 15 20 15 15 100
1 Akmal Fais Nur Z 14 12 12 17 12 13 82
2 AszahrahSugiyanti 13 14 12 12 13 12 76
3 Azzahrah Adin Putria 18 12 13 15 12 15 85
4 Cantika Bening R 18 11 11 12 12 15 79
5 Didik Rahman H 18 13 12 14 12 13 82
6 Gendis Kansa K 14 16 12 12 13 13 80
7 Malika Aurora K 18 13 13 16 13 14 87
8 MarsyaOktaviati 12 12 14 15 12 12 77
9 Maulana Hidayat H 12 12 13 12 11 12 72
10 Merdeka N Romadona 12 13 13 12 13 13 76
11 Munaf Nusantara 17 12 11 13 13 15 81
12 Naufal Fadhilah A 14 12 11 12 12 14 75
13 Nurul Fatiah 12 14 11 15 11 14 76
14 Raffa Angga Saputra 18 11 12 13 11 14 79
15 Raihana Nur Asyifa 14 12 12 12 12 13 75
16 Ramadan Adi P 14 12 13 13 11 13 76
17 Randi Prasetyo 11 12 13 13 12 12 73
18 Rasya Hernetio P 12 13 13 12 12 13 75
19 Rizky Lutfiyah Z 14 13 13 15 13 12 80
20 Sendi Dariel Z 13 13 14 15 12 12 79
21 Syifa Aisya Putri 13 13 14 15 15 13 83
22 Sita Nur Bekti 13 12 12 16 16 15 86
23 Torrik Firmansyah 11 12 12 13 11 10 70
24 Zaira Karenia Putri 14 12 14 17 14 13 84
25 Assadi Elano B A 12 12 13 16 11 12 76
26 Tasya Helga A 18 15 14 15 14 14 90

Tabel 4.10 Hasil pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran siswa Pada siklus III ( Rukun Wudhu )

Dari tabel di atas dapat dilihat siswa yang mendapatkan nilai kurang dari 75 (tidak tuntas) sebanyak 3 siswa atau 11,5 % dari semua siswa kelas II. Hasil siswa yang mendapatkan nilai 75 atau lebih (tuntas) sebanyak 23 siswa atau 88,5 % dari semua siswa kelas II secara keseluruhan. Pada siklus III ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan atau kompetensi peserta didik dalam mempraktekkan rukun wudhu sudah baik setelah melalui proses pembelejaran ke tiga atau siklus ke III. Berdasarkan data di atas dapat ditampilkan dalam table berikut:

No Nilai Jumlah Presentase Keterangan
1 < 75 3 11,5% Tidak Tuntas
2 ≥ 75 23 88,5 % Tuntas
Total 26 100 %

Tabel 4.11 Presentase ketuntasan prestasi belajar siswa

Berdasarkan tabel di atas, prestasi belajar pada siklus III ditemukan sejumlah 3 siswa (11,5%) tidak tuntas, 23 siswa (88,5%) tuntas dalam belajar. Dengan demikian, indikator keberhasilan belajar ketuntasan siswa sebesar 75% atau nilai KKM sebesar 75 sudah terpenuhi dengan baik, jadi siklus dihentikan, sebanyak 3 siswa atau 11,5 % yang belum tuntas kemudian dilakukan remidi secara individual di luar jam yang dijadwalkan.

No Nama Sebelum Wudhu Ketika wudhu Sesudah

wudhu

Jumlah
Mencuci telapak tangan Berkumur Membasuh lubang hidung Mengusap kedua telinga Mendahulukan kanan Doa setelah wudhu
15 15 15 15 10 30 100
1 Akmal Fais Nur Z 14 13 12 17 12 13 83
2 AszahrahSugiyanti 13 14 13 12 13 12 77
3 Azzahrah Adin Putria 18 13 13 15 12 15 86
4 Cantika Bening R 18 12 12 12 12 15 81
5 Didik Rahman H 18 13 13 14 12 13 83
6 Gendis Kansa K 14 16 13 13 13 13 82
7 Malika Aurora K 18 14 13 16 13 14 88
8 MarsyaOktaviati 13 13 14 15 12 12 79
9 Maulana Hidayat H 13 13 13 12 12 12 75
10 Merdeka N Romadona 13 13 13 12 13 13 77
11 Munaf Nusantara 17 12 12 13 13 15 82
12 Naufal Fadhilah A 14 12 12 12 12 14 76
13 Nurul Fatiah 12 14 12 15 11 14 77
14 Raffa Angga Saputra 18 13 13 13 12 14 83
15 Raihana Nur Asyifa 14 13 12 12 12 13 76
16 Ramadan Adi P 14 12 13 13 12 13 77
17 Randi Prasetyo 12 12 13 13 12 12 73
18 Rasya Hernetio P 13 13 13 12 12 13 76
19 Rizky Lutfiyah Z 14 14 13 15 13 12 81
20 Sendi Dariel Z 14 13 14 15 12 12 80
21 Syifa Aisya Putri 14 13 14 15 15 13 84
22 Sita Nur Bekti 13 13 13 16 16 15 88
23 Torrik Firmansyah 12 12 12 13 11 10 71
24 Zaira Karenia Putri 14 13 14 17 14 13 85
25 Assadi Elano B A 13 12 13 16 11 12 77
26 Tasya Helga A 18 15 15 15 15 14 92

Tabel 4.12 Hasil pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran siswa pada siklus III (Sunah Wudhu)

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa siswa yang mendapatkan nilai kurang dari KKM yaitu kurang dari 75 (tidak tuntas) adalah sebanyak 2 siswa atau 7,7 % dari semua siswa kelas II secara keseluruhan. Hasil siswa yang mendapatkan nilai 75 atau lebih (tuntas) adalah sebanyak 24 siswa atau 92,3 % dari semua siswa kelas II secara kelesuruhan. Jadi secara garis besar penelitian pada siklus III ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan peserta didik dalam mempraktekkan sunah wudhu sudah baik. Oleh karena itu siklus III dihentikan. Berdasarkan pada data di atas maka dapat disimpulkan dalam tabel sebagai berikut :

No Nilai Jumlah Presentase Keterangan
1 < 75 2 7,7 % Tidak Tuntas
2 ≥ 75 24 92,3 % Tuntas
Total 26 100 %

Tabel 4.13 Presentase ketuntasan prestasi belajar siswa

Berdasarkan tabel di atas, prestasi belajar pada siklus III ditemukan 2 siswa (7,7 %) tidak tuntas, 24 siswa (92,3 %) tuntas dalam belajar. Dengan demikian, indikator keberhasilan belajar ketuntasan siswa sebesar 75% atau nilai KKM sebesar 75 sudah terpenuhi, jadi siklus dihentikan. Sebanyak 2 siswa (7,7 %) yang tidak tuntas belajar dilakukan remidi secara individual di luar jam yang sudah dijadwalkan.

Refleksi

No Nama Kurang aktif Bermain sendiri Tidak memperhatikan Malu-malu dalam mempraktekkan Kurang paham atau bingung
1 Akmal Fais Nur Z
2 AszahrahSugiyanti
3 Azzahrah Adin Putria
4 Cantika Bening R
5 Didik Rahman H
6 Gendis Kansa K
7 Malika Aurora K
8 MarsyaOktaviati
9 Maulana Hidayat H
10 Merdeka N Romadona
11 Munaf Nusantara
12 Naufal Fadhilah A
13 Nurul Fatiah
14 Raffa Angga Saputra
15 Raihana Nur Asyifa
16 Ramadan Adi P
17 Randi Prasetyo
18 Rasya Hernetio P
19 Rizky Lutfiyah Z
20 Sendi Dariel Z
21 Syifa Aisya Putri
22 Sita Nur Bekti
23 Torrik Firmansyah
24 Zaira Karenia Putri
25 Assadi Elano B A
26 Tasya Helga A

Tabel 4.14 Hasil pengamatan kondisi siswa selama proses pembelajaran

Materi rukun wudhu dan sunah wudhu pada siklus ke III

Berdasarkan hasil pengamatan tersebut bahwa kondisi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran rukun dan sunah wudhu sudah sangat baik dengan ditunjukkan semua siswa sudah aktif, tidak bermain sendiri, memperhatikan materi yang disampaikan guru, sudah tidak malu-malu untuk mempraktekkan rukun dan sunah wudhu, dan sudah paham atau tidak bingung lagi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kondisi siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan metode demonstrasi.

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Metode demonstrasi pada pembelajaran PAI materi tentang praktek wudhu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II SD Negeri 2 Purwojati, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas Pada Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019. Prestasi belajar pada siklus I sebesar 46,15% atau 12 siswa dengan KKM 75, siklus II sebesar 69,20 % atau 18 siswa dengan KKM 75 dan pada siklus III sebesar 88,5 % atau 23 siswa untuk materi rukun wudhu dan sebesar 92,3 % atau 24 siswa untuk materi sunah wudhu dengan KKM 75.

Peningkatan prestasi belajar siswa pada siklus I ke siklus II sebesar 23,05 % dengan KKM 75, peningkatan prestasi pada siklus II ke siklus III dengan materi rukun wudhu sebesar 19,3 % dan pada materi sunah wudhu sebesar 23,1 %.

SARAN

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang diperoleh maka terdapat beberapa saran sebagai berikut:

Bagi Guru

Dalam pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran PAI dan BP selain menggunakan metode ceramah atau penugasan sebaiknya juga dapat menggunakan metode demonstrasi terutama menyangkut materi yang membutuhkan metode ini agar prestasi belajar siswa dapat meningkat secara maksimal.

Bagi Siswa

Dalam proses pembelajaran sebaiknya siswa tidak perlu malu-malu untuk bertanya tentang materi yang belum jelas dan siswa juga tidak malu untuk mempraktekkan materi rukun dan sunah wudhu, sehingga siswa dapat memperoleh hasil yang maksimal. Dalam proses pembelajaran sangat wajar apabila terjadi kekeliruan atau kesalahan karena memang masih dalam tahap belajar atau belum mahir. Jadi jangan pernah berhenti latihan atau belajar mempraktekkan ilmu yang sudah diberikan oleh bapak atau ibu guru, karena ilmu tanpa amal atau praktek bagaikan pohon yang tidak berbuah.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Al-Fannani, Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari, KH Moch Anwar (Penterjemah). 1994. Fathul Mu’in, Bandung: Sinar Baru Algesindo Offset

Amir, Ustadz Dja’far, 2000, Ilmu Fiqih, Solo: CV Ramadhani.

Arifin, Zaenal. 2000. Evaluasi Instruksional. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara

Bahreisj, Hussein, 1987, Himpunan Hadis Shahih Muslim, Surabaya:Al Ikhlas

Burhanudin. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Bumi Aksara.

Chudlori, Yusuf. 2008. Menapak Hidup Baru Doa-doa Keseharian Latin Arab dan Terjemahnya. Surabaya: Khalista.

Depag RI, 2000. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Surabaya: CV. Karya Utama.

Depdiknas.2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Djamarah, Syaiful Bahri. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2000.Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta. PT Rineka Cipta

Hamalik, Oemar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Rifa‟i, NH. 2000. Bimbingan Ibadah. Jombang: Lintas Media

Roestiyah. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sabiq. 2006. Fiqh Sunah. Jakarta: Pundi Aksara. –

Slameto. 1991. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Bandung: Rineka Cipta.

Sugihartono. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press Syah, Muhaimin. 1995. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rineka Cipta.

Tohirin. 2008. Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT Rineka Cipta.

BIODATA PENULIS

Nama : Mufidatul Laeli, S.Pd.I

NIP : 19790904 200701 2 007

Pangkat/Gol : Penata Tingkat 1/ III-d

Jabatan : Guru Agama Islam

Unit Kerja : SD Negeri 2 Purwojati

You cannot copy content of this page