Iklan

UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN PASSING ATAS DALAM PEMBELAJARAN BOLAVOLLY MINI MELALUI PENDEKATAN PAIKEM PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 KEDUNGWINANGUN SEMESTER II KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN TAHUN AJARAN 2016/2017

Siti Muslikhakh, S.Pd.Jas.

ABSTRAK

Penelitian ini membahas masalah tentang Upaya Peningkatan Penguasaan Passing Atas dalam Pembelajaran Bolavoli melalui Pendekatan PAIKEM pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Kedungwinangun Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Penguasaan Passing Atas dalam Pembelajaran Bolavoli melalui Pendekatan PAIKEM pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Kedungwinangun Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Kedungwinangun Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen dengan jumlah siswa 22 anak yang terdiri dari 12 siswa putra dan 10 siswa putri. Data yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas ini berupa catatan tentang hasil pengamatan dalam 2 siklus. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa: Pembelajaran passing atas bolavoli melelui pendekatan PAIKEM pada siswa kelas V SD Negeri 1 Kedungwinangun Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen dari analisis yang diperoleh terdapat peningkatan yang signifikan dari kondisi awal siswa yang masuk kategori tuntas sebanyak 5 siswa atau sebesar 22,72% setelah tindakan siklus I meningkat sebanyak 17 siswa atau sebesar 78,57 %, pada tahapan berikutnya yaitu setelah tindakan siklus II juga terjadi peningkatan sebanyak 22 siswa atau sebesar 100 %.

Kata kunci: pembelajaran, passing atas, siswa kelas V, PAIKEM

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Peningkatan penguasaan passing atas sangat diperlukan demi tercapainya penguasaan keterampilan passing atas yang lebih baik. Selama ini peneliti mengamati siswa kelas V di SD Negeri 1 Kedungwinangun Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen dalam melakukan permainan bolavoli siswa masih kurang berani menggunakan passing atas. Siswa juga beranggapan bahwa bola itu berat dan siswa takut jika jari tangan akan cedera akibat menahan bola saat melakukan passing atas. Selain itu, siswa tidak berani melihat arah datangnya bola ketika melakukan passing atas. Padahal jika siswa mengikuti anjuran yang diberikan guru, cedera jari tangan dapat dihindari. Misalnya dalam melakukan passing atas tangan siswa tidak mengikuti alur laju bola dan kebanyakan menolak bola sehingga bola terlempar jauh atau tidak mengarah pada sasaran.

Pembelajaran hendaknya berlangsung menyenangkan sehingga siswa merasa senang dan tertarik dalam belajar teknik passing atas bolavoli. Pelaksanaan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan dapat membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar, dapat memunculkan ide-ide baru yang penuh kreatifitas dan terlaksana lebih efektif dan menyenagkan, sehingga siswa tidak merasa jenuh.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Hakikat Pembelajaran

Menurut Suherman (2003: 7) menyebutkan pembelajaran merupakan upaya penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal. Menurut konsep komunikasi Suherman (2003: 8), pembelajaran merupakan proses komunikasi fungsional antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa, dalam rangka perubahan sikap dan pola pikir yang akan menjadi kebiasaan bagi siswa yang bersangkutan. Sedangkan menurut Slavin dalam carapedia.com (http://carapedia.com/) yang dimaksud pembelajaran didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku individu yang disebabkan oleh pengalaman.

Pendekatan PAIKEM

Menurut Agus Kristiyanto, dkk (2011: 3) PAIKEM adalah pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. PAIKEM merupakan salah satu model pembelajaran yang mungkin dapat diadopsi oleh para guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Konsep PAIKEM dalam pembelajaran penjas sebenarnya merupakan pemaknaan tiap guru dalam mengembangkan suatu pembelajaran yang lebih inovatif. Aisyah Elzahra (Posted on Februari 9, 2010) PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. dalam hal ini aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi

Hakikat Permainan Bolavoli

Dalam Wikipedia Indonesia (www.wikipedia.org) pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat).

Bolavoli merupakan jenis permainan olahraga beregu yang masing-masing regu dimana sebuah tim beranggotakan enam orang pemain dalam suatu lapangan berukuran 30 kaki persegi (9 meter persegi) bagi setiap tim dipisahkan oleh net atau jaring (Viera, 2000: 2). Tujuan dari permainan ini adalah setiap regu yang bermain berusaha melewatkan bola secara baik melewati net di antara dua antena (rod) sampai bola tersebut menyentuh lantai atau tanah di daerah lawan, dan mencegah agar bola yang dilewatkan tidak menyentuh lantai atau tanah dalam lapangan sendiri. Hal ini biasanya dapat dicapai lewat kombinasi tiga pukulan yang terdiri dari operan lengan depan kepada pengumpan, yang selanjutnya diumpankan kepada penyerang, dan sebuah spike yang diarahkan ke bidang lapangan lawan (Viera, 2000: 2).

Hakikat Teknik Passing Atas atau Overhead Pass

Passing atas atau overhead pass volley merupakan unsur yang terpenting dalam permainan bolavoli mini. Banyak perincian yang perlu diperhatikan, sebelum siswa mampu melakukan proses gerak yang sangat rumit dalam passing atas. Menurut Bachtiar, dkk. (2004) teknik passing atas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: sikap permulaan, gerakan pelaksanaan, dan gerakan lanjutan,

BAB III METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

Tempat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu di SD Negeri 1 Kedungwinangun yaitu di Sekolah dasar di mana peneliti menjadi salah satu pengajar di SD tersebut. SD Negeri 1 Kedungwinangun tepatnya berada di Kecamatan Klirong , Kabupaten Kebumen.

Dalam pelaksanaan penelitian ini, penulis membuat sebuah rencana jadwal waktu penelitian. Pembuatan jadwal waktu penelitian bertujuan untuk memudahkan dalam proses penelitian, agar penelitian yang dilakukan dapat berjalan secara sistematis, efektif, dan efisien. Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2017 sampai dengan bulan April tahun 2017

Indikator Keberhasilan Tindakan

Indikator keberhasilan tindakan dalam penelitian ini adalah meningkatnya hasil pembelajaran passing atas melalui pendekatan PAIKEM yang dapat dilihat pada perolehan nilai siswa kelas V secara individual yang didasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 75 dan didukung dengan perolehan nilai ketuntasan secara klasikal yaitu 77,28% .

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Kondisi awal kemampuan passing atas siswa kelas V SD Negeri 1 Kedungwinangun Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2016/2017 , tidak ada siswa yang masuk dalam kategori kurang sekali atau dengan persentase sebesar 0%, 5 siswa yang masuk dalam kategori kurang atau dengan persentase sebesar 22,72% , 17 siswa masuk dalam kategori cukup atau sebesar 77,28% , tidak ada siswa yang masuk dalam kategori baik atau dengan persentase sebesar 0%, dan tidak ada siswa yang masuk dalam kategori baik sekali atau dengan persentase sebesar 0%.

Siklus I adalah: 2 siswa masuk dalam kategori baik sekali dengan persentase sebesar 9,10% 14 siswa masuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 63,63%, 6 siswa masuk dalam kategori cukup dengan persentase sebesar 27,27% , dan tidak ada siswa yang masuk dalam kategori kurang dan kurang sekali dengan persentase sebesar 0 %. Dapat disimpulkan bahwa jumlah siswa kelas V SD Negeri 1 Kedungwinangun Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen yang tuntas sebanyak 16 siswa atau dengan persentase sebesar 72,73 %.

Siklus II adalah: 5 siswa masuk dalam kategori baik sekali dengan persentase sebesar 22,72% , 17 siswa masuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 77,28% , dan tidak ada siswa yang masuk dalam kategori kurang dan kurang sekali dengan persentase sebesar 0 %. Dapat disimpulkan bahwa jumlah siswa kelas V SD Negeri 1 Kedungwinangun Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen yang tuntas sebanyak 22 siswa atau dengan persentase sebesar 100% %

Pembahasan

Berdasarkan hasil pada masing-masing tahapan maka dapat diperoleh nilai pada kondisi awal, siklus I dan siklus II. Berikut ini peneliti sampaikan hasil perbandingan perolehan nilai pada kondisi awal, siklus I dan siklus II yaitu sebagai berikut:

Tabel 1. Nilai Hasil Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II

NO KELAS INTERVAL KATEGORI PERSENTASE
Kondisi Awal Siklus I Siklus II
1 81 – 100 Baik Sekali 0.00% 10.71% 22,72%
2 61 – 80 Baik 22,72% 67.86% 77,28%
3 41 – 60 Cukup 77,28% 21.43% 0.00%
4 21 – 40 Kurang 0.00% 0.00% 0.00%
5 1 – 20 Kurang Sekali 0.00% 0.00% 0.00%
JUMLAH 100% 100% 100%

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwapada kondisi awal hasil passing atas siswa kelas V SD Negeri 1 Kedungwinangun Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen tidak ada siswa yang masuk dalam kategori kurang sekali atau dengan persentase sebesar 0%, 5 siswa yang masuk dalam kategori kurang atau dengan persentase sebesar 22,72% , 17 siswa masuk dalam kategori cukup atau sebesar 77,28% , tidak ada siswa yang masuk dalam kategori baik atau dengan persentase sebesar 0%, dan tidak ada siswa yang masuk dalam kategori baik sekali atau dengan persentase sebesar 0%. Pada siklus I terdapat 2 siswa masuk dalam kategori baik sekali dengan persentase sebesar 9,10% 14 siswa masuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 63,63%, 6 siswa masuk dalam kategori cukup dengan persentase sebesar 27,27% , dan tidak ada siswa yang masuk dalam kategori kurang dan kurang sekali dengan persentase sebesar 0 %. Selanjutnya pada siklus II didapat 5 siswa masuk dalam kategori baik sekali dengan persentase sebesar 22,72% , 17 siswa masuk dalam kategori baik dengan persentase sebesar 77,28% , dan tidak ada siswa yang masuk dalam kategori kurang dan kurang sekali dengan persentase sebesar 0 %.

Untuk memperjelas deskripsi data pada kondisi awal, siklus I dan siklus Ii juga dapat dilihat pada diagram batang berikut:

Gambar 1. Diagram Batang Hasil Tes Passing Atas pada Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa: Pembelajaran passing atas bolavoli melelui pendekatan PAIKEM pada siswa kelas V SD Negeri 1 Kedungwinangun Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen dari analisis yang diperoleh terdapat peningkatan yang signifikan dari kondisi awal siswa yang masuk kategori tuntas sebanyak 5 siswa atau sebesar 22,72% setelah tindakan siklus I meningkat sebanyak 17 siswa atau sebesar 78,57 %, pada tahapan berikutnya yaitu setelah tindakan siklus II juga terjadi peningkatan sebanyak 22 siswa atau sebesar 100%.

Implikasi Hasil Penelitian

Penelitian ini memberikan suatu gambaran yang jelas bahwa keberhasilan proses pembelajaran tergantung pada beberapa faktor. Factor-faktor tersebut berasal dari pihak guru maupun siswa serta alat/mediapembelajaran yang digunakan. faktor dari pihak guru yaitu kemampuan guru dalam mengembangkan materi, kemampuan guru dalam menyampaikan materi, kemampuan guru dalam mengelola kelas, metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, serta teknik yang digunakan guru sebagai sara untuk menyampaikan materi. Sedangkan faktor dari siswa yaitu minat dan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Ketersediaan alat/media pembelajaran yang menarik dapat juga membantu memotivasi siswa belajar sehingga akan diperoleh hasil belajar yang optimal.

Keterbatasan Hasil Penelitian

Meskipun penelitian ini telah diusahakan sebaik-baiknya, namun tidak lepas dari keterbatasan dan kelemahan yang ada, diantaranya:

  1. Peneliti hanya membahas upaya peningkatan penguasaan passing atas melalui pendekatan PAIKEM, masih perlu diperhatikan atau dianalisis tentang faktor-faktor yang mempunyai hubungan dengan penguasaan teknik dasar permainan bolavoli khususya passing atas.
  2. Keterbatasan peneliti baik pengalaman yang dimiliki, pengetahuan, tenaga dan waktu yang tersedia.

Saran-saran

Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran yang perlu disampaikan sehubungan dengan hasil penelitian ini, antara lain:

  1. Bagi para peneliti selanjutnya hendaknya mengembangkan dan menyempurnakan instrument penelitian ini.
  2. Guru hendaknya terus berusaha untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengembangkan materi, menyampaikan materi, serta dalam mengelola kelas. Sehingga kualitas pembelajaran yang dilakukannya dapat terus meningkat seiring dengan peningkatan kemampuan yang dimilikinya. Selain itu, guru hendaknya berusaha membuka diri untuk menerima berbagai bentuk masukan, saran, dan kritikan agar dapat lebih memperbaiki kualitas mengajarnya serta lebih inovatif dalam menerapkan metode pembelajaran.
  3. Sekolah hendaknya berusaha menyediakan failitas/sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung terciptanya kelancaran dalam proses kegiatan belajar mengajar.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Kristiyanto, dkk. (2011) Model Media dan Pembelajaran Guru Penjasorkes. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 113 UNS

Aisyah Elzahra. (2010). Pengertian PAIKEM. Diakses dari internet (http//:www.mujahidintangguh.com). pada tanggal 03 Januari 2017 . Jam 17:43WIB

Anni, Catharina. Tri, dkk. (2006). Psikologi Belajar. Se-marang UPT MKK UNNES.

Beutelstahl, Dieter. (2007). Belajar Bermain Bola Volley. Bandung: Piopir Jaya..

Depdiknas. (2003). Kurikulum 2004 Standar Kompetensi (Mata Pelajaran Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Tingkat SD/MI. Jakarta: Depdiknas

Depdiknas. (2007). Naskah Akademik Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: BPP Pusat Kurikulum.

Djumindar. (2004). Gerakan-gerakan Dasar Atletik dalam Bermain. Jakarta: Grafindo Persada.

Muhibbin S, Rahayu K. (2009). Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM). Bandung: PLPG UIN Sunan Gunung Djati.

PP.PBVSI. (1995). Jenis-jenis Permainan Bolavoli. Jakarta: PBVSI.

Rukman Kamil. (1990). Minivoli. Jakarta: PBVSI.

Suherman. (2003). Pengembangan Pembelajaran.

Tim Bina Kerja Guru. (2004). Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: Erlangga.

Viera, Barbara L. (2000). Bolavoli. (Tingkat Pemula) diterjemahkan oleh Monti. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

You cannot copy content of this page