Iklan

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DENGAN PENGGUNAKAN MEDIA MANIK-MANIK POSITIF NEGATIF PADA SISWA KELAS IV SEMESTER I SD NEGERI GADUNGREJO TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Dyah Mulyati, S.Pd.SD

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Upaya Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika Tentang Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat Dengan Penggunakan Media Manik-Manik Positif Negatif Pada Siswa Kelas IV Semester I SD Negeri Gadungrejo Tahun Pelajaran 2019/2020 Adapun masalah yang menjadi fokus kajian dalam penelitian ini adalah; (1) Apakah penggunaan media manik-manik positif negatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa? (2) Apakah penggunaan media manik-manik positif negatif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran? Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis dampak pemanfaatan media manik-manik positif negatif terhadap peningkatan hasil belajar siswa, (2) untuk menganalisis dampak pemanfaatan media manik-manik positif negatif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan melalui proses pengkajian berdaur (PTK) yang meliputi empat tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa pada perbaikan siklus I tertera angka ketuntasan siswa dari 27 siswa ada 14 siswa (51,9%), sedangkan pada studi awal ada 10 (37,1%). Ini menunjukan pelaksanaan pembelajaran mengalami kenaikan 14,8%. Pada pelaksanaan perbaikan siklus II siswa yang tuntas meningkat dari 14 siswa (51,9%) di siklus II menjadi 23 siswa (85,1%) atau mengalami kenaikan 33,2%. Begitupun pada siklus III siswa yang tuntas meningkat dari 23 siswa (85,1%) di siklus II, menjadi 27 siswa (100%), atau mengalami peningkatan 14,9%. Kesimpulan dalam PTK ini adalah bahwa penggunaan media manik-manik positif negatif pada pelajaran Matematika tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar kelas IV SD Negeri Gadungrejo. Kesimpulan dalam PTK ini adalah bahwa penggunaan media manik-manik positif negatif pada pelajaran Matematika tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar kelas IV SD Negeri Gadungrejo.

Kata Kunci : motivasi, hasil belajar , media manik-manik

PENDAHULUAN

Rendahnya kemampuan siswa didalam menguasai materi matematika khususnya operasi bilangan bulat dapat mempengaruhi hasil prestasi belajar mata pelajaran lainya. Pada kenyataanya pelajaran di sekolah kurang memanfaatkan manik sebagai media sehingga siswa kurang termotifasi untuk aktif dalam pembelajaran.

Karena itu proses pembelajaran yang dilaksanakan di suatu sekolah sangat tergantung

dari guru. Tidak semua guru mampu merasakan adanya masalah, meskipun tidak mustahil semua guru mempunyai masalah yang berkaitan dengan praktik pembelajaran yang dikelola. Bahkan mungkin ada guru yang mendiamkan saja masalahnya, meskipun ia sendiri merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres di kelasnya, yang memerlukan perbaikan segera. Dampak dari sikap ini sangat jelas yaitu penurunan kualitas pembelajaran. Agar mampu merasakan dan mengungkapkan adanya masalah, seorang guru dituntut jujur pada diri sendiri dan melihat pembelajaran yang dikelolanya sebagai bagian penting dari dunianya. Berbekal kejujuran dan kesadaran tersebut, peneliti mencoba merenung, merefleksi diri dan akhirnya mencoba mengidentifikasikan masalah yang terjadi dalam pembelajaran yang dilakukan.

II. LANDASAN TEORI

Pengertian Media

Menurut Romiszowski (dalam Basuki Wibawa, 1992 : 8) bahwa media adalah pembawa pesan yang berasal dari suatu sumber pesan (yang dapat berupa orang atau benda) kepada penerima pesan. Penerima pesan adalah siswa dan pembawa pesan (media) itu berinteraksi dengan siswa melalui indera mereka.

Dengan media dapat membantu guru dalam menyalurkan pesan dan digunakan siswa dalam kegiatan belajar mandiri. Media dalam proses belajar mengajar dengan dua cara yaitu sebagai alat Bantu mengajar dan sebagai media belajar yang digunakan sendiri oleh siswa. Media yang dipakai sebagai alat bantu mengajar disebut dependent media. Misalnya : gambar foto atau transparasi untuk menerangkan suatu konsep. Media belajar yang dapat digunakan oleh siswa dalam kegiatan belajar mandiri disebut independent media. Misalnya : film bingkai bersuara, radio, TV, video, film dan media bercetak.

Menurut istilah media berarti wadah atau sarana. Kata media berasal dari bahsa latin medius atau median yang secara harfiah berarti tengah, prantara atau pengantar. Sedangkan penertian median dalam proses pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis atau elaktronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Namun dibatasi pada media pendidikan saja yakni media yamg digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran.

Pengertian manik

Pengertian manik (-manik) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yaitu butir kecil-kecil (dari merja, karang, dsb) diberi lubang dan dicocok untuk perhiasan kalung dsb; gagai putus talinya (pengarang), perihal air mata yang bercucuran; bermanik-manik (1) memakai perhiasan (kalung dsb) manic-manik; penduduk di pulau hampir semuanya – pada, lehernya; (2) keluar peluh berbutir-butir seperti manic-manik: peluhnya – di dahinya.

Pengertian Pemahaman Konsep

Dengan memahami konsep-konsep dalam pembelajaran matematika pada operasi hitung, siswa dapat menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan berhitung (menggunakan bilangan) sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran matematika diberikan pada jenjang dasar untuk menyiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang.

Motivasi Belajar Siswa

Menurut Hurlock seperti yang dikutip Hera Lestari Mikarsa, dkk. (2008:3.7) ada empat cara minat mempengaruhi motivasi belajar anak, yaitu:

  1. Minat dapat mempengaruhi bentuk dan intensitas aspirasi
  2. Minat dapat sebagai pendorong.
  3. Minat berpengaruh pada prestasi
  4. Minat yang berhubungan pada masa kanak-kanak dapat menjadi minat selamanya.

Pengertian Bilangan Bulat

Menurut Wahyudi (2000:28) bahwa bilangan adalah suatu ide yang bersifat abstrak. Bilangan itu bukan simbol atau lambang dan bukan pula lambang bilangan. Bilangan itu adalah sesuatu yang bersifat abstak yang memberi keterangan mengenai banyaknya anggota suatu himpunan. Atau bilangan adalah suatu ide, sesuatu yang abstrak, yang memberi keterangan tentang banyaknya anggota suatu himpunan dan juga himpunan-himpunan yang ekuivalen dengannya.

III. METODE PENELITIAN

A. Setting Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Gadungrejo yang Jumlah siswa kelas VI adalah 27 siswa yang terdiri dari 13 perempuan dan 14 laki-laki.

B. Indikator Kinerja

Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa adalah peningkatan hasil belajar siswa baik secara individual maupun klasikal serta ketuntasan belajar siswa. Siswa dinyatakan tuntas belajar jika telah mencapai tingkat pemahaman materi 65% ke atas yang ditunjukan dengan perolehan nilai formatif 65 atau lebih (sesuai KKM)

Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan motivasi dan hasil belajar adalah:

  1. Respon siswa terhadap penjelasan guru atau pertanyaan guru.
  2. Unjuk kerja siswa dalam aktivitas pembelajaran secara individual maupun kelompok.
  3. Mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan baik dan tepat waktu.
  4. Aktif mencari informasi dan menunjukan rasa ingin tahu yang besar.

Kriteria yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Intervensi yang dilakukan dinyatakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa jika ada peningkatan hasil belajar secara individual dan klasikal, serta nilai 75% dari jumlah siswa tuntas belajar atau nilai rata-rata kelas 75.
  2. Intervensi yang dilakukan dikatakan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa jika 90% dari siswa minimal menampilkan 2 indikator dari 4 indikator yang dipersyaratkan.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL MOTIVASI

Berikut tabel nilai motivasi pada siklus I

NO Indikator Banyak siswa mendapat skor Jumlah

Skor

Rata-Rata
0 1 2 3 4
1 Minat 4 10 5 8 71 2,62
2 Tanggung Jawab 1 11 6 9 77 2,85
3 Keaktifan 7 11 9 83 3,07
Jumlah skor Klasikal 231 2,7
Kategori Cukup

Tabel 1 Nilai motivasi Siklus II

NO Indikator Banyak siswa mendapat skor Jumlah

Skor

Rata-Rata
0 1 2 3 4
1 Minat 10 14 3 74 2,74
2 Tanggung Jawab 5 12 10 86 3,18
3 Keaktifan 6 11 10 85 3,14
Jumlah skor Klasikal 245 3,02
Kategori Baik

Tabel 1 Nilai motivasi Siklus III

NO Indikator Banyak siswa mendapat skor Jumlah

Skor

Rata-Rata
0 1 2 3 4
1 Minat 16 11 92 3,4
2 Tanggung Jawab 4 12 11 88 3,25
3 Keaktifan 21 6 87 3,22
Jumlah skor Klasikal 267 3,29
Kategori Baik

Hasil Belajar

Hasil belajar diketahui melalui nilai tes akhir pembelajaran, diperoleh setelah proses perbaikan pembelajaran berlagsung. Nilai tes akhir pembelajaran Siklus I adalah sebagai berikut: (1) Nilai tertinggi adalah 85, (2) Nilai terendah adalah 40, (3) Rata-rata kelas adalah 64,9, (4) Peserta didik tuntas belajar sebanyak 14 anak atau 51,9%, dan (5) Peserta didik tidak tuntas belajar sebanyak 13 anak atau 48,1%.

Sedangkan pada Siklus II hasilnya adalah sebagai berikut: (1) Nilai tertinggi adalah 90, (2) Nilai terendah adalah 50, (3) Rata-rata kelas adalah 76,1, (4) Peserta didik tuntas belajar sebanyak 23 anak atau 85,1%, dan (5) Peserta didik tidak tuntas belajar sebanyak 4 anak atau 14,9%.

Kemudian pada Siklus III hasilnya adalah sebagai berikut: (1) Nilai tertinggi adalah 100, (2) Nilai terendah adalah 65 (3) Rata-rata kelas adalah 85,3 (4) Peserta didik tuntas belajar sebanyak 27 anak atau 100%, dan (5) Peserta didik tidak tuntas belajar sebanyak 0 anak atau 0 %.

PEMBAHASAN

Alternatif pemecahan masalah untuk mengatasi rendahnya pemahaman konsep dan hasil belajar matematika tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dan rendahnya motivasi belajar siswa, model pembelajaran demonstrasi dengan peraga manik-manik di kelas IV SDN Gadungrejo, ternyata memberikan peningkatan konsep dan kenaikan hasil belajar serta motivasi belajar yang signifikan jika dibandingkan dengan studi sebelumnya.

Berkat intervensi ini ada kenaikan ketuntasan belajar sebesar 14,9%, kenaikan rerata 64,9 dan kenaikan motivasi belajar 14,9%. Hal ini seperti yang dikatakan Krapp, Hidi dan Reemninger (dalam Hera Lestar Mikarsa, dkk., 2007:3.5) Minat merupakan dorongan dari dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara selektif, yang menyebabkan dipilihnya suatu objek yang menguntungkan, menyenangkan, dan lama-kelamaan akan mendatangkan motivasi dan kepuasan bagi dirinya. Lebih lanjut Hera Lestari Mikarsa (2007:3.7) mengatakan “Seorang anak tidak lahir dengan minat tertentu. Minat berkembang melalui pengalaman belajar. Seorang guru harus dapat menumbuhkan minat anak agar perkembangan minatnya sejalan dengan meluasnya cakrawala mental anak.

Intervensi yang peneliti lakukan dengan alat peraga manik-manik dengan model pembelajaran sambil demonstrasi ternyata menimbulkan ketertarikan bagi anak sehingga berimplikasi pada motivasi belajar yang akhirnya ternyata berkorelasi positif dengan peningkatan hasil belajar siswa.

Tabel 5.3 Rekapitulasi Peningkatan Motivasi Belajar Siswa untuk Setiap Siklus Kegiatan Perbaikan Pembelajaran

No Kegiatan Pembelajaran Siswa Menunjukkan motivasi belajar Persentase
1 Studi Awal 10 37,1%
2 Siklus I 14 51,9%
3 Siklus II 23 85,1%
4 Siklus III 27 100%

Grafik 4.2 Prosentase Motivasi Tiap Siklus

Rekapitulasi Ketuntasan Belajar Siswa pada Setiap Siklus Kegiatan Perbaikan Pembelajaran

No Pembelajaran Hasil Belajar Siswa
Nilai Rata-rata Kelas Tuntas Persentase Belum Persentase
1 Studi Awal 58,5 10 37,1% 17 62,9%
2 Siklus I 64,9 14 51,9% 13 48,1%
3 Siklus II 76,1 23 85,1% 4 14,9%
4 Siklus III 85,3 27 100% 0 0%

Peningkatan pemahaman siswa (ketuntasan belajar) naik sebesar 28,57%, kenaikan motivasi belajar sebesar 4,78% dan kenaikan rerata 13,19. Ternyata dengan peragaan pajangan alat peraga dengan tanya jawab modifikasi, penugasan tiap anggota kelompok dalam pelaksanaan model pembelajaran demonstrasi dengan alat peraga manik-manik semua siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Seperti dikatakan Edgar Dale bahwa pengalaman belajar yang paling tinggi nilainya adalah pengalaman belajar melalui pengalaman belajar langsung dan melakukan sendiri.

Di samping hal di atas, faktor lain yang turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan hasil adalah diskusi kelompok dengan membahas hasil observasi dalam model pembelajaran demonstrasi dan dengan pelaporan oleh masing-masing kelompok pemahaman siswa terhadap materi betul-betul lebih memahaminya dengan baik dan tentunya adanya peningkatan terhadap hasil prestasi belajarnya.

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan selama 3 bulan, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Penggunaan media manik-manik positif negatif dapat meningkatkan motivasi belajar Matematika tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di kelas IV SD Negeri Gadungrejo.
  2. Penggunaan media manik-manik positif negatif dapat meningkatkan hasil belajar

Matematika tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di kelas IV SD Negeri Gadungrejo.

Saran

Dalam penelitian yang dilaksanakan pada SD Negeri Gadungrejo telah mampu meningkatkan pemahaman konsep sehingga hasil belajar matematika meningkat, akan tetapi tentunya masih ada kekurangannya dalam proses belajar mengajar. Dalam kesempatan ini penulis menghimbau:

Rekan guru :

  1. Untuk menggunakan media yang tepat dan menyenangkan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga siswa menjadi aktif dan hasil belajar meningkat.
  2. Untuk menggunakan metode dan media pembelajaran yang bervariasi sehingga siswa tidak merasa jenuh dan antusias dalam mengikuti pelajaran.
  3. Pada saat proses belajar mengajar berlangsung kita harus menunjukkan sikap guru yang menyenangkan dan berwibawa yaitu selalu siap dengan rencana pelaksanaan pembelajaran, menguasai materi, metode dan media pembelajaran.

Siswa

  1. Siswa perlu belajar dengan penuh disiplin dan tanggung jawab untuk mencapai hasil yang maksimal.
  2. Siswa agar dapat memperhatikan penjelasan guru, bertindak aktif dan kreatif

DAFTAR PUSTAKA

Akbar Sutawidjaya, 1991.Pendidikan Matematika III. Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama

Basuki Wibawa, 1992a. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:Ditjen

Dikdasmen,Depdiknas.

Bertz, 1971.The Self Concept and Behavior.Los Angeles, California : Western

Budi Kustoro,1991.Metodologi Penelitian. Bandar Lamping: Universitas Lampung

Hera Lestari Mikarsa, dkk. 2008a. Pendidikan Anak SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Kartadinata, 2002.Psikologi Pendidikan .Jakarta:PT.Rineka Cipta.

KBBI Pengarang: Tim Penyusun Pusat Kamus: Penerbit: Balai Pustaka

Nana Sujana dan Ahmad Rivai,1990.Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, Bandung: CV.Sinar Baru

Pintrich dan Schunk, 1996a. Motivation in Education, Theory Research and Aplication. New Jesney. Prentice Hall

________________, 1996b. Motivation in Education, Theory Research and Aplication. New Jesney. Prentice Hall

Reigeluth, 1987.Intructional Theories in Action. Hilsdale, New.

Ruseffendi, 1980. Pengajaran Matematika Modern, Bandung: Tarsito

Soedjana, 1985. Metode Statistika. Bandung: Tarsito Suwito

Syamsudin, 1997. Profesi Keguruan 2. Jakarta : Universitas Terbuka

Udin S. Winataputra, dkk. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran . Jakarta: Universitas Trbuka.

UU No 20 tahun 2003 : pasal 1.Tentang Sisdiknas Cover dan Daftar Isi.

Wahyudi, 2000a. Perencanaan Pembelajaran. Bandung:Rosda Karya.

________, 2000b. Perencanaan Pembelajaran. Bandung:Rosda Karya.

Y. Padmono,1997. Media Pembelajaran. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Biodata Penulis

Nama : Dyah Mulyati, S.Pd.SD.

Jabatan : Guru

Unit Kerja : SD Negeri Gadungrejo

You cannot copy content of this page