Iklan

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RPP MELALUI FORUM KKG DI SD NEGERI KAMULYAN 02  KECAMATAN BANTARSARI KABUPATEN CILACAP

Pujiyanto, S.Pd.SD.

ABSTRAK

Penelitian ini merumuskan masalah bagaimana meningkatkan kemampuan guru di SD Negeri Kamulyan 02dalam menyusun rencana pembelajaran melalui forum KKG sekolah. Tekhnik pengumpulan data dilakukan secara sistematis dengan prosedur standar hasil dan diambil melalui tes setiap akhir siklus. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan perubahan perilaku guru dalam pembelajaran dan perilaku supervisor dalam melaksanakan supervisi guru. Adapun analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui keberhasilan guru berdasarkan standar yang telah ditetapkan( APKG). Berdasarkan persentase ketuntasan kemampuan untuk menyusun RPP pada pra siklus mencapai 12,5 %. Namun setelah diadakan tindakan perbaikan sampai siklus II mencapai 87,5 %. Jadi kegiatan pra siklus sampai siklus II untuk penyusunan RPP mengalami peningkatan 75 %.. Hal ini disebabkan adanya langkah tindakan perbaikan melalui KKG, sehingga berdampak positif terhadap kemampuan guru di SD Negeri Kamulyan 02.

Kata kunci :Kemampuan Guru, KKG, RPP

PENDAHULUAN

Keberhasilan pembelajaran ditunjukkan oleh dikuasainya tujuan pembelajaran oleh peserta didik. Kita semua mengakui bahwa salah satu factor keberhasilan dalam pembelajaran adalah faktor kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan pembelajaranpun akan berjalan efektif sehingga hasil pembelajaran siswapun diharapkan mencapai hasil yang optimal.

Untuk pegangan guru dalam mengajar diperlukan program untuk jangka waktu yang lebih pendek, seperti program untuk setiap bahasan atau setiap kompetensi dasar. Program pembelajaran tersebut yang kita kenal dengan istilah persipan mengajar. Dalam perkembangan selama ini istilah persiapan mengajar sering kita sebut dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 pasal 20 disebutkan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dalam silabus.

Dari hasil evaluasi diri sekolah maka ditemukan berbagai keadaan baik berupa kelebihan maupun kekurangan-kekurangan yang memerlukan perhatian. Dalam hal ini peneliti menjumpai di SD Negeri Kamulyan 02 tempat peneliti bertugas, dari sejumlah 8 orang guru yang bertugas masih adanya kekurangan yang perlu mendapat perhatian dalam hal penyusunan rencana pembelajaran. Baru ada satu orang yang mampu menyusun RPP yang memenuhi kriteria penyusunan. Ini berarti baru mencapai 12,5 % dari persentase yang diharapkan, sedangkan target yang ingin dicapai adalah 100% dengan perolehan nilai 75 ke atas. Berdasarkan persentase hasil penyusunan awal RPP terungkap belum memenuhi standar penyusunan RPP. Temuan ditempat tugas peneliti merupakan ketimpangan antara harapan dan kenyataan.

Berdasarkan hasil tersebut peneliti jadikan acuan untuk mengupayakan tindakan perbaikan melalui Penelitian Tindakan Sekolah (TPS). Dalam upaya perbaikan dilakukan melalui KKG dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP.

KAJIAN PUSTAKA

Peran, Tugas dan Tanggung Jawab Guru dalam Pembelajaran

Abin Syamsudin (1997:18) membedakan peranan, tugas, dan tanggung jawab guru sebagai pendidik (educator) dengan pengajar (teacher). Dalam arti yang luas guru dikatannya sebagai pendidik. Konsep pendidik mencakup seluruh proses hidup dan segenap bentuk interaksi individu dengan lingkungannya, baik secara formal, nonformal, maupun informal, dalam rangka mewujudkan dirinya sesuai dengan tahapan tugas perkembangannya secara optimal sehingga ia mencapai suatu tahap kedewasaan tertentu.

Dalam arti yang terbatas, pendidikan dapat merupakan salah satu proses interaksi belajar mengajar dalam bentuk formal yang dikenal sebagai pengajar (instructional). Gagne and Berliner (Abin Syamsudin, 1997) antara lain menjelaskan bahwa dalam konteks ini guru berperan, bertugas, dan bertanggung jawab sebagai perencana (planner), pelaksaana (organizer), dan penilai (evaluator). Sebagai pelaksana guru harus menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rencana.

Pengertian Kemampuan

Menurut Chaplin (1997) ability (kemampuan, kecakapan, ketangkasan, bakat, kesanggupan) merupakan tenaga (daya kekuatan) untuk melakukan suatu perbuatan. Kemampuan bisa merupakan kesanggupan bawaan sejak lahir, atau merupakan hasil latihan atau praktek (Robin, 2000)

Pengertian Rencana Pembelajaran

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup RPP paling luas mencangkup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indicator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

Pengertian KKG

Menurut Hasibuan Botung dikutip oleh Ginting, Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan suatu wadah dalam pembinaan kemampuan profesional guru, pelatihan dan tukar menukar informasi, dalam suatu mata pelajaran tertentu sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Julia Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan wadah dalam pembinaan profesional guru yang dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi, bertukar fikiran dan berbagi pengalaman, melaksanakan berbagai demonstrasi, atraksi dan simulasi dalam pembelajaran.

Kerangka Berfikir

Gambar 3.2 Diagram siklus perbaikan (dimodifikasi dari Rusna Ristasa, 2006:46)

Hipotesis Tindakan

  1. Pelaksanaan KKG akan dapat membantu guru dalam menyusun RPP sebagai langkah awal persiapan pembelajaran.
  2. Pelaksanaan KKG akan dapat memotivasi guru dalam menyusun RPP.
  3. Pelaksanaan KKG akan membantu guru melaksanakan pembelajaran yang mantap sehingga hasil yang diharapkan optimal.

METODE PENELITIAN

Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kamulyan 02, Korwil Bidang Pendidkan Kecamatan Bantarsari, yang berlokasi di RT 04 RW 05, Dusun Cikuya, Desa Kamulyan, Kecamatan Bantarsari, Kabupatren Cilacap.

Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dalam waktu tiga bulan yang dimulai awal Bulan Januari dan diakhiri Bulan Maret 2020 tahun pelajaran 2019/2020 dengan tahap pelaksanaan selama dua siklus.

Subyek Penelitian

Table 3.1 Data Guru sebagai Subyek Penelitian

NO NAMA / NIP JABATAN TUGAS MENGAJAR
1 Painah, S.Pd

NIP 19620426 198304 2 005

Guru Kelas Kelas I
2 Dwi Edi Wahyana

NIP 19670815 199903 1 003

Guru Kelas Kelas IV
3 Sumarno,S.Pd.D

NIP 19670714 200801 1 010

Guru Kelas Kelas VI
4 Nur Mahmudah,S.Pd.I

NIP 19690507 200604 2 006

Guru PAI Kelas I-VI
5 Lulu’ul Jannah,S.Pd.D

NIP –

Guru Kelas Kelas III
6 Tri Lestari,S.Pd.D

NIP –

Guru Kelas Kelas II
7 Ristiyani,S.Pd.D

NIP –

Guru Kelas Kelas V
8 Achmad Rifqirridho A,S.Pd

NIP –

Guru PJOK Kelas I-VI

Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sumber data skunder

Data Primer

  1. Guru, untuk mendapatkan data tentang aktifitas guru dalam mengajar di kelas
  2. Kepala sekolah, melihat implementasi keberhasilan kegiatan guru dalam menyusun RPP

Data Skunder

Data ini diperoleh dari studi dokumentasi yang diperoleh dari SD Negeri Kamulyan 02, Kecamatan Bantarsari. Pengungkapan realita ini dimaksudkan untuk melihat dan merefleksikan fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan dalam pengungkapan factor-faktor penghambat dan usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut dalam usaha pencapaian pengembangan profesionaisme guru di SD Negeri Kamulyan 02

Cara Pengumpulan Data

Alat yang digunakan dalam tehnik pengumpulan data adalah :

  1. Lembar tugas untuk pengumpulan hasil penyusunan RPP.
  2. Lembar penilaian untuk mencatat dan mengamati kegiatan guru dalam menyusun RPP.

Validasi Data

Untuk menjamin dan menguji validitas data yang diperoleh, dan dikumpulkan benar-benar dapat dipertanggung jawabkan kepada pembaca maka peneliti melakukan pemeriksaan keabsahan data dengan tehnik Perpanjangan Keikutsertaan dan Triangulasi

Instrumen Penelitian

Penelitian eksperimen menggunakan instrumen yang sebaiknya telah memenuhi validitas (ketepatan) dan reliabilitas (keajegan). Bentuk instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Soal Tertulis dan Lembar Observasi

Teknik Analisis Data

Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif.

Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur dengan mengacu pada prosedur PTK, yang terdiri dari 4 tahap, yaitu merencanakan (planing), melakukan tindakan (acting), mengamati (observing) dan refleksi (reflecting).

Gambar 3.1 Daur PTK (Rusna Ristasa 2007:7)

Indikator Keberhasilan

  1. Guru dalam melaksanakan pembelajaran dapat melibatkan siswa secara aktif yang ditunjukkan dengan respons yang antusias dalam pembelajaran baik secara individual, klasikal maupun dalam kelompok.
  2. Guru dalam melaksanakan pembelajaran memperoleh hasil maksimal yakni tingkat ketuntasan belajar siswa mencapai sama atau lebih dari 75%.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Setelah pelaksanaan tindakan perbaikan siklus II selesai, peneliti merangkum hasil kemajuan yang disajikan dalam table berikut :

No Nama Guru Nilai
Studi Awal Siklus I Siklus II
1 Painah, S.Pd 65,62 70,50 100
2 Dwi Edi Wahyana 71,87 87,50 100
3 Sumarno,S.Pd.D 75,00 93,75 100
4 Nur Mahmudah,S.Pd.I 57,81 73,43 100
5 Lulu’ul Jannah,S.Pd.D 57,81 78,12 78,12
6 Tri Lestari,S.Pd.D 56,25 70,31 75,00
7 Ristiyani,S.Pd.D 56,25 71,87 74,00
8 Achmad Rifqirridho A,S.Pd 56,25 75,45 78,00
JUMLAH 496,86 620,93 706,12
RATA-RATA 62,18 77,61 88,27

Table 4.1. Rekapitulasi Hasil Penilaian Penyusunan RPP

Dengan memperhatikan table 4.1 terlihat adanya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPP. Penjelasan table 4.1 adalah sebagai berikut :

  1. Pada studi awal guru yang belum tuntas dalam menyusun RPP sesuai prosedur sebanyak 7 orang (87,5 %)
  2. Pada siklus I guru yang belum tuntas dalam menyusun RPP sesuai prosedur sebanyak 4 orang (57,14 %)
  3. Pada siklus II guru yang belum tuntas dalam menyusun RPP sesuai prosedur sebanyak 1 orang (12,5 %)

Setelah melalui dua tindakan perbaikan, guru yang tuntas dalam menyusun RPP sesuai prosedur mengalami peningkatan yaitu :

  1. Pada studi awal guru tuntas dalam menyusun RPP sesuai prosedur sebanyak 1 orang (12,5 %)
  2. Pada siklus I guru yang tuntas dalam menyusun RPP sesuai prosedur sebanyak 4 orang (57,14 %)
  3. Pada siklus II guru yang tuntas dalam menyusun RPP sesuai prosedur sebanyak 7 orang (87,5 %)

Peningkatan ketuntasan guru dalam menyusun RPP dapat diamati pada table berikut :

No Uraian Guru Tuntas Menyusun RPP Guru Belum Tuntas
Frekwensi Persentase Frekwensi Persentase
1 Studi Awal 1 12,50 7 87,50
2 Siklus I 4 57,14 4 57,14
3 Siklus II 7 87,50 1 12,50

Table 4.2. Ketuntasan guru pada studi awal, siklus I, dan siklus II

Dengan mengamati table di atas, jelas terlihat adanya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPP. Tingkat ketuntasan kemampuan guru dapat dilihat pada grafik sebagai berikut :

Gambar 4.1 Diagram Batang Ketuntasan Penyusunan RPP

Pada grafik di atas jelas menunjukkan persentase ketuntasan kemampuan untuk menyusun RPP pada pra siklus mencapai 12,5 %. Namun setelah diadakan tindakan perbaikan sampai siklus II mencapai 87,5 %.. Jadi kegiatan pra siklus sampai siklus II untuk penyusunan RPP mengalami peningkatan 75 %.. Hal ini disebabkan adanya langkah tindakan perbaikan melalui KKG, sehingga berdampak positif terhadap kemampuan guru.

Proses perbaikan oyang telah dilaksanakan ternyata dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari hasil ketuntasan guru dalam menyusun RPP mulai dari studi awal sampai pada siklus II.

Dalam pelaksanaan perbaikan tiap siklusnya peneliti selalu memberikan dorongan kepada semua guru melalui forum KKG yang ada di sekolah peneliti. Dengan dorongan tersebut diharapkan dapat membangkitkan semangat guru untuk berusaha meningkatkan kemampuanya dalam perencanaan pembelajaran.

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Sesuai dengan tujuan penelitian dan hasil temuan yang diperoleh pada bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa melalui KKG dapat meningkatkan kemampuan guru untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan criteria penyusunan.

Dengan meningkatnya kemampuan guru dapat memotivasi guru untuk selalu menyusun RPP sebelum melaksanakan pembelajaran. Peningkatan kemampuan tersebut berdampak positif terhadap pelaksanaan pembelajaran sehingga akan berdampak pula terhadap prestasi belajar siswa.

SARAN

Penelitia Tindakan Sekolah (PTS) yang telah peneliti laksanakan mempunyai beberapa keterbatasan diantaranya adalah kurangnya dukungan penuh dari seluruh warga sekolah dan pihak yang berkepentingan, sehingga hasil penelitian ini masih belum optimal.

Peneliti berharap hasil PTS ini dapat diterapkan di sekolah, khususnya di sekolah dasar dengan mempertimbangkan modifikasi sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim., 2010., Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah Tentang PTS., LPMP Jawa Tengah.

Depdikbud., 1995., Kamus Besar Bahasa Indonesia., Balai Pustaka.

Http//Ucokhsb.blogspot.com/2008/04/Pengertian Dan Sejarah Berdirinya KKG.html.

I.G.A.K Wardani, kuswaya Wihardit dan Noehi Nasution. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta Universitas Terbuka.

Paket Pelatihan Pelaksanaan Kegiatan KKG dan MGMP.

Suciati, dkk. 2007, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta Universitas Terbuka.

Udin S, Winataputra, dkk., 2005., Strategi Belajar Mengajar., Universitas Terbuka-Jakarta.

Biodata Penulis

Nama : Pujiyanto, S.Pd.SD.

NIP : 19710111 199603 1 002

Unit Kerja : SD Negeri Kamulyan 02

You cannot copy content of this page