Iklan

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI HASIL BELAJAR PKN MATERI MAKNA SATU NUSA SATU BANGSA DAN SATU BAHASA MELALUI METODE MIND MAPPING PADA SISWA KELAS III SDN MENGANTI 01 KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/ 2016

C:\Users\USER\Downloads\slamet.jpg

Oleh : Mukh Slamet Nur,A.Ma.Pd.

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan prestasi hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Menganti 01 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap pada mata pelajaran PKn materi “Kebersihan, kesehatan dan keamanan” Tempat dan waktu dilaksanakannya penelitian ini di SD Negeri Menganti 01 Kecamatan Kesugihan pada semester I tahun pelajaran 2015/ 2016. Subyek penelitian adalah siswa kelas III SD Negeri Menganti 01 yang berjumlah 27 anak. Sumber data penelitian adalah siswa, guru kelas III, teman sejawat, dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dan catatan. Sedangkan alat pengumpul data adalah lembar evaluasi dan lembar observasi. Bentuk dan teknik penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan melalui pra siklus siklus I, siklus II dan siklus III. Setiap siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik analisis data terdiri dari analisis deskriptif. Hasil penelitian pada pra siklus ke siklus I, ketuntasan belajar meningkat dari 3 siswa (11,11%) menjadi 7 siswa (25,92%). Dari siklus I ke siklus II meningkat menjadi 18 siswa (66,66%). Dari siklus II ke siklus III mengalami peningkatan yang sangat signifikan menjadi 25 siswa (92,59%) Peneliti menyimpulkan, penggunaan metode mind mapping dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn materi “Kebersihan, Kesehatan dan Keamanan pada siswa kelas III SD Negeri Menganti 01. Metode mind mapping dapat dijadikan salah satu pilihan dalam pembelajaran PKn.

Kata kunci: Metode Mind Mapping, Peningkatan Prestasi Belajar PKn Kelas III SD Negeri Menganti 01.

Latar Belakang Masalah

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaaran yang ada kelas III SDN Menganti 01 memerlukan model pembelajaran yang mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik serta dapat meningkatkan prestasi siswa. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan memilih model pembelajaran yang dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berkembang.

Proses pembelajaran di kelas banyak siswa yang tidak menunjukkan sikap antusias mengikuti pembelajaran PKn. Selain itu masalah keaktifan pada kelas III tersebut menyebabkan prestasi belajar rendah, kelas III terdiri dari 27 siswa, dimana siswa perempuan berjumlah 15 anak dan siswa laki-laki berjumlah 12 anak dan KKM mata pelajaran PKn yaitu 65. Prestasi Belajar siswa kelas III masih tergolong rendah. Dari hasil nilai ulangan akhir semester PKn terakhir dari jumlah siswa kelas III sebanyak 27 siswa yang mendapat nilai di atas KKM hanya 3 siswa yaitu 11,11 % dari jumlah siswa kelas III, sementara yang belum mencapai KKM sebanyak 24 siswa yaitu 88,88 % dari jumlah siswa kelas III. Hal tersebut terjadi karena model pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi, guru menerangkan materi belum mengguakan berbagai model pembelajaran. Selain itu juga dikarenakan anak-anak kelas III SDN Menganti 01 Kesugihan menganggap remeh mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sehingga ketika guru menjelaskan siswa tidak memperhatikan dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu disini peneliti mempunyai inisiatif untuk merubah pembelajaran yang belum maksimal ke dalam model pembelajaran Mind Mapping. Penggunaan model pembelajaran Mind Mapping, diharapkan akan dapat merubah dan meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan kelas III di SDN Menganti 01 Kesugihan. Berdasarkan kondisi tersebut peneliti tertarik mengadakan penelitian dengan judul “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pkn Materi Makna Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Melalui Metode Mind Mapping Pada Siswa Kelas III SDN Menganti 01 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016”

Manfaat Penelitian :1)Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi wacana tentang pelaksanaan pembelajaran PKn materi Makna Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa, Kelas III SDN Menganti 01 Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui metode Mind Mapping.2)Manfaat praktis Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:Siswa dapat belajar dengan mudah sehingga kemampuan siswa dalam mata pelajaran PKn menjadi meningkat,Guru semakin percaya diri dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan lebih berkualitas danMeningkatnya kualitas pembelajaran secara otomatis akan meningkatkan mutu sekolah sehingga kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat.

Kajian Teori

Prestasi Belajar

Prestasi belajar tersusun dari dua kata yaitu prestasi dan belajar. Menurut Poerwadarminta, (2007: 910) prestasi adalah hasil yang telah dicapai. Menurut Arifin, Z (2014: 12) kata “prestasi” berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie. Kemudian dalam bahasa Indonesia menjadi “prestasi” yang berarti “hasil usaha”. Istilah “prestasi belajar” (achievement) berbeda dengan “hasil belajar” (learning outcome).

Prestasi belajar pada umumnya berkaitan dengan aspek pengetahuan sedangkan hasil belajar meliputi aspek pembentukan watak siswa, kata prestasi banyak digunakan dalam berbagai bidang dan kegiatan antara lain dalam kesenian, olahraga, dan pendidikan, khususnya pembelajaran. (Slameto, 2013: 2). Menurut Ahmadi, A. dan Supriyono (2013 : 127) mengemukakan belajar adalah merupakan proses dari perkembangan hidup manusia. Dengan belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktivitas dan prestasi hidup tidak lain adalah hasil dari belajar. Menurut Sardiman (2007: 20-28) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, meniru dan lain sebagainya. Berdasarkan penjelasan yang sudah dikemukakan tentang pengertian prestasi dan belajar maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai oleh individu setelah mengalami suatu proses belajar dalam jangka waktu tertentu.

Metode Mind Mapping

Pemilihan metode mengajar yang tepat sangat berpengaruh terhadap efektifitas pembelajaran. Ketepatan penggunaan metode mengajar tersebut dipengaruhi banyak faktor, di antaranya: sifat dari tujuan yang hendak dicapai, keadaan peserta didik, bahan pengajaran dan situasi belajar mengajar.

Semua mind map mempunyai kesamaan. Semua menggunakan warna. Semuanya memiliki struktur alami yang memancar dari pusat. Semuanya menggunakan garis lengkung, symbol, kata, dan gambar yang sesuai dengan satu aturan yang sederhana, mendasar alami dan sesuai dengan cara kerja otak. Dengan mind map, daftar isi yang panjang dapat dialihkan menjadi diagram warna-warni, sangat teratur, dan mudah diingat yang bekerja selaras dan cara kerja alami otak dalam melakukan berbagai hal. (Tony Buzan, 1970: 14).

Mind Mapping adalah model pembelajaran mencatat kreatif yang memudahkan seseorang mengingat banyak informasi. Menurut Olivia, (2008: 2) Mind Mapping menekankan pada cara kerja otak dalam menyimpan informasi. Otak manusia memiliki kemampuan menyimpan informasi yang besar. Kemampuan otak dalam menyimpan informasi ini dapat ditingkatkan apabila otak digunakan secara maksimal.:

Gambar 1. Contoh Mind Mapping

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar adalah untuk membentuk watak atau karakteristik warga Negara yang baik. Tujuan pembelajaran Pkn di sekolah dasar adalah agar peserta didik dapat memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban serta santun, jujur, dan demokratis serta ikhlas sebagai warga Negara terdidik dan bertanggung jawab.

Pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar memberikan pelajaran pada peserta didik untuk memahami dan membiasakan dirinya dalam kehidupan di sekolah, karena materi pendidikan kewarganegaraan menekankan padapengalaman dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari yang ditunjang oleh pengetahuan dan pengertian sederhana sebagai bekal untuk mengikuti pendidikan berikutnya.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan (PKn) memiliki tujuan untuk membentuk dan mempersiapkan warga negara yang cinta kepada bangsa dan Negara, bertanggung jawab dan bersikap baik serta sadar dan mampu melaksanakan hak dan kewajibannya terhadap Negara. Kesadaran tersebut diharapkan diperoleh setelah mempelajari nilai yang terkandung dalam mata pelajaran PKn.

Kerangka Berpikir

Hubungan antar variabel-variabel dalam penelitian dapat dilihat pada gambar kerangka berpikir sebagai berikut:

Gambar 2. Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan

Hipotesis Tindakan Pada Penelitian Ini Adalah “Metode Mind Mapping Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pkn Siswa Kelas III SDN Menganti 01 Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016.

METODE PENELITIAN

Subyek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas III SDN Menganti 01 Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016 Kecamatan Kesugihan Cilacap yang berjumlah 27 siswa yang terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.

Teknik Pengumpulan Data

Untuk mempermudah menggambarkan perubahan yang terjadi dalam PTK, maka dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa metode, di antaranya adalah sebagai berikut: Observasi,Interview/wawancara,DokumentasiTes

Validasi Data

Data yang telah dikaji, dikumpulkan dan dicatat dalam kegiatan penelitian, harus diusahakan kemantapan dan kebenarannya. Oleh karena itu, perlu mengetahui dan menentukan cara-cara yang tepat untuk mengembangkan validitas data yang diperoleh. Cara yang digunakan berupa trianggulasi. Trianggulasi dikembangkan dalam empat macam yaitu: trianggulasi data, trianggulasi peneliti, trianggulasi metode dan trianggulasi teoritis. Untuk mengetahui validitas data peneliti menggunakan trianggulasi data. Trianggulasi data adalah pengambilan data sejenis dari sumber yang berbeda. Data yang divalidasi menggunakan trianggulasi data adalah hasill belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes.

Teknik Analisis Data

Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik, digunakan daftar nilai kognitif. Menurut Ngalim Purwanto (2000: 112), data tersebut diperoleh pada tiap tiap siklus dianalisa secara deskriptif dengan menghitung percentages correction, dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

S : Nilai yang diharapkan (dicari)

R : Jumlah skor dari item atau soal yang dijawab benar

N : Skor maksimum dari tes tersebut.

Dalam bukunya Suharsimi Arikunto (1991: 249) Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan menyatakan bahwa untuk menentukan nilai hasil belajar peserta didik dapat dinyatakan dalam skala yaitu sebagai berikut:

Kategori Huruf Keterangan
80-100 A BAIK SEKALI
66-79 B BAIK
56-65 C CUKUP
40-55 D KURANG
30-39 E GAGAL

Indikator Keberhasilan

Proses penelitian ini berhasil apabila terjadi peningkatan prestasi belajar siswa dari tindakan pra penelitian ke siklus I, siklus I ke siklus II, siklus II ke siklus III. Siswa dianggap meningkat prestasi belajarnya setelah pembelajaran apabila prestasi belajar telah mencapai 80% dari KKM yang ditentukan. Adapun nilai KKM pada pembelajaran PKn adalah 65.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Siklus I

Hasil tes evaluasi pada siklus I mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan nilai pra siklus. Pada siklus I terdapat 7 siswa yang tuntas dan 20 siswa yang tidak tuntas, dengan demikian baru 25,92 % dari jumlah seluruh siswa yang mencapai nilai KKM. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus I belum memenuhi target yang peneliti tentukan, yaitu 80% dari jumlah seluruh siswa mencapai nilai KKM. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa perbandingan pada kondisi awal dan siklus I menunjukkan peningkatan yang belum begitu memuaskan. Dari evaluasi awal yang belum menggunakan metode mind mapping hanya 3 siswa yang mencapai nilai KKM yang ditetapkan, dan nilai dari siklus I terdapat peningkatan ada 7 siswa yang mencapai nilai KKM, namun rata-rata kelas yang didapat siswa kelas II masih belum memuaskan yaitu 64,70.

Deskripsi Siklus II

Hasil tes evaluasi pada siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan siklus I. Pada siklus II, 66,66% dari jumlah seluruh siswa mencapai KKM yang telah ditentukan sekolah. Terdapat 18 siswa yang tuntas dan 9 siswa yang tidak tuntas. Hasil belajar pada siklus II belum memenuhi target penelitian.Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa perbandingan pada siklus I dan siklus II masih menunjukkan peningkatan yang belum begitu memuaskan. Pada siklus II 18 siswa mencapai nilai KKM dan rata-rata kelas yang didapat siswa kelas II sudah mencapai nilai KKM yaitu 74,74 namun Peneliti merasa belum puas dengan hasil yang diharapkannya, minimal patokan peneliti harapkan 80% siswa berhasil dalam proses pembelajaran menggunakan metode Mind Mapping. Oleh sebab itu perlu diadakan siklus selanjutnya.

Deskripsi Siklus III

Hasil tes evaluasi pada siklus III mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan siklus II. Pada siklus III, 92,59% dari jumlah seluruh siswa mencapai KKM yang telah ditentukan sekolah. Terdapat 25 siswa yang tuntas dan 7 siswa yang tidak tuntas. Hasil belajar pada siklus III sudah memenuhi target penelitian, yaitu 80% dari seluruh siswa mencapai KKM.

Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pada siklus I ada 7 siswa (25,92%) yang tuntas dalam mencapai KKM, siklus II meningkat ada 18 siswa (66,66%) tuntas mencapai KKM dan siklus III meningkat lagi ada 25 siswa (92,59%) yang tuntas mencapai KKM. Berdasarkan data tersebut maka dapat diketahui bahwa pelaksanaan PTK dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan metode Mind Mapping berhasil meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasil dari penelitian tindakan kelas ini memperoleh hasil seperti tabel di atas.

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode Mind mapping yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Penggunaan metode mind mapping pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi Makna Satu Nusa Satu Bangsa dan Satu Bahasa dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, hal ini dapat dibuktikan dari nilai rata-rata siswa pada siklus I adalah 67,70, siklus II 74,74 sedangkan pada siklus III adalah 80, 77. Maka terbukti sudah melampaui KKM.
  2. Melalui metode Mind Mapping pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat memenuhi target pencapaian KKM yang telah ditentukan, terbukti pada KKM kelas III pada siklus III adalah 92,59% > 80% (KKM kelas), maka PTK dinyatakan sangat berhasil.

Saran

Bagi Guru

  1. Guru diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan untuk mendeteksi berbagai persoalan sehari-hari pada saat pembelajaran yang menghambat pencapaian kompetensi mata pelajaran.
  2. Guru hendaknya senantiasa menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan nyaman bagi siswa dengan menjalin komunikasi yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

A.M. Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Bandung: Rajawali Pers.

Ahmadi, A dan Supriyono, W. 2013. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Arifin, Z. 2014. Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Rineka Cipta. Jakarta.

Buzan, Tomy. 2013. Buku Pintar Mind Mapp. Jakarta: Gramedia.

Departemen Pendidikan Nasional 2007.

E.Mulyasa. 2008. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah. Jakarta: PT. Remaja Rosda Karya.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia.

Najib Sulham, 2009. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Nama : Mukh Slamet Nur,A.Ma.Pd.

NIP : 19640813 198806 1 001

Pangkat : Pembina / IV A

Jabatan : Guru

Unit Kerja : SD Negeri Menganti 01, Kesugihan, Cilacap.

You cannot copy content of this page