Iklan

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TENTANG MALIKAT DAN TUGASNYA DENGAN METODE PETA KONSEP PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 JINGKANG SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Siti Nurma`Rifah , S.Ag

ABSTRAK

Pembelajaran yang telah dilakukan guru agar prestasi belajar siswa maksimal belum terwujud. Hal ini dialami peneliti di kelas IV SD Negeri 3 Jingkang, dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Beberapa permasalahan dikarenakan siswa tidak memahami konsep-konsep yang diterangkan guru.

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam materi malikat dan tugasnya dengan mengunakan metode peta konsep. Subjek penelitiannya adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 3 Jingkang pada semester II tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 28 siswa dengan 2 siklus

Peneliti merupakan guru PAI. Pelaksanaan penelitian melibatkan kepala sekolah sebagai kolaborator. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus pembelajaran. Instrumen untuk mengumpulkan adalah lembar observasi (pengamatan), dokumen serta tes.

Hasil penelitian menunjukkan hasil ketuntasan belajar dari 64,29 % siswa yang tuntas belajar pada studi awal meningkat menjadi 71,43 % pada siklus pertama dan 89,29 % pada siklus kedua. Peningkatan ini juga ditunjukan dengan meningkatnya rata-rata nilai pada kondisi awal yang hanya 69,29 dapat ditingkatkan menjadi 73,75 di akhir siklus I dan 89,29 di akhir siklus II. Tingkat keaktifan siswa dapat ditingkatkan dari 75 % pada siklus I menjadi 100% pada siklus II.

Kata Kunci : Pembelajaran PAI, Peta Konsep, hasil belajar.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Tujuan pendidikan pada dasarnya adalah mengantar siswa menuju pada perubahan – perubahan tingkah laku, baik intelektual, moral, maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan makhluk sosial. Di dalam mencapai tujuan tersebut, siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur guru melalui proses pembelajaran.

Salah satu pembelajaran di Sekolah Dasar adalah Pendidikan Agama Islam (PAI). Mata pelajaran ini diarahkan untuk menyiapkan siswa untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam, yang kemudian menjadi dasar pandangan hidup (way of life) melalui bimbingan, pengajaran, latihan, dan pembiasaan. Kenyataan yang terjadi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas IV SD Negeri 3 Jingkang, khususnya pada materi malaikat dan tugasnya, bahwa siswa masih belum maksimal dalam menangkap dan memahaminya.

Rendahmya prestasi hasil belajar siswa kelas IV SDN 3 Jingkang UPK Ajibarang yang mayoritas masih di bawah ketuntasan belajar sebesar 70. Salah satu permasalahan yang berhubungan dengan rendahnya nilai hasil belajar siswa ini adalah belum diterapkannya metode pembelajaran yang dipandang mampu mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran dapat berjalan secara dinamis dan menyenangkan. Selama ini metode pembelajaran yang digunakan antara lain ceramah, bercerita, dan pemberian tugas yang bersifat verbalistis sehingga diasumsikan siswa merasa jenuh dan kurang perhatian.

Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan diatas maka permasalahan yang ada dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

  1. Hasil belajar siswa dalam mata pelajaran PAI nilainya di bawah standar ketuntasan sebesar 70.
  2. Strategi belajar mengajar yang dilaksanakan guru kurang baik.
  3. Metode pembelajatran yang tidak tepat sehingga kegiatan belajar mengajar yang dilakukan kurang menarik, berlangsung monoton dan membosankan, serta interaksi yang terjadi hanya satu arah karena guru yang dominan aktif, sementara siswanya pasif.

Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: Apakah penggunaan metode peta konsep dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran PAI materi malaikat dan tugasnya pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Jingkang semester II tahun pelajaran 2017/2018?

Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran PAI materi malaikat dan tugasnya pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Jingkang semester II tahun pelajaran 2017/2018 melalui penerapan metode peta konsep.

KAJIAN PUSTAKA

Prestasi Belajar

Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar juga dapat sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai anak didik, serta sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu. Hal ini didasarkan kepada asumsi bahwa para ahli psikologi biasanya menyebut hal ini sebagai tendensi keingintahuan (Arifin, 2000:3). Prestasi belajar juga dapat diartikan sebagai tingkat pengetahuan, keterampilan, atau capaian yang diperoleh peserta didik untuk bidang studi tertentu.

Dari beberapa pengertian tersebut diambil kesimpulan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai peserta didik setelah melakukan aktivitas belajar.

Tujuan Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam di sekolah/madrasah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, pengetahuan, penghayatan, pengamalan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Menurut Muhaimin (2004), PAI bertujuan agar siswa memahami, menghayati, meyakini, dan mengamalkan ajaran Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia. Tujuan PAI harus mengacu pada penanaman nilai-nilai Islam. Hal ini dilakukan dalam rangka menuai keberhasilan hidup di dunia yang kemudian akan membuahkan kebaikan di akhirat.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar PAI

Prestasi belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (faktor internal) maupun dari luar diri (faktor eksternal) individu dan faktor pendekatan pembelajaran. Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali artinya dalam rangka membantu peserta didik dalam mencapai prestasi belajar yang sebaik-baiknya.

Metode Peta konsep

Pengertian Peta Konsep

Menurut Doran, dkk (dalam Dahar, 1998: 120) peta konsep adalah diagram yang dibentuk atau disusun untuk menunjukan pemahaman seseorang tentang suatu konsep atau gagasan yang mempunyai struktur berjenjang dari yang bersifat umum menuju yang bersifat khusus dilengkapi dengan garis-garis penghubung yang sesuai. Peta konsep merupakan cara yang dinamik untuk menangkap butir-butir pokok informasi dalam bentuk proporsi melalui proses belajar alamiah dan berfikir. Peta konsep bukan hanya menggambarkan konsep-konsep yang penting melainkan juga menghubungkan antara konsep-konsep itu. Dalam menghubungkan konsep-konsep itu dapat digunakan dua prinsip, yaitu diferensi progresif dan penyesuaian integratif diferensiasi progresif adalah suatu prinsip penyajian materi dari materi yang sulit dipahami.

Pembuatan suatu peta konsep, siswa dilatih untuk mengidentifikasi ide-ide kunci yang berhubungan dengan suatu topik dan menyusun ide-ide tersebut dalam suatu pola logis. Kadang-kadang peta konsep merupakan diagram hirarki, kadang peta konsep itu memfokus pada hubungan sebab akibat.

Keunggulan Metode Peta Konsep

Menurut Buzan (2008: 6) bahwa metode peta konsep atau Mind Map memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

  1. Mengaktifkan seluruh otak,
  2. Membereskan akal dari kesusutan akal,
  3. Memungkinkan kita berfokus pada pokok bahasan,
  4. Membantu menunjukan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah,
  5. Memberi gambaran yang jelas pada keseluruhan perincian,
  6. Memungkinkan kita mengelompokkan konsep, membantu kita membandingkannya,
  7. Mengisyaratkan kita untuk memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang membantu mengalihkan informasi tentangnya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang.
  8. Penerapan Metode Peta Konsep dalam Pembelajaran

Secara aplikatif, strategi penerapan peta konsep dalam upaya meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa, memiliki strategi memperkenalkan peta konsep mencakup dua aktivitas menurut Alief (Novak dan Gowin, 1985) mempersiapkan peta konsep yang meliputi kegiatan sebagai berikut: (1) buatlah daftar kata-kata yang cukup dikenal oleh siswa pada papan tulis untuk objek-objek dan kejadian/peristiwa misalnya kata lingkungan alam dan lingkungan buatan; (2) tanyakanlah kepada siswa, bagaimanakah mereka menggambarkan hubungan apabila mereka mendengarkan kata lingkungan alam dan lingkungan buatan. (3) buatlah daftar kata-kata penghubung seperti adalah, dengan, berupa, sehingga, dapat. Tanyakan kepada siswa, apa saja yang mereka pikirkan tentang kata-kata tersebut. Kata-kata tersebut bukan kata-kata konsep melainkan kata penghubung bila mana dirangkaikan dengan kata konsep akan membentuk kalimat yang bermakna. (4) buatlah beberapa kalimat pendek yang menggambarkan rangkaian kata-kata konsep dan kata penghubung sehingga dapat bermakna. (5) siswa ditugaskan untuk membuat kalimat-kalimat pendek dari konsep-konsep dan kata penghubung yang diberikan. (6) pilihlah materi dari buku yang sesuai dengan penggunaan metode peta konsep, kemudian materi tersebut dibaca oleh siswa, selanjutnya siswa ditugaskan untuk mencari konsep kunci, kemudian siswa akan ditugaskan untuk mencatat konsep yang mereka temukan serta menghubungkan dengan kata penghubung yang sesuai sehingga terbentuklah suatu kalimat yang bermakna.

METODOLOGI PENELITIAN

Waktu Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan selama 5 bulan atau selama satu semester. Penelitian dilaksanakan dengan mengambil waktu semester II dari bulan Februari 2018 sampai dengan bulan Juni 2018.

Tempat Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini kami lakukan di kelas IV SDN 3 Jingkang UPK Ajibarang Kabupaten Banyumas.

Subjek Penelitian

Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 3 Jingkang Unit Pendidikan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas semester II tahun pelajaran 2017/2018.

Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN 3 Jingkang Unit Pendidikan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas pada semester II tahun pelajaran 2017/2018. Sumber data yang lain berasal dari guru kelas IV yang diajak bekerja sama atau berkolaborasi dalam penelitian tindakan kelas.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dengan melalui tes, observasi dan dokumentasi. Sedangkan alat pengumpulan data adalah dengan butir soal tes dan lembar pengamatan

Indikator kinerja

Penelitian ini dinyatakan berhasil jika minimal 75% siswa mendapatkan nilai tes sebesar 70 atau lebih dalam tes tertulis dengan rata-rata nilai yang diperoleh siswa minimal 70. Kegiatan pembelajaran dianggap berhasil apabila dapat menunjukkan respon yang baik pada tiga dari empat indikator yang ada atau sebesar 75%.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Data kondisi awal yang ada siswa dilihat dari hasil nilai tes awal yang hanya mencapai rata rata 69,29, hanya 56 % siswa dari 28 siswa atau 15 siswa yang mendapat nilai ≥ 70, berarti masih 44 % siswa dari 28 siswa atau 13 siswa yang belum tuntas belajar. Rendahnya nilai PAI dapat dilihat dari hasil rentang nilai berikut ini:

Tabel 4.1. Rentang Nilai Kondisi Awal Siswa

No. Ketegori Interval Nilai Jumlah Persentase
1. Tinggi 75 – 90 7 25
2. Sedang 60 – 74 21 75
3. Rendah 45 – 59 0 0
Jumlah 28 100

Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Siklus I tindakan penelitian dilaksanakan pada minggu kedua dan minggu ketiga tanggal 12 dan 19 Februari 2018. Dalam siklus I langkah pembelajarannya meliputi kegiatan awal,kegiatan inti dan kegiatan akhir. Pertemuan pertama digunakan untuk untuk menjelaskan materi tentang malaikat dan tugasnya, untuk pertemuan kedua digunakan untuk mengulang materi yang telah disampaikan sebelumnya dan di akhir pertemuan dilakukan tes formatif. Berdasarkan data dapat diketahui bahwa nilai tes PAI siswa kelas IV SD Negeri 3 Jingkang pada Siklus I relatif belum memuaskan. Hal tersebut ditandai dengan masih ada siswa yang belum mencapai nilai 70 yang menjadi indikator keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini. Dari 28 siswa, 20 orang atau 71,43 persen yang mampu mencapai 70 atau lebih. Lainnya sebanyak 8 orang atau 28,57 persen nilainya belum mencapai 70. Namun bila dibandingkan dengan kondisi awal telah terjadi peningkatan prestasi belajar siswa

Hasil tes siklus I disusun dalam bentuk interval nilai dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.3 Rentang Nilai Tes Siklus I

No. Ketegori Interval Nilai Jumlah Persentase
1. Tinggi 75 – 90 17 61
2. Sedang 60 – 74 11 39
3. Rendah 45 – 59 0 0
Jumlah 28 100

Adapun hasil pengamatan proses pembelajaran siklus I dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.4 Hasil Pengamatan Siklus I

No. Indikator Kriteria
Baik Cukup Kurang
1. Perhatian siswa dalam kegiatan belajar mengajar. X
2. Keberanian bertanya dan menjawab pertanyaan. X
3. Ketekunan belajar. X
4. Aktifitas dan kerjasama dalam melaksanakan tugas atau diskusi kelompok. X

Pelaksanaan Tindakan Siklus II

Pelaksanaan Siklus II penelitian dilaksanakan pada minggu pertama dan kedua tanggal 9,16 April 2018. Pertemuan pertama digunakan untuk untuk menjelaskan materi tentang malaikat dan tugasnya, untuk pertemuan kedua digunakan untuk mengulang materi yang telah disampaikan sebelumnya dengan perbaikan yang mengacu pada refleksi siklus I dan di akhir pertemuan dilakukan tes formatif. Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus II sudah memuaskan. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya siswa yang mampu mencapai nilai 70 atau lebih yang menjadi indikator keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini. Dari 28 siswa, hanya 1 orang atau 10,71 persen yang nilainya belum mencapai 70. Lainnya sebanyak 26 orang atau 89,29 persen nilainya sudah mencapai 70 atau lebih. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan metode peta konsep sudah berhasil karena sesuai dengan kriteria keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini, yaitu penelitian dianggap berhasil jika minimal 75% siswa mampu mencapai nilai 70 atau lebih dalam tes tertulis yang dilakukan pada penelitian ini.

Hasil nilai terendah yang dicapai kelas dalam siklus II penelitian adalah 65, nilai tertinggi adalah 90, modus sebesar 75, mean sebesar 78,39 dan median sebesar 80.

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Nilai Siklus II

No. Ketegori Interval Nilai Jumlah Persentase
1. Tinggi 75 – 90 22 78,57
2. Sedang 60 – 74 6 21,43
3. Rendah 45 – 59 0 0
Jumlah 28 100 %

Hasil pengamatan proses pembelajaran juga menunjukkan kondisi yang baik, seperti tersaji pada tabel berikut ini.

Tabel 4.7 Hasil Pengamatan Siklus II

No. Indikator Kriteria
Baik Cukup Kurang
1. Perhatian siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar. X
2. Keberanian siswa bertanya dan menjawab pertanyaan. X
3. Aktifitas dan ketekunan belajar. X
4. Kerjasama dalam menyelesaikan tugas atau diskusi kelompok. X

Jadi, dapat disimpulkan bahwa nilai tes pada siklus II tinggi, dan sudah memuaskan serta sudah mencapai kriteria keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini, yaitu 75% nilai siswa mencapai 70 atau lebih. Hasil pengamatan proses pembelajaran juga menunjukkan kondisi yang baik, seperti tersaji pada tabel berikut ini.

Pembahasan

Perbandingan hasil penelitian antara siklus I dan siklus II sudah dapat membuktikan hipotesa tindakan penelitian. Tindakan pada siklus I dan II diperoleh data bahwa hasil belajar siswa meningkat. Hasil tes siklus I diperoleh sebanyak 20 siswa atau 71,43% tuntas dalam pembelajaran dan 8 siswa atau 28,57% belum tuntas. Kemudian pada hasil tes siklus II menunjukkan 25 siswa atau 89,29% tuntas dalam pembelajaran dan 3 siswa atau 10,71% belum tuntas. Berdasarkan hasil tersebut pada siklus II dapat dikatakan terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 17,85% dibandingkan pada siklus I. Adapun perbandingan siswa yang mencapai nilai minimal 70 pada 2 siklus penelitian adalah sebagai berikut.

Tabel 4.9 Perbandingan Kategori Nilai Siswa pada Siklus I dan Siklus II

No. Kategori Nilai Siklus I Siklus II
Jumlah % Jumlah %
1. ≥ 70 20 71.42% 25 89.29%
2. ≤ 69 8 28.57% 3 10.71%
Jumlah 28 100 28 100

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan persentase jumlah siswa yang memiliki ketuntasan hasil belajar minimal pada siklus I, dan siklus II, maka dinyatakan bahwa perbaikan pembelajaran ini telah berhasil.

KESIMPULAN

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan metode peta konsep ternyata mampu meningkatkan prestasi belajar PAI siswa kelas IV SD Negeri 3 Jingkang pada semseter I tahun 2017/2018, hal ini dapat dilihat dari kondisi awal rata-rata nilai 69,29 dapat ditingkatkan di akhir siklus I dengan rata-rata nilai 73,75 . dan pada siklus II rata-rata mencapai 78,39. Ketuntasan belajar pada kondisi awal 64,29%. Pada siklus I 71,43% dan dapat ditingkatkan kembali pada siklus II dengan prosentase 89,29%. Tingkat perhatian siswa dapat menunjukkan respon yang baik dengan tingkat pencapain pada siklus I sebesar 75% dan pada siklus II sebesar 100%.

Saran

Siswa agar terus meningkatkan kepercayaan diri untuk berani berpatisipasi aktif dalam kelas. Metode peta konsep perlu diterapkan secara lebih intensif dalam pembelajaran untuk mendukung peningkatan prestasi belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, H.M. 2000. Kapita Selekta Pendidikan (Islam dan Umum. Jakarta: Bumi Aksara.

Buzan, Tony. 2008. Buku Pintar Mind Map untuk Anak. Jakarta: Gramedia.

Dahar, S., 1989, Langkah-Langkah Menyusun Peta Konsep, JakartaK Rineka Cipta.

Depdiknas. 2003. UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas

Majid, Abdul & Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep Dan Implementasi Kurikulum 2004, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004

Novak and Gowin. 1985. Learning How To Learn. Cambridge; Cambridge University Press.

Rudy Gunawan (2011) Pengertian peta. (http://gis48.blogspot.co.id/ ) diunduh pada tanggal 10 Januari 2017

Sanjaya, Wina. 2007. Strategi Pembelajaran (Berorientasi Standar Proses Pendidikan). Jakarta : Prenada Media Group

Tohirin, 2008, Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi), Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Usman, Uzer, 2009. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Biodata Penulis

Nama : Siti Nurma`Rifah , S.Ag

NIP : 196902201991032006

Unit Kerja : SD Negeri 3 Jingkang

You cannot copy content of this page