Iklan

UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ADVIS OMELET “AUDIO VISUAL OUTBOND MANAGEMENT TRAINNING (PENELITIAN PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA N 1 RAWALO TAHUN AJARAN 2021/ 2022

Wasi Aqnaa Sari, S.Pd.

PENDAHULUAN

Pendidikan diperlukan untuk meningkatkan harkat, martabat dan kesejahteraan manusia, sekolah merupakan bagian dari pendidikan. Di sekolah inilah kegiatan belajar mengajar berlangsung, ilmu pengetahuan diajarkan dan dikembangkan kepada anak didik. Pendidikan moral, etika, mental, spiritual dan perilaku positif ditumbuhkan guna membentuk kepribadian siswa, dan para guru serta peserta didik terlibat secara interaktif dalam proses pendidikan. Sekolah tumbuh dan berkembang melalui nilai-nilai positif dalam perilaku peserta didiknya, antara lain terdapatnya perilaku interaksi yang sesuai norma dan peraturan yang ada di sekolah. Disiplin sangat penting khususnya bagi perkembangan siswa dan diperlukan supaya mereka dapat belajar dan berperilaku dengan cara yang dapat diterima lingkungan dimana ia berada.

SMA Negeri I Rawalo adalah salah satu sekolah di Banyumas yang masih muda karena baru berdiri 14 tahun tetapi sudah menerapkan disiplin bagi siswanya. Siswa harus mematuhi segala peraturan yang ada di sekolah. Usia siswa yang masih remaja cenderung memiliki tingkat emosi yang masih labil, mereka belum paham akan keadaan diri mereka sendiri dan lingkungan sekolah sehingga sering kali mereka melanggar peraturan sekolah dengan tidak berperilaku disiplin. khususnya dari tiga tingkatan kelas yang ada yaitu kelas sebelas, meraka bukan orang baru di sekolah jadi tidak terlalu banyak penyesuaian dan mereka juga belum dituntut untuk menjalani ujian-ujian seperti kelas dua belas sehingga ekspresi perilaku mereka terkadang sering terlihat di kelas sebelas ini.

Siswa kelas sebelas menunjukkan perilaku disiplin yang rendah dalam pengamatan yang dilakukan peneliti. Hal ini bisa dilihat dari perilaku siswa seperti terlambat masuk sekolah, tidak masuk sekolah tanpa keterangan, berpakaian tidak rapi, membuat gaduh apabila jam pelajaran tidak diisi guru, tidak memperhatikan dan ribut sendiri saat guru menerangkan, berbicara dengan teman saat pelajaran berlangsung, serta tidak mengerjakan tugas dari guru.

Pelaksanaan pendidikan di sekolah untuk bisa berproses pada perkembangan siswa yang bermutu, dibutuhkan perilaku disiplin dari peserta didik. Bagian pendidikan kedisiplinan di sekolah yaitu melalui bimbingan dan konseling dengan layanan bimbingan kelompok, Layanan bimbingan kelompok adalah proses pemberian bantuan yang diberikan pada individu dalam situasi kelompok (Romlah 2001:3).

Di SMA Negeri I Rawalo, Layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan perilaku disiplin siswa dilakukan hanya dengan berdiskusi, dan tidak ada pemanfaatan media untuk mendukung keberhasilan layanan, serta tempat pelaksanaan yang tidak bervariasi atau hanya di dalam kelas, sehingga bimbingan kelompok yang dilaksanakan belum maksimal, dengan adanya perilaku siswa yang tidak disiplin.

Upaya peneliti melalui layanan dalam bimbingan dan konseling yaitu melalui layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan perilaku disiplin siswa, dengan menggunakan cara dan prasarana seperti penggunaan media, metode dan tempat pelaksanaan yang disesuaikan untuk menunjang keberhasilan layanan, sehingga pelaksanaan layanan bimbingan kelompok bisa optimal dan siswa meningkat perilaku disiplinnya.

Bertolak dari latar belakang di atas, maka peneliti mengambil judul “UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ADVIS OMELET”(Audio Visual Outbond Management Trainning)” (Penelitian pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri I Rawalo Tahun ajaran 2018/ 2019)”.

KAJIAN PUSTAKA

Disiplin

Istilah disiplin berasal dari bahasa latin “Disciplina” yang menunjuk kepada kegiatan belajar mengajar. Dalam bahasa Inggris “Disciple” yang berarti mengikuti orang untuk belajar di bawah pengawasan seorang pemimpin. Sehingga dapat diartikan merupakan kegiatan belajar untuk patuh dan taat pada peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemimpin.

Disiplin adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang mengharuskan orang tunduk pada keputusan, perintah atau peraturan yang diberlakukan bagi dirinya sendiri. (Lemhanas 1997: 12).

Jadi dapat dipahami bahwa disiplin adalah suatu sikap mengikuti dan menaati semua peraturan dengan tertib dan teratur serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan bertanggung jawab.

Layanan Bimbingan Kelompok

Menurut Gazda dalam prayitno dan Erman Amti (2004: 309). bimbingan kelompok di sekolah merupakan kegiatan informasi kepada sekelompok siswa untuk membantu mereka menyusun rencana dan keputusan yang tepat.

Jadi dapat dipahami bahwa layanan bimbingan kelompok merupakan sebuah layanan dalam bimbingan kelompok yang berupaya memberikan bantuan kepada siswa agar mampu menyusun rencana dan keputusan yang tepat dalam suasana kelompok, sehingga nantinya dapat berguna untuk menunjang aktivitas dalam kehidupannya.

Upaya Meningkatkan Perilaku Disiplin Siswa Melalui Bimbingan Kelompok

Pelaksanaan bimbingan kelompok dapat digunakan dalam peningkatan perilaku disiplin siswa, layanan ini dapat melatih siswa untuk dapat bersikap terbuka dalam kelompok, dapat mengendalikan diri dalam kegiatan kelompok, melatih untuk bertenggang rasa dengan orang lain, melatih untuk memperoleh ketrampilan sosial, membantu siswa untuk mengenali dan memahami dirinya sehubungan dengan orang lain. Semua itu merupakan tujuan khusus dari layanan bimbingan kelompok, dan ini berkaitan dengan perilaku disiplin siswa.

Penelitian ini merujuk pada beberapa penelitian sebelumnya, yang membuktikan bahwa layanan bimbingan kelompok mampu meningkatkan perilaku disiplin siswa. Adapun penelitiannya antara lain Wahyu Munandar yang berjudul “Efektifitas Layanan Bimbingan Kelompok Dalam Meningkatkan Perkembangan Moral Remaja Pada siswa kelas XI IPS SMA N 1 Rawalo Tahun Ajaran 2018/ 2019”. Dalam penelitian ini menunjukan bahwa adanya peningkatan perkembangan moral dari siswa setelah diberi layanan bimbingan kelompok. Perilaku dengan Perkembangan moral yang baik, akan mencerminkan nilai-nilai dan tanggungjawab pada diri siswa menjadi lebih berdisiplin.

Jadi dengan layanan bimbingan kelompok dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku disiplin siswa. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian dalam upaya meningkatkan perilaku disiplin siswa dengan berbagai teknik seperti yang dikelaskan di atas melalui layanan bimbingan kelompok.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan uraian tentang perilaku disiplin dan bimbingan kelompok di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis tindakan, yaitu melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan teknik advis omelet “yang baik” efektif untuk meningkatkan perilaku disiplin siswa kelas XI IPS 1 di SMA N 1 Rawalo Tahun Ajaran 2018/ 2019.

METODE PENELITIAN

Pendekatan Yang Digunakan

Pendekatan yang digunakan sesuai dengan latar belakang masalah dan tujuan dari penelitian ini, maka pendekatan yang digunakan adalah penelitian tindakan (action research). Alasan peneliti menggunakan metode penelitian tindakan, karena jawaban yang ingin dicari dari penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan bimbingan kelompok yang dapat meningkatkan perilaku disiplin siswa. Untuk mendapatkan jawaban tentang pelaksanaan bimbingan kelompok yang tepat tersebut, perlu dilakukan uji coba berupa tindakan dari peneliti.

Subyek Penelitian

Subyek Penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS (sebelas) SMA N 1 Rawalo Tahun Ajaran 2018/ 2019.

Desain Penelitian

Proses pelaksanaan penelitian tindakan ini sebagai suatu rangkaian siklus yang berkelanjutan, penelitian ini memberi kesempatan peneliti untuk melaksanakan tindakan melalui tahap-tahap beberapa siklus agar berfungsi efektif. Langkah-langkah dalam penelitian tindakan ini saling berhubungan, langkah-langkahnya adalah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi tindakan.

Metode Dan Alat Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Skala Psikologi, dan observasi.

Validitas dan Reliabilitas

Rumus yang digunakan untuk menguji validitas skala kedisiplinan adalah yang digunakan oleh Pearson yang dikenal dengan rumus korelasi Product Moment (Arikunto 1998: 162).

Reliabilitas

Untuk memperoleh dan mengukur reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus Alpha (Arikunto 1998: 193). Rumus Alpha tersebut ialah sebagai berikut :

Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian tindakan ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif.

Indikator Keberhasilan

Keberhasilan penelitian tindakan ini diukur dengan indikator sekurang-kurangnya 75% jumlah siswa mengalami peningkatan kedisiplinan dalam kategori > 2,51-4,00

HASIL PENELITIAN

Siswa kelas XI SMA N 1 Rawalo tahun ajaran 2018/ 2019 yang terlibat dalam penelitian mengalami peningkatan perilaku disiplin setelah diberi tindakan bimbingan kelompok yang melalui siklus 1, siklus 2 dan siklus 3. Setelah pelaksanaan siklus 1 terjadi peningkatan 8,04% dari kondisi awal, setelah siklus 2 terjadi peningkatan 5,40% dari kondisi setelah siklus 1 (13,44% dari kondisi awal), dan terjadi peningkatan 1,08% setelah siklus 3 (14,52% dari kondisi awal), sehingga keseluruhan dari 3 siklus yang dilakukan terjadi peningkatan 14,52%. Peningkatan tersebut membuktikan bahwa melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik advis omelet (audio visual outbond management trainning) dapat meningkatkan perilaku disiplin siswa.

Kondisi awal perilaku disiplin siswa menunjukan 27 orang termasuk kategori tinggi dan 8 orang termasuk kategori rendah. Partisipan dalam penelitian ini adalah sejumlah 5 orang siswa yang memiliki kategori perilaku disiplin rendah dan 3 orang siswa yang memiliki kategori tinggi. Kolaborasi antara siswa dengan kategori perilaku disiplin tinggi dan rendah ini dilakukan agar terjadi proses transfer informasi atau pengetahuan dari siswa yang berkategori perilaku disiplin tinggi kepada siswa yang berkategori perilaku disiplin rendah, dan ternyata kolaborasi ini berpengaruh pada hasil penelitian. Siswa yang berkategori perilaku disiplin tinggi setelah memperoleh beberapa tindakan tetap berada pada kategori tinggi, dan siswa yang memiliki kategori perilaku disiplin rendah meningkat menjadi tinggi, peningkatan dari siswa yang berperilaku disiplin rendah menjadi tinggi inilah yang menjadikan hasil penelitian ini meningkat. Peningkatan perilaku disiplin siswa dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Aspek Kondisi

awal

Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3 %

Total

Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Indikator 1 181 196 8,29 203 3,57 225 10,84 22,7
Indikator 2 157 161 2,55 172 6,83 172 0 9,38
Indikator 3 143 156 9,09 167 7,05 166 -0,59 15,55
Indikator 4 150 164 9,33 168 2,44 167 -0,59 11,18
Indikator 5 211 229 8,53 248 8,29 245 -1,21 15,61
Indikator 6 116 123 6,03 125 1,63 126 0,8 8,46
Indikator 7 191 203 6,28 209 2,95 208 -0,48 8,75
Indikator 8 176 190 7,95 200 5,26 202 1 14,21
Indikator 9 100 109 9 117 7,34 118 0,85 17,19
Indikator 10 141 153 8,51 166 8,49 167 0,60 17,6
Indikator 11 174 190 9,19 201 5,79 203 0,99 15,97
Indikator 12 137 152 10,95 162 6,58 165 1,85 19,38
Indikator 13 206 232 12,62 246 6,03 244 -0,81 17,84
Indikator 14 153 155 1,30 156 0,65 161 3,20 5,15
Indikator 15 179 192 7,26 197 2,60 198 0,50 10,36
Indikator 16 173 191 10,40 210 9,95 212 0,95 21,3
Total 2588 2796 8,04 2947 5,40 2979 1,08 14,52

Tabel 4.1 Peningkatan Perilaku Disiplin Siswa secara keseluruhan

Selain terjadi peningkatan secara keseluruhan, secara individu juga terjadi peningkatan. Pada kondisi awal terdapat 5 orang yang memiliki perilaku disiplin rendah dan 3 orang yang berkategori tinggi, setelah melalui siklus 1 masih terdapat 3 orang yang memiliki kecenderungan perilaku disiplin rendah, sisanya termasuk kategori tinggi. Hasil setelah siklus 2 masih terdapat 1 orang yang memiliki kecenderungan perilaku disiplin rendah dan sisanya sudah tergolong tinggi. Hasil pasca siklus 3 menunjukan bahwa kedelapan partisipan mencapai kecenderungan perilaku disiplin yang tinggi. Gambaran tentang peningkatan perilaku disiplin siswa secara individu dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Responden R-01 R-02 R-03 R-04 R-05 R-06 R-07 R-08
Skor Awal 183 182 181 177 174 179 174 170
Kriteria T T T R R R R R
Skor Siklus 1 193 197 208 183 191 179 175 179
Kriteria T T T T T R R R
Skor Siklus 2 203 207 214 186 207 192 176 194
Kriteria T T T T T T R T
Skor Siklus 3 206 208 211 196 209 196 183 198
Kriteria T T T T T T T T

Tabel 4.2 Peningkatan Perilaku Disiplin Siswa secara individu

Keadaan Awal

Setelah skala kedisiplinan diberlakukan pada siswa kelas XI IPS sejumlah 35 orang siswa, diperoleh hasil kondisi awal perilaku disiplin siswa sebanyak 27 (70%) orang berada pada kategori tinggi dan 8 (30%) orang berada pada kategori rendah. Gambaran perilaku disiplin saat kondisi awal seperti terlihat pada tabel sebagai berikut:

No. Kode Perilaku Disiplin
Jumlah % Kriteria
1 R-14 206 71,53 Tinggi
2 R-35 205 71,18 Tinggi
3 R-26 203 70,49 Tinggi
4 R-28 203 70,49 Tinggi
5 R-06 202 70,14 Tinggi
6 R-25 201 69,79 Tinggi
7 R-17 200 69,44 Tinggi
8 R-27 198 68,75 Tinggi
9 R-24 194 67,36 Tinggi
10 R-21 192 66,67 Tinggi
11 R-02 192 66,67 Tinggi
12 R-07 191 66,32 Tinggi
13 R-30 191 66,32 Tinggi
14 R-12 190 65,97 Tinggi
15 R-15 190 65,97 Tinggi
16 R-31 189 65,63 Tinggi
17 R-03 189 65,63 Tinggi
18 R-09 188 65,28 Tinggi
19 R-32 188 65,28 Tinggi
20 R-22 187 64,93 Tinggi
21 R-13 186 64,58 Tinggi
22 R-19 186 64,58 Tinggi
23 R-20 185 64,24 Tinggi
24 R-33 185 64,24 Tinggi
25 R-04 184 63,89 Tinggi
26 R-11 183 63,54 Tinggi
27 R-18 182 63,19 Tinggi
28 R-29 181 62,85 Rendah
29 R-08 177 61,46 Rendah
30 R-34 174 60,42 Rendah
31 R-23 179 62,15 Rendah
32 R-10 174 60,42 Rendah
33 R-16 170 59,03 Rendah
34 R-05 176 61,11 Rendah
35 R-01 174 60,42 Rendah

Tabel 4.3 Kondisi Awal Perilaku Disiplin Siswa

Kondisi awal perilaku disiplin secara keseluruhan lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik sebagai berikut:

Grafik 4.1 Kondisi Awal Perilaku Disiplin secara keseluruhan

Mendasarkan pada hasil kondisi awal perilaku disiplin siswa, bahwa masih terdapat 8 orang yang masuk kategori rendah, oleh karena itu perlu adanya upaya untuk meningkatkan perilaku disiplin siswa melalui layanan bimbingan kelompok.

Siswa yang memiliki kecenderungan perilaku disiplin rendah sejumlah 8 orang, dan rencananya semua akan dilibatkan dalam penelitian, peneliti juga melibatkan 3 orang siswa yang mempunyai kecenderungan perilaku disiplin tinggi. Hal ini peneliti lakukan agar terjadi proses transfer informasi dari siswa yang memiliki kecenderungan perilaku disiplin tinggi kepada siswa yang mempunyai perilaku disiplin rendah. 11 orang yang akan menjadi partisipan dalam penelitian ini kemudian diberi pemahaman, dan disarankan mengikuti kegiatan bimbingan kelompok yang akan peneliti lakukan, sehingga sejumlah 11 orang siswa inilah yang menjadi anggota kelompok dalam penelitian. Berikut ini nomor-nomor responden saat pengambilan data, dan perubahan nomornya setelah memasuki siklus dalam penelitian yang disajikan pada tabel sebagai berikut:

No. Nomor Responden

Kondisi Awal

Nomor Responden

Saat Penelitian

1 R-33 R-01
2 R-11 R-02
3 R-18 R-03
4 R-29 R-04
5 R-08 R-05
6 R-34 R-06
7 R-23 R-07
8 R-10 R-08
9 R-16 R-09
10 R-05 R-10
11 R-01 R-11

Tabel 4.4 Nomor Responden dan Perubahannya

Siklus 1

Jumlah skor dari 16 indikator pada skala kedisiplinan dapat dilihat sebagai berikut:

Responden R-01 R-02 R-03 R-04 R-05 R-06 R-07 R-08 R-09 R-10 R-11 R-12 R-13 R-14 R-15
Skor

Awal

183 182 181 177 174 179 174 170 176 174 172 176 165 157 151
Skor

Siklus 1

193 197 208 183 191 179 175 179 180 187 184 188 179 186 187

Tabel 4.6 Analisis Perorangan Pasca Siklus 1

Secara keseluruhan, perilaku disiplin siswa meningkat setelah melalui siklus 1. hal ini terlihat dari skor kondisi awal 2796, naik 208 angka menjadi 2588. tingkat kenaikan yang terjadi sebanyak 8,04%. dengan adanya peningkatan jumlah keseluruhan ini, maka dapat dikatakan bahwa bimbingan kelompok yang dilaksanakan dapat meningkatkan perilaku disiplin siswa.

Siklus II

Analisis perorangan secara lengkap dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Responden R-01 R-02 R-03 R-04 R-05 R-06 R-07 R-08 R-09 R-10 R-11 R-12 R-13 R-14 R-15
Skor

Siklus 1

193 197 208 183 191 179 175 179 180 187 184 188 179 186 187
Skor

Siklus 2

203 207 214 186 207 192 176 194 184 199 199 198 196 207 185

Tabel 4.8 Analisis Perorangan Pasca Siklus 2

Berdasarkan tabel di atas, secara keseluruhan, perilaku disiplin siswa meningkat setelah melalui siklus 2. hal ini terlihat dari skor siklus 1 sejumlah 2796, naik 151 angka menjadi 2947. tingkat kenaikan yang terjadi sebanyak 5,40%. dan 13,44% dari kondisi awal, adanya peningkatan jumlah skor ini, maka dapat dikatakan bahwa bimbingan kelompok yang dilaksanakan dapat meningkatkan perilaku disiplin siswa.

Siklus 3

Analisis perorangan secara lengkap dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Responden R-01 R-02 R-03 R-04 R-05 R-06 R-07 R-08 R-09 R-10 R-11 R-12 R-13 R-14 R-15
Skor

Siklus 1

193 197 208 183 191 179 175 179 180 187 184 188 179 186 187
Skor

Siklus 2

203 207 214 186 207 192 176 194 184 199 199 198 196 207 185
Skor

Siklus 3

206 208 211 196 209 196 183 198 185 196 195 200 196 209 185

Tabel 4.10 Analisis Perorangan Pasca Siklus 3

Berdasarkan tabel di atas, Secara keseluruhan, perilaku disiplin siswa meningkat setelah melalui siklus 3. hal ini terlihat dari skor siklus 2 sejumlah 2947, naik 32 angka menjadi 2979 pada siklus 3. tingkat kenaikan yang terjadi sebanyak 1,08%. dan 14,52% dari kondisi awal. Skor semua partisipan dalam kegiatan ini sudah mencapai kriteria tinggi, dengan adanya peningkatan jumlah keseluruhan ini, maka dapat dikatakan bahwa bimbingan kelompok yang dilaksanakan dapat meningkatkan perilaku disiplin siswa.

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa upaya meningkatkan perilaku disiplin siswa kelas XI SMA N 1 Rawalo melalui layanan bimbingan kelompok teknik ‘advis omelet’ yakni melalui penggunaan metode ceramah dan diskusi, penggunaan multimedia (CD audio dan film) dan outbound manajemen training, hal ini didukung dengan hasil perolehan skor skala kedisiplinan, dengan nilai rata-rata sebesar 186 pada siklus satu dan skor rata-rata 196 pada siklus dua, dan pada akhir siklus tiga skor rata-rata 198 yang berarti sudah 100% siswa mengalami peningkatan kedisiplinan.

Penerapan bimbingan kelompok dengan berbagai metode antara lain dengan ceramah dan diskusi, kemudian dipadukan dengan penggunaan multimedia yakni CD audio dan film, serta menggunakan metode outbound manajemen training, maka perilaku disiplin siswa ditingkatkan. Metode ceramah dan diskusi mampu memberikan pemahaman akan arti penting disiplin serta berlatih untuk mengarahkan perilaku siswa dengan disiplin. Sedangkan multimedia mampu memberikan pemahaman dan menambah ketertarikan dalam proses kegiatan. Yang terakhir dengan metode outbound manajemen training. Metode ini menggunakan pendekatan metode belajar melalui pengalaman (experiental learning). Oleh karena itu adanya pengalaman langsung terhadap suatu fenomena, orang dengan mudah menangkap esensi pengalaman itu serta metode ini penuh kegembiraan karena dilakukan dengan permainan. Ciri ini membuat orang merasa senang didalam melaksanakan kegiatan pelatihan.

SARAN

Berdasarkan simpulan di atas, saran yang dapat diberikan terkait penelitian ini yaitu :

  1. Guru BK dalam meningkatkan kedisiplinan siswa, hendaknya dirancang melalui bimbingan kelompok dengan metode ceramah dan diskusi, dipadukan dengan penggunaan multimedia dan outbound manajemen training.
  2. Hendaknya dalam memilih multimedia senantiasa memilih media yang menarik dan memberikan nilai positif serta memperhatikan aspek psikologis anak.
  3. Hendaknya dalam membuat kegiatan outbound memilih tempat alam terbuka dan permainan yang menarik dan sederhana tetapi mempunyai makna yang efektif.
  4. Hendaknya jika menggunakan tenaga ahli seperti trainer, sebaiknya yang sudah profesional sehingga akan menghasilkan experiental learning yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Renika Cipta.

Ali, Mohammad. 1993. Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Penerbit Angkasa.

Hurlock. 1990. Perkembangan Anak. Jilid II Alih Bahasa Meistasari Tjandra. Jakarta: PT. Erlangga.

Kasbolah, Kasihani. 2001. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Universitas Negeri Malang.

Lemhanas. 1997. Disiplin Nasional. Jakarta: PT Balai Pustaka.

Prayitno. 2004. Dasar – dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.

Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.

Prijodarminto, Sugeng. 1994. Disiplin Kiat Menuju Sukses. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Ruseffendi. 1994. Dasar-Dasar Penelitian Tindakan Dan Bidang Non – Eksakta Lainnya. Semarang: IKIP Semarang Press.

Samsudin. 1995. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Surakarta: PT Tiga Serangkai Mandiri.

Suryabrata, Sumadi. 2005. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Tatiek Romlah. 2001. Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Malang: Universitas Negeri Malang.

Tu’u, Tulus. 2004. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo.

Winkel. 1997. Bimbingan Konseling Di Institusi Pendidikan. Jakarta: Gramedia.

BIODATA PENULIS

Nama : Wasi Aqnaa Sari, S.Pd.

NIP : 19851114 201001 2 018

Pangkat/Gol : Penata/ IIIc

Jabatan : Guru Bimbingan dan Konseling (Guru Ahli Muda)

Unit Kerja : SMA Negeri 1 Rawalo

You cannot copy content of this page