Iklan

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI MENYUSUN SILABUS MELALUI PENDAMPINGAN INTENSIF KEPALA SEKOLAH BAGI GURU SD NEGERI 1 KARANGMALANG PADA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2020/2021

C:\Users\AGUNG\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\Sri Agustinah Foto 8.jpeg

Oleh: Sri Agustinah, S.Pd.SD.

ABSTRAK

Perencanaan yang matang diperlukan agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan secara sistematis dan efektif. Perangkat perencanaan pembelajaran di antaranya adalah silabus. Hasil supervisi rutin menunjukkan bahwa kompetensi guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam menyusun silabus masih rendah. Indikasinya, 70% silabus yang disupervisi belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tujuan penelitian secara khusus adalah untuk mengetahui peningkatan kompetensi guru dalam menyusun silabus melalui pendampingan intensif oleh kepala sekolah. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2020/2021 di SD Negeri 1 Karangmalang dengan subjek penelitian 10 orang guru. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan. Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus dan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/ evaluasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan intensif oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam menyusun silabus. Hal ini dibuktikan dengan naiknya skor kompetensi menyusun silabus maupun pelaksanaan pendampingan intensif pada tiap tahap penelitian. Kondisi awal menunjukkan nilai rata-rata kompetensi menyusun silabus hanya mencapai 22,10. Pada akhir siklus I, nilai tersebut meningkat menjadi 30,55 dan di akhir siklus I kembali meningkat menjadi 38,45. Pendampingan intensif penyusunan silabus, dari kondisi awal belum dilaksanakan atau 0, meningkat menjadi 21 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 26 pada siklus II. Hasil akhir pada siklus II melampaui indikator kinerja dalam penelitian tindakan ini, yaitu: 1) Nilai atau skor rata-rata kompetensi menyusun silabus adalah 38,45 yang lebih besar dari indikator kinerja sebesar 33, dan 2) Nilai rata-rata tindakan pendampingan intensif yang dilakukan peneliti adalah 26 lebih besar dari indikator kinerja sebesar 23. Berdasarkan hasil tersebut, maka hipotesis tindakan yang menyatakan: “Pendampingan intensif oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi menyusun silabus bagi guru SD Negeri 1 Karangmalang pada semester II tahun pelajaran 2020/2021”, terbukti benar.

Kata kunci: kompetensi, pendampingan intensif, silabus.

Latar Belakang Masalah

Perencanaan pembelajaran merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan pembelajaran. Perencanaan yang matang diperlukan agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan secara sistematis dan efektif, sehingga memberikan situasi yang kondusif bagi tercapainya tujuan pembelajaran.

Kemampuan merencanakan pembelajaran merupakan salah satu tugas pokok guru. Pada konteks ini, setiap guru berkewajiban menyusun perangkat perencanaan pembelajaran untuk mengarahkan agar pembelajaran berlangsung secara sistematis dan terarah. Hal tersebut berperan penting untuk mendukung kinerja guru dalam mengelola pembelajaran.

Salah satu perangkat perencanaan pembelajaran yang harus disiapkan guru adalah silabus. Menurut Niron (2009) silabus pada dasarnya merupakan rencana pembelajaran jangka panjang pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus sebagai suatu rencana pembelajaran diperlukan sebab proses pembelajaran di sekolah dilaksanakan dalam jangka waktu yang sudah di tentukan. Selain itu, proses pembelajaran sendiri pada hakikatnya merupakan suatu proses yang ditata dan diatur sedemikian rupa menurut langkah-langkah tertentu agar dalam pelaksanaannya dapat mencapai hasil yang diharapkan dan kompetensi dasar dapat tercapai secara efektif.

Berdasarkan hasil supervisi rutin yang dilakukan oleh peneliti sebagai kepala sekolah dijumpai sejumlah permasalahan menyangkut silabus. Banyak guru SD Negeri 1 Karangmalang yang belum mampu menyusun silabus dengan baik dan benar. Dari 10 silabus yang dikumpulkan dari para guru, 70% di antaranya belum sesuai dengan ketentuan. 7 dari 10 orang guru atau 70% belum mampu menyusun silabus dengan baik dan benar.

Permasalahan terkait kemampuan merencanakan pembelajaran yang dijumpai pada guru SD Negeri 1 Karangmalang sejalan dengan pendapat Theofilus (dalam Masrin, 2018) yang mengatakan bahwa guru selama ini lemah dalam menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menjadi pedoman pada saat pembelajaran di kelas. Bahkan ada yang tidak menyusunnya sama sekali, padahal kualitas rencana pelaksanaan pembelajaran sangat menentukan hasil kegiatan belajar mengajar.

Permasalahan terkait kompetensi menyusun silabus pada guru SD Negeri 1 Karangmalang memotivasi peneliti selaku kepala sekolah untuk melakukan suatu tindakan guna meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus. Adapun tindakan yang akan dilakukan adalah dengan melaksanakan pendampingan intensif.

Landasan Teori

Suryosubroto (2002) menyatakan bahwa ada tiga kelompok atau jenis kompetensi guru dalam mengelola proses belajar mengajar, yaitu : 1) Kemampuan merencanakan pembelajaran, 2) Kemampuan melaksanakan proses belajar mengajar, dan 3) Kemampuan mengevaluasi/penilaian pengajaran. Apabila suatu kegiatan direncanakan terlebih dahulu maka tujuan dari kegiatan tersebut akan lebih terarah dan lebih berhasil. Itulah sebabnya seorang guru harus memiliki kemampuan merencanakan pembelajaran.

Perencanaan pembelajaran pada dasarnya merupakan aktivitas guru dalam merancang kegiatan pembelajaran. Guru sangat diharapkan dapat merancang pembelajaran dengan baik karena kualitas dari perencaan yang dibuat dapat berdampak langsung terhadap kualitas proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru idealnya harus memiliki kemampuan yang memadai dalam membuat perencanaan pembelajaran. Dalam kaitan ini, Rusman (2009) mengatakan bahwa tahap merancang kegiatan pembelajaran adalah tahap yang akan berhubungan dengan kompetensi guru menguasai bahan ajar. Kompetensi guru dalam hal ini dapat dilihat dari cara atau proses penyusunan program kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

Menurut Syah (2010), kompetensi adalah kemampuan, kecakapan, keadaan berwenang, atau memenuhui syarat menurut ketentuan hukum. Dikemukakan bahwa kompetensi guru adalah kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. Jadi kompetensi profesional guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya. Guru yang kompenten dan profesional adalah guru piawai dalam melaksanakan profesinya.

Majid (2005) menjelaskan kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan profesional dalam menjalankan fungsinya sebagai guru.

Silabus berasal dari bahasa Latin “Syllabus” yang berarti daftar, tulisan, ikhtisar, ringkasan, isi buku (Komaruddin, 2000). Silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari peserta didik dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar (Susetya, 2017).

Harisman (2017) menyatakan bahwa silabus memberikan arah tentang apa saja yang harus dicapai guna menggapai tujuan pembelajaran dan cara seperti apa yang akan digunakan. Selain itu silabus juga memuat teknik penilaian seperti apa untuk menguji sejauh mana keberhasilan pembelajaran. Berpijak pada pendapat tersebut maka jelas bahwa silabus merupakan instrumen yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran, sehingga diharapkan setiap guru memiliki kompetensi yang memadai dalam menyusun silabus.

Menurut Niron (2009) terdapat beberapa prinsip yang harus dijadikan dasar dalam pengembangan silabus ini, yaitu: ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai/adequate, aktual/kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh.

Kepala Sekolah memiliki sejumlah peranan sehubungan kedudukannya sebagai unsur pimpinan satuan organisasi maupun sebagai pendidik. Dalam buku “Pedoman Penilaian Kinerja Kepala Sekolah” (2006:1-2), peranan yang menjadi tugas dan tanggungjawab Kepala Sekolah adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai Pendidik (Educator), kepala sekolah mempunyai kewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap guru dan tata usaha agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara profesional.
  2. Sebagai Pengelola (Manager), kepala sekolah dapat mengamankan pelaksanaan rencana kerja yang telah disusun sebelumnya, menggerakkan semua guru dan tata usaha untuk dapat bekerja optimal.
  3. Sebagai Administrator (Pengurus), kepala sekolah melakukan fungsi-fungsi merancang perencanaan kegiatan sekolah, menggerakkan kegiatan melalui pemberian dorongan kapada guru dan staf, melakukan komunikasi kepada instansi lain demi tercapainya tujuan secara efektif dan efisien.
  4. Penyelia (Supervisor), kepala sekolah harus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada guru, khususnya berkaitan dengan kegiatan belajar dan mengajar di kelas, agar dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan serta dapat dicapai secara efektif dan efisien.
  5. Pemimpin (Leader), kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan semua personil sekolah agar dapat melakukan tugas secara efektif.
  6. Pembaharu (Inovator), kepala sekolah harus berpikir dinamis, peka terhadap segala perubahan yang terjadi di masyarakat.
  7. Penggerak (Motivator), kepala sekolah memiliki teknik yang cukup untuk dapat menggerakan dan memberikan motivasi kepada para guru dan staf, agar mereka dapat dan mampu melakukan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien.

Hipotesis Tindakan

Pendampingan intensif oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi menyusun silabus bagi guru SD Negeri 1 Karangmalang pada semester II tahun pelajaran 2020/2021

Metode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2020/2021 di SD Negeri 1 Karangmalang dengan subjek penelitian 10 orang guru. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan. Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus dan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/ evaluasi, dan refleksi. Indikator kinerjanya adalah: 1) Nilai atau skor rata-rata kompetensi menyusun silabus sebesar 33, 2) nilai rata-rata pendampingan intensif yang dilakukan peneliti sebesar 23.

Hasil Tindakan dan Pembahasan

Deskripsi Kondisi Awal

Hasil pengamatan kondisi awal kompetensi menyusun silabus pada guru SD Negeri 1 Karangmalang dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Tabel 4.1 Kondisi Awal Kompetensi Guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam Menyusun Silabus Sebelum Penelitian Tindakan

No Aspek yang Dinilai Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G H I J
1. Identitas Mata Pelajaran 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 25 2.50
2. Kompetensi Dasar 3 2 3 2 2 3 3 2 3 3 26 2.60
3. Indikator 2 2 3 2 3 2 3 2 3 3 25 2.50
4. Materi Pembelajaran 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 26 2.60
5. Karakter yang Dikembangkan 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 22 2.20
6. Kegiatan Pembelajaran 3 2 2 2 2 3 2 2 2 3 23 2.30
7. Penilaian 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 27 2.70
8. Alokasi Waktu 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 22 2.20
9. Sumber Pustaka 2 3 2 3 3 3 2 3 2 2 25 2.50
Jumlah 22 23 22 21 24 21 22 21 22 23 221 22.10

Data pada Tabel 4.1 menunjukkan rendahnya kompetensi guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam menyusun silabus. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai rata-rata yang hanya mencapai 22,10 yang termasuk dalam kategori kurang. Tidak seorang pun subjek penelitian yang mendapat skor 4 dan 5 pada tiap aspek penilaian. Hal ini memperkuat indikasi masih rendahnya kompetensi guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam menyusun silabus.

Deskripsi Hasil Siklus I

Hasil pengamatan pada siklus I penelitian dapat dilihat dalam Tabel berikut ini.

Tabel 4.2 Hasil Penilaian Peneliti tentang Kompetensi Guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam Menyusun Silabus pada Siklus I Penelitian

No Aspek yang Dinilai Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G H I J
1. Identitas Mata Pelajaran 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 34 3.40
2. Kompetensi Dasar 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 35 3.50
3. Indikator 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 33 3.30
4. Materi Pembelajaran 3 4 3 4 3 4 3 3 3 4 34 3.40
5. Karakter yang Dikembangkan 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 33 3.30
6. Kegiatan Pembelajaran 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 32 3.20
7. Penilaian 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 37 3.70
8. Alokasi Waktu 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 34 3.40
9. Sumber Pustaka 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 35 3.50
Jumlah 30 32 30 30 31 30 32 29 31 32 307 30.70

Tabel 4.3 Hasil Penilaian Kolaborator tentang Kompetensi Guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam Menyusun Silabus pada Siklus I Penelitian

N0 Aspek yang Dinilai Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G H I J
1. Identitas Mata Pelajaran 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 34 3.40
2. Kompetensi Dasar 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 33 3.30
3. Indikator 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 33 3.30
4. Materi Pembelajaran 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 33 3.30
5. Karakter yang Dikembangkan 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 33 3.30
6. Kegiatan Pembelajaran 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 32 3.20
7. Penilaian 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 36 3.60
8. Alokasi Waktu 4 3 3 3 4 3 4 4 3 4 35 3.50
9. Sumber Pustaka 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 35 3.50
Jumlah 29 31 31 29 31 29 32 30 31 31 304 30.40

Berdasarkan data tersebut di atas, diketahui bahwa nilai rata-rata kompetensi guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam menyusun silabus adalah sebesar 30,55 yang termasuk dalam kategori baik. Adapun hasil peniaian terhadap tindakan pendampingan intensif yang dilakukan oleh peneliti adalah sebagai berikut.

Tabel 4.4 Hasil Penilaian Terhadap Tindakan Pendampingan Intensif yang Dilakukan Oleh Peneliti pada Siklus II Penelitian

No. Penilai Skor Rerata Kategori
1. Kolaborator 21 21 Baik
2. Salah seorang subjek penelitian 21

Tabel 4.5 Rata-rata Data Awal dan Akhir Siklus I

No. Data Penelitian Data

Awal

Siklus

I

Kenaikan % Kenaikan
1. Kompetensi menyusun silabus 22,10 30,55 8,45 18,8
2. Tindakan pendampingan intensif 0 21 21 70

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa kompetensi menyusun silabus mencapai kenaikan skor 8,45 poin atau 18,8% dan pelaksanaan pendampingan intensif mencapai skor 21 atau 70%. Dari hasil refleksi, apek-aspek silabus yang disusun guru maupun pelaksanaan pendampingan intensif belum nampak maksimal. Berdasarkan hasil tersebut, maka penelitian tindakan ini dinyatakan belum berhasil dan dilanjutkan ke siklus II.

Deskripsi Siklus II Penelitian

Hasil pengamatan pada siklus II penelitian dapat dilihat dalam Tabel berikut ini.

Tabel 4.6 Hasil Penilaian Peneliti tentang Kompetensi Guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam Menyusun Silabus pada Siklus II Penelitian

No Aspek yang Dinilai Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G H I J
1. Identitas Mata Pelajaran 4 5 4 4 5 4 4 4 5 4 43 4.30
2. Kompetensi Dasar 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 43 4.30
3. Indikator 4 4 5 4 5 4 4 4 4 5 43 4.30
4. Materi Pembelajaran 4 4 4 5 4 5 5 4 4 5 44 4.40
5. Karakter yang Dikembangkan 4 5 4 4 4 4 5 4 5 4 43 4.30
6. Kegiatan Pembelajaran 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 41 4.10
7. Penilaian 4 5 4 5 5 4 5 5 4 4 45 4.50
8. Alokasi Waktu 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 42 4.20
9. Sumber Pustaka 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 43 4.30
Jumlah 39 40 38 38 39 38 39 37 39 40 387 38.70

Tabel 4.7 Hasil Penilaian Kolaborator tentang Kompetensi Guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam Menyusun Silabus pada Siklus II Penelitian

No Aspek yang Dinilai Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata2
A B C D E F G H I J
1. Identitas Mata Pelajaran 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 41 4.10
2. Kompetensi Dasar 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 42 4.20
3. Indikator 4 4 5 4 5 4 4 4 4 5 43 4.30
4. Materi Pembelajaran 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 43 4.30
5. Karakter yang Dikembangkan 4 5 4 4 4 4 5 4 5 4 43 4.30
6. Kegiatan Pembelajaran 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 41 4.10
7. Penilaian 4 5 4 4 5 4 5 5 4 4 44 4.40
8. Alokasi Waktu 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 42 4.20
9. Sumber Pustaka 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 43 4.30
Jumlah 39 40 37 37 38 38 38 37 38 40 382 38.20

Berdasarkan data pada Tabel 4.6 dan 4.7, diketahui bahwa nilai rata-rata kompetensi guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam menyusun silabus adalah sebesar 38,45 yang termasuk dalam kategori amat baik. Hasil positif tersebut juga diikuti penilaian yang lebih baik dari kolaborator dan subjek penelitian terhadap tindakan pendampingan intensif yang dilakukan oleh peneliti.

Tabel 4.8 Hasil Penilaian Terhadap Tindakan Pendampingan intensif yang Dilakukan Oleh Peneliti pada Siklus II Penelitian

No. Penilai Skor Rerata Kategori
1. Kolaborator 25 26 Baik sekali
2. Salah seorang subjek penelitian 27

Tabel 4.9 Rata-rata Data Akhir Siklus I dan Akhir Siklus II

No. Data Penelitian Siklus

I

Siklus

II

Kenaikan % Kenaikan
1. Kompetensi menyusun silabus 30,55 38,45 7,9 17,6
2. Tindakan pendampingan intensif 21 26 5 16,7

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa kompetensi guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam menyusun silabus mencapai kenaikan skor sebesar 7,9 atau 17,6% dan skor pelaksanaan pendampingan intensif meningkat sebesar 5 poin atau 16,7%. Pada proses penyusunan silabus sebagian besar aspek atau komponen silabus sudah mendekati maksimal. Sedangkan untuk pelaksanaan pendampingan intensif oleh peneliti secara umum sudah berjalan secara maksimal.

  1. Pembahasan

Berdasarkan hasil tindakan pada siklus I dan II penelitian dapat diketahui bahwa kompetensi guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam menyusun silabus mengalami peningkatan, yaitu dari data awal sampai akhir siklus II sebesar 16,35 atau 36,3%. Sementara pelaksanaan pendampingan intensif dari awal sampai siklus II meningkat sebesar 26 atau 86,7%.

Tabel 4.10 Rata-rata Data Awal, Akhir Siklus I dan Akhir Siklus II

No. Data Penelitian Data

Awal

Siklus

I

Siklus

II

Total Kenaikan % Kenaikan
1. Kompetensi menyusun silabus 22,10 30,55 38,45 16,35 36,3
2. Tindakan pendampingan intensif 0 21 26 26 86,7

Gambar 4.3 Perbandingan Data Awal, Siklus I, dan Siklus II Penelitian

Berdasarkan uraian data tersebut di atas dapat diketahui bahwa penelitian tindakan sekolah tentang peningkatan kompetensi menyusun silabus oleh peneliti terhadap guru SD Negeri 1 Karangmalang dapat dikatakan berhasil karena terjadi peningkatan skor pada kompetensi menyusun silabus dan pendampingan intensif pada tiap siklus penelitian. Hasil akhir yang diperoleh untuk kompetensi menyusun silabus adalah sebesar 38,45 dan pelaksanaan atau tindakan pendampingan intensif yang dilakukan oleh penelitian sebesar 26, Hasil-hasil yang dicapai tersebut melampaui indikator kinerja keberhasilan yang digunakan dalam penelitian tindakan sekolah ini, yaitu: (1) Nilai atau skor rata-rata kompetensi menyusun silabus sebesar 33, (2) Nilai rata-rata pendampingan intensif yang dilakukan peneliti sebesar 23.

5. Hasil Tindakan

Berdasarkan data hasil penelitian dapat diketahui bahwa tindakan pendampingan intensif oleh peneliti berhasil meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam penyusunan silabus. Kompetensi menyusun silabus pada kondisi awal sebesar 22,10 meningkat menjadi 30,55 pada akhir siklus I dan meningkat lagi menjadi 38,45 pada akhir siklus II. Total kenaikannya adalah sebesar 16,35 atau 36,3%. Pelaksanaan pendampingan intensif dalam penyusunan silabus oleh peneliti dari kondisi awal belum dilaksanakan (0), meningkat menjadi 21 pada siklus I dan 26 pada siklus II, sehingga total kenaikan 26 atau 86,7%. Kenaikan skor tersebut merupakan bukti nyata bahwa pelaksanaan pendampingan intensif dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis tindakan dalam penelitian yang menyatakan: “Pendampingan intensif oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi menyusun silabus bagi guru SD Negeri 1 Karangmalang semester II tahun pelajaran 2020/2021”, terbukti benar. Jadi, kompetensi guru dalam menyusun silabus dapat ditingkatkan melalui pendampingan intensif oleh kepala sekolah. Dengan kata lain, pendampingan intensif oleh kepala sekolah secara nyata mampu memberikan kontribusi positif dalam meingkatkan kompetensi guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam menyusun silabus.

Hasil yang dicapai dalam penelitian tindakan sekolah ini sekaligus menunjukkan pentingnya peranan kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kompetensi guru pada khususnya maupun keberhasilan pendidikan di sekolah pada umumnya. Menurut Kurnianingsih (2017), upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dapat dilakukan melalui optimalisasi peran kepala sekolah, sebagai : edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, pencipta iklim kerja dan wirausahawan. Peningkatan kompetensi guru, sangat dipengaruhi oleh peran dari seorang kepala sekolah. Bila kepala sekolah telah mampu melaksanakan ke-7 perannya, hampir dapat dipastikan bahwa kompetensi guru dapat meningkat, dan pada gilirannya, mutu pendidikan di sekolah tersebut dapat meningkat

Simpulan

Pendampingan intensif oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 1 Karangmalang dalam menyusun silabus. Hal ini dibuktikan dengan naiknya skor kompetensi menyusun silabus maupun pelaksanaan pendampingan intensif pada tiap tahap penelitian. Kondisi awal menunjukkan nilai rata-rata kompetensi menyusun silabus hanya mencapai 22,10. Pada akhir siklus I, nilai tersebut meningkat menjadi 30,55 dan di akhir siklus I kembali meningkat menjadi 38,45. Pendampingan intensif penyusunan silabus, dari kondisi awal belum dilaksanakan atau 0, meningkat menjadi 21 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 26 pada siklus II. Hasil akhir pada siklus II melampaui indikator kinerja dalam penelitian tindakan ini, yaitu: 1) Nilai atau skor rata-rata kompetensi menyusun silabus adalah 38,45 yang lebih besar dari indikator kinerja sebesar 33, dan 2) Nilai rata-rata tindakan pendampingan intensif yang dilakukan peneliti adalah 26 lebih besar dari indikator kinerja sebesar 23. Berdasarkan hasil tersebut, maka hipotesis tindakan yang menyatakan: “Pendampingan intensif oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi menyusun silabus bagi guru SD Negeri 1 Karangmalang pada semester II tahun pelajaran 2020/2021”, terbukti benar.

DAFTAR PUSTAKA

Harisman. (2017). “Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui On The Job Training Di SMP Negeri 2 Ranah Batahan”. Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 02 No. 02 Tahun 2017.

Komaruddin. (2000). Manajemen Pengawasan Kualitas Terpadu. Jakarta: Rajawali Pers

Kurnianingsih, Emas. (2017). “Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Guru”. Indonesian Journal of Education Management and Administration Review, Volume 1 No. 1.

Majid, Abdul. (2005). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Nasrin. (2018). “Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Pengembangan Silabus dan RPP Dengan Pendekatan Kooperatif”. Jurnal Global Edukasi, Vol. V, No. 1, Jan 2018.

Niron, Maria Dominika. (2009). Pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Dalam KTSP. Universitas Negeri Yogyakarta.

Rusman. (2009). Manajemen Kurikulum. Jakarta: Rajawali Pers.

Suryosubroto, Sumadi. (2002). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali.

Susetya, Beni. (2017). “Meningkatkan Kompetensi guru Dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui Supervisi Akademik Di SD N Gambiran Yogyakarta Tahun 2016”. Jurnal Taman Cendekia Vol. 01 No. 02 Desember 2017.

Syah, Muhibbin. (2010). Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Biodata Penulis

Nama : Sri Agustinah, S.Pd.SD.

Unit Kerja : SD Negeri 1 Karangmalang

By admin

You cannot copy content of this page