Iklan

UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI METODE PEMBIMBINGAN DI SD NEGERI 3 PURWOJATI TAHUN PELAJARAN 2020/2021

User Image

Oleh : Susilo, S.Pd,SD.

ABSTRAK

Pengamatan peneliti tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun oleh guru di SDN 3 Purwojati Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas belum sesuai dengan sistematika penyusunan RPP yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016. Penilitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021. Metode yang penulis gunakan adalah metode pembimbingan secara kelompok dan individu. Penelitian Tindakan Sekolah ini di laksanakan dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus terdiri dari 4 tahapan , yaitu perencanaan, pelaksanaan , pengamatan, dan refleksi. Dengan metode ini menunjukan adanya peningkatan kompetensi guru dari sebelum penelitian tindakan sekolah sampai akhir siklus yaitu; 1) nilai rata-rata/skor yang di peroleh guru-guru sebesar 71 sebelum penelitian; 2) Nilai rata-rata/skor 80 pada siklus I; 3) Nilai rata-rata/ skor 90 pada siklus II atau pada akhir siklus. Adapun keaktifan guru dalam menyusun RPP juga meningkat dari data awal 50% setelah dilakukan bimbingan pada siklus I menjadi 75% dan setelah dilakukan pembingan pada siklus II menjadi 100%. Dari analisis data yang telah di lakukan dapat di simpulkan bahwa, Teknik pembimbingan secara terus menerus dapat meningkatkan Kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaan bagi guru di SD Negeri 3 Purwojati Korwilcamdindik Purwojati Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2020/2021.

Kata Kunci : Pembimbingan, Kompetensi Guru, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

PENDAHULUAN

Dalam Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses pendidikan dasar dan menengah menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih yang dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru dan upaya mencapai kompetensi dasar bagi peserta didik. Dalam Surat Edaran Kemndikbud Nomer 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menyebutkan bahwa penyusunan RPP dilakukan dengan prinsip efisien, efektif dan berorientasi pada murid.

Bagi guru membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tentunya menjadi suatu kewajiban sehingga guru harus betul – betul memahami cara penyusunan RPP yang baik dan benar. Kenyataan masih banyak dijumpai dilapangan penyusunan RPP dilakukan oleh guru namun belum sesuai dengan prinsip penyusunannya. Untuk itu kepala sekolah perlu dan wajib memberikan pembimbingan kepada semua guru di sekolahnya serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya. Kepala sekolah diharapkan dapat memberikan bimbingan secara terus menerus kepada guru agar guru lebih terarah dalam menyusunnya, karena ada kesempatan bertanya dan adanya pengawasan yang melekat, dan segera ditindaklanjuti apabila ada hal-hal yang belum tepat.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa masalah utama yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran belum sesuai dengan prinsip-prinsip penyusunan RPP, dan menurut mereka tanpa RPP kegiatan pembelajaran sudah bisa berjalan. Dokumen RPP hanya persayaratan pelengkap perangkat pembelajaran tanpa digunakan sebagai acuan dalam kegiatan belajar mengajar.

Tujuan dari penelitian tindakan sekolah ini yaitu untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun rencana kegiatan pembelajaran di SD Negeri 3 Purwojati Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini memiliki beberapa manfaat, yaitu : (a) mendapatkan pengetahuan atau pemahaman tentang cara penyusunan RPP, (b) manfaat praktisnya yaitu meningkatkan aktifitas dan kompetensi guru dalam kegiatan belajar mengajar.

KAJIAN TEORI

Kompetensi Kepala Sekolah

Kepala sekolah memegang peran sentral dalam menghimpun, memanfaatkan dan menggerakan secara optimal seluruh potensi dan sumberdaya yang terbatas untuk membawa sekolah dan masyarakat sekolah yang di kelolanya mencapai tujuan yang di tetapkan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tanggal 17 April 2007 tentang standar kepala sekolah, menyebutkan bahwa kepala sekolah harus mempunyai dimensi kompetensi: (a) kepribadian, (b) manajerial, (c) kewirausahaan, (d) supervisi, dan (e) soisal.

Dalam dimensi kompetisi manajerial, kepala sekolah harus dapat merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, memimpin, mendayagunakan seluruh sumber daya, mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta mengendalikan organisasi dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.

Tugas dan Fungsi Kepala Sekolah

Tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) kepala sekolah berdasarkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018. Mengacu pada Pasal 15 Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah, dinyatakan bahwa Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah adalah sebagai berikut:

  1. Beban kerja Kepala Sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan.
  2. Beban kerja Kepala Sekolah bertujuan untuk mengembangkan sekolah dan meningkatkan mutu sekolah berdasarkan 8 (delapan) standar nasional pendidikan .
  3. Dalam hal terjadi kekurangan guru pada satuan pendidikan, Kepala Sekolah dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan agar proses pembelajaran atau pembimbingan tetap berlangsung pada satuan pendidikan yang bersangkutan .
  4. Kepala Sekolah yang melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan, tugas pembelajaran atau pembimbingan tersebut merupakan tugas tambahan di luar tu gas pokoknya .
  5. Beban kerja bagi kepala sekolah yang ditempatkan di SILN selain melaksanakan beban kerja juga melaksanakan promosi kebudayaan Indonesia.

Merujuk pada tugas pokok pada point pertama yaitu kepala sekolah melaksanakan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. Menurut peneliti jabaran dari point tersebut kepala sekolah harus melakukan kegiatan yakni :

  1. Melakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah, kinerja guru, dan kinerja seluruh staf sekolah.
  2. Melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program sekolah beserta pengembangannya.
  3. Melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah.

Tugas Pokok dan Fungsi Guru

Tugas pokok guru sesuai Permendikbud 15 Tahun 2018 adalah dalam melaksanakan tugasnya seorang guru memiliki 5 (lima) kegiatan pokok yaitu sebagai berikut :

  1. Kegiatan pokok pertama adalah merencanakan pembelajaran atau pembimbingan, yang dilakukan melalui kegiatan yaitu mengkaji kurikulum dan silabus pembelajaran, pembimbingan, menyusun program tahunan dan semester, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembimbingan sesuai standar proses.
  2. Kedua adalah melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan yang dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
  3. Ketiga adalah menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan. Menilai merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi hasil pembelajaran atau pembimbingan.
  4. Keempat adalah membimbing dan melatih peserta didik.
  5. Kelima adalah melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru.

Hakekat Pembimbingan

Menurut DR. Racman Natawidjaja yang dikutip oleh Hallen menyatakan bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga ia dapat mengarahkan diri nya dan dapat bertindak secara wajar, sesuai tuntunan dan keadaan lingkungan keluarga dan masyarakat.

Kaitan teori tersebut dengan penelitian ini adalah pembimbingan yang dilakukan kepala sekolah pada Guru yaitu proses pemberian bantuan dari kepala sekolah kepada guru secara berkesinambungan dalam kegiatan cara menyusun perencanaan pelaksanaan pembelajaran.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar. RPP merupakan pegangan seorang guru dalam mengajar di dalam kelas pada hari tersebut.

Sistematika Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Sesuai Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 sistematika atau komponen rencana pelaksanaan pembelajaran adalah sebagai berikut :

  1. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
  2. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
  3. kelas/semester;
  4. materi pokok;
  5. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
  6. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  7. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
  8. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
  9. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
  10. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
  11. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
  12. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
  13. penilaian hasil pembelajaran.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang baik memiliki komponen sesuai aturan tersebut diatas dan memiliki ciri – ciri (1). Memuat aktivitas proses belajar mengajar yang akan dilaksanakan oleh guru yang akan menjadi pengalaman belajar bagi siswa, (2). Langkah-langka pembelajaran disusun secara sistematis agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara maksimal.

METODOLOGI PENELITIAN

Subjek penelitian ini adalah guru Sekolah Dasar Negeri 3 Purwojati yang berjumlah 8 orang dengan fokus penelitian aktivitas dan kompetensi guru dalam menyusun RPP. Data dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primernya adalah aktivitas dan kompetensi guru dalam menyusun RPP, dan data sekundernya keaktifan guru dalam mengikuti sosialisasi, pembinaan dan pendampingan pelaksanaan serta penyusunan RPP.

Ada lima cara untuk menguji validitas data, yaitu : triangulasi data, review informan, member check, data base, dan penyusunan mata rantai bukti penelitian. Dalam penelitian ini pemeriksaan validitas data dilakukan dengan dua cara yaitu triangulasi data dan review informan. Pengambilan data pada penelitian ini melalui rubrik penilaian kemampuan guru dalam menyusun RPP dan lembar observasi keaktifan guru mengikuti bimbingan melalui wawancara.

Analisis data rubrik penilaian dengan cara data yang telah diperoleh dihitung kemudian di presentase. Dengan demikian dapat diketahui sejauh mana pemahaman terhadap penyusunan RPP yang telah dikuasai. Hasil analisis data kemudian disajikan secara diskriptik. Analisis hasil wawancara, yaitu hasil wawancara dengan subjek penelitian di analisis secara kualitatif diskriptip sehingga diperoleh data mengenai keaktifan guru mengikuti kegiatan pembimbingan.

Penelitian ini dilakukan melalui 2 siklus dan masing-masing siklus menggunakan empat komponen tindakan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi dalam suatu spiral yang terkait.

LAPORAN HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Awal

Kepala sekolah atau peneliti melakukan sosialisasi cara penyusunan RPP dan melakukan pengamatan di bantu guru senior lain dengan acuan rubrik penilaian kemampuan guru dalam menyusun RPP dan lembar observasi melalui wawancara. Untuk mendapatkan data awal penelitian sebelum sosialisasi peneliti menyampaikan kepada guru agar mengumpulkan contoh 1 (satu) RPP yang telah dibuat dari semua guru kelas dan guru mata pelajaran, selanjutnya RPP tersebut dievaluasi dengan panduan berupa rubrik penilaian kemampuan penyusunan RPP yang telah disusun sehingga diperoleh nilai kualitatif untuk data primer yaitu nilai kemampuan guru dalam menyususn RPP dengan rata – rata 71. Sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil observasi keaktifan guru dalam mengikuti kegiatan penyusunan RPP masih cukup rendah hanya 4 guru yang mengikuti kegiatan sampai dengan selesai, sehingga apabila diprosentase yaitu baru mencapai 50%.

Deskripsi Siklus I

Berdasarkan data prasiklus, peneliti melakukan tindakan awal yaitu menyusun jadwal pelaksanaan pembimbingan. Pembimbingan dilaksanakan secara berkelompok selama 2 kali pertemuan yaitu setiap hari sabtu pada minggu kedua dan hari sabtu pada minggu keempat, adapun pembagian kelompoknya peneliti membagi menjadi 2 kelompok, kelompok I untuk kelompok guru kelas rendah (I-III) dan guru PAPB, sedangkan kelompok II untuk kelompok guru kelas tinggi (IV-VI) dan Guru penjasorkes. Pada pertemuan pertama peneliti mengevaluasi hasil RPP yang telah dikumpulkan pada tahap prasiklus selanjutnya dilakukan evaluasi sesuai dengan aturan penyusunan RPP, selanjutnya guru menindaklanjuti dengan melakukan perbaikan, hasil perbaikan dikumpulkan sebelum hari sabtu minggu ketiga, setelah terkumpul peneliti melakukan evaluasi pekerjaan guru dan hasil evaluasi disampaikan pada pertemuan kedua yaitu pada hari sabtu minggu keempat. Pada pertemuan ini peneliti melakukan evaluasi dan menjelaskan kelebihan dan kekurangan RPP yang telah disusun guru, selanjutnya hasil evaluasi di masukan pada rubrik penilaian kemampuan guru dalam menyusun RPP. Berdasarkan langkah – langkah tersebut diperoleh hasil evaluasi cara penyusunan RPP yaitu mengalami peningkatan dari data awal 71 menjadi 80, selanjutnya berdasarkan hasil observasi keaktifan guru dalam mengikuti kegiatan bimbingan pada setiap pertemuan dalam siklus I mengalami peningkatan, dari semula 50% menjadi 75% yaitu 6 guru sudah mengikuti kegiatan penyusunan RPP sampai selesai. Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus I, sudah nampak ada peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP serta keaktifan dan semangat guru mengikuti kegiatan penyusunan RPP juga terlihat meningkat, diskripsi hasil pengamatan pada siklus I jika dituangkan dalam tabel yaitu sebagai berikut :

Tabel 1. Perbandingan kompetensi guru dalam mengikuti bimbingan penyusunan RPP Dari data awal dengan data hasil capaian siklus I

No Aspek Kondisi dan capaian Keterangan
Data Awal Siklus I
1 Kemampuan guru menyusun RPP 71 80 naik 9 point
2 Keaktifan mengikuti kegiatan bimbingan 50% 75% naik 25 point

Adanya peningkatan tersebut belum signifikan karena belum mencapai nilai sempurna, mengingat fungsi dan peran pentingnya RPP dalam proses kegiatan belajar mengajar maka peneliti melanjutkan penelitian ini pada siklus II dengan cara memodifikasi pola pembimbingan dari bimbingan secara kelompok menjadi bimbingan secara individu.

Diskripsi Siklus II

Pada siklus II peneliti melaksanakan pembimbingan secara intensif, guru yang terlibat sama seperti pada siklus I, akan tetapi pelaksanaan kegiatan pada siklus II dilakukan pembimbingan secara individu dengan ketentuan sebagai berikut : (1) Peneliti melakukan bimbingan berdasarkan dari capaian hasil evaluasi pekerjaan guru dalam penyusunan RPP pada siklus I, (2) untuk guru yang masih memperoleh nilai rendah dilakukan bimbingan secara individu sebanyak 4 kali pertemuan, (3) guru yang memperoleh nilai sedang dilakukan bimbingan secara individu sebanyak 3 kali pertemuan, (4) guru yang sudah memperoleh nilai baik dilakukan bimbingan secara individu sebanyak 2 kali pertemuan agar hasil kerjanya lebih baik lagi. Pada tahap ini langkah awal yang dilakukan peneliti adalah memetakan guru berdasarkan evaluasi hasil kerja penyusunan RPP pada siklus I seperti tersaji pada tabel dibawah ini.

Tabel 2. Pemetaan Hasil Evaluasi Pekerjaan Guru Dalam Menyusun RPP pada Siklus I

No Nama Guru Capaian Nilai Kategori Pembimbingan
1 Gr.Kelas I 80 Sedang 3 Pertemuan
2 Gr.Kelas II 85 Baik 2 Pertemuan
3 Gr.Kelas III 75 Cukup 4 Pertemuan
4 Gr.Kelas IV 80 Sedang 3 Pertemuan
5 Gr.Kelas V 85 Baik 2 Pertemuan
6 Gr.Kelas VI 85 Baik 2 Pertemuan
7 Gr.PAPB 75 Cukup 4 Pertemuan
8 Gr.PJOK 75 Cukup 4 Pertemuan
Rata – Rata 80

Setelah terpetakan sesuai dengan kemampuannya, peneliti membuat jadwal pembimbingan dan peneliti mulai melaksanakan bimbingan, agar bimbingan efektif dan efisien semua kegiatan bimbingan di dokumentasikan dalam bentuk jurnal bimbingan. Melalui proses dan tindakan yang dilakukan peneliti pada siklus II ini terlihat kompetensi guru dalam kegiatan bimbingan penyusunan RPP meningkat baik dari segi kompetensi ataupun keaktifannya, hal ini di buktikan dengan nilai capaian guru dalam menyusun RPP diperoleh rata-rata 90, sedangkan keaktifan guru dalam mengikuti bimbingan meningkat menjadi 100%. Diskripsi hasil pengamatan pada siklus II jika dituangkan dalam tabel yaitu sebagai berikut :

Tabel 5. Perbandingan kompetensi guru dalam mengikuti bimbingan penyusunan RPP Dari data hasil capaian siklus I dengan hasil capaian siklus II

No Aspek Kondisi dan capaian Keterangan
Siklus

I

Siklus II
1 Kemampuan guru menyusun RPP 80 90 naik 10 point
2 Keaktifan mengikuti kegiatan bimbingan 75% 100% naik 25 point

Pembahasan

Rumusan masalah penelitian ini adalah tingkat kemampuan guru dalam menyusun RPP masih rendah, hal ini dibuktikan dengan RPP yang disusun oleh guru sebelum dilakukan bimbingan termasuk dalam kategori cukup, apabila dideskripsikan dengan angka hanya memperoleh nilai 70, dan juga keaktifan guru dalam penyusunan RPP masih sangat rendah bahkan sebagian dari guru beranggapan penyusunan RPP hanya formalitas dan tidak digunakan saat kegiatan belajar mengajar, apabila di prosentase hanya 50% dari jumlah guru yang benar – benar menyusun dan menggunakan RPP sebagai kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan pengamatan pada siklus I bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keaktifan guru dalam menyusun RPP. Langkah awal yang dilakukan peneliti dengan melakukan sosialisasi tentang langkah-langkah penyusunan RPP dan ditindaklanjuti dengan bimbingan secara berkelompok, alasan peneliti melaksanakan bimbingan secara berkelompok pada siklus I adalah untuk mengembalikan minat dan kemauan guru terlebih dahulu untuk menyusun RPP dan juga menghilangkan kesan terbebani dengan administrasi pembelajaran, dengan berkelompok guru bisa lebih semangat, bisa berdiskusi dan saling membantu dalam menyusun RPP dan perangkat pembelajaran lainnya. Adapun hasil pengamatan kompetensi guru dalam penyusunan RPP pada siklus I mengalami peningkatan dari data awal yaitu 71 menjadi 80, sedangkan keaktifan guru mengikuti bimbingan juga meningkat, dari data awal 50% menjadi 75%. Namun menurut peneliti adanya peningkatan hasil tersebut masih kurang, mengingat pentinya RPP dalam kegiatan belajar mengajar, maka penelitian ini dilanjutnya pada siklus berikutnya dengan metode pembimbingan secara individu.

Kegiatan pengamatan pada siklus II dilakukan dengan lebih intensif dengan cara melaksanakan bimbingan perorangan, pelaksanaan sesuai jadwal yang disusun peneliti dan setiap kegiatan bimbingan didokumentasikan dalam jurnal pembimbingan. Pada tahap ini pembimbingan dilakukan bervariatif, dari hasil capaian guru dengan kategori nilai cukup sampai dengan baik peneliti melakukan pembimbingan yang berbeda. Setelah proses pembimbingan terakhir selesai, peneliti melakukan evaluasi hasil pekerjaan guru dengan memasukan kedalam instrumen rubrik penilaian dengan hasil diperoleh nilai rata – rata untuk kompetensi guru dalam menyusun RPP yaitu 90, nilai tersebut mengalami peningkatan 10 point dari siklus sebelumnya, sedangkan pengamatan keaktifan guru dalam mengikuti bimbingan meningkat menjadi 100%, nilai tersebut mengalami peningkatan 25 point dari siklus sebelumnya. Grafik perbandingan hasil capaian guru dalam mengikuti bimbingan penyusunan RPP dan keaktifan guru dalam mengikuti bimbingan penyusunan RPP tersaji dalam grafik dibawah ini.

Gambar 1. Perbandingan kompetensi guru dalam mengikuti bimbingan penyusunan RPP Dari data awal dengan data hasil capaian siklus I dan siklus II

Berdasarkan data pada tabel diatas dapat jelaskan bahwa dengan tindakan penelitian siklus I berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP dari data awal 71 menjadi 80 dan keaktifan guru dalam menyusun RPP dari semula 50% menjadi 75%, sedangkan tindakan penelitian siklus II juga berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP dari data siklus I 80 menjadi 90 dan keaktifan guru dalam menyusun RPP dari semula yaitu 75 % menjadi 100%, dengan demikian penelitian ini selesai dan berhasil.

Penutup

Simpulan

Berdasarkan landasan teori, data awal,serta pembahasan siklus I dengan siklus II, maka dapat di simpulkan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Setalah di laksanakan pembimbingan secara kelompok dan secara individu, guru SD Negeri 3 Purwojati Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas dapat meningkatkan kompetensinya dalam menyusun RPP.
  2. Melalui pembimbingan secara berkesinambungan guru lebih aktif dan rutin untuk menyusun RPP sebagai acuan kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Saran-saran

Sebagai salah satu upaya untuk berpartisipasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya peningkatan aktifitas dan kompetensi Kepala Sekolah maka peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut :

  1. Ditujukan kepada guru, yaitu jangan ragu-ragu atau malu bertanya kepada kepala sekolah, jika ada hal-hal baru yang belum diketahui/dipahami, selalu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap perubahan kebijakan, terutama kebijakan pendidikan dan selalu meningkatkan kompetensinya sebagai guru melalui berbagai macam cara.
  2. Ditujukan kepada Kepala Sekolah sekolah, yaitu lakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja seluruh staf sekolah, lakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program sekolah beserta pengembangannya dan lakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2004. Standar Kompetensi guru TK, SD, SMP, SMA, SMK & SLB. Jakarta: BP Cipta Karya.

Kemendikbud .(2016). Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dan Menengah. Jakarta: Kemendikbud.

Kementrian Pendidikan Nasional-Kementrian Agama: 2010. Laporan Penelitian Tindakan Sekolah Sebagai Karya Tulis Ilmiah dalam Kegiatan Pengembangan Profesi Kepala Sekolah.

Kunandar, S.Pd., M.Si. (2007).Guru Profesional Implementasi KTSP dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Panduan Teknis RPP. 2010. Implementasi RPP di Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Permendiknas No 13 tahun 2007. Tentang Supervisi Akademik Materi Pelatihan Penguatan Kemampuan Kepala sekolah.

Permendikbud No 06 Tahun 2018 Bab VI Pasal 15 Ayat 2 ” Beban kerja Kepala Sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan.”

Rahman, dkk. (2006). Peran Strategis Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Sumedang: Alqaprint Jatinangor.

Sukardi. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Surat Edaran Kemendikbud No. 14 Tahun 2019. Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

BIODATA PENULIS

Nama : Susilo, S.Pd.SD

NIP : 19691024 199308 1 001

Jabatan : Kepala Sekolah

Pangkat/ Gol : Pembina/ IV-a

Unit Kerja : SDN 3 Purwojati Kecamatan Purwojati Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas

You cannot copy content of this page