Iklan

UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM PENGEMBANGAN EVALUASI HASIL BELAJAR MELALUI SUPERVISI AKADEMIS KEPALA SEKOLAH DI SD NEGERI KERTAJAYA 03 KECAMATAN GANDRUNGMANGU TAHUN PELAJARAN 2019/2020

foto adat

Almaskur, S.Pd.,M.Pd .

ABSTRAK

Penelitian Tindakan Kelas ini berjudul : “ Peningkatan Kinerja Guru dalam Pengembangan Evaluasi Hasil Belajar melalui Supervisi Akademis Kepala Sekolah di SD Negeri Kertajaya 03 Tahun Pelajarn 2019/2020 .“ Masalah dalam penelitian ini dibatasi pada masalah yang dapat dirumuskan sebagai berikut : 1) Bagaimana kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar dapat meningkat melalui Supervisi Akademis di SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu Tahun Pelajaran 2019/2020 ?, 2) Bagaimana hasil penerapan supervisi akademis kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar di SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu tahun pelajaran 2019/2020 ?. Adapun tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Peningkatan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar melalui Supervisi Akademis di SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu Tahun Pelajaran 2019/2020 , 2) Hasil penerapan supervisi akademis kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar di SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu tahun pelajaran 2019/2020 . Berdasarkan analisis hasil penelitian dan diskusi dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Pembinaan Kepala Sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru melalui supervisi akademis Kepala Sekolah menunjukan peningkatan pada tiap-tiap siklus. 2) Aktivitas dalam kegiatan pembinaan menunjukan bahwa seluruh guru dapat meningkatkan kinerjanya dengan baik dalam setiap aspek., 3) Peningkatan kinerja guru oleh Kepala Sekolah melalui melalui supervisi akademis Kepala Sekolah ini menunjukan peningkatan pada tiap-tiap siklus., 4) Aktivitas kepala sekolah menunjukan bahwa kegiatan pembinaan melalui melalui supervisi akademis Kepala Sekolah bermanfaat dan dapat membantu guru untuk lebih mudah memahami konsep peran dan fungsi guru sehingga kinerja guru dapat meningkat.

Kata Kunci : Kinerja Guru, Evaluasi Hasil Belajar, Supervisi Akademis.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kemampuan guru dalam mengajar tidak cukup hanya diukur berdasarkan pendidikan formal tetapi juga harus diukur berdasarkan bagaimana kemampuan guru dalam mengajar dan sesi penguasaan materi, menguasai, memilih dan menggunakan metode, media serta evaluasi pembelajaran. Sehubungan dengan hal itu, Jiyono ( 1987 ) menyimpulkan bahwa kemampuan guru SD dalam menguasai bahan pelajaran pada umumnya sangat menghawatirkan karena dari sampel guru SD yang diminta menunjukkan kemampuan menguasai bahan pelajaran 70% yang kurang menguasai bahan pelajaran, sedangkan hanya 30% yang menguasai bahan pelajaran.

Kondisi seperti itu diperparah dengan kurang optimalnya fungsi kepengawasan Kepala Sekolah. Bila selama ini banyak pendapat menyatakan profesionalisme guru di Indonesia relatif rendah atau kurang memadai, hal itu merupakan akibat dari kurangnya kepengawas kepala sekolah.

Dalam penelitian ini penulis mencoba untuk mengkaji dan menggali supervisi (Kepala Sekolah) yang berkaitan dengan kinerja guru, disebabkan oleh: (1). Adanya kecenderungan melemahnya kinerja guru di mana berdasarkan pengalaman penulis menjadi Kepala Sekolah yaitu terjadinya guru yang membolos mengajar, guru yang masuk ke kelas yang tidak tepat waktu, guru mengajar tidak mempunyai persiapan mengajar, guru tidak punya absensi siswa, ( 2 ) adanya pelaksanaan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah belum dilaksanakan dengan sebaik – baiknya kepada guru. Beberapa rekan penulis yang sama – sama menjabat menjadi Kepala Sekolah mengaku kurang serius dalam melaksanakan fungsinya sebagai supervisor, ( 3 ) adanya penurunan kinerja guru merupakan salah satu penyebab menurunnya Nilai Ujian siswa. Oleh karena itu perlu diungkap tentang supervisi Kepala Sekolah terhadap peningkatan kinerja guru di SD Negeri Kertajaya 03 , Kabupaten Gandrungmangu. Oleh karena itu maka penulis perlu melakukan penelitian tindakan dengan judul : “ Peningkatan Kinerja Guru dalam Pengembangan Evaluasi Hasil Belajar melalui Supervisi Akademis Kepala Sekolah di SD Negeri Kertajaya 03 Tahun Pelajarn 2019/2020 .“

Rumusan Masalah

Dari identifikasi masalah di atas , maka masalah dalam penelitian ini dibatasi pada masalah yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana peningkatan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar melalui Supervisi Akademis di SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu Tahun Pelajaran 2019/2020 ?
  2. Bagaimana hasil penerapan supervisi akademis kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar di SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu tahun pelajaran 2019/2020 ?

Tujuan Penelitian

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  1. Peningkatan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar melalui Supervisi Akademis di SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu Tahun Pelajaran 2019/2020 .
  2. Hasil penerapan supervisi akademis kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar di SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu tahun pelajaran 2019/2020 .

Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Dapat digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas guru dalam tugasnya sebagai pendidik. Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi pengembangan sumber daya manusia khususnya guru oleh para praktisi pendidikan.
  2. Bagi guru yang bersangkutan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sebagai tenaga pengajar yang profesional.

KAJIAN PUSTAKA

Kinerja Guru dan Indikatornya

Menurut Fattah (1996) kinerja diartikan sebagai ungkapan kemajuan yang didasari oleh pengetahuan, sikap, keterampilan dan motivasi dalam menghasilkan suatu pekerjaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja seseorang yang mencerminkan prestasi kerja sebagai ungkapan pengetahuan, sikpa dan keterampilan.

Kinerja guru sangat terkait dengan efektifitas guru dalam melaksanakan fungsinya oleh Medley dalam Depdikbud (1984) dijelaskan bahwa efektifitas guru yaitu: (1) memiliki pribadi kooperatif, daya tarik, penampilan amat besar, pertimbangan dan kepemimpinan, (2) menguasai metode mengajar yang baik, (3) memiliki tingkah laku yang baik saat mengajar, dan (4) menguasai berbagai kompetensi dalam mengajar.

Widyastono (1999) berpendapat bahwa terdapat empat gugus yang erat kaitannya dengan kinerja guru, yaitu kemampuan (1) merencanakan KBM, (2) melaksanakan KBM, (3) melaksanakan hubungan antar pribadi, dan (4) mengadakan penilaian. Sedangkan Suyud (2005) mengembangakn kinerja guru profesional meliputi: (1) penguasaan bahan ajar, (2) pemahaman karakteristik siswa, (3) penguasaan pengelolaan kelas, (4) penguasaan metode dan strategi pembelajaran, (5) penguasaan evaluasi pembelajaran dan (6) kepribadian.

Dari pendapat tersebut di atas, maka yang dimaksud dengan kinerja guru dalam penelitian ini ialah: (1) penguasaan bahan ajar, (2) pemahaman karakteristik, (3) penguasaan pengeloaan kelas, (4) penguasaan metode dan strategi pembelajaran, (5) penguasaan evaluasi pembelajaran, dan (6) kepribadian.

Tinjauan Tentang Evaluasi Hasil Belajar

Pengertian Evaluasi

Secara umum, evaluasi dapat diartikan sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut kurikulumnya, program pembelajarannya, iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan sekolah. Keputusan tentang siswa ini termasuk bagaimana guru mengelola pembelajaran di kelas, bagaimana guru menempatkan siswa pada program- program pembelajaran yang berbeda, tingkatan tugas-tugas untuk siswa yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing, bimbingan dan penyuluhan, dan saran untuk studi lanjut.

Evaluasi secara sederhana dapat diartikan sebagai proses pengukuran dan non pengukuran untuk memperoleh data karakteristik peserta didik dengan aturan tertentu.

Supervisi Akademik Kepala Sekolah

Ketrampilan utama dari seorang kepala sekolah adalah melakukan penilaian dan pembinaan kepada guru untuk secara terus menerus meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas agar berdampak pada kualitas hasil belajar siswa. Untuk dapat mencapai kompetensi tersebut pengawas diharapkan dapat melakukan pengawasan akademik yang didasarkan pada metode dan teknik supervisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan guru.

Supervisi akademik adalah kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pengawasan akademik yakni menilai dan membina guru dalam rangka mempertinggi kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakannya, agar berdampak terhadap kualitas hasil belajar siswa.

Supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Oleh karena itu sasaran supervisi akademik adalah guru dalam proses pembelajaran, yang terdiri dar materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu tujuan umum pembinaan pengaws melalui supervisi akademik ini adalah (1) menerapkan teknik dan metode supervisi akademik di sekolah dasar, dan (2) Mengembangkan kemampuan dalam menilai dan membina guru untuk mempertinggi kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakannya agar berdampak terhadap kualitas hasil belajar siswa.

Kerangka Berpikir

Gambar 2.1 Kerangka berpikir Penelitian Tindakan Sekolah

Hipotesis Tindakan

Dari uraian tersebut di atas, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar dapat ditingkatkan melalui Supervisi Akademis di SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu Tahun Pelajaran 2019/2020 .
  2. Penerapan supervisi akademis kepala sekolah efektif dalam meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar di SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu tahun pelajaran 2019/2020 .

METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

PTS akan dilakukan pada Guru SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu tahun pelajaran 2019/2020 . Jumlah Guru SD Negeri Kertajaya 03 dari 6 Orang Guru. PTS dilakukan pada guru melalui supervisi akademis kepala sekolah.

Subyek dalam penelitian ini adalah Guru SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Gandrungmangu tahun pelajaran 2019/2020 .

Prosedur Pelaksanaan

  1. Tindakan dilaksanakan dalam 3 siklus
  2. Kegiatan dilaksanakan dalam Semester Genap tahun pelajaran 2019/2020
  3. Lama penelitian 6 pekan efektif dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan Februari 2020
  4. Dalam pelaksanaan tindakan,rancangan dilakukan dalam 3 siklus yang meliputi ; (a) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi.

Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data

Sumber Data :

Sumber data dalam penelitian ini berasal dari dua sumber yaitu :

1 Guru : Diperoleh data tentang peningkatan kinerja guru pengembangan evaluasi hasil belajar
2 Kepala Sekolah : Diperoleh data tentang penerapan supervisi akademik Kepala Sekolah

Teknik Pengumpulan Data :

Dalam Pengumpulan data menggunakan Observasi dan Tes.

Teknik Analisis Data

Dalam analisis data teknik yang digunakan adalah ;

Kuantitatif

Analisis ini akan digunakan untuk menghitung besarnya peningkatan kinerja guru melalui penerapan supervisi akademik Kepala Sekolah melalui dengan menggunakan prosentase ( % ).

Kualitatif

Teknik analisis ini akan digunakan untuk memberikan gambaran hasil penelitian secara ; reduksi data, sajian deskriptif, dan penarikan simpulan.

Indikator Keberhasilan

Penelitian tindakan Sekolah yang dilaksanakan dalam tiga siklus dianggap sudah berhasil apabila terjadi peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran mencapai 85 % ( Sekolah yang diteliti ) telah mencapai ketuntasan dengan nilai rata rata 75.berarti telah memenuhi harapan ideal seperti yang disyaratkan dalam manajemen berbasis sekolah ( MBS ) dengan standar ideal minimal 75.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

SIKLUS 1

Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembinaan yang terdiri dari rencana pembinaan, soal tes formatif 1 dan alat-alat pembinaan lain yang mendukung. Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi peningkatan kinerja guru dengan pemberian balikan.

Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan

Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan pembinaan di sekolah. Pada akhir proses pembinaan Kepala Sekolah diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan Kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerjanya sesuai dengan yang telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus I. adalah seperti pada tabel berikut :

Tabel 4.1 : Nilai tes Pada Siklus I

No Nama Skor Keterangan
Tuntas Tidak Tuntas
1 Guru A 85
2 Guru B 65
3 Guru C 65
4 Guru D 60
5 Guru E 55
6 Guru F 60
Jumlah Total 390
Skor Maksimum Individu 100
Skor Maksimum Kelompok ( Guru ) 600

Keterangan :

Jumlah Guru yang tuntas : 1 Orang

Jumlah Guru yang belum tuntas : 5 Orang

Kelompok Guru : belum tuntas.

Gambar 4.1 : Hasil Penelitian Siklus I

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan pembinaan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah melalui supervisi akademis diperoleh nilai rata-rata peningkatan kinerja guru adalah 65 % atau ada 1 orang guru dari 6 orang, sudah tuntas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara kelompok guru belum meningkat kinerjanya, karena yang memperoleh nilai ≥ 65 hanya sebesar 16,67% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85 %. Hal ini disebabkan karena guru di SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu masih banyak yang belum memahami tentang supervisi akademis kepala sekolah tersebut.

Refleksi

Dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut:

  1. Kepala Sekolah masih kurang teliti dalam melakukan pembinaan di sekolah
  2. Kepala Sekolah masih kurang baik dalam pemanfaat waktu
  3. Kepala Sekolah masih kurang konsentrasi dalam melakukan pembinaan,karena ada trugas lain yang harus dikerjakan.

SIKLUS II

Tahap perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembinaan yang terdiri dari rencana pembinaan 2, soal tes formatif II dan alat-alat penilaian lain yang mendukung.

Tahap kegiatan dan pelaksanaan

Pada akhir proses pembinaan guru diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dalam meningkatkan kinerjanya. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif II. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut :

Tabel 4.2 : Nilai tes Pada Siklus II

No Nama Skor Keterangan
Tuntas Tidak Tuntas
1 Guru A 85
2 Guru B 80
3 Guru C 80
4 Guru D 65
5 Guru E 65
6 Guru F 70
Jumlah Total 445
Skor Maksimum Individu 100
Skormaksimum Kelompok ( Guru ) 600

Keterangan :

Jumlah Guru yang tuntas : 4 Orang

Jumlah Guru yang belum tuntas : 2 Orang

Kelompok Guru : BELUM tuntas.

Gambar 4.2 : Hasil Penelitian Siklus II

Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata peningkatan guru sekolah adalah 74.17 % dan peningkatan kinerja mencapai 66,67 % atau ada 4 orang dari 6 orang guru yang sudah tuntas dalam meningkatkan kinerjanya. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II ini peningkatan guru telah mengalami peningkatan sedikit lebih baik dari siklus I. Adanya peningkatan kinerja guru ini karena setelah Kepala Sekolah telah menginformasikan bahwa setiap akhir pembinaan akan diadakan penilaian sehingga pada pertemuan berikutnya guru lebih termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya.

Refleksi

Dalam pelaksanaan pembinaan diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut:

  1. Memotivasi guru
  2. Membimbing guru dalam menyusun rencana kerja guru merumuskan kesimpulan/menemukan konsep
  3. Pengelolaan waktu

SIKLUS III

Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembinaan yang terdiri dari rencana pembinaan 3, soal tes formatif 3 dan alat-alat pembinaan lainnya yang mendukung.

Tahap kegiatan dan pengamatan

Pada akhir proses pembinaan guru diberi tes formatif III dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam meningkatkan kinerjanya yang telah dilakukan. Instrumen yang digunakan adalah tes formatif III. Adapun data hasil penelitian pada siklus III adalah sebagai berikut :

Tabel 4.3 : Nilai tes Pada Siklus III

No Nama Skor Keterangan
Tuntas Tidak Tuntas
1 Guru A 90
2 Guru B 90
3 Guru C 85
4 Guru D 80
5 Guru E 85
6 Guru F 85
Jumlah Total 515
Skor Maksimum Individu 100
Skor Maksimum Kelompok ( Guru ) 600

Keterangan :

Jumlah Guru yang tuntas : 6 Orang

Jumlah Guru yang belum tuntas : – Orang

Kelompok Guru : Sudah tuntas

Gambar 4.3 : Hasil Penelitian Siklus III

Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 100 % dan dari 6 Orang secara keseluruhan sudah mencapai ketuntasan dalam meningkatkan kinerjanya. Maka secara kelompok ketuntasan telah mencapai 100 % ( termasuk kategori tuntas ). Hasil pada siklus III ini mengalami peningkatan lebih baik dari siklus II. Adanya peningkatan hasil pembinaan pada siklus III ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan Kepala Sekolah dalam menerapkan pembinaan melalui supervisi akademis sehingga guru menjadi lebih memahami tugasnya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya. Di samping itu ketuntasan ini juga dipengaruhi oleh kerja sama dari guru dengan Kepala Sekolah dalam merencanakan program kerja sekolahnya masing masing.

Refleksi

Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang baik dalam proses pembinaan melalui supervisi akademis Dari data-data yang telah diperoleh dapat duraikan sebagai berikut:

  1. Selama proses pembinaan Kepala Sekolah telah melaksanakan semua pembinaan dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna, tetapi persentase pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup besar.
  2. Berdasarkan data hasil pengamatan diketahui bahwa guru aktif selama proses pembinaan berlangsung.
  3. Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik.
  4. Hasil pembinaan kepala sekolah oleh Kepala Sekolah melalui supervisi akademis pada siklus III mencapai ketuntasan.

Pembahasan

Setelah dilakukan tindakan pada siklus 1, siklus 2 dan siklus 3 menunjukkan hasil sebagai berikut :

Tabel 4.4 : Analisis Hasil Tes Tentang Pembinaan Kepala Sekolah Terhadap Peningkatan Kinerja Guru Melalui Supervisi Akademis di SD Negeri Kertajaya 03 Kec. Gandrungmangu

No Nama Skor sebelum

Tindakan

Siklus 1

Skor setelah

Tindakan 1

Siklus 2

Skor setelah

Tindakan 2

Siklus 3

1 Guru A 85 85 90
2 Guru B 65 80 90
3 Guru C 65 80 85
4 Guru D 60 65 80
5 Guru E 55 65 85
6 Guru F 60 70 85
Jumlah Total 390 445 515
Skor Maksimum Individu 100 100 100
Skor Maksimum Kelas 600 600 600

Analisis Data Deskriptif Kuantitatif

Pencapaian Peningkatan Kinerja Guru sebelum diberi tindakan

Pencapaian peningkatan kinerja kepala sekolah setelah diberi tindakan melalui supervisi akademis oleh Kepala Sekolah

Pencapaian peningkatan kinerja guru setelah diberi tindakan melalui supervisi akademis oleh Kepala Sekolah

Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa

  1. Terjadi peningkatan kinerja setelah diberi pembinaan melalui kelompok supervisi akademis Kepala Sekolah yaitu peningkatan kinerja 65,00 % menjadi 74,17 %
  2. Dari sebelum pembinaan ( siklus 1 ) dan setelah pembinaan oleh Kepala Sekolah sampai dengan ( siklus 3 ) 74,17 % menjadi 85,83 %,
  3. Rata – rata kinerja guru sebelum diberi pembinaan dan setelah diberi pembinaan dari 65,00 naik menjadi 85,83%.
  4. Dari Pembinaan pada siklus 2 dan setelah pembinaan melalui supervisi akademis Kepala Sekolah ( siklus 3 ) 74,17 % menjadi 85,83 % berarti ada peningkatan kinerja .

Ketuntasan Hasil Pembinaan Kinerja Guru

Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan melalui supervisi akademis Kepala Sekolah memiliki dampak positif dalam meningkatkan kinerja guru, hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman guru terhadap pembinaan yang disampaikan Kepala Sekolah ( Kinerja guru meningkat dari siklus I, II, dan III ) yaitu masing-masing 63% ; 74,17 % ; 85,83 % Pada siklus III kinerja guru secara kelompok dikatakan tuntas.

2. Kemampuan Kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja guru

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas guru dalam meningkatkan kinerjanya dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap kinerja guru yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata kepala sekolah pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

Aktivitas Kepala Sekolah dan guru dalam Pembinaan melalui Supervisi Akademis ;

Berdasarkan hasil penelitian di atas, peningkatan kinerja guru melalui supervisi akademis Kepala Sekolah hasilnya sangat baik. Hal itu tampak pada pertemuan pertama dari 6 orang guru yang ada pada saat penelitian ini dilakukan nilai rata rata mencapai ; 63 % meningkat menjadi 74,17 % dan pada siklus 3 meningkat menjadi 85,83 %.

Dari analisis data di atas bahwa pembinaan kinerja Kepala Sekolah melalui supervisi akademis Kepala Sekolah efektif diterapkan dalam upaya meningkatkan kinerja guru, yang berarti proses pembinaan Kepala Sekolah lebih berhasil dan dapat meningkatkan kinerja guru khususnya di SD Negeri Kertajaya 03 Kecamatan Gandrungmangu, oleh karena itu diharapkan kepada para Kepala Sekolah dapat melaksanakan pembinaan melalui supervisi akademis secara berkelanjutan.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan analisis hasil penelitian dan diskusi dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Pembinaan Kepala Sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru melalui supervisi akademis Kepala Sekolah menunjukan peningkatan pada tiap-tiap putaran ( Siklus ).
  2. Aktivitas dalam kegiatan pembinaan menunjukan bahwa seluruh guru dapat meningkatkan kinerjanya dengan baik dalam setiap aspek.
  3. Peningkatan kinerja guru oleh Kepala Sekolah melalui melalui supervisi akademis Kepala Sekolah ini menunjukan peningkatan pada tiap-tiap putarannya.
  4. Aktivitas kepala sekolah menunjukan bahwa kegiatan pembinaan melalui melalui supervisi akademis Kepala Sekolah bermanfaat dan dapat membantu guru untuk lebih mudah memahami konsep peran dan fungsi guru sehingga kinerja guru dapat meningkat.

Penelitian perlu dilanjutkan dengan serangkaian penelitian yang mengembangkan alat ukur keberhasilan yang lebih reliabel agar dapat menggambarkan peningkatan kinerja guru dengan baik sehingga mutu pendidikan dapat ditingkatkan.

Pembinaan Kepala Sekolah melalui melalui Supervisi Akademis Kepala Sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru diperlukan perhatian penuh dan disiplin yang tinggi pada setiap langkah pembinaan, dan perencanaan yang matang misalnya dalam pengalokasian waktu dan pemilihan konsep yang sesuai.

Kepada guru diharapkan selalu mengikuti perkembangan jaman, terutama dengan membaca hasil karya para akhli sehingga tidak ketinggalan dengan daerah lain, dalam meningkatkan mutu pendidikan, sebagai tanggung jawab bersama memajukan pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, I. 2000. Profesionalisme Guru: Analisis Wacana Reformsi Pendidikan dam Era Globalisasi. Simposium Nasional Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang, 25-26 Juli 2001.

Arikunto, Suharsini. 2004. Dasar – dasar Supervisi. Jakarta: Rineka Cipta.

________________.2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT.Bumi Aksara.

Atmodiwiro, Soebagio dan Soenarto Tatosiswanto, 1991. Kepemimpinan Kepala Sekolah, Semarang: Adhi Waskitho.

Bafadal Ibrahim, 1979. Supervisi Pengajaran Teori dan Aplikasinya dalam Membina Profesional Guru, Jakarta: Rineka Cipta.

Dedi Herawan, 2005. Pengembangan Model Supervisi Akademik Mata Pelajaran IPA-Biologi: Efektifitas Model Inovasi Supervisi Akademik Mata Pelajaran IPA Biologi dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Guru IPA Biologi di SMU. Tesis Tidak diterbitkan UPI Bandung.

Semiawan, Conny. 1985. Bagaimana Cara Membina Guru Secara Profesional. Jakarta: Journal Pendidikan.

Sergiovani, Cs. 1975. “Beyond Human Relations” Profesional Supervision for Profesional Teachers. Washington DC: Association for supervision and Curiculum Development. 1979. Supercision: Human Prepectives. New York: MeGraw-Hill Book Company.

Suyanto dan Djihad Hisya. 2000. Refleksi dan Reformasi Pendidikan Indoenesia Memasuki Millenium III. Adi Cita. Yogyakarta.

Tilaar, 1987. Futurisme dan Pengambilan Kebijakan pendidikan Menyongsong Abad-21. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Perencanaan Pendidikan. IKIP Jakarta.

Yusuf A. Hasan. 2002. Pedoman Kepala Sekolahan Untuk Madrasah dan Sekolah Umum. Mekar Jaya. Jakarta.

BIODATA PENULIS

Nama : Almaskur, S.Pd., M.Pd.

NIP : 19751104 199903 1 002

Pangkat/Golongan : Pembina, IV/a

Jabatan : Kepala Sekolah

Instansi : SD Negeri Bulusari 01 Kec Gandrungmangu, Kab. Cilacap

By admin

You cannot copy content of this page