Iklan

UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR MELALUI PENGGUNAAN PRESENTASI POWER POINT DI SD NEGERI CINANGSI 03 KECAMATAN GANDRUNGMANGU TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh : E.Widyastuti, S.Pd.SD.

Abstrak

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) di SD Negeri Cinangsi 03 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap adala upaya meningkatkan kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar melalui penggunaan presentasi power point. Penelitian dilakukan dengan dua siklus. Pada setiap siklus memiliki perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang berbeda-beda. Subyek penelitian kepala sekolah dan guru. Dalam penelitian tindakan sekolah ( PTS ) ini dilakukan dalam 2 siklus, dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kinerja guru dengan mencapai standar ideal. Peningkatan kemampuan guru dalam kegiatan belajar mengajar berkaitan dengan respon guru terhadap penggunaan presentasi powerpoint pada siklus I adalah 72,00 % kemudian pada siklus II naik menjadi 85,33%, sementara respon siswa terhadap guru saat memberikan bahan ajar dengan powerpoint pada siklus I adalah 62,00% kemudian pada siklus II naik menjadi 82,44%. Dengan demikian diajukan suatu rekomendasi bahwa melalui pembinaan konsep Presentasi Power Point (PPT) dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di SDN Cinangsi 03 Tahun Pelajaran 20119/2020 Kecamatan Gandrungmangu.

Kata Kunci : kinerja guru, presentasi power point

PENDAHULUAN

Penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa pengaruh yang besar dalam bidang pendidikan. Akibat dari pengaruh tersebut telah mendorong berbagai usaha pembaharuan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Sehubungan dengan masalah tersebut diatas, maka dalam pelaksanaan pendidikan dibutuhkan tenaga pendidik (guru) yang memiliki kemampuan dan kecakapan didalam proses belajar mengajar. Kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar menurut Syaiful Bahri Djamara (1998 : 58 – 129) salah satunya adalah kemampuan menggunakan media.

Hal tersebut sudah jelas bahwa kehadiran media dalam proses belajar mengajar mempunyai peranan penting untuk membantu memperkaya wawasan anak didik serta mencapai tujuan pembelajaran. Aneka macam bentuk dan jenis media pendidikan menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi anak didik. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan pada saat menggunakan media menurut Nana Sudjana (1991 : 104) adalah : 1) Menentukan jenis media dengan tepat artinya harus sesuai dengan tujuan dan bahan pelajaran, 2) Menetapkan atau memperhitungkan subyek dengan tepat artinya harus disesuaikan dengan tingkat kematangan/kemampuan anak didik, 3) Menyajikan media dengan tepat artinya teknik dan metode penggunaan media dalam pengajaran harus disesuaikan dengan tujuan, bahan, metode, waktu dan sarana yang ada, 4) Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat.

Oleh karena itu dalam penggunaan media untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien harus memperhatikan prinsip tersebut. Penggunaan media secara tepat akan membantu mengurangi verbalisme. Keberhasilan kegiatan belajar mengajar dapat diketahui dari hasil kinerja guru selama KBM dan belajar siswa melalui angket dan kuisioner serta evaluasi hasil belajar.

Mengingat pentingnya penggunaan media dalam proses belajar mengajar, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan sekolah yang berhubungan dengan media, yang lebih khususnya adalah penggunaan media Presentasi Power Point terhadap hasil kinerja guru selama proses belajar megajar di SDN Cinangsi 03 Tahun Pelajaran 2019/2020 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap.

RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas, dapat dirumuskan bahwa yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Bagaimana Media Presentasi Power Point dapat meningkatkan kinerja guru dalam mengajar di SDN Cinangsi 03 tahun pelajaran 2019/2020 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap?
  2. Bagaimana proses pembelajaran Media Presentasi Power Point dalam meningkatkan kinerja guru dalam mengajar di SDN Cinangsi 03 tahun pelajaran 2019/2020 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap?

TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan yang akan dipaparkan dalam kegiatan penelitian tindakan sekolah ini adalah :

  1. Untuk mendeskripsikan peningkatan kinerja guru menggunakan media power point dalam pembelajaran di SDN Cinangsi 03 tahun pelajaran 2019/2020 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap.
  2. Untuk mendeskripsikan proses pembelajaran Media Presentasi Power Point dalam meningkatkan kinerja guru dalam mengajar di SDN Cinangsi 03 Tahun Pelajaran 2019/2020 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap.

MANFAAT PENELITIAN

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Menemukan unsur-unsur yang berpengaruh dengan peningkatan kualitas pembelajaran sehingga nantinya dapat digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan kualitas guru dalam tugasnya sebagai pendidik. Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi pengembangan sumber daya manusia khususnya guru oleh para praktisi pendidikan.
  2. Hasil penelitian akan berguna bagi kepala sekolah dan guru, khususnya kepala SD se Kecamatan Gandrungmangu dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan terutama kualitas guru melalui pembinaan oleh kepala sekolah.
  3. Kegunaan lain, bagi guru yang bersangkutan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sebagai tenaga pengajar yang profesional.
  4. Jika hasil penelitian ini terbukti maka dapat digunakan sebagai rujukan untuk memperbaiki kualitas mengajar guru melalui pelatihan yang dipengaruhi oleh faktor pembinaan kepala sekolah. Diharapkan di sekolah – sekolah, kepala sekolah dapat memainkan perannya sebagai supervisor dan motivator yang baik kepada guru.
  5. Dapat dipakai sebagai bahan rujukan bagi kepala sekolah dalam membina dan meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar.

KAJIAN TEORI

Kinerja Guru dan Indikatornya

Istilah kinerja dapat diterjemahkan dalam perfomance atau unjuk kerja, artinya kemampuan yang ditampilkan seseorang terhadap pekerjaannya pada tempat ia bekerja. Kinerja merupakan suatu kinerja yang esensial terhadap keberhasilan suatu pekerjaan. Karena itu suatu kinerja yang efektif bagi setiap individu perlu diciptakan sehingga tujuan lembaga dapat tercapai secara optimal.

Menurut Fattah (1996) kinerja diartikan sebagai ungkapan kemajuan yang didasari oleh pengetahuan, sikap, keterampilan dan motivasi dalam menghasilkan suatu pekerjaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja seseorang yang mencerminkan prestasi kerja sebagai ungkapan pengetahuan, sikpa dan keterampilan.

Menurut Supriadi (1998) kinerja guru akan menjadi lebih baik, bila seorang guru memiliki empat hal yakni:

  1. Mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya
  2. Menguasai secara mendalam bahan mata pelajaran yang akan diajarkan serta cara mengajarnya kepada siswa
  3. Bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai cara evaluasi dan
  4. Guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar serta pengalamannya.

Lebih lanjut Hamalik (2002) kemampuan dasar yang disebut juga kinerja dari seorang guru teridiri dari: (1) kemampuan merencanakan pembelajaran, (2) kemampuan mengelola program belajar mengajar, (3) kemampuan menglola kelas (4) kemampuan menggunakan media/sumber belajar, (5) kemampuan menglola interaksi belajar mengajar, (6) mampu melaksanakan evaluasi belajar siswa.

Kinerja guru sangat terkait dengan efektifitas guru dalam melaksanakan fungsinya oleh Medley dalam Depdikbud (1984) dijelaskan bahwa efektifitas guru yaitu: (1) memiliki pribadi kooperatif, daya tarik, penampilan amat besar, pertimbangan dan kepemimpinan, (2) menguasai metode mengajar yang baik, (3) memiliki tingkah laku yang baik saat mengajar, dan (4) menguasai berbagai kompetensi dalam mengajar.

Evaluasi kinerja guru mutlak dilakukan, karena masih terdapat banyak kinerja guru yang kurang memadai, disamping itu guru dituntut dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang terus berkembang pula dengan pesat. Istilah kinerja berasal dari bahasa inggris yaitu Performance, berarti hasil kena atau unjuk kerja yang dicapai seseorang atau sekelompok orang/organisasi tertentu. Istilah kinerja dapat diterjemahkan dalam unjuk kerja, artinya kemampuan yang ditampilkan seseorang terhadap pekerjaannya di tempat ia bekerja. Kinerja merupakan suatu hal yang sangat esensial terhadap keberhasilan suatu pekerjan. Pada hakikatnya orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan atas dorongan tertentu. Kebuituhan dipandang sebagai penggerak atau pembangkit perilaku, sedanghkan tujuannya berfungsi untuk menggerakkan perilaku. Karena itu suatu kinerja yang efektif bagi setiap individu, perlu disiptakan sehingga tujuan lembaga dapat tercapai secara optimal.

Widyastono (1999) berpendapat bahwa terdapat empat gugus yang erat kaitannya dengan kinerja guru, yaitu kemampuan (1) merencanakan KBM, (2) melaksanakan KBM, (3) melaksanakan hubungan antar pribadi, dan (4) mengadakan penilaian. Sedangkan Suyud (2005) mengembangakn kinerja guru profesional meliputi: (1) penguasaan bahan ajar, (2) pemahaman karakteristik siswa, (3) penguasaan pengelolaan kelas, (4) penguasaan metode dan strategi pembelajaran, (5) penguasaan evaluasi pembelajaran dan (6) kepribadian.

Dari pendapat tersebut di atas, maka yang dimaksud dengan kinerja guru dalam penelitian ini ialah: (1) penguasaan bahan ajar, (2) pemahaman karakteristik, (3) penguasaan pengeloaan kelas, (4) penguasaan metode dan strategi pembelajaran, (5) penguasaan evaluasi pembelajaran, dan (6) kepribadian.

Media Pendidikan

Pengertian Media Pendidikan

Untuk memahami apa yang dimaksud dengan media, khususnya media yang digunakan dalam proses belajar mengajar.

Kutipan dari Jusuf Kasrori (1995 : 104) tentang beberapa pendapat mengenai media pendidikan diantaranya :

a. Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.

b. Beown (1973) berpendapat bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar.

c. Oemar Hamalik (1985 : 23) menjelaskan bahwa media adalah alat, metode dan tehnik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran

Dari beberapa definisi yang dikemukakan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa media pendidikan adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar.

Macam-macam media :

Menurut Jusuf Kasrori, Soenarto Moerdjokom dan Sudono Murti (1995 : 105-106) secara umum media digolongkan menjadi empat jenis yaitu :

a. Media grafis, seperti : gambar, sketes, diagram, chart grafik, poster, globe, peta.

b. Audio seperti : radio, cassette, telepon, piringan hitam

c. Proyeksi diam : slide, film strip, Presentasi Power Point, Operator proyektor, mikro proyektor.

d. Proyeksi gerak : film, TV, Video cassette

Menurut Winarno Surachamad yang dikutip oleh Jusuf Kasrori, Soenarko M, dan Sodono M (1995 : 106) menggolongkan media menjadi 3 macam yaitu :

a. Media yang merupakan benda-benda sebenarnya, yaitu benda-benda yang dipakai dalam proses belajar mengajar jenis media ini akan menghasilkan pengalaman langsung dan nyata

b. Media yang merupakan benda-benda pengganti, yaitu benda tiruan

Berfungsi sebagai alat-alat pengajaran yang dapat mewakili benda sebenarnya, karena lebih praktis dibawa dalam ruang kelas.

c. Bahasa : lisan atau tertulis

Jenis media ini menghasilkan pengalaman verbal yang tinggi tingkat abstraknya.

Media Presentasi Power Point

Menurut pendapat dari Arief S. Sadiman dkk (1996 : 61-64) media Presentasi Power Point adalah :

“ Suatu program komputer yang di-desain dari poin poin tulisan penting dan secara otomatis bergerak secara berurutan dan dapat memproyeksikan ke layar monitor atau LCD”. Media visual proyeksi 8 ½ “ x 11” menjadi ukuran 10 kali lipatnya.

Berbagai obyek atau pesan dituliskan atau digambarkan pada transparan yang diproyeksikan lewat Presentasi Power Point, missal diagram, peta, grafik, batasan dan sebagainya.

Sebagai media pendidikan media Presentasi Power Point mempunyai kelebihan dan kelemahan

Kelebihannya antara lain :

  1. Gambar yang diproyeksikan lebih jelas dan tidak perlu ruangan yang gelap
  2. Guru sambil mengajar dapat berhadapan dengan siswa
  3. Benda-benda kecil dapat diproyeksikan hanya meletakkan diatas Presentasi Power Point
  4. Memungkinkan penyajian diskriminasi warna dan menarik minat siswa
  5. Mudah dioperasikan
  6. Praktis dapat digunakan pada semua ukuran kelas ruangan
  7. Mempunyai variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan terutama untuk proses yang komplek dan bertahap
  8. Menghemat tenaga dan waktu karena dapat dipakai berulang-ulang
  9. Sepenuhnya dibawah kontrol guru
  10. Dapat dipakai sebagai petunjuk sistimatika penyajian guru
  11. Dapat menstimulasi efek gerak yang sederhana dan warna pada proyeksinya dengan menambahkan alat penyajian tertentu

Kelemahannya adalah :

a. Memerlukan komputer untuk menampilkan program Power Point

b. Dalam penyajiannya menuntut cara kerja yang sistimatis dan mengerti soft ware Microsoft Power Point artinya tidak semua guru SD bisa mengoperasikannya. Kalau guru kurang menguasai teknik pemanfaatan Presentasi Power Point, maka akan menjadi media pemborosan terhadap anggaran sekolah saja. .

Kerangka Berpikir

Gambar 1. Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan Sekolah

Hipotesis adalah dugaan sementara terhadap permasalahan penelitian yang kebenarannya perlu dibuktikan melalui data yang terkumpul. Berdasarkan rumusan masalah tersebut diatas, maka peneliti selaku penulis mempunyai hipotesis sebagai berikut : “Dengan penggunaan media Presentasi Power Point dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di SDN Cinangsi 03 Tahun Pelajaran 2019/2020 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap”.

METODE PENELITIAN

Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bentuk observer yakni pengawas sebagai pengamat penelitian sementara yang melaksanakan dan penanggung jawab penuh penelitian ini adalah guru kelas di SDN Cinangsi 03 Tahun Pelajaran 2019/2020 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah Pada Semester satu. Tujuan utama dari penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan kinerja guru dan hasil pembelajaran di kelas dimana guru kelas penuh terlibat dalam penelitian mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.

Tempat, Waktu dan Subyek Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini bertempat di SDN Cinangsi 03 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai September pada semester satu tahun pelajaran 2019/2020.

3. Subyek Penelitian

PTS akan dilakukan pada Guru SD Negeri Cinangsi 03 Kecamatan Gandrungmangu tahun pelajaran 2019/2020. Jumlah Guru SD Negeri Cinangsi 03 dari 6 orang guru. Subyek penelitian adalah guru SDN Cinangsi 03 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah.

Instrumen Penelitian

Dalam penelitian penulis menggunakan instrumen yang terdiri dari:

1. Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar

a. Lembar observasi pengolahan metode pembelajaran presentasi power point, untuk mengamati kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran.

b. Lembar observasi aktivitas siswa dan guru, untuk mengamati aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran.

5. Tes formatif

Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep IPS.

Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian adalah suatu rangkaian tahap-tahap penelitian dari awal sampai akhir. Penelitian ini merupakan proses pengkajian sistem berdaur sebagaimana kerangka berpikir yang dikembangkan oleh Suharsimi Arikunto dkk. Prosedur ini mencakup tahap-tahap: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Keempat kegiatan tersebut saling terkait dan secara urut membentuk sebuah siklus. Penelitian Tindakan Sekolah merupakan penelitian yang bersiklus, artinya penelitian dilakukan secara berulang dan berkelanjutan sampai tujuan penelitian dapat tercapai.”

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Tindakan

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:

Tabel 1 : Pembinaan Pembelajaran Media

Presentasi Power Point Pada ( Siklus I )

No Ceck point yang di obsevasi para guru yang diobservasi Skoring
Obs.1 Obs.2
I Pengamatan KBM

A. Pendahuluan

1. Kesiapan guru dengan model Pembelajaran PPT

2. Menyampaikan pembelajaran PPT

3. Simultasi dengan Pembelajaran sebelumnya

2

2

2

2

2

2

B. Kegiatan inti

1. Mempresentasikan langkah-langkah metode pembelajaran PPT

2. Membimbing guru melakukan kegiatan bersama siswa

3. Melatih keterampilan siswa

4. Mengawasi guru selama KBM

5. Memberikan bantuan kepada guru yang mengalami kesulitan penerapan Pembelajaran PPT

3

3

3

3

3

3

3

3

C. Penutup

1. Membimbing siswa membuat rangkuman

2. Memberikan evaluasi

3

3

3

3

II Ketepatan waktu pengajaran 2 2
III Respon guru dan siswa :

1. Siswa antusias

2. Guru antisias

2

3

2

3

Berdasarkan tabel di atas aspek-aspek yang mendapatkan kriteria kurang baik adalah kesiapan guru terhadap penerapan model pembelajaran PPT, menyampaikan materi dengan penggunaan model pembelajaran PPT, ketepatan waktu pengajaran, dan siswa respon siswa. Keempat aspek yang mendapat nilai kurang baik di atas, merupakan suatu kelemahan yang terjadi pada siklus I dan akan dijadikan bahan kajian untuk refleksi dan revisi yang akan dilakukan pada siklus II.

Hasil observasi berikutnya adalah aktivitas guru dan siswa seperti pada tabel berikut :

Tabel 2. Kegiatan Observasi pada Siklus I

No Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran PPT Presentase
1

2

3

Target penyampaian tujuan Pembelajaran

Tingkat Kemampuan Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran PPT

Menyampaikan materi/ langkah-langkah/ strategi

Rata-rata

70

73

73

72

No Aktivitas Siswa Dalam Penerimaan Materi Ajar Presentase
1

2

3

4

5

Mendengarkan/ memperhatikan penjelasan guru

Membaca buku

Bekerja dengan sesama anggota kelompok

Diskusi antar siswa/ antara siswa dengan guru

Mengerjakan tes evaluasi

Rata-rata

55

65

57

64

69

62

Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa aktivitas guru yang paling dominan pada siklus I. Aktivitas lain yang presentasinya besar namun kurang memuaskan adalah tingkat Sedangkan aktivitas siswa yang paling dominan adalah mendengarkan guru memberikan materi pelajaran.

Pada siklus I, secara garis besar kegiatan belajar mengajar dengan metode pembelajaran PPT sudah dilaksanakan dengan baik, walaupun peran guru masih cukup dominan untuk memberikan penjelasan dan arahan, karena model tersebut masih dirasakan baru oleh siswa.

2. Siklus II

a. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut:

Tabel 3 : Pembinaan Pembelajaran PPT ( Siklus I )

No Ceck Point Yang Di obsevasi Skoring
Obs 1 Obs 2
I Pengamatan KBM

A. Pendahuluan

1. Kesiapan guru dengan model Pembelajaran PPT

2. Menyampaikan pembelajaran PPT

3. simultasi dengan Pembelajaran sebelumnya

3

3

4

4

B. Kegiatan inti

1. Mempresentasikan langkah-langkah metode pembelajaran PPT

2. Membimbing guru melakukan kegiatan bersama siswa

3. Melatih keterampilan siswa

4. Mengawasi guru selama KBM

5. Memberikan bantuan kepada guru yang mengalami kesulitan penerapan Pembelajaran PPT

4

3

4

4

3

3

4

4

C. Penutup

1. Membimbing siswa membuat rangkuman

2. Memberikan evaluasi

4

3

3

4

II Ketepatan waktu pengajaran 2 3
III Respon guru dan siswa :

1. Siswa antusias

2. Guru antisias

2

4

4

4

Dari tabel di atas, tampak aspek-aspek yang diamati pada kegiatan belajar mengajar (siklus II) yang dilaksanakan oleh guru dengan menerapkan metode pembelajarn PPT mendapatkan penilaian yang sangat baik dari pengamat di sekolah tersebut. Maksudnya dari seluruh penilaian tidak terdapat nilai kurang. Namun demikian penilaian tesebut belum merupakan hasil yang optimal, untuk itu ada beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian untuk penyempurnaan penerapan pembelajaran selanjutnya. Aspek-aspek tersebut adalah memotivasi siswa, membimbing siswa dalam materi pembelajaran.

Dengan penyempurnaan aspek-aspek atas dalam penerapan metode pembelajaran PPT diharapkan siswa dapat menyimpulkan apa yang telah mereka pelajari dan mengemukakan pendapatnya sehingga mereka akan lebih memahami tentang apa ynag telah mereka lakukan.

Berikut disajikan hasil observasi akivitas guru dan siswa :

Tabel 4 : Kegiatan Observasi Supervisi pada Siklus II

No Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran PPT Presentase
1

2

3

Target penyampaian tujuan Pembelajaran

Tingkat Kemampuan Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran PPT

Menyampaikan materi/ langkah-langkah/ strategi

Rata-rata

87

84

85

85.33

No Aktivitas Siswa Dalam Penerimaan Materi Ajar Presentase
1

2

3

4

5

Mendengarkan/ memperhatikan penjelasan guru

Membaca buku

Bekerja dengan sesama anggota kelompok

Diskusi antar siswa/ antara siswa dengan guru

Mengerjakan tes evaluasi

Rata -rata

89

81

80

81

81

82.44

Berdasarkan table di atas, tampak bahwa aktifitas guru telah menguasai konsep dan menerapkan pembelajaran PPT dengan sangat baik pada siklus II . Jika dibandingkan dengan siklus I, aktivitas ini mengalami peningkatan yang luar biasa. Sedangkan untuk aktivitas siswa yang juga di atas rata-rata dari kebiasaan menerima materi ajar, artinya suasana kegiatan belajar mengajar di kelas sangat responsif siswa berdiskusi dengan ancar serta dapat bekerja sama dengan sesama anggota kelompok terhadap pokok bahasan materi yang diberikan guru melalui model pembelajaran PPT. Jika dibandingkan dengan siklus I, aktifitas ini mengalami peningkatan yang cukup menakjubkan.

Tabel 5 : Rekapitulasi Hasil Obsevasi siklus I dan II oleh peneliti

No Peningkatan KBM Silklus I Siklus II
1

2

Respon guru terhadap Inovasi Pembelajaran PPT

Respon siswa terhadap guru saat memberikan materi ajar

72,00

62.00

85.33

82.44

Dari tabel di atas diperoleh tingkat ketuntasan kegiatan belajar mengajar mencapai lebih dari 80% tuntas belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II ini ketuntasan belajar secara klasikal telah mengalami peningkatan jauh lebih baik dari siklus I. Adanya peningkatan Kinerja Guru, siswa ini karena setelah guru menginformasikan bahwa setiap akhir pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu siswa juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan diinginkan guru dengan menerapkan metode pembelajaran PPT.

B. Pembahasan Hasil Tindakan

1. Ketuntasan Kinerja Guru

Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran PPT memiliki dampak positif dalam meningkatkan Kinerja Guru. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari sklus I dan II). Dan pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.

2. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses metode pembelajaran PPT dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap Kinerja Guru yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

3. Aktivitas Guru dan Siswa Selama KBM

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses pengajaran dengan dengan metode pembelajaran PPT yang paling dominan adalah bekerja dengan menggunakan alat/media, mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif.

SIMPULAN

A. Simpulan

Sesuai dengan hasil analisis data berikut ini akan dikemukakan kesimpulan sebagai berikut :

1. Penggunaan media Presentasi Power Point dapat meningkatkan aktivitas/kinerja guru dalam mengajar di SDN Cinangsi 03 Tahun Pelajaran 2019/2020 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap.

2. Dengan membandingkan hasil siklus I dan II yang cukup signifikan, hal ini membuktikan bahwa kinerja guru dalam mengajar di SDN Cinangsi 03 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap dengan menggunakan media Presentasi Power Point lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Suharsini, 1998, Prosedur Penelitian, Jakarta, PT. Rineka cipta

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1998, Kurikulum Pendidikan Dasar, Landasan Program Dan Pengembangan, Jakarta : Proyek Peningkatan SD Jawa Timur

Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain Aswan, 2002, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Rineka Cipta

Djamarah, Syaiful Bahri, 1999, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, Surabaya, Usaha Nasional

Hamalik Oemar, 2000, Media Pendidikan, Bandung, Alumni

Kasrori, Jusuf, Moerdjoko S, dan Murti Sudono, 2003, Media Pengajaran, Pengolahan Kelas, Pengajaran Remidi, Surabaya, University Press IKIP

Sadiman S. Arief dkk, 1996, Media Pendidikan, Jakarta, Pustekkom Dikbud dan PT Raja Grafindo Persada

Sujatmoko Dwi, 2006, Edisi Revisi 2007, Ms Power Point Sebagai Media Pembelajaran Inovatif di Kelas, CV. Kanisius; Yogyakarta

Sudjana, 1989, Edisi Revisi, 2002, Metode Statistika, Bandung, Tarsito

Sutrisno Hadi, 2000, Statistik, Yogyakarta, Andi Offset

BIODATA PENULIS

Nama : E.Widyastuti, S.Pd.SD.

NIP : 19720707 199603 2 006

Pangkat/Golongan : Pembina, IV/a

Jabatan : Kepala Sekolah

Instansi : SD Negeri Cinangsi 03 Korwil Bidang Pendidikan Kec Gandrungmangu, Kab. Cilacap

You cannot copy content of this page