Iklan

UPAYA MENINGKATKAN KETRAMPILAN GURU MELALUI PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENERAPAKAN METODE SAINTIFIK DI SD NEGERI MUKTISARI 03 KECAMATAN GANDRUNGMANGU CILACAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Upaya Meningkatkan Ketrampilan Guru Melalui Pelaksanaan Supervisi Akademik Dalam Menerapakan Metode Saintifik di SD Negeri Muktisari 03 Kecamatan Gandrungmangu Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020”. Adapun rumusan masalah sebagai berikut : 1) Bagaimana Peningkatan Ketrampilan Guru Melalui Pelaksanaan Supervisi Akademik Dalam Menerapakan Metode Saintifik di SD Negeri Muktisari 03 Kecamatan Gandrungmangu Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020 ?. 2) Bagaimana Ketrampilan Guru Melalui Pelaksanaan Supervisi Akademik Dalam Menerapakan Metode Saintifik di SD Negeri Muktisari 03 Kecamatan Gandrungmangu Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020?. 3) Bagaimana Hasil Ketrampilan Guru Melalui Pelaksanaan Supervisi Akademik Dalam Menerapakan Metode Saintifik di SD Negeri Muktisari 03 Kecamatan Gandrungmangu Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020?. Adapun Tujuan yang ingin dicapai untuk mengetahui : 1) Peningkatan Ketrampilan Guru Melalui Pelaksanaan Supervisi Akademik Dalam Menerapakan Metode Saintifik di SD Negeri Muktisari 03 Kecamatan Gandrungmangu Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020. 2) Penerapan Ketrampilan Guru Melalui Pelaksanaan Supervisi Akademik Dalam Menerapakan Metode Saintifik di SD Negeri Muktisari 03 Kecamatan Gandrungmangu Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020. 3) Hasil Ketrampilan Guru Melalui Pelaksanaan Supervisi Akademik Dalam Menerapakan Metode Saintifik di SD Negeri Muktisari 03 Kecamatan Gandrungmangu Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian Tindakan Sekolah ini dilaksanakan selama dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dari hasil analisis data yang terkumpul diperoleh kesimpulan : Hasil keseluruhan penelitian ini membuktikan bahawa Supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru SD dalam menerapkan metode saintifik.

Kata Kunci: Ketrampilan Guru, Supervisi Akademik, Metode Saintifik

PENDAHULUAN

Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan formal di sekolah. Proses belajar mengajar di sekolah memiliki komponen-komponen yang dikelompokkan kedalam tiga kategori utama yaitu: guru, siswa dan materi pelajaran. Interaksi antara ketiga komponen utama melibatkan sarana dan prasarana seperti kurikulum, metode, media, dan penataan lingkungan tempat belajar sehingga tercipta hasil belajar yang kondusif.

Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Keyakinan itu muncul karena manusia adalah makhluk lemah, yang dalam perkembangannya senantiasa membutuhkan orang lain, sejak lahir, bahkan pada saat meninggal.Semua itu menujukkan bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam perkembangannya. Untuk mengungkap dan menemukakan langkah-langkah yang harus dilewati oleh seorang guru dalam rangka meningkatkan mutu.

Penerapan pendekatan saintifik menuntut adanya perubahan setting dan bentuk tersendiri yang berbeda dengan pembelajaran konvensional. Salah satu model pembelajaran yang dipandang sejalan dengan prinsip pendekatan saintifik/ilmiah. Sehubungan dengan itu, berdasarkan hasil observasi peneliti pada saat melaksanakan tugas kepala sekolahan di sekolah, hampir semua guru SD di sekolah binaan belum bias menerapkan metode saintifik. Hal ini di karenakan karena para guru belum mengetahui apa itu konsep metode saintifik.

Oleh karenanya peneliti merasa tertarik melakukan penelitian lebih mendalam tentang peningkatan guru SD dalam menerapkan metode saintifik melalui Supervisi akademik. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. (Daresh, 1989). Dengan demikian, berarti, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya.

Dari latar belakang itulah maka penelitian ini mengambil judul: “Upaya Meningkatkan Keterampilan Guru Melalui Pelaksanaan Supervisi Akademik Dalam Menerapakan Metode Saintifik di SD Negeri Muktisari 03 Kecamatan Gandrungmangu Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020″.

LANDASAN TEORI

Metode Saintifik

Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.

Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu, kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi, dan bukan hanya diberi tahu. Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran maelibatkan keterampilan proses, seperti mengamati, mengklasifikasi, mengukur, meramalkan, menjelaskan, dan menyimpulkan.

Supervisi Akademik

Glickman (1981), mendefinisikan supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. (Daresh, 1989). Dengan demikian, berarti, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya.

Kerangka Berpikir

Gambar 2,1. Diagram Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan teori-teori dan kerangka pikir di atas dapat dikemukakan hipotesis dari pelaksanaan tindakan penelitian ini yaitu pelaksanaan supervise akademik oleh kepala sekolah kepada para guru dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan pendekatan saintifik di SD Negeri Muktisari 03 Kecamatan Gandrungmangu Kapupaten Cilacap.

METODE PENELITIAN

Setting / Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SDN Muktisari 03 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap dan merupakan sekolah tempat peneliti bertugas sebagai seorang kepala sekolah.

Waktu Penelitian

Pengambialan data dilakukan pada tanggal Januari 2020 sampai dengan Februari 2020.

Metode dan Rancangan Penelitian

Daur penelitian tindakan sekolah diawali dengan kegiatan merencanakan. Tahap ini merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan dan menjadi acuan dalam melaksanakan tindakan. Tahap pelaksanaan tindakan sebagai langkah yang kedua dan merupakan tindakan yang sesuai dengan perencanaan yang telah disiapkan kemudian tindakan observasi, agar tindakan yang di lakukan dapat di ketahui kwalitasnya.

Subjek Penelitian

Subyek penelitian adalah guru SD Negeri Muktisari 03 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap sebanyak 6 orang guru kelas, yaitu kelas I sampai dengan kelas VI.

Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar evaluasi dan lembar observasi.

Validasi Data

Teknik validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 )Member check. Yaitu memeriksa kembali keterangan-keterangan atau informasi data yang diperoleh selama observasi atau wawancara dari narasumber, 2) Triangulasi. Yaitu memerikasa kebenaran dari analisis dari peneliti dengan membandingkan hasil dari mitra peneliti/kolaboraor.

Analisis data

Data yang sudah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Terhadap perolehan hasil pada lembar evaluasi di analisis secara kuantitatif dengan memberikan nilai. Data – data tersebut di analisis mulai dari siklus pertama, dan kedua untuk dibandingkan dengan teknik deskriptif presentase.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

SIKLUS I

Hasil observasi kepala sekolah kepada guru : Guru A, Guru B, Guru C dalam menerapkan metode saintifik akan di paparkan dalam tabel berikut:

No Indikator Aspek YA TIDAK
1 Pembelajaran berpusat pada siswa Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran
Respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis
Siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespons materi pembelajaran
Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran
Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi
2 Pembelajaran membentuk student self concept. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas hanya kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata
Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggung jawabkan
Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya
Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan anatar kemampuan untuk menjadi manusia yang lebih baik ( soft skill ) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak ( hard skill ) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
3 Pembelajaran terhindar dari verbalisme Guru mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran
Guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat
Memproses informasi yang sudah dikimpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan / eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dari kegiatan mengumpulkan
Melaksanakan kegiatan dengan menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara.
4 Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa Guru Memonitor kemajuan pelaksanaan tugas dan aktivitas
Guru memediasi siswa melakukan tugas belajar.
Guru Memantau dan memediasi aktivitas dan belajar

Tabel 4.4 Hasil Observasi kepada Guru A, Guru B, Guru C Siklus I

No Indikator Aspek YA TIDAK
1 Pembelajaran berpusat pada siswa Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran
respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis
siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespons materi pembelajaran
Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran
Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi
2 Pembelajaran membentuk student self concept. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas hanya kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata
Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggung jawabkan
Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya
Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan anatar kemampuan untuk menjadi manusia yang lebih baik ( soft skill ) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak ( hard skill ) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
3 Pembelajaran terhindar dari verbalisme Guru mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran
Guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat
Memproses informasi yang sudah dikimpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan / eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dari kegiatan mengumpulkan
Melaksanakan kegiatan dengan menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara.
4 Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa Guru Memonitor kemajuan pelaksanaan tugas dan aktivitas
Guru memediasi siswa melakukan tugas belajar.
Guru Memantau dan memediasi aktivitas dan belajar

Tabel 4.5 Hasil Observasi kepada Guru G dan Guru E Siklus I

Adapun hasil skor yang di dapatkan Guru G dan Guru E adalah 12 dengan skor maksimal 15 dan skor harapan 11 maka kemampuan Guru G dan Guru E dalam menerapkan metode saintifik sudah tergolong baik.

Selanjutnya adalah jadwal supervisi kepada Guru F dan Guru D, Guru mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan metode saintifik dengan tahapan seperti guru sebelumnya.

Adapun hasil observasi Supervisi akademik yang di laksanakan kepada Guru F dan Guru D adalah sebagai berikut:

No Indikator Aspek YA TIDAK
1 Pembelajaran berpusat pada siswa Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran
respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis
siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespons materi pembelajaran
Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran
Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi
2 Pembelajaran membentuk student self concept. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas hanya kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata
Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggung jawabkan
Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya
Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan anatar kemampuan untuk menjadi manusia yang lebih baik ( soft skill ) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak ( hard skill ) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
3 Pembelajaran terhindar dari verbalisme Guru mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran
Guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat
Memproses informasi yang sudah dikimpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan / eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dari kegiatan mengumpulkan
Melaksanakan kegiatan dengan menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara.
4 Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa Guru Memonitor kemajuan pelaksanaan tugas dan aktivitas
Guru memediasi siswa melakukan tugas belajar.
Guru Memantau dan memediasi aktivitas dan belajar

Tabel 4.6 Hasil Observasi kepada Guru F dan Guru D Siklus I

Adapun hasil skor yang di dapatkan Guru F dan Guru D adalah 12 dengan skor maksimal 15 dan skor harapan 11 maka kemampuan Ida dan Hani dalam menerapkan metode saintifik sudah tergolong baik.

SIKLUS II

Sama dengan siklus I, tahapan observasi yang di lakukan kepala sekolah SD adalah sama persis dengan yang di lakukan pada siklus I. Adapun hasil skor yang di dapatkan Guru A, Guru B, Guru C pada siklus 2 meningkat menjadi 14 dengan skor maksimal 15 dan skor harapan 11 maka kemampuan Guru A, Guru B, Guru C dalam menerapkan metode saintifik sudah tergolong baik.

Selanjutnya hasil skor yang di dapatkan Guru G dan Guru E, juga meningkat menjadi 14 dengan skor maksimal 15 dan skor harapan 11 maka kemampuan Guru G dan Guru E dalam menerapkan metode saintifik sudah tergolong baik .

Kemudian hasil skor yang di dapatkan Guru F dan Guru D, juga meningkat menjadi 14 dengan skor maksimal 15 dan skor harapan 11 maka kemampuan Guru F dan Guru D dalam menerapkan metode saintifik sudah tergolong baik. Berikut adalah grafik peningkatan kemampuan guru SD dalam menerapkan metode saintifik.

Grafik 1 peningkatan kemampuan guru SD dalam menerapkan metode saintifik

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Hasil keseluruhan penelitian ini membuktikan bahawa Supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru SD dalam menerapkan metode saintifik. Hal ini di buktikan dengan hasil penelitian siklus I yakni hasil skor yang di dapatkan Guru A, Guru B, Guru C adalah 11 dengan skor maksimal 15 dan skor harapan 11 maka kemampuan Guru A, Guru B, Guru C dalam menerapkan metode saintifik sudah tergolong baik.

Adapun hasil skor yang di dapatkan Guru G dan Guru E adalah 12 dengan skor maksimal 15 dan skor harapan 11 maka kemampuan Guru G dan Guru E dalam menerapkan metode saintifik sudah tergolong baik.

Adapun hasil skor yang di dapatkan Guru F dan Guru D adalah 12 dengan skor maksimal 15 dan skor harapan 11 maka kemampuan Guru F dan Guru D dalam menerapkan metode saintifik sudah tergolong baik.

Pada siklus II, hasil skor meningkat. Adapun hasil skor yang di dapatkan Guru A, Guru B, Guru C pada siklus 2 meningkat menjadi 14 dengan skor maksimal 15 dan skor harapan 11 maka kemampuan Guru A, Guru B, Guru C dalam menerapkan metode saintifik sudah tergolong baik.

Selanjutnya hasil skor yang di dapatkan Guru G dan Guru E, juga meningkat menjadi 14 dengan skor maksimal 15 dan skor harapan 11 maka kemampuan Guru G dan Guru E dalam menerapkan metode saintifik sudah tergolong baik .

Kemudian hasil skor yang di dapatkan Guru F dan Guru D, juga meningkat menjadi 14 dengan skor maksimal 15 dan skor harapan 11 maka kemampuan Guru F dan Guru D dalam menerapkan metode saintifik sudah tergolong baik.

Saran

Berdasarkan kesimpulan dari penelitian, maka penulis pada bagian ini mengemukakan saran:

1. Kepada Guru SD

a. Guru agar melatih diri dalam hal kompetensinya dalam menerapkan metode saintifik.

b. Guru SD hendaknya mempunyai administrasi dan alat instrument yang lengkap untuk membantu pelaksanaan pembelajaran .

2. Bagi Lembaga Sekolah

Bagi lembaga sekolah hendaknya menfasilitasi setiap guru SD dalam hal pelaksanaan pembelajaran dengan metode apapun.

DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, Ary H.. Administrasi Sekolah: Administrasi Pendidikan Mikro. Cet. I; Jakarta: Rineka Cipta, 1996

Mulyasa, E.. Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah, Ed.I. Cet. III; Jakarta Bumi Aksara, 2013

Pidarta, Made. Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan, Ed. I. Cet. I; Jakarta: Bumi Aksara, 1992

Purwanto, M. Ngalim. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Cet. XXI; Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012

Wahyudi. Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Organisasi Pembelajar (Learning Organization). Cet.II; Bandung: Alfabeta, 2009

Suhardjono. 2005. Laporan Penelitian Eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas sebagai KTI, makalah pada Pelatihan Peningkatan Mutu Guru di LPMP Makasar, Maret 2005

Suhardjono. 2009. Tanya jawab tentang PTK dan PTS, naskah buku.

Suharsimi, Arikunto. 2002. Penelitian Tindakan Kelas, Makalah pada Pendidikan dan Pelatihan (TOT) Pengembangan Profesi bagi Jabatan Fungsionla Guru, 11-20 Juli 2002 di Balai penataran Guru (BPG) Semarang.

Suharsimi, Suhardjono dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara

Jerry H. Makawimbang.” Supervisi dan Peningkatan Mutu Pendidikan”. 2011, Alfabeta, Bandung

Onisimus Amtu, “Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah, Konsep, Strategi dan Implementasi”. 2011, Alfabeta, Bandung

BIODATA PENULIS

Nama : Mukh Safi’i, S.Pd.SD.

NIP : 19650708 199210 1 001

Unit Kerja : SD Negeri Muktisari 03

By admin

You cannot copy content of this page