Iklan
C:\Users\Toshiba\Downloads\Foto Pak Wasmo.jpeg UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU KELAS DALAM PEMBELAJARAN DARING MELALUI PENGGUNAAN APLIKASI BERBASIS TES DAN PENUGASAN ONLINE

DI SD NEGERI CIGEDOG 03 KECAMATAN KERSANA

KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Oleh : Wasmo, S.Pd.SD.

ABSTRAK

Latar belakang dari penelitian ini adalah kurangnya keterampilan guru kelas dalam mengajar secara daring di masa pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru kelas dalam pembelajaran daring melalui penggunaan aplikasi berbasis tes dan penugasan online. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Cigedog 03 Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes pada semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021. Dalam bentuk Penelitian Tindakan (Action Research). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan urutan prosedur di mulai dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Keberhasilan dalam penelitian ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan keterampilan guru kelas dalam pembelajaran daring melalui penggunaan aplikasi berbasis tes dan penugasan online yaitu sebesar 75%. Hasil penelitian pada siklus I sebanyak 4 orang guru kelas atau 66,67% telah mahir dalam menggunakan aplikasi berbasis tes dan penugasan online, dan pada siklus II capaian penelitian telah mencapai 100% artinya seluruh guru telah mahir menggunakan aplikasi tersebut. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi berbasis tes dan penugasan online dapat meningkatkan keterampilan guru kelas dalam pembelajaran daring di SD Negeri Cigedog 03 Tahun Pelajaran 2020/2021.

Kata kunci : Keterampilan Pembelajaran Daring, Aplikasi Berbasis Tes, Penugasan Online

PENDAHULUAN

Guru adalah tenaga pendidik professional yang memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur Pendidikan formal, Pendidikan dasar, dan Pendidikan menengah (UU nomor 14 Tahun 2005). Perkembangan peradaban dunia sejak memasuki era revolusi industry 4.0 hingga beralih ke era 5.0 berbasis society, berdampak besar pada upaya peningkatan kualitas Pendidikan khususnya di Indonesia. Hal ini berdampak pada pergeseran pradigma Pendidikan berkualitas yang berdampak pada kebutuhan peningkatan kualitas guru. Peningkatan kualitas guru yang dimaksud berfokus pada peningkatan empat kompetensi yang harus dimiliki guru yakni kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Oleh karena itu, penyelenggaraan Pendidikan tidak telepas dari peran utama guru.

Di masa pandemi covid-19, guru ditantang untuk mengupayakan pembelajaran tetap terlaksana namun dengan menyesuaikan kebijakan yang berlaku yakni belajar dan berkerja dari rumah. Menurut (Wahyudi, Rufiana & Nurhidayah, 2020) agar tercipta pembelajaran jarak jauh yang efektif, guru perlu perlu melakukan persiapan secara menyeluruh dari berbagai pihak. Yang paling utama dilakukan adalah bagaimana mempersiapkan metode pembelajaran dan metode asesmen yang digunakan. Hal ini sejalan dengan pendapat Junedi et al (2020), bahwa kemampuan guru sangat menunjang keberhasilan pembelajaran abad 21. Kemampuan guru yang dimaksud ialah mengajar, membimbing, menilai, menggunakan alat bantu pengajaran serta keterampilan lainnya yang berkaitan dengan 4 kompetensi guru. Dengan kata lain, pelaksanaan pendidikan membutuhkan kualitas komponennya yang memadai salah satunya terkait penilaian (assessment).

Pergeseran pradigma Pendidikan di era revolusi industry 4.0 memberikan ruang belajar baru dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) dikenal dengan “Ruang Belajar Zaman Now” dengan karakteristik pembelajaran synchronous dan asynchronous. Adanya pandemi covid-19 memberikan dampak terjadinya disrupsi Pendidikan dengan kenormalan baru (new normal). Pelaksanaan KBM dapat dioptimalkan secara daring dengan pembelajaran synchronous (tatap maya) dan asynchronous (self-directed learning dan collaborative directed learning). Perubahan pembelajaran dari tatap muka menjadi daring yang terjadi secara mendadak, memunculkan berbagai macam respon dan kendala bagi dunia Pendidikan di Indonesia, tak terkecuali guru yang merupakan ujung tombak pendidikan yang langsung berhadapan dengan siswa. Sejumlah guru mengalami kendala yang dialami guru ketika melaksanakan pembelajaran daring salah satunya dalam hal penilaian/evaluasi.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dapat dimanfaatkan sebagai sarana dan prasarana penunjang dalam memfasilitasi penyelenggaraan Pendidikan. Menurut Arwanda et al (2020), teknologi pembelajaran daring. Pembelajaran daring yang terkesan seolah-olah dilaksanakan hanya dengan aktivitas pembelajaran berupa pemberian tugas mengakibatkan menurunnya motivasi peserta didik dalam belajar. Oleh karena itu, evaluasi pembelajaran daring perlu dikemas semenarik mungkin sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mencapai capaian pembelajar tanpa merasa terbebani oleh persepsi tugas atau ujian oline. Hal ini perlu menjadi pertimbangan bagi guru dalam memilih dan memanfaatkan aplikasi berbasis tes dan penugasan agar tepat guna. Dengan kata lain, Guru membutuhkan kemampuan dalam menguasai berbagai aplikasi tes dan penugasan online untuk dapat menunjang pelaksanaan evaluasi pembelajaran daring.

Salah satu aplikasi berbasis tes dan penugasan online yang dapat digunakan guru dalam mengembangkan assessment pembelajaran adalah quizizz. Menurut Noor (2013), quizizz dapat sebagai stimulan yang bersifat “fun” tapi tetap “learning” yang dapat menyegarkan ingatan, menarik, dan memberikan kesan yang baik dalam memori otak siswa. Menurut Basuki & Hidayati (2019), quizizz merupakan salah satu dari berbagai macam aplikasi yang mengagumkan dalam bentuk kuis berbasis game. Menurut Zuhriyah & Pratolo (2020), selain meningkatkan minat peserta didik, quizizz juga memfasilitasi student engagement. Adapun Razali et al (2020) mengemukakan bahwa quizizz dikemas dalam bentuk gamifikasi. Gamifikasi merupakan salah satu dari 8 kriteria pembelajaran abad 21 dengan pendekatan heutagogy learning. Penggunaan aplikasi quizziz dalam mengembangkan evaluasi berbasis tes dan penugasan online mampu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjawab soal berdasarkan kecepatannya sendiri, diperkuat dengan strategi pembelajaran/kegiatan instruksional yang tepat, quizizz mampu meningkatkan belajar aktif, motivasi, dan prestasi akademik.

Berdasarkan hasil observasi di SD Negeri Cigedog 03 Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes, guru kelas di SD Negeri Cigedog 03 mengalami kendala pelaksanaan evaluasi untuk pembelajaran daring. Keterbatasan pemahaman guru terhadap pemanfaatan aplikasi online berbasis tes dan penugasan menjadi salah satu kendala utama yang dialami guru. Dengan kata lain guru membutuhkan adanya kegiatan peningkatan keterampilan guru dalam pembelajaran daring melalui penggunaan aplikasi berbasis tes dan penugasan online yang efektif, fleksibel dan efisien untuk digunakan. Aplikasi berbasis tes dan penugasan online yang dipilih berdasarkan analisis kebutuhan ialah quizizz. Oleh karena itu, penelitian tindakan sekolah terkait peningkatan keterampilan guru kelas dalam pembelajaran daring perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kebermanfaatannya.

Dari latar belakang dan identifikasi di atas, di rumuskan permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah penggunaan Aplikasi Berbasis Tes dan Penugasan Online untuk meningkatkan keterampilan guru kelas dalam pembelajaran daring di SD Negeri Cigedog 03 Tahun Pelajaran 2020/2021?
  2. Bagaimanakah peningkatan keterampilan guru kelas dalam pembelajaran daring di SD Negeri Cigeog 03 setelah penggunaan Aplikasi Berbasis Tes dan Penugasan Online?
  3. Bagaimanakah tanggapan guru terhadap kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah?

LANDASAN TEORITIS DAN HIPOTESIS

Pengertian Pembelajaran Daring (Online)

Pembelajaran daring (online) atau disebut pembelajaran jarak jauh menurut Permendikbud no. 109 (2013) mengandung arti sebagai sebuah proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh dengan menggunakan berbagai media komunikasi atau teknologi yang tersedia. Dalam pembelajaran daring ini setiap peserta didik memiliki kesempatan belajar yang sangat leluasa tanpa hambatan apapun. Adanya keterpisahan antara guru dan peserta didik menekankan pada belajar secara mandiri tanpa dibatasi ruang dan waktu dan interaksi pembelajaranpun berbasis TIk.

Daring sebagai sebuah pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru secara interaktif melalui Learning Management System (LMS). Pembelajaran daring akan efektif jika mengajar dengan tatap layar atau menggunakan smartphone, jaringan yang tersedia berfungsi dengan baik, materi belajar menarik namun memenuhi standar minimal, interaktif, adanya kreativitas guru dalam mengembangkan metode dan media belajar agar pembelajaran lebih menarik, serta adanya keterlibatan orangtua dalam pembelajaran daring tersebut.

Hal ini menjadi sebuah tantangan bagi guru untuk tetap dapat menciptakan pembelajaran yang efektif, menarik, menyenangkan, dan aktif, meski pembelajaran dilaksanakan jarak jauh atau daring. Keaktifan peserta didik dapat tercipta melalui penerapan media pembelajaran yang menarik. Bentuk keaktifan peserta didik dalam pembelajaran dapat dilihat dari keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Untuk dapat menciptakan keaktifan dibutuhkan kreatifitas guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis online. Keuntungannya yaitu pembelajaran bersifat mandiri dengan interaktivitas yang tinggi, memberikan lebih banyak pengalaman belajar, meningkatkan tingkat ingatan, dan juga memberikan banyak kemudahan.

Metode E-Learning yang dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk dapat mengaktifkan peserta didik belajar kapanpun dan dimanapun. Dalam E-Learning, guru ataupun peserta didik dipacu untuk berinteraksi langsung dengan teknologi digital, dalam mengeksplor teknologi informasi serta menyalurkan kreatifitasnya.8 Sistem pembelajaran E-learning dilaksanakan melalui perangkat komputer (PC) atau laptop, smartphone yang terhubung dengan jaringan internet, sehingga guru dapat melakukan pembelajaran secara bersama dalam waktu yang sama menggunakan grup pada media sosial sebagai sarana pembelajaran sehingga dapat memastikan peserta didik belajar diwaktu bersamaan walaupun di tempat yang berbeda tak terkecuali untuk kegiatan penilaian hasil belajar.

Pengertian Aplikasi Quizzes

Penilaian hasil belajar di masa Covid-19 ini juga diaksanakan secara daring. Pembelajaran daring memiliki keleluasaan waktu belajar bagi peserta didik, mereka dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Peserta didik dapat berinteraksi dengan guru menggunakan beberapa aplikasi yang tersedia. Banyak aplikasi daring yang dapat digunakan dalam penilaian pendidikan, salah satunya aplikasi Quizizz. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis Quiziz sebagai salah satu upaya dalam mengakomodir permasalahan media pembelajaran yang masih konvensional dengan pembelajaran berbasis TIK untuk meningkatkan kompetensi dan motivasi belajar peserta didik karena media pembelajaran yang dihasilkan memberikan model pembelajaran yang inovatif, kreatif dan menyenangkan.

Quizizz merupakan sebuah web tool untuk membuat suatu permainan quis interaktif yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas ataupun di luar kelas dalam bentuk pekerjaan rumah (homework). Pada kuis interaktif yang dibuat, ada 4 pilihan jawaban termasuk jawaban yang benar, pada latar belakang pertanyaan dapat ditambahkan gambar. Apabila pembuatan quis ini telah selesai, peserta didik dapat login ke quis tersebut dengan kode yang kita bagikan, atau login melalui link yang kita bagi. Quizizz ini sangat menarik karena dapat langsung diakses melalui browser, juga dapat diunduh melalui playstore. Dalam Quizizz ini, guru dapat menentukan waktu pengerjaan ditiap item soal, dapat mengetahui jumlah peserta didik yang sudah login, mengetahui hasil peserta didik, menyimpan, mencetak, serta mengirimkan hasil tugas peserta didik kepada orangtua dalam bentuk file Excel.

Keterampilan Mengajar Guru Kelas

Salah satu kemampuan dasar yang dimiliki oleh guru adalah kemampuan dalam keterampilan mengajar. Kemampuan ini membekali guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar. Keterampilan mengajar adalah untuk mencapai tujuan pengajaran.

Adapun pengertian keterampilan mengajar guru adalah sebagaimana pendapat Amstrong dkk (1992:33) yaitu kemampuan menspesifikasi tujuan performasi, kemampuan mendiagnosa murid, keterampilan memilih strategi penajaran, kemampuan berinteraksi dengan murid, dan keterampilan menilai efektifitas pengajaran.

Mengajar merupakan proses yang kompleks, tidak sekedar menyampaikan informasi dari guru kepada siswa, banyak kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan, terutama bila diinginkan hasil belajar yang lebih baik pada siswa. Menurut Ali (1987:12) mengartikan mengajar adalah : “Segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang dirumuskan”. Sedangkan menurut Nasution (1995:4) memberikan definisi mengajar yang lengkap sebagai berikut: (1) Mengajar adalah menanamkan pengetahuan kepada anak; (2) Mengajar adalah menyampaikan kebudayaan kepada anak; (3) Mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisir atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak sehingga terjadi proses belajar.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian keterampilan mengajar adalah keterampilan yang berkaitan dengan semua aspek kemampuan guru yang berkaitan erat dengan berbagai tugas guru yang berbentuk keterampilan dalam rangka memberi rangsangan dan motivasi kepada siswa untuk melaksanakan aktuvitas oleh guru adalah ketermpilan untuk membimbing, mengarahkan, membangun siswa dalam belajar guna mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan secara terpadu.

HIPOTESIS

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah dengan penggunaan aplikasi berbasis tes dan penugasan online terdapat peningkatan keterampilan mengajar guru kelas dalam pembelajaran daring di SD Negeri Cigedog 03 Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2020/2021.

METODE PENELITIAN

Pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan sekolah tentang “Upaya Meningkatkan Keterampilan Guru Kelas dalam Pembelajaran Daring Melalui Penggunaan Aplikasi Berbasis Tes Dan Penugasan Online di SD Negeri Cigedog 03 Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2020/2021” dikemas dalam bentuk pelatihan dengan metode blended learning. Pelaksanaan pengabdian dilakukan secara tatap muka pada tanggal 03-04 Juli 2020. Sedangkan pelaksanaan tindaklanjut (pendampingan) dilakukan secara online melalui aplikasi whatsapp. Hal ini dilakukan mengingat pelaksanaan kegiatan di masa pandemi.

Metode yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Sekolah ini dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur yang terdiri dari 4 tahap, yaitu merencanakan (planning), melakukan tindakan (acting), mengamati (observing), dan refleksi (reflecting).

Indikator Kinerja

Penelitian tindakan sekolah ini berhasil bila semua guru yang dibina mampu meningkatkan keterampilan mengajar daring dan memenuhi indikator yang telah di tetapkan sebesar 75%.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Temuan dari pengamatan yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah guru kelas di SD Negeri Cigedog 03 mengalami kendala pelaksanaan evaluasi untuk pembelajaran daring.

Kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi guru dalam mengevaluasi pembelajaran daring melalui pemberdayaan aplikasi berbasis Tes dan penugasan online dilaksanakan dengan beberapa tahapan.

Deskripsi Siklus I

Penelitian Tindakan Sekolah ini dilaksanakan di SD Negeri Cigedog 03 Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes, yang pelaksanaannya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Perencanaan

Pada tahap pendahuluan, kepala sekolah melakukan pendekatan dan sosialisasi tentang kegiatan yang akan dilaksanakan kepada guru-guru yang ada di SD Negeri Cigedog 03. Selain itu, kepala sekolah juga mempersiapkan sarana dan prasarana terkait teknis dan non teknis. Persiapan teknis meliputi, fasilitas penunjang TIK, akses internet, tempat dan jadwal pelaksanaan. Persiapan non teknis, meliputi materi pelatihan.

  1. Tindakan

Pemberian treatment (pelatihan) dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 3 Juli 2020 kepada 6 orang guru kelas di SD Negeri Cigeodg 03. Setelah itu dilanjutkan pembimbingan melalui aplikasi whatsapp.

Pelaksanaan pelatihan secara langsung dilakukan dengan pemberian materi terkait evaluasi pembelajaran daring untuk ketiga ranah kompetensi yakni afektif, kognitif, dan psikomotor. Untuk selanjutnya peserta diarahkan untuk membuat rancangan dan mengembangkan evaluasi pembelajaran daring menggunakan aplikasi berbasis Tes dan penugasan online yakni quizizz. Pada tahap ini peserta mempraktekkan langsung bagaimana membuat contoh soal tes dan penugasan untuk selanjutnya dimuat dalam aplikasi quizizz. Selain itu pada kesempatan ini pula peserta mencoba bagaimana pelaksanaan tes dan penugasan online menggunakan aplikasi quizizz.

  1. Pengamatan

Setelah pelaksanaan pelatihan guru diarahkan untuk mengisi form evaluasi yang memuat tentang peningkatan kompetensi guru dalam mengevaluasi pembelajaran daring melalui pemberdayaan aplikasi berbasis tes dan penugasan online.

Tabel 1 Hasil Form Evaluasi Aplikasi Berbasis Tes dan Penugasan Online Siklus I

Tingkat Kebutuhan Kebermanfaatan Manfaat Langsung
3 guru 3 guru 3 guru
50 % 50 % 50 %

Hasil form evaluasi pada siklus I menunjukkan bahwa 50% menyatakan bahwa aplikasi berbasis tes dan penugasan online yang diberdayakan pada Penelitian Tindakan Sekolah ini merupakan aplikasi yang dibutuhkan guru dalam mengevaluasi pembelajaran daring, 50% menyatakan setuju bahwa kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah ini bermanfaat sebagai solusi bagi guru dalam mengoptimalkan pelaksanaan evaluasi pembelajaran daring, dan 50% guru menyatakan kegiatan ini memberikan manfaat langsung dalam meningkatkan kompetensi guru mengevaluasi pembelajaran daring melalui peningkatan pemahaman guru menggunakan aplikasi berbasis tes dan penugasan online. Jawaban evaluasi tersebut dirasakan kebutuhan, manfaat, dan manfaat langsungnya hanya oleh guru kelas tinggi sedangkan untuk guru kelas rendah masih kesulitan dalam hal tingkat kemampuan siswa kelas rendah yang masih belum terbiasa dengan hal yang bersifat online.

  1. Refleksi

Setelah selesai satu siklus maka diadakan refleksi mengenai kelemahan atau kekurangan dari pelaksanaan tindakan pada siklus pertama.

Refleksi dilaksanakan bersama-sama kolaborator untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya.

Dari hasil refleksi dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pelatihan perlu pemantapan terutama bagi guru kelas rendah agar bisa menyesuaikan dengan aplikasi berbasis tes dan penugasan online ini, maka penelitian dilanjutkan pada siklus II.

Deskripsi Siklus II

Pada siklus II ini langkah-langkah penelitian hampir sama dengan siklus I hanya saja kegiatan lebih difokuskan pada guru kelas rendah.

  1. Perencanaan

Pada tahap ini, kepala sekolah melakukan pengarahan dan bimbingan yang difokuskan pada guru kelas rendah yakni guru kelas 1, 2, dan 3 di SD Negeri Cigedog 03. Selain itu juga, kepala sekolah juga mempersiapkan sarana dan prasarana terkait teknis dan non teknis.

  1. Tindakan

Pemberian treatment (pelatihan) dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 4 Juli 2020 kepada 6 orang guru kelas di SD Negeri Cigeodg 03. Setelah itu dilanjutkan pembimbingan melalui aplikasi whatsapp.

Pelaksanaan pelatihan secara langsung dilakukan dengan pemberian materi terkait evaluasi pembelajaran daring untuk ketiga ranah kompetensi yakni afektif, kognitif, dan psikomotor. Untuk selanjutnya peserta diarahkan untuk membuat rancangan dan mengembangkan evaluasi pembelajaran daring menggunakan aplikasi berbasis Tes dan penugasan online yakni quizizz. Pada tahap ini peserta mempraktekkan langsung bagaimana membuat contoh soal tes dan penugasan untuk selanjutnya dimuat dalam aplikasi quizizz. Selain itu pada kesempatan ini pula peserta mencoba bagaimana pelaksanaan tes dan penugasan online menggunakan aplikasi quizizz.

  1. Pengamatan

Setelah pelaksanaan pelatihan guru diarahkan untuk mengisi form evaluasi yang memuat tentang peningkatan kompetensi guru dalam mengevaluasi pembelajaran daring melalui pemberdayaan aplikasi berbasis tes dan penugasan online.

Tabel 2 Hasil Form Evaluasi Aplikasi Berbasis Tes dan Penugasan Online Siklus II

Tingkat Kebutuhan Kebermanfaatan Manfaat Langsung
5 guru 6 guru 6 guru
83,33 % 100 % 100 %

Hasil form evaluasi pada siklus II ini menunjukkan bahwa 83,33% menyatakan bahwa aplikasi berbasis tes dan penugasan online yang diberdayakan pada Penelitian Tindakan Sekolah ini merupakan aplikasi yang dibutuhkan guru dalam mengevaluasi pembelajaran daring, 100% menyatakan setuju bahwa kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah ini bermanfaat sebagai solusi bagi guru dalam mengoptimalkan pelaksanaan evaluasi pembelajaran daring, dan 100% guru menyatakan kegiatan ini memberikan manfaat langsung dalam meningkatkan kompetensi guru mengevaluasi pembelajaran daring melalui peningkatan pemahaman guru menggunakan aplikasi berbasis tes dan penugasan online.

  1. Refleksi

Dari hasil refleksi siklus II ini dapat diambil kesimpulan bahwa upaya untuk meningkatkan keterampilan guru kelas dalam pembelajaran daring melalui penggunaan aplikasi berbasis tes dan penugasan online ini dinyatakan berhasil karena target indikator keberhasilan yakni 75% telah terpenuhi.

Pembahasan dari Setiap Siklus

Pembahasan pada Siklus I

Gambaran evaluasi penggunaan aplikasi berbasis tes dan penugasan online pada siklus I terlihat pada grafik 1 berikut:

Grafik 1 Persentase Evaluasi Siklus I

Dari paparan grafik di atas persentase tingkat kebutuhan, kebermanfaatan, dan manfaat langsung dari aplikasi aplikasi berbasis tes dan penugasan online yang dirasakan guru masih 50% untuk itu penelitian dilanjutkan ke siklus II.

Pembahasan Pada Siklus II

Gambaran evaluasi penggunaan aplikasi berbasis tes dan penugasan online pada siklus II terlihat pada grafik 2 berikut:

Grafik 2 Persentase Evaluasi Siklus II

Dari paparan grafik di atas persentase tingkat kebutuhan aplikasi berbasis tes dan penugasan online sebesar 83,33%, kebermanfaatan 100%, dan manfaat langsung dari aplikasi yang dirasakan guru 100% menjawab sangat bermanfaat untuk itu penelitian dinyatakan berhasil.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil pelaksanaan PKM yang telah dilaksanakan maka bisa disimpulkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kegiatan penelitian tindakan sekolah ini bisa memberikan manfaat langsung kepada para guru dalam meningkatkan kompetensi guru mengevaluasi pembelajaran daring melalui peningkatan pemahaman guru menggunakan menggunakan aplikasi berbasis tes dan penugasan online.
  2. Aplikasi berbasis tes dan penugasan online yang diberdayakan pada penelitian ini merupakan aplikasi yang dibutuhkan guru dalam mengevaluasi pembelajaran daring.
  3. Kegiatan penelitian bermanfaat sebagai solusi bagi guru dalam mengoptimalkan pelaksanaan evaluasi pembelajaran daring.
  4. Kegiatan penelitian ini dapat dijadikan sarana berinovasi dalam usaha mengembangkan kompetensi guru mengevaluasi pembelajaran daring.
  5. Kegiatan penelitian ini dapat meningkatkan kerjasama lanjutan antara kepala sekolah dan para guru.
  6. Kegiatan penelitian ini juga merupakan wahana dalam mengimplementasikan teori, pengetahuan, dan keterampilan secara nyata.

Saran Kepada para peserta hendaknya mengembangkan sendiri evaluasi pembelajaran daring menggunakan beragam aplikasi berbasis tes dan penugasan online sehingga bisa menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dihadapi mitra. Hasil penelitian ini hendaknya juga memberikan saran/ kontribusi/ implikasi terhadap aplikasi dan/atau pengembangan ilmu.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, R. S. 2014. Pembelajaran saintifik untuk kurikulum 2013. Bumi Aksara.

Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.

Dahar, Ratna Wilis. 1988. Teori-Teori Belajar. Jakarta: P2LPTK, Dirjen Dikti Depdikbud.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional.

Nasution, S. 2001. Didaktika Azas-Azas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Rusyan, A. Tabrani. 2001. Pendidikan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Remaja Karya.

Sahertian, Piet dan Sahertia, Ida Alaida. 2001. Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Inservise Education. Jakarta: Rineka Cipta.

Soedjadi. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Jakarta: Diten Dikti Depdiknas. Usman, Moh. Uzer. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Wahyulestari, M.R.D. 2018. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Era Revolusi. 24 Maret . Universitas Muhammadiyah Jakarta. 199-210.

BIODATA

Nama : Wasmo, S.Pd.SD.

NIP : 19720407 199803 1 007

Pangkat/ Gol : Pembina IV/a

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD Negeri Cigedog 03 Kec. Kersana – Brebes

Judul : UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU KELAS DALAM PEMBELAJARAN DARING MELALUI PENGGUNAAN APLIKASI BERBASIS TES DAN PENUGASAN ONLINE DI SD NEGERI CIGEDOG 03 KECAMATAN KERSANA KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2020/2021

By admin

You cannot copy content of this page