Iklan

UPAYA MENINGKATKAN KEPROFESIONALAN GURU MELALUI PENERAPAN PENYUSUNAN PROGRAM PEMBELAJARAN

Erna Puji Rahayu, S.Pd.

Abstrak

Artikel ilmiah ini ditujukan untuk mengetahui tentang (1) Apakah hakikat keprofesionalan guru?; (2) Apakah hakikat program Pembelajaran?; (3) Apa hubungan antara keprofesionalan guru dan program pembelajaran?; dan (4) Bagaimana kondisi guru SMP Negeri 1 Kembaran dalam menerapkan penyusunan program pembelajaran? Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut dibutuhkan data angket yang berhubungan dengan program pembelajaran yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kembaran pada tahun pelajaran 2020/2021 dan kajian pustaka. Dalam penulisan Artikel ilmiah ini penulis menguraikan hakikat keprofesionalan guru dan penyusunan program pembelajaran beserta hubungannya dilanjutkan dengan hasil angket tentang kondisi guru SMP Negeri 1 Kembaran dalam penyusunan program pembelajaran yang menunjukkan bahwa kondisi semua guru SMP Negeri 1 Kembaran sudah menyusun semua butir yang ada pada program pembelajaran..

Kata Kunci: keprofesionalan guru, program pembelajaran

  • Pendahuluan
  • Latar Belakang

Sumber daya manusia yang berkualitas dapat ditentukan oleh salah satunya adalah pendidikan. Pendidikan di Indonesia mengacu pada pasal 1 ayat 1 Undang-Undang nomor 20 tahun 2008 tentang sistem pendidikan nasional dikatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Di dunia pendidikan saat ini sedang diuji dengan keberadaan dan kehadiran wabah pandemi Covid-19 yang telah memunculkan berbagai kepanikan dan kekhawatiran. Terlebih setelah pemerintah secara beruntun menyikapinya dengan berbagai tindakan seperti dengan menetapkan status siaga sampai dengan adanya perpanjangan status darurat bencana hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sejak saat itu diberlakukan segala upaya pencegahan covid-19 berupa pengaturan jarak sosial dan fisik (social & physical distancing) di berbagai lini kehidupan. Kebijakan ini didasari dengan jumlah korban yang semakin hari terus bertambah dan penyebaran virusnya semakin sulit dikendalikan di seluruh penjuru dunia khususnya Indonesia.

Di dunia pendidikan dari pendidikan dasar sampai dengan perguruan tinggi yang biasanya segala aktivitas dilakukan di sekolah ataupun di kampus, pada masa pandemi ini harus dilakukan dari rumah. Guru dan siswa terpaksa harus bekerja dan belajar dari rumah demi pencegahan dan percepatan penurunan wabah covid-19. Kebijakan dan fenomena pandemi yang dampaknya luar biasa dan terjadi begitu cepat telah memaksa dunia pendidikan mengubah pola kerja pelayanan dari konvensional menjadi pelayanan berbasis daring (online).

Kegiatan belajar mengajar harus tetap dilaksanakan walaupun dalam kondisi pandemi ini. Guru harus dapat melayani siswa dalam rangka memperoleh hak pendidikan. Dengan demikian, guru dituntut untuk meningkatkan keprofesionalannya dalam melaksanakan tugas pokoknya sebagai guru. Kondisi pandemi ini bukan sebagai rintangan bagi guru dalam mengajar. Setiap awal pembelajaran tahun pelajaran guru harus dapat merencanakan kegiatan pembelajaran agar dapat berlangsung dengan lancar.

Fenomena seperti di atas, guru harus mampu menyusun program pembelajaran yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Program pembelajaran daring ini pun dilaksanakan oleh SMP Negeri 1 Kembaran agar pembelajaran tetap berlangsung dalam rangka melayani siswa memperoleh pendidikan apa yang menjadi haknya. Kepala sekolah sebagai pimpinan berusaha memfasilitasi tenaga pengajar agar dapat melaksanakan tugas pokoknya sebagai pengajar di masa pandemik ini.

Mengacu pada sederetan pernyataan tersebut, penulis tergerak untuk menulis menulis artikel ilmiah yang berjudul “Upaya Meningkatkan keprofesionalan guru melalui penyusunan program pembelajaran. Artikel ini ditujukan pada kondisi guru di SMP Negeri 1 Kembaran pada Tahun Pelajaran 2020/2021.

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Apa hakikat keprofesionalan Guru?
  2. Apa hakikat Program pembelajaran?
  3. Apa hubungan antara keprofesionalan guru dan program pembelajaran?
  4. Bagaimana kondisi guru SMP Negeri 1 Kembaran dalam menerapkan penyusunan program pembelajaran?
  • Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka dapat ditentukan tujuan penulisan artikel ini sebagai berikut:

  1. mengetahui hakikat keprofesionalan guru.
  2. mengetahui hakikat program pembelajaran
  3. mengetahui hubungan antara keprofesionalan guru dan program pembelajaran.
  4. mengetahui kondisi guru SMP Negeri 1 Kembaran dalam menerapkan penyusunan program pembelajaran.
  • Pembahasan
  • Hakikat Keprofesionalan Guru

Pada hakikatnya Kehadiran dan keberadaan guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah sangatlah ditunggu-tunggu oleh siswa. Hal ini disebabkan karena masih banyak unsur-unsur manusiawi yang tidak dapat diganti oleh unsur yang lain. Guru dianggap sebagai faktor yang sangat dominan dalam pendidikan formal pada umumnya karena bagi siswa guru sering dijadikan tokoh teladan bahkan menjadi tokoh identifikasi diri. (Wijaya dan Rusyan, 1994).

Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan teknologi saat ini guru sangatlah dituntut memiliki kinerja yang mampu memberikan dan merealisasikan harapan dan keinginan semua pihak terutama masyarakat yang telah mempercayai sekolah dan guru dalam membina anak didik. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang baik sangat dipengaruhi oleh kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya sehingga kinerja guru menjadi tuntutan penting untuk mencapai keberhasilan pendidikan. Secara umum mutu pendidikan yang baik akan menjadi barometer dalam keberhasilan kinerja guru dan akan berimbas pula pada tingkat kualitas sekolah.

Guru memiliki tugas melayani masyarakat dalam bidang pendidikan. Tuntutan tugas tersebut memberikan layanan yang optimal dalam bidang pendidikan kepada masyarakat. Secara khusus guru dituntut untuk memberikan layanan profesional kepada siswa agar tujuan pembelajaran tercapai. Zakiyah Darajat mengatakan bahwa guru merupakan pendidik profesional karena guru telah menerima dan memikul beban dari orang tua untuk ikut mendidik anak-anak. Guru ialah tenaga profesional yang membantu orang tua untuk mendidik anak-anak pada jenjang pendidikan sekolah (https://www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-guru-menurut-para-ahli). Dengan demikian, guru yang dikatakan profesional adalah seseorang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal.

Mengacu pada uraian tersebut, guru dituntut untuk meningkatkan keprofesionalannya sehingga dapat menciptakan suatu kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Selanjutnya, hal tersebut akan berimbas pada sasaran akhirnya adalah siswa dapat belajar dan berinteraksi baik dengan guru maupun siswa lain. Agar guru dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik dan dapat meningkatkan mutu pendidikan maka guru harus memiliki kompetensi yang harus dikuasai sebagai suatu jabatan profesional. Depdiknas (1980) menyebutkan adanya kompetensi guru tersebut meliputi :

  1. Menguasai bahan ajar.
  2. Menguasai landasan-landasan kependidikan.
  3. Mampu mengelola program belajar mengajar.
  4. Mampu mengelola kelas.
  5. Mampu menggunakan media/sumber belajar.
  6. Mampu menilaik prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran.
  7. Mengenal fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan.
  8. Mengenal penyelenggaraan administrasi sekolah.
  9. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penulisan pendidikan guna keperluan pengejaran.

Dengan kenyataan tersebut, Profesionalisme guru sebagai ujung tombak di dalam implementasi kurikulum di kelas yang perlu mendapat perhatian (Depdiknas, 2005). Guru mempunyai tanggung jawab untuk mengamati segala sesuatu yang terjadi di dalam kelas sehingga membantu proses perkembangan siswa. Tuntutan memenuhi standar profesionalisme bagi guru sebagai wujud dari keinginan menghasilkan guru-guru yang mampu membina siswanya sesuai dengan tuntutan masyarakat, di samping sebagai tuntutan yang harus dipenuhi guru dalam meraih predikat guru yang profesional sebagai mana yang dijelaskan dalam jurnal Educational Leadership (Supriadi D. 1998) bahwa untuk menjadi profesional seorang guru dituntut untuk memiliki lima hal yaitu:

  1. Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya,
  2. Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarnya kepada siswa,
  3. Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai cara evaluasi,
  4. Guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya, dan
  5. Guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya.

Pernyataan di atas diperkuat pendapat dari Pidarta (1999) bahwa mengembangkan atau membina profesi para guru yang terdiri dari :

  1. Belajar lebih lanjut;
  2. Menghimbau dan ikut mengusahakan sarana dan fasilitas sanggar-sanggar seperti Sanggar Pemantapan Kerja Guru;
  3. Ikut mencarikan jalan agar guru-guru mendapatkan kesempatan lebih besar mengikuti panataran-penataran pendidikan;
  4. Ikut memperluas kesempatan agar guru-guru dapat mengikuti seminar-seminar pendidikan yang sesuai dengan minat dan bidang studi yang dipegang dalam usaha mengembangkan profesinya;
  5. Mengadakan diskusi-diskusi ilmiah secara berkala di sekolah; dan
  6. Mengembangkan cara belajar berkelompok untuk guru-guru sebidang studi
  • Hakikat Penyusunan Program Pembelajaran

Dalam rangka kelancaran kegiatan pembelajaran maka dibutuhkan adanya program pembelajaran. Adapun Program menurut pendapat Muhaiman, dkk (2009: 349) dikatakan bahwa pernyataan yang berisi kesimpulan dari beberapa harapan atau tujuan yang saling bergantung dan saling terkait, untuk mencapai suatu sasaran yang sama. Hal tersebut diperkuat oleh Mudasir (2012: 12) disebutkan bahwa Program sering dikaitkan dengan perencanaan, persiapan, dan desain atau rancangan.

Mengacu kepada kedua pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa program sama dengan rancangan atau desain. Rancangan ini tentunya dilakukan pada awal kita melakukan suatu kegiatan. Demikian pula dengan kegiatan pembelajaran tentunya harus ada program yang dikenal dengan rancangan atau desain. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995: 227) disebutkan bahwa desain berarti kerangka, bentuk atau rancangan. Harjanto mengemukakan bahwa desain ialah berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan (Mardia Hayati, 2012: 11).

Mengacu pada fenomena tersebut maka di dalam proses pembelajaran, secara lebih luas Mudasir (2012: 3) mengatakan bahwa desain/perencanaan dapat diartikan :

  1. Suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
  2. Suatu cara bagaimana cara mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya (maximum) dengan sumber-sumber yang ada supaya lebih efisien dan efektif.
  3. Penentuan tujuan yang akan dicapai atau yang akan dilakukan, bagaimana, kapan waktunya dan oleh siapa.

Hal tersebut diperkuat oleh Sarbini dan Neneng Lipda (2011: 13) mengatakan bahwa perencanaan memegang peranan penting dalam ruang lingkup kegiatan pembelajaran karena menjadi penentu dan sekaligus memberi arah terhadap tujuan yang ingin dicapai. Dengan perencanaan yang matang, suatu pekerjaan tidak akan berantakan. Perencanaan yang matang dan disusun dengan baik akan memberi pengaruh terhadap ketercapaian tujuan.

Alfinurshanty menyebutkan bahwa program  pembelajaran  adalah  rancangan  atau  perencanaan  satu  unit   atau  kesatuan kegiatan yang berkesinambungan  dalam proses pembelajaran,  yang memiliki tujuan, dan melibatkan   sekelompok  orang  (guru  dan  siswa)   untuk  mencapai  tujuan  yang  telah ditetapkan. Yang termasuk pada program pembelajaran adalah program tahunan; program semester; Kalender Pendidikan; dan Silabus dan RPP. (http://alfinurshant.blogspot.com/2015/01/program-pengajaran-dan-klasifikasinya.html) Selanjutnya, disebutkan pula ada sepuluh perangkat pembelajaran yang harus dimiliki oleh guru dalam perencanaan pembelajaran khususnya pembelajaran daring, yaitu:

  1. Silabus
  2. RPP
  3. Program Tahunan
  4. Program Semester
  5. Rincian Minggu Efektif
  6. Rancangan Jurna penilaian Sikap
  7. Rancangan Penilaian Pengetahuan maupun Keterampilan
  8. Bendel Portofolio
  9. Bank Soal
  10. Media

(http://voice-teacher.blogspot.com/2015/06/10-perangkat-pembelajaran-yang-harus.html)

Mengacu pada hal di atas, maka dapat dikatakan secara umum bahwa program pembelajaran yang harus ada pada awal kegiatan pembelajaran adalah program tahunan, program semester, dan silabus dan RPP. Adapun yang lain melengkapi program pembelajaran agar guru dapat melaksanakan tugas pokoknya dengan baik dan profesional.

  • Hubungan Keprofesionalan Guru dengan Penyusunan Program Pembelajaran

Guru merupakan garda terdepan dalam dunia pendidikan. Guru harus dapat menjalankan tugas pokoknya dengan baik dan matang. Adapun tugas pokok guru sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 15 Tahun 2018 meliputi:

  1. merencanakan pembelajaran atau pembimbingan, yang dilakukan melalui kegiatan.
  2. mengkaji kurikulum dan silabus pembelajaran, pembimbingan, dan program kebutuhan khusus pada satuan pendidikan.
  3. manyusun program tahunan dan semester sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.
  4. membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau rencana pelaksanaan pembimbingan sesuai standar proses.
  5. melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan yang dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
  6. menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan.
  7. membimbing dan melatih siswa.
  8. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan Beban Kerja Guru.

Dengan adanya tugas pokok tersebut tentunya sangat berhubungan dengan kegiatan penyusunan program pembelajaran. Setiap guru harus dapat menyusun program pembelajaran. Program pembelajaran ini akan dijadikan pedoman bagi guru untuk dapat menjalankan tugas belajar mengajar dengan terarah dan lancar. Dan hal ini menandakan bahwa sebagai bukti pendukung keprofesionalan guru dalam penyusunan program pembelajaran.

Program pembelajaran disusun pada awal pembelajaran di tiap-tiap tahun pelajaran. Setiap guru harus menguasai penyusunan program pembelajaran. Guru harus mengajarkan kompetensi dasar pada mata pelajaran yang diampu disesuaikan dengan program pembelajaran yang telah disusun. Guru tentunya memiliki tujuan dan arahan yang jelas dengan adanya program pembelajaran. Guru profesional tentu menjalankan tugas dalam proses dan hasil sesuai dengan program pembelajaran yang telah disusun. Demikian pula dengan kondisi pandemi covid-19 ini, guru harus dapat menyesuaikan tugasnya dengan keberadaan kurikulum darurat

Tahun pelajaran 2020/2021 yang masih dalam masa pandemi covid-19 dan pembelajaran tentunya dilaksanakan secara darurat karena guru mengajar dan siswa belajar dari rumah. Oleh karena itu, Sekolah memerlukan pedoman dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yaitu Kurikulum Darurat yang merupakan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada masa darurat dengan memperhatikan rambu-rambu ketentuan yang berlaku serta kondisi keterbatasan masing-masing satuan pendidikan di masa darurat. Masa darurat ini tidak hanya pada masa darurat wabah Corona Virus Disease (Covid-19), tetapi berlaku pula pada masa darurat karena terjadi bencana alam, huru-hara dan sebagainya. Hal tersebut mengacu kepada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19)

  • Kondisi Guru SMP Negeri 1 Kembaran dan menerapkan penyusunan Program Pembelajaran

SMP Negeri 1 Kembaran sebagai salah satu satuan pendidikan di tingkat pendidikan dasar di lingkungan Kabupaten Banyumas tentunya harus selalu berupaya melaksanakan kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran terutama pada masa pandemi covid-19 sekolah harus selalu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Seiring dengan hal tersebut guru dituntut untuk tetap melaksanakan tugas mengajarnya.

Sekolah harus dapat meningkatkan keprofesionalan guru SMP Negeri 1 Kembaran untuk dapat melayani siswanya memperoleh hak belajarnya. Apalagi dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 719/P/2020 disebutkan bahwa Pembelajaran dalam Kondisi Khusus dilaksanakan secara kontekstual dan bermakna dengan menggunakan berbagai strategi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Satuan Pendidikan dan daerah serta memenuhi prinsip pembelajaran.

Mengacu pada situasi tersebut, pada awal tahun Pelajaran 2020/2021, guru dituntut untuk selalu menyusun program pembelajaran sesuai dengen kondisi pandemi covid-19 dengan kurikulum darurat dengan tetap berpedoman pada kurikulum 2013. Hal tersebut diharapkan guru dapat menjalankan tugas mengajarnya. Berkaitan dengan program pembelajaran ini, penulis berupaya mengetahui tingkat kesiapan guru dalam menerapkan penyusunan program pembelajaran. Penulis membuat angket/kuiseoner yang berkaitan dengan ruang lingkup program pembelajaran seperti yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.

Kondisi Guru SMP Negeri 1 Kembaran berkaitan dengan penyusunan program pembelajaran pada awal Tahun Pelajaran 2020/2021 dapat dijelaskan secara rinci sebagai berikut:

  • Silabus

Silabus yaitu program pembelajaran yang dirumuskan oleh setiap satuan pendidikanSilabus yang disusun oleh guru disesuaikan dengan KI dan KD pada kondisi khusus yang salah satunya pandemi covid-19. Sejumlah 36 guru SMP Negeri 1 Kembaran menyusun silabus sebagai dasar melaksanakan tugas dalam mengajar.

  • RPP

RPP merupakan program yang lebih spesifik sebagai pedoman operasional pembelajaran untuk setiap pertemuan pembelajaran. RPP yang dibuat oleh guru di SMP Negeri 1 Kembaran mengacu pada penyederhanaan RPP yang sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 tahun 2019. Adapun tiga komponen inti yang harus ada pada RPP tersebut meliputi tujuan pembelajaran, langkah-langkah, dan asesmen. Sedangkan yang lain sebagai komponen tambahan. Sejumlah 36 guru SMP Negeri 1 Kembaran membuat RPP yang sebelumnya dianalisis terlebih dahulu oleh Kepala Sekolah melalui standar proses.

  • Program Tahunan

Program tahunan merupakan rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan (KI dan KD) yang telah ditetapkan. Sejumlah 36 guru membuat program Tahunan yang formatnya sudah dibuatkan terlebih dahulu oleh standar isi sehingga guru mudah untuk dapat menyusun program pembelajaran tersebut.

  • Program Semester

Program semester merupakan program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Sejumlah 36 guru membuat program semester yang formatnya sudah dibuatkan oleh standar isi sehingga guru mudah untuk dapat menyusun program pembelajaran tersebut.

  • Rincian Minggu Efektif

Rincian Minggu efektif meliputi jumlah minggu dalam kegiatan pembelajaran tiap semester sesuai dengan ketentuan kalender pendidikan. Minggu efektif untuk tiap semester selalu berubah-ubah sesuai kalender tahun berjalan. Standar isi sebelumnya membuat rincian minggu efektif yang sudah disesuaikan dengan kegiatan hari efektif dan hari tidak efektif yang mengacu pada kondisi di SMP Negeri 1 Kembaran. Sejumlah 36 guru telah menyusun rincian minggu efektif sebagai salah satu program pembelajaran yang harus dipenuhi.

  • Rancangan Jurnal Penilaian Sikap.

Penilaian sikap merupakan kegiatan untuk mengetahui kecenderungan perilaku spiritual dan sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pada saat ini sedang adanya pandemi maka guru membuat rancangan penilaian sikap yang dilakukan di rumah sebagai wujud pembelajaran mereka. Sejumlah 36 guru SMP Negeri 1 Kembaran membuat rancangan jurnal penilaian sikap sebagai berikut:

  • Rancangan Penilaian Sikap Spiritual yang disusun guru SMP Negeri 1 Kembaran dalam program pembelajaran dapat dilihat pada tabelberikut ini.
No. Butir Penilaian Sikap Spiritual Jumlah Guru
1 Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu 36
2 Beribadah tepat waktu 29
3 Memberi salam 32
4 Bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa 31
5 Berserah diri 20
6 Menghormati orang lain yang menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya. 14
7 memelihara hubungan baik dengan sesama 22
8 Menjaga lingkungan hidup di sekitar rumah, sekolah, dan masyarakat 21
  • Rancangan Penlaian Sikap Sosial yang disusun guru SMP Negeri 1 Kembaran dalam program pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini.
No. Butir Penilaian Sikap Sosial Jumlah Guru
1 jujur 35
2 disiplin 35
3 tnggung jawab 34
4 toleransi 24
5 gotong royong 21
6 santun 25
7 percaya diri 25
  • Rancangan teknik penilaian sikap

Rancangan teknik penilaian sikap yang disusun oleh guru SMP Negeri 1 Kembaran dalam program pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini.

No. Teknik Penilaian Sikap Jumlah Guru
1 observasi 19
2 penilaian diri 31
3 penilaian antar teman 26
4 jurnal 10
  1. Rancangan Penilaian Pengetahuan maupun Keterampilan
  2. Rancangan Penilaian Pengetahuan

Rancangan Penilaian Pengetahuan yang disusun oleh guru SMP Negeri 1 Kembaran dalam program pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini.

No. Butir Penilaian Pengetahuan Jumlah Guru
1 Tes tertulis, tes lisan, dan penugasan 5
2 Tes tertulis dan penugasan 27
3 Tes tertulis dan tes lisan 1
4 penugasan saja 1
5 tes tertulis 1
6 tidak menmbuat rancangan penilaian pengetahuan 1
  • Rancangan Penilaian Keterampilan

Rancangan Penilaian Keterampilan yang disusun oleh guru SMP Negeri 1 Kembaran dalam program pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini.

No. Butir Penilaian Keterampilan Jumlah Guru
1 tes produk, tes proyek, dan tes praktik 4
2 tes proyek dan tes produk 3
3 tes produk saja 9
4 tes praktik saja 10
5 tes proyek saja 2
6 tes praktik dan tes produk 3
7 tes praktik dan tes tes proyek 3
8 tidak menyusun karena mengajar BK 2
  • Bendel Portofolio

Dalam pembelajaran daring tugas-tugas siswa pada semua mata pelajaran terkumpul pada beberapa media seperti website dan whatshaap. Hal tersebut sudah dirancang sejak awal oleh guru dalam rangka melaksanakan penilaian berupa penugasan. Adapun portofolio hasil tes dirancang oleh guru melalui pengambilan penilaian dari hasil respon dari soal yang dibuat melalui google formulir. Hal tersebut dilaksanakan oleh guru SMP Negeri 1 Kembaran.

  • Bank Soal

Tommy MbenuNulangi mengatakan bahwa bank soal dibuat untuk menampung butir soal yang telah disusun oleh guru-guru. Namun soal yang disusun itu, harus dikalibrasi (diuji) terlebih dahulu. Sebagai persyaratannya, soal yang dibuat agar dapat masuk di bank soal, maka soal itu harus dilakukan uji coba untuk mengetahui karakteristik butirnya. Apabila karakteristik soalnya baik, maka soal itu layak dimasukan dalam bank soal. Djemari Mardapi (2012) Karakteristik soal yang baik apabila memiliki tingkat kesukaran yang sedang dengan indeknya 0,30 sampai 0,70, daya beda dengan indeks minimal 0,3, dan keberfungsian distractor atau pengecoh jika paling sedikit pilihan jawaban dipilih oleh 5 persen pesertates (https://pepa2015blog.wordpress.com/2017/01/29/70/) .

Guru SMP Negeri 1 Kembaran membuat bank soal baik soal yang berupa penilaian harian, penilaian tengah semester, dan penilaian akhir semester maupun penilaian akhir tahun. Sejumlah guru yang mengajar di SMP Negeri 1 Kembaran membuat rancangan soal dimulai dengan kisi-kisi, naskah soal, kunci jawaban, kemudian hasilnya dibuat analisis butir soal sehingga diketahui kelayakan atau kevaliditasan soal yang dibuatnya.

  • Media

Rancangan media yang akan digunakan oleh guru baik dalam pembuatan materi materi maupun penyajiannya sudah disusun terlebih dahulu dalam program pembelajaran sehingga pelaksanaan kegiatan pembelajaran diharapkan dapat lancar dan tidak mengalami suatu kendala. Adapun media tersebut dapat dilihat pada uraian berikut ini.

  • Rancangan Media pembuatan materi

Rancangan media pembuatan materi dalam kegiatan pembelajaran yang disusun guru SMP Negeri 1 Kembaran di program pembelajaran dapat dilihat dari tabel berikut ini.

No. Butir Media Pembuatan Materi Jumlah Guru
1 Power point (PPt) 33
2 Microsoft Word 29
3 Microsoft Exeel 13
4 Video 24
  • Rancangan Media Penyajian Materi

Rancangan media penyajian materi dalam kegiatan pembeajaran yang disusun oleh guru di program pembelajaran dapat dilihat dari tabel berikut ini.

No. Butir Media Penyajian Materi Jumlah Guru
1 Website 35
2 Google Classroom 16
3 Whatshaap 25
4 Quizziz 10
5 Jitsi Meet 3
6 Google meet 1
  • Penutup
  • Simpulan

Berdasarkan pembahasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Guru harus meningkatkan keprofesionalannya dalam menjalankan tugas pokok guru sehingga dapat memenuhi harapan pemerintah dan masyarakat di dunia pendidikan.
  2. Program pembelajaran sangat penting bagi guru dalam melaksanakan tugas pokok mengajar sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
  3. Penerapan penyusunan program pembelajaran memiliki hubungan yang erat dengan keprofesionalan guru.
  4. Pada awal tahun pelajaran 2020/2021 guru SMP Negeri 1 Kembaran menyusun program pembelajaran sebagai perwujudan dalam menjalankan tugas pokoknya melayani siswa pada kegiatan pembelajaran.
  • Saran

Penulis berharap pembelajaran pada tahun pelajaran yang akan datang baik kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan secara online maupun offline, secara daring maupun luring selalu mengedepankan penerapan penyusunan program pembelajaran sebagai upaya memberikan pelayanan pendidikan kepada siswa sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Daftar Pustaka

Depdiknas. 2005. Materi Pelatihan Terintegrasi Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Depdiknas.

Dosen Pendidikan 2. Pengertian Guru Menurut para ahli. https://www.dosenpendidikan.co.id/ pengertian-guru-menurut-para-ahli. diakses pada 17 Maret 2021.

Hayati, Mardia. 2012. Desain Pembelajaran Berbasis Karakter. Pekanbaru: Al- Mujtahadah Press.

MbenuNulangi22, Tommy. 2017. Bank Soal bukan Sekadar Kumpulan Soal https://pepa2015blog.wordpress.com/2017/01/29/70/ diakses 17 Maret 2021.

Mudasir. 2012. Desain Pembelajaran. Indragiri Hulu : STAI Nurul Falah.

Muhaimin, dkk. 2009. Manajemen Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus

Pidarta, 1999. Pemikiran tentang Supervisi Pendidikan. Jakarta: PT. Bina Aksara.

Supriadi, 1998. Mengangkat Citra dan Martabat Guru, Yogyakarta: Adi Cita Karya Nusa.

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa darurat Penyebaran Corona Virus Deseise (Covid-19).

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Wijaya, C. Dan Rusyan A.T, 1994. Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nama : Erna Puji Rahayu, S. Pd.

NIP : 19650708 198903 2 015

Pangkat/Golongan : Pembina/IVa

Unit Kerja : SMP Negeri 1 Kembaran

You cannot copy content of this page