Iklan

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BAGI GURU SD NEGERI 3 PANUSUPAN SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Oleh : Linarto, S.Pd.SD.

ABSTRAK

Hasil supervisi rutin yang dilakukan oleh peneliti sebagai kepala sekolah menemukan adanya permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran oleh guru. Dalam hal ini, mayoritas guru di SD Negeri 3 Panusupan belum menunjukan kemampuan penggunaan media pembelajaran secara optimal. Para guru umumnya mengalami kesulitan untuk memenuhi seluruh kriteria penggunaan media pembelajaran yang ideal. Tujuan penelitian secara khusus adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran melalui supervisi akademik oleh Kepala sekolah; mengetahui persentase kemampuan penggunaan media pembelajarann oleh guru; dan mengetahui tindakan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2020/2021 di SD Negeri 3 Panusupan dengan subjek penelitian adalah guru. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan. Penelitian tindakan ini dilakukan sebanyak dua siklus dan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/ evaluasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 3 Panusupan dalam menggunakan media pembelajaran. Kondisi awal menunjukkan nilai rata-rata kemampuan penggunaan media pembelajaran oleh guru sebesar 26,6 (48,36%). Pada akhir siklus I, nilainya meningkat menjadi 38,2 (69,45%) dan pada akhir siklus II meningkat lagi menjadi 49,9 (90,72%). Pelaksanaan supervisi klinis dari kondisi awal belum dilaksanakan atau (0), meningkat menjadi 20,5 (68,33%) pada akhir siklus I, dan pada akhir siklus II meningkat lagi menjadi 28 (93,33%). Hasil akhir pada siklus II melampaui indikator dalam penelitian tindakan ini, yaitu: 1) Nilai atau skor rata-rata kemampuan penggunaan media pembelaajaran adalah 49,9 yang lebih besar dari indikator sebesar 46, dan 2) Nilai rata-rata tindakan supervisi akademik yang dilakukan peneliti adalah 28 lebih besar dari indikator sebesar 23. Berdasarkan hasil tersebut, maka hipotesis tindakan yang menyatakan: “Supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan penggunaan media pembelajaran bagi guru SD Negeri 3 Panusupan semester II tahun pelajaran 2020/2021”, terbukti benar.

Kata kunci: media pembelajaran, supervisi akademik

PENDAHULUAN

Pendidikan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari, karena apa yang dipelajari di dalam dunia pendidikan sesuai dengan kehidupan nyata yang dialami oleh peserta didik. Setiap peserta didik menempuh pendidikan sebagai bekal kehidupan, baik bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa maupun negara. Seiring zaman yang semakin modern, pendidikan hendaknya dipersiapkan untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan tentang moral, kreatif dan cerdas terhadap peserta didik, guna mempersiapkan diri menghadapi tuntutan zaman. Hal tersebut tidak lepas dari kualitas pendidikan itu sendiri.

Tujuan pendidikan sebagaimana yang tersirat di dalam UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangsa yang cerdas tentunya bukan hanya bangsa yang dapat bekerja. Tetapi bangsa yang juga dapat mencapai pendidikan berkualitas, yaitu pendidikan yang mampu meningkatkan mutu individu maupun masyarakat secara keseluruhan.

Dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangssa yang beradab dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha Esa, berahlak mulia, sehat, cakap, kreatif, serta menjadi warga yang demokratis dan bertanggung jawab.

Pendidikan yang baik tidak bisa terlepas dari peran guru. Dalam hal ini, bagaimana peran guru dalam mengemas proes pembelajaran yang baik. Pembelajaran harus menarik dan mampu membuat siswa antusias menarik. Guru harus kreatif dan inovatif. Pembelajaran tidak menggunakan model pembelajaran konvensional yang membuat siswa kurang antusias dalam memngikuti pembelajaran.

Salah satu yang dapat dilakukan untuk membuat pembelajaran di kelas menjadi menarik adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Seperti yang disampaikan oleh Azhar Arsyad (2011: 2-3) media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya.

Mengingat pentingnya penggunaan media dalam proses pembelajaran, maka dalam memilih media harus sesuai dengan kriteria yang tepat. Deni Hardianto (2005: 101) berpendapat bahwa media memiliki peranan yang besar dan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan. Untuk itu guru harus memperhatikan betul tentang media yang akan digunakan dalam pembelajaran.

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di SD Negeri 3 Panusupan, didapati bahwa penggunaan media pembelajaran oleh guru masih rendah. Rata-rata guru dalam memberikan pembelajaran di kelas memakai model pembelajaran konvensional, hanya dengan ceramah. Padahal dengan penggunaan media pembelajaran akan membantu siswa dalam memahami materi yang dipelajari.

Rendahnya penggunaan media pembelajaran oleh guru SD Negeri 3 Panusupan memotivasi peneliti selaku kepala sekolah untuk melakukan suatu tindakan guna meningkatkan penggunaan media pembelajaran oleh guru. Dalam kaitan ini salah satu faktor penting yang berpengaruh dalam meningkatkan penggunaan media pembelajaran oleh guru yaitu dengan supervisi yang diberikan oleh kepala sekolah. Peneliti menyadari bahwa dalam rangkaian meningkatkan penggunaan media pembelajaran oleh guru sangat membutuhkan pembimbingan dari kepala sekolah. Adanya bimbingan dan pembinaan secara intensif sangat penting demi peningkatan kemampuan guru secara menyeluruh, khususnya dalam meningkatkan penggunaan media pembelajaran.

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan Umum

Tujuan penelitian secara umum adalah meningkatkan mutu pendidikan di SD Negeri 3 Panusupan, serta meningkatkan kompetensi penelitian dan pengembangan bagi peneliti.

Tujuan Khusus

Tujuan penelitian secara khusus adalah:

  1. mengetahui peningkatan penggunaan media pembelajaran oleh guru melalui supervisi akademik oleh Kepala sekolah;
  2. mengetahui persentase guru yang menunjukan peningkatan penggunaan media pembelajaran;
  3. mengetahui tindakan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah.

KAJIAN TEORI

Pembelajaran merupakan proses yang dilaksanakan oleh guru di kelas dengan melibatkan sumber daya belajar. Sumber daya belajar meliputi guru, materi ajar, metode, media lingkungan, dan sarana prasarana lain yang mendukung dan menunjang bagaimana siswa mencapai/meraih tujuan belajar dalam proses pembelajaran. Pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses interaksi antara guru dan siswa, baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun tidak langsung, yaitu dengan menggunakan berbagai media pembalajaran. Didasari oleh adanya perbedaan interaksi tersebut, maka kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai pola pembelajaran (Rusman, 2012: 134).

Lebih lanjut, Sanjaya (2012: 26) mendefinisikan pembelajaran sebagai poses kerjasama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber daya yang ada baik potensi yang bersumber dari dalam diri siswa itu sendiri seperti minat, bakat, dan kemampuan dasar yang dimiliki termasuk gaya belajar maupun potensi yang ada di luar diri siswa seperti lingkungan, sarana dan sumber belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajar tertentu.

Salah satu sarana dan sumber belajar yang dapat digunakan oleh guru adalah dengan media pembelajaran. Menurut Azhar Arsyad (2011: 2-3) media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya. Senada dengan hal tersebut, Dina Indriana (2011: 16) mengungkapkan bahwa media pengajaran adalah semua bahan dan alat fisik yang mungkin digunakan untuk mengimplementasikan pengajaran dan memfasilitasi prestasi siswa terhadap sasaran atau tujuan pengajaran.

Kemp & Dayton (Azhar Arsyad, 2011: 37) mengelompokkan media pembelajaran ke dalam delapan jenis, yaitu (1) media cetak, (2) media pajang, (3) overhead tranparacies, (4) rekaman audiotape, (5) seri slide dan filmstrips, (6) penyajian multi-image, (7) rekaman video dan film hidup, dan (8) komputer. Sementara itu, Dina Indriana (2011: 55-56) menganalisis media melalui bentuk dan cara penyajiannya yaitu (1) media grafis, bahan cetak, dan gambar diam, (2) media proyeksi diam, (3) media audio, (4) media gambar hidup/ film, (5) media televisi, dan (6) multimedia.

Banyak manfaat dan kegunaan media pembelajaran. Abu Bakar Muhammad (Deni Hardianto, 2005: 103) berpendapat bahwa kegunaan alat/ media antara lain adalah : 1) mampu mengatasi kesulitan-kesulitan dan memperjelas materi pelajaran yang sulit, 2) mampu mempermudah pemahaman dan menjadikan pelajaran lebih hidup dan menarik, 3) merangsang anak untuk bekerja dan menggerakkan naluri menelaah (belajar) dan menimbulkan kemauan keras untuk mempelajari sesuatu, 4) membantu pembentukan kebiasaan, melahirkan pendapat, memperhatikan, dan memikirkan suatu pelajaran, serta 5) menimbulkan kekuatan perhatian mempertajam indera, melatihnya, dan memperluas perasaan dan kecepatan dalam belajar.

Salah satu cara yag dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran adalah dengan supervisi akademik. Menurut Kemendiknas (2010), supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. Supervisi akademik merupakan kegiatan pembinaan dengan memberi bantuan teknis kepada guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Supervisi akademik sebaiknya dilakukan dengan pendekatan supervisi klinis yang dilaksanakan secara berkesinambungan melalui tahapan pra-observasi, observasi pembelajaran, dan pasca observasi.

Tujuan supervisi menurut Supardi (2013: 81) yaitu (1) membantu guru untuk memahami dengan jelas tujuan pendidikan yang hendak dicapai, (2) membantu guru dalam mempersiapkan bahan pembelajaran yang akan disajikan kepada peserta didik dengan memberikan berbagai sumber pelajaran, (3) membantu guru dalam menggunakan sumber-sumber pengalaman pembelajaran, (4) membantu guru dalam menilai hasil belajar peserta didik, (4) memperbesar semangat guru untuk meningkatkan mutu kerjanya.

Sementara itu Gwyn (t.t) dalam Supardi (2013: 111) merumuskan 10 tugas utama supervisor yaitu (1) membantu guru mengerti dan memahami siswa. (2) membantu mengembangkan dan memperbaiki, baik secara individual maupun secara bersama-sama. (3) membantu seluruh staf sekolah agar lebih efektif dalam melaksanakan proses belajar-mengajar. (4) membantu guru meningkatkan cara mengajar yang efektif. (5) membantu guru secara individual. (6) membantu guru agar dapat menilai siswa lebih baik. (7) membantu guru agar dapat menilai diri dan pekerjaannya. (8) membantu guru agar merasa bergairah dalam pekerjaannya dengan penuh rasa aman. (9) membantu guru dalam melaksanakan kurikulum di sekolah. (10) membantu guru agar dapat memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat tentang kemajuan sekolahnya.

HIPOTESIS TINDAKAN

Supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan penggunaan media pembelajaran bagi guru SD Negeri 3 Panusupan semester II tahun pelajaran 2020/2021.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah. Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2020/2021 di SD Negeri 3 Panusupan dengan subjek penelitian adalah guru. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan penggunaan media pembelajaran dan tindakan supervisi akademik. Penelitian tindakan ini dilakukan sebanyak dua siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/evaluasi, dan refleksi.

HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Tabel 1. Kondisi Awal Kemampuan Guru SD Negeri 3 Panusupan dalam Menggunakan Media Pembelajaran Sebelum Tindakan

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata-rata
A B C D E F G H I
1. Kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran 2 3 2 2 3 2 2 2 3 18 2
2. Media pembelajaran mendukung isi bahan pelajaran 3 2 2 3 2 3 2 2 3 22 2,4
3. Keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran 2 3 3 2 3 2 3 2 2 22 2,4
4. Tersedianya waktu untuk menggunakan media 3 3 2 2 2 3 2 2 2 21 2,3
5. Media pembelajaran sesuai dengan taraf berfikir siswa 2 2 3 2 3 3 2 3 3 23 2,6
6. Media pembelajaran yang digunakan menarik 3 3 2 3 2 2 3 2 2 22 2,4
7. Media pembelajaran yang digunakan bervariasi 2 2 3 3 2 3 3 3 3 24 2,7
8. Media pembelajaran yang digunakan tahan lama 2 2 3 2 2 2 3 2 3 21 2,3
9. Media pembelajaran yang digunakan fleksibel 3 2 3 2 3 2 2 2 2 21 2,3
10. Media pembelajaran dibuat oleh guru 2 3 3 2 3 2 3 2 3 23 2,6
11. Media pembelajaran memecahkan masalah dalam pembelajaran 2 3 2 2 3 3 2 3 3 23 2,6
Jumlah 26 28 28 25 28 27 27 25 29 240 26,6

Ket.: Amat baik (skor 47 s.d 55), Baik (skor 38 s.d 46), Cukup (skor 29 s.d 37), Kurang (skor s.d 20 s.d 28), Sangat kurang (skor 11 s.d 19).

Data pada Tabel 1 menunjukkan rendahnya kemampuan guru SD Negeri 3 Panusupan dalam menggunakan media pembelajaran. Nilai rata-rata hanya 26,6 (48,36%) yang termasuk dalam kategori kurang.

Deskripsi Hasil Siklus I

Tabel 2. Hasil Penilaian Peneliti tentang Kemampuan Guru SD Negeri 3 Panusupan dalam Menggunakan Media Pembelajaran pada Siklus I

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata-rata
A B C D E F G H I
1. Kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran 3 4 4 3 4 3 3 3 4 31 3,4
2. Media pembelajaran mendukung isi bahan pelajaran 3 3 3 4 3 3 3 4 3 29 3,2
3. Keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran 3 3 4 3 4 3 4 4 3 31 3,4
4. Tersedianya waktu untuk menggunakan media 4 4 4 4 3 3 4 3 3 32 3,6
5. Media pembelajaran sesuai dengan taraf berfikir siswa 3 3 3 3 3 4 3 4 3 29 3,2
6. Media pembelajaran yang digunakan menarik 3 4 3 3 4 3 4 3 4 31 3,4
7. Media pembelajaran yang digunakan bervariasi 3 3 4 4 4 4 3 3 3 31 3,4
8. Media pembelajaran yang digunakan tahan lama 4 4 3 3 4 3 3 4 4 32 3,6
9. Media pembelajaran yang digunakan fleksibel 3 4 4 3 3 4 3 4 3 31 3,4
10. Media pembelajaran dibuat oleh guru 3 3 4 3 3 3 3 3 4 29 3,2
11. Media pembelajaran memecahkan masalah dalam pembelajaran 3 3 3 4 3 3 4 3 3 29 3,2
Jumlah 35 38 39 37 38 36 37 38 37 335 37

Tabel 3. Hasil Penilaian Kolaborator tentang Kemampuan Guru SD Negeri 3 Panusupan dalam Menggunakan Media Pembelajaran pada Siklus I

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata-rata
A B C D E F G H I
1. Kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran 4 4 4 4 3 3 3 4 3 32 3,6
2. Media pembelajaran mendukung isi bahan pelajaran 3 4 4 4 3 4 3 4 4 33 3,7
3. Keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran 3 4 4 3 4 3 4 4 3 32 3,6
4. Tersedianya waktu untuk menggunakan media 4 4 4 4 3 3 4 3 3 32 3,6
5. Media pembelajaran sesuai dengan taraf berfikir siswa 4 4 4 4 3 4 3 4 4 34 3,8
6. Media pembelajaran yang digunakan menarik 4 4 4 3 4 3 4 3 4 32 3,6
7. Media pembelajaran yang digunakan bervariasi 3 3 4 4 4 4 3 3 3 31 3,4
8. Media pembelajaran yang digunakan tahan lama 4 4 3 3 4 3 3 4 4 32 3,6
9. Media pembelajaran yang digunakan fleksibel 3 4 4 4 3 4 4 4 3 33 3,7
10. Media pembelajaran dibuat oleh guru 4 3 4 3 3 3 4 3 4 31 3,4
11. Media pembelajaran memecahkan masalah dalam pembelajaran 4 3 4 4 3 3 3 4 3 31 3,4
Jumlah 40 41 43 40 37 37 38 40 38 353 39,4

Berdasarkan data tersebut di atas, diketahui bahwa nilai rata-rata kemampuan guru SD Negeri 3 Panusupan dalam menggunakan media pembelajaran pada siklus I adalah sebesar 38,2 (69,45%) yang termasuk dalam kategori baik.

Tabel 4. Hasil Penilaian Terhadap Tindakan Supervisi Akademik yang Dilakukan Oleh Peneliti pada Siklus I Penelitian

No. Pengamat Skor Rata-rata Kategori
1. Kolaborator 20 20,5 Cukup Baik
2. Salah seorang subjek penelitian 21

Tabel 5. Rata-rata Data Awal dan Siklus I Penelitian

No. Data Penelitian Data Awal Siklus I Kenaikan % Kenaikan
1. Kemampuan menggunakan media pembelajaran 26,6 38,2 11,6 21,09
2. Tindakan supervisi akademik 0 20,5 20,5 68,33

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa kemampuan penggunaan media pembelajaran mencapai kenaikan skor 11,6 poin atau 21,09% dan pelaksanaan supervisi akademik mencapai skor 20,5 atau 68,33%. Berdasarkan hasil siklus I tersebut, maka penelitian tindakan belum berhasil dan berlanjut ke Siklus II. Supervisi akademik akan dilakukan lagi pada Siklus II dengan harapan kemampuan penggunaan media pembelajaran juga akan meningkat.

3. Deskripsi Hasil Siklus II

Tabel 6. Hasil Penilaian Peneliti tentang Kemampuan Guru SD Negeri 3 Panusupan dalam Menggunakan Media Pembelajaran pada Siklus II

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata-rata
A B C D E F G H I
1. Kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran 5 4 5 4 4 5 5 5 4 41 4,6
2. Media pembelajaran mendukung isi bahan pelajaran 4 5 5 4 5 5 5 5 4 42 4,7
3. Keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran 4 4 4 5 5 4 5 4 5 40 4,4
4. Tersedianya waktu untuk menggunakan media 4 5 5 5 4 4 4 5 5 41 4,6
5. Media pembelajaran sesuai dengan taraf berfikir siswa 4 5 4 4 5 4 5 4 4 39 4,3
6. Media pembelajaran yang digunakan menarik 5 4 4 5 5 4 4 5 4 40 4,4
7. Media pembelajaran yang digunakan bervariasi 5 5 5 4 5 4 4 4 5 41 4,6
8. Media pembelajaran yang digunakan tahan lama 4 4 5 5 4 5 5 4 4 40 4,4
9. Media pembelajaran yang digunakan fleksibel 4 4 4 5 5 4 5 5 5 41 4,6
10. Media pembelajaran dibuat oleh guru 4 4 4 4 5 5 5 5 4 40 4,4
11. Media pembelajaran memecahkan masalah dalam pembelajaran 5 4 5 5 4 5 4 4 5 41 4,6
Jumlah 48 48 50 50 51 49 51 50 49 446 49,6

Tabel 7. Hasil Penilaian Kolaborator tentang Kemampuan Guru SD Negeri 3 Panusupan dalam Menggunakan Media Pembelajaran pada Siklus II

No. Indikator Kode Guru & Skor Penilaian Jml Rata-rata
A B C D E F G H I
1. Kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran 5 4 5 4 5 5 5 5 4 42 4,7
2. Media pembelajaran mendukung isi bahan pelajaran 4 5 5 4 5 4 5 5 4 41 4,6
3. Keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran 4 4 4 5 5 5 5 4 5 41 4,6
4. Tersedianya waktu untuk menggunakan media 4 5 5 5 4 5 4 5 5 42 4,7
5. Media pembelajaran sesuai dengan taraf berfikir siswa 4 5 4 4 5 4 5 5 4 40 4,4
6. Media pembelajaran yang digunakan menarik 5 5 4 5 5 4 4 5 4 41 4,6
7. Media pembelajaran yang digunakan bervariasi 5 5 5 4 5 4 4 4 5 41 4,6
8. Media pembelajaran yang digunakan tahan lama 4 4 5 5 4 5 5 4 4 40 4,4
9. Media pembelajaran yang digunakan fleksibel 4 4 4 5 5 4 5 5 5 41 4,6
10. Media pembelajaran dibuat oleh guru 4 4 4 4 5 5 5 5 4 40 4,4
11. Media pembelajaran memecahkan masalah dalam pembelajaran 5 4 5 5 4 5 4 4 5 41 4,6
Jumlah 48 49 50 50 52 50 51 51 49 450 50,2

Dari data pada Tabel 6 dan 7, diketahui bahwa nilai rata-rata kemampuan guru SD Negeri 3 Panusupan dalam menggunakan media pembelajaran adalah sebesar 49,9 (90,72%) yang termasuk dalam kategori amat baik.

Tabel 8. Hasil Penilaian Terhadap Tindakan Supervisi Akademik yang Dilakukan Oleh Peneliti pada Siklus II Penelitian

No. Pengamat Skor Rata-rata Kategori
1. Kolaborator 28 28 Baik sekali
2. Salah seorang subjek penelitian 28

Tabel 9. Rata-rata Data Siklus I dan Siklus II Penelitian

No. Data Penelitian Siklus I Siklus II Kenaikan % Kenaikan
1. Kemampuan menggunakan media pembelajaran 38,2 49,9 11,7 21,27
2. Tindakan supervisi akademik 20,5 28 7,5 25

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa kemampuan guru SD Negeri 3 Panusupan dalam menggunakan media pembelajaran dari siklus I ke siklus II mencapai kenaikan skor sebesar 11,7 atau 21,27% dan skor pelaksanaan supervisi akademik meningkat sebesar 7,5 atau 25%. Pada proses penggunaan media pembelajaran sebagian besar indikator sudah nampak maksimal. Pelaksanaan supervisi akademik oleh peneliti secara umum sudah berjalan secara maksimal.

4. Pembahasan/Diskusi

Berdasarkan hasil tindakan pada siklus I dan II penelitian dapat diketahui bahwa kemampuan guru SD Negeri 3 Panusupan dalam menggunakan media pembelajaran mengalami peningkatan, yaitu dari data awal sampai akhir siklus II sebesar adalah 23,3 atau 42,36%. Sementara pelaksanaan supervisi akademik dari awal sampai akhir siklus II meningkat sebesar 28 atau 93,33%.

Tabel 10. Rata-rata Data Awal, Akhir Siklus I dan Akhir Siklus II

No. Data Penelitian Data Awal Siklus

I

Siklus II Total Kenaikan % Kenaikan
1. Kemampuan menggunakan media pembelajaran 26,6 38,2 49,9 23,3 42,36%
2. Tindakan supervisi akademik 0 20,5 28 28 93,33 %

Berdasarkan uraian data di atas dapat dketahui bahwa penelitian tindakan sekolah tentang peningkatan kemampuan penggunaan media pembelajaran yang dilakukan peneliti terhadap guru SD Negeri 3 Panusupan dapat dikatakan berhasil, karena terjadi peningkatan skor pada kemampuan penggunaan media pembelajaran dan supervisi akademik pada tiap siklus penelitian. Hasil akhir untuk kemampuan penggunaan media pembelajaran adalah sebesar 49,9 dan pelaksanaan supervisi akademik sebesar 28. Hasil yang dicapai tersebut melampaui indikator dalam penelitian tindakan sekolah ini, yaitu:

  1. Nilai atau skor rata-rata kemampuan penggunaan media pembelajaran sebesar 46.
  2. Nilai rata-rata supervisi akademik yang dilakukan peneliti sebesar 23.

5. Hasil Tindakan

Berdasarkan data hasil penelitian dapat diketahui bahwa tindakan supervisi akademik oleh peneliti berhasil meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 3 Panusupan dalam menggunakan media pembelajaran. Kemampuan penggunaan media pembelajaran pada kondisi awal sebesar 26,6 meningkat menjadi 38,2 pada akhir siklus I dan meningkat lagi menjadi 49,9 pada akhir siklus II. Total kenaikannya adalah sebesar 23,3 atau 42,36%. Pelaksanaan supervisi akademik oleh peneliti dari kondisi awal belum dilaksanakan (0), meningkat menjadi 20,5 pada siklus I dan 28 pada siklus II, sehingga total kenaikan 28 atau 93,33%. Kenaikan skor tersebut merupakan bukti nyata bahwa pelaksanaan supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis tindakan dalam penelitian yang menyatakan: “Supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan penggunaan media pembelajaran bagi guru SD Negeri 3 Panusupan semester II tahun pelajaran 2020/2021” terbukti benar. Jadi, kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran dapat ditingkatkan melalui supervisi akademik oleh kepala sekolah. Dengan kata lain, supervisi akademik oleh kepala sekolah secara nyata mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 3 Panusupan dalam menggunakan media pembelajaran.

SIMPULAN

Supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 3 Panusupan dalam menggunakan media pembelajaran. Kondisi awal menunjukkan nilai rata-rata kemampuan menggunakan media pembelajaran sebesar 26,6. Pada akhir siklus I, nilainya meningkat menjadi 38,2 dan pada akhir siklus II meningkat lagi menjadi 49,9. Pelaksanaan supervisi akademik dari kondisi awal belum dilaksanakan atau (0), meningkat menjadi 20,5 pada akhir siklus I, kemudian di akhir siklus II meningkat lagi menjadi 28. Hasil akhir pada siklus II melampaui indikator dalam penelitian tindakan ini, yaitu: 1) Nilai atau skor rata-rata kemampuan penggunaan media pembelajaran adalah 49,9 yang lebih besar dari indikator sebesar 46, dan 2) Nilai rata-rata tindakan supervisi akademik yang dilakukan peneliti adalah 28 lebih besar dari indikator sebesar 23. Berdasarkan hasil tersebut, maka hipotesis tindakan yang menyatakan: “Supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan penggunaan media pembelajaran bagi guru SD Negeri 3 Panusupan semester II tahun pelajaran 2020/2021” terbukti benar.

SARAN

Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti berpandangan bahwa kemampuan dalam menggunakan media pembelajaran perlu lebih ditekankan bagi guru. Kepala sekolah harus membina dan melakukan supervisi secara intensif dan berkelanjutan.

DAFTAR PUSTAKA

Azhar Arsyad. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Deni Hardianto. (2005). Media dan Sumber Belajar. Diakses dari http://staff.uny.ac.id.

Dina Indriana. (2011). Ragam Alat Bantu Media Pengajaran: Mengenal, Merancang, dan Mempraktikannya. Yogyakarta: Diva Press.

Kemendiknas. (2010). Supervisi Akademik. Jakarta : Dirjen PMPTK.

Rusman. (2009). Manajemen Kurikulum. Jakarta: Rajawali Pers.

Sanjaya, W. (2012). Media komunikasi pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Supardi. (2013). Kinerja Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Biodata Penulis

Nama : Linarto, S.Pd.SD.

NIP : 19630504 199201 1 001

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD Negeri 3 Panusupan, Rembang, Purbalingga

By admin

You cannot copy content of this page