Iklan

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF PADA SISWA KELAS V SEMESTER II SEKOLAH DASAR NEGERI GADUNGREJO KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Oleh : Dwi Nur Arifah, S.Pd.SD.

ABSTRAK

Pembelajaran awal sebelum guru menggunakan pendekatan komunikatif ternyata hasilnya kurang memuaskan,karena hanya 5 siswa dari 21 siswa yang berani membaca puisi di depan kelas. Alasanya karena malu,takut,kurang percaya diri juga karena kemampuan membaca puisinya sangat rendah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca puisi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat melalui pendekatan komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa kelas V SD Negeri Gadungrejo Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2018/2019 Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Gadungrejo Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas 6 semester II tahun pelajaran 2018/2019 SD Negeri Gadungrejo yang berjumlah 21 terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman dengan langkah-langkah: (1) Pengumpulan telaah data. (2) Reduksi data. (3) Pengujian data. (4) Verifikasi penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan membaca puisi siswa meningkat. Hal tersebut dapat ditunjukkan dalam perbaikan dari studi awal prestasi belajar mengalami perbaikan pada siklus pertama sebesar 6,66%. Pada siklus kedua prestasi belajar mengalami kenaikan 17,2% di banding siklus pertama. Dengan demikian perbaikan pembelajaran selama dua siklus hasil akhir prestasi belajar siswa cukup memuaskan karena dari 21 siswa yang tuntas sebanyak 18 siswa atau 85,8%.

Kata kunci : Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran membaca puisi

BAB I

Latar Belakang Masalah

Masalah yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar membaca puisi adalah belum mampu membaca dengan lafal dan intonasi yang tepat, ekspresi dan penjiwaan terhadap puisi yang dibaca sangat rendah, serta performen atau penampilan dalam membaca yang masih belum sepenuhnya mencerrninkan jiwa dari puisi yaitu dibacanya. Hal tersebut membutuhkan pemecahan masalah dalam penelitian agar siswa kelas V SD Negeri Gadungrejo memiliki kemampuan membaca puisi dengan baik. Peneliti memperhatikan kondisi awal permasalahan yang dihadapi siswa tentang rendahnya tingkat kemampuan membaca puisi siswa kelas V semester II SD Negeri Gadungrejo tahun pelajaran 2018/2019 memilih melakukan tindakan nyata dengan proses pernbelajaran menggunakan pendekatan komunikatif. Pendekatan ini sangat relevan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar membaca puisi karena berbagai kekurangan dan permasalahan yang terjadi pada siswa dapat dikomunikasikan secara lebih dekat sehingga hubungan guru dan siswa terjalin secara harmonis yang memungkinkan terwujudnya pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Hakikat Membaca Puisi dalam pembelajaran Bahasa lndonesia

Puisi merupakan hasil kreatifitas manusia yang diwujudkan dalam bentuk kata yang memiliki makna ( Sayuti. 1985 : 12 ), Puisi dapat didefinisikan sebagai jenis bahasa yang menyampaikan pesannya lebih padat dari pada pemakaian bahasa biasa ( Gani, 1988 : 148 ). Berdasarkan batasan tersebut dapat dijelaskan bahwa unsur bahasa dalarn puisi yang diperindah itu dapat dijelaskan melalui kata-kata konkret dan figuaratif. Makna yang ingin dilukiskan penulis rnelalui bahasa puisi yang digunakan dapat berwujud makna lugas maupun makna kias. Clivi Sanson mernberikan batasan bahwa puisi merupakan bentuk pengucapan bahasa yang ritmik, maksudnya mengungkapkan pengalaman intelektual yang bersifat imajinatif dan emosional.

Hakikat Pengajaran Membaca Puisi

Pengajaran merupakan proses perbuatan atau cara mengajar dan segala sesuatu yang berhubungan dengan mengajar ( KBBI, 1988:481 ).

Menurut Oemarjati ( 1978 : 59 ) proses belajar mengajar di dalam lingkungan formal atau biasa dikenal dengan istilah “pengajaran” bertujuan mengembangkan potensi individu siswa sesuai dengan kemampuan cipta, rasa, dan karsa yang dimilikinya agar mampu berkembang secara optimal dalam mencapai kedewasaan. Pengajaran merupakan sebagian dari kegiatan pendidikan yang menekankan usaha mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan sikap terhadap siswa. Oleh karena itu kegiatan pengajaran tidak terlepas dari usaha pembentukan kepribadian peserta didik ( Sayuti, 1985 : 200 ). Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengajaran sastra adalah bagaimana cara guru memberikan bimbingan dan pengarahan terhadap siswa sehingga siswa mampu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman belajar untuk menghargai nilai-nilai hidup dan kehidupan dalam membentuk kepribadian yang utuh.

Pendekatan dan Metode Pengajaran Membaca Puisi

Istilah pendekatan dalam pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia menyangkut teori teori tentang hakekat bahasa dan pembelajarannya. Teori tentang hakikat menyangkut karakteristik bahasa, unsur-unsur bahasa, serta fungsi dan pemahaman dalam berkomunikasi sehari – hari. Teori tentang pengajaran bahasa menyangkut proses psikologis dalam belajar bahasa. Dengan demikian pendekatan dalam pengajaran bahasa dan sastra mengandung pengertian tentang hakikat sastra dalam pembelajaran sebagai bentuk seni, unsur – unsur karya sastra dan fungsinya ( Syafi’ie, 1993 ; l6 )

Kemampuan Membaca Puisi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia.

Usaha meningkatkan kemampuan mengapresiasikan karya sastra puisi tidak terlepas dari kenyataan bahwa kandungan makna dalam puisi lrarus diungkapkan dengan kata – kala yang indah. Strategi pembelajaran membaca indah dapat membantu siswa meningkatkan daya khayal dalam bentuk mengapresiasikan karya sastra dalam hal ini puisi. Via Crawley and Mountain Lee ( 1996 ) mengemukakan bahwa untuk membantu siswa dalam membaca dan memahami daya khayal puisi ada enam tahapan yakni :

  1. Explore ( menyimak ) artinya bahwa siswa diajak membaca secara kontinu serta mencermati dengan seksama kata – kata yang terdapat dalam puisi,
  2. Vocabulary ( penguasaan perbendaharaan kata ) artinya memahami puisi secara utuh sehingga siswa dapat mengekspresikan kata demi kata secara mendalam sesuai dengan harapan pengarang.
  3. Oral reading ( membaca dengan bersuara ) artinya bahwa siswa diajak membaca puisi dengan intonasi yang benar, suara yang keras dan dengan ritme serta ekspresi yang benar.
  4. Key Ideas ( mencari gagasan pokok ) artirrya bahwa siswadiajak untuk menemukan gagasan/ide pokok pengarang sehingga mampu memahami maksud sebenarnya penagarang dalam menulis kata-kata indah dalam puisi.
  5. Evaluate (evaluasi) artinya bahwa tahapan ini mengharapkan siswa menganalisa kata-kata gagasan penagrang secara detail. Oleh karena itu pada tahapan ini siswa diharapkan mencatat dan rnenerangkan makna tulisan sesuai apa yang dikehendaki pengarang.
  6. Recapitulate ( ringkasan ) artinya bahwa tahapan terakhir ini siswa diharapkan membuat ringkasan sehingga dengan membaca secara berulang diharapkan siswa dapat menemukan makna keseluruhan dalam puisi.

Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia seperti diungkapkan di muka berdasarkan pendekatan komunikatif adalah mengembangkan kompetensi komunikatif para pembelajar bahasa yang mencakup kemampuan menafsirkan bentuk-bentuk linguistic baik yang dinyatkan secara eksplisit seperti apa yang dinyatakan dalam empat kompetensi ketrampilan berbahasa, maupun yang dinyatakan secara eksplisit.

Menurut Solchan (2005 : 6.41) pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahsa sering diasosiasikan dengan silabus. Pemilihan materi silabus itu sendiri tidak didasarkan pada tingkat kesukaran dan kerumitan butir struktu, tetapi didasarkan pada kebutuhan pembelajaran. Oleh karena itu, analisis kebutuhan meruakan hal yang mutlak dan perlu dilakukan sebelum program pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan Pendekatan Komunikatif.

BAB III METODE PENELITIAN

Setting Tempat

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Gadungrejo Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. SD Negeri Gadungrejo terletak 3 km di sebelah selatan kota Kebumen. Peneliti memilih SD Negeri Gadungrejo sebagai obyek penelitian disebabkan mengetahui dengan sesungguhnya kondisi yang ada dan juga karena lokasi kerjanya sehingga memudahkan pelaksanaan penelitian ini.

Indikator Kinerja

Indikator kinerja merupakan uraian tentang atau tanda-tanda apa yang diharapkan muncul sebagai wujud keberhasilan dalam melakukan tindakan. Adapun indikator-indikator yang dicapai sebagai bentuk keberhasilan penelitian tindakan kelas ini yaitu dijelaskan sebagai berikut:

Hasil Belajar

Peserta didik dinyatakan tuntas belajar apabila berhasil memperoleh nilai ≥ KKM dimana KKM yang ditentukan dalam penelitian ini untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia sebesar 70. dalam mengikuti tes akhir pembelajaran. Pembelajaran dinyatakan berhasil apabila 90% atau lebih dari jumlah peserta didik yang mengikuti pembelajaran berhasil mencapai kriteria ketuntasan belajar.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL PENELITIAN

Hasil belajar diketahui melalui nilai tes akhir pembelajaran, diperoleh setelah proses perbaikan pembelajaran berlagsung. Nilai tes akhir pembelajaran Siklus I adalah sebagai berikut: (1) Nilai tertinggi adalah 100, (2) Nilai terendah adalah 50, (3) Rata-rata kelas adalah 65,7, (4) Peserta didik tuntas belajar sebanyak 6 anak atau 28,6%, dan (5) Peserta didik tidak tuntas belajar sebanyak 15 anak atau 71,4%.

Sedangkan pada Siklus II hasilnya adalah sebagai berikut: (1) Nilai tertinggi adalah 100, (2) Nilai terendah adalah 70 (3) Rata-rata kelas adalah 82,9, (4) Peserta didik tuntas belajar sebanyak 18 anak atau 85,8%, dan (5) Peserta didik tidak tuntas belajar sebanyak 3 anak atau 14,2%.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 1: Rekapitulasi hasil Tes Formatif Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V siklus per siklus.

Uraian Siswa yang tuntas Siswa yang

belum Tuntas

Frekwensi % Frekwensi %
Studi awal 5 23,8 16 76,2
Siklus 1 6 28,6 15 71,4
Siklus 2 18 85,8 3 14,2

Pembahasan Hasil Analisis

Dua siklus perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan ternyata menunjukkan adanya kemajuan yang berarti. Hal tersebut dapat ditunjukkan dalam perbaikan dari studi awal prestasi belajar mengalami perbaikan pada siklus prestasi belajar pertama sebesar 6,66% Pada siklus kedua prestasi belajar mengalami kenaikan sebesar 17,2% dibanding siklus pertama. Dengan demikian Perbaikan pembelajaran selama dua siklus hasil akhir prestasi belajar siswa cukup memuaskan karena dari 21 anak siswa yang tuntas sebanyak 18 anak atau 85,8%

Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran pembacaan puisi mata pelajaran Bahasa indonesia tepat karena guna mengembangkan metode dan pendekatran yang relevan sehingga 4 ketrampilan berbahasa siswa yakni membaca, berbicara dan menulis tertanam secara mendalam, termotivasi dan memillki keberanian dalam membaca puisi dengan benar.

Guru ditutntut menguasai materi pembelajaran disertai dengan kemampuan memilih metode dari pendekatan yang tepat dalam Pembelajaran. Pendekatan Komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia membaca adalah sangat tepat karena guru menyusun rencana pembelajaran berdasarkan tema, siswa belajar berdasarkan tugas yang telah disiapkan sehingga terjadi interaktif. Sedangkan pengembangan materi berdasarkan realitas yang ada sesuai dengan kondisi dan karakteristik siswa.

Proses pembelajaran yang terjadi dengan melibatkan guru dan siswa secara aktif’ mampu memberikan interaksi dan respon positif terhadap kemajuan belajar siswa-siswa. Keberhasilan dan prestasi yang dicapai membuktikan bahwa adanya relevansi penggunaan metode dan pendekatan komunikatif pembelajaran Bahasa Indonesia,

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

Grafik 4 -. Prosentase siswa yang tuntas belajar siklus per siklus

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1994. Kurikulum Pendidikan Dasar. Jakarta : Proyek Peningkatan Mutu SD/TK, dan S1.B.

Anonim..1998. Panduan Manajemen Sekolah. Jakarta: Direktorat Pendidikan Dasar.

Anonim. 1998. Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Anonim, 2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003
Tentang Pendidikan Nasional
. Jakarta : PT Kloang Klede Putra Timur.

Efendi. 1978. Bimbingan Apresiasi Puisi, Flores : PT Nusa Indah.

Gani, 1998. Pengajaran Sastra Indonesia Responden Analis. ,Jakarta : PPLPTK Depdikbud

Hanif Nurcholis Mafruci Saya Senang Berbahasa Indonesia Kelas V. Penerbit Erlangga

Miles dan Humbeerman 1994. Qualitative Data Analysis A Source Book of New Methods-. Beverly Hills: Sage Publication.

Moleong. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif . Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Oemaryati . 1978. Pengajaran Apresiasi Sastra di SLTA,Keakraban Guru Murid Dengan Karya Sastra. Jakarta : Pembinaan Bahasa Indonesia.

Puji Santoso, M. Hum, dkk. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD Jakarta : (SI PGSD,UT)

Ristossa.. R. dan Pravitno. 2002. Panduan Penulisan Laporan Perbaikan Pembelajaran Penelitian Tidakan Kelas. Purwokerto: Universitas Terbuka.

Sayuti. 2000. Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta : Gama Media.

Wardani, Siti Julaecha, Ngadi Marsinah, Pemantapan Kemajuan Profesional (Paduan). Jakarta : Universitas Terbuka.

Wardani, Puswoyo. Wihardit Noehi Nasoetion,2000. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka .

Biodata Penulis

Nama : Dwi Nur Arifah, S.Pd.SD

Nip : 19840122 200801 2 006

Pangkat Gol/Ruang : Penata , III/c

Unit Kerja : SD Negeri Gadungrejo Kec.Klirong Kab Kebumen

You cannot copy content of this page