Iklan

UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU DALAM PENGERJAAN ADMINISTRASI KELAS

MELALUI PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT

DI SD NEGERI KUNCI 04 SIDAREJA

TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh :

Sutirno, S.Pd.

NIP 19690815 199703 1 006

ABSTRAK

Laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini berjudul “Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Guru dalam Mengerjakan Administrasi Kelas Melalui Pemberian Reward dan Punishment di SD Negeri Kunci 04 Sidareja Tahun Pelajaran 2019/2020”. Tujuan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana pemberian Reward dan Punishment yang dapat meningkatkan kedisipliinan guru dalam mengerjakan Administrasi Guru Kelas di SD Negeri Kunci 04, (2) Untuk mengetahui apakah Pemberian Reward dan Punishment dapat meningkatkan kedisipliinan guru dalam mengerjakan Administrasi Guru Kelas di di SD Negeri Kunci 04. Sedangkan hasil dari Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini adalah Reward dan Punishment atau ganjaran dan hukuman merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kedisiplinan guru. Hal ini terlihat pada saat pelaksanaan kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) pada minggu ke pertama kedisipliinan guru dalam mengerjakan Administrasi Guru Kelas di hanya 14%, kemudian setelah diadakan pemberian Punishment berupa teguran maka minggu kedua meningkat menjadi 27% , selanjutnya minggu ketiga meningkat menjadi 58% dan minggu keempat 71%. Pada minggu terakhir kepala sekolah memberi reward berupa piagam penghargaan, dan hasilnya kedisipliinan guru dalam mengerjakan Administrasi Guru Kelas di naik secara signifikan yaitu mencpai 86%. Pada minggu terakhir kepala sekolah memberi reward berupa piagam penghargaan, dan hasilnya kedisipliinan guru dalam mengerjakan Administrasi Guru Kelas di naik secara signifikan yaitu mencpai 84,4%. Pemberian Reward dan Punishment yang memenuhi kaedah dedaktik metodik akan memotivasi guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar yang professional.

Kata Kunci : Kedisiplinan, administrasi guru kelas, reward, dan punishment

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Disiplin merupakan sikap yang harus dimiliki oleh guru karena dengan disiplin kerja yang tinggi diharapkan tujuan dari pendidikan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan oleh suatu sekolah. Dengan adanya disiplin yang diterapkan disuatu sekolah diharapkan semua komponen sekolah (guru, karyawan, dan murid mampu berperan sesuai dengan tugastugasnya. Menurut Siswanto Sastrohadiwiyo (2002:290) disiplin adalah suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat kepada peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksinya bila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya.

Guru Sekolah Dasar mempunyai tugas ganda, selain sebagai tenaga pendidik, guru sekolah dasar sekaligus bertugas sebagai tenaga kependidikan, dimana seorang guru sekolah dasar harus mengerjakan berbagai administrasi, ndiantaranya administrasi kesiswaan, administrasi pembelajaran, administrasi bimbingan konseling, yang semuanya harus dikerjakan oleh guru sebagai tanggung jawabnya.

Dalam hal administrasi pembelajaran guru memiliki tanggung jawab untuk bertindak. Pembuatan seperangkat administrasi pembelajaran merupakan tanggung jawab guru yang mesti dilakukan. Administrasi pembelajaran bukanlah hanya sekedar tulisan hitam di atas putih saja, akan tetapi administrasi pembelajaran merupakan tolak ukur seorang guru dalam membelajarkan anak didiknya, berbagai model dan metode pembelajaran yang dikembangkan sangat bergantung pada kemampuan guru tersebut, jadi sebaiknya sebelum pembelajaran dimulai guru hendaknya mempersiapkan diri.

Di sekolah dasar, guru selain mengampu sebagai guru kelas, sekaligus bertindak sebagai guru bimbingan dan konseling, sehingga administrasi bimbingan konselingpun harus dikerjakan oleh guru. Bila dicermati, maka administrasi guru harus dilaksanakan oleh guru sejak guru merencanakan pembelajaran hingga evaluasi pembelajaran. Administrasi guru terkait perencanaana pembelajaran meliputi: cover (sampul), standar kompetensi/kompetensi dasar, penentuan kriteria ketuntasan minimal (KKM), kalender pendidikan, program tahunan, program semester, pembagian minggu efektif, rencana program pembelajaran, silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Administrasi guru dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi: program pembelajaran, daftar hadir siswa, agenda pembelajaran, agenda guru, catatan kasus dan bimbingan belajar siswa. Administrasi guru dalam evaluasi pembelajaran meliputi: kisi-kisi soal evaluasi, validasi kisi-kisi soal, lembar penilaian, daftar nilai. Administrasi guru mutlak diperlukan sebagai persiapan mengajar di depan kelas. Dengan adanya buku administrasi guru, sang guru akan mampu mengontrol dirinya dalam setiap sikap dan perbuatan pembelajarannya serta dapat dipertanggungjawabkan di depan publik dan komunitas pebelajar.

Namun berdasarkan pengamatan peneliti ditemukan gejala-gejala sebagai berikut:

  1. Ada sebagian guru tidak membuat Administrasi Guru Kelas secara rutin;
  2. Ada sebagian guru tidak mengabsen kehadiran siswa;
  3. Pada hari-hari tertentu ditemukan ada sebagian guru tidak berpakaian rapi ( seragam) sebagaimana yang ditentukan pihak sekolah;
  4. Adanya sebagian guru mengerjakan Administrasi Guru Kelas secara borongan.

Berdasarkan gejala-gejala di atas, maka penulis berniat untuk melakukan perbaikan kondisi kedisiplinan guru SD Negeri Kunci 04 yang masih rendah melalui kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang berjudul Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Guru dalam Mengerjakan Administrasi Guru Kelas Melalui Pemberian Reward dan Punishment di SD Negeri Kunci 04 Sidareja Tahun Pelajaran 2019/2020.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis dapat merumuskan permasalahan yaitu :

  1. Bagaimana pemberian Reward dan Punishment dalam meningkatkan kedisiplinan guru dalam mengerjakan Administrasi Guru Kelas di SD Negeri Kunci 04?
  2. Apakah pemberian Reward dan Punishment dapat meningkatkan kedisiplinan guru dalam mengerjakan Administrasi Guru Kelas di SD Negeri Kunci 04?

C. Tujuan Kegiatan

Berdasarkan rumusan di atas, maka tujuan pelaksanaan kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini adalah:

  1. Mengetahui cara pemberian Reward dan Punishment yang dapat meningkatkan kedisipliinan guru dalam mengerjakan Administrasi Guru Kelas di SD Negeri Kunci 04;
  2. Untuk mengetahui dampak pemberian Reward dan Punishment dapat meningkatkan kedisipliinan guru dalam mengerjakan Administrasi Guru Kelas di SD Negeri Kunci 04.

KAJIN PUSTAKA

A. Kajian Teoritik

1. Kedisiplinan

Menurut Prijodarminto Kedisiplinan adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilainilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban. Karena sudah menyatu dengannya, maka sikap atau perbuatan yang dilakukan bukan lagi atau sama sekali tidak dirasakan sebagai beban, bahkan sebaliknya akan membebani dirinya bilamana ia tidak berbuat sebagaimana lazimnya (1994:106).

Menurut Ekosiswoyo dan Rachman (2000:98), kedisiplinan hakikatnya adalah sekumpulan tingkah laku individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan. Penerapan disiplin warga sekolah, khususnya disiplin guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar sangat berkait kepada kinerja guru itu sendiri. Kinerja kerja guru dalam mengemban tugas keprofesionalan seperti mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi merupakan aspek utama dalam meningkatkan kecerdasan siswa yang membawa pada peningkatan mutu pendidikan yang diselenggarakan. Apabila disiplin guru telah dilaksanakan dengan baik dan kinerja guru juga baik, serta didukung oleh faktor-faktor lain yang mendukung maka akan tercipta kondisi sekolah yang kondusif yang pada akhirnya tujuan sekolah untuk menjadi sekolah yang bermutu akan dapat tercapai.

Disiplin adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Adapun arti kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Sedangkan arti kesediaan adalah suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik yang tertulis maupun tidak (Hasibuan ,1997:212). Menurut Davis disiplin kerja dapat diartikan sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman organisasi (Mangkunegara, 2000 : 129).

2. Administrasi Guru Kelas

Pengertian Administrasi Guru Kelas

Administrasi Guru Kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Atau dapat dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi/kondisi proses belajar, mengajar dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen 1996)

Aspek dalam Administrasi Guru Kelas

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas yang baik adalah meliputi sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan efektif dan kreatif. (Maman Rachman :1999)

Secara lebih terperinci kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan guru dalam memanajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam petunjuk pengelolaan kelas adalah:

  1. Mengecek kehadiran sisiwa.
  2. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut.
  3. pendistribusian bahan dan alat secara adil dan proporsional kepada setiap siswa untuk melakukan praktik atau menggunakan alat dan bahan dalam proses belajarnya.
  4. Mengumpulkan informasi dari siswa.
  5. Mencatat data-data siswa yang menyangkut individu maupun maupun pekerjaan.
  6.  Pemeliharaan arsip tentang kegiatan dalam kelas sebagai tanggungjawab bersama sehingga dapat memberikan informasi baik bagi guru maupun bagi siswa.
  7. Memberikan tugas/PR.

Penyelenggaraan Administrasi Guru Kelas meliputi :

  1. Denah tempat duduk siswa
  2. Papan absensi siswa
  3. Daftar pelajaran kelas
  4. Daftar piket kelas
  5. Buku absensi siswa
  6. Buku kegiatan pembelajaran / buku kelas
  7. Tata tertib siswa

Daftar Administrasi Guru Kelas

Guru merupakan salah satu pelaku dalam kegiatan sekolah. Oleh karena itu ia dituntut untuk mengenal tempat bekerjanya itu. Pemahaman tentang apa yang terjadi di sekolah akan banyak membantu mereka memperlancar tugasnya sebagai pengelola langsung proses belajar mengajar. Guru perlu memahami faktor-faktor yang langsung dan tidak langsung menunjang proses belajar mengajar.

Di bawah ini, merupakan daftar Administrasi Guru Kelas itu yang harus dikerjakan secara tertib oleh guru meliputi :

  1. Buku Daftar Nilai ; meliputi Nilai Ulangan Harian, Tugas-tugas/Pekerjaan Rumah, dan Portofolio berikut Rekapitulasinya.
  2. Buku Daftar Kelas ; meliputi Mutasi Siswa, Presensi/Absensi, Data Siswa dan Orang Tua / Wali Siswa,dll.
  3. Program Tahunan ( biasa disingkat PROTA ), berisi matrik Rencana Pembelajaran selama 2 semester ( 2x6bulan ) / 12 bulan.
  4. Program Semester ( biasa disingkat PROMES ), di dalamnya memuat ; Standar Kompetensi ( SK ), Kompetensi Dasar ( KD ), Indikator ( ID ), Materi Pokok ( MP ),  Alokasi Waktu ( AW ), Penilaian ( Jenis dan Bentuknya ), serta Alat / Sumber.
  5. Program Harian / Rencana Harian ( RH ) berupa format singkat yang memuat ; Hari/Tanggal, ( Nomor ) SK , ( Nomor ) KD, Indikator, Alat / Sumber serta Keterangan.
  6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) Pada sebuah RPP memuat beberapa hal, yaitu ; Nama Mata Pelajaran ( Mapel ), Kompetensi Dasar ( KD ), Indikator, Tema ( untuk kelas rendah / 1-3 ), Alokasi Waktu, Kegiatan Awal, Kegiatan Inti, Kegiatan Akhir, dan Penilaian.
  7. Buku Bimbingan / Penyuluhan ( Konseling ),
  8. Buku Bank Soal ,
  9. Buku Kegiatan Ekstra Kurikuler ( meliputi ; Program dan Pelaksanaan serta hasil kegiatan ),
  10. Buku Penerimaan Rapor,
  11. Buku Keuangan ( Tabungan Siswa, dll. ) ,
  12. Buku Analisis Penilaian / Perbaikan,
  13. Buku Kepribadian Siswa,
  14. Buku Inventaris Kelas,
  15. Jadwal Pelajaran,
  16. Jadwal Piket / Regu Kerja Siswa,
  17. Papan Absen,
  18. Papan Monografi Kelas, yang memuat data siswa/grafik absen,dll.

3. Reward dan Punishment

Penerapan disiplin dapat ditegakan melalui pemberian Reward dan Punishment. Reward dan punishment merupakan dua bentuk metode dalam memotivasi seseorang untuk melakukan kebaikan dan meningkatkan prestasinya. Reward artinya ganjaran, hadiah, penghargaan atau imbalan. Dalam konsep manajemen, reward merupakan salah satu alat untuk peningkatan motivasi para pegawai. Metode ini bisa mengasosiasikan perbuatan dan kelakuan seseorang dengan perasaan bahagia, senang, dan biasanya akan membuat mereka melakukan suatu perbuatan yang baik secara berulang-ulang. Selain motivasi, reward juga bertujuan agar seseorang menjadi giat lagi usahanya untuk memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah dapat dicapainya.

Sementara punishment diartikan sebagai hukuman atau sanksi. Jika reward merupakan bentuk reinforcement yang positif, maka punishment sebagai bentuk reinforcement yang negatif, tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Tujuan dari metode ini adalah menimbulkan rasa tidak senang pada seseorang supaya mereka jangan membuat sesuatu yang jahat. Jadi, hukuman yang dilakukan bersifat pedagogies, yaitu untuk memperbaiki dan mendidik ke arah yang lebih baik. Reward dan Punishment merupakan dua bentuk metode dalam memotivasi seseorang untuk melakukan kebaikan dan meningkatkan prestasinya. Kedua metode ini sudah cukup lama dikenal dalam dunia kerja. Tidak hanya dalam dunia kerja, dalam dunia penidikan pun kedua ini kerap kali digunakan.

Menurut Thomson, reward, dapat diberikan dengan dua model. Pertama pemberian hadiah kasih, berupa memuji, menepuk punggung, memeluk atau menyentuh dengan penuh kasih. Kedua pemberian hadiah materi, semisal pergi ke restoran untuk makan es krim, memberi permen atau coklat, menambah waktu untuk menonton televisi, mengizinkan menonton acara khusus atau membawanya berpiknik (Setiawani, 2000:57).

Durkheim berpendapat setiap punishmen identik dengan resiko kesusahan yang harus bisa diperhitungkan oleh si pelanggar, sehingga ia dapat mengelakkan kesukaran tersebut dengan mempertimbang-kan masih banyaknya kombinasi lingkungan. Dengan adanya kemampuan memperhitung-kan setiap resiko yang akan dihadapi jika melakukan perbuatan yang melanggar, seseorang dapat memilih perbuatan lain yang lebih baik dan tidak melanggar. Sehingga hal ini menimbulkan kesadaran dalam diri atas bantuan dari resiko yang ditimbulkan oleh punishment. Dari uraian-uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan dapat dibentuk melalui Reward dan Punishment .

METODOLOGI PENELITIAN

  1. Setting Penelitian

Tempat dan waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kunci 04 Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap, yang berlokasi di Desa Kunci, Sidareja. Lokasi sekolah di pinggir jalan. Penelitian ini memakan waktu satu bulan yaitu bulan Agustus 2019 dengan rincian persiklusnya sebagai berikut:

  1. Metode dan Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas. Menurut Suharsimi (2007:2) mendefinisikan Penelitian Tindakan Kelas melalui paparan gabungan definisi dari kata “penelitian”, “tindakan” dan “kelas”. Jadi, Suharsimi (2007:3) berkesimpulan bahwa Penelitian Tindakan Sekolah adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama.

Menurut Suyanto (1997) secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu, untuk memperbaiki dan atau meningkatkan praktekpraktek pembelajaran di kelas secara lebih profesional. Oleh karena itu PTK terkait erat dengan persoalan praktek pembelajaran sehari-hari yang dialami guru.

  1. Subyek Penelitian

Subyek dalam penelitian ini adalah Guru-guru di SD Negeri Kunci 04 ada yang Guru Tidak Tetap (GTT) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pegawai Tidak Tetap (PTT). Ijazah yang mereka miliki beragam, yakni ada yang berijazah diploma dan sarjan.Pada tahun itu banyak hasil penelitian yang kurang mengarah pada peningkatan mutu pendidikan.

  1. Validasi Data

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan sekolah ini antara lain adalah: 1) lembar wawancara 2) lembar Pengamatan 3) dokumen tasi. Lembar wawancara yang digunakan untuk mencatat teknik Reward dan Punishment pembinaan kepala sekolah dalam memotivasi untuk meningkat- kan kinerja guru selama proses penelitian (siklus 1 dan siklus 2). Lembar pengamatan yang digunakan dalam penelitian untuk mengamati impelementasi kebijakan yang berkaitan dengan teknik Reward dan Punishment pembinaan kepala sekolah dalam memoti- vasi untuk meningkatkan kinerja guru.

  1. Analisis Data

Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif.Analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan perubahan perilaku guru dalam pembelajaran dan perilaku Peneliti dalam melaksanakan supervisi guru. Adapun analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui keberhasilan guru dan siswa berdasarkan standar kompetensi guru yang telah

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Siklus I

1. Perencanaan

Rencana yang digunakan dalam teknik Reward dan Punishment di SD Negeri Kunci 04 Sidareja dilakukan dengan cara mengkoordinasikan kepada semua guru untuk menentukan rencana Reward dan Punishment. Kegiatan kongkretnya berupa menyusun program Reward dan Punishment, serta evaluasi pelaksanaan. Sedangkan mekanismenya melalui rapat guru, Yaitu guru diundang untuk mensosialisasikan program Reward dan Punishment yang akan dilakukan oleh kepala sekolah.

Berdasarkan hasil wawancara mengenai perencanaan program Reward dan Punishment di SD Negeri Kunci 04 Sidareja dalam penyusunan program Reward dan Punishment guru dilibatkan agar dapat lebih paham mengenai pelaksanaan Reward dan Punishment sehingga dapat mendorong kinerja guru.

Reward dan Punishment yang dilakukan oleh kepala sekolah SD Negeri Kunci 04 Sidareja untuk memberikan motivasi kepada guru-guru, tujuannya agar dapat mengembangkan situasi pembelajaran yang dilakukan guru. Selain itu juga untuk mengkoordinasi, menstimulasi, mendorong ke arah partumbuhan kinerja guru.

2. Pelaksanaan

Kegiatan perencanaan yang disusun kemudian diimplentasikan untuk peningkatan kinerja guru. Langkah kongkret implementasi reward dan punishment dilakukan dengan cara: Pemberian penghargaan atau reward terhadap guru dan staf yang berprestasi sehingga prestasi yang tinggi dari guru mendapat penghargaan dari sekolah, Penghargaan dan hadiah ditentukan berdasarkan prestasi yang diraih dan memberikan kepada guru untuk meraihnya, tiap guru yang mendapatkan penghargaan atas suatu prestasi yang membanggakan diumumkan jika perlu dirayakan, guru yang produktif dan mempunyai kinerja tinggi diprioritaskan untuk menikmati kesem-patan promosi atau pilihan program lain untuk pengembangan karir.

Sedangkan tindakan punishment dilakukan hanya akan terwujud jika: Tindakan punishment itu didasarkan atas kriteria yang objektif yang sama-sama diketahui baik oleh yang menindak maupun oleh yang ditindak, tindakan punishment itu telah didahului oleh tindakan-tindakan lain seperti pengarahan, teguran, dan peringatan, bobot tindakan adil, dalam arti dikenakan pada tingkat dan bentuk yang sama kepada semua orang yang melakukan kesalahan serupa, dan tindakan yang diambil bersifat mendidik. Pelaksanaan Reward dan Punishment selanjutnya dikomunikasikan dengan guru yang bersangkutan.

Pelaksanaan Reward dan Punishment di SD Negeri Kunci 04 dilakukan dengan cara wawancara kepada seluruh warga sekolah, kemudian berkomunikasi dengan guru yang bersangkutan.

3. Pengamatan dan Evaluasi

Pengamatan atau observasi dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan lembar observasi selama satu bulan (satu siklus), untuk semua guru yang berjumlah 7 orang. Selama pengamatan peneliti dibantu atau berkolaborasi dengan kepala sekolah. Pengamatan oleh peneliti meliputi : Management Skill dan Disipline and Regulirity.

Dari hasil rekapitulasi Reward dan Punishment diperoleh data observasi sebagai berikut:

  1. Guru yang memiliki MS (Manajemen Skill) yaitu ketrampilan mengatur waktu dalam mengerjakan Administrasi Guru Kelas dengan tertib sebanyak 1 orang guru dari 7 guru atau terdapat 14% rendah. Sedangkan yang sedang terdapat 3 orang guru dari 7 guru atau 57% dan 2 orang guru dari 7 guru memiliki managemen skill tinggi atau 28%, sedangkan guru yang memiliki manajemen skill sangat rendah tidak ada.
  2. Guru yang memiliki DR (Disipline and Regulirity) yaitu keteraturan dan ketepatan waktu di sekolah sebanyak 2 orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 28% guru sangat rendah, 1 orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 14% guru rendah, 1 orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 14% sedang, 3 orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 42% tinggi.

4. Refleksi

Setelah selesai pelaksanaan tindakan pada siklus kedua maka diadakan refleksi mengenai kelemahan atau kekurangan dari pelaksanaan tindakan pada siklus kedua tersebut. Dari hasil observasi dan data yang diperoleh, dapat diartikan bahwa tindakan pada siklus 2 dinyatakan berhasil, karena terdapat 2 orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 3% guru yang memiliki ketrampilan mengajar sangat tinggi, 8 orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 53% sangat tinggi sedangkan guru yang memiliki manajemen skill sangat rendah tidak ada, 5 orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 33% guru yang memiliki keteraturan dan ketepatan waktu yang sangat tinggi, dan 2 orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 13% guru sangat tinggi dalam menjalin interaksi dengan pihak lain.

Siklus 2

        1. Perencanaan

Perencanaan dalam Reward dan Punishment di SD ini kegiatan kongkretnya berupa penyusunan program Reward dan Punishment, sedangkan mekanismenya melalui rapat dewan guru. Dalam perencanaan, guru juga diajak membuat kesepakatan dalam penyusunan program Reward dan Punishment.

Kegiatan perencanaan Reward dan Punishment di SD Negeri Kunci 04 Sidareja, dibutuhkan sarana yang akan digunakan dalam kegiatan Reward dan Punishment. Sarana meliputi program Reward dan Punishment, buku ketentuan Reward dan Punishment dan buku pantauan.

Reward dan Punishment yang dilakukan oleh kepala sekolah SD Negeri Kunci 04 Sidareja untuk memberikan motivasi kepada guru-guru, tujuannya agar dapat mengembangkan situasi pembelajaran yang dilakukan guru. Selain itu juga untuk mengkoordinasi, menstimulasi, mendorong kearah partumbuhan kinerja guru disamping untuk memperbaiki proses.

        1. Pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian tindakan sekolah pada siklus yang kedua ini dilaksanakan melalui beberapa kegiatan, antara lain: (a) Menyebarkan lembar pengamatan seperti pada siklus 1 (b) Berkoordinasi dengan kepala sekolah yang setiap hari seperti siklus 1 (c) dilaksanakan melalui beberapa kegiatan peng-amatan, antara lain: Management Skill dan Disipline and Regulirity.

Pengamatan atau observasi dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan lembar observasi selama satu bulan. Peneliti juga melakukan penilaian dari hasil lembar observasi yang diberikan kepada kepala sekolah untuk mengamati kinerja guru. Kegiatan perencanaan yang disusun kemudian diimplentasikan untuk peningkatan kinerja guru. Langkah kongkret implementasi Reward dan Punishment dilakukan dengan cara: Pemberian penghargaan atau reward meliputi: mengikuti prosedur pemberian penghargaan dan insentif terhadap guru dan staf yang berprestasi sehingga prestasi yang tinggi dari guru mendapat penghargaan dari sekolah, penghargaan dan hadiah ditentukan berdasarkan prestasi yang diraih dan memberikan kepada guru untuk meraihnya, tiap guru yang mendapatkan penghargaan atas suatu prestasi yang membanggakan diumumkan jika perlu dirayakan, guru yang produktif dan punya kinerja tinggi diprioritaskan untuk menikmati kesempatan promosi atau pilihan program lain untuk pengem-bangan karir.

Sedangkan tindakan punishment dilakukan hanya akan terwujud jika: tindakan punishment itu didasarkan atas kriteria yang objektif yang sama-sama diketahui baik oleh yang menindak maupun oleh yang ditindak, tindakan punishment itu telah didahului oleh tindakan-tindakan lain seperti pengarahan, teguran, dan peringatan, bobot tindakan adil, dalam arti dikenakan pada tingkat dan bentuk yang sama kepada semua orang yang melakukan kesalahan serupa, dan tindakan yang diambil bersifat mendidik. Pelaksanaan Reward dan Punishment selanjutnya dikomunikasikan dengan guru yang bersangkutan.

Pelaksanaan Reward dan Punishment di SD Negeri Kunci 04 dilakukan dengan cara wawancara dengan warga sekolah, kemudian berkomunikasi dengan guru yang bersangkutan.

Berdasarkan hasil Wawancara tersebut sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan peneliti mengenai pelaksanaan Reward dan Punishment tersebut, kepala sekolah dalam menyelesaikan masalah pemberian penghargaan dan pembinaan. Pemberian penghargaan atau reward meliputi: mengikuti prosedur pemberian penghargaan dan insentif terhadap guru dan staf yang berprestasi, tiap guru yang mendapatkan penghargaan atas suatu prestasi yang membanggakan diumumkan jika perlu dirayakan, guru yang mempunyai kinerja tinggi diprioritaskan untuk diberi kesempatan promosi.

Sedangkan tindakan punishment didasarkan atas kriteria yang objektif dengan melalui tindakan-tindakan pengarahan, teguran, dan peringatan, bobot tindakan adil, dan tindakan yang diambil bersifat mendidik.

        1. Pengamatan dan Evaluasi

Dari hasil pengamatan serta rekap dari tingkat kinerja guru pada pelaksanaan pemberian Reward dan Punishment pada siklus kedua dapat dilihat Dari hasil rekapitulasi kinerja guru diperoleh data:

  1. Guru yang memiliki MS (Manajemen Skill) yaitu ketrampilan mengatur waktu dalam mengerjakan Administrasi Guru Kelas dengan tertib sangat baik sebanyak 1 orang guru dari 7 guru atau terdapat 14% rendah. Sedangkan yang sedang terdapat 5 orang guru dari 7 guru atau 71% dan 1 orang guru dari 7 guru memiliki managemen skill tinggi atau 14%, sedangkan guru yang memiliki manajemen skill sangat rendah tidak ada.
  2. Guru yang memiliki DR (Disipline and Regulirity) yaitu keteraturan dan ketepatan waktu dalam mengerjakan administrasi guru kelas di sekolah dengan sangat rendah sebanyak tidak ada orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 0%, kemudian tidak ada orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 0% guru rendah, sedangkan 1 orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 14% yang sedang, 6 orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 86% tinggi.
        1. Refleksi

Setelah selesai pelaksanaan tindakan pada siklus kedua maka diadakan refleksi mengenai kelemahan atau kekurangan dari pelaksanaan tindakan pada siklus kedua tersebut. Dari hasil observasi dan data yang diperoleh, dapat diartikan bahwa tindakan pada siklus 2 dinyatakan berhasil, karena terdapat sebanyak 1 orang guru dari 7 guru atau terdapat 14% rendah. Sedangkan yang sedang terdapat 5 orang guru dari 7 guru atau 71% dan 1 orang guru dari 7 guru memiliki managemen skill tinggi atau 14%, sedangkan Guru yang memiliki DR (Disipline and Regulirity) yaitu keteraturan dan ketepatan waktu dalam mengerjakan administrasi guru kelas di sekolah dengan sangat rendah sebanyak tidak ada orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 0%, kemudian tidak ada orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 0% guru rendah, sedangkan 1 orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 14% yang sedang, 6 orang guru dari 7 guru sehingga terdapat 86% tinggi.

Dari hasil pengamatan serta rekap dari tingkat kinerja guru pada pelaksanaan pemberian Reward dan Punishment pada perubahan hasil dari siklus satu ke siklus kedua dapat dilihat pada table terlampir berikut. Dari tabel di atas didapatkan hasil penelitian siklus 1 dan siklus 2 disimpulkan bahwa:

  1. Guru yang memiliki MS (Manajemen Skill) yaitu ketrampilan mengatur waktu dengan tugas lain sebanyak 0% orang guru memiliki manajemen skill sangat rendah, 14% guru rendah, 57% guru sedang, 28% sangat tinggi.
  2. Guru yang memiliki DR (Disipline and Regulirity) yaitu keteraturan dan ketepatan waktu di sekolah sebanyak 28% guru sangat rendah, 14% guru rendah, 14% sedang, 42% tinggi.

Dari hasil observasi dan data yang diperoleh, kinerja guru sebelum dilakukan tindakan sebagian besar guru yang memiliki ketrampilan mengajar, manajemen, keteraturan dan ketepatan waktu dan guru dalam menjalin interaksi dengan pihak lain masih rendah. Sedangkan setelah dilakukan tindakan guru sudah banyak yang memiliki ketrampilan mengajar, manajemen, keteraturan dan ketepatan waktu dan guru dalam menjalin interaksi dengan pihak lain.

Berdasarkan data tersebut, maka dalam penelitian ini dapat diakhiri sampai pada siklus ke 2 karena dalam siklus kedua dengan adanya teknik Reward dan Punishment sudah ada peningkatan terhadap kinerja guru.

B. Pembahasan

Berdasarkan teori dan kajian penelitian terdahulu dalam melakukan teknik Reward dan Punishment pembinaan kepala sekolah dalam memotivasi untuk meningkatan kinerja guru di SD Negeri Kunci 04 Sidareja dilakukan dengan dua siklus.

Pihak sekolah mempersiapkan berbagai macam persiapan keterkaitan dengan teknik Reward dan Punishment, baik program perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi serta refleksi agar dapat memotivasi guru untuk lebih meningkatkan kinerja-nya. Perencanaan Reward dan Punishment di SD Kunci 04 Sidareja dibuat oleh kepala sekolah yang disusun di awal pembelajaran dengan disosialisasikan melalui rapat dewan guru.

Perencanaan merupakan langkah-langkah yang penting untuk mencapai suatu keberhasilan. Apabila rencana pembelajaran disusun secara baik akan menjadikan tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Menurut Siswanto (2007: 42) perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya. Menurutnya, merencanakan berarti mengupayakan penggunaan sumberdaya manusia (human resources), sumber daya alam (natural resources), dan sumberdaya lainnya (other resources) untuk mencapai tujuan.

Untuk menjamin terwujudnya pelaksanaan teknik Reward dan Punishment untuk meningkatkan kinerja guru diperlukan adanya faktor internal dan faktor internal yang dapat mempengaruhi Reward dan Punishment diantaranya seperti yang dikemukakan oleh Indrafachrudi (2000: 52) membagi faktor yang mempengaruhi kinerja ke dalam dua kategori yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Pelaksanaan Reward dan Punishment kepala sekolah dalam teknik pemberian penghargaan dan pembinaan. Pemberian penghargaan atau reward meliputi: untuk reward berupa pemberian piagam, Hadiah nilai DP3, pujian secara lisan dalam upacara atau rapat, dan Hadiah uang. Sedangkan untuk punishment adalah Teguran secara lisan dan tulisan, Nilai DP3 lebih rendah dari yang lain, pembinaan tersendiri.

Hal ini dilakukan dengan mengikuti prosedur pemberian penghargaan dan insentif terhadap guru dan staf yang berprestasi, tiap guru yang mendapat-kan penghargaan atas suatu prestasi yang membang-gakan diumumkan jika perlu dirayakan, guru yang mempunyai kinerja tinggi diprioritaskan untuk diberi kesempatan promosi. Sedangkan tindakan punishment didasarkan atas kriteria yang objektif dengan melalui tindakan-tindakan pengarahan, teguran, dan peringa-tan, bobot tindakan adil, dan tindakan yang diambil bersifat mendidik.

Penelitian ini berbeda dengan Rucinski and Hazi (2007: 3) Reward dan Punishment as Professional Development: Compatible or Strange Bedfellows in the Policy Quest for Increased Student Achievement, yang mengemukakan yang berguna untuk meningkatkan kualifikasi guru sebagai tenaga pengajar. Prosesnya berlangsung secara berjangka atau bertahap yang dilakukan dalam rangka pening-katan pembelajaran siswa di kelas melalui guru yang diberi Reward dan Punishment. Dijelaskan pula bahwa kinerja guru dikembangkan melalui pemberian Reward dan Punishment.

PENUTUP

  1. Simpulan

Reward dan Punishment atau ganjaran dan hukuman merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kedisiplinan guru. Pernyataan ini sesuai dengan kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam mengatasi permasalahan kehadiran guru dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini terlihat pada saat pelaksanaan kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) pada minggu ke pertama kedisipliinan guru dalam mengerjakan Administrasi Guru Kelas di hanya 14%, kemudian setelah diadakan pemberian Punishment berupa teguran maka minggu kedua meningkat menjadi 27% , selanjutnya minggu ketiga meningkat menjadi 58% dan minggu keempat 71%. Pada minggu terakhir kepala sekolah memberi reward berupa piagam penghargaan, dan hasilnya kedisipliinan guru dalam mengerjakan Administrasi Guru Kelas di naik secara signifikan yaitu mencpai 86%.

Hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini juga menguatkan pendapat bahwa Reward dan Punishment merupakan salah satu pilar dalam disiplin. Pemberian Reward dan Punishment yang memenuhi kaedah dedaktik metodik akan memotivasi guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar yang professional.

B. Saran

Peneliti merasa telah merasakan langsung manfaat dari kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini, meskipun belum sempurna. Untuk itu penulis menyarankan kepada rekan-rekan sejawat untuk mencoba menerapkan metode ini di sekolahnya. Penulis juga telah merencanakan untuk melakukan penulisan lebih lanjut penerapan metode ini untuk beberapa permasalahan lain yang menemui kendala dalam pencapaian tujuan kurikulum.

Tidak dapat dipungkiri bahwa metode Reward dan Punishment  memiliki beberapa kendala atau kelemahan. Untuk itu ke depan penulis akan lebih cermat dalam merencanakan kegitn sejenis melalui metode pemberian Reward dan Punishment .

Kekurangan penulis dalam penguasaan iklim kerja yang kondusif sangat menghambat perbaikan kedisiplinan. Pada kesempatan lain penulis akan berusaha menambah pengetahuan dengan membaca dan diskusi dengan teman sejawat atau kepada pihak yang lebih berkompeten.

Penguasaan teori tentang pendidikan dari banyak sumber sangat diperlukan. Buku-buku penunjang perbaikan pembelajaran perlu ditambah agar wawasan guru semakin luas selain kemauan untuk mencari informasi dari berbagai sumber.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar Prabu Mangkunegara . 2000 . Manajemen Sumber Daya Manusia . Bandung. PT Remaja Rosdakarya.

B. Siswanto Sastrohadiwiryo. 2002. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia : Pendekatan Adminstratif Dan Operasional. Cetakan 1. Jakarta : Bumi Aksara.

Depdiknas. 1995. Pedoman Pengembangan Siiabus dan Sistem Pengujian.Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. 1996. Pengelolaan Kelas. Seri Peningkatan Mutu 2. Jakarta : Depdagri dan Depdikbud.

Ekosiswoyo, Rachman. 2000. Motivasi Belajar Dan Disiplin. http://motivasibelajar-dan-disiplin-unmul.blogspot.com/.

Hasibuan Malayu S.P. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia.Jakarta:PT Bumi Aksara.

Husaini, usman. 2006. Manajemen: Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Maman, Rachman1999. Manajemen Kelas, Jakarta: Depdiknas.

M. Utsman Najati. 2009 . Psikologi dalam Perspektif Hadis. Pustaka Al Husna.

Nana Sudjana, 1988. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah Makalah-Skripsi-Tesis-Disertasi. Bandung: Sinar Baru.

Prijodarminto, Soegeng . 1994 . Disiplin Kiat Menuju Sukses. Jakarta: Abadi.

Soetjipto. 1999 . Profesi Keguruan, Jakarta: Projek Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan, Depdiknas.

Sugiyono, 2015. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Supandi. 1996. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: Departemen Agama Universitas Terbuka.

Winarno, Hamiseno. 1986. Pengelolaan Kelas dan Siswa. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

BIODATA PENULIS

Nama : Sutirno, S.Pd.

NIP : 19690815 199703 1 006

Pangkat/Golongan : Pembina, IV/a

Jabatan : Kepala Sekolah

Instansi : SD Negeri Kunci 04 Korwil Bidang Pendidikan Kec Sidareja, Kab. Cilacap

Judul : UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU DALAM PENGERJAAN ADMINISTRASI KELAS MELALUI PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT DI SD NEGERI KUNCI 04 SIDAREJA TAHUN PELAJARAN 2019/2020

By admin

You cannot copy content of this page