Iklan

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA 8 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 2 DENGAN PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS VI SDN BULUSARI 01 KECAMATAN GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020

ABSTRAK

Pembelajaran tematik akan bermakna apabila guru melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran. Disamping itu, pemberian media pembelajaran yang sesuai dengan materi juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan model pembelajaran Picture and Picture dengan Media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar tema 8 subtema 1 pembelajaran 2 pada siswa kelas VI di SD Negeri Bulusari 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dengan guru kelas. Desain penelitian ini menggunakan modifikasi model Kemmis & McTaggart dalam 2 siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas VI SDN Bulusari 01 yang berjumlah 33 siswa. Objek penelitian adalah hasil belajar tema 8 subtema 1 pembelajaran 2. Teknik pengumpulan data adalah tes dan observasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan hasil belajar siswa melalui penggunaan model pembelajaran Picture and Picture dengan Media Audio Visual. Hal ini nampak pada peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pra siklus 58,48, siklus 1 naik menjadi 67,58 dan pada siklus ke II menjadi 80,00. Nampak ada peningkatan ketuntasan belajar siswa pada kondisi pra siklus 36,36%, siklus ke 1 sebesar 72,73%, dan siklus ke II sebesar 93,94%. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran Picture and Picture dengan Media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tema 8 subtema 1 pembelajaran 2 pada siswa kelas VI SDN Bulusari 01 .

Kata Kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran Teama 8 Subtema 1 Pembelajaran 2, model pembelajaran Picture and Picture dengan Media Audio Visual

PENDAHULUAN

Tujuan pembelajaran di SD/MI adalah (1) memperoleh keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya; (2) mengembangkan pengetahuan, pemahaman konsep–konsep yang bermanfaat diterapkan dalam kehidupan sehari–hari; (3) mengembangkan rasa ingin tahu, sikap kognitif dan kesadaran tentang adanya hubungan saling mempengaruhi antara , lingkungan, teknologi dan masyarakat; (4) mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah, dan membuat keputusan; (5) meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam; (6) meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan; (7) memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP / MTs. (Depdiknas, 2006).

Berdasarkan refleksi awal dengan tim kolaborasi melalui data dokumen, observasi, wawancara dan catatan lapangan ditemukan masalah mangenai kualitas pembelajaran di kelas VI SD Negeri Bulusari 01 masih rendah . Permasalahan tersebut disebabkan karena guru belum menggunakan model pembelajaran inovatif yang mengaktifkan siswa, sehingga siswa kurang antusias dalam mengikuti pelajaran. Selain itu, aktivitas tanya jawab antara guru dan siswa sebagai suatu interaksi masih jarang dilakukan, sehingga siswa kurang optimis dalam menyampaikan pendapat. Guru juga belum menggunakan media dalam pembelajaran , sehingga siswa kurang terfasilitasi dalam memahami materi yang sedang dipelajari.

Permasalahan tersebut didukung hasil belajar pada siswa kelas VI, dengan data dari hasil ulangan harian, yang mendapatkan nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu ≥70, mendapatkan nilai dibawah KKM (≥70). Data tersebut menunjukkan perlu adanya penerapan model dan media pembelajaran yang menarik agar dapat menambah antusias siswa untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar siswa di SDN Bulusari 01 , Kecamatan Gandrungmangu.

Permasalahan mengenai rendahnya kualitas pembelajaran di SDN Bulusari 01 , Kecamatan Gandrungmangu merupakan masalah penting dan mendesak untuk segera dicari alternatif pemecahan masalahnya. Berdasarkan diskusi peneliti dan tim kolaborasi, menetapkan alternatif tindakan berupa penerapan pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran, dan menyenangkan bagi siswa.

Salah satu model pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui model Picture and Picture dengan media audio visual dalam pembelajaran . Penerapan model Picture and Picture dengan media audio visual diharapkan dapat membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran, sedangkan guru hanya bertugas sebagai fasilitator dan pembimbing yang akan menunjang kegiatan siswa.

Diharapkan dengan menerapkan model Picture and Picture dengan media audio visual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa kelas VI serta menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Sehingga siswa dapat belajar dengan lebih antusias karena siswa akan mempunyai gambaran terhadap keadaan nyata yang ada di sekitar mereka melalui gambar-gambar dan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna.

Dari ulasan latar belakang tersebut di atas maka peneliti akan mengkaji penelitian tindakan kelas dengan judul : “Meningkatkan Hasil Belajar Tema 8 Subtema 1 Pembelajaran 2 Dengan Penerapan Model Picture And Picture Dengan Media Audio Visual di Kelas VI SD Negeri Bulusari 01 Tahun Pelajaran 2019/2020.

LANDASAN TEORI

Pengertian Pembelajaran

Menurut Rusman (2012: 1) pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berhubungan satu denganyang lain. Komponen tersebut meliputi: tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses interaksi yang terjadi antara pendidik dan peserta didik dalam suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan belajar.

Indikator Kualitas Pembelajaran

Departemen Pendidikan Nasional (2004: 8-10), merumuskan indikator kualitas pembelajaran dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain: perilaku pembelajaran oleh pendidik (dosen/ guru), perilaku dan dampak belajar siswa, iklim belajar, materi, media, dan sistem pembelajaran yang berkualitas.

Untuk meningkatkan kualitas sebuah pembelajaran, perlu diperhatikan banyak variabel. Akan tetapi dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan pada tiga variabel yang akan dikaji lebih lanjut, yakni keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan jika kualitas keterampilan guru, aktivitas dan hasil belajar siswa semakin baik, maka dapat dikatakan pembelajaran tersebut berkualitas.

Model Pembelajaran Picture and Picture

Model pembelajaran Picture and Picture merupakan salah satu jenis pembelajaran kooperatif. Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar. Model pembelajaran ini mengandalkan gambar yang menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran. Maka dari itu, sebelumnya guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan, baik dalam bentuk kartu atau carta dalam ukuran besar (Shoimin, 2014: 122). Jadi dapat disimpulkan bahwa model Picture and Picture adalah salah satu jenis model pembelajaran yang menggunakan media gambar yang dipasangkan/diurutkan dengan urutan logis. Melalui model Picture and Picture dalam proses pembelajaran dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran dengan menggunakan media gambar berupa gambar kegunaan air, urutan daur air serta kegiatan manusia yang mempengaruhinya.

Media Pembelajaran Audio Visual

Media audio visual merupakan salah satu jenis media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Sesuai dengan namanya, media ini merupakan kombinasi audio dan visual atau bisa disebut media pandang- dengar. Seels (1994: 70) mengemukakan bahwa “pembelajaran audiovisual didefinisikan sebagai produksi dan pemanfaatan bahan yang menyangkut pembelajaran melalui penglihatan dan pendengaran yang secara eksklusif tidak selalu harus tergantung kepada pemahaman kata-kata dan symbolsimbol sejenis”.

Hasil Belajar

Menurut Suprijono (2014: 5) hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap apresiasi dan ketrampilan. Merujuk pada pemikiran Gagne dalam (Suprijono, 2014:5-6), hasil belajar berupa Informasi verbal, Keterampilan intelektual, Stategi kognitif, Keterampilan motorik dan sikap.

Hipotesis Penelitian

Berdasarkan permasalahan diatas maka hipotesis yang diajukan adalah “Melalui Penggunaan model pembelajaran Picture and Picture dengan Media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran tema 8 subtema 1 pembelajaran 2 pada siswa kelas VI SD Negeri Bulusari 01 Kecamatan Gandrungmangu Semester II Tahun Pelajaran 2019/2020”.

METODE PENELITIAN

Setting / Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2020. Pembelajaran ini dilaksanakan di kelas VI SD Negeri Bulusari 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Adapun dipilihnya kelas tersebut sebagai obyek penelitian karena peneliti adalah guru pada SD Negeri Bulusari 01.

Subjek Penelitian

Subjek Penelitian ini adalah Siswa kelas VI SDN Bulusari 01 yang berjumlah 33 siswa terdiri dari 19 anak laki- laki dan 14 anak perempuan.

Teknik dan Alat pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan wawancara.

Analisis data

Teknik analisis data yang digunakan adalah secara kuantitatif dan kualitatif.

Indikator Penelitian

Pada penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil bila 90% siswa berhasil memperoleh nilai diatas / sama dengan 70, yakni skor Standar Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan di awal tahun pelajaran 2019/2020.

HASIL TINDAKAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data

Sebelum perencanaan tindakan siklus I dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pre tes yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa serta untuk mengetahui gambar sejauh mana kemampuan siswa mengenai materi pelajaran serta kesulitan – kesulitan yang dialami siswa. Pada pra siklus ini akan diamati keaktifan siswa dalam kelas, kekreatifan siswa, penggunaan metode atau model pembelajaran yang kurang tepat dan mengetahui pemahaman siswa terhadap pelajaran. Dari tes awal yang dilakukan diperoleh tingkat ketuntasan yang dapat dilihat pada Tabel 1.

Jumlah Siswa 33
Siswa Tuntas Belajar 12
Siswa Belum Tuntas Belajar 21
Rata-rata 58.48
Ketuntasan Hasil Belajar 36.36
Belum Ketuntasan Belajar 63.64

Tabel 1 Hasil Perolehan Nilai Pada Saat Test Awal

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai rata – rata hasil belajar siswa sebelum dilaksanakan tindakan adalah 58,48 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 12 siswa (36,36%) dan belum tuntas sebanyak 21 siswa (63,64%).

Hal ini menunjukkan tingkat ketuntasan belajar secara klasikal masih rendah. Melihat hasil belajar siswa yang masih rendah, peneliti berupaya untuk melaksanakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Picture and Picture menggunakan media audio visual untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI.

Hasil Penelitian

Siklus I

Dalam proses pengamatan setidaknya ada 3 hal yang diamati, yaitu aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.

Aktivitas Guru

No Aspek yang diamati Check
1 Masuk kelas tepat waktu
2 Menyiapkan perlengkapan yang diperlukan
3 Mimimpin berdoa
4 Mengecek kehadiran siawa
5 Materi yang disampaikan sesuai dengan topik yang dibahas
6 Menyampaikan materi dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
7 Menyampaikan materi dengan suara yang jelas dan lancar
8 Memberikan motivasi
9 Materi yang disampaikan Sesuai dengan topik yang dibahas
10 Menyampaikan materi dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
11 Menyampaikan materi dengan suara yang jelas dan lancar
12 Penjelasan disertai contoh atau Ilustrasi
13 Menggunakan gambar yang disesuaikan dengan materi
14 Gambar yang digunakan menggunakan warna yang menarik
15 Gambar terlihat jelas
16 Meminta siswa untuk memperhatikan media pembelajaran
17 Menunjuk siswa untuk menyampaikan dasar pemikiran terkait gambar
18 Mengajukan pertanyaan secara jelas
19 Penyebaran giliran menyampaikan alasan/ dasar pemikiran
20 Pemberian waktu untuk berfikir
21 Memberikan konfirmasi terhadap jawaban yang benar dan yang salah
22 Memberi penguatan materi yang sedang dibahas melalui media audio visual Penyebaran giliran menyampaikan alasan
23 Memberikan penghargaan kepada Siswa
24 Memberikan penguatan verbal dan gestural
25 Media audio visual sesuai dengan materi
26 Media audio visual menarik perhatian siswa
27 Media audio visual dapat didengar dan dilihat semua siswa
28 Media audio visual membuat pemahaman siswa menjadi lebih jelas
29 Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
30 Memberikan evaluasi
Skor 24

Tabel 4.2 Aktivitas Guru pada Siklus I

Keterangan :

Skor Kriteria
25 s/d 30 Sangat Baik
20 s/d 24 Baik
15 s/d 19 Cukup
1 s/d 14 Kurang

Dari hasil pengamatan aktivitas guru diperoleh bahwa proses pembelajaran terlihat sudah menyenangkan bagi siswa. Siswa sudah dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. Guru sudah melakukan beberapa kegiatan seperti apersepsi dan merumuskan tujuan pembelajaran. Disamping itu guru sudah menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi.

Media Audio visual yang digunakan oleh guru, terlihat menarik perhatian siswa. Media audio visual dapat didengar dan dilihat oleh semua siswa. Guru sudah mengajak siswa untuk mengamati dan memperhatikan media, dilanjutkan dengan penjelasan singkat oleh guru. Akan tetapi, ketika proses pembelajaran berlangsung guru belum memberikan motivasi pada siswa. Suara dan penjelasan dari guru juga belum disampaiakan secara jelas.

Diakhir pembelajaran siswa belum diikutsertakan dalam menyimpulkan materi pembelajaran. Guru tidak lupa untuk memberikan soal evaluasi untuk mengukur hasil belajar siswa pada siklus I.

Aktivitas Siswa

No Aspek yang diamati Nilai
1 2 3 4
1 Siswa terlibat aktif, mendengar, dan menanggapi pernyataan guru pada kegiatan apersepsi.
2 Siswa memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan guru pada kegiatan motivasi.
3 Siswa mendengarkan langkah-langkah model picture and picture.
4 Siswa mempersiapkan diri untuk belajar
5 Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru
6 Siswa duduk menurut kelompok masing-masing.
7 Siswa menanyakan hal-hal yang belum di pahami
8 Siswa memikirkan soal dan terdorong ikut aktif dalam menjawab soal yang ada dalam kelompoknya.
9 Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.
10 Siswa mengerjakan post-test yang diberikan guru.
Jumlah Skor 29
Jumlah Total 40
Presentase Aktivitas Siswa 72,5%

Tabel. 4.3 Aktivitas Siswa Siklus I

Melihat aktivitas siswa pada pembelajaran siklus I, terlihat siswa cukup senang dan terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran. Dari awal pembelajaran siswa terlihat aktif menjawab apersepsi yang ditanyakan guru. Siswa diberikan penjelasan oleh guru tentang langkah-langkah pembelajaran menggunakan model picture and picture . Siswa sudah diarahkan untuk berfikir. Kemudian siswa juga sudah diaktifkan dalam berdiskusi dengan keompoknya.

Namun diakhir pembelajaran, siswa merasa malu untuk menanyakan hal-hal yang belum bisa dipahami. Siswa cenderung diam, seolah-olah semua siswa sudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Dilihat dari presentase keaktifan siswa pada siklus I, presentase keaktifan siswa mencapai 72,5%.

Hasil Belajar Siswa

Jumlah Siswa 33
Siswa Tuntas Belajar 24
Siswa Belum Tuntas Belajar 9
Rata-rata 67.58
Ketuntasan Hasil Belajar 72.73
Belum Ketuntasan Belajar 27.27

Tabel 4.4 Hasil Belajar pada Siklus I

Dari hasil tes siklus 1 melalui lembar evaluasi yang telah disediakan guru diperoleh data seperti pada tabel di atas yaitu dari 33 siswa terdapat 24 siswa yang sudah tuntas di atas KKM ( 70 ) dan terdapat 9 siswa yang belum tuntas. Rata-rata nilai pada siklus 1 yaitu 67,58 dengan presentase ketuntasan yaitu 72,73%.

Siklus II

Dalam proses pengamatan setidaknya ada 3 hal yang diamati, yaitu aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.

Aktivitas Guru

No Aspek yang diamati Check
1 Masuk kelas tepat waktu
2 Menyiapkan perlengkapan yang diperlukan
3 Mimimpin berdoa
4 Mengecek kehadiran siawa
5 Materi yang disampaikan sesuai dengan topik yang dibahas
6 Menyampaikan materi dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
7 Menyampaikan materi dengan suara yang jelas dan lancar
8 Memberikan motivasi
9 Materi yang disampaikan Sesuai dengan topik yang dibahas
10 Menyampaikan materi dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
11 Menyampaikan materi dengan suara yang jelas dan lancar
12 Penjelasan disertai contoh atau Ilustrasi
13 Menggunakan gambar yang disesuaikan dengan materi
14 Gambar yang digunakan menggunakan warna yang menarik
15 Gambar terlihat jelas
16 Meminta siswa untuk memperhatikan media pembelajaran
17 Menunjuk siswa untuk menyampaikan dasar pemikiran terkait gambar
18 Mengajukan pertanyaan secara jelas
19 Penyebaran giliran menyampaikan alasan/ dasar pemikiran
20 Pemberian waktu untuk berfikir
21 Memberikan konfirmasi terhadap jawaban yang benar dan yang salah
22 Memberi penguatan materi yang sedang dibahas melalui media audio visual Penyebaran giliran menyampaikan alasan
23 Memberikan penghargaan kepada Siswa
24 Memberikan penguatan verbal dan gestural
25 Media audio visual sesuai dengan materi
26 Media audio visual menarik perhatian siswa
27 Media audio visual dapat didengar dan dilihat semua siswa
28 Media audio visual membuat pemahaman siswa menjadi lebih jelas
29 Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
30 Memberikan evaluasi
Skor 30

Tabel 4.5 Aktivitas Guru pada Siklus II

Keterangan :

Skor Kriteria
25 s/d 30 Sangat Baik
20 s/d 24 Baik
15 s/d 19 Cukup
1 s/d 14 Kurang

Melihat tabel aktivitas guru pada siklus II, terlihat dari 30 item standar aktivitas guru selama proses pembelajaran terlaksana semua. Guru mampu memperbaiki beberapa kekurangan pada siklus I. Diantaranya yaitu guru sudah memberikan motivasi pada siswa. Disamping itu, suara dan penjelasan materi dari guru sudah terdengar jelas oleh siswa. Penggunaan media audio visual juga sudah digunakan secara lebih baik.

Diakhir pembelajaran, terlihat guru bersama siswa sudah menyimpulkan materi secara bersama-sama.

Aktivitas Siswa

No Aspek yang diamati Nilai
1 2 3 4
1 Siswa terlibat aktif, mendengar, dan menanggapi pernyataan guru pada kegiatan apersepsi.
2 Siswa memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan guru pada kegiatan motivasi.
3 Siswa mendengarkan langkah-langkah model picture and picture.
4 Siswa mempersiapkan diri untuk belajar
5 Siswa mendengarkan dan memperhatikan penjelasan guru
6 Siswa duduk menurut kelompok masing-masing.
7 Siswa menanyakan hal-hal yang belum di pahami
8 Siswa memikirkan soal dan terdorong ikut aktif dalam menjawab soal yang ada dalam kelompoknya.
9 Siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.
10 Siswa mengerjakan post-test yang diberikan guru.
Jumlah Skor 36
Jumlah Total 40
Presentase Aktivitas Siswa 90%

Tabel. 4.6 Aktivitas Siswa Siklus II

Melihat tabel aktivitas siswa pada siklus II, terlihat presentase keaktifan siswa mengalami peningkatan dari 72,5% meningkat menjadi 90%. Siswa terlihat aktif, hal ini bisa dilihat dari beberapa aktivitas siswa yang menunjukan skor lebih baik. Siswa terihat menunjukan perhatian yang lebih selama pelaksanaan pembelajaran siklus II. Siswa sudah berani menanyakan hal-hal yang belum bisa dhami.

Hasil Belajar Siswa

Jumlah Siswa 33
Siswa Tuntas Belajar 31
Siswa Belum Tuntas Belajar 2
Rata-rata 80.00
Ketuntasan Hasil Belajar 93.94
Belum Ketuntasan Belajar 6.06

Tabel 4.7 Hasil Belajar pada Siklus II

Melihat tabel hasil belajar siswa pada siklus II, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Dilihat dari siswa yang tuntas, terlihat siswa berjumlah 31 siswa tuntas. Dan siswa yang belum tuntas sebanyak 2 anak. Ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 93,94 % meningkat dari siklus I yang hanya mencapai 72,73%.

Refleksi

Berdasarkan hasil observasi terhadap siklus II, maka peneliti dibantu dengan rekan sejawat dapat menyusun refleksi atas kegiatan yang berlangsung pada siklus II, sebagai berikut :

  1. Pelaksanaa pembelajaran siklus II sudah cukup lebih baik dari siklus I, beberapa kekurangan yang muncul pada silus I dapat diperbaikai pada siklus II.
  2. Dilihat dari aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran pada siklus II sudah jauh lebih baik. Dari 30 item standar terlihat guru sudah mampu menerapkan 30 item tersebut. Beberapa kekurangan aktivitas guru pada siklus I seperti guru belum memberikan motivasi pada siswa, penjelasan dari guru belum terdengar secara jelas, dan diakhir pembelajaran guru belum mengajak siswa untuk menyimpulkan pembelajaran secara bersama-sama, pada siklus II sudah diperbaiki dengan baik.
  3. Dilihat dari aktivitas siswa, aktivitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran pada siklus II sudah terlihat lebih aktif. Secara presentase, aktivitas siswa pada siklus II mencapai 90%.
  4. Dilihat dari hasil belajar pada siklus II, terjadi peningkatan ketuntasan belajar. Pada pra siklus, ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 36,36% dengan rata-rata yaitu 58,48. Pada siklus I, ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 72,73% dengan rata-rata 67,58. Pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat menjadi 93,94% dengan rata rata 80,00
  5. Dilihat dari ketuntasan hasil belajar siswa yang sudah mencapai 93,94%, maka pelaksanaan pembelajaan cukup sampai pada sikus II. Ketuntasan belajar pada siklus II sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan yaitu 90%.

Pembahasan

Hasil pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode kerja kelompok adalah sebagai berikut :

Siklus I

Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I ini menggunakan model pembelajaran Picture and Picture dengan Media Audio Visual. Dari hasil pelaksanaan pembelajaran siklus I ini dapat diketahui bahwa hasil beljar siswa meningkat. Ini dapat dilihat dalam tabel berikut :

No Aspek Pra

siklus

Siklus I
1. Nilai Tertinggi 80 80
2. Nilai Terendah 40 40
3. Rata-rata 58,48 72,7
4. Siswa yang tuntas 12 24
5. Siswa yang belum tuntas 21 9
6. Ketuntasan belajar 36,36% 72,73%

Tabel 4.8 Perbandingan hasil belajar siswa

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa, pada pembelajaran pra siklus hasil rata-rata belajar siswa hanya mencapai 58,48. Setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture dengan Media Audio Visual nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 72,73. Dilihat dari jumlah siswa yang tuntas di atas KKM (70) dapat dilihat juga bahwa sebelum dilaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Picture and Picture dengan Media Audio Visual jumlah siswa yang memenuhi KKM yaitu 12 siswa dari 33 siswa atau 36,36%. Tapi setelah dilaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Picture and Picture dengan Media Audio Visual jumlah siswa yang memenui KKM meningkat menjadi 24 siswa dari 33 siswa atau sekitar 72,73%. Jika digambarkan dalam diagram, maka dapat dilihat di bawah ini :

PERBANDINGAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR

Diagram 4.9 Perbandingan ketuntasan belajar siswa

Siklus II

Dari hasil penelitian pada siklus II diperoleh bahwa hasil belajar siswa mengalami kenaikan atau peningkatan dari Pra siklus dan Siklus I. Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

No Aspek Pra

Siklus

Siklus

I

Siklus

II

1. Nilai Tertinggi 80 80 90
2. Nilai Terendah 40 40 70
3. Rata-rata 58,48 72,70 80,00
4. Siswa yang tuntas 12 24 31
5. Siswa yang belum tuntas 21 9 2
6. Ketuntasan belajar 36,36% 72,73% 93,94%

Diagram 4.10 Perbandingan ketuntasan belajar siswa tiap siklus

Dari keterangan diagram di atas sudah terlihat jelas bahwa hasil belajar siswa meningkat dari awal pra siklus, ketuntasan belajar siswa mencapai 36,36%. Setelah diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus I naik menjadi 72,73% dan pada siklus II naik menjadi 93,94%. Ini menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran menggunakan model Picture and Picture dengan Media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran tema 8 subtema 1 pada siswa kelas VI SD Negeri Bulusari 01 .

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian melalui model Picture and Picture dengan media audio visual yang sudah peneliti laksanakan di kelas VI, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Penggunaan model Picture and Picture dengan media audio visual di kelas VI dapat meningkatkan keterampilan guru. Keterampilan guru pada pelaksanaan siklus I tergolong kriteria baik.. Pada siklus II tergolong dalam kriteria sangat baik.
  2. Pembelajaran tema 8 subtema 1 pembelajaran 2 menggunakan model Picture and Picture dengan media audio visual di kelas VI dapat meningkatkan aktivitas siswa. Aktivitas siswa pada pelaksanaan siklus I mencapai presentase 72,73%. Pada siklus II presentase aktivitas siswa mencapai 93,94%.
  3. Pembelajaran tema 8 subtema 1 pembelajaran 2 menggunakan model Picture and Picture dengan media audio visual di kelas VI dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan data hasil belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 67,58 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 72,73%. Pada siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa menjadi 80,00 dengan persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 93,94%.

Dengan demikian maka hipotesis tindakan telah terbukti bahwa model Picture and Picture berbantu media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran tema 8 subtema 1 pembelajaran 2 di kelas VI SD Negeri Bulusari 01 .

Saran

Berdasarkan hasil penelitian melalui model Picture and Picture dengan media audio visual, maka peneliti memberikan saran-saran yaitu sebagai berikut :

  1. Penerapan model Picture and Picture dengan media audio visual dapat dijadikan sebagai satu alternatif bagi guru dan calon guru dalam meningkatkan pemahaman siswa pada proses pembelajaran tema 8 subtema 1 pembelajaran 2.
  2. Hendaknya guru menggunakan model Picture and Picture dengan media audio visual dalam pembelajaran, untuk meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam pembelajaran, dan menjadikan acuan untuk menjadi guru yang profesional.
  3. Bagi peneliti, kiranya hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi yang berguna untuk dapat melakukan penelitian yang sejenisnya

DAFTAR PUSTAKA

Anitah, Sri, dkk. 2009. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Depdiknas. 2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : CV. Pustaka Ceria.

Kustandi, Cecep dan Sutjipto Bambang. 2011. Media pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.

Kustiono. 2010. Media Pembelajaran. Semarang : UNNES Press. Moerwani, Ninik Sri. 2011. Penggunaan pembelajaran kooperatif model picture and picture untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas IV

Semester 1 SD Negeri 2 Jatipohon Kecamtan Grobogan Kabupaten Grobogan Tahun 2011/2012. Jurnal Universitas Kristen Satya Wacana. Vol. 1 (1): 2-12.

Seels, Babara B. and Richey, Rita C.Richey. 1994. Teknologi Pembelajaran. Terjemahan Dewi S. Prawiradilaga, dkk. Jakarta : UNJ Press.

Shoimin,Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013.

BIODATA PENULIS

Nama : Tisngatun, S.Pd. SD.

NIP : 19701111 199303 2 003

Unit Kerja : SD Negeri Bulusari 01

By admin

You cannot copy content of this page