Iklan

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KOMPETENSI DASAR OPERASI BILANGAN BULAT MELALUI PEMANFAATAN MEDIA POWER POINT BAGI SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 WINDUNEGARA TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Oleh : Rudiyanto, S.Pd.SD.

ABSTRAK

Rudiyanto,S.Pd.SD ”Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kompetensi Dasar Operasi Bilangan Bulat Melalui Pemanfaatan Media Power Point Bagi Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Windunegara Unit Pendidikan Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2017/2018” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah Pemanfaatan Media Power Point dapat meningkatkan hasil belajar Matematika Pokok Bahasan Operasi Bilangan Bulat pada siswa kelas VI SD Negeri 2 Windunegara Unit Pendidikan Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2017/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas kelas VI SD Negeri 2 Windunegara Unit Pendidikan Kecamatan Wangon dengan jumlah sebanyak 25 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis diskriptif komparatif dengan membandingkan kondisi awal dengan hasil-hasil yang dicapai pada setiap siklus, dan analisis deskriptif kualitatif hasil observasi dengan membandingkan hasil observasi dan refleksi pada siklus I dan siklus II. Dengan penerapan Pemanfaatan Media Power Point pada kompetensi dasar Operasi Bilangan Bulat VI SD Negeri 2 Windunegara Tahun Pelajaran 2017/2018. Pada akhir siklus II diketahui telah terjadi peningkatan rata-rata kelas 76 %, yaitu dari rata- rata tes kondisi awal 63 menjadi 74. Sedangkan ketuntasan belajar siswa ada peningkatan sebesar 40%, dari kondisi awal yang sudah tuntas hanya 9 siswa menjadi 19 siswa. Dengan demikian sebagian besar siswa kelas VI SD Negeri 2 Windunegara mengalami peningkatan hasil belajar pada kompetensi dasar Operasi Bilangan Bulat

Kata Kunci : Pembelajaran, Pemanfaatan Media Power Point

I. PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pembelajaran merupakan kegiatan yang terdiri dari komponen-komponen yang berinteraksi antara satu komponen dengan komponen yang lainnya untuk mencapai tujuan tertentu. Komponen-komponen yang terdapat dalam proses pembelajaran adalah tujuan pendidikan dan pembelajaran, peserta didik, tenaga, tenaga kependidikan khususnya guru, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama.

Setiap siswa memiliki tingkat penguasaan terhadap materi pelajaran yang bervariasi untuk setiap mata pelajaran. Kebanyakan tingkat penguasaan siswa terhadap pelajaran matematika lebih rendah dibandingkan dengan materi yang lain. Hal ini disebabkan mata pelajaran matematika merupakan materi yang kompleks, sehingga siswa menganggap bahwa materi pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit. Pembelajarkan matematika tenteng operasi bilangan bulat kepada Anak Sekolah Dasar Kelas VI tidaklah mudah. Bilangan bulat adalah konsep nyata yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Guna mengetahui tingkat pengetahuan yang ada pada siswa maka peneliti memberikan tes formatif ternyata ada perbedaan antara harapan dan kenyataan. Hasil tes formatif sungguh sangat memprihatinkan pada mata pelajaran Matematika kelas VI dengan materi Operasi Bilangan Bulat dari 25 siswa yang telah mencapai tuntas belajar baru 9 siswa atau baru mencapai 40 % , sisanya belum tuntas ada 16 siswa atau 60% .KKM yang ditentukan 65.

Dari kenyataan tersebut di atas, peneliti berdiskusi dengan teman sejawat dan meminta saran kepada supervisor untuk membantu mengidentifkasi berbagai kekurangan dalam mengelola kegiatan pembelajaran selama ini. Hasil diskusi terdapat adanya masalah yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran selama ini, yaitu :

  1. Minat belajar terhadap materi yang diajarkan rendah.
  2. Siswa kurang tertarik pada metode yang digunakan peneliti.
  3. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru sangat kurang.
  4. Prestasi belajar siswa rendah.

Berpijak pada beberapa permasalaha di atasTentunya banyak solusi yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah belum optimalnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika. Salah satunya adalah dengan memamfaatkan media pembelajaran. Media pembelajaran yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah media power point. Peneliti merencanakan penggunaan media power point ini dalam dua tindakan, yaitu tindakan pertama berupa penggunaan media power point tanpa animasi dan tindakan kedua berupa penggunaan media power point dengan animasi.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah melalui pemanfaatan media power point pada materi pelajaran Operasi Bilangan Bulat di kelas VI SDN 2 Windunegara dapat meningkatkan hasil belajar siswa ?”

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kompetensi Dasar Operasi Bilangan Bulat Melalui Pemanfaatan Media Power Point Bagi Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Windunegara Unit Pendidikan Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2017/2018

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini, yaitu :

Manfaat bagi Siswa

Dengan pemanfaatan media power point dalam pembelajaran mata pelajaran Matematika Operasi Bilangan Bulat, maka hasil belajar siswa akan meningkat. Peningkatan tersebut dapat terlihat dari nilai tes akhir siklus I yang lebih tinggi dari pada nilai kondisi awal, dan nilai tes akhir siklus II lebih tinggi dari pada nilai tes akhir siklus I. Atau paling tidak ada peningkatan hasil belajar siswa pada kondisi akhir jika dibandingkan dengan hasil belajar kondisi awal.

Manfaat bagi Guru

Pemanfaatan media pembelajaran akan menjadikan Proses Belajar Mengajar menjadi lebih bermutu. Salah satu indikasi pembelajaran yang bermutu adalah diperolehnya optimalisasi hasil belajar siswa sehingga guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk senantiasa memanfaatkan media yang bervariasi dalam pembelajaran.

Manfaat bagi Sekolah

Dengan adanya Penelitian tindakan kelas ini sekolah dapat mengambil manfaat khususnya dalam mengoptimalkan hasil belajar, para guru akan terdorong untuk senantiasa memenfaatkan media yang bervariasi dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai agen pembelajaran

KAJIAN PUSTAKA

Landasan Teori

Belajar merupakan usaha yang dilakukan setiap manusia dalam rangka untuk mencapai sesuatu yang ingin dicapai. Belajar adalah suatu proses di mana suatu tindakan muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu situasi (Sukmadinata,2003:15). Moh. Surya (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”. Menurut Gagne dalam Catharina Tri Anni (2004), belajar merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat berbagai unsur yang saling terkait sehingga menghasilkan perubahan perilaku.

Briggs (1977) dalam (Rudi dan cepi, 2008:6) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya.

Microsoft Power Point atau Microsoft Office Power Point adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya. Microsoft Power Point terinstal di dalam komputer PC berbasis sistem operasi Microsoft Windows. Aplikasi ini sangat banyak digunakan para pendidik, siswa, dan trainer Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft Power Point saja menjadi Microsoft Office Power Point. versi terbaru dari Power Point adalah versi 12 (Microsoft Office Power Point 2007), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office System2007.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_PowerPoint)

Media Power Point yang rencananya akan dimanfaatkan oleh peneliti pada penelitian tindakan kelas ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu media power point tanpa animasi dan media power poin dengan animasi. Pengertian animasi atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. (http: //www. facebook. com/ pages/ Animasi/)

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir di atas, maka dalam penelitian tindakan kelas ini diajukan hipotesis tindakan yaitu “Penggunaan media power poin dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi Operasi Bilangan Bulat Bagi Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Windunegara Unit Pendidikan Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

METODOLOGI PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2017/2018. Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas selama 3 bulan. Dimulai bulan September 2017 sampai dengan bulan November 2017 Waktu 3 bulan tersebut digunakan untuk menyelesaikan 7 kegiatan. Rangkaian kegiatan penelitian selama 3 bulan tersebut seperti tertera pada jadwal

Subjek Penelitian

Subjek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 2 Windunegara Unit Pendidikan Kecamatan Wangon pada semester I tahun pelajaran 2017/2018. Jumlah siswa kelas VI (enam) ada 25 siswa yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Seluruh siswa berasal dari Desa Windunegara Kecamatan Wangon.

Sumber Data

Terdapat 2 sumber data dalam Penelitian Tindakan Kelas, yaitu sumber data primer dan sumber data skunder. Sumber data primer adalah data yang bersumber dari subjek penelitian. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini sumber data primernya adalah siswa kelas VI SD Negeri 2 Windunegara Unit Pendidikan Kecamatan Wangon pada semester I tahun pelajaran 2017/2018. Sedangkan sumber data sekunder adalah data yang bersumber dari selain data primer, misalnya guru kelas lain pada sekolah tersebut yang diajak bekerja sama atau berkolaborasi dalam penelitian tindakan kelas.

Tehnik dan Alat Pengumpulan Data

Tehnik dan alat pengumpulan data sangat diperlukan untuk mendapatkan data dalam sebuah penelitian. Dalam penelitian tindakan kelas terdapat dua tehnik pengumpulan data, yaitu tehnik tes dan tehnik nontes. Tehnik pengumpulan data dengan tehnik tes terdapat tiga bentuk tes, yaitu tes tertulis,tes lisan, dan tes perbuatan. Sedangkan tehnik pengumpulan data dengan tehnik nontes dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya melalui wawancara, observasi, kuesioner dan lain-lain.

alat pengumpulan datanya berupa perangkat tes tertulis. Jumlah perangkat tes disesuaikan dengan jumlah siklus. Dalam penelitian tindakan kelas ini terdapat dua siklus sehingga perangkat tes tertulisnya juga ada dua, yaitu perangkat tes tertulis siklus I dan perangkat tes tertulis siklus II. Masing-masing perangkat tes dalam setiap siklus terdiri atas kisi-kisi, butir-butir soal, kunci jawaban, pedoman penskoran dan pedoman penilaian.

Teknik Analisis Data

Langkah selanjutnya setelah memperoleh data adalah analisis data. Data yang diperoleh berupa nilai-nilai. Nilai-nilai tersebut diperoleh melalui tes akhir setiap siklus. Berarti terdapat dua nilai yang harus dianalisis, yaitu nilai yang diperoleh dari tes akhir siklus I dan nilai yang diperoleh dari tes akhir di siklus II.

Indikator Keberhasilan

Indikator dalam penelitian ini dijadikan acuan dalam menentukan keberhasilan atau ketidak berhasilan program pembelajaran yang dilaksanakan.

Pembelajaran dikatakan mencapai ketuntasan secara klasikal jikas siswa menguasai materi 70 % dan secara individual nilai yang diperoleh rata-rata

kelas ≥70. Pencapaian ketuntasan belajar siswa sangat didukung oleh keterlibatn siswa dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Prosedur Penelitian

Penentuan metode penelitian merupakan langkah awal yang harus dilakukan peneliti sebelum mengadakan penelitian. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah tindakan kelas yang ditandai dengan adanya siklus. Ada tindakan yang dilakukan peneliti pada tiap-tiap siklus. Banyaknya siklus dalam penelitian tindakan kelas ini ada dua,yaitu siklus I dan siklus II. Masing-masing siklus melalui empat tahapan, yaitu planning, acting, observing dan reflecting.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian

1. Siklus I

Planing

Peneliti menyiapkan berbagai materi yang diperlukan, meliputi : lembar observasi, lembar kerja siswa, lembar tes, Laptop, Lcd Proyektor

Acting (tindakan) yang dilakukan peneliti sesuai planning yang telah disusun,

Apersepsi Guru menyiapkan alat presentasi seperti laptop, LCD proyektor. Inti meliputi ( eksplorasi, elaborasi, konfirmasi). Penutup di akhir siklus diadakan tes. Dalam pembelajaran ini bentuk tes yang digunakan adalah tes tertulis. Setiap siswa mengerjakan soal-soal tes tertulis secara indiviidual.

  1. Observing. Observing (pengamatan) dilakukan terhadap data yang diperoleh yaitu nilai tes di akhir siklus. Observing dilakukan dengan cara mencari rata-rata nilai yang diperoleh subjek penelitian.
  2. Reflecting. Reflekting dilakukan dengan cara membandingkan kondisi awal dengan kondisi akhir siklus I.

Rekapitulasi Ketuntasan Siswa pada materi operasi bilangan bulat

No Kegiatan Pembelajaran Siswa Tuntas
Frekuensi Persentase
1

2

Studi awal

Siklus I

9

13

36 %

52%

Siklus II

Planning. Peneliti menyiapkan berbagai materi yang diperlukan, meliputi : lembar observasi, lembar kerja siswa, lembar tes, Laptop, Lcd Proyektor

Acting

Apersepsi (kegiatan awal),Inti guru mulai mempresentasikan bahan kajian dengan menayangkan slide presentasi yang dilengkapi dengan animasi, PenutupDi akhir siklus diadakan tes. Dalam pembelajaran ini bentuk tes yang digunakan adalah tes tertulis.

  1. Observing (pengamatan) dilakukan terhadap data yang diperoleh yaitu nilai tes di akhir siklus.
  2. Reflecting. Reflecting dilakukan dengan cara membandingkan kondisi akhir siklus I dengan kondisi akhir siklus II.

Rekapitulasi Ketuntasan Siswa pada materi pokok Operasi Bilangan Bulat

No Kegiatan Pembelajaran Siswa Tuntas
Frekuensi Persentase
1

2

3

Studi awal

Siklus I

Siklus II

9

13

19

36%

52%

76 %

Grafik peningkatan pemahaman siswa pada materi materi Operasi bilangan Bulat melalui media power point

Dari tabel di atas dapat diterangkan sebagai berikut : Sebelum perbaikan, siswa yang tuntas belajar sebanyak 9 siswa dari 25 siswa atau 36% dengan nilai rata-rata kelas 63. Pada siklus I, siswa yang tuntas belajar sebanyak 13 siswa dari 25 siswa atau 52% dengan nilai rerata 65. Pada siklus II, siswa yang tuntas belajar sebanyak 19 siswa dari 25 siswa atau 76% dengan nilai rerata 74

Pembahasan

Berdasarkan hasil refleksi tiap-tiap siklus maka hasil yang diperoleh dalam perbaikan pembelajaran ini adalah cukup baik. Terbukti dengan semakin meningkatanya pemahaman siswa terhadap materi pokok Operasi Bilangan Bulat melalui media Power Point pada tiap siklusnya. Perbaikan pembelajaran pada siklus pertama sudah menampakan kemajuan hasil tes formatif siswa, dari hanya 9 siswa pada studi awal menjadi 13 siswa setelah perbaikan pembelajaran.Kemajuan pemahaman siswa tersebut didukung dengan adanya perlakuan yang berbeda antara studi awal dan perlakuan siklus pertama. Perlakuan tersebut adalah dengan digunakannya media power point.

Terlebih lagi setelah pertemuan kedua dengan di tambah alat peraga dalam pembelajaran, siswa menjadi semakin bersemangat. Dengan semangat belajar tersebut peneliti mencoba mengarahkan siswa untuk mengisi lembar kerja yang sudah dibagikan pada masing-masing kelompok. Dengan lembar kerja tersebut mempermudah siswa dalam menerima materi yang diajarkan oleh peneliti.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) materi pokok Operasi Bilangan Bulat melalui media Power Point Bagi Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Windunegara Unit Pendidikan Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2017/2018” dapat disimpulkan sebagai berikut : Sebelum perbaikan, siswa yang tuntas belajar sebanyak 9 siswa dari 25 siswa atau 36% . Pada siklus I, siswa yang tuntas belajar sebanyak 13 siswa dari 25 siswa atau 52% . Pada siklus II, siswa yang tuntas belajar sebanyak 19 siswa dari 25 siswa atau 76%. Dari fenomena tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa : pemanfaatan media power point pada materi pelajaran Operasi Bilangan Bulat di kelas VI SDN 2 Windunegara dapat meningkatkan dan mengoptimalkan hasil belajar siswa.

Saran

Berkaitan dengan kesimpulan hasil penelitian tindakakn kelas ini, maka dikemukakan saran bahwa : Guru dalam melaksanakan pembelajaran hendaknya menggunakan media pembelajaran yang berfariasi untuk menarik minat dan perhatian siswa khususnya media power point dalam mata pelajaran apa saja. Bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian lanjutan hendaknya mencermati kelemahan-kelmahan yang ditemukan dalam penelitian ini sehingga diharapkan dapa tmeningkatkan kompetensi peserta didik. Kepala Sekolah sebagai supervisor hendaknya mendukung dan memfasilitasi guru dalam melaksanakan variasi membelajaran dengan menggunakan multimedia.

Daftar Pustaka

Anonim, 2018, Pengertian Power Point, http://wikipedia.org/wiki/Power-Point

Anonim, 2018, Animasi, http://www.facebook.com/pages/animasi.

Chatarina Tri Ani. 2004. Psikologi Belajar. UNNES PRESS, Semaramg.

IGK Wardhani, dkk, 2007, Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka

Moh.Surya 1997, Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung. PPB – IKIP Bandung

Rudi,S & Cepi (2008:6), Media Pembelajaran. Bandung: Jurusan Kurtekpend FIP Universitas Pendidikan Iindonesia

Sukmadinata, Nana Syaodih, 2003. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Biodata Penulis

Nama : Rudiyanto, S.Pd.SD

NIP : 19731005 200604 1 014

Unit Kerja : SD Negeri 2 Windunegara, Korwilcam Wangon

You cannot copy content of this page