Iklan

UPAYA MENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MELALUI KKG DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN INOVATIF MODEL LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA GURU SD NEGERI KERTAJAYA 03 SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh : Partinah,S.Pd.Ina.

Penelitian ini berjudul “Peningkatan Mutu Pembelajaran Melalui KKG Sekolah Dalam Menerapkan Pembelajaran Inovatif Model Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar Pada Guru SD Negeri Wringinharjo 04 Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020 ”. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui aktifitas guru melalui diskusi KKG dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran di SD Negeri Wringinharjo 04 Kecamatan Gandrungmangu Tahun Pelajaran 2019/2020 ; (2) Untuk mengetahui skenario pembelajaran guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada para guru SD Negeri Wringinharjo 04 tahun pelajaran 2019/2020 ; (3) Untuk mengetahui efektifitas kegiatan pembelajaran guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada para guru SD Negeri Wringinharjo 04 tahun pelajaran 2019/2020 .Penelitian Tindakan Sekolah ini dilaksanakan selama dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dari hasil analisis data yang terkumpul diperoleh kesimpulan : Hasil observasi awal kegiatan diskusi KKG sekolah mendapat kategori rata-rata “cukup” dengan skor 73,93 kemudian pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 77,04 atau mengalami peningkatan 14,29% dan pada siklus II mendapat kategori ‘baik’ dengan rata-rata 84,32 atau mengalami peningkatan 85,71% ini menunjukan aktifitas diskusi KKG berjalan dengan baik. Sedangkan pada pembuatan skenario pembelajaran dari kondisi awal dengan rata-rata 68,93 atau kategori ‘cukup’ dan sampai siklus II dapat mencapai 84,61 dengan kategori ‘baik’, ini menunjukan efektifitas skenario pembelajaran berjalan baik. Dan hasil yang dicapai dalam kegiatan pembelajaran menunjukan pada siklus II dapat mencapai rata-rata 84,29 atau kategori ‘baik’. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa diskusi KKG dalam menerapkan model inovasi lingkungan sebagai sumber belajar dapat meningkatkan mutu pembelajaran bagi para guru di SDN Wringinharjo 04 tahun pelajaran 2019/2020 .

Kata Kunci: Mutu Pembelajaran, Diskusi KKG, Model inovasi Lingkungan, Skenario Pembelajaran, Efektifitas Pembelajaran.

PENDAHULUAN

Memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar menjadi alternatif strategi pembelajaran untuk memberikan kedekatan teoritis dan praktis bagi pengembangan hasil belajar siswa secara optimal. Ekowati (2001) mengatakan, memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar merupakan bentuk pembelajaran yang berfihak pada pembelajaran melalui penggalian dan penemuan (experiencing) serta keterkaitan (relating) antara materi pelajaran dengan konteks pengalaman kehidupan nyata melalui kegiatan proyek. Pada pembelajaran dengan setrategi ini guru bertindak sebagai pelatih metakognitif yaitu membantu pembelajar dalam menemukan materi belajar, mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan dalam pembuatan laporan dan dalam penampilan hasil dalam bentuk presentasi.

Dari hasil pantauan di SD Negeri Wringinharjo 04 Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020 selama ini para guru masih sangat jarang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Lingkungan sekolah tidak lebih hanya digunakan sebagai tempat bermain-main siswa pada saat istirahat. Kalau tidak jam istirahat, guru lebih sering memilih mengkarantina siswa di dalam kelas, walaupun misalnya siswa sudah merasa sangat jenuh berada di dalam kelas.

Demikian juga, para guru lebih sering menyajikan pelajaran di dalam kelas walaupun materi yang disajikan berkaitan dengan lingkungan sekolah. Dari wawancara yang dilakukan, sebagian besar guru mengaku enggan mengajak siswa belajar di luar kelas, karena alasan susah mengawasi. Selain itu ada guru yang menyampaikan bahwa mereka tidak bisa dan tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar sesuai dengan materi pembelajaran. Untuk mengatasi hal itu perlu adanya diskusi kelompok diantara para guru kelas dalam bentuk KKG untuk mendiskusikan masalah pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.

Dalam kegiatan diskusi tersebut para guru bisa membagi pengalaman dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Penelitian Nur Mohamad dalam Ekowati (2001) menunjukkan diskusi kolompok memiliki dampak yang amat positif bagi guru yang tingkat pengalamannya rendah maupun yang tingkat pengalamannya tinggi.

Dari latar belakang tersebut maka peneliti memilih judul penelitian tindakan sekolah “Peningkatan Mutu Pembelajaran Melalui KKG Sekolah Dalam Menerapkan Pembelajaran Inovatif Model Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar Pada Guru SD Negeri Wringinharjo 04 Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020 .

IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, serta hasil pengamatan peneliti melalui supervisi dalam kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah, maka dapat dIdentifikasi masalahnya sebagai berikut:

  1. Pendekatan pembelajaran lebih banyak didominasi oleh peran guru, dan guru satu-satunya sumber belajar,selain buku paket.
  2. Pembelajaran yang dikembangkan di kelas – kelas kelihatannya lebih ditekankan pada pemikiran reproduktif, menekankan pada hafalan dan mencari satu jawaban benar terhadap soal-soal yang diberikan
  3. Dalam kegiatan pembelajaran guru belum mampu menerapkan model, metode atau setrategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan sehingga kurang mengembangkan daya nalar siswa secara optimal.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka dalam penelitian tindakan sekolah ini difokuskan pada penelitian masalah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimana aktifitas guru melalui diskusi KKG dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada para guru SD Negeri Wringinharjo 04 semester I tahun pelajaran 2019/2020 ?
  2. Bagaimana skenario pembelajaran guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada para guru SD Negeri Wringinharjo 04 semester I tahun pelajaran 2019/2020 ?
  3. Bagaimana efektifitas kegiatan pembelajaran guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada para guru SD Negeri Wringinharjo 04 semester I tahun pelajaran 2019/2020 ?

TUJUAN PENELITIAN TINDAKAN

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari dilaksanakan penelitian tindakan sekolah ini adalah :

  1. Untuk mengetahui aktifitas guru melalui diskusi KKG dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran di SD Negeri Wringinharjo 04 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020 .
  2. Untuk mengetahui skenario pembelajaran guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada para guru SD Negeri Wringinharjo 04 semester I tahun pelajaran 2019/2020 .
  3. Untuk mengetahui efektifitas kegiatan pembelajaran guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada para guru SD Negeri Wringinharjo 04 semester I tahun pelajaran 2019/2020 .

KAJIAN TEORI

Pemanfaatan Lingkungan Sekolah sebagai Sumber Belajar

Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar mengarahkan anak pada peristiwa atau keadaan yang sebenarnya atau keadaan yang alami sehingga lebih nyata, lebih faktual dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Manfaat nyata yang dapat diperoleh dengan memanfaatkan lingkungan ini adalah : (1) menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari anak, (2) memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna (meaningful learning), (3) memungkinkan terjadinya proses pembentukan kepribadian anak, (4) kegiatan belajar akan lebih menarik bagi anak, dan (5) menumbuhkan aktivitas belajar anak (learning aktivities). (Badru Zaman, dkk. 2005)

Diskusi Kelompok Kerja Guru

Kelompok Kerja Guru (KKG) adalah bentuk kegiatan yang beranggotakan guru-guru kelas, dimana tujuan kegiatannya adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi mereka sesuai kelas yang dipegang. Bentuk kegiatan KKG bisa berupa diklat, simulasi, diskusi atau yang lainnya.

Kemudian diskusi kelompok adalah suatu kegiatan belajar yang dilakukan secara bersama-sama. Diskusi kelompok pada dasarnya memecahkan persoalan secara bersama-sama. Artinya setiap anggota turut memberikan sumbangan pemikiran dan pendapat dalam memecahkan persoalan tersebut. Diskusi kelompok adalah suatu kegiatan belajar untuk memecahkan persoalan secara bersama-sama, sehingga akan memperoleh hasil yang lebih baik. (Tabrani dan Daryani dalam Kasianto,2004)

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa diskusi kelompok adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku sebagai pengalaman individu dalam interaksinya dengan lingkungan yang dilakukan secara bersama-sama atau berkelompok.

Pengertian Model Pembelajaran dengan Pendekatan Lingkungan

Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan adalah strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar dan sarana belajar. (Hilda Karli dan Margaretha S.Y., 2002 : 97). Pengertian tersebut dapat dimaknai bahwa lingkungan merupakan fokus belajar siswa dan sumber juga alat yang memberikan fasilitas belajar bagi siswa.

Dalam pembelajaran di kelas, lingkungan yang dimaksud mengandung pengertian lingkungan sosial, termasuk di dalamnya aspek masyarakat. Pengertian model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan selaras dengan konsep pengajaran yang berpusat pada masyarakat.

Mutu Proses Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada lingkungan (Anon, 2003). Sementara mutu bermakna antara lain ukuran baik atau buruk suatu benda, taraf atau derajat (pendidikan, pembelajaran, kepandaian, kecerdasan, dan sebagainya).

Mutu pembelajaran dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, dan mutu pembelajaran memiliki hubungan positif dengan prestasi belajar. Indikator rendahnya mutu pendidikan (pembelajaran) antara lain mutu guru yang masih rendah pada semua jenjang pendidikan,murid yang rendah, media dan sumber belajar-mengajar seperti buku teks, peralatan laboratorium dan bengkel kerja yang memadai. Hal ini juga tergantung pada besarnya biaya pendidikan perunit, maupun alokasi dana dari APBN (Tilaar, 2006).

Hipotesis Tindakan

Dari seluruh uraian di atas maka dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut:

  1. Kegiatan diskusi KKG dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran di SD Negeri Wringinharjo 04 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020 .
  2. Skenario pembelajaran guru yang baik dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada para guru SD Negeri Wringinharjo 04 semester I tahun pelajaran 2019/2020 .
  3. Efektifitas kegiatan pembelajaran guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada para guru SD Negeri Wringinharjo 04 semester I tahun pelajaran 2019/2020 .

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SDN Wringinharjo 04 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap pada guru – guru di SD Negeri Wringinharjo 04 Semester I tahun pelajaran 2019/2020 .

Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan yaitu pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2019 dengan perhitungan waktu kurang lebih 12 minggu.

Jenis Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian, maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah (School action research). Penelitian tindakan sekolah (PTS) merupakan upaya untuk meningkatkan kinerja sistem pendidikan, dan mengembangkan manajemen sekolah agar menjadi lebih produktif, efektif, dan efisien.

Metode dan Rancangan Penelitian.

Bentuk tindakan dalam penelitian ini berupa supervisi (bimbingan kelompok) kepada guru-guru melalui KKG, agar mampu menyusun skenario pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar secara efektif.

Alur penelitian secara keseluruhan dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 1. Desain Penelitian ( Suharsimi Arikunto, 2007:93)

Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah para guru Semester I tahun pelajaran 2019/2020 di SDN Wringinharjo 04 sebanyak 6 guru yang terdiri dari 1 guru laki-laki dan 5 guru perempuan.

Teknik Pengumpulan Data

Suharsimi Arikunto (1998:134) mengemukakan bahwa metode pengumpulan data adalah cara–cara yang dapat digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis, sehingga lebih mudah diolah.

Validasi Data

Merujuk pada pendapat Hopkins dan Rochiati tersebut, beberapa teknik validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Member check, 2) Triangulasi

Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber berupa lembar observasi.

Indikator Keberhasilan

Indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam penelitian tindakan sekolah ini adalah sebagai berikut :

  1. Dalam kegiatan diskusi KKG aspek yang diobservasi dinyatakan berhasil jika mendapatkan rata-rata lebih dari 80 atau kategori “baik”
  2. Dalam skenario pembelajaran yang menggunakan inovasi lingkungan sebagai sumber belajar dinyatakan berhasil jika mendapatkan rata-rata lebih dari 80 atau kategori “baik”
  3. Dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan inovasi lingkungan sebagai sumber belajar dinyatakan berhasil jika mendapatkan rata-rata lebih dari 80 atau kategori “baik”

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Observasi Kegiatan KKG

Analisis data yang diperoleh dari kegiatan KKG menunjukan adanya peningkatan aktivitas yang dilakukan oleh guru dari kondisi awal, kemudian dari siklus I ke siklus II.

Tabel. 1. Rekapitulasi hasil observasi kegiatan KKG Di Sekolah

No Kegiatan KKG Observasi Pengamatan KKG
Rata2 Kategori Min. B %
1 Kondisi Awal 73,93 1 14.29
2 Silkus I 77,04 3 42.86
3 Siklus II 84,32 6 85.71

Dari tabel diatas dapat ditafsirkan sebagai berikut

  1. Pada siklus I nilai rata-rata mengalami kenaikan sebesar 4,21 % sebelum perbaikan
  2. Pada siklus II nilai rata – rata juga mengalami kenaikan sebesar 9,45% dari siklus I
  3. Pada siklus I Jumlah guru yang berkategori minimal B juga mengalami peningkatan dari 1 orang menjadi 3 orang
  4. Pada siklus II jumlah I Jumlah guru yang berkategori minimal B juga mengalami peningkatan dari 3 orang menjadi 6 orang.

Untuk lebih jelasnya peningkatan nilai rata-rata, hasil observasi kegiatran KKG dan peningkatan guru dengan kategori B dari siklus ke siklus dapat disajikan dalam bentuk chart seperti berikut ini :

Gambar1. Grafik observasi kegiatan KKG Sekolah dari kondisi awal, siklus I dan siklus II

Hasil Skenario Pembelajaran ( RPP )

Analisis data yang diperoleh dari hasil scenario Pembelajaran ( RPP ) menunjukan adanya peningkatan aktivitas yang dilakukan oleh guru dari kondisi awal, kemudian dari siklus I ke siklus II.

Tabel 2. Skenario Pembelajaran dari kondisi awal, siklus I dan Siklus II

No Pembuatan RPP Observasi RPP
Rata2 Kategori Min. B %
1 Kondisi Awal 68,93 2 28.57
2 Silkus I 78,04 4 57.14
3 Siklus II 84,61 7 100.00

Dari tabel diatas dapat ditafsirkan sebagai berikut

  1. Pada siklus I nilai rata-rata mengalami kenaikan sebesar 13,22 % sebelum perbaikan
  2. Pada siklus II nilai rata – rata juga mengalami kenaikan sebesar 8,42% dari siklus I
  3. Pada siklus I Jumlah guru yang berkategori minimal B juga mengalami peningkatan dari 2 orang menjadi 4 orang
  4. Pada siklus II jumlah Jumlah guru yang berkategori minimal B juga mengalami peningkatan dari 4 orang menjadi 7 orang.

Untuk lebih jelasnya peningkatan nilai rata-rata, hasil pembuatan RPP dan kemampuan guru dengan kategori B dari siklus ke siklus dapat disajikan dalam bentuk chart seperti berikut ini :

Gambar 2. Grafik Skenario pembuatan RPP dari kondisi awal, siklus I dan siklus II

Hasil Kegiatan Pembelajaran

Analisis data yang diperoleh dari hasil kegiatan KBM menunjukan adanya peningkatan aktivitas yang dilakukan oleh guru dari kondisi awal, kemudian dari siklus I ke siklus II.

Tabel 3. Kegiatan Pembelajaran dari kondisi awal, siklus I dan Siklus II

No Kegiatan KBM Observasi KBM
Rata2 Kategori Min. B %
1 Kondisi Awal 70,05 1 14.29
2 Silkus I 77,43 3 42.86
3 Siklus II 84,29 6 85.71

Dari tabel diatas dapat ditafsirkan sebagai berikut :

  1. Pada siklus I nilai rata-rata mengalami kenaikan sebesar 10,54 % dari sebelum perbaikan
  2. Pada siklus II nilai rata – rata juga mengalami kenaikan sebesar 8,86% dari siklus I
  3. Pada siklus I Jumlah guru yang berkategori minimal B juga mengalami peningkatan dari 1 orang menjadi 3 orang
  4. Pada siklus II jumlah Jumlah guru yang berkategori minimal B juga mengalami peningkatan dari 3 orang menjadi 6 orang.

Untuk lebih jelasnya peningkatan nilai rata-rata, hasil pembuatan RPP dan kemampuan guru dengan kategori B dari siklus ke siklus dapat disajikan dalam bentuk chart seperti berikut ini :

Gambar 3. Grafik Hasil Pembelajaran dari kondisi awal, siklus I dan siklus II

Dengan demikian secara umum guru-guru di SD Negeri Wringinharjo 04 dalam menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar yang dimulai dari kegiatan KKG sekolah, pembuatan scenario pembelajaran dan kegiatan KBM dari keadaan awal sampai dengan siklus II mengalami kenaikan rata – rata kategori “Baik”. Hal ini sudah sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dari kondisi awal, siklus I dan siklus II tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:

  1. Dengan aktifitas guru melalui diskusi KKG dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dapat meningkatkan mutu pembelajaran di SD Negeri Wringinharjo 04 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020 .
  2. Dengan skenario pembelajaran guru yang baik dan tepat dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada para guru SD Negeri Wringinharjo 04 semester I tahun pelajaran 2019/2020 .
  3. Dengan kegiatan pembelajaran guru yang efektif dalam menerapkan pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada para guru SD Negeri Wringinharjo 04 semester I tahun pelajaran 2019/2020 .

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2011. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan Evaluasi Pendidikan. Edisi. Revisi, Cetakan kesebelas, Jakarta : Bumi Aksara

Badru Zaman, dkk. 2005. Media dan Sumber Belajar TK. Buku Materi Pokok PGTK 2304. Modul 1-9. Jakarta Universiats Terbuka.

Ekowati, Endang. 2001. Stategi Pembelajaran Kooperatif. Modul Pelatihan Guru Terintegrasi Berbasis Kompetensi. Jakarta : Depdiknas.

Hamalik, Oemar. 1989. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru

Algensindo

Kasianto, I Wayan 2004 Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa dengan Pendekatan Diskusi Kelompok. Laporan Penelitian Kelas. Tidak dipublikasikan

Rusyan Tabrani. 2001. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung Remaja Rosdakarya.

Sarman, Samsuni S.Pd. 2005. Implementasi Pendekatan Works Based Learning pada Sumber Belajar Masyarakat dalam Pembelajaran PS-Ekonomi. Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Banjarmasin. Tidak dipublikasikan.

Sutrisno Hadi, 2000. Metodelogi Penelitian. Yogyakarta : Andi

BIODATA PENULIS

Nama : Partinah,S.Pd.Ina.

NIP : 19651122 199211 2 001

Pangkat/Golongan : Pembina, IV/a

Jabatan : Kepala Sekolah

Instansi : SD Negeri Wringinharjo Kec Gandrungmangu

You cannot copy content of this page