Iklan

UPAYA MENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI PROGRAM PEMBINAAN KEDISIPLINAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR GURU SD NEGERI KARANGANYAR 02 TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh : Nurlaili Hidayati,S.Pd.SD.

Fokus utama Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) di SD Negeri Karanganyar 02 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap adalah upaya meningkatkan kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar melalui pembinaan kedisiplinan. Penelitian dilakukan dengan dua siklus. Pada setiap siklus memiliki perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang berbeda-beda. Subyek penelitian kepala sekolah dan guru. Dari hasil tindakan yang dilakukan dengan melakukan pembinaan kedisplinan terbukti dapat meningkatkan kinerja guru dengan mencapai standar ideal. Dengan kesimpulan bahwa : 1) Pembinaan disiplin guru dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020, 2) Kesiapan guru dalam membuat RPP sehingga dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020 dengan mendapat nilai rata-rata 81,38 dan katagori “baik” sedangkan kesesuaian antara RPP yang dibuat guru dan pelaksanaan belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020 mendapatkan nilai 83,75 atau dengan kriteria “baik”. Dengan demikian pembianaan kedisiplinan dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di SDN Karanganyar 02 Tahun Pelajaran 20119/2020 Kecamatan Gandrungmangu.

Kata Kunci : kinerja guru, pembinaan kedisiplinan, proses belajar mengajar

PENDAHULUAN

Dalam suatu proses pembelajaran, terjadi proses interaksi antara guru dan siswa. Di sinilah sangat diperlukan kedisiplinan baik oleh guru maupun siswa. Terciptanya situasi yang disiplin, dapat menimbulkan jalannya pelajaran, sehingga berpengaruh terhadap pencapaian tujuan. Demikian pula bagi guru disiplin mengajar harus ditingkatkan agar secara efektif dapat dicapai suatu etos kerja yang semaksimal mungkin dalam rangka meningkatkan mutu pengajaran di kelas. Kenyataan menunjukkan bahwa dalam suatu kehidupan, orang-orang yang berhasil dalam hidupnya kebanyakan dilandasi oleh disiplin diri yang sangat tinggi.

Dalam belajar sangat diperlukan kedisiplinan, karena akan selalu mentaati rencana kerja dalam mengajar, sehingga akan menjadi suatu kebiasaan yang melekat pada dirinya. Dengan demikian kebiasaan yang baik akan dapat dicapai suatu hasil atau prestasi yang memuaskan di dalam proses belajarnya.

Disiplin belajar harus diterapkan, mengingat padatnya materi pelajaran yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu sesuai dengan kurikulum yang ada. Tanpa adanya disiplin belajar materi tersebut tidak akan dapat dilakukan, maka tidak mungkin dapat tercapai prestasi yang semaksimal mungkin.

Keterangan dan kedisiplinan dalam menggunakan waktu kehadiran, ketertiban, keaktifan dan kerapian melaksanakan tugas mengajar merupakan kunci utama untuk memperoleh prestasi bagi kompetensi guru akan menjadi baik. Oleh karena itu kedisiplinan mengajar yang timbul dari dalam diri guru harus lebih ditingkatkan dan digali sehingga dapat menunjang pencapaian tujuan yang diinginkan.

Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan, bahwa kedisiplinan mengajar di kelas akan sangat besar pengaruhnya bagi kompetensi dan kapabilitas serta akseptabilitas bagi kinerja guru dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Sehubungan dengan itu, penulis selaku observer dan supervisor kependidikan tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan sekolah. Selain itu keadaan guru SD Negeri Karanganyar 02 dalam hal kedisiplinan masih perlu adanya evaluasi dan monitoring secara berkala dan berkelanjutan.

Dari latar belakang tersebut maka peneliti sekaligus sebagai supervisor pendidikan memilih judul penelitian tindakan sekolah “Upaya Meningkatan Kinerja Guru Melalui Program Pembinaan Kedisiplinan Dalam Proses Belajar Mengajar Guru SD Negeri Karanganyar 02 Tahun Pelajaran 2019/2020..

IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dapat di dentifikasi masalahnya sebagai berikut:

  1. Belum disiplinnya para guru ketika masuk ruang kelas, ketika waktu istirahat serta belum dapat memanfaatkan waktu yang tepat dalam belajar mengajar.
  2. Kesipaan guru dalam membuat RPP setiap akan melaksanakan pembelajaran masih kurang sehingga materi yang disampaikan cenderung kurang dalam dan tidak bervariasi.
  3. Kesesuaian antara penyusunan RPP dan pelaksanaan pembelajaran masih kurang tepat sehingga materi yang disampaikan dan hasil pembelajaran tidak maksimal

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana pembinaan disiplin guru dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020?
  2. Bagaimana kesiapan guru dalam membuat RPP sehingga dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020?
  3. Bagaimana kesesuaian antara RPP yang dibuat guru dan pelaksanaan belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020?

TUJUAN

Berdasarkan masalah tersebut, dapat dirumuskan tujuan penelitian tindakan sekolah ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengathui proses pembinaan disiplin guru dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020.
  2. Untuk mengetahui kesiapan guru dalam membuat RPP sehingga dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020.
  3. Untuk mengetahui kesesuaian antara RPP yang dibuat guru dan pelaksanaan belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020.

KAJIAN TEORI

Konsep Kinerja

Fatah dalam Tutik Rachmawati dan Daryanto (2013:16) mengemukakan bahwa “kinerja diartikan sebagai ungkapan kemajuan yang didasari oleh pengetahuan, sikap, dan motivasi dalam menghasilkan sesuatu pekerjaan”. Sedangkan Mathis dan Jackson dalam Donni Juni Priansa (2014:269) menyatakan bahwa “kinerja pada dasamya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pegawai dalam mengemban pekerjaannya”. Hal berbeda dikemukakan oleh Rivai dan Sagala dalam Donni Juni Priansa (2014:269) menyatakan bahwa “kinerja adalah perilaku yang nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh pegawai sesuai dengan perannya dalam organisasi”.

Benardin dan Russel dalam Donni Juni Priansa (2014:270) menyatakan bahwa :·“kinerja merupakan hasil yang diproduksi oleh fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan pada pekerjaan tertentu selama periode waktu tertentu. Hasil kerja tersebut merupakan basil dari kemampuan, keahlian dan keinginan yang dicapai”.

Dari beberapa pengertian · tentang kinerja tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah prestasi kerja yang telah dicapai oleh seseorang. Kinerja atau prestasi kerja merupakan basil akhir dari suatu aktifitas yang telah dilakukan seseorang untuk meraih suatu tujuan. Pencapaian basil kerja ini juga sebagai bentuk perbandingan basil kerja seseorang dengan standar yang telah ditetapkan.

Konsep Kinerja Guru

Kinerja guru mempunyai spesifikasi tertentu. Kineija guru dapat dilihat dan diukur berdasarkan spesiflkasi atau kriteria kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru. Berkaitan dengan kinerja guru, wujud perilaku yang dimaksud adalah kegiatan guru dalam proses pembelajaran.

Konsep kinerja guru merupakan hasil pekerjaan atau prestasi kerja yang dilak:ukan oleh seorang guru berdasarkan kemampuan mengelola kegiatan belajar mengajar, yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran , evaluasi pembelajaran dan membina hubungan antar pribadi (interpersonal) dengan siswanya.

Pengertian Disiplin

Menurut Ibnu Suwandi dan Anno D. Sanjari (1997:11-12) menjelaskan secara rinci mengenai pengertian disiplin sebagai berikut : 1) Latihan yang memperkuat, 2). sanksi, 3). Kendali atau terciptanya ketertiban dan keteratutan, 4). Sistem aturan dan tata laku.

Disiplin Mengajar di Sekolah

Dalam mengajar sangat diperlukan kedisiplinan karena akan selalu mentaati rencana kerja dalam pengajaran dan pembelajaran di kelas sehingga akan menjadi suatu kebiasaan yang melekat pada dirinya. Dengan memiliki kebiasaan yang baik akan dapat dicapai suatu hasil atau mutu yang memuaskan di dalam kegiatan proses belajar mengajar.Hal ini telah dinyatakan oleh The Liang Gie ( 1985:60) sebagai berikut: “Dalam usaha apapun juga, keterangan dan disiplin akan tetap merupakan kunci untuk memperoleh hasil yang baik.”

Pengertian Proses Belajar Mengajar

Dalam konteks operasional di sekolah, pembelajaran mengandung pengertian proses menjadikan siswa belajar, artinya karena adanya interaksi dengan komponen guru, kurikulum dan lingkungan belajar, dalam diri siswa terjadi perubahan perilaku sehingga mampu mengoptimalkan kemampuan­kemampuannya untuk menyikapi perubahan di lingkungannya ataupun pengaruh lingkungan terhadap dirinya.

KERANGKA BERPIKIR

Secara rinci kerangka berpikir pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah sebagaimana gambar di bawah ini:

Gambar.2.1. Kerangka Berpikir Penelitian Tindakan Sekolah

HIPOTESIS TINDAKAN

Dari seluruh uraian di atas maka dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut:

  1. Kegiatan pembinaan kedisiplinan dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 Tahun Pelajaran 2019/2020.
  2. Kesiapan guru dalam membuat RPP dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020
  3. Kesesuaian antara RPP yang dibuat guru dan pelaksanaan belajar mengajar dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SDN Karanganyar 02 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap pada guru – guru di SD Negeri Karanganyar 02 Semester I tahun pelajaran 2019/2020

Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan yaitu pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2019 dengan perhitungan waktu kurang lebih 12 minggu. Dilaksanakan dalam 2 siklus dalam rangkaian kegiatan pembelajaran sebagaimana dijelaskan pada bagian lampiran 2 penelitian tindakan sekolah ini tentang Jurnal Kegiatan Penelitian.

Metode dan Rancangan Penelitian.

Bentuk tindakan dalam penelitian ini berupa kegiatan pembinaan yang rutin dilakukan oleh kepala sekolah berkaitan dengan kedisiplinan dalam kegiatan pembelajaran sehingga kinerja guru meningkat.

Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah para guru Semester I tahun pelajaran 2019/2020 di SDN Karanganyar 02 sebanyak 4 guru yang terdiri dari 1 guru laki-laki dan 3 guru perempuan.

Teknik Pengumpulan Data

Data dalam penelitian ini dikumpulkan oleh peneliti menggunakan metode observasi. Ridwan (2007:76) menjelaskan bahwa observasi yaitu pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Karena sifatnya mengamati, maka alat yang paling pokok adalah panca indera, terutama indera penglihatan.

Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber berupa lembar observasi.

Perilaku guru dalam kedisiplinan, penyusunan skenario pembelajaran dan penilaian pelaksanaan pembelajaran dengan kriteria penilaian acuan patokan skala lima sebagai berikut:

Tabel.1 . Kreteria Penilaian Acuan Patokan Skala Lima

N Rentang Nilai Kreteria
1 90 – 100 A=Baik Sekali
2 80 – 89 B=Baik
3 65 – 79 C=Cukup
4 55 – 64 D=Kurang
5 0 – 54 E=Sangat kurang

Sutrisno Hadi (2000).

Indikator keberhasilan

Keberhasilan dalam kegiatan penelitian tindakan sekolah ini adalah jika kegiatan obervasi mencapai nilai atau katagori baik yaitu antara 80-89 dalam setiap kriteria penilaian observasi yang dilakukan dalam setiap siklus.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian Siklus I

Berdasarkan pengamatan ( observasi ) yang dilakukan pada siklus I maka diperoleh hasil penelitian disampaikan dalam bentuk tabel.

Tabel 2 Tabel observasi siklus I

No Nama guru

(Samaran responden)

Ceck Point Kedisipinan
Ketepatan

waktu mengajar

Kerapian

seragam guru

Kerajinan

Penyusunan

RPP

Pelaksanaan

RPP pada

PBM

1 A 65 76 77 70
2 B 66 77 75 75
3 C 68 76 70 70
4 D 66 70 65 75
Rata-rata 66,25 74,75 71,75 72,5

Dari data di atas menunjukkan bahwa hasil observasi oleh peneliti kurang memuaskan dan hal ini akan berdampak buruk dalam kegiatan proses belajar mengajar di kelas. Oleh karena itu penulis selaku kepala sekolah tersebut memberikan catatan kepada para guru untuk menjadi pedoman kegiatan pembelajaran berikutnya agar dalam pelaksanaan KBM harus menjaga kedisiplian kelas agar hasil sesuai yang diharakan dan melakukan kembali observasi di siklus II sesuai dengan target rencana.

Hasil penelitian Siklus II

Berdasarkan hasil pengamatan ( observasi ) yang dilakukan pada siklus II maka diperoleh hasil penelitian disampaikan dalam bentuk tabel.

Tabel 3 Tabel observasi siklus II

No Nama guru

(Samaran responden)

Ceck Point Kedisipinan
Ketepatan

waktu mengajar

Kerapian

seragam guru

Kerajinan

Penyusunan

RPP

Pelaksanaan

RPP pada

PBM

1 A 80 77 85 86
2 B 82 80 82 85
3 C 81 86 80 87
4 D 80 85 85 80
Rata-rata 80,75 82 83 84,5

Dari data tersebut menunjukan bahwa hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti selaku kepala kepala sekolah mendapatkan data dengan kriteria “B” baik dan sesuai yang diharapkan berdasarkan indicator keberhasilan tindakan kelas.

Table 4 Data perbandingan kesiapan guru dalam mengajar dan Kesesuaian penyusunan RPP dan KBM

NO SIKLUS Kesiapan

KBM

Rata2 Kesesuaian

RPP

Rata2
1 I 66,25 74,75 70,5 71,75 72,50 72,13
2 II 80,75 82,00 81,38 83,00 84,50 83,75

Kedisiplinan selama pembelajaran berlangsung dan ini akan berdampak positif bagi siswa baik untuk peningkatan prestasi bekajar siswa maupun untuk meingkatkan motivasi belajar siswa. Dengan demikian kegiatan penelitian tindakan kelas sudah mencapai indicator keberhasilan.

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis data , dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1) Pembinaan disiplin guru dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020, 2) Kesiapan guru dalam membuat RPP sehingga dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020 dengan mendapat nilai rata-rata 81,38 dan katagori “baik” sedangkan kesesuaian antara RPP yang dibuat guru dan pelaksanaan belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Karanganyar 02 tahun pelajaran 2019/2020 mendapatkan nilai 83,75 atau dengan kriteria “baik”.

DAFTAR PUSTAKA

Ad. Rucijakker, 1984, Mengajar Dengan Sukses. Jakarta, PT. Gramedia dengan

YKPTK.

Djumbur I dan Moh. Surya, 1975, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Bandung, CV. Ilmu.

Moh. Surya, dan Moh. Yamin, 1980, Pengajaran Remedial, Jakarta. Depdikbud. Nasin Imnu Suwandi dan Anno D. Sanjari, 1997, Disiplin di Sekolah. Seri Gerakan

Disiplin Nasional, Jakarta. PT. Grafindo Media Pratama.

Oemar Hamalik, 1980, Metode Belajar dan Kesulitan Belajar. Bandung, Tarsito.

Poerwodarminto. W. J. S., 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai

Pustaka.

S. Nasution, 1980, Didaktik Azas-azas Mengajar. Bandung, Jemmar.

, 1980, Metode Research, Bandung Jemmar.

Suharsimi Arikunto, 1992. Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta, Rineka Cipta.

Sutrisno Hadi, 1981, Statistik Jilid II. Yogyakarta, Yayasan Penerbitan Fak. Psy.

UGM.

Sudikin, dkk, 2002, Manajemen Penelitian Tindakan Kelas, Surabaya, Insan Cendekia The

Liang Gie, 1985, Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta, Pusat Kemajuan Studi. Tarni

Farida, 2003, Kedisiplinan Sebagai Motivator Kerja Mandiri, Pusat KajianYLKI, Jakarta

BIODATA PENULIS

Nama : Nurlaili Hidayati,S.Pd.SD.

NIP : 19670203 199201 2 003

Pangkat/Golongan : Pembina, IV/a

Jabatan : Kepala Sekolah

Instansi : SD Negeri Karanganyar 02 Kec Gandrungmangu, Kab. Cilacap

You cannot copy content of this page