Iklan

UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PANGKAT TIGA DAN AKAR PANGKAT TIGA DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS VI SDN WRINGINHARJO 03 SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Oleh : Suswanti, S.Pd.SD.

Abstrak

Dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan di SD Negeri Wringinharjo 03 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap adalah upaya meningkatan hasil belajar matematika materi pangkat tiga dan akar pangkat tiga dengan pendekatan contextual teaching and learning pada siswa kelas VI. Penelitian dilakukan dengan dua siklus. Pada setiap siklus memiliki perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang berbeda-beda. Subyek penelitian siswa kelas VI. Dalam penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini dilakukan dalam 2 siklus, dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan hasil belajar dengan mencapai standar ideal diatas 90%. Dengan hasil bahwa upaya meningkatan hasil belajar matematika materi pangkat tiga dan akar pangkat tiga dengan pendekatan contextual teaching and learning pada siswa kelas VI SDN Wringinharjo 03 semester 1 tahun pelajaran 2018/2019 dengan hasil dari pengamatan adanya peningkatan hasil belajar siswa tampak pada pencapaian ketuntasan belajar yang ditunjukkan dengan meningkatnya prosentase hasil belajar siswa dari 74,07% pada siklus I menjadi 92,60% pada siklus II, kemudian penggunakan pendekatan contextual teaching and learning untuk meningkatan hasil belajar matematika materi pangkat tiga dan akar pangkat tiga dengan pada siswa kelas VI SDN Wringinharjo 03 semester 1 tahun pelajaran 2018/2019 telah dilaksanakan dengan baik sehingga dengan pendekatan kontekstual yang digunakan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat siswa untuk belajar sehingga mendapatkan hasil belajar yang maskimal. Dengan demikian bahwa melalui pendekatan contextual teaching and learning pada siswa kelas VI SDN Wringinharjo 03 semester 1 tahun pelajaran 2018/2019 dapat meningkatan hasil belajar matematika materi pangkat tiga dan akar pangkat tiga.

Kata Kunci : hasil belajar, pendekatan contextual teaching and learning

PENDAHULUAN

Memperoleh nilai yang baik dan memuaskan pada pelajaran di sekolah adalah harapan dari semua siswa, guru maupun orang tua. Terlebih pada mata pelajaran matematika yang dianggap mata pelajaran sulit bagi banyak orang. Sehingga memperoleh hasil yang baik pada mata pelajaran matematika merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi yang mendapatkannya.

Demikian pula halnya dengan para siswa dan guru dari siswa SD Negeri Wringinharjo 03 Kecamatan Gandrungmangu pada umumnya dan siswa kelas enam pada khususnya. Namun kenyataan berkehendak lain, karena dalam kenyataanya pada ulangan harian yang dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2018/2019 ini kurang memuaskan.

Permasalahan rendahnya hasil belajar siswa pada SD Negeri Wringinharjo 03 tersebut dikarenakan pelajaran matematika tidak dirasakan sebagai suatu hal yang berarti. Siswa tidak merasa bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang mengasikkan tetapi memberatkan karena harus berfikir dengan angka-angka, siswa yang masih rendah daya berfikir abstraknya hanyalah mendapatkan gambaran yang ferbalistik. Padahal siswa akan lebih tertarik dan cepat mengerti jika diawali dari pemikiran yang konkrit baru setelah itu menuju ke hal-hal yang abstrak. Pembelajaran yang dikaitkan dengan dunia nyata dan ketrampilan yang dikembangkan atas dasar pemahaman bukan dikembangkan dari hasil latihan-latihan akan membuat siswa merasa puas diri .

Sehubungan dengan uraian di atas, maka perlu adanya suatu langkah inovasi ,sehingga peran adanya kajian dan penelitian yang membantu siswa dalam upaya meningkatkan hasil belajar, terutama pada mata pelajaran matematika, kemampuan menentukan pengakaran pangkat tiga bilangan kubik dapat teratasi. Sebagai salah satu solusi peneliti akan membuat penelitian tindakan kelas dengan judul “Upaya Meningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Pangkat Tiga Dan Akar Pangkat Tiga Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning Pada Siswa Kelas VI SDN Wringinharjo 03 Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019”.

RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas, dapat dirumuskan bahwa yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Bagaimana upaya meningkatan hasil belajar matematika materi pangkat tiga dan akar pangkat tiga dengan pendekatan contextual teaching and learning pada siswa kelas VI SDN Wringinharjo 03 semester 1 tahun pelajaran 2018/2019?
  2. Bagaimana menggunakan pendekatan contextual teaching and learning untuk meningkatan hasil belajar matematika materi pangkat tiga dan akar pangkat tiga dengan pada siswa kelas VI SDN Wringinharjo 03 semester 1 tahun pelajaran 2018/2019?

TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan yang akan dipaparkan dalam kegiatan penelitian tindakan sekolah ini adalah :

  1. Mengetahui upaya meningkatan hasil belajar matematika materi pangkat tiga dan akar pangkat tiga dengan pendekatan contextual teaching and learning pada siswa kelas VI SDN Wringinharjo 03 semester 1 tahun pelajaran 2018/2019?
  2. Mengetahui cara menggunakan pendekatan contextual teaching and learning untuk meningkatan hasil belajar matematika materi pangkat tiga dan akar pangkat tiga dengan pada siswa kelas VI SDN Wringinharjo 03 semester 1 tahun pelajaran 2018/2019?

MANFAAT PENELITIAN

Diharapkan penelitian ini dapat berguna sebagai bahan karya ilmiah bagi pengembangan pembelajaran Matematika dan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya terutama dalam upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui pendekatan contextual teaching and learning .

KAJIAN TEORI

Hakekat Matematika

Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki obyek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sudah diterima, sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas.

Dalam pembelajaran Matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran induksi dapat dilakukan pada awal pemebelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa.

Hasil Belajar

Hasil belajar adalah hasil yang dicapai oleh hasil sebenarnya didapat, maksudnya hasil atau kemampuan yang telah dicapai seseorang setelah orang tersebut melakukan tindakan perbuatan atau kegiatan tersebut. (Muhtar Bukori, 1984;94)

Dalam penelitian ini yang dimaksud hasil belajar adalah hasil maksimal yang dicapai oleh siswa SDN Wringinharjo 03 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap setelah melakukan proses pembelajaran.

Hasil belajar itu sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya faktor intern yaitu factor dari dalam diri siswa yang meliputi faktor kematangan, keadaan fisik/jasmani, kemauan, umur dan faktor ekstern yaitu faktor dari luar diri siswa yang meliputi faktor sosial, pengaturan proses pembelajaran di sekolah faktor situasional.

Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual

Dalam modul PLPG tahun 2011 pembelajaran dengan pendekatan CTL ( Contextual Teaching and learning ) merupakan konsep belajar yang mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa, dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan demikian hasil pembelajaran dapat diharapkan lebih bermakna bagi siswa.

CTL dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan lebih produktif dan bermakna. Pendekatan CTL dapat dijalankan tanpa harus mengubah kurikulum dan tatanan yang ada

Kerangka Berpikir

Dalam penelitian ini kerangka berpikirnya dapat digambarkan sebagai berikut:

.

Gambar 1. Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan Sekolah

Berdasarkan landasan teori dan kerangka berfikir yang telah diungkapkan, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Jika Guru menggunakan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar Matematika Kompetensi Dasar menentukan akar pangkat tiga dari bilangan kubik di kelas VI SD Negeri SDN Wringinharjo 03 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tahun 2018/2019

METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kelas VI SD Negeri Wringinharjo 03 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap

Subjek Penelitian

Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Wringinharjo 03 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap yang berjumlah 27 siswa, terdiri dari 16 siswa putra dan 11 siswa putri. Siswa kelas VI sebagai subjek yang akan diamati kegiatan pembelajarannya dan dikenai tindakan.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi pengamatan, wawancara atau diskusi, kajian dokumen, angket, dan tes yang masing-masing secara singkat diuraikan sebagai berikut: .

  1. Pengamatan (dengan melingkari bilangan kubik pada tabel angka).
  2. Diskusi ( menemukan sendiri hasil penarikan akar pangkat tiga dengan konsep yang dimiliki siswa).
  3. Tes ( mengerjakan tes tertulis )

Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data-data yang telah berhasil dikumpulkan antara lain dengan teknik deskriptif komparatif (statistik deskriptif komparatif ) dan teknik analisis kritis.

Indikator Kinerja

Peningkatan hasil belajar matematika dalam menentukan pangkat tiga dan pengakaran pangkat tiga dari bilangan kubik, maka dipergunakan indikator sebagai berikut:

  1. 80% dari jumlah keseluruhan kegiatan peningkatan hasil belajar matematika dengan pendekatan kontekstual telah diterapkan oleh guru minimal dengan kategori baik.
  2. Ketuntasan hasil belajar siswa, peneliti memberi target 90 % dari jumlah siswa memperoleh nilai diatas KKM (65)

Prosedur Penelitian

Penelitian ini menggunakan prosedur kerja adaptasi dari Hopkins ( dalam Zaenal Aqib, 2009: 31 ), yaitu siklus spiral meliputi perencanaan, tindakan, observasi, refleksi, dan perencanaan, perbaikan tindakan dalam siklus ulang jika masih diperlukan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Siklus I

Hasil analisis nilai ketuntasan tes formatif pada siklus I sebagai berikut :

Tabel Analisis Nilai Ketuntasan

Tes Formatif Perbaikan Pembelajaran Siklus I

No Nilai Frekuensi Ketuntasan
T B
1. 10 – 20
2. 30 – 40
3. 50 – 60 7 7
4. 70 – 80 10 10
5. 90 – 100 10 10
Jumlah 20 7

Tabel 1 Analisis Ketuntasan belajar

Keterangan:

Ketuntasan belajar = Jumlah Siswa nilai ≥ 65 x 100%

Jumlah Siswa

= 20 x 100 %

27

= 74,07%

Keterangan

Berdasarkan diagram Prosentase ketuntasan siklus I, tampak adanya peningkatan prosentase ketuntasan mencapai 74,07 %.

Proses Pengamatan

Berikut ini adalah kegiatan yang telah observer lakukan pada pengamatan yaitu:

  1. Melakukan pengamatan selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung, adapun fokus pengamatan adalah aktifitas guru, siswa, dan penerapan pendekatan CTL dalam pembelajaran.
  2. Observer telah mencatat hasil pengamatan pada lembar observasi yang hasilnya sebagai berikut:

Lembar Observasi
Perbaikan Pembelajaran Siklus I

No Butir – butir sasaran pengamatan Keterangan
K C B
1. Guru

Memulai kegiatan belajar mengajar

2. Menyampaikan materi pelajaran
3. Memotivasi siswa dalam KBM
4. Penguasaan kelas
5. Penerapan model pembelajaran CTL( membimbing
6. melakukan eksperimen).

Merespon dan menenggapi pertanyaan yang muncul dari

7. Siswa

Membimbing siswa untuk menyimpulkan materi

8. Memberikan evaluasi dan memberikan penilaian
9. Menutup kegiatan belajar mengajar
1. Siswa

Antusias siswa dalam mengikuti kegiatan

2. Keaktifan siswa melakukan eksperimen
3. Perhatian / konsentrasi belajar
4. Disiplin kelas
5. Kerja sama

Tabel 2. Lembar Observasi siklus I

Keteterangan:

K: Kurang

C: Cukup

B: Baik

Hasil refleksi yang peneliti lakukan adalah :

Hal-hal ini berdampak timbulnya hal positif yang merupakan peningkatan belajar. Adapun hal-hal yang terjadi dalam pembelajaran ini adalah:

  1. Pengelolaan kelas masih belum maksimal tampak adanya beberapa siswa yang tidak serius melakukan diskusi.
  2. Pembelajaran berjalan lancar tetapi masih terdapat beberapa siswa (7 anak) yang nilainya di bawah KKM yang artinya belum tuntas.

Siklus II

Hasil analisis nilai ketuntasan tes formatif pada siklus II sebagai berikut :

Tabel Tabel Analisis Nilai Ketuntasan
Tes Formatif Perbaikan Pembelajaran Siklus II

No Nilai Frekuensi Ketuntasan
T B
1. 10 – 20
2. 30 – 40
3. 50 – 60 2 2
4. 70 – 80 15 15
5. 90 – 100 10 10
Jumlah 25 2

Tabel 3 Analisis Ketuntasan Belajar siklus II

Keterangan:

Ketuntasan belajar = 25 x 100%

27

= 92,60%

Keterangan

Berdasarkan diagram Prosentase ketuntasan siklus II, tampak adanya peningkatan prosentase ketuntasan mencapai 92,60 %.

Proses Pengamatan

Dari pengamatan yang dilakukan oleh observer, diperoleh data sebagai berikut :

  1. Pengamatan dilakukan di dalam kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung.
  2. Hasil pengamatan dicatat pada lembar observasi di bawah ini.
No Butir-butir Sasaran Pengamatan Keterangan
K C B
1. Guru

Memulai kegiatan belajar mengajar

2. Menyampaikan materi pelajaran
3. Memotivasi siswa dalam KBM
4. Penguasaan kelas
5. Penerapan pendekatan kontekstual ( membimbing
6. melakukan pengamatan )

Merespon dan menanggapi pertanyaan yang muncul dari

Siswa
7. Membimbing siswa untuk menyimpulkan materi
8. Memberikan evaluasi dan memberikan penilaian
9. Menutup kegiatan belajar mengajar
1. Siswa

Antusias siswa dalam mengikuti kegiatan

2. Keaktifan siswa melakukan eksperimen
3. Perhatian / konsentrasi belajar
4. Disiplin kelas
5. Kerja sama

Tabel 4 Lembar Observasi siklus II

Proses Refleksi

Seperti halnya pada perbaikan pembelajaran siklus I, maka setelah pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II, kembali peneliti melakukan refleksi. Berikut adalah hasil refleksi perbaikan pembelajaran siklus II.

  1. Pemahaman siswa tentang penarikan akar pangkat tiga sudah meningkat jauh.
  2. Pendekatan kontekstual yang digunakan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat siswa untuk belajar.
  3. Metode diskusi mampu membantu siswa mencari tentang apa yang dipelajari dengan sendiri, sehingga membantu siswa berfikir kritis.
  4. Pembelajaran sudah berhasil, hal ini tampak dari prosentase ketuntasan yang mencapai 92,60%.

Pembahasan Hasil Tindakan

Peningkatan hasil belajar siswa tersebut tampak pada pencapaian ketuntasan belajar yang ditunjukkan dengan meningkatnya prosentase hasil belajar siswa dari 74,07% pada siklus I menjadi 92,60% pada siklus II.

Meskipun masih terdapat 2 anak yang nilainya belum tuntas, namun secara umum pembelajran sudah berhasil sehingga peneliti memutuskan untuk melakukan perbaikan pembelajaran sampai dengan siklus II saja.

SIMPULAN

Sesuai dengan hasil analisis data, berikut ini akan dikemukakan simpulan sebagai berikut :

  1. Upaya meningkatan hasil belajar matematika materi pangkat tiga dan akar pangkat tiga dengan pendekatan contextual teaching and learning pada siswa kelas VI SDN Wringinharjo 03 semester 1 tahun pelajaran 2018/2019 dengan hasil dari pengamatan adanya peningkatan hasil belajar siswa tampak pada pencapaian ketuntasan belajar yang ditunjukkan dengan meningkatnya prosentase hasil belajar siswa dari 74,07% pada siklus I menjadi 92,60% pada siklus II
  2. Penggunakan pendekatan contextual teaching and learning untuk meningkatan hasil belajar matematika materi pangkat tiga dan akar pangkat tiga dengan pada siswa kelas VI SDN Wringinharjo 03 semester 1 tahun pelajaran 2018/2019 telah dilaksanakan dengan baik sehingga dengan pendekatan kontekstual yang digunakan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat siswa untuk belajar sehingga mendapatkan hasil belajar yang maskimal.

DAFTAR PUSTAKA

David R Skaffer, 1995. Cooperatitive Learning. Jakarta: Grasindo.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Pendekatan Kontekstual. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Gagne, R.M &Briggs, L.J & Wagner, W.W.1992. Prinsiples of Intrucional Desaign.Orlando Holt Rinehart and Winston.

Moleong, Leksy. J.1995: 178. Metode Penelitian Kwalitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhtar Buchori, 1984;94.Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Malang.

Sifert, 1983. Strategi Belajar Men gajar. Jakarta, Rineka Cipta.

Sumadi Suryobroto, 1995;249.Pembelajaran Terpadu.Jakarta. Pusat Penerbitan UT. Winkle, W.S. 1989;36. Bimbingan dan Konseling di Institut Pendidikan, Jakarta:Gramedia

Zaenal Aqib, 2009:31. A Teacher`s Guide to Classroom researchsecond Edition. Philadelpia: Open Univercity Press

BIODATA PENULIS

Nama : Suswanti, S.Pd.SD.

NIP : 19730111 199603 2 003

Pangkat/Golongan : Pembina, IV/a

Jabatan : Guru Kelas

Instansi : SD Negeri Wringinharjo 03 Korwil Bidang Pendidikan Kec Gandrungmangu, Kab. Cilacap

You cannot copy content of this page