Iklan

UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) PADA MATERI ENERGI DAN PERUBAHANNYA MELALUI PENGGUNAAN PENDEKATAN KOMPETENSI BAGI SISWA KELAS VI SDN BULUSARI 04 SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2018/2019

RUSWANTO

Ruswanto, S.Pd.

ABSTRAK

Penelitian Tindakan Kelas ini berjudul “Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui Penggunaan Pendekatan Kompetensi bagi Siswa Kelas VI SD Negeri Bulusari 04 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019” Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana penggunaan pendekatan kompetensi pada pembelajaran IPA pada materi energi dan perubahannya dapan meningkatkan hasil belajar di kelas VI SDN Bulusari 04 Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 ?. 2) Bagaimana penerapan penggunaan Pendekatan Kompetensi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada materi Energi dan Perubahannya di kelas VI SDN Bulusari 04 Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 ?. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SDN Bulusari 04 sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes dan teknik non tes yang meliputi teknik observasi dan teknik angket. Adapun instrumen penelitiannya dengan menggunakan butir-butir soal, lembar observasi dan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif yang meliputi jumlah, mean, skor minimal-maksimal, persentase dan grafik/diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar IPA dengan menggunakan Pendekatan Kompetensi. Hal ini terlihat pada besarnya prosentase ketuntasan belajar dari kondisi awal 40%, naik menjadi 72% pada siklus I, dan naik lagi menjadi 92% pada siklus II. Dilihat dari rata-rata kelas, juga terjadi kenaikan yakni rata-rata kelas pada kondisi awal 66,0 pada siklus I naik menjadi 72. Sedangkan rata-rata kelas pada siklus II naik menjadi 82,8. Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa dalam pembelajaran IPA, hendaknya guru menggunakan Pendekatan Kompetensi, untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang diharapkan, sehingga menjadi manusia yang utuh baik aspek kognitif, afektif dan psikomotor dapat tercapai.

Kata kunci: Penggunaan Pendekatan Kompetensi, Hasil Belajar IPA

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.

Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan hasil belajar siswa khususnya pelajaran IPA.

Berdasarkan pengalaman peneliti di lapangan, kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa, misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA.

Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik, motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapan materi itu dengan lebih baik.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka peneliti tertarik untuk ikut ambil bagian memecahkan permasalahan tersebut dengan melakukan penelitian dengan judul “Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui Penggunaan Pendekatan Kompetensi bagi Siswa Kelas VI SD Negeri Bulusari 04 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 .

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Bagaimana penggunaan pendekatan kompetensi pada pembelajaran IPA pada materi energi dan perubahannya dapan meningkatkan hasil belajar di kelas VI SDN Bulusari 04 Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 ?
  2. 2. Bagaimana penerapan penggunaan Pendekatan Kompetensi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada materi Energi dan Perubahannya di kelas VI SDN Bulusari 04 Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 ?

D.Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah :

  1. Untuk mengetahui penggunaan pendekatan kompetensi pada pembelajaran IPA pada materi energi dan perubahannya dapan meningkatkan hasil belajar di kelas VI SDN Bulusari 04 Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019.
  2. Untuk mengetahui penerapan penggunaan Pendekatan Kompetensi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada materi Energi dan Perubahannya di kelas VI SDN Bulusari 04 Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019.

E. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan/acuan untuk mengembangkan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan dengan menggunakan sumber belajar Pendekatan Kompetensi.


KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Hasil Belajar IPA

John M. Keller (Abdurrahman, 2003) memandang hasil belajar keluaran dari suatu sistem pemrosesan berbagai masukan yang berupa informasi. Masukan tersebut dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu masukan yang berasal dari pribadi (personal inputs) dan masukan yang berasal dari lingkungan (environmental inputs). Masuan pribadi terdiri dari empat macam, yaitu (1) motivasi, (2) harapan untuk berhasil, (3) inteligensi dan penugasan awal, (4) evaluasi kognitif. Masukan yang beraal dari lingkungan terdiri dari tiga macam, yaitu (1) rancangan dan pengelolaan motivasional, (2) rancangan dan pengelolaan kegiatan belajar, (3) rancangan dan pengelolaan ulangan penguatan. Kualitas masukan yang diperoleh siswa akan mempengaruhi keluaran yang bisa ditujukan siswa.

Dari beberapa pendapat para ahli tentang hasil belajar dapat diambil beberapa kata kunci, yaitu keluaran, masukan, pemrosesan, dan ranah. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah keluaran yang dapat ditunjukan siswa setelah melakukan kegietan memroses masukan yang diterima dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor yang bersifat elative menetap/ bertahan dan dapat diamati. Kegiatan memproses informasi dalam hal ini pada hakekatnya merupakan kegiatan belajar yang dilakukan siswa.

Pengukuran hasil belajar, menurut Suharsimi Arikunto (2002) tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Agar dapat alat ukur prestasi siswa, terdapat 5 syarat atau ciri dalam tes yang baik yaitu: 1)Valid/ tepat, 2) Reliabel/tetap (ajeg), 3) Objektif, 4) Praktis, dan 5) Ekonomis.

Pendekatan Kompetensi dalam Pembelajaran

Pendekatan kompetensi adalah suatu pendekatan yang menitikberatkan pada penguasaan kompetensi siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Mulyasa (2002:68), bahwa “Pendekatan kompetensi merupakan pendekatan pengembangan kurikulum yang menfokuskan pada penguasaan kompetensi tertentu berdasarkan tahap-tahap perkembangan peserta didik”.

Lebih lanjut dikemukakan Mulyasa (2003:95) bahwa : Kompetensi merupakan indikator yang menuju kepada perbuatan yang bisa diamati dan sebagai konsep yang mencakup pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap serta bersifat transaksional, bergantung pada kondisi-kondisi dan pihak yang terlibat secara aktual.

Berdasarkan pendapat di atas jelas bahwa pendekatan kompetensi merupakan salah satu pendekatan yang menunjang terselenggaranya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. (KTSP), yang lebih mengutamakan perkembangan atau tahapan-tahapan kemampuan siswa sebagai obyek pembelajaran.

Tahapan-tahapan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan kompetensi meliputi : tahapan persiapan yaitu guru mempersiapkan ruang belajar, alat, bahan, media dan sumber belajar, serta mengkondisikan lingkungan belajar sedemikian rupa sehingga peserta didik siap belajar. Tahap penyajian merupakan tahap dimana guru menyajikan informasi, menjelaskan cara kerja keseluruhan proses. Tahap aplikasi yaitu tahap peserta didik diberikan kesempatan melakukan sendiri kegiatan belajar yang ditugaskan oleh guru di bawah pengawasan dan bimbingan guru. Tahap penilaian adalah tahap guru memeriksa hasil kerja siswa (Mulyasa, 2005:99).

B. Kerangka Berpikir

Gambar 2.1 Skema kerangka Berpikir

C. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kerangka berfikir di atas, maka hipotesis yang dapat dirumuskan sebagai berikut: Penggunaan Pendekatan Kompetensi dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran IPA tentang Energi dan Perubahannya bagi siswa kelas VI SD Negeri Bulusari 04 pada Semester II tahun Pelajaran 2018/2019 .

METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di SD Negeri Bulusari 04 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap pada Semester II tahun 2018/2019 .

Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri Bulusari 04 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2018/2019 . Dengan jumlah siswa 25 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan teknik observasi

Alat Pengumpuan Data

Butirbutir soal

Butirbutir soal ini digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian penggunaan pendekatan penemuan dalam meningkatkan hasil belajar IPA. Butir-butir soal ini digunakan dalam tes untuk siklus 1 dan butir soal tes untuk siklus 2 yang menggunakan bentuk tes pilihan ganda dan essay. Tes ini disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Tes formatif ini diberikan setiap akhir putaran.

Lembar observasi

Lembar observasi dilakukan secara langsung pada saat pembelajaran di kelas, guna mengumpulkan data secara kualitatif mengenai pembelajaran yang dilakukan oleh guru, untuk mencatat masalah yang terjadi pada saat tindakan, yang kemudian akan menjadi refleksi sebagai tindak lanjut.

Analisis Data

Menganalisis data secara kuantitatif berdasarkan hasil test peserta didik. Nilai hasil test dianalisis. Analisis hasil tes dan olah data hasil tes dilakukan menghitung mean/rata rata hasil belajar.

Indikator Kinerja

Indikator keberhasilan penelitian ini adalah terjadinya kenaikan hasil belajar yang ditunjukkan adannya kenaikan nilai rata-rata kelas, dan ketuntasan belajar siswa mencapai ≥ 90 %. Ketuntasan belajar KKM yang diharapkan di kelas VI pada mata pelajaran IPA adalah 70.

Prosedur Penelitian

Menurut Rusna Ristasa (2006:46), Penelitian Tindakan Kelas merupakan proses pengkajian berdaur yang terdiri dari empat tahapan yaitu: merencanakan, melakukan tindakan, mengamati, dan refleksi. Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilaksanakan akan digunakan kembali untuk merevisi rencana.

Daur Penelitian Tindakan Kelas diawali dengan kegiatan merencanakan (planning), tahapan ini merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan dan menjadi acuan dalam melaksanakan tindakan.

Tahap pelaksanaan/tindakan sebagai langkah yang kedua dan merupakan kegiatan proses pembelajaran yang sesuai dengan perencanaan yang telah disiapkan. Kemudian tindakan pembelajaran ini perlu diobservasi, agar tindakan yang dilakukan dapat diketahui kualitasnya.

Berdasarkan hasil pengamatan tersebut maka akan dapat ditentukan apakah ada hal-hal yang perlu segera diperbaiki agar tindakan yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan sesuai yang dirumuskan. Setelah pengamatan dilakukan selama proses tindakan berlangsung, maka hasil pengamatan didiskusikan dengan teman sejawat serta kepala sekolah guna mendapat refleksi.

Refleksi dilakukan dengan cara merenungkan kembali proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, baik mengenai kekurangannya maupun kelebihannya. Dengan demikian akan dapat diketahui kelemahan tindakan pembelajaran yang perlu diperbaiki pada daur berikutnya.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data

Sebagian besar siswa ragu­-ragu dan menganggap IPA sebagai pelajaran yang sulit. Mereka beralasan karena pelajaran IPA banyak menghafal. Mereka sering merasa malas kalau harus menghafal yang banyak.Tetapi sebagian besar siswa menganggap IPA termasuk pelajaran yang menyenangkan. Di antara alasan yang mereka kemukakan adalah karena melalui IPA mereka lebih mengenal Energi dan Perubahannya.

Agar diperoleh gambaran tentang kondisi awal yang lebih jelas, peneliti mengadakan tes tertulis. Tes awal ini diberikan dalam bentuk isian. Adapun hasil tes yang dilakukan untuk menilai kondisi awal siswa dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.1 Hasil Tes Kondisi Awal

NO Nama Siswa Nilai Tuntas Belum Tuntas
1 A 60
2 B 55
3 C 80
4 D 70
5 E 55
6 F 65
7 G 70
8 H 60
9 I 65
10 J 70
11 K 70
12 L 55
13 M 70
14 N 65
15 O 80
16 P 70
17 Q 60
18 R 60
19 S 60
20 T 55
21 U 65
22 V 60
23 W 80
24 Q 85
25 Y 65
Jumlah

JUMLAH

1650 10 15
Rata-rata 66.0

Dari tabel 4.1 dapat kita ketahui bahwa pada hasil tes kondisi awal nilai terendah adalah 55 dan nilai tertinggi adalah 85. Sebagian besar siswa masih belum tuntas yaitu 15 dari 25 siswa masih berada dibawah KKM ( 70 ). Ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 40 %.

Rekapitulasi Nilai Tertinggi dan Terendah Tes Formatif pada Kondisi Awal

No Uraian Skor
1 Nilai Tertinggi 85
2 Nilai Terendah 55
3 Nilai Rata-rata 66.0
4 Siswa yang tuntas (KKM 70) 10
5 % Siswa yang tuntas 40%
6 Siswa yang belum tuntas 15
7 % Siswa yang belum tuntas 60%

Tabel 4.2 Rekapitulasi Hasil Belajar awal siswa

Dari data di atas, terlihat dengan jelas betapa kecil prosentase siswa yang belum tuntas. Dari KKM yang ditentukan sebesar 70, kebanyakan siswa belum dapat mencapainya. Hal ini menunjukan rendahnya hasil belajar IPA siswa.

Hasil Penelitian

Siklus I

Hasil Observasi / Pengamatan

a. Aktivitas Guru

No Aspek yang diamati Ada Tidak
1. Membuat rencana pelaksananan pembelajaran siklus I ( Tahap Perencanaan )
2. Mempersiapkan media ( Tahap Perencanaan )
3. Melakukan apersepsi
4. Menyampaikan tujuan pembelajaran
5. Menyampaikan arahan / petunjuk pembelajaran

( Tahap Penyajian )

6. Memberikan kesempatan pada siswa untuk mempraktikan secara langsung proses pembelajaran

( Tahap Aplikasi )

7. Memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya
8. Melaksanakan penilaian ( Tahap Penilaian )

Tabel 4.3 Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Siklus I

Dari tabel diatas, secara garis besar guru sudah menerapkan pembelajaran menggunakan pendekatan Kompetensi dalam pembelajaran IPA di kelas VI. Dari sebelum kegiatan pembelajaran dimulai guru sudah mempersiapkan RPP dan media yang akan digunakan dalam belajar. Guru sudah menyajikan arahan kegiatan pembelajaran. Siswa mempraktikan secara langsung proses pembelajaran.

Siswa terlihat senang dan antusias dalam proses pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar di kelas seolah-olah hidup dengan adanya interaksi anatar siswa dan bimbingan guru. Diakhir pembelajaran ada satu kegiatan yang belum dilaksanakan oleh guru yaitu memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya.

b. Hasil Belajar

NO Nama Siswa Nilai Tuntas Belum Tuntas
1 A 75
2 B 70
3 C 80
4 D 75
5 E 65
6 F 65
7 G 75
8 H 75
9 I 70
10 J 80
11 K 85
12 L 65
13 M 80
14 N 75
15 O 90
16 P 80
17 Q 70
18 R 65
19 S 65
20 T 60
21 U 75
22 V 60
23 W 80
24 Q 85
25 Y 65
Jumlah

JUMLAH

1830 17 8
Rata-rata 73.2

Tabel 4.4 Hasil Belajar Siklus I

Rekapitulasi Nilai Tertinggi dan Terendah Tes Formatif pada siklus I

No Uraian Skor
1 Nilai Tertinggi 90
2 Nilai Terendah 65
3 Nilai Rata-rata 73.2
4 Siswa yang tuntas (KKM 70) 17
5 % Siswa yang tuntas 72%
6 Siswa yang belum tuntas 8
7 % Siswa yang belum tuntas 28%

Dari segi hasil belajar dapat dilihat dalam tabel 4.4 diatas, bahwasannya kenaikan rata-rata hasil belajar siswa meningkat. Pada pembelajaran kondisi awal rata-rata hasil belajar IPA hanya mencapai 66,4 Kemudian setelah diadakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kompetensi pada siklus I rata-ratanya meningkat menjadi 73,2

Refleksi

Setelah diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus 1, maka perlu adanya refleksi atas kegiatan yang sudah dilaksanakan. Dilihat dari hasil belajar siswa, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan hasil belajar yaitu ketika pembelajaran belum menggunakan pendekatan kompetensi jumlah siswa yang memenuhi KKM (70) hanya 10 siswa dari 25 siswa. Dan setelah pembelajaran menggunakan pendekatan kompetensi jumlah siswa yang memenuhi KKM (70) menjadi 17 siswa dari 25 siswa. Dengan kata lain terjadi penigkatan ketuntasan belajar yang semula 40% naik menjadi 72%. Meski dikatakan mengalami kenaikan dari segi hasil belajar, masih perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada tahap selanjutnya, karena masih terdapat beberapa kekurangan yang muncul dalam pelaksanaan siklus I, diantaranya yaitu di akhir proses pembelajaran guru seharusnya memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya. Kesempatan bertanya disini cukup penting karena siswa akan diberikan kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum bisa diahami. Biasanaya ada karakter siswa yang malu untuk bertanya padahal mungkin ada yang belum dipahami. Disinilah salah satu tugas guru untuk memberikan kesempatan bertanya itu pada siswa.

Berdasarkan kekurangan pada proses pembelajaran siklus 1, maka peneliti merasa perlu mengadakan perbaikan pembelajaran pada silkus II sebagai siklus pemantapan dan juga untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran siklus I.

Hasil Siklus II

Observasi / Pengamatan

a. Aktivitas Guru

No Aspek yang diamati Ada Tidak
1. Membuat rencana pelaksananan pembelajaran siklus I ( Tahap Perencanaan )
2. Mempersiapkan media ( Tahap Perencanaan )
3. Melakukan apersepsi
4. Menyampaikan tujuan pembelajaran
5. Menyampaikan arahan / petunjuk pembelajaran

( Tahap Penyajian )

6. Memberikan kesempatan pada siswa untuk mempraktikan secara langsung proses pembelajaran

( Tahap Aplikasi )

7. Memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya
8. Melaksanakan penilaian ( Tahap Penilaian )

Tabel 4.5 Hasil Observasi Aktivitas Guru pada Siklus II

Dari tabel diatas, secara garis besar guru sudah menerapkan pembelajaran menggunakan pendekatan Kompetensi dalam pembelajaran IPA di kelas VI. Tahapan pembelajaran dengan pendekatan kompetensi sudah dilaksanakan oleh guru setiap tahap. Dimulai dari tahap perencanaaan yaitu mempersiapkan RPP dan media, kemudian tahap penyajian yaitu menyajikan media dan arahan kegiatan pembelajaran, tahap aplikasi yaitu siswa secara langsung mempraktikan kegiatan pembelajaran dan tahap penilaian yaitu dengan diberikannya penilaian diakhir pembelajaran menggunakan soal evaluasi.

Pada siklus II ini, siswa kembali terlihat senang dan bersemangat dalam belajar IPA. Siswa terlihat saling bekerjasama antar teman kelompoknya. Diakhir pembelajaran guru sudah memberikan kesempatan bertanya pada siswa.

b. Hasil Belajar

NO Nama Siswa Nilai Tuntas Belum Tuntas
1 A 85
2 B 85
3 C 90
4 D 80
5 E 65
6 F 85
7 G 85
8 H 80
9 I 80
10 J 90
11 K 95
12 L 75
13 M 90
14 N 80
15 O 100
16 P 90
17 Q 80
18 R 75
19 S 80
20 T 75
21 U 85
22 V 65
23 W 90
24 Q 90
25 Y 75
Jumlah

JUMLAH

2070 23 2
Rata-rata 82.8

Tabel 4.6Hasil Belajar Siklus II

Rekapitulasi Nilai Tertinggi dan Terendah Tes Formatif pada siklus II

No Uraian Skor
1 Nilai Tertinggi 100
2 Nilai Terendah 65
3 Nilai Rata-rata 82.8
4 Siswa yang tuntas (KKM 70) 23
5 % Siswa yang tuntas 92%
6 Siswa yang belum tuntas 2
7 % Siswa yang belum tuntas 8%

Dari segi hasil belajar dapat dilihat dalam tabel 4.6 diatas, bahwasannya kenaikan rata-rata hasil belajar siswa meningkat. Pada pembelajaran kondisi awal rata-rata hasil belajar IPA hanya mencapai 66,0. Kemudian setelah diadakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kompetensi pada siklus I rata-ratanya meningkat menjadi 73,2. Dan kembali meningkat rata-rata hasil belajar pada siklus II yaitu menjadi 82,8

Refleksi

Setelah diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II, maka perlu adanya refleksi atas kegiatan yang sudah dilaksanakan, diantaranya :

  1. Dari hasil pengamatan, kegiatan guru dalam proses pembelajaran siklus II, guru terlihat sudah menerapkan pendekatan kompetensi dalam pembelajaran IPA. Hal ini terbukti dengan adanya tahapan-tahapan yang dijabarkan oleh guru sesuai dengan tahapan dalam pendekatan kompetensi.
  2. Kekurangan guru dalam proses belajar siklus I, seperti tidak memberikan kesempatan untuk bertanya, ada siklus II guru sudah memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya.
  3. Dari segi hasil belajar, terjadi kenaikan rata-rata hasil belajar IPA yaitu terlihat pada kondisi awal rata-rata hasil belajar IPA hanya mencapai 66,0 dan meningkat menjadi 73,2 ada siklus I serta meningkat kembali pada siklus II menjadi 82,8

Pembahasan

Hasil pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan media benda konkrit adalah sebagai berikut :

Siklus I

Siklus I dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 13 januari 2019. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I ini menggunakan pendekatan Kompetensi. Materi yang diajarkan yaitu Jenis-jenis gaya. Dari hasil pelaksanaan pembelajaran siklus I ini dapat diketahui bahwa hasil beljar siswa meningkat. Ini dapat dilihat dalam tabel berikut :

No Aspek Pra siklus Siklus I
1. Nilai Tertinggi 85 90
2. Nilai Terendah 55 65
3. Rata-rata 66.0 73.2
4. Siswa yang tuntas 10 17
5. Siswa yang belum tuntas 15 8
6. Ketuntasan belajar 40 % 72 %

Tabel 4.7 Perbandingan Hasil Prestasi Siswa pra siklus dan siklus I

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa, pada pembelajaran pra siklus hasil rata-rata ulangan siswa kelas VI khususnya pembelajaran IPA hanya mencapai 66,0. Setelah dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kompetensi nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 73.2. Dilihat dari jumlah siswa yang tuntas di atas KKM (70) dapat dilihat juga bahwa sebelum dilaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan kompetensi jumlah siswa yang memenuhi KKM sekitar 10 siswa dari 25 siswa atau 40 %. Tapi setelah dilaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan kompetensi jumlah siswa yang memenui KKM meningkat menjadi 17 siswa dari 25 siswa atau sekitar 72%. Jika digambarkan dalam diagram, maka dapat dilihat di bawah ini :

Digram 4.8 Nilai rata-rata hasil belajar siswa Pra Siklus dan Siklus I

Siklus II

Dari hasil penelitian pada siklus II diperoleh bahwa hasil belajar siswa mengalami kenaikan atau peningkatan dari Pra siklus dan Siklus I. Peningkatan hasil belajar siswa SDN Bulusari 04 pada mata pelajaran matematika dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

No Aspek Pra siklus Siklus I Siklus II
1. Nilai Tertinggi 85 90 100
2. Nilai Terendah 55 65 65
3. Rata-rata 66.0 73.2 82.8
4. Siswa yang tuntas 10 17 23
5. Siswa yang belum tuntas 15 8 2
6. Ketuntasan belajar 40 % 72 % 92%

Tabel 4.9 Perbandingan hasil belajar siswa setiap siklus

Digram 4.10 Nilai rata-rata siswa setiap siklus

Digram 4.11 Ketuntasan Belajar Pra Siklus Siklus I dan II

Dari keterangan diagram di atas sudah terlihat jelas bahwa hasil belajar siswa meningkat dari awal pra siklus nilai rata-rata pembelajaran IPA di kelas VI SDN Bulusari 04 yaitu 66,0 naik pada siklus I menjadi 73,2 dan pada siklus II meningkat menjadi 82,8. Dilihat dari ketuntasan belajarnya, pada pra siklus ketuntasan belajar IPA siswa kelas VI SDN Bulusari 04 mencapai 40%. Setelah diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus I naik menjadi 72% dan pada siklus II naik menjadi 92%. Ini menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas VI SDN Bulusari 04 menggunakan pendekatan kompetensi dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Dilihat dari data penelitian yang ada maka dapat disimpulkan bahwa penelitian yang telah dilakukan di kelas VI SD Negeri Bulusari 04 Semester II Tahun 2018/2019 ini berhasil. Berarti penggunaan Pendekatan Kompetensi terbukti dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang Energi dan Perubahannya.

Adanya peningkatan hasil belajar ini disebabkan pembelajaran yang disajian melalui penggunaan Pendekatan Kompetensi membuat siswa merasa senang, sehingga motivasi belajar siswa pun meningkat. Perasaan senang dalam belajar menghilangkan kesan bahwa mata pelajaran IPA adalah sulit. Perasaan senang juga membuat keaktifan belajar siswa, sehingga hasil belajarnya lebih maksimal.

Hal ini terbukti dengan meningkatnya nilai rata-rata pra siklus 66,0 siklus I menjadi 73,2 dan siklus II menjadi 82,8. Dari semula (pra siklus) siswa yang tuntas 40% (tuntas belajar 10 siswa dan tidak tuntas belajar 15 siswa). Pada siklus I ketuntasan belajar 72% (tuntas belajar 17 siswa dan tidak tuntas belajar 8 siswa). Pada siklus II ketuntasan belajar 92% (tuntas belajar 23 siswa dan tidak tuntas belajar 2 siswa).

B. Saran

Berdasarkan hal- hal tersbut diatas, maka peneliti menyarankan hal-hal berikut:

  1. Kepada Guru hendaknya penggunaan Pendekatan Kompetensi bisa dijadikan salah satu alternatif dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
  2. Kepada Kepala Sekolah mengarahkan kepada guru agar setiap guru menggunakan baik metode ataupun media dalam setiap pembelajaran guna mengaktifkan siswa sehingga siswa senang dalam belajar sehingga pembelajaran lebih bermakna.

DAFTAR PUSTAKA

Arif Yulianto Sri Nugroho, dkk. 2008. IPA. Kelas 6. Yogyakarta: Intan Pariwara

Arikunto, Suharsini. 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Angkasa.

Jonh M Keller (Aburrahman).2003.

Kemmis, S. dan Mc Taggart, R . 1988. The Action Research Planner. 3 rd ed. Victoria, Australia: Deakin University

Maman Sukmana, dkk.2007. Ilmu Pengetahuan Sosial 6.Bandung: Sarana Panca Karya Nusa.

Nana Bermana, dkk. 2007.Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 6. Bandung: Sarana Panca Karya Nusa.

Permendiknas.2008. Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Romiszowski (Abdurrahman).2003

Undang-undang Republik Indonesia.No 20 Tahun 2006 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Warsito Adnan.2004. Pengetahuan Sosial Menuju Indonesia Baru Kelas 6. Solo. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

BIODATA PENULIS

Nama : Ruswanto, S.Pd.

NIP : 19640909 198702 1 003

Pangkat/Golongan : Pembina, IV/a

Jabatan : Guru Kelas

Instansi : SD Negeri Bulusari 04 Kec Gandrungmangu, Kab. Cilacap

By admin

You cannot copy content of this page