Iklan

SUPERVISI AKADEMIK DENGAN TEKNIK INDIVIDUAL UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 1 PLARANGAN

Supriyati Tismoyowati, S.Pd.SD.

ABSTRAK

Penelitian yang dilatar belakangi oleh rendahnya kinerja guru dalam pembelajaran yaitu dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Hal ini perlu ditindak lanjuti dengan mengadakan peneltian.Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Apakah supervisi akademik teknik individual dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di SD Negeri 1 Plarangan Semester 2 Tahun Pelajaran 2017/2018? Tujuan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini adalah untuk meningkatkan kinerja guru di SD Negeri 1 Plarangan dalam pembelajaran pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018. Subjek dalam penelitian ini adalah 8 orang guru di SD Negeri 1 Plarangan pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018, yang terdiri dari 6 Guru kelas dan 2 guru mapel. Objek dalam penelitian adalah kinerja guru dalam pembelajaran yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Teknik dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara.serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk deskripsi, tabel, diagram. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus ada 4 tahapan yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Indikator kerja pada penelitian ini jika kinerja guru mencapai nilai diatas 80. Pada kondisi awal kinerja guru dalam pembelajaraan adalah nilai 67.83. Dengan adanya tindakan Kepala Sekolah melalui supervisi teknik individual pada siklus 1 kinerja guru dalam pembelajaran mencapai nilai 78.00 dan pada siklus 2 kinerja guru nilaianya 84.55. Merujuk pada indikator kerja kinerja guru dalam pembelajaran telah memenuhi indikator dan penelitian berhanti di siklus 2. Kesimpulannya supervisi akademik Teknik individual dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di SD Negeri 1 Plarangan semester 2 tahun pelajaran 2017/2018.

Kata Kunci : Supervisi akademik ,teknik individual, kinerja

I I PENDAHULUAN

Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penunjang peningkatan mutu pendidikan, peningkatan mutu pendidikan menjadi keharusan untuk memajukan bangsa agar mampu bersaing di era globalisasi.

Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusaia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah. Dalam usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya yang harus dibina dan dikembangkan terus menerus. Pembentukan profesi guru dilakukan melalui program pendidikan pra jabatan maupun program dalam jabatan. Potensi sumber daya guru perlu terus menerus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara profesional.

Dari ketiga hal diatas yang menjadi fokus bahasan dalam uraian ini adalah masalah ketenagaan pendidikan, yaitu guru. Berbagai usaha terus dilakukan dalam rangka perbaikan dan peningkatan kualitas guru baik melalui lembaga pendidikan maupun penataran, pendidikan, dan latihan. Semua usaha itu dilakukan dalam rangka meninkatkan profesionalisme guru. Dengan semakin banyaknya guru profesional diharapkan peserta didik akan mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu.

Guru yang profesional memiliki ciri antara lain sebagai berikut.

  1. Memiliki kemampuan sebagai ahli dalam mendidik dan mengajar.
  2. Memiliki rasa tanggung jawab, yaitu memiliki komitmen dan kepedulian terhadap tugasnya.
  3. Memiliki rasa kesejawatan dan menghayati tugasnya sebagai suatu karir serta menjunjung tinggi kode etik jabatan guru.

Guru sebagai jabatan profesional mempunyai tugas utama dan kewajiban merencanakan pembelajaran, mendidik, mengajar, membimbing , mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah.

Selanjutnya disebutkan juga dalam Permendiknas RI nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru bahwa guru yang profesional harus memiliki 4 (empat) kompetensi, yaitu pedagodik, profesional, sosial, da kepribadian. Keempat kompetensi ini harus selalu dikembangkan sehingga guru mampu mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Kurikulum 2013 dalam rangka mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian.

Ada dua alasan mengapa pengembangan sumber daya guru menjadi sangat penting. Pertama, bila seorang guru tidak pernah membaca informasi yang baru, tidak menambah ilmu pengetahuan tentang apa saja yang diajarkan, maka ia tidak mungkin memberikan ilmu pengetahuan dengan cara yang lebih menyegarkan. Kedua, jabatan guru perlu tumbuh dan berkembang baik pertumbuhan profesi (profesional growth) maupun pertumbuhan pribadi (personal growth). Setiap guru perlu menyadari bahwa pertumbuhan dan pengembangan profesi adalah suatu conditio sincequa non. Itulah sebabnya setiap guru harus belajar terus menerus, membaca informasi terbaru, dan mengembangkan ide-ide kreatif. Bila tidak, guru tidak mungkin mengajar dengan penuh gairah dan penuh kebugaran (fitness). Gairah dan semangat kerja yang tinggi memungkinkan guru dapat menciptakan situasi belajar mengajar yang menyenangkan peserta didik, tentunya guru seperti tanah yang subur dan gembur sedangkan peserta didik seperti benih yang berkualitas dan berkemampuan untuk tumbuh.

Untuk itu kompetensi guru harus selalu dikembangkan sebagaimana dikemukakan oleh Made Pidarta (2009) bahwa setiap guru adalah merupakan pribadi yang berkembang. Bila perkembangan ini dilayani sudah tentu dapat lebih terarah dan mempercepat laju perkembangan itu sendiri, yang pada akhirnya memberikan kepuasan kepada guru-guru dalam bekerja di sekolah sehingga sebagai pekerja, guru harus berkemampuan profesional keguruan dan pendidikan, maupun penguasaan cara-cara menyesuaikan diri dan berkepribadian untuk melaksanakan tugasnya.

Upaya meningkatkan mutu Pendidikan tidak pernah berhenti dari berbagai kegiatan dan berbagai lembaga maupun instansi.Berbagai hasil penelitian, gagasan, model atau pengalaman seputar peningkatan mutu Pendidikan senatiasa mengalir kepada komunitas Pendidikan. Kondisi seperti ini merupakan suatu indikasi adnaya semangat untuk meningkatkan mutu Pendidikan sangatlah besar. Tujuan Pendidikan yang dituangkan dalam Undang-undang No 20 tahun 2003 pasal 3 menyebutkan ,” Pendidikan Nasional berfungsi mengembnagkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan tersebut telah ditetapkan serangkaian prinsip penyelenggaraan Pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi Pendidikan . Salah satu prinsip tersebut adalah Pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut jelas peran guru sebagai pendidik sangat dominan dan tak tergantikan oleh yang lain. Dalam proses tersebut diperlukan guru yang memberikan keteladanan , membangun kemauan, dan mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Implikasi dari prisip ini adalah pergeseran paradigma proses Pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran.Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan , dilaksanakan, dinilai, ditindak lanjuti dan diawasi secara efektif dan efisien.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no 22 tahun 2016 tentang standar proses memberikan penjelasan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi pesertadidik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.

Kondisi pendidik di SD Negeri 1 Plarangan menunjukkan kualifikasi akademik dan kompetensi pedagogik dan profesional yang beragam. Keberagaman tersebut justru menunjukkan pada hasil kinerja guru yang rendah. Hal ini dapat diketahui dari data hasil supervisi akademik pada semester 1 tahun pelajaran 2017/2018.

Pembelajaran yang dilaksanakan pada semester tersebut masih konvesional. Perencanaan pembelajaran yang disusun hanya copas. Pelaksanaan pembelajaran belum PAKEM, perangkat penilaian belum mampu mengukur kemampuan peserta didik. Pengawasan pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah hanya sebatas memenuhi tuntutan administrasi. Model supervisi yang selama ini diterapkan dalam satuan pendidikan adalah supervisi model konvensional (tradisional) Dalam model supervisi konvensional (tradisional), seorang supervisor dipahami sebagai orang yang memiliki kekuatan untuk menentukan nasib guru sehingga dalam perspektif pelaku seorang yang menerapkan model ini selalu menerapkan perilaku atau aksi supervisi dalam bentuk inspeksi dalam mencari dan menemukan kesalahan. Hal ini merupakan sebuah tantangan yang harus dilakukan agar kondisi Pendidikan tidak mengalami kemunduran.

Tantangan tersebut disikapi oleh peneliti dengan melakukan penelitian tindakan sekolah (PTS) melalui kegiatan supervisi akademik dengan menerapkan teknik individual. Supervisi akademik dengan Teknik individual yang dikemas dalam penelitian tindakan sekolah (PTS) diharapkan mampu meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran.

Masalah-masalah yang muncul berkaitan dengan kinerja guru dalam mengelola pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik intern maupun ekstern. Persoalan intern berkaitan dengan kompetensi guru terutama kompetensi pedagogik dan profesional. Faktor ekstern berkaitan dengan kondisi siswa, manajemen sekolah, dan ketersediaan fasilitas pembelajaran.

Beberapa masalah yang muncul berkaitan dengan kinerja guru dalam mengelola pembelajaran di SD Negeri 1 Plarangan Kecamatan Karanganyar adalah pendidikan dan pelatihan yang diikuti guru belum dapat diaplikasikan secara maksimal, pendampingan profesional belum dilaksanakan secara optimal, hasil supervisi akademik belum optimal, tuntutan pengembangan profesionalitas guru yang tidak semata-mata meningkatkan layanan pembelajaran kepada peserta didik, tetapi sudah menjadi persyaratan karier guru.

.

Berdasarkan batasan masalah di atas, rumusan masalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) adalah “Apakah supervisi akademik dengan teknik individual dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di SD Negeri 1 Plarangan pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018?”

Tujuan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini adalah meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di SD Negeri 1 Plarangan pada semester 2 tahun pelajaran 2017/2018.

Manfaat Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini adalah memperkaya khasanah kajian keilmuan khususnya di bidang pengembangan pendekatan supervisi akademik dan peningkatan kinerja guru dalam mengelola pembelajaran.

II. Kajian Teori

Pengertian Supervisi Akademik

Menurut Suhertian (2000:17), supervisi dapat diartikan sebagai usaha menstimulasi, mengkoordinasi, dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru di sekolah, baik secara individual maupun kolektif agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan fungsi pengajaran.

Tujuan Supervisi Akademik

Kata kunci dari supervisi adalah memberikan layanan dan bantuan kepada guru-guru, maka tujuan supervisi akademik adalah memberikan layanan dan bantuan ntuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang dilakukan guru di kelas.

Teknik Supervisi Akademik

Supervisor untuk meningkatkan program sekolah dapat menggunakan berbagai teknik atau metode supervisi pendidikan. Pada hakikatnya, terdapat banyak teknik dalam menyelenggarakan program supervisi pendidikan. Dari sejumlah teknik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran, ditinjau dari banyaknya guru dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian besar, yakni teknik individual dan teknik kelompok. Berikut uraiannya:

Teknik Individual (Individual Technique)

Teknik individual ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan, teknik ini digunakan apabila masalah yang dihadapi bersifat pribadi apalagi khusus atau “secret”.

1)   Kunjungan kelas (classroom visitation)

Kunjungan kelas ialah kunjungan sewaktu-waktu yang dilakukan oleh supervisor (kepala sekolah, penilik, atau pengawas) untuk melihat atau mengamati pelaksanaan proses pembelajaran sehingga diperoleh data untuk tindak lanjut dalam pembinaan selanjutunya.

Teknik Kelompok

Teknik kelompok adalah teknik yang digunakan bersama-sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam suatu kelompok. Beberapa orang yang diduga memiliki masalah dikelompokkan secara bersama kemudian diberi pelayanan supervisi sesuai dengan permaslahan yang mereka hadapi.

Fungsi Supervisi Akademik

Fungsi utama supervisi akademik bukan hanya memperbaiki dan meningkatkan kualitas pengajaran saja tetapi untuk mengkoordinasi, menstimulasi, dan mendorong ke arah pertumbuhan profesi guru.

Tahapan Supervisi Akademik Teknik Individual

Secara umum pelaksanaan supervisi akademik dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, tindak lanjut hasil supervisi. Pelaksanaan yang baik harus direncanakan dengan baik pula, demikian halnya dalam supervisi akademik. Dalam pelaksanaan supervisi akademik teknik individual yang jenis kegiatannya meliputi observasi dan kunjungan kelas. Pelaksanaan supervisi dilaksanakan dalam tiga tahapan ,yaitu pra observasi, observasi dan pasca observasi.

Kinerja guru

Pengertian Kinerja Guru

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:570) kinerja berarti sesuatu yang dicapai atau prestasi yang diperlihatkan. Kinerja (performance) adalah hasil kerja yang bersifat konkret, dapat diukur dan diamati (Mukhtar dan Iskandar, 2009:128)

Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Guru

Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru yang secara umym dapat dikategorikan menjadi dua faktor, yaitu faktor dari dalam diri guru dan faktor yang datang dari luar diri guru atau lingkungan. Faktor dalam diri guru (intern) terutama menyangkut kemampuan, motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan bekerja, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis (Sudjana, 2008:39).

Indikator Kinerja Guru dalam Mengelola Pembelajaran

Indikator kinerja guru merupakan indikator yang dapat diamati dan diuku dalam diri guru dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya yang diakibatkan oleh kepemilikan kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional. Dalam konteks keterukuran kinerja maka berdasarkan Buku Pendoman Penilaian Kinerja Guru (2012) aspek dan indikator yang menjadi dasar kinerja guru mengenai tugas utama yaitu merencanakan, melaksanakan, serta menilai dan mengevaluasi pembelajaran.

Supervisi akademik dengan teknik individual diduga dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di SD Negeri 1 Plarangan semester 2 tahun pelajaran 2017/2018.

No Subjek Penelitian Kinerja pembelajaran Rata-rata
RPP Pembelajaran Penilaian
1 Subjek A 72.50 71.43 72.73 72.22
2 Subjek B 65.00 69.05 63.64 65.89
3 Subjek C 62.50 69.05 68.18 66.58
4 Subjek D 67.50 69.05 68.18 68.24
5 Subjek E 65.00 66.67 68.18 66.62
6 Subjek F 62.50 72.62 68.18 67.77
7 Subjek G 62,50 72.62 63.64 67.09
8 Subjek H 67.50 69.05 68.18 68.24
65.94 69.94 67.61 67.83

III. METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Lokasi Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) adalah SD Negeri 1 Plarangan

Waktu Penelitian

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2018 semester 2 tahun pelajaran 2017/2018.

Subyek penelitian adalah guru SD Negeri 1 Plarangan yang berjumlah 8 orang terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian tindakan sekolah (PTS) ini adalah sebagai berikut.

Hasil supervisi akademik.

Hasil observasi pembelajaran

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.

Indikator kerja penelitian tindakan sekolah (PTS) ini adalah sebagai berikut.

Meningkatkan kinerja guru-guru SD Negeri 1 Plarangan dalam pembelajaran yang meliputi aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran telah mencapai nilai di atas 8

IV. HASIL PENELITIAN

No Subjek Penelitian Kinerja pembelajaran Rata-rata
RPP Pembelajaran Penilaian
1 Subjek A 80.00 75.00 81,82 78.94
2 Subjek B 77,5 71,43 79,55 76.16
3 Subjek C 70.00 71,43 75,00 72.14
4 Subjek D 80.00 85,71 79,55 81.75
5 Subjek E 82,50 83,33 79,55 81.79
6 Subjek F 77,50 75,00 79,55 77.35
7 Subjek G 70.00 86,90 81,82 79.57
8 Subjek H 82,50 71,43 75.00 76.31
77,50 77,53 78,98 78.00

Refleksi

Peneliti merefeksi kegiatan yang telah dilaksanakan untuk menentukan Langkah selanjutnya. Berdasarkan hasil pengamatan di atas dapat dideskripsikan sebagai berikut :

  1. Pada perencanaan pembelajaran pada sikus 2 ini dari 8 guru telah memenuhi indikator keberhasilan dengan rata-rata 87.50
  2. Pada pelaksanaan pembelajaran pada siklus 2 dari 8 guru memperoleh rata-rata 81.24
  3. Pada penilaian pembelajaran dari 8 guru memperoleh rata-rata 85,81
  4. Untuk ketiga aspek dalam pembelajaran diperoleh rata-rata 84.85

Berdasarkan data di atas terjadi peningkatan lagi baik dalam menyusun perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran maupun penilaian pembelajaran. Secara kuantitatif peningkatan kinerja guru dalam mengelola pembelajaran pada kondisi awal rata-rata 71,86 siklus 1 rata-rata 78.00 pada siklus 2 rata-rata 84.85.

Merujuk pada indikator keberhasilan penelitian, pada siklus II, telah memenuhi indikator tersebut, Semua guru SD Negeri 1 Plarangan telah mencapai nilai di atas 80, dengan rata-rata 84.85. Dari data tersebut maka penelitian berakhir pada siklus I

Pemberian bantuan kepada guru agar dapat mengembangkan kompetensinya yang dilakukan melalui supervise akademik, ternyata menunjukkan peningkatan kinerja bagi guru di SD Negeri 1 Plarangan,. Hal ini sesuai dengan pendapat Jamal ma’mur ( 2012) tentang tujuan supervise. Bahkan tidak hanya kompetensinya yang berkembang akan tetapi memberikan dampak pada hasil belajar peserta didik. Pemberian bantuan kepada guru melalui supervise akan meningkatkan profesionalime guru. Pemberian bantuan yang diberikan secara individual ( supervise akademik teknik individual ) akan berdampak pada hubungan social yang lebih baik anata guru dan kepala sekolah. Karena di sini kepala sekolah tidak mencari kesalah guru, tetapi justru malah memberikan bantuan terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru dalam melaksanakan tugasnya agar kinerjanya meningkat.

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan :

Supervisi akademik Teknik individual dapat meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di SD Negeri 1 Plarangan semester 2 tahun pelajaran 2017/2018. Kinerja guru yang diteliti pada kesempatan ini meliputi aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Peningkatan kinerja guru dibuktikan pada kondisi awal ( pra siklus ) 67.83 , siklus satu 78, 00 dan siklus dua 84.55

Berdasarkan pada kesimpulan ,implikasi pada penelitian tindakan sekolah ini adalah sebagai berikut :

  1. Supervisi akademik perlu menggunakan berbagai teknik dan pendekatan sehingga mampu meningkatan kinerja guru dalam pembelajaran
  2. Integrasi dalam mengelola pembelajaran perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar kinerja guru yang sudah meningkat tetap dapat dipertahankan bahkan dikembangkan lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Asf, J. Mustofa, S. 2013. Supervisi Pendidikan: Terobosan Baru dalam Peningkatan Kinerja Pengawasan dan Guru. Yogyakarta: Ar Ruz Media.

Kemat, 2016 Penerapan Supervisi Akademikuntuk Meningkatkan Kemampuan Gurudalam Merencanakan dan Melaksanakan Pembelajaran. Manajer Pendidikan,Volume 10, Nomor6,November2016, hlm.622-627

Mukhtar dan Iskandar. 2009. Orientasi Baru Supervisi Pendidikan. Jakarta: GP Press.

Suhertian, Piet A. 2010. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan: Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana, Nana. 2008. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Santur Saragih, 2016, Supervisi Akademik Individualsebagai Upaya Peningkatan Kinerjaguru Mata Pelajaran PAK di SMK Immanuel Kota Medan

Biodata Penulis

Nama : Supriyati Tismoyowati, S.Pd.SD.

Unit Kerja : SD Negeri 1 Plarangan

By admin

You cannot copy content of this page