Iklan

Kebijakan Merdeka Belajar adalah memberikan kemerdekaan kepada setiap satuan pendidikan untuk melakukan inovasi. Pada hakekatnya Merdeka Belajar hadir untuk menggali potensi yang ada pada guru , sekolah dan peserta didik untuk berinovasi dalam meningkatkan kualitas secara mandiri. Guru dan peserta didik diberi kebebasan untuk mengakses ilmu pengetahuan yang berdiferensiasi.

Merdeka Belajar Merupakan filosofi yang menjadi proses, sekaligus tujuan jangka panjang pendidikan di Indonesia. Prinsip Merdeka Belajar sejalan dengan gagasan bapak pendidikan Indonesia , KI Hajar Dewantara, yang isinya bahwa “ kemerdekaan adalah tujuan dan sekaligus paradigma pendidikan Indonesia yang perlu dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan.” Peserta didik tumbuh secara kodratnya sendiri, sedangkan guru hanya menuntun dan merawat kodrat itu. Seperti yang tertuang dalam dasar-dasar pendidikan , bahwa maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak – anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi – tingginya sebagai manusia dan anggota masyarakat.

Peran pendidik diibaratkan seorang petani atau tukang kebun yang tugasnya adalah merwat sesuai kebutuhan dari tanaman – tanamannya itu agar tumbuh dan berbuah dengan baik. Tentu saja beda jenis tanaman, beda pula perlakuannya. Pendidik harus bisa melayani segala bentuk kebutuhan metode belajar siswa yang berbeda ( berorientasi pada anak ). Pendidik harus bisa memberi kebebasan kepada anak untuk mengembangkan ide, berpikir kreatif, mengembangkan bakat / minat. Metoda pembelajara adalah, cara yang digunakan guru untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam “ Merdeka Belajar “ lebih mengutamakan metode diskusi, braim storming, debat, simposium, dan sejenisnya dibandingkan metode ceramah yang membuat anak menjaadi pasif. Selain metode pembelajaran, hal lain yang perlu diperhatikan adalah pendekatan pembelajaran, yakni titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Secara teori ada dua jenis pendekatan, yaitu student centered approach dan teacher centered approaach. Dalam “ Merdeka Belajar “ ini seharusnya lebih menekankan pendekatan yang berpusat pada anak ( student centered ).

Yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah ” Teknik dan Taktik Pembelajaran.” Teknik pembelajaran adalah cara yang dilakukan oleh guru dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Sementara taktik pembelajaran adalah gaya guru dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual.

Menurut Najelaa Shihab, ada 3 dimensi dalam “ Merdeka Belajar “ yaitu komitmen, mandiri, dan refleksi. Menurut Shihab ( 2017 ), komitmen guru dan peserta didik yang merdeka dalam belajar adalah ketekunannya dalam perjalanan menuju tujuan yang bermakna bagi diri sendiri. Komitmen terhadap tujuan dari pembelajaran ini seharusnya tidak sekedar untuk mencari nilai, melainkan yang lebih penting adalah untuk penguasaan ( mastery ).

Pembelajaran yang “ Merdeka “ juga harus dilakukan secara inovatif. Dalam hal ini, setiap guru perlu mrmiliki keterampilan untuk memberikan pengajaran yang inovatif. Beberapa metode yang dapat dilakukan oleh guru dalam memberikan innovative teaching antara lain ( Kalyani dan Rajasekaran, 2018 ) :

  1. Menggunakan alat bantu audio dan video ( teknologi digital ).
  2. Melakukan braim storming.
  3. Belajar di luar kelas.
  4. Membuat roleplay
  5. Menggunakan permainan puzzle and game.
  6. Mendorong penemuan ide – ide baru.
  7. Melakukan story telling.

Merdeka Belajar dapat juga menjadi indikator inovasi pembelajaran di era perkembangan teknologi saat ini melalui pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi dapat melibatkan siswa dengan berbagai jenis rangsangan pembelajaran berbasis aktivitas. Pemanfaatan teknologi dapat menambah daya tarik penyajian materi, sehingga memacu para siswa dan guru untuk lebih banyak melek media. Menurut ( Subramani & Iyappan, 2018 ) ada beberapa jenis teknologi yang dapat digunakan dalam pembelajaran dan pengajaran inovatif antara lain :

  1. Voice Threads, adalah layanan web yang memugkinkan pengguna mengunggah slide power poin, video, foto dan lain-lain dan menambahkan narasi suara untuk membuat presentasi multimedia.
  2. Blogging, adalah postingan publik. Disini siswa dapat diminta untuk mengirim catatan di blog kelas.
  3. Social bookmarking, adalah proses sederhana menyimpan alamat situs web di folder favorit di browser web kita untuk lebih mudah dicari / ditemukan kembali.
  4. Siniar atau podcast, adalah serial rekaman yang diposting secara reguler secara daring. Siniar adalah berbasis teknologi yang mirip dengan kuliah lisan . Keuntungan menggunakan siniar salah satunya adalah fleksibilitasnya untuk pengajaran.

Dari penjelasan di atas dapt ditarik kesimpulan bahwa kehadiran Merdeka Belajar akan menumbuh kembangkan kembali kebebasan guru dan peserta didik yang selama ini terkesan hilang dan terbelenggu oleh kurikulum dan kebijakan sentralistik. Medeka Belajar juga akan memberikan peluang bagi guru dan peserta didik untuk menggali segala potensi sumber daya manusia ( SDM ), potensi budaya dan potensi lingkungan yang ada di sekitar sehingga menjadi kekuatan pendidikan yang bermuatan lokal.

Harapannya, Merdeka Belajar akan memberikan ruang kepada peserta didik untuk menentukan sikap terhadap pilihan sendiri, sedangkan guru dapat memberikan pembelajaran berdiferensiasi sekaligus memberikan stimulus yang dapat menggerakan siswa untuk mengembangkan sikap yang sudah dipilihnya.

Guru di era Merdeka Belajar, diberi kebebasan untuk berpikir dalam menentukan langkah yang tepat dan setrategis sehingga bisa menjawab semua tantangan dan permasalahan pendidikan yang dihadapi dalam wilayah pendidikan. Guru Merdeka Belajar selalu berpikir positip , mau berbagi pengetahuan, fleksibel, inklusif, saling membantu, serta membuat sebuah sekolah menjadi komunitas pembelajar. Sebagai Guru Merdeka Belajar (GMB) yang tidak gaptek (gagap teknologi) melainkan berjiwa metal (melek digital) sehingga membantu dalam meraih karir yang progresif dan dinamis.

Daftar Pustaka

Najelaa Shihab (2017) Dimensi dalam Merdeka Belajar.

Kelyani & Rajasekaran,K. (2018) Innovative Teaching and Learning.

Subramani, P.C. Naga & Iyappan ( 2018) Jenis teknologi dalam pembelajaran dan pengajaran

Inovatif.

Biodata Penulis

Nama : Kartem Suyud, S.Pd

Alamat : SDN Pekuncen 03 Kroya, Cilacap.

 

 

 

 

 

You cannot copy content of this page