Iklan

PENTINGNYA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH

Nur Gianto, S.Pd

Abstrak

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pembelajaran bahasa Inggris di sekolah. Metode yang digunakan adalah metode tinjauan literatur ( library research ) . Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahwa pembelajaran bahasa Inggris di sekolah sangat penting. Metode pembelajaran yang sering dipakai Comunicatio Language Teaching (CLT) karena efektif sering dipakai dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris. Hal ini didasarkan dengan kemampuan berkomunikasi yang didapatkan oleh siswa bukan hanya sebatas kemampuan belaka, siswa akan termotivasi dan merasa bahwa sesuatu yang telah mereka pelajari akan berguna dan dipakai dalam berbahasa.

Kata kunci : metode, pembelajaran , bahasa Inggris

  1. PENDAHULUAN

1). Latar Belakang

Bahasa Inggris adalah bahasa yang universal karena digunakan oleh sebagian besar negara sebagai bahasa utama. Selain itu bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang penting untuk dikuasai dan dipelajari. Beberapa negara terutama negara-negara bekas koloni Inggris, menempatkan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua yang wajib dikuasai setelah bahasa asli negara mereka. Meskipun di Indonesia bahasa Inggris adalah bahasa asing, namun menempati posisi yang penting dalam keseharian masyarakat kita. Hal ini terlihat jelas dalam dunia pendidikan di Indonesia. Bahasa Inggris adalah salah satu pelajaran yang diajarkan kepada peserta didik mulai dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi. Pemerintah Indonesia mulai memperkenalkan bahasa Inggris sedini mungkin bagi peserta didik Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) melalui kurikulum Pendidikan Dasar 1994. Sejak diberlakukannyakurikulum tersebut, mata pelajaran bahasa Inggris merupakan pelajaran muatan lokal yang diajarkan mulai kelas IV SD/MI , SMP/MTs dan SMA atau SMK. Walaupun dalam kurikulum 2013 yang sudah diimplementasikan di SD/MI di Indonesia, menyampingkan pelajaran bahasa Inggris , namun tidak berarti pelajaran bahasa Inggris dilarang diajarkan di sekolah. Sekolah tetap diperbolehkan memberikan pelajaran bahasa Inggris melalui program ekstrakurikuler. Dan untuk SMP/MTs merupakan pelajaran yang wajib bahkan merupakan mata pelajaran yang diujikan nasional dalam ujian kelas IX.

Teknik pembelajaran bahasa Inggris yang bervariasi tentunya dapat menarik minat belajar peserta didik. Hal ini merupakan tantangan bagi para guru bahasa Inggris terutama untuk sekolah SMP/MTs dan SMA/SMK. Perlu inovasi yang terus berkembang dari para guru agar peserta didik dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Penetrasi penggunaan bahasa Inggris dengan baik dan benar di Indonesiamasih sangat rendah, yaitu dibawah delapan prosen . Padahal bahasa Inggris membawa namaIndonesia lebih dikenal di dunia Internasional karena potensi yang dimiliki di negeri ini dapat dikomunikasikan dengan baik menggunakan bahasa internasional tersebut. Selain itu masih terdapat anggapan bahwa masyarakat Indonesia yang berbicara bahasa Inggris dinilai tidak nasionalis, padahal hal tersebut merupakan anggapan yang kurang benar. Indonesia adalah negara berkembang, sehingga masih harus mengikuti dunia internasional yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

2). Tujuan

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pembelajaran bahasa Inggris di sekolah.

3). Metode

Metode yang digunakan adalah metode tinjauan literatur ( library research )

  1. URAIAN TEORITIS

1). Peranan bahasa Inggris

Tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa Inggris adalah bahasa pergaulan internasional. Bahasa Inggris digunakan pada sidang-sidang resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Nahasa Inggris juga digunakan sebagai bahasa standar penerbangan internasional. Kemampuan kita pergi diseluruh belahan dunia ini, kita dihadapkan pada penggunaan bahasa Inggris saat pertama kali menginjakan kaki di airport dari negara yang kita tuju. Ini membuktikan bahwa bahasa Inggris sangat luas digunakan. Oleh karena itu mempelajari dan menguasai bahasa Inggris adalah suatu kebutuhan atau keharusan. Untuk di Indonesia mempelajari bahasa Inggris masih merupakan sesuatu yang sangat susah bagi sebagian besar orang, dan bahkan menakutkan bagi beberapa kalangan. Beberapa tahun yang lalu, sebelum diperkenalkan di Sekolah Dasar, bahasa Inggris diajarkan mulai dari tingkat SMP selama 3 tahun, ditingkat SMA selama 3 tahun. Melihat dari waktu belajar 6 (enam) tahun itu, kebanyakan belum dapat bercakap-cakap dalam bahasa Inggris, walaupun dalam struktur yang paling sederhana sekalipun. Bahkan tak terhitung jumlahnya yang pada akhirnya tidak tahu sedikitpun tentang Inggris. Padahal jika ditanya kepada anak-anak Indonesia apa cita-cita mereka kebanyakan menjawab ingin jadi pilot, dokter dan sebagainya. Semua potensi tersebut membutuhkan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni, sehingga mereka dapat lebih mengembangkan diri.

Bahasa Inggris adalah bisnis yang besar. Kemampuan berbahasa Inggris itu penting bagi daya saing seseorang . Dengan kemampuan berbahasa Inggris yang baik, daya saing baik, yang berguna bagi negara kita juga. Namun bukan berarti kita harus melupakan bahasa Indonesia yang memang sudah menjadi bahasa kebangsaan kita. Dalam artikel ini penulis bermaksud mengajak semua untuk berpikir pada konteks yang luas yaitu konteks pendidikan di Indonesia, bukan terbatas pada negara Republik Indonesia. Pendidikan bahasa merupakan salah satu unsur pendidikan sebagai materi pembelajaran baik dalam suatu lembaga pendidikan formal maupun non formal, tentang potret pendidikan bahasa Inggris di Indonesia kita tidak hanya berpikir pada sekolah-sekolah yang ada diperkotaan saja. Yang menjadi focus tentang potret bahasa Inggris masa kini yang dilihat dalam konteks pendidikan bahasa Inggris di Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dunia EF English First mengumumkan laporan komprehensif pertama, tentang indeks kemampuan berbahasa Inggris atau EF English Proficiency Index (EF EPI) di 44 negara. Kemampuan bahasa Inggris di Indonesia berada sangat rendah diurutan ke-34 sedangkan Malaysia tembus diurutan ke-9. EF EPI merupakan indek pertama yang membandingkan kemampuan berbahasa Inggris orang dewasa diberbagai negara. Indeks ini menggunakan data uji unik (metodologi khusus) pada lebih dari dua juta orang di 44 negara, yang menggunakan tes gratis secara online selama kurun waktu tiga tahun (2007-2009) (Fisher, 2011).

Sebagai langkah awal tentang potret pendidikan bahasa Inggris di Indonesia saat ini, jika dilihat dari sudut pemerataan pendidikan tidak bisa diabaikansekolah-sekolah yang terletak di kota-kota besar atau sekolah yang memiliki banyak fasilitas mewah penunjang belajar atau sekolah yang didesign secara khusus seperti RSBI. Secara umum, seakan ada garis pemisah tentang pemerataan pendidikan bahasa Inggris antara siswa di kota dengan siswa pinggiran. Misalnya sekolah di kota dengan mudah dapat mengikuti kursus bahasa Inggris baik dengan guru lokal atau penutur asli (native speaker), akses materi belajar yang mudah, pinggiran sering belajar dengan keadaan serba terbatas. Berdasarkan uraian di atas, pemerataan baik sarana maupun prasarana yang berfungsi sebagai pendukung dalam proses pembelajaran juga memiliki dampak yang berbeda, siswa-siswa atau pelajar yang mempelajari bahasa Inggris di daerah perkotaan memiliki kemampuan bahasa Inggris lebih baik dari siswa pinggiran. Salah satu jawabannya adalah adanya akses untuk terlibat aktif dalam berbahasa Inggris . Jadi bisa disimpulkan jika salah satu kunci untuk bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik adalah dengan aktif terus memakai bahasa Inggris atau terlibat aktif dalam penggunaan bahasa Inggris (target language).

Penulis mengajak mereka yang kurang beruntung dalam belajar bahasa Inggris, yaitu siswa-siswa yang sepenuhnya mengandalkan pelajaran bahasa Inggris murni dari sekolah dan kurikulumnya. Dari sinilah kita akan mengetahui gambaran tentang pendidikan bahasa Inggris di Indonesia saat ini. Perhatian pertama tertuju pada kurikulum yang telah ditetapkan di sekolah, apakah sudah mampu berkontribusi dalam peningkatan pendidikan bahasa Inggris atau tidak. Secara umum kurikulum yang dibuat sekolah belum mampu membuat siswa disekolah mampu berbahasa Inggris. Selanjutnya bila dilihat dari intesitas pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia, saat ini anak-anak sudah banyak memiliki waktu untuk belajar bahasa Inggris (dari TK sampai dengan PT). Secara logika dan teori dengan mudah dipahami implikasinya, jika anak-anak memiliki banyak waktu belajar maka dengan cepat akan bisa berbahasa Inggris, apalagi mereka belajar bahasa Inggris sejak dini. Apakah teori ini bisa diaplikasikan di Indonesia ?. Lepas dari kurikulum sekolah dan metode untuk mendongkrak kemampuan bahasa Inggris. Mencermati posisi bahasa Inggris sebagai bahasa asing ( English as a foreign language ) adalah penyebab utama mengapa kemampuan anak-anak kita rendah. Secara teori bisa kita pahami jika cara pandang terhadap bahasa Inggris sebagai bahasa asing tentu akan berbeda jika dilihat bahasa Inggris sebagai bahasa kedua (alat komunikasi kedua) seperti di Malaysia dan Singapura di mana bahasa Inggris dipergunakan dalam kehiesia bahidupan masyarakat disamping bahasa utama atau resmi ( official language ). Di Indonesia bahasa Inggris hanya dipelajari di sekolah namun tidak dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itulah bahasa Inggris di Indonesia secara umum diajarkan sebagai bahasa asing. Istilah bahasa asing dalam bidang pengajaran bahasa berbeda dengan bahasa kedua. Bahasa asing adalah bahasa yang tidak digunakan sebagai alat komunikasi di negara tertentu dimana bahasa itu diajarkan. Sementara bahasa kedua adalah bahasa yang bukan bahasa utama melainkan melainkan menjadi salah satu bahasa yang digunakan secara umum di suatu negara. Hal ini jika kita kembalikan lagi berdasarkan pengertian bahasa sebagai System of comunication in speech and writing used by people of a particular Country. Maka status bahasa baik sebagai bahasa ibu, bahasa kedua, maupun bahasa asing juga akan berdampak pada tujuan akan suatu bahasa itu untuk dipelajari.

2). Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Asing

Bahasa Inggris sebagai bahasa asing memiliki makna bahwa bahasa Inggris hanya dipakai dan berkedudukan sebagai suatu pembelajaran dalam suatu lembaga pendidikan, baik lembaga pendidikan formal atau non formal dan tidak dijadikan sebagai bahasa dalam kehidupan sosial dan sehari-hari juga tidak sebagai bahasa dasar suatu negara (Tomlison 2005). Hal ini menunjukan bahwa bahasa Inggris hanya dipelajari sebatas teori dan ilmu saja. Hal ini tentu berlawanan dengan konsep belajar suatu bahasa dimana belajar suatu bahasa itu mempelajari 4 keahlian berbahasa (language skills): listening (mendengarkan), speaking (berbicara), reading (membaca), dan writing (menulis). Dalam proses pembelajaran yang berkedudukan sebagai suatu bahasa asing , setiap siswa harus memperoleh suatu ngan menekankan pembiasaan dan kemampuan ( speaking, reading, writing dan listening ) untuk untuk menggunakan bahasa yang telah mereka pelajari. Beberapa ciri atau karakteristik pembelajaran bahasa asing yang dilakukan di sekolah adalah :

  1. Tujuan dari suatu metode pembelajaran asing adalah mempraktekan , mendidik dan berbudaya. Dalam suatu pembelajaran bahasa asing , pemraktekan dari bahasa yang dipelajari adalah yang terpenting yang harus dilakukan oleh peserta didik. Artinya guru bukan hanya memberikan pengetahuan tentang pengucapan, susunan atau tatanan kalimat, tetapi juga menciptakan suatu interaksi berbahasa terutama dari bahasa asing yang telah didapatkan oleh murid, hal ini bertujuan untuk memperoleh dorongan mental juga mempertajam pengembangan pengetahuan.
  2. Metode yang dipakai menggunakan beberapa prinsip :
  3. Bahasa lisan adalah prinsip dasar yang digunakan guru dalam pembelajaran.
  4. Peserta didik diberikan pemahaman tentang materi yang akan diajarkan secara lisan (orally) sebelum membaca atau dituliskan.
  5. Mengutamakan pembelajaran akti.
  6. Menekan pemraktekan yang dilakukan oleh murid.

\ Dalam berkomunikasi , pengetahuan tentang linguistic memang sangat dibutuhkan, tatanan linguistic, membantu siswa untuk memilih bentuk tuturan dalam berkomunikasi, makna dan fungsi tuturan itu sendiri. Artinya komunikasi yang dilakukan peserta didik adalah proses dan tatanan linguistic saja tidak cukup (Tomlison, 2005). Prinsip dasar dijadikan sebagai prinsip dari pembelajaran bahasa Inggris yang berkedudukan sebagai bahasa asing adalah penerapan dari bahasa Inggris itu sendiri yang digunakan dalam konteks social, artinya bahasa digunakan dalam berinteraksi yang dilakukan dalam kehidupan sosial (Tomlison, 2005). Jadi keahlian yang harus digunakan bahasa Inggis dalam kehidupan nyata menjadi kunci sukses untuk menguasai bahasa tersebut. Sebagai contoh : seorang siswa yang memiliki kosa kata banyak belum tentu bisa berbicara atau paham bahasa Inggris dengan baik, Seorang siswa yang hafal semua jenis tata bahasa belum tentu bisa menulis bahasa Inggris dengan baik, dan seorang anak yang tahu banyak ekspresi bahasa Inggris belum tentu bisa menggunakan dengan tepat.

  1. PEMBAHASAN

Suatu metode yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris bahasa asing sangat erat hubungannya dengan pengetahuan tentang pedagogis, psikology and linguistic. Dalam pengetahuan pedagogic menekankan pembentukan dan pengembangan akan kebiasaan dan kemampuan peserta didik. Sedangkan jika dilihat dari tataran psikologhy, rasa ketertarikan untuk mempelajari bahasa asing sangatlah dibutuhkan guru harus mengetahui jika anak-anak tidak berbahasa Inggris di lingkungan mereka dan mereka belajar bahasa Inggris bukan hanya sebagai mata pelajaran wajib melainkan suatu kebutuhan untuk dipergunakan di masyarakat dan kehidupan sehat sehari-hari. Intinya penciptaan kesadaran dalam diri siswa untuk mencintai bahasa Inggris sehingga masalah yang sangat sering dijumpai adalah perasaan gelisah, gugup, dan rasa takut salah. Pembelajaran bahasa asing bukan hanya dengan pengembangan teory melainkan juga adanya penerapan dari teori yang telah didapatkan oleh peserta didik dalam proses pembelajaran bahasa (Rogova, 1975). Sebagai seorang pendidik, mengetahui tujuan dari pembelajaran bahasa sangatlah ditekankan. Seperti yang kita ketahui bersama, tujuan utama dari sebuah pembelajaran bahasa adalah untuk menyiapkan peserta didik mencapai komunikasi serta penggunaan suatu bahasa yang telah dipelajari. Setiap pertemuan yang akan dilakukan dengan proses pembelajaran merupakan pemerolehan kalimat yang telah dilakukan oleh siswa. Namun, pemraktekan bahasa yang telah mereka peroleh terkadang hanya sebatas pemerolehan dalam bentuk linguistik tanpa adanya praktik berkomunikasi itu sendiri setelah keluar dari ruang kelas (Widdowson, 2000).

Selama bahasa Inggris itu berada pada posisi sebagai bahasa asing (foreign language), maka kemampuan anak-anak kita tidak akan mengalami banyak perubahan sehingga perlu wacana untuk merubah kedudukan bahasa Inggris di Indonesia. Guru sebaiknya menggunakan nteknik mengajar Inggris yang sesuai dengan posisi atau kedudukan bahasa Inggris di Indonesia. Dari beberapa uraian di atas. Ada tiga poin yang perlu diperhatikan sebagai langkah awal dalam membangkitkan pendidikan bahasa Inggris itu sendiri :

  1. Sehebat apapaun sebuah metode tetapi jika tidak cocok dengan keadaan lingkungan (konteks) maka tidak akan banyak memberikan hasil.
  2. Selama masalah belajar yang mendera siswa tidak terpecahkan maka harapan untuk mencapai hasil belajar yang bermutu sesuai dengan yang tertuang atau diharapkan dalam kurikulum akan sulit terealisasi.
  3. Perlu untuk diterapkan penggunaan bahasa Inggris dalam konteks nyata di masyarakat Indonesia sehingga bahasa Inggris bukan lagi sekedar sebuah bahasa asing yang dipelajari secara teori tetapi menjadi bagian alat komunikasi sehari-hari.

Salah satu pembelajaran bahasa Inggris yang sering digunakan adalah Cominicatio Language Teaching (CLT) karena metode ini paling efektif dalam pembelajaran bahasa asing. Tujuan utama CLT adalah menerapkan perspektif teori yang telah didapatkan oleh peserta didik dengan menekankan kemampuan berkomunikasi sebagai tujuan utama dan pembelajaran bahasa yang dilakukan. Kemampuan berkomunikasi yang dimaksudkan adalah kapan, dimana, bagaimana dan dengan siapa komunikasi itu dilakukan (Hymes, 2000). CLT adalah suatu metode yang paling effective dalam pembelajaran bahasa asing, dalam hal ini bahasa yang dimaksudkan adalah bahasa Inggris. Sesuai dengan tujuan dari metode ini adalah agar peserta didik memperoleh kemampuan berkomunikasi. Komunikasi yang dilakukan adalah sebuah tindakan yang dilakukan oleh peserta didik dalam berinteraksi. Mempersiapkan peserta didik untuk melakukan interaksi yang bermakna dengan bahasa yang alamiah adalah tujuan utama dari pembelajaran bahasa (Iskandarwassit, 2008).

  1. PENUTUP

Berdasarkan uraian di atas , CLT sangatlah efektif bila dipakai sebagai metode dalam proses belajar mengajar bahasa asing, hal ini didasarkan dengan kemampuan berkomunikasi yang didapatkan oleh siswa bukan hanya sebatas pengetahuan belaka, siswa akan bermotivasi dan merasa bahwa sesuatu yang telah mereka pelajari dapat berguna dan dipakai dalam berbahasa.

DAFTAR PUSTAKA

Brian Tomlinson, 2005. “ English as a Foreign language” In Eli Hinnkell” Handbook of Resarch in second Language Teaching and Learning”. London: Lawrenc Elrbaum Associate Publisher.

Diane larsen. Freeman, 2000. Tehniques and Principle in language Teaching”.Oxford : Oxford University Press.

Rogova, G>P. 1975. “Method of teaching English”

Widdowson. H.G. 2000. “ Teaching language as Communication” in Diane Larsen. Freeman “Tehniques and Principle in Language Teaching”. Oxford : Oxford Universty Press.

Hymes, Dell. 2000. “Competence and Linguistic Theory” in Diane larsen. Freeman “ Tehniques and Principle in language Teaching”. Oxford: Oxford Zuniversity Press.

Iskandarwassit. 2008. “Strategi Pembelajaran bahasa”. Bandung : Rosda Karya

BIODATA

C:\Users\TOTOK\Downloads\WhatsApp Image 2020-03-06 at 07.56.10.jpeg

Nama : Nur Gianto, S.Pd

NIP : 19690107 200801 1 009

Pangkat/Gol : Penata/ III c

Jabatan : Guru Muda

Unit Kerja : SMP Negeri 1 Kedungbanteng, Banyumas

.

By admin

You cannot copy content of this page