Iklan

PENINGKATKAN KETRAMPILAN DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN PENDEKATAN SODAKOM PADA OPERASI PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT BAGI SISWA KELAS VSD N 2 CIBERUNG KEC. AJIBARANG KAB. BANYUMAS SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017

D:\P Karso\PTK\25. novi u\WhatsApp Image 2021-08-16 at 21.03.08.jpeg

Nofi Utami Ariyani, S.Pd.SD

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan dan hasil belajar bagi siswa kelas V SD pada mata pelajaran matmatika tentang operasi hitung bilangan bulat semester I tahun pelajaran 2016 / 2017 dengan penerapan pendekatan SODAKOM. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester gasal dengan mengambil tempat di SD N 2 Ciberung UPK Ajibarang TK/SD Kabupaten Banyumas dengan subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SD yang siswanya berjumlah 20 anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas . Tindakan yang digunakan sebanyak 2 kali dalam dua siklus . Tindakan pada Siklus pertama menerapkan pendekatan SODAKOM dengan kelomok kecil dan pada Siklus kedua dengan kelomok kecil. Sedangkan tahapan pada setiap siklusnya terdiri dari : 1) perencanaan tindakan , 2) pelaksanaan tindakan , 3) pengamatan tindakan , dan 4) refleksi tindakan. Hasil penelitian melalui penerapan pendekatan SODAKOM dapat meningkatkan Ketramplan dan Hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika khusunya operasi hitung bilangan bulat dengan peningkatan yang signifikan yaitu dari 20 siswa 89% telah TUNTAS.

Kata Kunci : Pendekatan SODAKOM. Ketrampilan dan Hasil Belajar

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dalam pembelajaran Matematika khususnya operasi bilangan bulat menurut pengamatan peneliti, siswa pasif, tak bergairah bahkan menghitungpun mereka wegah dan hanya menunggu jawaban teman tanpa memperhitungkan benar atau tidak jawaban tersebut. Dalam satu kelas hanya terlihat 8 siswa yang aktif menghitung da yang lainnya hanya bergurau sambil menunggu hasilnya saja.

Berawal dari situlah maka peneliti berusaha untuk mengajak mereka bermain atau berkompetisi di dalam kelas sehingga mereka termotifasi untuk selalu menang dalam berkompetisi. Mereka akan berani memprotes temannya bila ada temanya yang bermain curang, dan yang lain akan berani menjawab bila pendapatnya dirasa benar, mereka akan berani mengajukan pertanyaan jika mereka benar – benar tidak jelas, mereka akan menegur temannya jika temannya tidak pro aktif.

Kenyataan yang peneliti hadapi, dari siswa sejumlah 20 anak yang terdiri dari laki – laki 12 anak dan perempuan 8 anak hanya 30 % yang memperoleh nilai 5 jadi masih belum mencapai KKM yang ditentukan, selebih mereka memperoleh nilai dibawah 5, dan siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika khususnya bilangan bulan tidak bersemangat karena siswa dalam hal ini dihadapkan pula dalam bilangan bulat negatif .Jadi siswa betul – betul merasa sulitnya bukan main dan menurut pengamatan peneliti siswa kebanyakan sudah tidak bersemangat sehingga siswa merasa wegah dan terlihat bosan bahkan kerampilan siswa pun tidak tampak.

Dengan kondisi siswa yang sangat memprihatinkan tersebut akhirnya penilis menerapkan pendekatan SODAKOM sebagai salah satu pendekatan yang mengajak siswa untuk berkreasi dan berkompetisi sehingga harapan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dapat tercapai. Hal ini tampak terlihat dalam perolehan ulangan harian ada kenaikan yang signifikan.

Demikian juga harapan peneliti, dengan penerapan pendekatan SODAKOM akan memberikan motivasi kepada penentu utama pendidikan atau guru untuk berinovasi dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas terutama pada mata pelajaran matematika yang secara umum mata pelajaran ini merupakan mata pelajaran yang sangat ditakuti kebanyakan siswa khususnya pada operasi bilangan bulat yang kemungkinan salah satu penyebabnya adalah kurangnya inovasi para pemeran utama dalam pembelajaran di sekolah .

Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini ada beberapa permasalahan yang perlu penulis sampaikan yaitu adanya sebuah pendekatan dalam pembelajaran matematika khususnya pada operasi bilangan bulat, dan pendekatan SODAKOM yang peneliti gunakan sebagai pendekatan dalam pembelajaran matematika khususnya pada operasi bilangan bulat, begitu pula kreatifitas dan prestasi siswa dapat ditingkatkan.

Rumusan Masalah

Apakah penggunaan pendekatan SODAKOM dapat meningkatkan hasil belajar dan ketrampilan siswa dalam proses pembelajaran matematika khususnya pada operasi bilangan bulat ?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kerampilan dan hasil belajar siswa menalui penerapan pendekatan SODAKOM pada mata pelajaran matematika khususnya pada operasi bilangan bulat di kelas 5 SD N 2 Ciberung UPK Ajibarang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas, semester 1 tahun pelajaran 2016 / 2017.

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Kajian Teori

Ketrampilan Belajar Matematika

Yang dimaksud ketrampilan belajar matematika adalah siswa cakap dalam mengoperasikan bilangan khususnya bilangan bulat.Harefa,2000:136(dalamhttp://kumpulblogger.com/?refid=46240http://www.blogger.com/rearrange?blogID=5125688973460846742&widgetType=HTML&widgetId=HTML2&action=editWidget). Yang dimaksud ketrampilan disini adalah : Kecakapan untuk memecahkan masalah atau tugas secara bertanggung jawab.  Tanggung jawab ini memiliki makna yang sangat dalam, melampaui kemampuan-kemampuan lain yang diperoleh dari belajar.

Dengan demikian, menjadi jelas bahwa terampil belajar merupakan aspek yang lebih substantif, lebih mendasar,  karena diperlukan bagi setiap siswa untuk memecahkan persoalan yang lebih kompleks, sedangkan belajar terampil diperlukan untuk memenuhi sebagian dari keseluruhan kebutuhan dasar manusia.

Hasil Belajar Matematika

Yang dimaksud hasil belajar pada mata pelajaran matematika pada penelitian ini adalah hasil evaluasi pada mata pelajaran matematika sekolah yaitu bagian atau unsur dari matematika yang dipilih antara lain dengan pertimbangan atau berorientasi pada kependidikan. Dengan demikian, maka dalam pembelajaran matematika yang abstrak menjadi mudah dipahami oleh siswa. Selain itu sajian matematika sekolah tidak harus menggunakan pola pikir deduktif semata, tetapi dapat juga menggunakan pola pikir induktif. Ini tidak berarti bahwa kemampuan berpikir deduktif dan memahami objek abstrak boleh ditiadakan begitu saja.

Maka dalam peggunaan pendekatan Sodakom ini siswa akan dibawa dalam situasi yang konkret yaitu manipulasi (menambah, mengurang, mengalikan dan membagi) secara langsung dalam proses bersosiodrama berjual beli siswa dapat menghitung secara konkret uang dan barang belanja.

Sodakom

Menurut Udin S. Winataputra (2001 : 422) dalam bukunya “Strategi Belajar Mengajar”: penggabungan pendekatan sosiodrama dengan permainan simulasi (simulation game) dapat membawa anak berhubungan dengan masalah individu sebagai makhluk sosial dengan masyarakat lingkungannya ( orang tua, teman berkelompok dan masyarakat sekitarnya) untuk menghayati peran dirinya dan membuat keputusan yang tepat.

Di dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan SODAKOM siswa membentuk kelompok dan diajak bersosiodrama dengan melaksanakan jual beli, setiap kelompok ada yang berperan sebagai seorang penjual dan beberapa orang pembeli, setiap kelompok terdiri dari anggota yang berjumlah relatif sama, setiap penjual memiliki sejumlah barang dagangan yang berupa kartu lambang barang yang sudah tertulis harganya dan setiap pembeli memiliki beberapa lembar uang yang berupa kartu lambang uang yang sudah tertulis nilai nominalnya.

Dalam proses sosiodrama masing-masing kelompok melakukan jual beli dengan cara penjual melayani permintaan pembeli dengan membuat daftar barang yang diminta dengan jumlah uang yang harus dibayarkan dan selanjutnya pembeli membayarkan uangnya sesuai daftar (nota) yang disodorkan oleh pedagang. Begitu selanjutnya sampai beberapa orang pembeli.

Kerangka Berpikir

Dari kondisi awal yang belum menggunakan pendekatan SODAKOM ternyata kreativitas dan prestasi belajar siswa pada operasi bilangan bulat rendah, kemudian peneliti berupaya dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan SODAKOM dalam pembelajaran matematika khususnya pada operasi bilangan bulat diupayakan kreatifitas dan prestasi belajar siswa dapat meningkat.

Hipotesis

Berdarakan rumusan masalah diatas maka diduga dengan penggunaan pendekatan SODAKOM dapat meningkatkan Ketrampilan dan Hasil Belajar siswa pada mata pelajaran matematika khususnya operasi bilangan bulat.

METODOLOGI PENELITIAN

Setting Penelitian

Waktu Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2016 / 2017 yang pelaksanaannya antara bulan Juli 2017.. Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengn Kalender Pendidkan ( Kaldik ) dan memilih pada hari – hari efektif. Tempat penelitian Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) kali ini dilaksanakan di Kelas VI SD N 2 Ciberung UPK Ajibarang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah pada semester 1 tahun pelajaran 2016 / 2017.

Subyek Penelitian

Subyek penelitian adalah siswa kelas 5 SDN 2 Ciberung UPK Ajibarang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas dengan jumlah siswa 20 anak yang terdiri dari 12 laki – laki dan 8 anak perempuan.

Sumber Data

Ditinjau dari sumber data maka dapat diperoleh data dari siswa yaitu data yang diperoleh secara langsung oleh siswa itu sendiri dan data dari observer atau dari hasil kolaborasi dengan teman sejawat.

Indikator Kinerja

Penggunaan Pendekatan Sodakom dinyatakan dapat meningkatkan kreatifitas dan prestasi belajar siswa apabila 70% dari jumlah siswa bersedia mengajukan pendapat dan pertanyaan, 70 % dari jumlah siswa berperan dalam sosiodrama dan berkompetisi dan 70% dari jumlah siswa mendapat nilai 70 pada tahap evaluasi

HASIL PENELITIAN

Diskripsi Kondisi Awal

Penelitian ini dilakukan, berawal dari rasa keprihatinan peneliti, karena dalam proses pembelajaran konvensional (sebelum tindakan) kondisi siswa tampak tidak mempunyai motivasi dan betul – betul menunjukkan sikap yang kreatif, kalau diberi pertanyaan tidak menjawab, tiadak pernah mengajukan pertanyaan dan prestasi belajarnya sangat rendah. dari siswa sejumlah 20 anak yang terdiri dari laki – laki 12 anak dan perempuan 8 anak hanya 30 % yang memperoleh nilai 5 jadi masih belum mencapai KKM yang ditentukan, selebih mereka memperoleh nilai dibawah 5, dan siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika khususnya bilangan bulan tidak bersemangat karena siswa dalam hal ini dihadapkan pula dalam bilangan bulat negative.

Siklus 1

Perencanaan

Pada siklus pertama persiapan yang dilakukan oleh peneliti adalah:

  1. Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mapel matematika dengan menggunakan Pendekatan Sosiodrama Berkompetisi (Sodakom).Pelaksanaan Rabu 26 Oktober 2016
  2. Menyiapkan kartu sebagai lambang uang dan kartu sebagai lambang barang
  3. Menyiapkan lembar pengamatan

Guru menjelaskan skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan pada saat itu, dilanjutkan tata cara melaksanakan sosiodrama dan menunjukkan kartu – kartu sebagai pengganti barang atau uang sebenarnya, baik yang merupakan kartu lambang barang maupun kartu lambing uang dan cara-cara menggunakannya. Selanjutnya guru membaca nama – nama anggota masing – masing kelompok yang telah dibagi, dilanjutkan menentukan nama – nama yang berperan sebagai pedagang maupun sebagai pembeli dan segera menempatkan diri pada masing – masing kelompok yang telah disiapkan.

Selanjutnya siswa melaksanakan sosiodrama berjual beli dengan cara antri satu – persatu pada kelompok masing – masing, jika pembeli yang satu selesai dilayani dengan cara pedagang memberi daftar belanja beserta harganya dan memberikan kartu barang sesuai daftar dan uang yang ada, barulah pembeli selanjutnya minta dilayani, begitu seterusnya.

Pengamatan

Pengamatan dilaksanakan peneliti bersama seorang teman sejawat (kolaborator). Sedangkan hasil pengamatan yang tercatat pada lembar pengamatan adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1 Lembar Observasi / Pengamatan Siklus I

No Nama Siswa L / P Mengajukan Pendapat Mengajukan Pertanyaan Aktif Bersosio

drama

Nilai
1 Fajar Dandi S. L V V V 50
2 Aninda Zahra P. P V 80
3 Arya Edi J. L V V 70
4 Daffa Adi Rangga L 60
5 Dejan Imanovic L V V 80
6 Faqih Kurniawan L 70
7 Fatiatul Aeni L V 50
8 Fawas FelixFaozi L V V 60
9 Fisika Krisdiana P 60
10 Gilang Satrio L V 70
11 Kholisatul Marufah P V 80
12 Miswa Pinkan I. P 60
13 Muftiatul Khasanah P V V 50
14 Naufal Fayadh L V 80
15 Pinanditha Arifian L V 80
16 Tabah aryo N L V 70
17 Wahyu Fitroh P V V 70
18 Wisnu Arief L V 80
19 Zahra Dinasa P V 50
20 Arizona Kesuma L V V 70
Jumlah 8 7 9
Persentasi 40% 35% 45% 60%

Dari hasil observasi melalui lembar observasi yang dilakukan oleh kolabolator, ternyata masih banyak siswa yang belum memahami perannyadan ketuntasan mencapai 60 %

Refleksi

Dalam siklus 1 ini pelaksanaan sosiodrama tidak lancar karena guru dalam menyampaikan informasi tentang tata cara pelaksanaan kurang menyeluruh dan anggota kelompok masih terlalu banyak sehingga secara perorangan siswa kurang terkontrol.

Dari hasil pengamatan 35% dari jumlah siswa berani mengajukan pendapat, 40% berani mengajukan pertanyaan baik tentang melakukan transaksi maupun tentang sikap temannya melakukan transaksi, 45% sudah dapat melaksanakan sosiodrama dan 2% masih kebingungan. Sedangkan hasil evaluasi baru 60% siswa yang mendapat nilai 70 keatas Jadi belum mencapai KKM yang ditentukan.

Dengan demikian masih terdapat tiga aspek target indikator kinerja yang belum tercapai yaitu kemauan mengajukan pendapat, kemauan mengajukan pertanyaan dan nilai 6 pada hasil evaluasi. Dengan demikian perlu dilaksanakan siklus selanjutnya yaitu siklus 2.

SIKLUS 2

Perencanaan

Pada siklus II perencanaan Rabu,16 November 2016 yang dilakukan oleh peneliti adalah:

  • Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mapel matematika dengan menggunakan Pendekatan Sodakom.
  • Menyiapkan kartu – kartu sebagai lambang barang dagangan dan uang disertai penjelasan cara – cara penggunaannya.
  • Menyiapkan lembar pengamatan

Pelaksanaan Tindakan

Guru menjelaskan skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan, yaitu persamaan dan perbedaan bersosiodrama pada minggu lalu dengan yang akan dilaksanakan termasuk perbedaan nilai kartu barang dan uang yang akan digunakan, karena kartu – kartu yang akan digunakan kali ini mengandung unsur perkalian jadi tidak sekedar menambah dan mengurang.

Selanjutnya anak – anak dipersilakan untuk berkumpul sesuai kelompok masing – masing dan diberi kebebasan memilih anggota kelompok yang berperan sebagai pedagang tidak seperti pada siklus 1 para pemeran ditentukan oleh guru. Ini dimaksudkan disamping melatih siswa berdemokrasi juga memberi kesempatan untuk mengatur strategi untuk berkompetisi.

Selanjutnya guru membagi kartu – kartu barang untuk pemeran pedagang dan kartu – kartu lambang uang untuk para pemeran pembeli, dan selanjutnya siswa melaksanakan sosiodrama berjual beli dengan cara antri secara tertib. Seperti biasa setelah pembeli yang satu selesai menerima barang – barang yang dibeli kemudian mendapat daftar barang lengkap dengan harga dan jumlahnya sesuai dengan uang yang diserahkan baru dilanjutkan pembeli selanjutnya begitu pula seterusnya.

Situasi sosiodrama pada siklus 2 ini lebih kompetitif dibanding siklus 1. Keempat pedagang kelihatan semakin semangat berkompetisi adu cepat dan tepat dalam melayani para pembeli. Kelebihan siklus 2 dibanding pada siklus 1 adalah pada siklus 2 ini para pembeli sudah berusaha ikut menghitung jumlah harga belanjanya.

Pengamatan

Pengamatan dilaksanakan oleh peneliti (kolaborator). Materi pegamatan tetap sama yaitu motivasi siswa yang dilihat dari kemauan mengajukan pendapat, pertanyaan, keikutsertaan dalam sosiodrama dan prestasi belajar pada tahap evaluasi.

Tabel : 7 Lembar Observasi / Pengamatan Siklus II

No Nama Siswa L / P Mengajukan Pendapat Mengajukan Pertanyaan Aktif Bersosio

drama

Nilai
1 Fajar Dandi S. L V V V 60
2 Aninda Zahra P. P V V 80
3 Arya Edi J. L V V V 80
4 Daffa Adi Rangga L V V 80
5 Dejan Imanovic L V V V 90
6 Faqih Kurniawan L V V 60
7 Fatiatul Aeni L V V V 100
8 Fawas FelixFaozi L V V 80
9 Fisika Krisdiana P V V 70
10 Gilang Satrio L V 80
11 Kholisatul k P V V V 90
12 Miswa Pinkan I. P V 60
13 Muftiatul K. P V V V 90
14 Naufal Fayadh L V V 80
15 Pinanditha Arifian L V V V 100
16 Tabah aryo N. L V 80
17 Wahyu Fitroh P V V V 100
18 Wisnu Arief L V V V 80
19 Zahra Dinasa P V V 80
20 Arizona Kesuma L V V V 100
Jumlah 14 16 18
Persentasi 70% 80% 90% 85%

Refleksi

Dalam siklus 2 pelaksanaan Sosiodrama sudah lebih baik dari pada siklus 1 karena guru di dalam menyampaikan informasi lebih jelas dan memberi kesempatan kepada siswa yang kurang jelas utuk mengajukan pertanyaan dan kepada siswa yang mengalami kebingungan pada pelaksanaan sosiodrama Siklus 1 diberi penjelasan khusus.

Pada siklus ini sudah 70% siswa mau mengajukan pendapatnya baik kepada guru maupun kepada temannya, walaupun masih ada sebagian anak yang masih memerlukan bimbingan guru atau angggota kelompoknya. 90% siswa dapat mengikuti sosiodrama dengan lancar. Baru 80% siswa yang mau mengajukan pertannyaan dan 85% siswa mendapat nilai 70 ke atas.

Sesuai dengan Proposan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) maka pelaksanaan tindakan diakhiri pada Siklus II dan hasil rekapitulasi sebagai berikut :

Grafik Hasil Observasi Dan Evaluasi Siklus I Dan Siklus II

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan refleksi pada siklus 1, 2 dalam penelitian ini yang meliputi materi pengamatan terhadap kemampuan mengajukan pendapat, kemampuan mengajukan pertanyaan, keikutsertaan dalam proses pembelajaran dan hasil evaluasi belajar maka peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Penggunaan Pendekatan SODAKOM dapat meningkatkan meningkatkan hasil belajar dan ketrampilan siswa dalam proses pembelajaran matematika khususnya operasi bilangan bulat.
  2. Penggunaan Pendekatan SODAKOM dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika khususnya operasi bilangan bulat

Saran

Dalam menyelenggarakan proses pembelajaran hendaknya guru lebih banyak untuk berinovasi sehingga dapat memberi motivasi untuk membangkitkan anak berkreasi mudah mencari solusi dalam menghadapi segala macam masalah yang timbul di dalam kehidupan bermasyarakat.

Hasil penelitian ini untuk dapat digunanan sebagai salah satu asset perpustakaan sekolah, dan dari hasil penelitian ini bisa menambah wawasan bagi pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

DalamistilahRachman,2000:150(http://kumpulblogger.com/?refid=46240http://www.blogger.com/rearrange?blogID=5125688973460846742&widgetType=HTML&widgetId=HTML2&action=editWidget

Darmaningtyas,199:177(http://kumpulblogger.com/?refid=46240http://www.blogger.com/rearrange?blogID=5125688973460846742&widgetType=HTML&widgetId=HTML2&action=editWidget

Harefa,2000:136(http://kumpulblogger.com/?refid=46240http://www.blogger.com/rearrange?blogID=5125688973460846742&widgetType=HTML&widgetId=HTML2&action=editWidget)

Oemar Hamalik , (http : // indramunawar.blogspot.com/2009/06/hasil-belajar-pengertian dan-definisi.htm)

Permen 22 Tahun 2006 .Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) Jakarta : MENDIKNAS.

Piaget Jean – Handoyo ( dalam Nurhadi : 2003 ), Pendekatan Kontektual (Contextual Teaching and Learning). Jakarta: Depdiknas Dirjen Dikdasman Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.

Rice Shertzet and Ston – Hm. Surya. 2001. Kapita selekta Kependidikan SD. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Winataputra, H. Udin S. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Biodata Penulis

Nama : Nofi Utami Ariyani, S.Pd.SD

NIP : 19761205 201101 2 002

Unit Kerja : SD N 1 Ciberung Korwilcam Dindik Ajibarang

You cannot copy content of this page