Iklan

PENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TIPE TRAINING AND GUIDANCE BAGI GURU SD NEGERI SALEBU 04 KECAMATAN MAJENANG KABUPATEN CILACAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui supervisi akademik tipe training and guidance. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Data dijaring dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Sekolah yang dijadikan tempat penelitian yaitu di SD Negeri Salebu 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru sebelum dilakukan supervisi akademik menunjukkan kinerja masih rendah dengan dengan rata-rata 2,43. Setelah dilakukan supervisi akademik tipe guidance terdapat peningkatan dengan rata-rata 3,04. Sesudah dilakukan supervisi akademik tipe training and guidance terdapat kenaikan denagn rata-rata 3,99. Dari hasil penelitian tersebut dapat disarankan agar guru selalu memperbaiki penyusunan RPP, mengembangkan kreativitas yang dimiliki, serta menjalankan tugas dan fungsi guru khususnya dalam pengelolaan pembelajaran.

Kata Kunci: Kemampuan Guru, Supervisi Akademik Training and Guidance.

PENDAHULUAN

Dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP) pasal 28, disebutkan bahwa pendidik harus memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran (learning agent). Yang dimaksud pendidik berperan sebagai fasilitator, motivator, pemacu, dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik. Berkaitan dengan pendidik sebagai agen pembelajaran maka guru harus dapat mengembangkan potensi dan kemampuan siswa dengan mendesain dan mengelola proses pembelajaran yang berkualitas.

Agar dapat terwujud maka seorang guru harus mengembangkan potensi dan kemampuan siswa dengan mendesain dan mengelola proses pembelajaran yang berkualitas, dan perlu diupayakan oleh berbagai pihak. Untuk mewujudkan hal tersebut maka guru harus berupaya meningkatkan profesionalisme dengan cara senantiasa meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran.

Berdasarkan data dari hasil survey awal dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran guru-guru SD Negeri Salebu 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap didapat hasilnya masih rendah yaitu dari aspek penyusunan tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, alokasi waktu, langkah-langkah pembelajaran, alat/bahan/sumber belajar, dan penilaian. Penilaian dikatakan cukup baik, jika mencapai nilai minimal 2,86. Hal ini disebabkan kepala sekolah belum melaksanakan supervisi akademik tipe training and guidance, peneliti melakukan supervisi dengan cara yang biasa. Dalam pelaksanaan supervisi dengan cara biasa ini, setelah peneliti melakukan supervisi pada waktu guru melaksanakan proses pembelajaran khususnya dalam menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dicatat dan dianalisis. Kekurangan guru ketika menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) diberitahukan kepada guru yang bersangkutan untuk diperbaiki pada waktu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berikutnya dan pada waktu masa-masa yang datang. Untuk mewujudkan agar guru mampu menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan baik maka diperlukan pembinaan yang dilakukan oleh para pembina teknik, salah satunya adalah kepala sekolah yang sekaligus bertindak sebagai peneliti melakukan pembinaan dan pemberian pelatihan kepada guru-guru SD Negeri Salebu 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap melalui supervisi akademik tipe training and guidance.

LANDASAN TEORI

Kemampuan Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(Masnur Muslih: 2009) menjelaskan bahwa Perencanaan Pembelajaran atau yang biasa disebut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit yang akan diterapkan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) inilah seorang guru diharapkan bisa menerapkan pembelajaran secara terprogram. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini merupakan penjabaran dari program tahunan, program semester, dan silabus. Karena itu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) harus memiliki daya terap (aplicable) yang tinggi. Tanpa perencanaan yang matang, mustahil target pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Pada sisi lain, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pun dapat diketahui kemampuan guru dalam menjalankan tugas profesinya. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah skenario yang disiapkan guru sebelum melaksanakan pembelajaran kepada peserta didik.

Supervisi Akademik

Supervisi akademik didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuan mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran (Glickman:1982). Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuan mencapai tujuan pembelajaran (Daresh:1989). Dengan demikian berarti esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai unjuk kinerja dalam proses pembelajaran, melainkan membantu guru dalam mengembangkan kemampuan profesionalnya.

Supervisi Akademik Tipe Training and Guidance

Kegiatan pokok supervisi dalam penelitian ini adalah melakukan pembinaan kepada guru dalam menyusun perencanaan pelaksanaan pembelajaran. Guru sebelum melaksanakan pembelajaran membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Apabila seseorang dapat menyusun perencanaan pembelajaran dengan baik, disertai dengan pelaksanaan proses belajar mengajar yang berkualitas, tentu dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas lulusan suatu sekolah.

Keunggulan dari supervisi tipe ini adalah bahwa semua guru dan staf tata usaha selalu mendapat latihan dan bimbingan dari kepala sekolah. Hal yang perlu mendapat perhatian dalam supervisi tipe ini adalah bahwa kepala sekolah bukan hanya memusatkan perhatian pada kemajuan situasi belajar mengajar saja. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kepala sekolah sebagai supervisor harus mampu meningkatkan kepemimpinan yang dapat mengembangkan program seluruh sekolah dan memberdayakan lingkungan bagi semua guru, serta mengusahakan tercapainya kelengkapan sarana dan peralatan belajar sehingga memungkinkan orang dapat bekerja dan berkomunikasi secara optimal dalam pencapaian tujuan dan cara melaksanakan strategi pencapaian.

Kerangka Berpikir

Salah satu strategi untuk mengetahui kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah dengan supervisi akademik tipe training and guidance. Strategi ini sangat tepat dilakukan peneliti untuk mengetahui kinerja guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

METODE PENELITIAN

Setting / Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Salebu 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap.

Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2020 – Maret 2020

Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan terhadap guru-guru Sekolah Dasar Negeri Salebu 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap.

No Nama Guru

Kelas

Jenis

Kelamin

Pendidikan Ket.
1 Wairun I L S1
2 Wairun II L S1
3 Tiyem III P S1
4 Martrias Agyl P. IV L S1
5 Darwanto V L S1
6 Sodikun VI L S1

Tabel 1.2 Data Guru Sekolah Dasar Negeri Salebu 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap

Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, dokumentasi, dan pengisian lembar instrumen.

Analisis data

Analisis data yang digunakan peneliti adalah dengan menggunakan analisis deskriptif, yaitu dengan membandingkan antara hasil nilai penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebelum dilaksanakan supervisi akademik dan sesudah dilaksanakan supervisi akademik.

Validitas Data

Data-data dalam penelitian ini didapatkan berdasarkan penelitian yang dilakukan langsung oleh peneliti. Dengan berdasarkan hal-hal tersebut maka data-data yang ada dalam penelitian ini tidak diragukan lagi validitasnya.

Prosedur Penelitian

Langkah pertama yang peneliti lakukan adalah dengan menggunakan metode penelitian tindakan. Tindakan yang dilakukan peneliti sebanyak dua siklus. Siklus pertama terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kondisi Awal

Data di bawah ini adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan Kepala SD Negeri Salebu 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Adapun data-data supervisi akademik guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah sebagai berikut:

No NAMA GR. KLS KOMPONEN JML RT
1 2 3 4 5 6 7
1 Tiyem III 2,00 2,00 2,00 2,00 2,00 2,00 2,00 14,00 2,00
2 Martrias A. P. IV 2,50 2,00 2,50 2,00 2,50 2,50 2,50 16,50 2,36
3 Darwanto V 2,00 2,50 2,50 2,00 2,50 2,50 2,50 16,50 2,36
4 Sodikun VI 3,00 2,50 3,50 3,00 3,50 3,50 3,00 22,00 3,14
5 Wairun I, II 2,50 2,00 2,00 2,50 2,00 2,50 2,50 16,00 2,29
Jumlah 12,00 11,00 12,50 11,50 12,50 13,00 12,50 85,00 12,15
Rata-rata 2,40 2,20 2,50 2,30 2,50 2,60 2,50 17,00 2,43

Tabel 1.3 Data sebelum dilaksanakan supervisi akademik (data awal)

SD Negeri Salebu 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap

Keterangan:

  1. Tujuan pembelajaran
  2. Materi ajar
  3. Metode pembelajaran
  4. Alokasi waktu
  5. Langkah-langkah pembelajaran
  6. Alat/bahan/sumber belajar
  7. Penilaian

Data di atas merupakan data yang diambil sebelum dilakukan supervisi akademik. Data ini menjadi acuan dilakukan supervisi akademik tipe training and guidance. Dari data di atas terlihat bahwa masing-masing guru kelas mempunyai nilai rendah pada kegiatan penyusunan RPP. Hal ini membuktikan bahwa sebagian besar guru SD Negeri Salebu 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap belum dapat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan standar proses dengan baik. Sebagai contoh guru kelas III dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) baru mendapatkan nilai rata-rata 2,00. Hal ini menunjukkan bahwa hasilnya belum optimal, dan nilainya kurang baik.

Siklus I

Pengamatan dilakukan peneliti pada saat berkunjung ke kelas-kelas. Dengan bantuan lembar instrumen penilaian kemempuan guru dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), peneliti mencatat kelebihan dan kekurangan guru dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Setelah melalui dua tahap tersebut di atas maka dapat dilihat hasilnya sebagai berikut:

No NAMA GR. KLS KOMPONEN JML RT
1 2 3 4 5 6 7
1 Tiyem III 3,00 2,50 2,50 3,00 3,00 3,00 3,00 20,00 2,86
2 Martrias A. P. IV 3,00 3,50 3,00 2,50 3,00 3,50 3,00 21,50 3,07
3 Darwanto V 3,50 3,00 2,50 3,50 3,00 2,50 3,00 21,00 3,00
4 Sodikun VI 3,00 3,00 4,00 3,00 3,50 3,50 3,00 23,00 3,29
5 Wairun I, II 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 3,00 21,00 3,00
Jumlah 15,50 15,00 15,00 15,00 15,50 15,50 15,00 106,50 15,22
Rata-rata 3,10 3,00 3,00 3,00 3,10 3,10 3,00 21,30 3,04

Tabel 1.4 Data setelah dilaksanakan supervisi akademik tipe guidance

SD Negeri Salebu 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap

Keterangan:

  1. Tujuan pembelajaran
  2. Materi ajar
  3. Metode pembelajaran
  4. Alokasi waktu
  5. Langkah-langkah pembelajaran
  6. Alat/bahan/sumber belajar
  7. Penilaian

Jika dari data yang telah diperoleh maka terlihat adanya peningkatan nilai pada masing-masing kegiatan yang dinilai. Hasil peningkatan kemampuan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sekolah terdapat peningkatan semula rata-rata nilainya 2,43 menjadi rata-rata nilainya 3,04. Walaupun terdapat peningkatan tetapi peningkatan nilainya belum optimal. Oleh karena itu perlu adanya tindakan lebih lanjut agar peningkatan yang terjadi lebih baik lagi.

Refleksi

Hasil penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat Kelompok Kerja Guru (KKG) pada saat kondisi awal terlihat rendah oleh karena itu dilakukan siklus I yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Setelah dilakukan analisis ternyata peningkatan yang terjadi tidak terlalu signifikan. Tabel dan gambar perbandingan antara sebelum dilaksanakan supervisi akademik dengan sesudah dilaksanakan supervisi akademik tipe guidance (siklus I) dapat dilihat di bawah ini.

No NAMA Guru

Kelas

Data

Awal

Rata-rata

Siklus I

1 Tiyem III 2,00 2,86
2 Martrias A. P. IV 2,36 3,07
3 Darwanto V 2,36 3,00
4 Sodikun VI 3,14 3,29
5 Wairun I, II 2,29 3,00
Jumlah 12,15 15,22
Rata-rata 2,43 3,04

Tabel 1.5 Perbandingan data awal dengan rata-rata siklus I

Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan lanjut dengan melaksanakan supervisi akademik tipe training and guidance.

Siklus II

Setelah melalui dua tahap perencanaan dan pelaksanaan serta pengamatan, peneliti mendapatkan data atau hasil dari pelaksanaan supervisi akademik tipe training and guidance pada siklus II sebagai berikut:

No NAMA GR. KLS KOMPONEN JML RT.
1 2 3 4 5 6 7
1 Tiyem III 3,50 3,50 3,50 3,50 3,50 3,50 3,50 24,50 3,50
2 Martrias A. P. IV 4,00 4,50 4,00 3,50 4,50 4,00 4,00 28,50 4,07
3 Darwanto V 4,50 4,00 3,50 4,50 4,00 3,50 4,00 28,00 4,00
4 Sodikun VI 4,00 4,00 4,50 4,00 4,50 4,50 4,00 29,50 4,21
5 Wairun I, II 4,00 4,00 4,50 4,00 4,50 4,00 4,00 29,00 4,14
Jumlah 20,00 20,00 20,00 19,50 21,00 19,50 19,50 139,50 19,92
Rata-rata 4,00 4,00 4,00 3,90 4,20 3,90 3,90 27,90 3,99

Tabel 1.6 Data setelah dilaksanakan supervisi akademik tipe training and guidance

SD Negeri Salebu 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap

Keterangan:

  1. Tujuan pembelajaran
  2. Materi ajar
  3. Metode pembelajaran
  4. Alokasi waktu
  5. Langkah-langkah pembelajaran
  6. Alat/bahan/sumber belajar
  7. Penilaian

Refleksi

Dari hasil supervisi akademik tipe guidance yang dilakukan pada siklus I peningkatan yang dihasilkan belum optimal. Adanya siklus kedua ini merupakan kelanjutan dari siklus sebelumnya dan diharapkan ada peningkatan yang lebih baik.

Apabila dicermati lebih mendalam terlihat bahwa adanya supervisi akademik tipe training and guidance oleh peneliti membawa perubahan yang nyata terhadap peningkatan kemampuan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bagi guru kelas SD Negeri Salebu 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Peningkatan ini dapat dilihat secara eksplisit dari hasil data di atas. Secara logika hal ini dimungkinkan karena adanya supervisi akademik tipe training and guidance dimana guru mendapat penjelasan, bimbingan, dan pelatihan secara langsung dari peneliti, saling dapat bertukar pengalaman antar guru sehingga kesulitan-kesulitan yang dialami oleh guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat segera teratasi.

Berikut adalah perbandingan rata-rata hasil supervisi akademik tipe training and guidance secara keseluruhan (data awal, siklus I, dan siklus II) yang terangkum dalam tabel dan gambar di bawah ini.

No NAMA Guru

Kelas

Data

Awal

Rata-rata

Siklus I

Rata-rata

Siklus II

1 Tiyem III 2,00 2,86 3,50
2 Martrias A. P. IV 2,36 3,07 4,07
3 Darwanto V 2,36 3,00 4,00
4 Sodikun VI 3,14 3,29 4,21
5 Wairun I, II 2,29 3,00 4,14
Jumlah 12,15 15,22 19,92
Rata-rata 2,43 3,04 3,99

Tabel 1.7 Perbandingan data awal, rata-rata siklus I, dan rata-rata siklus II

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Dari hasil analisis data dan temuan-temuan yang didapatkan selama pelaksanaan supervisi akademik, supervisi akademik tipe training and guidance dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Hal ini terbukti jika dilihat dari hasil penilaian peningkatan kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) seperti yang terlihat pada siklus II. Sebagai catatan bahwa peningkatan kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) melalui supervisi akademik tipe training and guidance lebih baik dibanding dengan supervisi akademik tipe guidance. Peningkatan kemampuan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada supervisi akademik tipe guidance hanya mampu meningkatkan nilai 0,61 poin (data awal 2,43, data siklus I 3,04), dibanding dengan supervisi akademik tipe training and guidance yang mampu meningkatkan 1,56 poin (data awal 2,43, data siklus II 3,99). Dengan demikian peningkatan kemampuan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) melalui supervisi akademik tipe training and guidance lebih efektif.

Saran

Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disarankan agar kepala sekolah selalu mengadakan supervisi akademik secara terprogram dan berkelanjutan, serta menindaklanjuti laporan hasil supervisi tersebut untuk diadakan pembinaan agar dalam pengelolaan pembelajaran khususnya dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) akan selalu ada perbaikan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, Dr. Prof. Dasar-dasar Supervisi Pendidikan. PT. Ricaka Cipta: Jakarta.

Asep Henny Kurniawan dkk. (2007). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Uiversitas Terbuka.

Depdiknas. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.

Depdiknas. (2004), Kurikulum 2004. Pedoman Pemilihan Bahan dan Pemanfaatan Bahan Ajar. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. (2005). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta.

Depdiknas. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Guru.

Direktorat Jendral Peningkatan Mutu pendidikan dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, Dimensi Kompetensi 14-17. (2009). Jakarta.

Muslih Masnur. (2007). RISP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. PT. Bumi Aksara: Jakarta.

Purwanto, Ngalim. M. Drs. (2005). Administrasi dan Supervisi Pendidikan. PT. Remaja Pustaka Karya: Jakarta.

Umiarso dan Imam Ghozali. (2010). Manajemen Mutu Sekolah di Era Otonomi Pendidikan. IRSUSON. Yogyakarta.

BIODATA PENULIS

Nama : Suyanto, S.Pd.

NIP : 19640223 199803 1 001

Unit Kerja : SD Negeri Salebu 04

By admin

You cannot copy content of this page