Iklan

PENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL BANGUN RUANG DAN METODE INQUIRI KONSEP “VOLUM BANGUN RUANG” PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 3 WONOKROMO

Mintasih, S.Pd

ABSTRAK

Mintasih, S.Pd–. Peningkatan Hasil Belajar Matematika dengan Model Bangun Ruang dan Metode Inquiri Konsep Volum bangun Ruang pada Siswa Kelas V SDN 3 Wonokromo. Adapun tujuan penelitian ini adalah (a)Menganalisis dampak penggunaan model bangun ruang dalam meningkatkan hasil belajar matematika tentang operasi hitung volum (b) Menganalisis dampak penggunaan metode inquiri dalam meningkatkan hasil belajar matematika tentang operasi hitung volum pada siswa kelas V SDN 3 Wonokromo. Penelitian yang dilakukan selama tiga siklus ini menggunakan metode inkuiri dan penggunaan model bangun ruang. Hasil yang diperoleh dari penelitian tindakan kelas pada siklus I menunjukkan 16 siswa (64%) memenuhi KKM dan 9 siswa (36%) belum memenuhi KKM. Sedangkan hasil pada siklus II menunjukkan 20 siswa (80%) memenuhi KKM dan 5siswa (20%) belum dapat memenuhi KKM. Hasil pada siklus cukup berhasil yakni 100% siswa memperoleh nilai di atas KKM. Kesimpulan dari penelitian penggunaan model bangun ruang dan metode inquiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang volum bangun ruang pada siswa kelas V SD Negeri3 Wonokromo.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dunia pendidikan di Indonesia sampai saat ini masih menghadapi banyak tantangan khusunya mutu pendidikan disetiap jenjang pendidikan.Pendidikan adalah unsur sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (UU No 20 tahun 2003 : pasal 1).

Mata pelajaran matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar.Bagi sebagian besar siswa, matematika merupakan salah satu pelajaran yang sulit bahkan menakutkan.Untuk mengatasi problem siswa tersebut, hendaknya ada suatu teknik tersendiri dalam melakukan pembelajaran agar siswa mampu mengubah pandangan mereka terhadap mata pelajaran matematika, yaitu dari mata pelajaran yang sulit dan menakutkan menjadi mata pelajaran yang mudah serta menyenangkan.Keberhasilan pembelajaran ditunjukkan dengan dikuasainya materi pembelajaran oleh siswa.

Melihat keadaan itu, penulis sebagai guru sekaligus peneliti akan melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “ PenggunaanModel Bangun Ruang dan Metode Inquiri untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Tentang Volum Bangun Ruang Bagi Siswa Kelas V SD Negeri 3 Wonokromo”.Dengan Penelitian Tindakan Kelas diharapkan hasil belajar siswa dalam melakukan operasi hitung volum meningkat, sehingga ketuntasan belajar yang diharapkan dapat tercapai.

Rumusan Masalah

Apakah penggunaan model bangun ruang dan metode inquiri dapat meningkatkan hasil belajar matematika tentang volum bangun ruang bagi siswa kelas V SD Negeri 3 WonokromoTahun pelajaran 2018/2019?

Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran matematika pada siswa kelas V SDN 3 Wonokromo.

Tujuan Khusus

  1. Menganalisis dampak penggunaan model bangun ruang dalam meningkatkan hasil belajar matematika tentang operasi hitung volum pada siswa kelas V SDN 3 Wonokromo.
  2. Menganalisis dampak penggunaan metode inquiri dalam meningkatkan hasil belajar matematika tentang operasi hitung volum pada siswa kelas V SDN 3 Wonokromo.

Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis

hasil penelitian ini dapat memberikan informasi empirik tentang hal-hal yang mempengaruhi hasil belajar anak dimana informasi tersebut dapat digunakan untuk memperkuat tentang pentingnya Penerapan Model Bangun Ruang dan Metode Inquiri dalam meningkatkan hasil belajar matematika semester gasal materi pokok volum bangun ruang kelas V SDN 3 Wonokromo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2018/2019.

Manfaat Praktis

Bagi peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan peneliti tentang Penerapan Model Bangun Ruang dan Metode Inquiri dalam meningkatkan hasil belajar Matematika semester genap materi volum bangun ruang kelas V SDN 3 Wonokromo,Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2018/2019.

Bagi guru

  • Menambah pengetahuan dalam melaksanakan tugas mengajar di kelas, agar menjadiguru yang profesional.
  • Untuk memperbaiki teknik pembelajaran matematika terutama tentang volum bangun ruang.
  • Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan matematika.

Bagi siswa

  • Siswa dapat termotivasi dalam mengikuti pembelajaran sehingga siswa tidak merasa bosan dan jenuh.
  • Hasil belajar siswa tentang volum bangun ruang meningkat.

Manfaat bagi Sekolah

  • Membantu sekolah berkembang karena adanya peningkatan kemajuan pada diri guru melalui pembelajaran matematika.
  • Menjadikan sekolah lebih maju dan diminati oleh wali murid karena kualitasnya yang baik.

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

Kajian Pustaka

HakikatBelajar

Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sugihartono dkk (2007: 74) menyatakan bahwa belajar merupakan satu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relatif permanen atau menetap karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya.Menurutnya dalam proses belajar jugaterdapat dua faktor yang mempengaruhi belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang ada diluar individu.

HasilBelajar

Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan. Menurut A. J. Romiszowski (dalam Mulyono Abdurrahman, 2003: 38) Mengatakan bahwa “Hasil belajar merupakan keluaran (output) dari suatu sistem pemrosesan masukan (inputs)”.Sri Anitah W (2008: 2.19) menyatakan bahwa “Hasil belajar merupakan kulminasi dari suatu proses yang telah dilakukan dalam belajar”. Kulminasi akan selalu diiringi dengan kegiatan tindak lanjut.

Keaktifan

Keaktifan siswa dalam belajar merupakan persoalan penting dan mendasar yang harus dipahami, disadari dan dikembangkan oleh setiap guru dalam proses pembelajaran.Keaktifan belajar ditandai oleh adanya keterlibatan secara optimal, baik intelektual, emosi dan fisik. Siswa merupakan manusia belajar yang aktif dan selalu ingin tahu.

MetodeInkuiri

Pembelajaraninkuiriadalahsuaturangkaiankegiatanbelajaryangmelibatkan seluruhkemampuansiswa untukmencaridanmenyelidiki secarasistematis, kritis,logis,analitis,sehinggamerekadapatmerumuskansendiri penemuannyadenganpenuhpercayadiri.

PembelajaranMatematika

Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berfikir secara sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten.Pada pembelajaran matematika harus terdapat keterkaitan antara pengalaman belajar siswa sebelumnya dengan konsep yang akan diajarkan. Siswa harus dapat menghubungkan apa yang telah dimiliki dalam struktur berpikirnya yang berupa konsep matematika, dengan permasalahan yang ia hadapi.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan teori dan kerangka berpikir di atas, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini dapat dirumuskan, “diduga Penggunaan model bangun ruang dan metode inquiridapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika semester gasal materi pokok volum bangun ruang kelas V SDN 3 Wonokromo,Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2018/2019”.

METODOLOGI PENELITIAN

Setting Penelitian

Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu di SD Negeri 3 Wonokromo di mana peneliti menjadi salah satu pengajar di SD tersebut. SD Negeri 3 Wonokromo tepatnya berada di Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan September tahun 2016 sampai dengan bulan Desember tahun 2016.

Subjek Penelitian

Subjek penelitian pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah guru kelas V dan seluruh siswa kelas V pada tahun pelajaran 2018/2019. Siswa kelas tersebut berjumlah 25 siswa.

Data dan Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari tempat penelitian, yaitu sebagai berikut:

  1. siswa, berupa dokumen atau arsip nilai hasil belajar pada mata pelajaran Matematika sebagai test awal/pretest, dan nilai hasil belajar pada saat pelaksanaan tindakan, serta mengambil data dari buku, baik buku pelajaran maupun buku pendukung lainnya, administrasi sekolah seperti daftar nilai dan absensi siswa
  2. Teman sejawat, yaitu data dari guru kelas V baik sebelum maupun setelah pelaksanaan tindakan.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Teknik dan alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Teknik tes

Tes ini digunakan untuk mendapatkan data hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika, Tes yang digunakan berbentuk objektif tes berupa pilihan ganda, dengan tujuan memudahkan peneliti dalam menganalisis hasil belajar siswa.Instrument yang digunakan berupa lembar soal pilihan ganda yang telah di uji cobakan.

Dokumentasi

Teknik dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data tentang identitas siswa, nilai hasil belajar siswa, data mengenai informasi sebelum tindakan dan saat dilakukan tindakan, serta gambaran pelaksanaan tindakan pada setiap siklus.

Observasi

Observasi adalah suatu teknik pengumpulan data melalui pengamatan oleh panca indera. Kegiatan observasi ini dilakukan bersamaan selama pelaksanaan tindakan penelitian berlangsung dari awal sampai akhir guna mendapat data yang tepat dan sesuai dengan keadaan tentang pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh peneliti.

Wawancara

Wawancara ini dilaksanakan dengan teman sejawat dan siswa sebagai subjek penelitian.

Validitas Data

Validasi data menunjukkan sejauh mana alat ukur itu mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Untuk menjamin validitas data, maka peneliti menggunakan berbagi instrument yang berupa lembar pengamatan observasi, dokumentasi hasil belajar siswa dan tes.

Selain itu peneliti juga melakukan triangulasi data.Dalam triangulasi ini teman sejawat dan dosen berperan untuk mengkonfirmasikan data atau temuan data.

Analisis Data

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif komperatif dan teknik analisis kritis.Analisis deskriptif untuk membandingkan nilai tes antar siklus.Sedangkan analisis kritis digunakan untuk mengungkapkan kelemahan dan kelebihan kinerja siswa dan guru dalam proses belajar mengajar.Hasil analisis/refleksi kemudian digunakan untuk menyusun rencana tindakan selanjutnya.

Indikator Kinerja

Setelah adanya penelitian dan pelaksanaan tindakan, sebagai indikator kerja, peneliti berharap:

  1. Sebanyak 80% siswa termotivasi dan berperan aktif selama proses belajar mengajar berlangsung
  2. Adanya peningkatan hasil belajar matematika
  3. Meningkatkan pemahaman siswa tentang volum bangun ruang
  4. 80% siswa mencapai nilai KKM yaitu 70.

Prosedur Penelitian

Tahap Perencanaan Penelitian

Penelitian yang penulis lakukan menggunakan rancangan model Kemmis dan Mc. Taggart.Dalam perencanaan penelitian Kemmis dan Mc. Taggart penelitian menggunakan system spiral yang dimulai dengan rencana, tindakan, pengamatan, refleksi dan perencanaan kembali merupakan dasar untuk suatu ancang-ancang pemecahan masalah.

Tahap Pelaksanaan Siklus II

Tahapan pada siklus II sama dengan tahapan yang dilakukan pada siklus I yaitu terdiri dari empat tahap berupa, perencanaan, pelaksanaan,Observasi dan refleksi.

Tahap Pelaksanaan Siklus III

Pada siklus III ini diharapkan kekurangan-kekurangan yang ada pada siklus II dapat diperbaiki dalam pelaksanaannya. Tahapan pada siklus III sama dengan tahapan yang dilakukan pada siklus I dan siklus II yaitu terdiri dari empat tahap berupa, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SD Negeri 3 Wonokromo yang terletak di Desa Wonokromo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Subyek penelitian pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V. Jumlah siswa di kelas ini ada 25 siswa.

Deskripsi data Pra tindakan

Data awal diperoleh dari tes pra tindakan yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2017 yang diikuti oleh 25 siswa kelas V SD Negeri 3 Wonokromo.17siswa (68%) siswa belum tuntas atau belum mencapai standar nilai KKM, hal ini menunjukkan bahwa siswa yang telah memperoleh nilai tuntas di atas KKM masih tergolong rendah yaitu hanya 8 siswa (32%) dari total 25 siswa.

Deskripsi Siklus 1

Pada studi awal nilai rata-rata kelas 61,2.Setelah dilakukan perbaikan dengan mengakomodasikan kelemahan pada studi awal, nilai rata-rata kelas pada siklus I mengalami kenaikan menjadi 72.Nilai rata-rata naik 10,8 dari studi awal.Jumlah siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar 16 siswa (64%).

Deskripsi Siklus II

Pada siklus I nilai rata-rata kelas 72. Setelah dilakukan perbaikan dengan mengakomodasikan kelemahan pada siklus I, nilai rata-rata kelas pada siklus II mengalami kenaikan menjadi 74,2. Nilai rata-rata kelas naik 2,2 dari siklus I atau 13dari studi awal.Jumlah siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar adalah 20 (80%)

Deskripsi Siklus III

Pada siklus II nilai rata-rata kelas 74,2.Setelah dilakukan perbaikan dengan mengakomodasikan kelemahan pada siklus II, nilai rata-rata kelas pada siklus III mengalami kenaikan menjadi 89,2.Nilai rata-rata naik 15 dari siklus II.Jumlah siswa yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar 25 siswa (100%).

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan penelitian temuan dan hasil yang diperoleh dari studi awal sampai perbaikan pembelajaran siklus III dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Matematika dengan menggunakan alat peraga model bangun ruang dan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran.

Saran

Saran untuk penelitian lebin lanjut

Munculnya variabel ekstra yang tidak terkontrol mungkin berpengaruh terhadap validitas hasil, yakni:

  1. Keberhasilan yang dicapai dapat saja bukan hanya diperoleh dari intervensi yang dilakukan, tetapi mungkin karena adanya proses pembelajaran yang diulang-ulang dari siklus ke siklus.

Sebaiknya seluruh siswa diminta berkomentar dan berpendapat.

Mengingat penggunaan alat peraga bangun ruang dan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan kreatifitas siswa dalam pembelajaran menghitung volum bangun ruang, maka peneliti berusaha memberikan beberapa saran. Saran yang disampaikan dari hasil penelitian ini adalah:

Bagi guru

  • Untuk menggunakan alat peraga model bangun ruang. Sebaiknya gunakan model bangun ruang dengan warna yang menarik agar dapat meningkatkan minat belajar siswa.
  • Penggunaan metode inkuiri tepat digunakan untuk penemuan suatu rumus matematika.
  • Bimbinglah siswa untuk menemukan volum bangun ruang sendiri

Bagi siswa

  • Dalam menghitung volum bangun ruang supayamenggunakan alat peraga model bangun ruang dan metode inkuiri sendiri sehingga paham dengan apa yang sedang dipelajari.

Bagi sekolah

  • Bimbinglah tenaga pendidik supaya dapat memilih media dan metode yang tepat dalam memberikan materi pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Asep Herry Hermawan, dkk. 2006. Pengembangan Kurikulum dan PembelajaranJakarta : Penerbit Universitas Terbuka.

Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika SD/MI. Jakarta : Depdiknas.

Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. 2004. Pedoman Pembelajaran Tuntas. Jakarta : Depdiknas.

Dr. Suciati, dkk. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka

Gatot Muhsetyo, dkk. 2008. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Haryanto. 2006. Matematika untuk SD kelas 5. Jakarta. Erlangga.

http://krisnal.blog.uns.ac.id/2011/05/01/14:06:17/ pengertian dan cirri-ciri pembelajaran

http:franciscusti.blogspot.com/2011/05/01/15:03:03/ pembelajaran merupakan proses.html

Mulyani Sumantri, Nana Syaodih. 2005, Perkembangan Peserta Didik.Jakarta : Universitas Terbuka

Prof. Dr. Asmawi Zaenul, M.Ed, Drs. Agus Mulyana, M.Hum. 2005. Tes dan Asesmen di SD. Jakarta : Universitas Terbuka.

Prof. Yohanes Surya Ph.D. 2006. Matematika itu Asyik 5B. Jakarta: Penerbit Armandelta

Ristasa, R dan Prayitno.2011.Pedoman Penulisan Laporan Perbaikan Pembelajaran (Penelitian Tindakan Kelas).Purwokerto.UPBJJ UT.

Sutarno, Nono, dkk. 2007. Materi dan Pembelajaran Matematika SD.Jakarta:Universitas Terbuka.

Suyanto (1996).Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas.Yogyakarta : Depdikbud, IKIP Yogyakarta

Tim Bina Karya Guru. 2004. Terampil Berhitung Matematika untuk SD Kelas V. Jakarta:Penerbit Erlangga.

Udin S. Winataputra, dkk. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka

Wardani I.G.A.K. 2005.Materi Pokok Pemantapan Kemampuan Profesional.Jakarta : Universitas Terbuka.

Wardani I.G.A.K. Kuswaya Wiardis N. Nasoetion. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka

Wardani, IGAK. Wihardit K & Nasoetion, N. 2006.Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta : Universitas Terbuka.

Wardani,IGAK.Julaeha,Siti&Marsinah, Ngadi. 2007. Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta: Universitas Terbuka.

Y.D. Sumanto, Heny Kusumawati, dan Nur Aksin. 2008. Gemar Matematika 5. Jakarta: Pusat Perbukuan.

Biodata Penulis

Nama : Mintasih, S.Pd

Unit Kerja : SD Negeri 3 Wonokromo

You cannot copy content of this page