Iklan

PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU MELALUI IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA SD NEGERI TUKINGGEDONG KECAMATAN PURING KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Wahyudi, S.Pd.

ABSTRAK

Wahyudi. NIP 19671110 198806 1 002. Kepala Sekolah Dasar Negeri Tukinggedong Kecamatan Puring. Kabupaten Kebumen. berjudul “Peningkatan Profesionalitas Guru Melalui Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah pada SD Negeri Tukinggedong Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2018/2019”. Permasalahan dalam penelitian ini Apakah dengan pembinaan dan pelatihan MBS manajemen kurikulum dan pengajaran dapat meningkatkan profesionalitas guru SD Negeri Tukinggedong Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2018/2019? Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui peningkatan profesionalitas guru dalam melaksanakan tupoksi guru bidang administrasi dan dan kegiatan belajar mengajar melalui pelaksanaan MBS manajemen kurikulum dan pengajaran oleh kepala sekolah di SD Negeri Tukinggedong Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Tukinggedong yang terdiri dari 8 orang guru di SD Negeri Tukinggedong Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen. Subjek dan sekaaligus objek dalam penelitian ini adalah tenaga pendidik (guru) di sekolah binaan. Prosedur penelitian yang digunakan adalah dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) perencanaan (2) pelaksanaan tindakan (3) pengamatan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Implementasi MBS” dapat meningkatkan profesionalitas guru di sekolah binaan.

Kata kunci: Peningkatan Profesionalitas, Implementasi MBS

BAB. I. PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Berdasarkan kenyataan di SD Negeri Tukinggedong dijumpai adanya permasalahan-permasalahan dalam profesionalitas guru terutama yang berkaitan pelaksanaan pembelajaran. Kemauan menyusun Program Tahunan, Program Semester, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Program Remidi dan Pengayaan, juga pelaksanaan pembelajaran dan pelaksanaan remidi dan pengayaan banyak yang tidak mengerjakan. Dari jumlah guru 7 orang terdiri dari: laki-laki 2 orang dan perempuan 5 orang belum semua mengerjakan program-program tersebut, dan proses pembelajaran mereka juga belum maksimal. Mereka ada yang mengerjakan secara rutin, ada yang kadang-kadang, juga ada yang sama sekali tidak mengerjakan. Mereka kurang menarik dalam pembelajaran di kelas sehingga siswa kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran.

Masalah yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran adalah guru kurang semangat dalam mengerjakan tugas pokok dan fungsinya sebagai guru yaitu selain mendidik dan mengajar juga bidang administrasi yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai guru. Administrasi yang berkaitan dengan tupoksi guru dan pengantar lain: prota, promes, RPP, program remidi dan pengayaan.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pemantauan yang dilakukan kepala sekolah sebelumnya menunjukkan bahwa kemampuan dan kinerja para guru SD Negeri Tukinggedong ternyata masih banyak guru yang kurang profesional dibidangnya, seperti adanya guru tidak rutin mengerjakan tupoksinya, guru mengajar kurang persiapan, guru masih mengajar secara tradisional, guru yang terlambat masuk mengajar, tidak mempunyai perangkat pembelajaran yang lengkap, tidak memiliki media pembelajaran sebagai alat menjelaskan materi pembelajaran, kurangnya koordinasi antar kepala sekolah dan guru, kepala sekolah kurang memberikan penghargaan bagi guru yang profesional.

Kinerja guru akan baik apabila guru melakukan unsur-unsur yang terdiri dari kesetiaan dan komitmen yang tinggi pada tugas mengajar, menguasai, dan mengembangkan bahan pelajaran, kedisiplinan dalam mengajar dan tugas lainnya. Kreatifitas dalam pelaksanaan pengajaran, kerja sama dengan semua warga sekolah, kepimimpinan yang menjadi panutan peserta didik, keperibadian yang baik, jujur, objektif dalam membimbing peserta didik, serta tanggungjawab terhadap tugasnya.

Dengan kondisi nyata tersebut di atas, peneliti sebagai kepala sekolah yang sekaligus manajer di sekolah itu mengharapkan agar guru-guru di sekolah terseburt mengerjakan administrasi pembelajaran secara rutin dan secara maksimal. Selain itu, peneliti mengharapkan agar guru-guru memiliki kemampuan mengerjakan administrasi pembelajaran yang maksimal juga pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan PAKEM sehingga dapat meningkatkan semangat belajar anak yang finalnya dapat meningkatkan hasil belajar anak dan peringkat sekolah ditingkat kecamatan dapat meningkat.

Memang banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan guru dalam mengerjakan administrasi pembelajaran, misalnya: sarana prasarana, lingkungan, kemauan guru. Dalam pelaksanaan pembelajaran gruru sangat menentukan cara belajar anak sehingga mengakibatkan adanya perbedaan hasil belajar dari kelas yang satu dengan kelas yang lain maka perlu adanya peranan manajemen dalam sekolah.

MBS yang menawarkan keleluasaan pengelolaan sekolah memiliki potensi yang besar dalam menciptakan kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi yang profesional. Oleh karena itu, dalam melaksanakan MBS perlu seperangkat kewajiban dan tuntutan pertanggungjawaban (akuntabilitas) yang tinggi kepada masyarakat. Dengan demikian, kepala sekolah harus mampu menampilkan pengelolaan sumber daya secara transparan, demokratis, dan bertanggungjawab baik kepada masyarakat maupun pemerintah dalam rangka meningkatkan kapasitas pelayanan kepada siswa.

Berdasarkan uraian di atas, peneliti dalam hal ini adalah kepala sekolah tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan sekolah dengan judul: “Peningkatan Profesionalitas Guru Melalui Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah pada SD Negeri Tukinggedong Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2018/2019”

BAB. II. KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Kajian Pustaka

Peningkatan

Secara umum, peningkatan merupakan upaya untuk menambah derajat, tingkat dan kualitas maupun kuantitas. Peningkatan juga berarti penambahan ketrampilan dan kemampuan agar menjadi lebih baik (Adi S).

Profesionalitas

Profesionalitas menurut KBBI Online (1) perihal profesi, keprofesian (2) kemampuan untuk bertindak secara profesional.

Guru

Guru menurut Usman, (2013) adalah figur sentral dalam dunia pendidikan, khususnya saat terjalinnya proses interaksi belajar mengajar.

Profesionalitas Guru

Kemampuan profesionalitas guru selalu berkembang dari guru tingkat pemula sampai tingkat utama. Perkembangan ini terjadi apabila aktif mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai kegiatan peningkatan profesionalitas guru. Peningkatan profesionalitas guru akan berdampak pada peningkatan kualitas proses dan hasil belajar siswa, yang selanjutnya akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan.

Manajemen Berbasis Sekolah

Pengertian Manajemen

Manajemen berasal dari kata to manage, yang artinya mengurus, mengatur, melaksanakan dan mengelola. Manajemen ini terdiri dari enam unsur (6M) yaitu: man, money, method, material, machines, and market.

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan. efisisen untuk mencapai tujuan tertentu (Hasibuan, 2011:2).

Tujuan dan Manfaat MBS

Menurut Direktorat Jenderal Sekolah Dasar dan Menengah, tujuan utama penerapan MBS pada intinya adalah untuk penyeimbangan struktur kewenangan antara sekolah, pemerintah daerah pelaksanaan proses dan pusat sehingga manajemen menjadi lebih efisien.

Lebih rincinya MBS bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
  2. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama.
  3. Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya.

Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai.

BAB. III. METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada tahun pelajaran 2018/2019 Semester I yaitu pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2018. Arah SD Negeri Tukinggedong ke arah barat dengan jarak sekitar 10 km dari kota Kebumen

Indikator Kinerja

Wawancara dan observasi penilaian RPP serta proses pembelajaran. Daftar pertanyaan antara lain meliputi waktu akan mengajar apakah membuat RPP terlebih dahulu, bila membuat apakah sesuai dengan KD, bila tidak membuat apa alasannya, dan sebagainya. Instrumen observasi penilaian kegiatan belajar mengajar. Lembar pengamatan yang berkaitan dengan variabel-variabel guru dalam melaksanakan pembelajaran. Semua instrumen tersebut mempunyai pedoman penskoran yang telah ditetapkan.

Untuk keperluan analisis kuantitatif jawaban wawancara diberi skor:

Selalu skor 3

Kadang-kadang skor 2

Tidak pernah skor 1

Untuk keperluan analisis kuantitatif RPP diberi skor:

Kurang skor 1

Cukup skor 2

Baik skor 3

Amat Baik skor 4

Untuk keperluan analisis kuantitatif Kegiatan Belajar Mengajar diberi skor:

Kurang skor 1

Cukup skor 2

Baik skor 3

Amat Baik skor 4

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif maka tidak memerlukan uji reliabilitas dan uji kredibilitas.

BAB. IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam hal wawancara peneliti hanya menggunakan patokan penilaian bila responden menjawab selalu mendapat poin 3, sedangkan yang menjawab kadang-kadang mendapat poin 2, dan yang menjawab tidak pernah mendapat poin 1. Adapun hasil wawancara dengan peneliti secara lengkap ada pada lampiran. Di bawah ini peneliti tampilkan hasil wawancara yang sudah peneliti rekap dari sepuluh responden. Peneliti juga menampilkan kategori dari masing-masing responden berdasarkan prosentase jawaban. Hasil observasi beradasarkan kategori ditunjukkan pada tabel 4.2.di bawah ini:

Tabel 4.2 Hasil wawancara kondisi awal berdasarkan kategori

Data Awal

No. Nama Guru Hasil

Wawancara

% Kategori Ket
1 Nasrudin, S.Pd.SD 66,7 66,7 C
2 Hendriyati, S.Pd.SD 66,7 66,7 C
3 Burhan Tulus Hargiyanto, S.Pd 63,9 63,9 C
4 Welas Marginingsih, S.Pd.SD 80,6 80,6 B
5 Sri Purwaningsih, S.Pd.SD 61,1 61,1 C
6 Mutinah, S.Pd.SD 63,9 63.9 C
7 Sukarmiyati, S.Ag 77,8 77,8 B
8 Surati, A.Ma 61,1 61,1 C

Gambar 4.2 Grafik hasil wawancara kondisi awal berdasarkan kategori

Dengan melihat tabel 4.2 dan grafik 4.2 diatas dapat kita ketahui bahwa dari 8 orang yang termasuk kategori cukup ada 6 orang (75%) dan yang baik hanya ada 2 orang (25%).

Adapun hasil observasi peneliti mengenai RPP guru-guru SD Negeri Tukinggedong Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019 sebelum tindakan masih sangat memprihatinkan karena banyak yang kurang semangat dalam mengerjakan. Hasil observasi RPP sebelum tindakan tersebut dapat dilihat tabel 4.3 di bawah ini:

Tabel 4.3 Hasil observasi RPP sebelum tindakan

Data Awal

No. Nama Guru Hasil RPP Kategori Ket
1 Nasrudin, S.Pd.SD 70 B
2 Hendriyati, S.Pd.SD 70 B
3 Burhan Tulus Hargiyanto, S.Pd 70 B
4 Welas Marginingsih, S.Pd.SD 72,5 B
5 Sri Purwaningsih, S.Pd.SD 65 C
6 Mutinah, S.Pd.SD 65 C
7 Sukarmiyati, S.Ag 65 C
8 Surati, A.Ma 65 C

Gambar 4.3 Grafik hasil observasi RPP sebelum tindakan

Dari tabel 4.3 dan gambar 4.3 di atas dapat diketahui bahwa dalam hal membuat RPP dari 8 orang baru ada 4 orang (50%) yang sudah baik. Yang cukup 4 orang (50%). Yang amat baik tidak ada (0%).

Tabel 4.4. Hasil Observasi Kegiatan Belajar Mengajar sebelum tindakan.

Data Awal

No. Nama Guru Hasil

Pengajaran

Kategori Ket
1 Nasrudin, S.Pd.SD 58 C
2 Hendriyati, S.Pd.SD 61,8 C
3 Burhan Tulus Hargiyanto, S.Pd 61,8 C
4 Welas Marginingsih, S.Pd.SD 66,7 C
5 Sri Purwaningsih, S.Pd.SD 62,5 C
6 Mutinah, S.Pd.SD 65,3 C
7 Sukarmiyati, S.Ag 65,3 C
8 Surati, A.Ma 65,3 C
Total 506,7 C
Rata-rata 63,34 C

Gambar 4.4 Kondisi Awal Kegiatan Belajar Mengajar

Dari tabel dan grafik di atas dapat kita ketahui bahwa guru-guru di SD Negeri Tukinggedong dalam kegiatan belajar mengajar masih dalam kategori cukup, sehingga peneliti sangat prihatin. Maka diadakanlah tindakan penelitian ini. Pada akhirnya prestasi belajar siswa di SD Negeri Tukinggedong dan peringkat sekolah dalam satu kecamatan dari tahun ke tahun mengalami kemerosotan. Hal tersebut dapat dilihat dari tabel 4.5 di bawah ini:

Tabel 4.5 Nilai Rata-rata US dan ranking sekolah dalam satu kecamatan SD Negeri Tukinggedong

No. Mata Pelajaran 2016/2017 2017/2018 2018/2019
1 Bahasa Indonesia 74,00 77,92 65,70
2 Matematika 70,00 63,42 42,50
3 Ilmu Pengetahuan Alam 78,00 68,95 49,70
4 Jumlah 222,00 210,29 157,90
5 Rata-rata 74,00 70,10 52,63
6 Ranking 8 dari 30 12 dari 30 20 dari 30

Gambar.4.5 Hasil US Tiga Tahun Terakhir

Dengan melihat tabel 4.5 dan gambar 4.5 di atas dapat kita ketahui bahwa prestasi SD Negeri Tukinggedong dari tahun ke tahun mengalami kemerosotan. Bahasa Indonesia dari 74,00 menjadi 77,92 dan tahun 2018/2019 menjadi 65,70. Matematika dari 70,00 menjadi 63,42 dan terakhir 42,50. IPA dari 78,00 menjadi 68,95 dan terakhir menjadi 49,70.

B. PEMBAHASAN.

Siklus I

Tabel 4.6 Hasil Wawancara Siklus I

 No. Nama Guru  Hasil      
    Wawancara % Kategori Ket.
1 Nasrudin, S.Pd.SD 80 80 B
2 Hendriyati, S.Pd.SD 80 80 B
3 Burhan Tulus Hargiyanto, S.Pd 80 80 B
4 Welas Marginingsih, S.Pd.SD 80,6 80,6 B
5 Sri Purwaningsih, S.Pd.SD 61,1 61,1 C
6 Mutinah, S.Pd.SD 63,9 63.9 C
7 Sukarmiyati, S.Ag 77,8 77,8 B
8 Surati, A.Ma 77,8 77,8 B

Gambar 4.13 Hasil Wawancara Siklus I

Tabel 4.7 Hasil RPP Siklus I

 No.  Nama Guru Hasil RPP Kategori Ket
1 Nasrudin, S.Pd.SD 70 B
2 Hendriyati, S.Pd.SD 70 B
3 Burhan Tulus Hargiyanto, S.Pd 70 B
4 Welas Marginingsih, S.Pd.SD 72,5 B
5 Sri Purwaningsih, S.Pd.SD 65 C
6 Mutinah, S.Pd.SD 65 C
7 Sukarmiyati, S.Ag 80 B
8 Surati, A.Ma 80 B

Gambar 4.14 Hasil RPP Siklus I

Tabel 4.8 Hasil Pengajaran Siklus I

No.  Nama Guru Hasil Pengajaran Kategori Ket
1 Nasrudin, S.Pd.SD 80 B
2 Hendriyati, S.Pd.SD 80 B
3 Burhan Tulus Hargiyanto, S.Pd 80 B
4 Welas Marginingsih, S.Pd.SD 80 B
5 Sri Purwaningsih, S.Pd.SD 62,5 C
6 Mutinah, S.Pd.SD 65,3 C
7 Sukarmiyati, S.Ag 80 B
8 Surati, A.Ma 80 B
Total 607,8 B
Rata-rata 75,98 B

Gambar 4.15 Hasil Pengajaran Siklus I

Tabel 4.9 Hasil Ujian Sekolah Siklus I

No.  Mata Pelajaran 2018/2019
1 Bahasa Indonesia 70,00
2 Matematika 80,00
3 Ilmu Pengetahuan Alam 90,00
4 Jumlah 240,00
5 Rata-rata 80,00
6 Ranking 5 dari 30

Gambar 4.16 Hasil Ujian Sekolah Siklus

  1. Siklus II

Tabel 4.10 Hasil Wawancara Siklus II

No.   Nama Guru Hasil      
    Wawancara % Kategori Ket.
1 Nasrudin, S.Pd.SD 80 80 B
2 Hendriyati, S.Pd.SD 80 80 B
3 Burhan Tulus Hargiyanto, S.Pd 80 80 B
4 Welas Marginingsih, S.Pd.SD 80 80 B
5 Sri Purwaningsih, S.Pd.SD 95 95 A
6 Mutinah, S.Pd.SD 95 95 A
7 Sukarmiyati, S.Ag 95 95 A
8 Surati, A.Ma 95 95 A

Gambar 4.17 Hasil Wawancara Siklus II

Tabel 4.11 Hasil RPP Siklus II

No.   Nama Guru Hasil RPP Kategori Ket
1 Nasrudin, S.Pd.SD 80 B
2 Hendriyati, S.Pd.SD 80 B
3 Burhan Tulus Hargiyanto, S.Pd 80 B
4 Welas Marginingsih, S.Pd.SD 95 A
5 Sri Purwaningsih, S.Pd.SD 95 A
6 Mutinah, S.Pd.SD 95 A
7 Sukarmiyati, S.Ag 95 A
8 Surati, A.Ma 95 A

Gambar 4.18 Hasil RPP Siklus II

Tabel 4.12 Hasil Pengajaran Siklus II

No.  Nama Guru Hasil Pengajaran Kategori Ket
1 Nasrudin, S.Pd.SD 80 B
2 Hendriyati, S.Pd.SD 80 B
3 Burhan Tulus Hargiyanto, S.Pd 80 B
4 Welas Marginingsih, S.Pd.SD 95 A
5 Sri Purwaningsih, S.Pd.SD 95 A
6 Mutinah, S.Pd.SD 95 A
7 Sukarmiyati, S.Ag 95 A
8 Surati, A.Ma 95 A
Total 715 B
Rata-rata 89,38 B

Gambar 4.19 Hasil Pengajaran Siklus II

Tabel 4.13 Hasil Ujian Sekolah Siklus II

No.  Mata Pelajaran 2018/2019
1 Bahasa Indonesia 80,00
2 Matematika 100,00
3 Ilmu Pengetahuan Alam 100,00
4 Jumlah 280,00
5 Rata-rata 93,33
6 Ranking 2 dari 30

Gambar 4.20 Hasil Ujian Sekolah Siklus II

BAB. V. KESIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

  1. Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah merupakan salah satu upaya peningkatan profesinalitas guru yang sangat tepat.
  2. Profesionalitas guru sangat berpengaruh terhadap hasil prestasi siswa. Guru yang profesional akan meningkatkan semangat belajar siswa yang akhirnya akan meningkatkan prestasi siswa yang di didiknya.

Saran-Saran

Berdasarkan kesimpulan tersebut diatas dapat diangkat saran-saran sebagai berikut:

  1. Manajeme Berbasis Sekolah (MBS) hendaknya diterapkan dan ditingkatkan di sekolah-sekolah.
  2. Peningkatan profesionalitas guru hendaknya disertai dengan pemantauan secara optimal seperti pelaksanaan implementasi Manajemen Berbasis Sekolah khususnya manajemen Kurikulum dan Pembelajaran.
  3. Guru sebelum melaksanakan pembelajaran hendaknya merencanakan secara benar baik sesuai dengan tupoksi guru. Tidak hanya mengajar di depan kelas, tetapi administrasinya juga dikerjakan.

Tindak Lanjut

  1. Penelitian ini hendaknya dapat dijadikan acuan oleh kepala sekolah dalam melaksanakan implementasi manajemen berbasis sekolah khususnya manajemen kurikulum dan pembelajaran. Kepala sekolah hendaknya mampu secara profesional mengimp lementasikan manajemen berbasis sekolah khususnya manajemen kurikulum dan pembelajaran, sehingga profesionalitas guru dapat meningkat.
  2. Setiap satuan pendidikan diharapkan mampu berperan secara aktif untuk meningkatkan profesi guru sehingga kinerjanya didukung oleh kompetensi sesuai dengan pelajaran dan kelas yang diampunya. Hasil belajar akan meningkat apabila guru berperan secara aktif memotivasi belajar siswa sehingga profesionalitas guru harus selalu ditingkatkan.

DAFTAR PUSTAKA

Deni dan Halimah. (2018). Seluk Beluk Profesi Guru. Bandung: PT Pribumi Mekar.

Direktorat Pendidikan Menengah Umum. 2000. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta: Direktorat Pendidikan

Direktorat Fendik. 2008. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta

Elfiky. (2015). Terapi Berfikir Positif. Jakarta: Zaman.

Gomes. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Andi Offset

Hadi, S. (2015). Metodologi Reasearch, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hasibuan. (2011). Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara.

Lexy. J. Moleong. 1995. Metode Penelitian. Bandung: Remaja Rosdakarya

Mulyasa. (2009). Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosda Karya Ofset

Mulyasa. 2012. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Nurkholis. 2001. Manajemen Sekolah. Bandung: Refika Aditama

Ritawati. 2008. Direktorat Pendidikan Menengah Umum. Jakarta: Depdiknas

Sugiyono. (2016). Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Suharsismi. (2014). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta Depdiknas.

Undang-Undang No. 14. Tahun 2005. Tentang Guru dan Dosen. Jakarta : Depdiknas RI

Usman. (2013). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Rosda Karya.

Wohlstetter dan Moharman. 1993. Assesmen of School. Based Managemen: Studies Of Education

Biodata Penulis

Nama : Wahyudi, S.Pd.

NIP : 19671110 198806 1 002

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD Negeri Tukinggedong

You cannot copy content of this page