Iklan

BIO DATA PENULIS

Nama : Khafifah, S.Pd. SD

NIP : 19690515 199403 2 006

Unit Kerja : SD Negeri 4 Karangduwur

Judul : PENINGKATAN KUALITAS DAN HASIL BELAJAR IPS TENTANG JUAL BELI DAN UANG MELALUI TGT PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 4 KARANGDUWUR TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

ABSTRAK

Khafifah. 2018. “Peningkatan Kualitas Pembelajaran Ips Melalui Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) Pada Siswa Kelas III SD Negeri 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018”.

Kegiatan pembelajaran IPS di kelas III SD Negeri 4 Karangduwur menunjukkan hasil belajar dan aktivitas siswa yang belum maksimal. Hal ini ditunjukkan dengan 36,4% mengalami ketuntasan belajar. Masalah dalam penelitian ini adalah: apakah melalui pendekatan Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan (1) keterampilan guru, (2)aktivitas siswa dan (3) hasil belajar dalam pembelajaran IPS dengan materi jual beli dan uang di kelas III SD Negeri 4 Karangduwur. Ketiga permasalahan tersebut diteliti dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di kelas III SD Negeri 4 Karangduwur. Dan dalam kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan secara tematik. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah PTK ini meliputi 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri 4 Karangduwur yang berjumlah 22 anak dengan menerapkan model Teams Games and Tournament. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: pada siklus I, keterampilan guru dalam pembelajaran memperoleh skor 37 dengan kategori baik, aktivitas siswa mendapat skor rata-rata 21,38 dengan kategori baik dan tingkat ketuntasan 54,55%. Pada siklus II keterampilan guru mendapat skor 42 dengan kategori baik, aktivitas siswa mmendapat skor 23,64 dengan kategori baik dan ketuntasan belajar sebesar 72,73%. Kemudian terjadi peningkatan pada siklus III dengan peningkatan skor keterampilan guru sebesar 48 dengan kategori sangat baik, aktivitas siswa mendapat skor 27,26 dengan kategori sangat baik dan ketuntasan belajar sebesar 90,91%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa model Teams Games and Tournament dilakukan dengan 4 tahap yaitu pengajaran, belajar tim/diskusi kelompok, turnamen, dan pengharagaan telah terbukti dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPS pada siswa kelas III SD Negeri 4 Karangduwur. Dan saran setelah penelitian ini adalah (1) guru dapat menggunakan TGT untuk meningkatkan keterampilan mengajar,(2) guru harus meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran agar dapat meningkatkan aktivitas siswa, (3) Untuk lebih menguji kebenaran dari penelitian ini, maka diperlukan penelitian lebih lanjut.

Kata kunci: Kualitas Pembelajaran, Hasil Belajar, Teams Games Tournament (TGT)

PENDAHULUAN

Mata pelajaran IPS bertujuan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial dan juga berupaya membina dan mengembangkan peserta didik menjadi sumber daya manusia yang berketerampilan sosial dan intelektual sebagai warga masyarakat dan warga negara yang memiliki perhatian, kepedulian sosial yang bertanggung jawab.

Berdasarkan tujuan dari pendidikan IPS, dibutuhkan suatu pola pembelajaran yang mampu menjembatani tercapainya tujuan-tujuan tersebut. Menurut Azis Wahab (Trianto, 2010:174) kemampuan dan keterampilan guru dalam memilih dan menggunakan berbagai model, metode dan strategi pembelajaran senantiasa terus ditingkatkan agar pembelajaran IPS benar-benar mampu mengkondisikan upaya pembekalan kemampuan dan keterampilan dasar siswa untuk menjadi manusia dan warga negara yang baik. Hal ini dikarenakan pengkondisian iklim belajar merupakan aspek penting bagi tercapainya tujuan pendidikan.

Dari hasil observasi yang dilakukan di SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018 pada bulan September dan Oktober menunjukkan bahwa pembelajaran IPS siswa kelas 3 SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018 masih kurang optimal. Hal ini disebabkan karena minimnya strategi yang dilakukan guru saat mengajar. Cara mengajar guru menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Sedangkan pada saat tanya jawab hanya siswa-siswa yang pandai saja yang mau menunjukkan jari untuk menjawab pertanyaan dari guru. Selain itu guru kurang memanfaatkan media, sehingga mengakibatkan minat belajar siswa rendah. Hal tersebut menyebabkan nilai hasil belajar siswa masih kurang. Hal ini ditunjukkan dengan 63,6% siswa atau 14 dari 22 siswa mengalami ketidaktuntasan belajar, sedangkan 36,4% atau 8 dari 22 siswa mengalami ketuntasan belajar. Nilai ketuntasan minimal mata pelajaran IPS di SDN 4 Karangduwur adalah 71. Dan rata-rata kelas sebesar 53,6 dengan nilai terendah adalah 15 dan tertinggi adalah 95.

Dengan melihat data hasil belajar dan pelaksanaan mata pelajaran IPS pada kelas III SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018 maka perlu sekali adanya peningkatan kualitas pembelajarannya, agar hasil belajar IPS pada kelas tiga dapat meningkat. Hal ini senada dengan pendapat Soewarsono yang menyebutkan bahwa perbaikan pengajaran sangat penting bagi guru untuk meningkatkan hasil belajar yang baik bagi siswa (Sugiarti, 2009:4). Dan setelah melihat permasalahan yang ada pada pembelajaran IPS di kelas III SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018 maka peneliti menetapkan alternatif pemecahan masalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yaitu dengan model cooperative learning (pembelajaran kooperatif) tipe Teams Games Tournament (TGT). Dan pelaksanaan pembelajaran IPS dalam kelas III tersebut dilakukan secara tematik bersama dengan mata pelajaran lain yang masih berkaitan. Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 bahwa pembelajaran untuk kelas I, II dan III dilaksanakan dengan pendekatan tematik (Trianto, 2010:78).

Teams Games Tournament (TGT) merupakan salah satu model pembelajaran dalam pendekatan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku ras yang berbeda. TGT menggunakan turnamen akademik, dan menggunakan kuis-kuis dan sistem skor kemajuan individu, di mana para siswa berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain yang kinerja akademik mereka setara (Slavin, 2009: 163-165).

Dari ulasan latar belakang tersebut, maka peneliti akan mengkaji dengan judul “Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar IPS Tentang Jual Beli Dan Uang Melalui TGT Pada Siswa Kelas III SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018”.

KAJIAN PUSTAKA

Kualitas Pembelajaran

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kualitas mempunyai arti tingkat baik buruknya sesuatu; kadar (Poerwodarminto, 2005:603) Kualitas dapat dimaknai dengan istilah mutu atau juga keefektifan. Secara definitif efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan atau sasarannya. Jadi kualitas adalah tingkat keberhasilan atau ukuran sesuatu yang nilai baik buruknya dalam mencapai tujuan tertentu.

Sedangkan pembelajaran menurut kamus besar Bahasa Indonesia berarti proses, cara, pembuatan orang atau makhluk hidup belajar (Poerwadarminto, 2007:17). Dan hal itu senada dengan pernyataan Suprijono bahwa pembelajaran (learning) yang mempunyai makna secara leksikal yang berarti proses, cara, perbuatan mempelajari (Suprijono, 2010: 11-13).

Berdasarkan pengertian kualitas dan pembelajaran di atas maka dapat disimpulkan bahwa kualitas pembelajaran adalah tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan proses pembelajaran yaitu pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik dengan adanya interaksi antara peserta didik (siswa), guru dan sumber belajar.

Aktivitas Belajar Siswa

Konsep tentang belajar telah banyak didefinisikan oleh para pakar psikologi. Gagne dan berliner (Chatarina, 2007:2) menyatakan bahwa belajar merupakan prosoes dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil dari pengalaman.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa adalah kegiatan yang dilakukan oleh jasmani maupun rohani atau fisik dan mental dalam rangka untuk memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan mendapatkan informasi atau menemukan. Kegiatan fisik dapat dilihat dari kegiatan aktif siswa di kelas sedangkan aktivitas psikis dapat diamati dari perubahan sikap dan nilai yang terjadi pada siswa.

Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang dipelajari oleh pembelajar. Oleh karena itu apabila pembelajar mempelajari pengetahuan tentang konsep, maka perubahan perilaku yang diperoleh adalah berupa penguasaan konsep. Dalam pembelajaran, perilaku yang harus dicapai oleh pembelajar setelah melaksanakan aktivitas belajar dirumuskan dalam tujuan pembelajaran (Ali, 2007:5).

Pembelajaran Tematik

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Pembelajaran tematik sebagai model pembelajaran temasuk salah satu tipe/jenis daripada model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna siswa (Depdiknas, 2006 dalam Trianto, 2010:79)

Hakikat IPS di SD

Istilah Pendidikan IPS dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia masih relatif baru digunakan. Pendidikan IPS merupakan padanan dari social studies dalam konteks kurikulum di Amerika Serikat. Istilah tersebut pertama kali digunakan di Amerika Serikat (Solihatin, 2008:14)

Ilmu Pengetahuan Sosial membahas hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Lingkungan masyarakat dimana anak didik tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat, dihadapkan pada berbagi permasalahan yang ada dan terjadi di lingkungan sekitarnya. Pendidikan IPS berusaha membantu siswa dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sehingga akan menjadikannya semakin mengerti dan memahami lingkungan sosial masyarakat (Trianto, 2010:173).

Media Pembelajaran IPS

Kata media berasal dari bahasa Latin medius ynag secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap (Arsyad, 2010 : 3).

Dalam penelitian ini menggunakan media gambar atau dalam istilah lain disebut juga media grafis. Media grafis paling umum digunakan dalam PBM, karena merupakan bahasa yang umum dan dapat mudah dimengerti oleh peserta didik. Kemudahan mencerna media grafis karena sifatnya visual konkrit menampilkan objek sesuai dengan bentuk dan wujud aslinya sehingga tidak verbalistik.

Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain. Dan setiap model pembelajaran mengarahkan kita ke dalam mendesain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai. (Joyce dalam Trianto, 2007:5)

Teams Games Tournament (TGT)

Teams games tournament (TGT) merupakan salah satu model pembelajaran dalam pendekatan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku ras yang berbeda.

TGT menggunakan turnamen akademik, dan menggunakan kuis-kuis dan sistem skor kemajuan individu, di mana para siswa berlomba sebagai wakil tim mereka dengan anggota tim lain yang kinerja akademik mereka setara (Slavin, 2009: 163-165).

Kerangka Berpikir

Berdasarkan refleksi awal bahwa pembelajaran IPS di SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018 sistem pembelajarannya masih bersifat konvensional. Proses pembelajarannya masih berpusat guru dan pemanfaatan media pun kurang. Sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran IPS. Hal ini menimbulkan nilai hasil belajar 63,6% (14 dari 22 siswa kelas III SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018 rendah di bawah KKM yaitu 71. Dan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran IPS di SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018, maka digunakan pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Turnament) yang pelaksanaannya secara umum yaitu pengajaran, belajar tim, turnamen dan rekognisi tim.

Diharapkan dengan penerapan TGT tersebut pembelajaran IPS pada siswa kelas 3 SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018 dapat meningkat kualitas pembelajarannya. Keterampilan guru dalam mengajar dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran sehingga hasil belajar pun diharapkan akan meningkat.

Hipotesis Tindakan

  1. Pendekatan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) diduga dapat meningkatkan keterampilan guru pada materi IPS pada siswa kelas III SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018.
  2. Pendekatan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) diduga dapat meningkatkan aktivitas siswa pada materi IPS pada siswa kelas III SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018.
  3. Pendekatan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) diduga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi IPS pada siswa kelas III SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018.

Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada tahun ajaran 2017/2018, dimulai dari bulan November 2017 sampai bulan Mei 2018

Subjek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III sebanyak 22 siswa yang terdiri dari 7 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki serta guru kelas tiga

Variabel Penelitian

    1. Keterampilan guru dalam pembelajaran IPS melalui Cooperative learning tipe Team Games Tournament (TGT).
    2. Aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS melalui Cooperative learning tipe Team Games Tournament (TGT).
    3. Hasil belajar dalam pembelajaran IPS melalui Cooperative learning tipe Team Games Tournament (TGT).

Prosedur Penelitian

Rancangan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan tahapan sebagai berikut: Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi dan refleksi

Data dan Cara Pengumpulan Data

Sumber Data

Sumber data siswa diperoleh dari hasil observasi yang diperoleh secara sistematik selama pelaksanaan siklus pertama, siklus kedua sampai siklus ketiga, dan hasil evaluasi.

Sumber data guru berasal dari lembar observasi aktivitas guru dalam pembelajaran dengan pendekatan kooperatif tipe Teams Games Tourmanent (TGT).

Sumber data dokumen berupa data awal nilai hasil tes sebelum dilakukan tindakan. Sumber data yang berupa catatan lapangan berasal dari selama proses pembelajaran berupa data aktivitas siswa, aktivitas guru dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS.

Jenis Data

Data kuantitatif diwujudkan dengan hasil belajar berupa nilai hasil belajar siswa yang diperoleh dari pembelajaran IPS dengan materi kegiatan jual beli, sejarah dan jenis-jenis uang serta kegunaan uang.

Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi dengan menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa, keterampilan guru, dan catatan lapangan dalam pembelajaran IPS dengan materi kegiatan jual beli, sejarah dan jenis-jenis uang serta kegunaan uang.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah metode observasi, metode tes dan dokumentasi.

Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan teknik kuantitatif dan teknik kualitatif.

Indikator Keberhasilan

Keterampilan guru dalam pembelajaran IPS menggunakan pembelajaran Cooperatif Learning Tipe Teams Games Tournamen (TGT) meningkat dengan kriteria sekurang-kurangnya baik yaitu dengan skor minimal 34.

Aktifitas siswa dalam pembelajaran IPS menggunakan pembelajaran Cooperatif Learning Tipe Teams Games Tournamen (TGT) meningkat dengan kriteria sekurang-kurangnya baik yaitu dengan skor minimal 20.

Hasil Belajar siswa 90% kelas III SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018 mengalami ketuntasan belajar individual sebesar ≥ 71 dalam pembelajaran IPS.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data Prasiklus

Dari hasil observasi yang dilakukan di SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018 menunjukkan bahwa pembelajaran IPS siswa kelas 3 SDN 4 Karangduwur Tahun Pelajaran 2017/2018 masih kurang optimal. Hal ini disebabkan karena minimnya strategi yang dilakukan guru saat mengajar. Cara mengajar guru menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Sedangkan pada saat tanya jawab hanya siswa-siswa yang pandai saja yang mau menunjukkan jari untuk menjawab pertanyaan dari guru. Selain itu guru kurang memanfaatkan media, sehingga mengakibatkan minat belajar siswa rendah. Hal tersebut menyebabkan nilai hasil belajar siswa masih kurang. Hal ini ditunjukkan dengan 63,6% siswa atau 14 dari 22 siswa mengalami ketidaktuntasan belajar, sedangkan 36,4% atau 8 dari 22 siswa mengalami ketuntasan belajar. Dan rata-rata kelas sebesar 53,6 dengan nilai terendah adalah 15 dan tertinggi adalah 95.

Siklus I

Keterampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran

Dari penjelasan delapan komponen di atas dapat dijelaskan data keterampilan guru seperti yang terdapat pada tabel yaitu sebagai berikut

No.

Indikator

 

Skala Tampak

1

Merencanakan RPP

4

2

Membuka Pelajaran

3

3

Keterampilan Bertanya

3

4

Keterampilan memberi penguatan

2

5

keterampilan mengadakan variasi

2

6

keterampilan menjelaskan

2

7

pemberian materi pelajaran

3

8

penggunaan media

4

9

keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil

3

10

keterampilan mengelola kelas

2

11

keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan

3

12

keterampilan menutup pelajaran

4

13

Iklim pembelajaran (efektifitas proses pembelajaran)

2

 

Jumlah

37

 

Kategori

Baik

Tabel 4.1. Hasil Observasi Keterampilan Guru Siklus I

Berdasarkan tabel di atas, selengkapnya disajikan dalam diagram berikut:

 

 

Diagram 4.1. Hasil Observasi Keterampilan Guru Siklus I

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus I keterampilan guru dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) mendapatkan kategori ketuntasan baik.

Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Berdasarkan observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS pada siklus I didapatkan data sebagai berikut:

No.

Kriteria Penilaian

skor rata-rata

siklus I

1

Antusias mengikuti pembelajaran

2,64

2

Aktif bertanya

2

3

Aktif menjawab pertanyaan

2,55

4

Aktif dalam kerja kelompok

3,18

5

Dapat bekerja sama dengan teman

2,82

6

Aktif dalam permainan

2,55

7

Sportif dalam permainan

2,82

8

Tanggung jawab mewakili kelompok di meja turnamen

2,82

 

jumlah skor

21,38

 

Kategori

Baik

Tabel 4.2 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I

Berdasarkan tabel di atas, selengkapnya disajikan dalam diagram berikut:

 

Diagram 4.2. Hasil Observasi Aktivitas Siswa siklus I

Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus I aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) mendapatkan kategori ketuntasan baik.

Paparan Hasil Belajar

Sebelum diadakannya tindakan pada siklus I terlebih dahulu diadakan observasi sebagai langkah awal untuk mengetahui sejauh mana kualitas pembelajaran IPS. Adapun hasil belajar yang diperoleh siswa sebelum dilaksanakannya siklus I atau prasiklus adalah sebagai berikut:

Nilai tertinggi

95

Nilai terendah

15

Jumlah siswa tuntas

8

Jumlah siswa tidak tuntas

14

Persentase siswa tuntas

36,4%

Persentase siswa tidak tuntas

63,6%

Tabel 4.3. Hasil Belajar IPS prasiklus

Berdasarkan tabel di atas, selengkapnya disajikan dalam diagram berikut:

Diagram 4.3. Hasil Belajar IPS Prasiklus

Dari tabel dan grafik di atas menunjukkan bahwa 63,6% siswa (14 dari 22 siswa) mengalami ketidaktuntasan belajar sedangkan 36,4% siswa (8 dari 22 siswa) mengalami ketuntasan belajar. Selain itu juga ditunjukkan rata-rata kelas sebesar 53,6 dengan nilai terendah adalah 15 dan tertinggi adalah 95. Melihat ketuntasan hasil belajar klasikal dalam pembelajaran IPS seperti ini maka pempelajarannya perlu ditingkatkan kualitasnya.

Berdasarkan analisis data hasil tes akhir siklus I disajikan dalam tabel di bawah ini yaitu:

Nilai tertinggi

75

Nilai terendah

15

Jumlah siswa tuntas

12

Jumlah siswa tidak tuntas

10

Persentase siswa tuntas

54,55%

Persentase siswa tidak tuntas

45,45%

Tabel 4.4. Hasil Belajar siswa Siklus I

Berdasarkan tabel di atas, selengkapnya disajikan dalam diagram berikut:

Diagram 4.4. Hasil Belajar Siswa Siklus I

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa nilai terendah yang diperoleh yaitu 15 dan nilai tertinggi 75 dengan ketuntasan 54,55% (12 siswa) tuntas dan 45,45% (10 siswa) tidak tuntas. Hal ini berarti ketuntasan hasil belajar klasikal untuk siklus I sebesar 54,55%.

Dengan pelaksanaan tindakan siklus I dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terlihat adanya peningkatan hasil belajar siswa dari 36,4% menjadi 54,55% siswa tuntas. Tetapi hal tersebut belum mencapai tujuan yang diharapkan yaitu belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebesar 90% siswa tuntas, sehingga perlu dilaksanakan siklus II.

Siklus II

Keterampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran

Berdasarkan observasi keterampilan guru dalam pembelajaran pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:

No

Indikator

Skala Tampak

1

Merencanakan RPP

4

2

Membuka Pelajaran

3

3

Keterampilan Bertanya

4

4

Keterampilan memberi penguatan

3

5

keterampilan mengadakan variasi

2

6

keterampilan menjelaskan

2

7

pemberian materi pelajaran

3

8

penggunaan media

4

9

keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil

4

10

keterampilan mengelola kelas

3

11

keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan

3

12

keterampilan menutup pelajaran

4

13

Iklim pembelajaran (efektifitas proses pembelajaran)

3

 

Jumlah

42

 

Kategori

Baik

Tabel 4.5. Hasil Observasi Keterampilan Guru Siklus II

Berdasarkan tabel di atas, selengkapnya disajikan dalam diagram berikut:

Diagram 4.5. Hasil Observasi Ketrampilan Guru Siklus II

Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Berdasarkan observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS pada siklus II didapatkan data sebagai berikut:

No.

Kriteria Penilaian

Skor rata-rata

1

Antusias mengikuti pembelajaran

3,36

2

Aktif bertanya

2,73

3

Aktif menjawab pertanyaan

2,55

4

Aktif dalam kerja kelompok

3

5

Dapat bekerja sama dengan teman

3

6

Aktif dalam permainan

3

7

Sportif dalam permainan

3,09

8

Tanggung jawab mewakili kelompok di meja turnamen

2,91

 

jumlah skor

23,64

 

Kategori

Baik

Tabel 4.6 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II

Berdasarkan tabel di atas, selengkapnya disajikan dalam diagram berikut:

 

Diagram 4.6. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus II aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) mendapatkan kategori ketuntasan baik.

Paparan Hasil Belajar

Berdasarkan analisis data hasil tes akhir siklus II disajikan dalam tabel di bawah ini yaitu:

Nilai tertinggi

85

Nilai terendah

35

Jumlah siswa tuntas

16

Jumlah siswa tidak tuntas

6

Persentase siswa tuntas

72,73%

Persentase siswa tidak tuntas

27,27%

Tabel 4.7. Hasil Belajar IPS Siklus II

Berdasarkan tabel di atas, selengkapnya disajikan dalam diagram berikut:

Diagram 4.7. Hasil Belajar Siswa IPS Siklus II

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa nilai terendah yang diperoleh yaitu 35 dan nilai tertinggi 85 dengan ketuntasan 72,73% (16 siswa) tuntas dan 27,27% (6 siswa) tidak tuntas. Hal ini berarti ketuntasan hasil belajar klasikal untuk siklus II sebesar 72,73%.

Dengan pelaksanaan tindakan siklus II dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terlihat adanya peningkatan hasil belajar siswa dari 54,55% menjadi 72,73% siswa tuntas. Hal tersebut belum mencapai tujuan yang diharapkan yaitu sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebesar 90% siswa tuntas, sehingga dapat disimpulkan bahwa siklus II belum berhasil dan perlu dilaksanakan siklus III.

Siklus III

Keterampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran

Berdasarkan observasi keterampilan guru dalam pembelajaran pada siklus III dapat dilihat pada tabel berikut:

No

Indikator

Skala tampak

1

Merencanakan RPP

4

2

Membuka Pelajaran

4

3

Keterampilan Bertanya

4

4

Keterampilan memberi penguatan

4

5

keterampilan mengadakan variasi

3

6

keterampilan menjelaskan

3

7

pemberian materi pelajaran

4

8

keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil

4

9

keterampilan mengelola kelas

3

10

keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan

3

11

keterampilan menutup pelajaran

4

12

Iklim pembelajaran (efektifitas proses pembelajaran)

4

 

Jumlah

48

 

Kategori

Sangat baik

Tabel 4.8. Hasil Observasi Keterampilan Guru Siklus III

Berdasarkan table di atas, selengkapnya disajikan dalam diagram berikut :

Diagram 4.8. Hasil Observasi Keterampilan Guru Siklus III

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklusi III keterampilan guru dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) mendapatkan kategori ketuntasan baik sekali.

Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Berdasarkan observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran pada siklus III dapat dilihat pada tabel berikut:

No

Kriteria Penilaian

Skor

Rata-rata

1

Antusias mengikuti pembelajaran

3,55

2

Aktif bertanya

3,09

3

Aktif menjawab pertanyaan

3,27

4

Aktif dalam kerja kelompok

3,27

5

Dapat bekerja sama dengan teman

3,72

6

Aktif dalam permainan

3,64

7

Sportif dalam permainan

3,27

8

Tanggung jawab mewakili kelompok di meja turnamen

3,55

 

jumlah skor

27,36

 

Kategori

Sangat Baik

Tabel 4.9. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus III

Berdasarkan tabel di atas, selengkapnya disajikan dalam diagram berikut :

Diagram 4.9. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus III

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada siklus III aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) mendapatkan kategori ketuntasan sangat baik.

Paparan Hasil Belajar

Berdasarkan analisis data hasil tes akhir siklus II disajikan dalam tabel di bawah ini yaitu:

Nilai tertinggi

100

Nilai terendah

33

Jumlah siswa tuntas

20

Jumlah siswa tidak tuntas

2

Persentase siswa tuntas

90,91%

Persentase siswa tidak tuntas

9,09%

Tabel 4.10. Hasil Belajar IPS Siklus III

Berdasarkan tabel di atas, selengkapnya disajikan dalam diagram berikut:

 

Diagram 4.10. Hasil Belajar IPS Siklus III

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa nilai terendah yang diperoleh yaitu 33 dan nilai tertinggi 100 dengan ketuntasan 90,91% (20 siswa) tuntas dan 9,09% (2 siswa) tidak tuntas. Hal ini berarti ketuntasan hasil belajar klasikal untuk siklus III sebesar 90,91%.

Dengan pelaksanaan tindakan siklus III dalam pembelajaran IPS dengan pendekatan kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terlihat adanya peningkatan hasil belajar siswa dari 72,73% menjadi 90,91% siswa tuntas. Hal tersebut sudah mencapai tujuan yang diharapkan yaitu sudah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebesar 90% siswa tuntas, sehingga dapat disimpulkan bahwa siklus III telah berhasil.

Berdasarkan deskripsi data pelaksanaan pembelajaran IPS dengan menggunakan cooperative learning tipe Teams games tournament tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa meningkat pada siklus III.

No

Indikator

Skala tampak (siklus)

I

II

III

1

Merencanakan RPP

4

4

4

2

Membuka Pelajaran

3

3

4

3

Keterampilan Bertanya

3

4

4

4

Keterampilan memberi pengetahuan

2

3

4

5

keterampilan mengadakan variasi

2

2

3

6

keterampilan menjelaskan

2

2

3

7

pemberian materi pelajaran

3

3

4

8

penggunaan media

4

4

4

9

keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil

3

4

4

10

keterampilan mengelola kelas

2

3

3

11

keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan

3

3

3

12

keterampilan menutup pelajaran

4

4

4

13

Iklim pembelajaran (efektifitas proses pembelajaran)

2

3

4

 

Jumlah

37

42

48

 

Kategori

Baik

Baik

Sangat baik

Tabel 4.11 Peningkatan Keterampilan Guru Siklus I, II dan III

Berdasarkan tabel di atas, selengkapnya dapat disajikan dalam diagram di bawah ini:

Diagram 4.11. Peningkatan Keterampilan Guru Siklus I, II dan III

Berdasarkan rekapitulasi di atas pada siklus I skor keterampilan guru sebesar 37 dengan kategori baik. Siklus II skor keterampilan guru sebesar 42 dengan kategori. Dan siklus III skor keterampilan guru sebesar 48 dengan kategori sangat baik.

Selain peningkatan keterampilan guru, aktivitas siswa pun mengalami peningkatan pada tiap siklus. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel dan diagram berikut:

No

Kriteria Penilaian

Skor rata-rata siklus

 

I

II

III

 

1

Antusias mengikuti pembelajaran

2,64

3,36

3,55

 

2

Aktif bertanya

2

2,73

3,09

 

3

Aktif menjawab pertanyaan

2,55

2,55

3,27

 

4

Aktif dalam kerja kelompok

3,18

3

3,27

 

5

Dapat bekerja sama dengan teman

2,82

3

3,72

 

6

Aktif dalam permainan

2,55

3

3,64

 

7

Sportif dalam permainan

2,82

3,09

3,27

 

8

Tanggung jawab mewakili kelompok di meja turnamen

2,82

2,91

3,45

 
 

jumlah skor

21,38

23,64

27,36

 
 

Kategori

baik

baik

Sangat baik

 

Tabel 4.12. Peningkatan Aktivitas Siswa dari Siklus I, II dan III

Berdasarkan tabel di atas, selengkapnya dapat disajikan dalam diagram di bawah ini:

Diagram 4.12. Peningkatan Aktivitas Siswa Siklus I, II dan III

Berdasarkan rekapitulasi di atas pada siklus I skor rata-rata aktivitas siswa sebesar 21,38 dengan kategori baik. Kemudian meningkat pada siklus II skor rata-rata aktivitas siswa sebesar 23,64 dengan kategori baik. Dan meningkat lagi pada siklus III skor rata-rata aktivitas siswa sebesar 27,26 dengan kategori sangat baik.

Hasil belajar juga mengalami peningkatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:.

No

Kategori

Pra

siklus

Siklus

I

Siklus

II

Siklus

III

1

Nilai tertinggi

95

75

75

100

2

Nilai terendah

15

15

35

33

3

Jumlah siswa tuntas

8

12

16

20

4

Jumlah siswa tidak tuntas

14

10

6

2

5

Persentase siswa tuntas

36,4%

54,55%

72,73%

90,91%

6

Persentase siswa tidak tuntas

63,6%

45,45%

27,27%

9,09%

7

Rata-rata

53,6

58,64

63,18

76,09

Tabel 4.13. Peningkatan Hasil Belajar Siklus I, II, dan III

Berdasarkan tabel di atas, selengkapnya dapat disajikan dalam diagram di bawah ini:

Diagram 4.13. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Siklus I, II dan III

Berdasarkan diagram di atas, sebelum siklus I dilakukan ketuntasan hasil belajar klasikal sebesar 36,4%. Setelah dilakukan siklus I terjadi peningkatan hasil belajar klasikal menjadi 54,55%. Setelah dilakukan siklus II terjadi peningkatan hasil belajar klasikal menjadi 72,73%. Dan setelah terjadi perbaikan lagi pada siklus III terjadi peningkatan hasil belajar klasikal sebesar 90,91%.

Berdasarkan data diatas pembelajaran yang akan diteliti oleh peneliti bersama observer dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan menggunakan cooperative learning tipe Teams games tournament berhenti sampai siklus III karena indikator keberhasilan sudah tercapai dengan baik

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

  1. Pada pembelajaran siklus I, jumlah skor dari hasil pengamatan keterampilan guru dalam pembelajaran kooperatif adalah 37 dengan kategori baik. Kemudian dalam siklus II dan siklus III terjadi peningkatan jumlah skor, dengan jumlah skor pada siklus II adalah 42 dengan kategori baik dan pada siklus III adalah 48 dengan kategori sangat baik.
  2. Pada pembelajaran siklus I, jumlah skor rata-rata yang didapat dari hasil pengamatan aktivitas siswa adalah 21,38 dengan kategori baik. Kemudian setelah dilaksanakan siklus II dan siklus III terjadi peningkatan jumlah skor rata-rata aktivitas siswa, dengan jumlah skor pada siklus II adalah 23,64 dengan kategori baik dan pada siklus III adalah 27,36 dengan kategori sangat baik.
  3. Pada pembelajaran siklus I tingkat ketuntasan belajar mencapai 54,55%. Kemudian terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar yang terjadi pada siklus II sebesar 72,73%, dan pada siklus III sebesar 90,91%. Selain itu juga terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas. Pada siklus I nilai rata-ratanya adalah 58,64, nilai rata-rata siklus II adalah 63,18, dan meningkat pada siklus III dengan nilai rata-rata kelas sebesar 76,09.

SARAN

  1. Bagi para pendidik atau para guru agar pembelajaran dapat terselenggara dengan efektif dan bermakna maka guru harus mengggunakan keterampilan mengajar dengan baik. Selain memperhatikan aspek keterampilan mengajar guru harus memperhatikan faktor-faktor lain seperti penggunaan media, kualitas materi dan bahan ajar, iklim pembelajaran, dan sistem pembelajaran agar kualitas pembelajaran yang bagus dapat tercapai.
  2. Agar kegiatan belajar mengajar dapat bermakna maka perlu adanya partisipasi aktif siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberi kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk bertanya mengenai materi. Alternatif lain adalah menyelipkan permainan dalam kegiatan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad. 2007. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Arikunto, Suharsimi, Suhardjono dan Supardi. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Rajawali Pers.

Baharuddin, Nur Wahyuni. 2009. Teori belajar dan pembelajaran. Yogjakarta: Ar-ruzzmedia.

Depdiknas. 2004. Peningkatan Kualitas Pembelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Direktorat Pembinaan Pembinaan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Direktorat Pembinaan Pembinaan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Hamalik, Oemar. 2009. Psikologi Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Herrhyanto, Nar. 2008. Statistika Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka.

Hidayati, Mujinem, Anwar Senen. 2008. Pengembangan Pendidikan IPS SD. Jakarta: Dirjen Dikti.

Ningtiyas, Nanik Purwa. 2010. Penerapan Model Teams Games and Tournament Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas V SDN Banjarejo 02, Kecamatan Pakis. (online). http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/KSDP/article/view/8390, diunduh pada tanggal 10 Januari 2018).

Poerwanti, Endang dkk. 2008. Asesmen Pembelajaran SD. Jakarta: Dirjen Dikti.

Poerwodarminto. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka

Sardiman, A.M. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Slavin, Robert E. 2009. Cooperative Learning teori, riset dan praktik. Bandung: Nusa Media.

Solihatin, Etin dan Raharjo. 2008. Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning teori dan aplikasi PAIKEM. Surabaya: Pustaka Pelajar..

Suryosubroto, B. 2009. Proses Belajar Mengajar di Sekolah: Wawasan Baru, Beberapa Metode Pendukung, dan Beberapa Komponen Layanan Khusus. Jakarta: Rineka Cipta.

Tim Reviu dan revisi APKG. 1999. Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). Dirjen Dikti Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Tri Anni, Catharina dkk. 2007. Psikologi Belajar. Semarang: UNNES PRESS

Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran InovatifBerotientasi. Konstrutivistik. Jakarta: Prestasi pustaka..

Trianto. 2010. Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: PT Prestasi Pustaka Karya.

Trianto.2010. Model Pembelajaran Terpadu Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta:Bumi Aksara.

Usman, Moh. Uzer. 2009. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Yuliati. 2010. Penerapan Metode Kooperatif Model Team Games Tournament (TGT) Sebagai Alternatif Meningkatkan Prestasi Belajar IPS pada Siswa Kelas I SDN Bunulrejo 1 Kecamatan Blimbing Kota Malang. (online). http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/KSDP/article/view/ 6294, diunduh 12 Januari 2018)

By admin

You cannot copy content of this page