Iklan

Nama : Samsuri, S.Pd.

NIP : 19680812 200012 1 003

Unit Kerja : SD Negeri Sidomukti Kabupaten Kebumen

Judul : PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL MELALUI SUPERVISI AKADEMIK PERSONAL APPROACH ENGINEERING DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN BAGI GURU SD NEGERI SIDOMUKTI SEMESTER 1 TAHUN AJARAN 2019/2020

ABSTRAK

Samsuri““Supervisi Akademik Personal Approach Engineering Untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogie Guru SD Negeri Sidomukti Kabupaten Kebumen Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020”.”.

Penelitian ini bertujuan mendapatkan deskripsi empirik tentang peningkatan Kompetensi Profesional Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran di SD Negeri Sidomukti Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen semester 1 tahun pelajaran 2019/2020.

Penelitian ini menerapkan Penelitian Tindakan Supervisi Akedemik Personal Approach Engineering terhadap Kompetensi Profesional Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran disekolah pada semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 SD Negeri Sidomukti . Hal tersebut dilakukan tindakan dengan maksud meningkatkan Kompetensi Profesional Guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Pelaksanaan Pembelajaran. Analisis data dengan langkah-langkah : (1) pengumpulan dan telaah data, (2) deskripsi komperatif, (3) penyajian data dan (4) verifikasi menarik kesimpulan.

Temuan penting dalam penelitian ini bahwa supervisi akademik Personal Approach Engineering terhadap Kompetensi Profesional Guru Pelaksanaan Pembelajaran dapat meningkatkan Kompetensi Profesional Guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan dapat mewujudkan peningkatan Kemampuan Pelaksanaan Pembelajaran. Hal ini terbukti dari hasil penelitian tentang penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari studi awal hingga siklus kedua mengalami peningkatan yaitu dari 62,76% pada studi awal menjadi 76,53%, dan pada siklus kedua menjadi 86,22%. Sedangkan pelaksanaan pembelajaran juga demikian dari studi awal 64,29% menjadi 74,29% pada siklus satu dan pada siklus kedua menjadi 87,86%.

Dengan demikian jelas bahwa supervisi akademik Personal Approach Engineering terhadap Kompetensi Profesional Guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Pembelajaran dapat meningkatkan Kompetensi Profesional Guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Pelaksanaan Pembelajaran pada SD Negeri Sidomukti Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2019/2020.

Kata Kunci : Supervisi, Kompetensi Profesional Personal Aproach Engineering

PENDAHULUAN

Kepala Sekolah sebagai top manajer di sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam ikut serta mengendalikan proses pembelajaran yang bermutu. Melalui fungsi manajemen baik planning, organizing, aktuiting dan controling Kepala Sekolah dapat melakukan supervisi akademik secara terstruktur untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Supervisi akademik tersebut bertujuan melakukan tindakan/ action manajerial untuk mengetahui secara jelas bagaimana guru mempersiapkan pembelajaran baik dari sisi rencana pembelajarannya mapun media yang disiapkan. Di samping itu supervisi akademik dilakukan sebagai alat kontrol terhadap tugas guru sebagai tenaga profesional, apakah dari sisi kompetensi profesional dan profesionalnya sudah terpenuhi atau belum. Hal tersebut dapat dilihat dari sisi penguasaan materi pembelajaran, penguasaan metodologi pembelajaran, penggunaan alat peraga, bagaimana proses pembelajaran berlangsung, bagamana guru melakukan evaluasi, dan bagaimana guru melaksanakan tindak lanjut dalam pembelajaran.

Permasalahan yang terjadi pada guru menyebabkan pembelajaran berlangsung kurang efektif. Hal tersebut sudah barang tentu berdampak terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu, pembelajaran yang kurang efektif memerlukan pemecahan, yakni bagaimana usaha guru dapat memberikan pembelajaran yang efektif sehingga siswa dapat termotivasi untuk belajar dengan baik. Bagaimana guru dalam menyusun rencana pembelajaran sudah sesuai antara tujuan dengan materi atau belum. Bagaimana guru memilih media pembelajaran yang tepat dan relevan sebagai salah satu alternatif sehingga pembelajaran akan berlangsung menarik. Bagaimana guru menggunakan metode pembelajaran yang bukan itu-itu saja yakni hanya terdiri dari metode ceramah, diskusi, dan tugas yang dirasa sangat monoton dan membosankan siswa melainkan bagaimana guru menggunakan metode yang bervariasi sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menarik. Oleh karena itu Kepala Sekolah dalam hal ini selaku peneliti mencoba melakukan tindakan nyata mengfungsikan sebagai seorang manajerial melaksanakan supervisi akademik teknik indivdual sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran agar pembelajaran berlangsung secara efektif pada guru SD Negeri Sidomukti tahun pelajaran 2019/2020.

Berdasarkan studi awal supervisi akademik yang dilakukan Kepala Sekolah ternyata guru kelas dan guru mata pelajaran dalam melaksanakan: (1) penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran rata-rata dari 8 guru jika diprosentase mencapai 62,76 %, (2) melaksanakan proses pembelajaran rata-rata dari 8 guru jika diprosentase mencapai 64,29 %. Sedangkan berdasarkan indikator kinerja dan keberhasilan guru dikatakan berhasil memiliki kompetensi apabila 80 % memenuhi standar ketuntasan minimal atas kinerjanya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hampir semua guru di SD Negeri Sidomukti di dalam merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, dan melakukan penilaian pembelajaran belum berlangsung secara efektif. Berawal dari ketidakberhasilan guru dalam pembelajaran tersebut, peneliti meminta bantuan observer atau guru senior untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan guru kelas tinggi SD Negeri Sidomukti . Dari hasil diskusi bersama observer terungkap beberapa masalah yang ada dalam proses pembelajaran yaitu : (1) Guru dalam menentukan tujuan pembelajaran belum sesuai dengan materi yang akan diajarkan, (2) Konsep materi yang disampaikan guru belum tuntas, (3) Metode yang digunakan guru belum tepat karena monoton dan kurang bervasiasi, (4) Belum seluruh guru menggunakan media/ alat peraga dalam proses pembelajaran (5) Penggunaan media / alat peraga yang digunakan guru belum efektif, (6) Bimbingan guru masih bersifat klasikal, (7) Belum seluruh siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan (8) Masih minimnya latihan dan tugas yang diberikan guru kepada siswa.

Perilaku supervisi akademik sebagaimana diuraikan di atas merupakan salah satu contoh perilaku supervisi akademik belum baik. Perilaku supervisi akademik yang demikian tidak akan memberikan banyak pengaruh terhadap tujuan dan fungsi supervisi akademik. Seandainya memberikan pengaruh, pengaruhnya relatif sangat kecil artinya bagi peningkatan mutu guru dalam mengelola proses pembelajaran. Supervisi akademik sama sekali bukan penilaian unjuk kerja guru. Apalagi bila tujuan utama penilaiannya semata-mata hanya dalam arti sempit, yaitu mengkalkulasi kualitas keberadaan guru dalam memenuhi kepentingan akreditasi guru belaka.

Harapan peneliti dengan supervisi akademik Personal Approach Engineering ini Kompetensi Profesional Guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran akan lebih baik sesuai aturan yang ada dan pelaksanaan pembelajaran di kelas keadaan siswa akan lebih aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, sehingga hasil belajar siswa akan meningkat

Berdasarkan latar belakang masalah, maka diajukan rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah supervisi akademik teknik inidividu dapat meningkatkan Kompetensi Profesional Guru SD Negeri Sidomukti Tahun pelajaran 2019/2020 ?
  2. Bagaiman pelaksanaan supervisi akademik Personal Approach Engineering yang dapat meningkatkan Kompetensi Profesional Guru SD Negeri Sidomukti than pelajaran 2019/2020?

KAJIAN PUSTAKA

Kompetensi adalah kemampuan melaksanakan sesuatu yang diperoleh melalui pembelajaran dan latihan mulai dari menggosok gigi sampai dengan melakukan opersi jantung. Dalam pembelajaran, kompetensi menunjuk pada perbuatan (performance) yang bersifat rasional yang memenuhi spesifikasi tertentu dalam pembelajaran (Mulyasa, 2004 ). Istilah profesional adalah jabatan yang tidak bisa tergantikaan oleh orang lain yang bukan bidangnya atau dengan istilah lain job performance yaitu prestasi kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Profesional diartikan juga sebagai tingkat atau derajat pelaksanaan tugas seseorang atas dasar kompetensi yang dimilikinya.

Sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 14 tahun 2007, standar proses tersebut meliputi perencaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

Perencanaan proses pembelajaran salah satunya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.

Berkaitan dengan kegiatan Penilaian Kinerja Guru terdapat 7 (tujuh) aspek dan 45 (empat puluh lima) indikator yang berkenaan penguasaan  kompetensi profesional. Berikut ini disajikan ketujuh aspek kompetensi profesional beserta indikatornya:

Guru mampu mencatat dan menggunakan informasi tentang karakteristik peserta didik untuk membantu proses pembelajaran. Karakteristik ini terkait dengan aspek fisik, intelektual, sosial, emosional, moral, dan latar belakang sosial budaya:

  1. Guru dapat mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik di kelasnya,
  2. Guru memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran,
  3. Guru dapat mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua peserta didik dengan kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda,
  4. Guru mencoba mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta didik lainnya,
  5. Guru membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan peserta didik,
  6. Guru memperhatikan peserta didik dengan kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik tersebut tidak termarjinalkan (tersisihkan, diolok‐olok, minder, dsb).

Guru mampu menetapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif sesuai dengan standar kompetensi guru. Guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan memotivasi mereka untuk belajar:

  1. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menguasai materi pembelajaran sesuai usia dan kemampuan belajarnya melalui pengaturan proses pembelajaran dan aktivitas yang bervariasi,
  2. Guru selalu memastikan tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran tertentu dan menyesuaikan aktivitas pembelajaran berikutnya berdasarkan tingkat pemahaman tersebut,
  3. Guru dapat menjelaskan alasan pelaksanaan kegiatan/aktivitas yang dilakukannya, baik yang sesuai maupun yang berbeda dengan rencana, terkait keberhasilan pembelajaran,
  4. Guru menggunakan berbagai teknik untuk memotiviasi kemauan belajar peserta didik,
  5. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang saling terkait satu sama lain, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran maupun proses belajar peserta didik,
  6. Guru memperhatikan respon peserta didik yang belum/kurang memahami materi pembelajaran yang diajarkan dan menggunakannya untuk memperbaiki rancangan pembelajaran berikutnya.

Guru mampu  menyusun silabus sesuai dengan tujuan terpenting kurikulum dan menggunakan RPP sesuai dengan tujuan dan lingkungan pembelajaran. Guru  mampu memilih, menyusun, dan menata materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik:

  1. Guru dapat menyusun silabus yang sesuai dengan kurikulum,
  2. Guru merancang rencana pembelajaran yang sesuai dengan silabus untuk membahas materi ajar tertentu agar peserta didik dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan,
  3. Guru mengikuti urutan materi pembelajaran dengan memperhatikan tujuan pembelajaran,
  4. Guru memilih materi pembelajaran yang: (1) sesuai dengan tujuan pembelajaran, (2) tepat dan mutakhir, (3) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik, (4) dapat dilaksanakan di kelas dan (5) sesuai dengan konteks kehidupan sehari‐hari peserta didik.

Guru mampu menyusun dan melaksanakan rancangan pembelajaran yang mendidik secara lengkap. Guru mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru mampu menyusun dan  menggunakan berbagai materi pembelajaran dan sumber belajar sesuai dengan karakteristik peserta didik. Jika relevan, guru memanfaatkan teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelajaran:

  1. Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti tentang tujuannya,
  2. Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik, bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa tertekan,
  3. Guru mengkomunikasikan informasi baru (misalnya materi tambahan) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik,
  4. Guru menyikapi kesalahan yang dilakukan peserta didik sebagai tahapan proses pembelajaran, bukan semata‐mata kesalahan yang harus dikoreksi. Misalnya: dengan mengetahui terlebih dahulu peserta didik lain yang setuju/tidak setuju dengan jawaban tersebut, sebelum memberikan penjelasan tentang jawaban yamg benar,
  5. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai isi kurikulum dan mengkaitkannya dengan konteks kehidupan sehari‐hari peserta didik,
  6. Guru melakukan aktivitas pembelajaran secara bervariasi dengan waktu yang cukup untuk kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar dan mempertahankan perhatian peserta didik,
  7. Guru mengelola kelas dengan efektif tanpa mendominasi atau sibuk dengan kegiatannya sendiri agar semua waktu peserta dapat termanfaatkan secara produktif,
  8. Guru mampu memanfaatkan audio‐visual (termasuk TIK) untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Menyesuaikan aktivitas pembelajaran yang dirancang dengan kondisi kelas,
  9. Guru memberikan banyak kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, mempraktekkan dan berinteraksi dengan peserta didik lain,
  10. Guru mengatur pelaksanaan aktivitas pembelajaran secara sistematis untuk membantu proses belajar peserta didik. Sebagai contoh: guru menambah informasi baru setelah mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi sebelumnya.
  11. Guru menggunakan alat bantu mengajar, dan/atau audio‐visual (termasuk tik) untuk meningkatkan motivasi belajar pesertadidik dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Pengertian Supervisi Akademik menurut Syaiful Sagala (2012;88) supervisi pembelajaran ialah usaha untuk memeperbaiki situasi belajar mengjar, yaitu supervisi sebagai bantuan bagi guru dalam meningkatkan kualitas mengajar untuk membantu peserta didik agar lebih baik dalam belajar. Menurut Ngalim Purwanto (2014;76) ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Dalam buku Supervisi Akademik Impelmentasi Kurikulum 2013 Bagi Kepala Sekolah (2014;3) menjelaskan bahwa supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pendapat dari beberapa ahli memberikan pengertian bahwa supervisi merupakan bantuan dalam rangka perbaikan dan pengembangan situasi belajar mengajar agar proses pembelajaran berlangsung efektif dan efisien. Dalam hal ini supervisi pembelajaran lebih ditekankan sebagai usaha memberikan bantuan kepada guru dalam memperbaiki pembelajaran.

Berdasarkan dari beberapat pendapat para ahli peneliti menyimpulkan bahwa supervisi akademik ialah aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu guru dalam meningkatkan kualitas mengajar secara efektik guna membantu peserta didik agar lebih baik dalam belajar dan dapat mewujudkan tujuan belajar yang ditetapkan.

Manfaat supervisi oleh Kepala Sekolah bagi guru adalah untuk melakukan identifikasi terhadap berbagai kekurangan serta potensi yang ada pada diri guru itu sendiri sehingga dapat dijadikan sebagai kaca benggala dan introspeksi diri dalam meningkatkan kompetensinya. Dengan guru mengenali kekurangan serta mengetahui potensi diri maka dapat dijadikan sebagai refleksi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di kelas.

Sedangkan manfaat supervisi yang dilaksanakan Kepala Sekolah bagi siswa adalah untuk memberikan motivasi belajar para siswa serta adanya perhatian Kepala Sekolah terhadap siswa sehingga mampu memberikan pelayanan dalam pembelajaran yang berdampak meningkatnya prestasi belajar siswa .

Teknik supervisi dekelompokan menjadi dua yaitu Personal Approach Engineering dan teknik kelompok. Teknik supervisi individu adalah pelaksanaan supervisi perseorangan terhadap guru. Teknik supervisi individu terdiri atas lima macam yaitu kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individu, kunjungan antar kelas, dan menilai diri sendiri. Teknik supervisi kelompok adalah satu cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih. Guru – guru yang diduga sesuai dengan analisis kebutuhan, memiliki masalah atau kebutuhan atau kelemahan – kelemahan yang sama dikelompokkan atau dikumpulkan menjadi satu / bersama – sama. Kemudian kepada mereka diberikan layanan supervisi sesuai dengan permasalahan atau kebutuhan yang mereka hadapi.

Berdasarkan latar belakang dan kajian teori di atas dapat ditarik hipotesis tindakan sebagai berikut :

  1. Melalui Supervisi Akademik Personal Approach Engineering oleh Kepala Sekolah SD Negeri Sidomukti diduga dapat meningkatkan Kompetensi Profesional Guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran di sekolah .
  2. Melalui Supervisi Akademik Personal Approach Engineering oleh Kepala Sekolah SD Negeri Sidomukti diduga dapat meningkatkan Kompetensi Profesional Guru dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah .

Indikator bahwa guru telah memiliki kompetensi yang baik jika diprosentase secara keseluruhan tugas aktivitas guru dalam pembelajaran telah mencapai 80 % seluruh guru persyaratan tersebut terpenuhi.

Sedangkan indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran disekolah adalah sebagai berikut :

  1. Guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran disekolah diprosentase secara keseluruhan telah mencapai ≤ 80 % dari seluruh guru SD Negeri Sidomukti terpenuhi
  2. Pelaksanaan pembelajaran dapat melibatkan siswa secara aktif yang ditunjukkan dengan respons yang antusias dalam pembelajaran baik secara individu, klasikal maupun dalam kelompok diprosentase secara keseluruhan telah mencapai ≤ 80 % seluruh guru di SD Negeri Sidomukti .

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Peneliti mengadakan penilaian terhadap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah dibuat oleh guru menggunakan lembar penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan dalam penilaian kompetensi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Hasil penilaian rata-rata sebesar pada studi awal untuk penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah 62,76% dan pelaksanaan pembelajaran mencapai 64,29%. Sedangkan pada siklus pertama setelah dilakukan supervisi akademik Personal Approach Engineering penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah 76,53% dan pelaksanaan pembelajaran mencapai 74,29%. Tingkat keberhasilan diperoleh pada siklus kedua setelah adanya musyawarah antara Kepala Sekolah dan Guru dalam supervisi akademik Personal Approach Engineering dengan memperoleh hasil yang optimal yakni penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah 86,22% dan pelaksanaan pembelajaran mencapai 87,86%. Rekapitulasi tingkat pencapaian keberhasilan guru dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Pelaksanaan Pembelajaran dari Studi Awal sampai Siklus Kedua dapat secara jelas dapat dilihat pada tabel 7 beriku.

Tabel 7: Prosentase Tingkat Keberhasilan Guru dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Pelaksanaan Pembelajaran dari Studi Awal sampai Siklus Kedua

No TAHAPAN PERENCANAAN (%) PELAKSANAAN (%)
1 Kondisi awal 62,76 64,29
2 Siklus 1 76,53 74,29
3 Siklus 2 86,22 87,86

Berdasarkan tabel 7 diperoleh keterangan nilai aspek rencana pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:

  1. Terjadi kenaikan persentase tingkat keberhasilan guru dari studi awal dibandingkan siklus I sebesar 13,77%.

2. Terjadi kenaikan persentase tingkat keberhasilan guru dari siklus I dibandingkan siklus II sebesar 9,69%.

Sedangkan perolehan nilai aspek pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:

        1. Terjadi kenaikan persentase tingkat keberhasilan guru dari studi awal dibandingkan siklus I sebesar 10,00%.
        2. Terjadi kenaikan persentase tingkat keberhasilan guru dari siklus I dibandingkan siklus II sebesar 13,57%.

Berdasarkan tabel 7 selanjutnya peneliti menyajikan data tingkat pencapaian kemampuan guru dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran dari studi awal sampai dengan siklus yang kedua dalam bentuk diagram seperti pada gambar diagram 3.

Diagram 3: Diagram Batang tingkat pencapaian kemampuan guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran

Berdasarkan sajian gambar diagram di atas dapat kita lihat adanya peningkatan persentase tingkat pencapaian kompetensi guru dalam rencana pelaksnaan pembelajaran maupun pelaksanaan pembelajaran. Peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembalajaran dan pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat dari studi awal sampai tindakan siklus pertama dan kedua mengalami peningkatan yang cukup signifikan baik dalam upaya guru menyusun rencana pembelajaran, guru dalam melaksanakan kegitatan pembelajaran. Tingkat pencapaian kompetensi guru dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembalajaran dan pelaksanaan pembelajaran sebagaimana pembelajaran berlangsung secara efektif dapat dibuktikan adanya peningkatan kinerja dari studi awal sampai siklus kedua. Kompetensi guru dalam proses pembelajaran menunjukkan peningkatan sehingga sampai tindakan siklus kedua dihentikan karena penilaian secara kumulatif untuk pelaksanaan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran telah mencapai 86,22% dan pelaksanaan pembelajaran mencapai 87,86%. Hal tersebut membuktikan bahwa pelaksanaan supervisi akademik Personal Approach Engineering dapat meningkatkan kompetensi guru SD Negeri Sidomukti Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan pelaksanaan pembelajaran. Selain itu pembelajaran berjalan sesuai rencana yaitu baik siswa maupun guru selalu aktif, terlihat kreatif, dan pembelajaran efektif serta menyenangkan.

SIMPULAN

Berdasarkan deskripsi hasil penelitian setiap siklus dan pembahasan hasil penlitian, maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:

  1. Melalui Supervisi Akademik Personal Approach Engineering oleh Kepala Sekolah terhadap 7 orang guru SD Negeri Sidomukti semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, karena hasil penilaian terhadap guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran mencapai 86,22% sudah melebihi dari indikator yang telah ditetapkan.
  2. Melalui Supervisi Akademik Personal Approach Engineering oleh Kepala Sekolah terhadap 7 orang guru SD Negeri Sidomukti semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 dapat meningkatkan kompetensiPaedagogik guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran, karena hasil penilaian terhadap guru dalam pelaksanaan pembelajaran mencapai 87,86% sudah melebihi dari indikator yang telah ditetapkan.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid. (2014). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Anonim, 2003. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional

Anomin, 2005. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SPN), Jakarta: Kementerian pendidikan Nasional.

Anonim, 2005. Undang –undang No 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Abdul Majid, 2014. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Dharma, Surya. 2008. Strategi Pembelajaran dan Pemilihannya, Jakarta : Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK Departemen Pendidikan Nasional.

Daryanto. 2013. Inovasi Pembelajaran Efektif. Bandung: CV. Yrama Widya

Ngalim Purwanto, 2014. Adminsitrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Abdul Majid. (2014). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 diuraikan bahwa kompetensi yang harus dimiliki

Permendiknas Nomor 14 tahun 2007, standar proses tersebut meliputi perencaan proses pembelajaran

Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)

Purwanto, Ngalim. … (2014).Pengaruh Penerapan model pembelajaran Tipe. Team Accelerated Instruction (TAI)

Rifa’I, Mien,2004 Kamus Biologi, Jakarta: Balai Pustaka, Cet 4. Roestiah

.

By admin

You cannot copy content of this page