Iklan

PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN TUNTAS DENGAN SUPERVISI AKADEMIK PENDEKATAN KOLABORATIF PADA GURU SDN SARWADADI 01 SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2020/2021

ABSTRAK

Turiyah, S. Pd.SD. Peningkatan Kompetensi Menyelenggarakan Pembelajaran Tuntas Dengan Supervisi Akademik Pendekatan Kolaboratif Pada Guru SD Negeri Sarwadadi 01 Kawunganten Semester II Tahun Pelajaran 2020/2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas supervisi akademik pendekatan kolaboratif dalam rangka untuk meningkatan kompetensi guru SD Negeri Sarwadadi 01 dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas. Hasil tinjauan teori yang relevan membuahkan hipotesis tindakan yang berbunyi: ”Supervisi akademik pendekatan kolaboratif efektif untuk meningkatan kompetensi guru SD Negeri Sarwadadi 01 dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas.” Penelitian ini didesain sebagai Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang terdiri dari tiga siklus tindakan, pada setiap siklus tindakan dibagi ke dalam empat kali pertemuan tatap muka. Subjek penelitian ini terdiri dari (1) subjek tindakan, yakni peneliti sendiri selaku Kepala Sekolah SD Negeri Sarwadadi 01 yang menerapkan supervisi akademik pendekatan kolaboratif; (2) subjek penelitian, yang terdiri dari tujuh orang guru SD Negeri Sarwadadi 01yang berupaya meningkatkan kompetensi mereka dalam memahami dan meningkatkan keterampilan penyelenggaraan pembelajaran tuntas.. Objek penelitian ini adalah (1) pelaksanaan supervisi akademik pendekatan kolaboratif; (2) kemampuan guru dalam meningkatkan kompetensi dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas; dan (3) kemandirian dan kreativitas guru dalam pembelajaran. Data dikumpulan dengan metode pengamatan, yang dilaksanakan melalui instrumen lembar pengamatan. Data dianalisis dengan metode statistik deskriptif. Keberhasilan tindakan diukur dengan kriteria yang telah ditetapkan, yakni semua aktivitas tindakan dinyatakan berhasil > 80% guru mencapai rata-rata kategori nilai sebesar > 4 dengan kriteria bagus atau sangat bagus. Hasil penelitian menyatakan bahwa supervisi akademik pendekatan kolaboratif efektif untuk meningkatan kompetensi guru SD Negeri Sarwadadi 01 dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas, yang ditunjukkan dengan data 100% guru mencapai rata-rata kategori nilai sebesar 5 dengan kriteria sangat bagus. Dari segi proses tindakan, penelitian ini telah mampu meningkatkan kemampuan guru-guru SD Negeri Sarwadadi 01 dalam bersikap terbuka dan menjalin hubungan dengan teman sejawat dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik. Dari segi hasil tindakan, penelitian ini telah mampu meningkatkan kompetensi guru SD Negeri Sarwadadi 01 dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas.

Kata kunci: Kompetensi Guru, Pembelajaran Tuntas, Supervisi Akademik Pendekatan Kolaborasi.

PENDAHULUAN

Pembelajaran tuntas (mastery learning) adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar mata pelajaran tertentu. Dalam model yang paling sederhana, dikemukakan bahwa jika setiap peserta didik diberikan waktu sesuai dengan yang diperlukan untuk mencapai suatu tingkat penguasaan, dan jika dia menghabiskan waktu yang diperlukan, maka besar kemungkinan peserta didik akan mencapai tingkat penguasaan kompetensi.

Harapan dari proses pembelajaran dengan pendekatan belajar tuntas adalah untuk mempertinggi rata-rata prestasi peserta didik dalam belajar dengan memberikan kualitas pembelajaran yang lebih sesuai, bantuan, serta perhatian khusus bagi peserta didik yang lambat agar menguasai standar kompetensi atau kompetensi dasar. prinsip-prinsip utama pembelalaran tuntas adalah (1) Kompetensi yang harus dicapai peserta didik dirumuskan dengan urutan yang hirarkis, (2) Evaluasi yang digunakan adalah penilaian acuan patokan, dan setiap kompetensi harus diberikan feedback; (3) Pemberian pembelajaran remedial serta bimbingan yang diperlukan; (4) Pemberian program pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih awal.

Peneliti sebagai Kepala Sekolah di SD Negeri Sarwadadi 01, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap melihat guru-guru di SD Negeri Sarwadadi 01 masih amat memerlukan peningkatan pemahaman yang lebih luas tentang penyelenggaraan pembelajaran tuntas.

Di samping itu, dalam kompetensi guru bidang kepribadian paedagogik disebutkan bahwa guru harus memiliki sikap terbuka dan menjalin hubungan dengan teman sejawat, dengan indikator (1) mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik; (2) mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan teman sejawat dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran; (3) mampu mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi pembelajaran kepada komunitas profesi sendiri secara lisan dan tulisan maupun bentuk lain.

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Pembelajaran Tuntas

Menurut Siskandar (2003: 14) dikatakan bahwa Pembelajaran Tuntas adalah pola pembelajaran yang menggunakan prinsip ketuntasan secara individual. Dalam hal pemberian kebebasan belajar, serta untuk mengurangi kegagalan peserta didik dalam belajar, strategi belajar tuntas menganut pendekatan individual, dalam arti meskipun kegiatan belajar ditujukan kepada sekelompok peserta didik (klasikal), tetapi mengakui dan melayani perbedaan-perbedaan perorangan peserta didik sedemikiah rupa, sehingga dengan penerapan pembelajaran tuntas memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing peserta didik secara optimal. Dasar pemikiran dari belajar tuntas dengan pendekatan individual ialah adanya pengakuan terhadap perbedaan individual masing-masing peserta didik.

Dari berbagai pendapat di atas, penulis menyimpulkan kandungan yang terdapat dalam pengertian pembelajaran tuntas adalah (1) pembelajaran merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar mata pelajaran tertentu; (2) strategi belajar tuntas menganut pendekatan individual, dalam arti meskipun kegiatan belajar ditujukan kepada sekelompok peserta didik (klasikal), tetapi mengakui dan melayani perbedaan-perbedaan perorangan peserta didik sedemikiah rupa, sehingga dengan penerapan pembelajaran tuntas memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing peserta didik secara optimal; (3) harapan dengan dilaksanakannya pembelajaran tuntas adalah mempertinggi rata-rata prestasi peserta didik dalam belajar dengan memberikan kualitas pembelajaran yang lebih sesuai, bantuan, serta perhatian khusus bagi peserta didik yang lambat agar menguasai standar kompetensi atau kompetensi dasar; (4) kompetensi yang harus dicapai peserta didik dirumuskan dengan urutan yang hirarkis, (5) evaluasi yang digunakan adalah penilaian acuan patokan, dan setiap kompetensi harus diberikan feedback; (6) Pemberian pembelajaran remedial serta bimbingan yang diperlukan bagi pesetta didik yang lambat; (7) Pemberian program pengayaan bagi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar lebih awal.

Kerangka Berpikir

Peneliti sebagai Kepala SD Negeri Sarwadadi 01 menghadapi permasalahan (1) pemahaman guru-guru dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas masih kurang; (2) komunikasi guru dengan teman sejawat dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik masih kurang.

Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti selaku Kepala Sekolah memerlukan strategi, pendekatan, metode dan teknik pembinaan terhadap guru secara efektif dan efisien. Secara lebih spesifik dapat dikatakan bahwa strategi, pendekatan, metode dan teknik pembinaan tersebut harus sesuai dengan dua konteks sebagai berikut: (1) sesuai dengan konteks permasalahan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas ; (2) sesuai dengan konteks permasalahan peningkatan kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan teman sejawat dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik.

Dalam rangka mencari dan menentukan strategi, pendekatan, metode dan teknik pembinaan yang tepat dengan konteks permasalahan, peneliti mengadakan investigasi terhadap karakteristik subjek-subjek permasalahan, studi kepustakaan dan berkonsultasi dengan pihak-pihak yang berkompeten, akhirnya memutuskan untuk menggunakan supervisi akademik pendekatan kolaboratif .

Secara singkat, supervisi akademik pendekatan kolaboratif dapat dimengerti sebagai model pembinaan guru dalam bidang akademik yang dilaksanakan dengan cara mengondisikan antarsesama guru untuk saling bekerja sama, baik antara guru dengan guru maupun antarguru dengan Kepala sekolah, dengan tujuan untuk saling mendorong peningkatan mutu profesi pendidik.

Diasumsikan supervisi akademik pendekatan kolaboratif efektif untuk meningkatkan pemahaman guru-guru SD Negeri Sarwadadi 01 dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas; sekaligus meningkatkan mutu komunikasi guru dengan teman sejawat dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik.

METODE PENELITIAN

Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan sepanjang kurun waktu semester Genap tahun pelajaran 2020/2021. Persiapan penelitian dilaksnakan pada bulan Januari 2021. Tindakan sebanyak 3 siklus dilaksanakan pada bulan Februari 2021, Maret 2021 dan April 2021. Analisis data dan penulisan laporan dikerjakan pada bulan Mei 2021.

Subjek Penelitian

Adapun Komposisi subjek pendidik dan peserta didik adalah sebagaimana tertuang dalam tabel 3.1 berikut.

No Tugas/ Jabatan Nama
1 Kepala sekolah Turiyah, S.Pd
2 Guru Kelas I Siti Isroiyah, S.Pd.SD
3 Guru Kelas II Ismaul Khoeriyah, S.Pd.SD
4 Guru kelas III Meilani Sholihah, S.Pd.
5 Guru kelas IV Suwanti, S.Pd.SD
6 Guru Kelas V Rr. Heni Dyah S.Pd.SD
7 Guru Kelas VI Sultoni, S.Pd.SD
8 Guru PAI Siti Nurjanah
9 Guru PJOK Arif Aziz, S.Pd.

Tabel 3.1 Komposisi Guru SD Negeri Sarwadadi 01 Pada Semester II Tahun 2020/2021

Sumber Data

Data yang peneliti peroleh bersumber dari :

  1. Proses Supervisi Akademik dengan menerapkan Pendekatan Kolaboratif Pada Guru SD Negeri Sarwadadi 01 Kawunganten Semester II Tahun Pelajaran 2020/2021.
  2. Sumber data arsip atau dokumen dalam Supervisi Akademik dengan menerapkan Pendekatan Kolaboratif Pada Guru SD Negeri Sarwadadi 01 Kawunganten Semester II Tahun Pelajaran 2020/2021.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Data tentang yakni (1) penggunaan pendekatan kolaboratif dalam supervisi akademik (2) kompetensi guru dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas; dan (3) keterampilan komunikasi guru dengan teman sejawat dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik,. dikumpulkan dengan metode pengamatan, dengan instrumen lembar pengamatan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

KONDISI AWAL

Alasan penentuan guru SD Negeri Sarwadadi 01 Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap sebagai subjek penelitian ini, karena mereka kurang mampu dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas. Peneliti selaku Kepala SD Negeri Sarwadadi 01 berkewajiban melaksanakan pembinaan melalui supervisi akademik.

Kekurangmampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran tuntas secara terperinci tampak pada guru kurang mampu :(1) menjabarkan atau memecah kompetensi dasar ke dalam satuan-satuan (unit-unit) yang lebih kecil dengan memperhatikan pengetahuan prasyaratnya; (2) mengembangkan indikator berdasarkan standar kompetensi /kompetensi dasar; (2) menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk yang bervariasi; (3) memonitor seluruh pekerjaan peserta didik; (4) menyediakan sejumlah alternatif strategi pembelajaran bagi peserta didik yang mengalami kesulitan; (5) menyelenggarakan ulangan untuk melihat ketuntasan setiap kompetensi dasar; (6) menganalisis dan mengadakan tindak lanjut melalui program remedial dan program pengayaan; (7) menyelenggarakan ulangan yang mencakup aspek kognitif dan psikomotor; (8) mengukur aspek afektif dengan kegiatan inventori afektif berupa pengamatan dan kuesioner.

SIKLUS I

Hasil upaya peningkatan kompetensi guru dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas dilaporkan dalam bentuk hasil evaluasi yang tertuang dalam lampiran, kemudian hasil evaluasi tersebut dianalisis dan dituangkan dalam tabel berikut.

Sebaran SKOR Jumlah SUBJEK Prestasi Kelompok Nilai
(A) (B) (A)(B)
5 0 0
4 1 4
3 1 3
2 3 6
1 1 1
0 0 0
JML 6 13
Nilai Rerata 2,200
Kriteria Keberhasilan 4,000
Jml subj skor di atas 4 2
Daya Serap 13%

Tabel 4.1 Analisis Hasil Evaluasi Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyelenggarakan Pembelajaran Tuntas Siklus I

Nilai rerata hasil upaya peningkatan kompetensi dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas baru menunjukkan skor 2,200,. jumlah subjek yang mampu meraih skor 4 ada 2 orang, daya serap menunjukkan angka 13%.

SIKLUS II

Hasil upaya peningkatan kompetensi guru SD Negeri Sarwadadi 01 dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas dilaporkan dalam bentuk hasil evaluasi yang tertuang dalam lampiran, kemudian hasil evaluasi tersebut dianalisis dan dituangkan dalam tabel berikut.

Sebaran SKOR Jumlah SUBJEK Prestasi Kelompok Nilai
(A) (B) (A)(B)
5 6 75
4 0 0
3 0 0
2 0 0
1 0 0
0 0 0
JML 6 75
Nilai Rerata 5,000
Kriteria Keberhasilan 4,000
Jml subj skor di atas 4 15
Daya Serap 100%

Tabel 4.7 Analisis Hasil Evaluasi Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyelenggarakan pembelajaran tuntas Siklus II

Nilai rerata hasil upaya peningkatan kompetensi dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas baru menunjukkan skor 5 posisi ini sudah di atas kriteria keberhasilan sebesar 4. Jumlah subjek yang mampu meraih skor 6, daya serap menunjukkan angka 100%.

Hasil upaya peningkatan mutu keterampilan komunikasi guru dengan teman sejawat dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik dilaporkan dalam bentuk hasil evaluasi yang tertuang dalam lampiran, kemudian hasil evaluasi tersebut dianalisis dan dituangkan dalam tabel berikut.

Nilai rerata hasil peningkatan mutu keterampilan komunikasi guru dengan teman sejawat dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik menunjukkan skor 5. Jumlah subjek yang mampu meraih skor 4 ada 6 orang, daya serap menunjukkan angka 100%.

PEMBAHASAN

Semua data hasil tindakan menunjukkan ada peningkatan yang konsisten dan signifikan, baik dalam upaya peningkatan kompetensi guru SD Negeri Sarwadadi 01 dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas, upaya peningkatan mutu keterampilan komunikasi guru dengan teman sejawat dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik, maupun mutu penggunaan pendekatan kolaboratif.

Rekapitulasi analisis hasil evaluasi yang tertuang pada tabel berikut ini menunjukkan hal itu.

Komponen Siklus
I II
Nilai Rerata 2,429 5,000
Kriteria Keberhasilan 4,000 4,000
Jml subjek dg skor > 4 1 6
Daya Serap 13% 100%

Tabel 4.10 Rekapitulasi Analisis Hasil Evaluasi Upaya Peningkatan Kompetensi Guru  dalam Menyelenggarakan Pembelajaran Tuntas Siklus I dan II

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Permasalahan yang dihadapi peneliti sebagai Kepala SD Negeri Sarwadadi 01 pada awal tindakan adalah: masing kurangnya kompetensi guru dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas, masih kurangnya keterampilan komunikasi guru dengan teman sejawat dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik. Permasalahan tersebut diatasi dengan menyelenggarakan supervisi atau pembinaan dengan pendekatan kolaboratif.

Serangkaian tindakan yang terdiri dari dua siklus membuahkan hasil-hasil yang dibahas pada bab IV. Hasil-hasil tersebut membuktikan bahwa kurangnya kompetensi guru dalam menyelenggarakan pembelajaran tuntas, kurangnya keterampilan komunikasi guru dengan teman sejawat dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik, ternyata dapat diatasi dengan supervisi atau pembinaan pendekatan kolaboratif.

Keberhasilan tersebut dinyatakan secara signifikan atau meyakinkan, karena ditunjukkan oleh skor hasil evaluasi yang melampauai besarnya skor kriteria keberhasilan tindakan.

SARAN

Kepala Sekolah senantiasa melakukan evaluasi kepada guru-guru secara berkala agar kemampuan guru meningkat, menjadi lebih profesional.

DAFTAR PUSTAKA

Baedowi. (2013). Kepemimpinan Pembelajaran. Materi Pelatihan Penguatan Kemampuan Kepala sekolah. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan. Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional

Dirjen Dikdasmen. (2007). Panduan Pengembangan Pembelajaran Tuntas. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional.

Ali Mudlofir. (2012). Pendidik Profesional. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Kunandar. (2007). Guru Profesional : Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta : Rajagrafindo Persada.

Suyanto, 2013, Menjadi Guru Profesional strategi meningkatkan kualifikasi dan kualitas guru di Era Global, Jakarta : Erlangga

Departemen Pendidikan Nasional, 2005. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen, Jakarta: Depdiknas.

Dirjen Dikdasmen. (2007). Panduan Penyelenggaraan Belajar Tuntas. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional.

BIO DATA PENULIS

Nama : Turiyah, S.Pd.

NIP : 19660304 199703 2 004

Unit Kerja : SD Negeri Sarwadadi 01

By admin

You cannot copy content of this page