Iklan

PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SDN 2 TANGGERAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Nurlaely

ABSTRAK

Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran melalui supervisi akademik di SDN 2 Tanggeran Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan pada guru SDN 2 Tanggeran Kabupaten Kebumen. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah kompetensi pedagogik guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Data diperoleh dari rata-rata hasil supervisi akademik di tiap siklus. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah supervisi akademik setidaknya mencapai 85%. Persentase Supervisi akademik mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Siklus I memperoleh 82,5%; dan siklus II memperoleh 87%. Sedangkan Rubrik hasil penilaian RPP guru pada siklus I memperoleh nilai rata-rata yaitu 74%, dan siklus II memperoleh nilai rata-rata 85%. Hal ini berarti indikator keberhasilan sudah terpenuhi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui supervisi akademik dapat meningkatkan kemampuan pedagogik guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran di SDN 2 Tanggeran Kabupaten Kebumen tahun pelajaran 2019/2020.

Kata kunci: Supervisi Akademik, kompetensi pedagogik guru, rencana pelaksanaan pembelajaran

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan dipandang sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang ingin maju. Komponen-komponen sistem pendidikan yang mencakup sumber daya manusia dapat digolongkan menjadi dua yaitu: tenaga kependidikan guru dan nonguru. Tenaga gurulah yang mendapatkan perhatian lebih banyak di antara komponen-komponen sistem pendidikan. Usaha-usaha untuk mempersiapkan guru menjadi profesional telah banyak dilakukan. “Proses pengembangan kinerja guru terbentuk dan terjadi dalam kegiatan belajar mengajar di tempat mereka bekerja. Selain itu kinerja guru dipengaruhi oleh hasil pembinaan dan supervisi kepala sekolah” (Pidarta, 1992:3). Tingkat produktivitas sekolah dalam memberikan pelayanan-pelayanan secara efisien kepada pengguna ( peserta didik, masyarakat ) akan sangat tergantung pada kualitas gurunya yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan keefektifan mereka dalam melaksanakan tanggung jawab individual dan kelompok. Hal ini berarti bahwa guru sebagai fasilitator yang mengelola proses pembelajaran di kelas mempunyai andil dalam menentukan kualitas pendidikan. Konsekuensinya adalah guru harus mempersiapkan ( merencanakan) segala sesuatu agar proses pembelajaran di kelas berjalan dengan efektif. Masalah yang terjadi di SD Negeri 2 Tanggeran masih ditemukan guru sudah membuat RPP belum melengkapi komponen tujuan pembelajaran dan penilaian (soal, skor dan kunci jawaban), serta langkah-langkah kegiatan pembelajarannya masih dangkal. Soal, skor, dan kunci jawaban merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pada komponen penilaian (penskoran dan kunci jawaban) sebagian besar guru tidak lengkap membuatnya dengan alasan sudah tahu dan ada di kepala. Sedangkan pada komponen tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, dan sumber belajar sebagian besar guru sudah membuatnya. Hal ini menyebabkan banyak guru di SD Negeri 2 Tanggeran belum tahu dan memahami penyusunan/pembuatan RPP secara baik/lengkap. Beberapa guru mengadopsi RPP orang lain. Permasalahan tersebut berpengaruh besar terhadap pelaksanaan proses pembelajaran. Perencanaan pembelajaran merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan pembelajaran. Perencanaan yang matang diperlukan supaya pelaksanaan pembelajaran berjalan secara efektif. Perencanaan pembelajaran dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Silabus dan RPP dikembangkan oleh guru pada satuan pendidikan . Guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun Silabus dan RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran harus dibuat agar kegiatan pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran. Tanpa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, biasanya pembelajaran menjadi tidak terarah. Oleh karena itu, guru harus mampu menyusun RPP dengan lengkap berdasarkan silabus yang disusunnya. Rumusan pada penelitian ini yaitu: (1) Bagaimanakah pelaksanaan supervisi akademik dalam peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SD Negeri 2 Tanggeran? (2) Apakah supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SD Negeri 2 Tanggeran? (3) Bagaimana kendala dan solusi pelaksanaan supervisi akademik dalam peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SD Negeri 2 Tanggeran?

Tujuan penelitian ini yaitu untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan Supervisi Akademik dalam peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SD Negeri 2 Tanggeran. (2) meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui Supervisi Akademik di SD Negeri 2 Tanggeran. (3) mendeskripsikan kendala dan solusi pelaksanaan Supervisi Akademik dalam peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di SD Negeri 2 Tanggeran.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah tentang

peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran melalui supervisi akademik. Subjek penelitian ini adalah guru SDN 2 Tanggeran Kebumen tahun pelajaran 2019/2020 yang terdiri dari 10 guru.

Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan yaitu mulai bulan Januari 2016 sampai dengan Juni 2016. Tahap penyusunan proposal dilaksanakan pada bulan Januari dan Februari, tahap pelaksanaan penelitian dimulai bulan Maret dan April, tahap analisis data dimulai pada bulan Maret, dan yang terakhir yaitu penyusunan laporan akan dilaksanakan pada bulan Mei dan Juni.

Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) rubrik untuk mengumpulkan data dan mengetahui kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan lengkap. (2) wawancara untuk mendapatkan data atau informasi tentang pemahaman guru terhadap RPP. (3) Hasil observasi pelaksanaan supervisi akademik.

Dokumentasi merupakan upaya untuk memberikan gambaran bagaimana sebuah penelitian tindakan kelas dilakukan.Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengambil gambar kegiatan para siswa dan guru dalam pelaksanaan pembelajaran saat penelitian dilaksanakan.

Data penelitian perlu diperiksa validitasnya agar data tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Teknik triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan mengecek atau sebagai pembanding data. Pada penelitian ini, teknik triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber (Sugiyono, 2013: 274). Triangulasi sumber pada penelitian ini adalah guru, observer, dan peneliti. Selain triangulasi sumber, triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik. Triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data yang sama dengan teknik yang berbeda (Sugiyono, 2013: 274). Triangulasi teknik pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan diskusi.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian tindakan sekolah ini adalah analisis deskriptif kualitatif untuk menganalisis peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran melalui supervisi akademik dan analisis data statistik deskriptif untuk menganalisis data kuantitatif berupa nilai rencana pembelajaran dan proses kegiatan pembelajaran. Analisis data yang digu-nakan adalah analisis data kualitatif meliputi 3 alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan dan terus menerus selama dan setelah pengumpulan data. Hal tersebut sesuai dengan per-nyataan Sugiyono (mengutip pendapat Miles & Huberman, 1984) bahwa ada tiga langkah pengolahan data kualitatif (2012: 246), yaitu reduksi data, penyajian data dan pe-narikan kesimpulan/ verifikasi data.

Prosedur penelitian ini me-rupakan siklus kegiatan yang akan dilaksanakan selama dua siklus, dan untuk setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Masing-masing siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dijelaskan di atas, langkah-langkah peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui supervisi akademik di SDN 2 Tanggeran tahun ajaran 2019/2020 adalah sebagai berikut: (1) perencanaan dan pengelolaan pembelajaran yang terdiri dari perumusan indikator, penentuan tujuan, metode, langkah-langkah pembelajaran, cara memotivasi siswa, pemberian pengalaman kepada siswa, dan alokasi waktunya, (2) perencanaan pengorganisasian materi pembelajaran yang terdiri dari kesesuaian materi dengan kurikulum dan pengembangan materi sesuai dengan karakter siswa, (3) perencanaan pengelolaan kelas yang terdiri dari penataan ruangan dan pengorganisasian siswa aktif, (4) perencanaan penggunaan sumber dan media pembelajaran yang terdiri dari pemilian sumber belajar dan penggunaan alat/media belajar, (5) perencanaan penilaian yang terdiri dari prosedur dan teknik penilaian serta penyusunan alat penilaian, (6) penampilan fisik rencana pembelajaran yang terdiri dari penggunaan bahasa tulis serta kerapian dan kebersihannya.

Melalui supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran di SDN 2 Tanggeran tahun ajaran 2019/2020. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan hasil supervisi akademik serta rubrik penilaian RPP di setiap siklusnya. Supervisi akademik mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Siklus I memperoleh 82,5%; dan siklus II memperoleh 87%. Sedangkan Rubrik hasil penilaian RPP guru pada siklus I memperoleh nilai rata-rata yaitu 74%, dan siklus II memperoleh nilai rata-rata 85%.

Dari hasil wawancara antara peneliti dengan guru setelah tindakan diperoleh informasi bahwa guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran masih mengadopsi dari internet tanpa memperbaiki lagi susunannya. Bahkan guru mengajar tanpa berpedoman menggunakan RPP karena menganggap sudah hafal diluar kepala.

Berpijak dari hasil pembahasan di atas dapat diketahui bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran melalui supervisi akademik.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam dua siklus melalui supervisi akademik dalam peningkatan kompetensi pedagogik guru di SDN 2 Tanggeran Kebumen, dapat diambil kesimpulan bahwa: “Supervisi Akademik dapat meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran SDN 2 Tanggeran Kebumen Tahun Pelajaran 2019/2020.” Peningkatan tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya supervisi akademik pada siklus I memperoleh 82,5%; dan siklus II memperoleh 87%. Sedangkan Rubrik hasil penilaian RPP guru pada siklus I memperoleh nilai rata-rata yaitu 74%, dan siklus II memperoleh nilai rata-rata 85%. Dengan demikian, secara klasikal supervisi akademik terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sudah mencapai indikator kinerja yang ditargetkan.

Saran dalam penelitian ini adalah: (1) motivasi yang sudah tertanam khususnya dalam penyusunan RPP hendaknya terus ditingkatkan. (2) RPP yang disusun hendaknya mengandung komponen-komponen yang lengkap dan baik karena RPP merupakan pedoman dalam melaksanakan pembelajaran. (3) Dokumen RPP dibuat minimal dua rangkap, untuk arsip sekolah dan ntuk pegangan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Asf, J. & Mustofa, S. (2013). Supervisi Pendidikan Terobosan Baru dalam Peningkatan Kinerja Pengawas Sekolah dan Guru. Yogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Daradjat, Z. (1980). Kepribadian Guru. Jakarta: Bulan Bintang.

Pidarta, M. (1992). Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamadi. (2011). Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah di Sekolah Dasar Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur. Tesis Tidak Dipublikasikan, Universitas Indonesia, Jakarta.

Imron, A. (2000). Pembinaan Guru Di Indonesia. Malang: Pustaka Jaya.

Kemendiknas. (2010). Penelitian Tindakan Sekolah. Jakarta.

Maryono. (2011). Dasar-Dasar dan Teknik Menjadi Supervisor Pendidikan. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Widoyoko, E. (2014). Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Biodata Penulis

Nama : Nurlaely

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD Negeri 2 Tanggeran, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen

By admin

You cannot copy content of this page