Iklan

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RPP MELALUI SUPERVISI KLINIS DI SD NEGERI 1 KRANDEGAN KECAMATAN PURING KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Tusmadyo, S.Pd.

ABSTRAK

Tusmadyo . NIP 19630215 198205 1 004 Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Krandegan Kecamatan Puring. Kabupaten Kebumen. berjudul “Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Menyusun RPP Melalui Supervisi Klinis Di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2018/2019”. Permasalah dalam penelitian ini adalah Apakah model Suprvisi Klinis dapat meningkatkan pemberdayaan tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah binaan? Tujuan penulisan ini adalah untuk memperoleh informasi faktual bahwa model “Supervisi Klinis” dapat meningkatkan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah binaan. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Krandegan yang terdiri dari 8 orang guru di SD N 1 Krandegan Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen. Subjek dan sekaligus objek dalam penelitian ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan ( guru, penjaga sekolah) di sekolah binaan. Prosedur penelitian yang digunakan adalah tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu : (1) perencanaan (2) pelaksanaan tindakan (3) pengamatan (4) refleksi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Model “Supervisi Klinis” dapat meningkatkan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah binaan”.

Kata kunci : Kompetensi Guru, Supervisi Klinis

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kekuranggairahan para guru di SD Negeri 1 Krandegan secara umum antara lain disebabkan oleh: (1) kurangnya komunikasi dan koordinasi di antara para guru dan kepala sekolah yang ada di sekolahnya, (2) Supervisi jarang dilaksanakan dan apabila dilaksanakan lebih cenderung ke aspek administrasi, (3) kurangnya kesempatan untuk mengikuti kegiatan penataran/pelatihan maupun seminar, (4) kegiatan KKG belum maksimal keberadaannya.

Berbekal hasil temuan tersebut di atas, maka akan segera dilakukan upaya untuk meningkatkan kompetensi/ kemampuan guru tersebut. Upaya yang dilakukan adalah pembinaan alternatif bagi guru dengan pendampingan langsung pelaksanaan pembelajaran di depan kelas serta dengan jalan alternatif yaitu bimbingan Kepala Sekolah, sebab dengan bimbingan Kepala Sekolah ini guru akan mendapatkan bimbingan langsung untuk menerapkan strategi, metode atau model pembelajaran sesuai dengan karakteristik materi ajar maupun karakteristik siswa.

Dengan langkah yang demikian itulah diharapkan tercapainya harapan itu segera terwujud. Sebab salah satu aspek terpenting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan adalah masalah guru. Persoalan guru semakin menjadi persoalan pokok dalam pembangunan pendidikan, hal ini disebabkan adanya tuntutan perkembangan masyarakat dan perubahan zaman yang semakin cepat dan komplek.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Kompetensi Guru.

Seorang guru yang profesional sikap dan kinerjanya akan kelihatan dalam kehidupan sehari-hari. Semua hasil kinerja guru mencerminkan kompetensi yang harus dimiliki yang meliputi empat kompetensi dasar, ini sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen No.14/2005 dan Peraturan Pemerintah No19/2005 dinyatakan bahwa kompetensi guru meliputi kepribadian, paedagogik, profesional, dan sosial

  1. Kompetensi Kepribadian, merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan bijaksana, berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia, mengevaluasi kinerja sendiri, dan mengembangkan diri secara berkelanjutan.
  2. Kompetensi Paedagogik, meliputi pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan kurikulum/silabus, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
  3. Kompetensi Profesional, merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuan.
  4. Kompetensi Sosial, merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
  5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Silabus merupakan penjabaran dari standar isi kurikulum, yang kemudian dioperasionalkan dalam RPP. Jadi, RPP merupakan rencana pembelajaran yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran siswa untuk mencapai satu kompetensi dasar (KD) yang akan dilakukan guru dalam satu atau lebih pertemuan PBM di kelas atau tempat pembelajaran lainnya.

RPP bisa disusun dengan komponen yang minimal, tapi lebih baik dengan komponen yang lengkap dan dengan susunan yang sistematis sesuai urutan pelaksanaannya, karena pada hakikatnya RPP merupakan skenario pembelajaran, sehingga siapa pun pemerannya bisa melakukannya karena segalanya sudah ada pada skenario tersebut.

RPP dengan komponen minimal hanya mencakup (1) Tujuan pembelajaran, (2) Materi ajar, (3) Metoda pembelajaran, (4) Sumber belajar, dan (5) Evaluasi atau penilaian hasil belajar (PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 20). Sedangkan RPP yang lengkap terdiri dari (Permendiknas No.41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses)

  1. Identitas
  2. Standar Kompetensi (SK)
  3. Kompetensi Dasar (KD)
  4. Alokasi waktu 5. Indikator Ketercapaian
  5. Tujuan Pembelajaran
  6. Materi Pembelajaran
  7. Metode Pembelajaran
  8. Kegiatan Pembelajaran
  9. Sumber Belajar
  10. Penilaian
  11. Pengertian Supervisi Klinis

Daryanto (2005: 84) mengatakan bahwa supervisi adalah aktivitas menentukan kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan pendidikan. Mantja (2005: 1) mengatakan bahwa supervisi mulai dikenalkan di Indonesia pada saat berlakunya Kurikulum 1975. Supervisi sama dengan kepengawasan dalam tujuan-tujuan memperbaiki dan meningkatkan kinerja guru, berfungsi sebagai monitoring, kegiatannya memiliki fungsi manajemen serta berorientasi pada tujuan pendidikan. Perbedaannya adalah kepengawasan lebih berkaitan dengan sejauhmana rencana yang telah ditetapkan tercapai. Supervisi lebih peduli pada upaya-upaya membantu guru untuk perbaikan dan peningkatan kemampuan.

III METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen

Penelitian dilaksanakan pada tahun pelajaran 2018/2019 semester 1 yaitu pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2018. Arah SD Negeri 1 Krandegan ini ke arah barat laut dengan jarak sekitar 5 km dari kota Kebumen.

Indikator Kinerja

Seluruh data yang telah terkumpul, selanjutnya dipergunakan sebagai alat untuk menilai keberhasilan tindakan. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Hasil/nilai kinerja guru dalam menyusun rencana pembelajaran (rata-rata nilai guru mencapai lebih dari 3,70).
  2. Hasil/nilai kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran (rata-rata nilai guru mencapai lebih dari 3,70).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL PENELITIAN

Rekap Hasil Penilaian kinerja guru dalam Pembelajaran (Pra siklus)

No Aspek yang dinilai Titis Prihatiningtyas Farida Windarningsih Haryati Wafrohaturrohmah Eki Yulian Fitriyani Suryati Surtijah Tusmadyo JUMLAH
A. PERENCANAAN
1. Tujuan Pembelajaran 6 6 7 7 7 7 7 7 54
2. Bahan/Materi Belajar 7 7 7 7 7 7 7 7 56
3. Strategi Pembelajaran 7 7 7 7 7 7 7 7 56
4. Media dan Sumber Belajar 7 7 6 7 7 7 7 7 55
5. Penilaian 6 7 7 7 7 7 7 7 55
Jumlah 33 34 34 35 35 35 35 35 276
Rata –rata nilai 6,9
B. PELAKSANAAN
1. Kemampuan membuka Pelajaran 7 7 7 7 7 7 7 7 56
2. Sikap praktikan dlm proses pembelajaran 7 7 7 7 7 7 7 7 56
3. Penguasaan bahan belajar 7 7 7 7 7 7 7 7 56
4. Proses pembelajaran 7 7 7 7 7 7 7 7 56
5. Menggunakan media dan sumber belajar 7 7 7 7 7 7 7 7 56
6. Penilaian 6 6 6 6 6 6 6 6 56
7. Kemampuan menutup pelajaran 6 6 6 6 6 6 6 6 56
Jumlah 47 47 47 47 47 47 47 47 392
Rata –rata 6,7
Rata –rata kedua aspek 68

Dapat dilihat dari masih banyaknya guru utamanya yang dalam hal mengelola pembelajaran masih konvensional dan belum terlihat kegiatan yang menjurus secara maksimal. Rata-rata guru di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Puring kinerjanya dalam pengelolaan pembelajaran masih dalam kategori cukup, dengan kisaran nilai perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran 6,8. Hal ini dikarenakan guru kurang termotivaasi dalam melaksanakan pembelajaran.

Rekap Hasil Penilaian kinerja guru dalam pembelajaran (Siklus 1)

No Aspek yang dinilai Titis Prihatiningtyas Farida Windarningsih Haryati Wafrohaturrohmah Eki Yulian Fitriyani Suryati Surtijah Tusmadyo JUMLAH
A. PERENCANAAN
1. Tujuan Pembelajaran 7.5 7,5 7 7 7 7 7 7 57
2. Bahan/Materi Belajar 7 7 7 7 7 7 7 7 56
3. Strategi Pembelajaran 7 7 7 7,5 7 7 7 7,5 57
4. Media dan Sumber Belajar 7 7 7,5 7 7,5 7 7 7 57
5. Penilaian 7,5 7 7 7 7 7 7 7,5 57
Jumlah 35,5 35,5 35,5 35,5 35,5 35 35 35,5 284
Rata-rata nilai 7,1
B. PELAKSANAAN
1. Kemampuan membuka Pelajaran 8 7 7 7 7 7 8 7 58
2. Sikap praktikan dlm proses pembelajaran 8 7 7 8 7 8 7 8 59
3. Penguasaan bahan belajar 7 8 8 7 7 7 7 8 59
4. Proses pembelajaran 7 7 7 7 7 7 7 7 56
5. Menggunakan media dan sumber belajar 7 7 7 7 7 7 7 7 56
6. Penilaian 7 8 7 7 7 7 7 7 56
7. Kemampuan menutup pelajaran 7 7 8 7 7 7 7 7 57
Jumlah 51 51 51 50 49 50 50 51 403
Rata – rata nilai 7,3
Rata-rata nilai Semua Aspek 7,2

Dari tabel 3 di atas diperoleh informasi dan gambaran, bahwa ada kenaikan kinerja guru dalam membuat perencanaan dari 6,9 menjadi 7,1 sedangkan dalam melaksanakan pembelajaran dari semula 6,7 dengan kategori sedang menjadi 7,3 dengan kategori baik, walaupun kenaikannya belum begitu menggembirakan, namun sudah mulai ada perubahan yang positif

Siklus II Rekap Hasil Penilaian kinerja guru dalam Pembelajaran

No Aspek yang dinilai Titis Prihatiningtyas Farida Windarningsih Haryati Wafrohaturrohmah Eki Yulian Fitriyani Suryati Surtijah Tusmadyo JUMLAH
A. PERENCANAAN
1. Tujuan Pembelajaran 8 8 7 8 8 7 8 8 62
2. Bahan/Materi Belajar 8 7 8 8 7 8 7 7 60
3. Strategi Pembelajaran 7 8 7 8 9 7 8 8 62
4. Media dan Sumber Belajar 7 7 8 7 8 7 9 8 61
5. Penilaian 8 8 7 9 7 8 8 8 63
Jumlah 38 38 37 39 39 37 37 38 308
Rata-rata nilai 7,7
B. PELAKSANAAN
1. Kemampuan membuka Pelajaran 8 8 9 8 8 8 8 8 65
2. Sikap praktikan dlm proses pembelajaran 8 8 8 8 7 8 8 8 63
3. Penguasaan bahan belajar 7 8 8 8 8 8 8 8 64
4. Proses pembelajaran 8 8 8 8 8 8 8 8 64
5. Menggunakan media dan sumber belajar 8 8 8 8 8 8 8 9 65
6. Penilaian 7 8 7 8 8 7 8 7 60
7. Kemampuan menutup pelajaran 7 7 8 7 7 9 7 8 60
Jumlah 51 51 51 50 49 50 50 51 441
Rata – rata nilai 7,8
Rata-rata nilai Semua Aspek 7,8

Dari data yang terdapat pada tabel di atas diperoleh gambaran informasi bahwa, ada kenaikan hasil rata-rata nilai kinerja guru dalam penyusunan perencanaan dari 7,1 menjadi 7,7 sedangkan dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus kedua ini yaitu dari 7,3 menjadi 7,8 ini berarti kenaikannya sangat menggembirakan hingga mencapai kategori sangat baik walaupun hasil ini juga belum dapat mencapai indikator kinerja dalam penelitian ini.

Siklus 3 Rekap Hasil Penilaian kinerja guru dalam Pembelajaran

No Aspek yang dinilai Titis Prihatiningtyas Farida Windarningsih Haryati Wafrohaturrohmah Eki Yulian Fitriyani Suryati Surtijah Tusmadyo JUMLAH
A. PERENCANAAN
1. Tujuan Pembelajaran 9 8,5 9 9 9 9 9 9,5 72
2. Bahan/Materi Belajar 9 9 9 9 9 9 9 9 72
3. Strategi Pembelajaran 9 9,5 9 9 9 9 9 9,5 73
4. Media dan Sumber Belajar 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 76
5. Penilaian 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 76
Jumlah 46 46 46 46 46 46 46 47 369
Rata-rata nilai 9,2
B. PELAKSANAAN
1. Kemampuan membuka Pelajaran 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 76
2. Sikap praktikan dlm proses pembelajaran 9 9 9 9 9 9 9 9 72
3. Penguasaan bahan belajar 9 9 9 9 9 9,5 9 9,5 73
4. Proses pembelajaran 9 9 9 9 9 9 9 9 72
5. Menggunakan media dan sumber belajar 9 9 9 9 9 9 9 9 72
6. Penilaian 9 9 9 9 9 9 9 9 72
7. Kemampuan menutup pelajaran 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 9,5 76
Jumlah 64 64 64 64 64 64 64 64 513
Rata – rata nilai 9,1
Rata-rata nilai Semua Aspek 9,1

Dari data yang terdapat pada tabel di atas diperoleh gambaran informasi bahwa, ada kenaikan hasil rata-rata nilai kinerja guru dalam penyusunan perencanaan dari 7,7 menjadi 9,1 sedangkan dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus kedua ini yaitu dari 7,8 menjadi 9,2 ini berarti kenaikannya sangat menggembirakan hingga mencapai kategori sangat baik dan telah melampaui kriteria/indikator yang telah ditetapkan bersama antara guru dengan supervisor

PEMBAHASAN.

Untuk meningkatkan kinerja guru Sekolah Dasar dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Puring melalui bimbingan Kepala Sekolah secara periodik. Penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap (siklus). Dalam pelaksanaannya dapat digambarkan sebai berikut :

Temuan sebelum dilaksnakan siklus, (Pra Siklus) antara lain :

  1. Rata-rata guru di SD Negeri 1 Krandegan apabila akan melaksanakan pembelajaran tidak diawali/didukung perencanaan yang baik dan benar sehingga terkesan seadanya.
  2. Dalam pelaksanaan pembelajaran masih terlihat konvensional, maksudnya tanpa adanya dukungan metode dan media yang cukup memadahi.
  3. Belum terlihat langkah yang nyata untuk menyiapkan anak didiknya. Nilai kinerja guru dalam pembelajaran dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Gambar 1: Grafik Keberhasilan Penyusunan Perencanaan Pembelajaran

Gambar 2: Grafik Keberhasilan Pelaksanaan Pembelajaran

Temuan-temuan pada siklus pertama, antara lain:

  1. Semua guru di SD Negeri 1 Krandegan telah membuat komitmen bersama untuk meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan pembelajaran yang baik.
  2. Supervisor telah melaksanakan bimbingan di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Puring secara periodic setiap 15 hari sekali.
  3. Supervisor bersama dengan guru menelaah hasil supervisi yang berupa penilaian kinerja guru dalam pembelajaran.
  4. Dari hasil rekapitulasi dan analisis nilai siklus pertama dapat disimpulkan bahwa, kinerja guru di SD Negeri 1 Krandegan dalam melaksanakan pembelajaran di sekolahnya sudah ada peningkatan namun belum dapat mencapai indikator kinerja yang ditetapkan.
  5. Perlu diadakan kegiatan tindakan pada siklus berikutnya untuk memperbaiki dengan menambah waktu dalam melaksanakan bimbingan.

3. Temuan-temuan pada siklus II, antara lain:

  1. Peneliti melaksanakan bimbingan dengan intensitas waktu setiap 10 hari sekali.
  2. Guru telah berkomitmen untuk meningkatkan kinerjanya dalam memperbaiki pembelajaran.
  3. Supervisor sekaligus sebagai peneliti berkomitmen meningkatkan dan melaksanakan bimbingan secara periodik.
  4. Dari hasil analisa penilaian kinerja guru dalam pembelajaran diperoleh informasi bahwa, guru di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Puring secara keseluruhan telah melaksanakan kegiatan peningkatan kinerja dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada siklus kedua serta berlangsung lebih baik serta prestasi hasil belajar anak meningkat.
  5. Supervisor telah melaksanakan kegiatan bimbingan dengan baik.
  6. Dengan peningkatan kinerja guru di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Puring dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran serta pelaksanaan supervisi klinis secara periodik maka kriteria keberhasilan kegiatan ini dapat tercapai dengan maksimal.

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat terjadinya peningkatkan kinerja para guru di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dengan efektif dan efisien melalui kegiatan bimbingan.

3. Temuan-temuan pada siklus ketiga, antara lain:

a. Peneliti selaku Kepala Sekolah melakukan bimbingan secara periodik setiap 5 hari sekali. hal ini dilakukan untuk memperbaiki tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus II. Intensitas bimbingan yang dilakukan pada siklus II masih kurang dan perlu ditambah. Oleh karena itu, pada siklus III intensitas waktu diperbaiki dengan cara menambah waktu supervisi klinis setiap 5 hari sekali.

  1. Guru telah merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan baik.
  2. Supervisor sekaligus sebagai peneliti berkomitmen meningkatkan dan melaksanakan bimbingan secara periodik terhadap satuan pendidikan dalam wilayah binaannya.
  3. Dari hasil analisa penilaian kinerja guru di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Puring dalam pembelajaran sampai siklus 3 diperoleh informasi bahwa, guru di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Puring secara keseluruhan telah melaksanakan kegiatan peningkatan kinerja dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada siklus ketiga berlangsung amat baik hal ini diharapkan akan berdampak pada prestasi hasil belajar.
  4. Dengan peningkatan kinerja guru di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Puring dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran serta pelaksanaan bimbingan secara periodik maka kriteria keberhasilan kegiatan ini dapat tercapai dengan maksimal.

BAB V PENUTUP

Kesimpulan.

Pelaksanaan bimbingan secara periodik dapat meningkatkan kinerja guru dalam penyusunan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri 1 Krandegan Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen. Hal ini dapat dibuktikan adanya hal-hal sebagai berikut:

  1. Ada perubahan pola mengajar guru, dan penerapan model-model pembelajaran yang variasi.
  2. Guru mampu melaksanakan pembelajaran secara optimal, artinya guru mampu memenuhi hampir semua indikator-indikator dalam Alat Penilaian Kinerja Guru (APKG) dalam perencanaan dan pelaksanakan pembelajaran.
  3. Guru mampu mengajar sesuai dengan tuntutan standar
  4. Ada peningkatan prestasi hasil belajar siswa yang ditandai dengan perolehan nilai yang semakin meningkat.

Saran-Saran

Bagi Guru.

  1. Guru diharapkan lebih konsisten dan lebih banyak berlatih seta belajar agar menjadi guru yang lebih profesional sehingga dapat melaksanakan pembelajaran yang baik, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif pada mutu pembelajaran di kelas yang akhirnya dapat meningkatkan terhadap hasil belajar siswa.
  2. Perlu penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan Kinerja guru dalam memperbaiki pembelajaran melalui bimbingan Kepala Sekolah pada guru yang lainnya.

Bagi Supervisor ( Kepala Sekolah )

  1. Perlu banyak belajar tentang teknik-teknik membimbing agar dapat melakukan perubahan dalam memberikan bimbingan dan pembinaan pembelajaran yang lebih efektif, inovatif kepada guru, sehingga dapat menjadi agen pembaharuan/perubahan dalam melaksanakan pembelajaran, agar mutu pendidikan dapat terus maju selaras dengan tuntutan perkembangan dunia pendidikan.
  2. Hendaknya kepala sekolah mau dan mampu melaksanakan bimbingan secara periodik untuk membantu guru dalam memperbaiki kinerjanya.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi,Abu.1991.Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta

Aida Vitalaya dan Syafri Mangkuprawira.2007a.Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia.Bogor. Ghalia Indonesia.

________________________________________2007b. Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia. Bogor. Ghalia Indonesia.

Akhmad Sudrajat. 2008. Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan. Model Pembelajaran. Bandung : Sinar Baru Algensindo

Amsyah,Zulkifli.2005. Manajemen Sistem lnformasi.2. Jakarta: PT Gramedia Pustaka

Badan Standar Nasional Pendidikan. Permendiknas No 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.Jakarta : Depdiknas

Bimo Walgito.2004. Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: Penerbit Andi

Djumhur dan Moh, Surya.1975.Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah. Bandung: CV Rajawali

H. Daryanto. (2005). Evaluasi pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. Harjanto

E.Mulyasa.2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Alfabeta

Jayadi, 2002. Kolegial Dalam Suasana Kerjasama Yang Harmonis Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Lexy.J Moleong.1995.Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Mantja, W. 2005. Etnografi Disain Penelitian Kualitatif dan Manajemen

Pendidikan. Malang: Wineka Media..

M Ngalim Purwanto. 2006. Administrasi Dan Supervisi Pendidikan. Bandung. PT Remaja Rosdakarya

M.Ngalim Purwanto.2009a. Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

_____________2009b. Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

_____________2009c. Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Martinis Yamin dan Maisah.2005. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Pers

Renita.2006.Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta

Sagala.2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Undang-Undang Guru dan Dosen No.14/2005. Jakarta: Depdiknas

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. PeraturanPemerintah No.19/2005 tentang standar nasional pendidikan. Jakarta: Depdiknas

W.S.Winkel.1981. Prinsip-Prinsip Pembelajaran Efektif. Jakarta: Grasindo

Biodata Penulis

Nama : Tusmadyo, S.Pd.

NIP : 19630215 198205 1 004

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD Negeri 1 Krandegan

You cannot copy content of this page