Iklan

PENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SD NEGERI 1 SIDOAGUNG KECAMATAN SRUWENG KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2019/2020

ABSTRAK

Markhonah,S.Pd.SD. Peningkatan Kinerja Guru Melalui Supervisi Akademik DI SD N Negeri 1 Sidoagung Kecamatan Sruweng Kabupaten Tahun Pelajaran 2019/2020. Permasalahan dalam penelitian tindakan sekolah (PTS) ini adalah kinerja guru SD Negeri 1 Sidoagung Kecamatan Sruweng masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kinerja guru SD Negeri 1 Sidoagung Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2019/2020 melalui supervisi akademik. Subyek  dalam penelitian ini adalah  guru SD Negeri 1 Sidoagung Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen sebanyak 8 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan juli Agustus 2019 dengan tujuan meningkatkan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Kegiatan penelitian meliputi (1) tahap persiapan proposal (2) membuat instrumen (3) pelaksanaan supervisi akademik dalam siklus I dan supervisi akademik dalam siklus II (4) menganalisa data (5) pembahasan (6) membuat laporan. Penelitian tindakan sekolah (PTS) termasuk jenis penelitian kualitatif menggunakan Analisis Diskrptif Komparatif dengan membandingkan hasil kondisi awal dengan hasil siklus I  dan hasil siklus II, Supervisi akademik. Hasil observasi siklus I tingkat kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran masih tergolong rendah maka perlu diadakan supervisi lagi pada siklus II yaitu  pelaksanaan tindakan supervisi individual dengan pendekatan non direktif secara berkolaborasi dengan teman sejawat dan menghadirkan guru model. Hasil rata-rata kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada kondisi awal  64,5 (kategori kurang). Hasil rata-rata kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus I sebesar 71 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus I dibanding kondisi awal 6,5% Sedangkan hasil rata-rata kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus II sebesar  85 (kategori baik). Peningkatan hasil siklus II dibanding hasil siklus I sebesar 14 %. Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, dan hasil penelitian penulis menyimpulkan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran di SD N 1 Sidoagung, Kecamatan Sruweng Tahun Pelajaran 2019/2020.   

         

Kata kunci: Kinerja guru , Supervisi Akademik

PENDAHULUAN

Kinerja guru dalam proses pembelajaran merupakan prestasi kerja yang dicapai guru dalam melaksanakan tugasnya yang diukur berdasarkan 3 indikator yaitu: penguasaan bahan ajar, kemampuan mengelola pembelajaran dan komitmen menjalankan tugas. Dalam menjalankan tugasnya guru dituntut untuk dapat melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model-model pembelajaran agar tercipta suasana belajar yang lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan tetap menyenangkan bagi peserta didik.

Ukuran lain yang dapat digunakan untuk menentukan kinerja guru adalah kedisiplinan. Kedisiplinan guru dapat diukur dari 3 (tiga) tertib yang dilakukan guru dalam pembelajaran, yaitu tertib waktu, tertib administrasi dan tertib mengajar.Dalam melaksanakan tugas mengajar guru harus tepat waktu, mempunyai administrasi mengajar yang lengkap diantaranya RPP,Program Tahunan, program semester, buku absensi siswa, buku agenda, buku pegangan / referensi, dan melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.

Kenyataan yang terjadi di SD Negeri 1 Sidoagung, masih ada guru yang terlambat masuk kelas dengan berbagai alasan, RPP yang belum disusun pada awal tahun ajaran baru, buku agenda ketinggalan, dan masih ada pula guru yang saat mengaja rmenyuruh siswa untuk mencatat di muka kelas saja.

Kepala sekolah selaku supervisor pembelajaran belum maksimal dalam mengadakan kegiatan yang dapat membantu guru dalam pengelolaan proses belajar mengajar secara maksimal, pembinaan Kepala Sekolah masih bersifat insidental sesuai dengan kebutuhan Kepala Sekolah serta program sekolah, belum terarah dan terevaluasi secara baik

Berangkat dari temuan pada kegiatan supervisi sekolah mengidentifikasikan kebutuhan paling mendasar dan mendesak terhadap guru saat ini adalah pembinaan dalam pengelolaan proses belajar mengajar. Keluhan terbanyak tentang pengelolaan proses belajar mengajar pada sekolah adalah kemampuan menerapkan perencanaan pembelajaran terutama dalam penerapan model-model pembelajaran dalam pembelajaran keseharian guru.

Dengan kondisi latar belakang di atas maka peneliti yang sekaligus sebagai Kepala Sekolah di SD Negeri 1 Sidoagung dengan jumlah guru 8 mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kinerja guru dalam pengelolaan proses belajar mengajar yang lebih di sekolahnya sekaligus sebagai laporan atas tindakan aktif kepala SD Negeri 1 Sidoagung dalam peningkatan mutu pengelolaan pembelajaran secara profesional di sekolahnya.

Dalam penelitian ini peneliti mengadakan tindakan dua siklus. Secara umum gambaran tindakan yang peneliti lakukan pada Siklus I adalah supervisi secara individual dengan pendekatan non directif. Pada Siklus II menerapkan supervisi individu dengan pendekatan non directif kolaboratif bersama guru model dan teman sejawat.

KAJIAN PUSTAKA

Kinerja Guru

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kinerja diartikan sebagai cara, perilaku, dan kemampuan seseorang (Poerwodarminto, 2005: 598) Sedangkan Hadari Nawawi (1996: 34) mengartikan kinerja sebagai prestasi seseorang dalam suatu bidang atau keahlian tertentu dalam melaksanakan tugasnya atau pekerjaannya yang di delegasikan dari atasan dengan efektif dan efisien. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa kinerja adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam melakukan sesuatu pekerjaan sehingga terlihat prestasi pekerjaan dalam mencapai tujuan.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 BAB I Pasal 1 ayat 1 bahwa yang dimaksud guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran atau proses pembelajaran merupakan inti dari tugas guru dalam mengajar. Guru dalam melaksanakan tugas mengajar dipengaruhi beberapa faktor, seperti tingkat pendidikan, supervisi akademik, fasilitas kerja (Mulyasa, 2007).

Menurut Hamalik (1999) pembelajaran merupakan kombinasi yang tersusun atas unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran.unsur manusia terdiri atas guru, siswa dan tenaga kependidikan lainnya. Unsur material meliputi buku-buku, papan tulis /layar, LCD, Laptop, kapur/spidol, dan fasilitas ruang lainnya. Prosedur meliputi jadwal, metode penyampaian pelajaran, belajar, evaluasi dan sebagainya.

Supervisi

Menurut Ngalim Purwanto (2007: 76) Supervisi adalah segala bantuan dari para pemimpin sekolah, yang ditujukan kepada perkembangan kepemimpinan guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya di dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Supervisi berupa lingkungan, bimbingan, dan kesempatan dalam usaha dan pelaksanaan pembaharuan-pembaharuan dalam pendidikan dan pengajaran, pemilihan alat-alat pelajaran dan metode-metode mengajar yang lebih baik, cara-cara penilaian yang sistematis terhadap fase seluruh proses pengajaran, dan sebagainya.

Supervisi Akademik

Salah satu tugas kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi akademik. Untuk melaksanakan supervisi akademik secara efektif diperlukan ketrampilan konseptual, interpersonal, dan teknikal (Glickman, at al; 2007).

Supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah intinya adalah membina gurudalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang terdiri dari materi pokok dalam pembelajaran, penyusunsn silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas.

Kerangka Berfikir

Gambar 3.1. Kerangka Berpikir Penelitian

METODE PENELITIAN

Tempat Penelitian

Penelitian Tindakan Sekolah ini dilakukan pada semua guru di SD Negeri 1 Sidoagung Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen..

Waktu Pelaksanaan

Penelitian ini dilakukan pada semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian tindakan sekolah ini berlangsung selama kurang lebih dua bulan dari bulan Juli sampai Agustus 2019.

Subjek Penelitian

Penelitian Tindakan Sekolah mengambil subjek semua guru di SD Negeri 1 Sidoagung Kabupaten Kebumen yang berjumlah 8 orang.

Sumber Data Penelitian

Penelitian Tindakan Sekolah dalam pengambilan data bersumber dari nilai pada saat sebelum dilaksanakan supervise, melakukan studi dokumenter dengan melihat hasil supervisi sebelumnya, administrasi pembelajarn yang telah dibuat, serta pengamatan yang dilakukan sebelumnya, digunakan sebagai nilai prasiklus, sedangkan nilai siklus I dan siklus II diambil setelah dilakukan penelitian dengan menerapkan supervisi akademik individual dengan menerapkan metode pendekatan non directif dengan cara mengunjungi kelas saat guru mengadakan pembelajaran serta melakukan pengamatan saat berlangsung pembelajaran.

Teknik dan alat Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik non tes, menggunakan lembar lembar observasi untuk mengambil data. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini berupa lembar pengamatan.

Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis deskriptif kualitatif komparatif.

Indikator Keberhasilan

Guru dikatakan berhasil dalam pengelolaan Proses Belajar Mengajar secara klasikal jika 70% guru telah memenuhi indikator sesuai yang ditetapkan. Kriteria yang digunakan peneliti untuk mengukur criteria keberhasilan.Tindakan yang dilakukan peneliti yang dinyatakan dapat meningkatkan hasil pengelolaan proses belajar mengajar jika ada peningkatan nilai rata-rata klasikal dari pembelajaran sebelumnya.

Prosedur Siklus Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Sekolah. Menurut Rusna Ritasa Augusta (2010:31) mengatakan bahwa penelitian tindakan sekolah dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur, yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observation), dan refleksi (reflection).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian Kondisi Awal

Kepala Sekolah menilai guru dengan menggunakan instrumen observasi dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa rata-rata kinerja guru SD Negeri 1 Sidoagung dalam pengelolaan pembelajaran baru mencapai angka 64,5. Sebagai gambaran, kompetensi pengelolaan pembelajaran pada kondisi awal adalah sebagai berikut.

No NAMA GURU KELAS NILAI
1 Kamsiyati, SPd. 1 64
2 Endang Purwani, S.PdSD 2 66
3 Kamsori 3 56
4 Siti Muslimatun, S.Pd 4 68
5 Sri Hermiati, S.Pd.SD. MM.Pd 5 62
6 Nuraini, S.Pd.SD 6 76
7 Reni Sekar Oktaviana, S.Pd Guru PAI 66
8 Yanuar Ika Prihartini, S.Pd. Guru Mulok 58
Jml 516

Tabel 4.2 Tabel Kinerja Guru Pada Kondisi Awal

Kompetensi pembelajaran pada kondisi awal diatas dapat disajikan dengan tabel berikut. Nilai terendah 56, nilai tertinggi 76, dengan rerata 64,5 dengan rentang nilai 20. Dapat pula kompetensi pengelolaan pembelajaran di atas disampaikan dalam rentang kemampuan sebagai berikut:

No Rentang Nilai Frekuensi
1

2

3

4

5

51 – 60

61 – 70

71 – 80

81 – 90

91 – 100

2

5

1

Jumlah 8

Tabel 4.3.Rekapitulasi Kinerja guru Pada Kondisi Awal

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa 51-60 sebanyak 2 orang guru, 61-70 sebanyak 5 orang guru, dan 71-80 sebanyak 1 orang guru. Dari tabel di atas dapat dibuat grafik batang sebagai berikut :

Gambar 3.3.Grafik Kinerja Guru Pada Kondisi Awal

Siklus I

Hasil pengamatan kompetensi Guru kelas SD N 1 Sidoagung. Sebagai gambaran, kompetensi pengelolaan pembelajaran pada siklus I adalah sebagai berikut :

No NAMA GURU KELAS NILAI
1 Kamsiyati, SPd. 1 66
2 Endang Purwani, S.PdSD 2 68
3 Kamsori 3 64
4 Siti Muslimatun, S.Pd 4 76
5 Sri Hermiati, S.Pd.SD. MM.Pd 5 68
6 Nuraini, S.Pd.SD 6 82
7 Reni Sekar Oktaviana, S.Pd Guru PAI 76
8 Yanuar Ika Prihartini, S.Pd. Guru Mulok 64
Jml 568

Tabel 4.4 Data Hasil Observasi Kinerja Guru Pada Siklus I

Dalam pengelolaan pembelajaran di SD Negeri 1 Sidoagung dapat dijelaskan sebagai berikut. Nilai terendah 64, nilai tertinggi 82, nilai rerata 71, sedangkan rentang nilainya 18. Dapat pula kompetensi pengelolaaan pembelajaran dapat ditampilkan dalam rentang kemampuan sebagai berikut :

No Rentang Nilai Frekuensi
1

2

3

4

5

51 – 60

61 – 70

71 – 80

81 – 90

91 – 100

0

5

2

1

0

Jumlah 8

Tabel 4.5 Rekapitulasi Data Hasil Observasi Kinerja guru Pada Siklus I

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa rentang nilai 61-70 sebanyak 5 orang guru, 71-80 sebanyak 2 orang guru, dan 81-90 sebanyak 1 orang guru. Dari tabel di atas dapat dibuat grafik batang sebagai berikut :

Gambar 3.4 Grafik Kinerja Guru dalam Pengelolaan pembelajaran Siklus I

Pada tahap ini perlu peneliti bandingkan antara kondisi awal dengan setelah kondisi Siklus I seperti tabel berikut :

No Uraian Kondisi Awal Siklus I
1 Kegiatan Belum diterapkan supervisi akademik individual dengan pendekatan non direktif Sudah menerapkan supervisi akademikindividual dengan pendekatan non direktif
2 Kemampuan dalam pengelolaan administrasi sekolah Nilai terendah 56

nilai tertinggi 76

nilai rerata 64,5

Nilai terendah 64

Nilai tertinggi 82

Nilai rerata 71

Tabel 4.6 Perbandingan Kondisi Awal dengan Siklus I

Deskriptif komparatif dari kondisi awal dengan kondisi siklus I. Dari kegiatan penelitian kondisi awal belum diterapkan supervisi akademik individual dengan pendekatan non direktif. Pada siklus I telah diterapkan supervisi akademik individual dengan pendekatan non direktif. Dari kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran diperoleh peningkatan 8 % dari 56 menjadi 64, nilai tertinggi meningkat 6 % dari 76 menjadi 82, dan rerata meningkat 6,5 % dari 64,5 menjadi 71.

Berdasarkan data tersebut ada peningkatan kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran setelah diterapkan supervisi akademik individual dengan pendekatan non direktif pada siklus I. Akan tetapi peningkatan kemampuan kinerja guru dalam pengelolaan pembelajaran siklus I secara rerata belum optimal, maka perlu diterapkan supervisi individual dengan pendekatan non direktif siklus 2 secara berkolaborasi dengan teman sejawat dan menghadirkan guru model.

Siklus II

Hasil pengamatan kompetensi pengelolaan pembelajaran

Sebagai gambaran, kompetensi pengelolaan pembelajaran pada siklus II adalah sebagai berikut

No NAMA GURU KELAS NILAI
1 Kamsiyati, SPd. 1 80
2 Endang Purwani, S.PdSD 2 84
3 Kamsori 3 76
4 Siti Muslimatun, S.Pd 4 90
5 Sri Hermiati, S.Pd.SD. MM.Pd 5 82
6 Nuraini, S.Pd.SD 6 94
7 Reni Sekar Oktaviana, S.Pd Guru PAI 92
8 Yanuar Ika Prihartini, S.Pd. Guru Mulok 80
Jml 680

Tabel 4.7 Data Hasil Observasi Kinerja guru Pada Siklus II

Pada siklus II ini kinerja pengelolaan pembelajaran sekolah bagi guru kelas SD Negeri 1 Sidoagung diketahui bahwa nilai terendah 76, nilai tertinggi 94 nilai rerata 85, sedangkan rentang nilai 18 Dapat pula kinerja guru dalam pengelolaan pembelajaran dibuat dalam rentang kemampuan sebagai berikut:

No. Rentang Nilai Frekuensi
1.

2.

3.

4.

5.

51 – 60

61 – 70

71 – 80

81 – 90

91 – 100

0

0

3

3

2

Jumlah 8

Tabel 4.8 Rekapitulasi Data Hasil Observasi Kinerja Guru Pada Siklus II

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa rentang nilai 61-70 sebanyak 0 orang guru, 71-80 sebanyak 3 orang guru, dan 81-90 sebanyak , dan 91- 100 sebanyak 2 orang guru. Dari tabel di atas dapat dibuat grafik batang sebagai berikut :

Gambar 3.5 Grafik Kinerja Guru dalam Pengelolaan pembelajaran Pada Siklus II

Refleksi

Pada tahap ini perlu penulis membandingkan hasil tindakan pra siklus, siklus 1, dengan hasil tindakan siklus II seperti tabel berikut:

No. Uraian Siklus I Siklus II
1 Kegiatan Menerapkan supervisi akademik individu dengan pendekatan non direktif Menerapkan supervisi akademik individu dengan pendekatan non direktif kolaboratif dan guru model
2. Kompetensi pengelolaan pembelajaran di sekolah Nilai terendah 64, nilai tertinggi 82 rerata 71 Nilai terendah 76, nilai tertinggi 94, rerata 85

Tabel 4.9 Perbandingan Hasil Tindakan siklus I dengan siklus II

Deskriptif komparatif kondisi siklus 1 dengan siklus 2. dari kegiatan penelitian pada siklus 1 diterapkan supervisi akademik individu dengan pendekatan kolaboratif, sedangkan kegiatan siklus 2 diterapkan supervisi akademik individual dengan pendekatan non direktif secara kolaboratif dan mendatangkan guru model. Dari kinerja dalam pengelolaan pembelajaran nilai terendah meningkat 12% dari 64 menjadi 76, nilai tertinggi meningkat 12 % dari 82 menjadi 94, dan rerata meningkat 14 % dari 71 menjadi 85.

Berdasarkaan data tersebut telah terjadi peningkatan kinerja guru dalam pengelolaan pembelajaran yang signifikan dan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan sehingga penelitian dihentikan pada siklus 2.

Pembahasan Antar Siklus Hasil Penelitian

Kondisi Awal Siklus 1 Siklus II Refleksi

Kondisi Awal Siklus I,SiklusII

Nilai terendah 56 tertinggi 76, rerata 64,5 Nilai terendah 64 tertinggi 82 rerata 71 Nilai terendah 76 tertinggi 94 rerata 85 Nilai terendah naik 20 % dari 56 menjadi 64, menjadi 76, nilai tertinggi naik 18 % dari 76 menjadi 82, menjadi 94 dan rerata 20,5 % dari 64,5, menjadi 71, menjadi 85

Tabel 4.11. Perbandingan Hasil Penelitian Kondisi Awal, Siklus I, dan Siklus II

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa perolehan hasil penelitian sebagai berikut:

  1. Pada kondisi awal nilai terendah 56, meningkat menjadi 64 di siklus I, dan semakin meningkat pada siklus II yaitu menjadi 76 atau 20 %
  2. Nilai tertinggi kondisi awal 76, meningkat menjadi 82, dan semakin meningkat menjadi 94 pada siklus II atau 18 %.
  3. Nilai rerata yang diperoleh pada kondisi awal memperoleh 64,5 meningkat menjadi 71 pada siklus I, dan semakin meningkat menjadi 85 pada siklus II atau 20,5 %.

Perbandingan ketiga kondisi diatas dapat disajikan dalam diagram berikut ini :

Gambar 3.6 Grafik Perbandingan Kinerja Guru dalam Pengelolaan Pembelajaran Kondisi Awal, Siklus 1 dan Siklus II

Berdasarkan grafik di atas dapat diketahui bahwa peningkatan nilai terendah pada kondisi awal ke siklus 1 sebanyak 8 dan peningkatan dari siklus I ke siklus II sebanyak 12. Peningkatan nilai tertinggi dari kondisi awal ke ke siklus I sebanyak 6 dan peningkatan dari siklus I ke siklus II sebanyak 12. Berdasarkaan data tersebut telah terjadi peningkatan kinerja guru dalam pengelolaan pembelajaran yang signifikan dan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan sehingga penelitian dihentikan pada siklus II.

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa:

  1. Faktor- faktor yang menyebabkan rendahnya kierja guru dalam pengelolaan pembelajaran di Sd N 1 Sidoagung kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen adalah kurangnya disiplin admiistrasi, kurangnya disiplin waktu, kurangnya penguasaan guru pada tahapan tahapan pembelajaran apabila menggunakan model pembelajaran tertentu.
  2. Kurangnya disiplin administrasi, dan penguasaan guru pada tahapan tahapan pembelajaran menyebabkan pelaksanaan pembelajaran di SD N 1 Sidoagung tidak berjalan sesuai yang diharapkan.
  3. Pembelajaran di SD N 1 Sidoagung agar berhasil baik perlu dilakukan dengan menempuh tahapan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi.
  4. Penerapan Supervisi akademik individual dengan pendekatan non direktif menyebabkan kinerja guru SD N 1 Sidoagung meningkat. Terbukti pada tiap siklusnya menunjukkan peningkatan.

SARAN

  1. Guru harus disiplin administrasi, disiplin waktu dan menguasai model- model pembelajaran dan tahapan- tahapan dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran dapat berjalan lancar karena persiapannya matang.
  2. Kurangnya disiplin administrasi, kurangnya dan penguasaan guru pada tahapan- tahapan pembelajaran pada model- model pembelajaran menyebabkan pelaksanaan pembelajaran di SD N 1 Sidoagung tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Tingkatkan disiplin administrasi, disiplin waktu, dan tingkatkan pula kompetensi guru agar pembelajaran lancar sehingga kinerja guru meningkat.
  3. Pembelajaran di SD N 1 Sidoagung agar berhasil baik perlu dilakukan dengan menempuh tahapan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi. Kita sebagai guru jangan kagetan apalagi dengan pembelajaran tematik pada Kurikulum 2013, belajar dan terus belajar agar pembelajaran lancar dan prestasi meningkat.
  4. Supervisi akademik adalah pembimbingan, pendampingan dan pembinaan Kepala Sekolah kepada guru agar pembelajaran menjadi lebih baik, laksanakan secara berkala/ sesuai kebutuhan. Guru yang baik selalu bertanya apabila mengalami kesulitan/ masalah, jangan sungkan untuk bertanya, demi kebaikan , demi kemajuan, sebab malu bertanya sesat di jalan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2007. PenelitianTindakan Kelas. Jakarta: Rineka Cipta.

BSNP, 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta:Depdiknas.

Depdiknas . 2004. Standar Kompetensi Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas.

. 2005. UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Depdiknas.

. 2007. Peraturan Mendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta : Depdiknas.

. 2005. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta. Depdiknas.

Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah.2018. Pengembangan Fungsi Supervisi Akademik . Jakarta: Depdiknas

Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Rohadi, Ahmad dan Abu Ahmadi.1990. Teknik-Teknik Supervisi. Jakarta : Rineka Cipta.

Purwanto, Ngalim. 1988. Administrasi dan Supervisi Pendidikan Bandung: Remaja Rodakarya.

Sahertian, Piet. 2000. Konsep Dasar Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana, Nana. 2009. Standar Kompetensi Pengawas Dimensi dan Indikator. Jakarta : Binamitra Publishing.

Sumiati dan Asra.2009.Metode Pembelajaran.Bandung:Wacana Prima.

Suparlan. 2005. Menjadi Guru Efektif. Yogyakarta: Hikayat Publishing.

Walgito, Bimo.2004.Bimbingan dan Konseling di Sekolah.Jakarta:Bumi Aksara.

Biodata Penulis

Nama : Markhonah,S.Pd.SD.

NIP : 19690222 200012 2 001

Unit Kerja : SD Negeri 1 Sidoagung

By admin

You cannot copy content of this page