Iklan

PENINGKATAN KETRAMPILAN MERONCE DAN MENGURUTKAN POLA DENGAN MEDIA BAHAN ALAM PADA ANAK KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK CEMPAKA PGRI SEMESTER I TAHUN AJARAN 2018/2019

ABSTRAK

Suparmi, S.Pd.AUD., Peningkatan Ketrampilan Meronce Dan Mengurutkan Pola Dengan Media Bahan Alam Pada Anak Kelompok B Taman Kanak-Kanak Cempaka PGRI Semester I Tahun Ajaran 2018/2019. Penelitian ini dilakukan karena rendahnya ketrampilan dalam kegiatan Mengurutkan Pola, yang disebabkan guru belum menggunakan Media Bahan Alam, sehingga ketrampilan anak rendah, terbukti dari 15 anak yang bisa hanya 3 anak atau 18,75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan ketrampilan anak dalam kegiatan mengurutkan pola melalui media bahan alam dilakukan dalam dua siklus. Siklus 1 tanggal 19 Pebruari 2018 sampai tanggal 23 Pebruari 2018 dan siklus ke II tanggal 26 Pebruari 2018 sampai dengan 2 Maret 2018. Pada tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian yang dilakukan pada setiap siklus ketrampilan mengurutkan pola ada peningkatan dari kondisi awal anak yang berhasil 3 anak (18,75%), kemudian pada siklus I menjadi 7 anak (43,75%), dan pada siklus II menjadi 14anak (87,50%). Di dalam penelitian ini peneliti menyimpulkan bahwa melalui media bahan alam dalam kegiatan mengurutkan pola meningkat secara signifikan.

Kata Kunci : Mengurutkan Pola, Menggunakan Media Bahan Alam.

PENDAHULUAN

Dalam Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini bertujuan untuk mendorong perkembangan peserta didik secara optimal sehingga memberi dasar untuk menjadi manusia Indonesia yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Struktur kurikulum PAUD memuat program-program pengembangan yang mencakup : nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional dan seni (Permendikbud 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 PAUD).

Pendidikan Taman Kanak-kanak memberi kesempatan untuk berekspresi dengan berbagai cara melalui media kreatif. Misalnya mengekspresikan perasaan senang, puas, keindahan dan lain sebagainya. Pemenuhan kebutuhan anak usia dini untuk berekspresi itu harus mendapat bimbingan dan pembinaan secara sistematis dan terencana agar kesempatan berekspresi yang diberikan anak benar-benar mempunyai arti dan manfaat. Jika diberikan bimbingan dan pembinaan sejak dini yang sebaik-baiknya anak akan mengekspresikan dirinya secara kreatif dan menghayati emosi yang bergejolak dalam dirinya. Maka daya fantasinya atau imajinasi daya kreasi dan perasaan estetis anak memperoleh rangsangan untuk perkembangan.

Dalam pembelajaran di Taman Kanak-kanak banyak sekali ditemukan masalah yang berdampak pada perkembangan anak dan menghambat kreativitas anak. Masalah tersebut dikarenakan anak kurang paham dan tidak kreatif dalam kagiatan meronce dan mengurutkan pola. Sehingga hasil belajar tidak sesuai dengan harapan guru. Seperti yang terjadi pada TK Cempaka PGRI Penusupan dengan jumlah anak didik 18 anak hal tersebut ditandai dengan kondisi sebagai berikut. Pertama setiap kali anak diberi kegiatan meronce dan mengurutkan pola baik mengurutkan warna maupun bentuk hanya 6 anak atau 15% saja anak yang bisa meronce dan 2 anak atau 5% anak yang bisa mengurutkan pola, sisanya belum bisa meronce dan mengurutkan pola. Kedua masalah perilaku belajar anak yang pasif untuk melakukan kegiatan meronce dan mengurutkan pola. Ketiga dalam kegiatan pembelajaran diketahui sebagian besar anak tidak paham dan tidak kreatif dalam mengurutkan pola melalui kegiatan meronce. Peneliti kemudian merenung dan merefleksi diri apa yang menyebabkan semua kegiatan ini terjadi.

KAJIAN PUSTAKA

Ketrampilan

Ketrampilan yaitu kemampuan untuk menggunakan akal, fikiran, ide dan kreatifitas dalam mengerjakan,mengubah ataupun membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehingga menghasilan sebuah nilai.

Keterampilan/ kemampuan tersebut pada dasarnya akan lebih baik bila terus diasah dan dilatih untuk menaikkan kemampuan sehingga akan menjadi ahli atau menguasai dari salah satu bidang keterampilan yang ada, dan disinilah letak tugas para guru keterampilan untuk meningkatkan dan mengasah keterampilan siswa disekolah.

Jadi Ketrampilan yaitu kemampuan untuk menggunakan akal, pikiran,idedankreativitas dalam mengertakan, mengubah atau membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan tersebut.

Meronce

Kata meronce berarti: “menyusun benda atau merangkai benda menjadi satu dengan menggunakan seutas tali atau yang lain” (http://DKeduclub.blogspot.com)Ketrampilan ini membutuhkan ketrampilan koordinasi tangan, ketelitian, kerapian dan kreativitas. Kegiatan meronce jika disajikan dengan minat dan kemampuan anak akan memberikan keasyikan dan kegembiraan serta kepuasan.

Mengurutkan pola

Mengurutkan adalah membuat menjadi urut, sedangkan definisi Pola (patterning) adalah menyusunrangkaian warna, bagian-bagian, benda-benda, suara-suara dan gerakan-gerakanyang dapat diulang (Siti Aisyah, dkk: 2008). Berdasarkan definisi di atas dapat di simpulkan bahwa mengurutkan pola adalah kegiatan mengurutkan bentuk (struktur) yang tepat dalam mengurutkanberdasarkan bentuk, warna, jumlah dan sebagainya. Keterampilan anak dalam mengenal pola dan menyusun suatu urutan polasangat penting dimiliki oleh anak, karena dengan mengenal pola anak dapatmemperluas pengetahuan mereka tentang persamaan dan perbedaan.

Media Bahan Alam

Kata media berasal dari bahasa latin medium yang secara harfiah berarti “tengah” atau “perantara” dalam bahasa arap media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim dan penerima pesan.Menurut Miarso,Yusufhadi (2004.h:458-460) Media adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan, serta dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan dan terkendali (dalam PLPG PAUD, 2013:556). Bahan alamadalah sistem pembelajaran yang berasal atau bersumber dari alam sekitar kita. Jadi Media bahan alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pembelajaran.

Kerangka Berfikir

Bagan 2.1 Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan

Penggunaan media bahan alam dapat meningkatkan kemampuan anak dalam meronce dan mengurutkan pola di Taman kanak – kanak Cempaka PGRI Penusupan, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Penggunaan media bahan alam dapat meningkatkan ketelitian dan ketepatan dalam meroncedan mengurutkan pola di Taman Kanak – kanak Cempaka PGRI Penusupan, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen.

Kriteria Tindakan

Proses perbaikan dinyatakan mencapai tujuan jika tingkat keberhasilan anak tentang meronce dan mengurutkan pola dengan media bahan alam telah mencapai 90%.

Simbol nilai yang digunakan yaitu:

  • Belum berkembang (BB) = anak dalam meronce dan mengurutkan pola belum berkembang
  • Berkembang sangat baik (BSB) = Anak dalam meronce dan mengurutkan pola berkembang sangat baik

METODE PENELITIAN

Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di TK Cempaka PGRI Penusupan, Kecamatan sruweng, Kabupaten Kebumen. Taman Kanak-kanak Cempaka PGRI Penusupan terletak di jalan raya Sruweng Pandansari. Letaknya strategis di sebelah timur Balai Desa Penusupan.

Waktu Pelaksanaan

Waktu yang di gunakan untuk melaksanakan penelitian adalah pada bulan Agustus-September 2018 semester 1 tahun pembelajaran 2018/2019.

Kelompok

Penelitian ini dilaksanakan pada anak kelompok B dengan usia 4-6 tahun, semester 1 tahun 2018/2019 dengan jumlah anak didik 15 anak yang terdiri dari 10 anak laki laki dan 5 anak perempuan. Penelitian ini dilaksanakan karena rendahnya ketrampilan meronce dan mengurutkan pola pada anak didik TK Cempaka PGRI Penusupan.

Diskripsi Rencana Tiap Siklus

Rencana Pelaksanan

RPPH Pembukaan Inti Penutup
I Memutar dan mengayunkan lengan Meronce potongan pohon singkong dengan jenitri berdasarkan pola ab, ab Bercerita menolong teman
II Bergerak bebas dengan irama musik Meronce dengan berdasarkan warna(merah, putih) dari potongan pohon singkong pola ab, ab Bercakap-cakap memelihara lingkungan
III Berjalan ke depan dengan jinjit Meronce dengan berdasarkan bentuk potongan pohon singkong (panjang, pendek) dan jenitri pola Menyebutkan benda-benda yang berbentuk geometri
IV Menyebut dan memperagakan berbagai macam gerakan Meronce sesuai pola dengan berbagai tanaman(daun nangka, batang daun papaya) Mengucap syair “Bulan dan Bintang”
V Tepuk tangan dengan 3pola Meronce sesuai pola dengan berbagai media(jali, jenitri, potongan pohon singkong(merah, putih), batang daun pepaya Bercakap-cakap tentang macam-macam alat kebersihan

Rencana Kegiatan Siklus I (Satu)

RKH Pembukaan Inti Penutup
I Merayap dan merangkak dengan variasi Meronce potongan pohon singkong jenitri pola aa,bb Menunjukan gambar yang diminta
II Melemparkan bola kecil dengan tangan kiri Meronce dengan dan potongan pohon singkong dengan pola warna aa,bb Menyebutkan nama dari orang tua
III Melompat ke samping dengan dua kaki Meronce dengan berbagai potongan pohon singkong panjang pendek dan jenitri Demontratis memasang kancingbaju sendiri
IV Berbagi cerita tentang pengalaman Meronce dengan berbagai tanaman (daun nangka, batang papaya, dan Jenitri 3 Tanya jawab tentang waktu/jam
V Menggelindingkan simpai sambil berlari Meronce dengan berdasarkan pola, Jenitri batang daun papaya, potongan pohon singkong merah, putih, jali dan daun nangka) Membilang sampai 10

Rencana Kagiatan Siklus Ke Dua ( II )

Prosedur Kegiatan Pengembangan

Pada pelaksanaan tindakan, mengacu pada skenario pembelajaran yang di tuangkan di dalam rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) di kedua siklus. Untuk memecahkan masalah yang telah dituangkan, maka di optimalkan melalui permainan meronce dan mengurutkan pola.

Prosedur Umum Kegiatan Pengembangan

Perbaikan pembelajaran dilaksanakan dalam proses perkajian berdaur yang terdiri dari 4 tahap yaitu :

  1. Melakukan perencanaan (planning)
  2. Pelaksanaan tindakan (acting)
  3. Mengamati (observing)
  4. Refleksi (Reflecting)

Rencana Pengamatan dan Pengumpulan Data

Rencana Pengamatan

Untuk meningkatkan kemampuan dalam pembelajaran meronce dan mengurutkan pola pada anak didik Taman Kanak-kanak Cempaka PGRI Penusupan Kelompok B, peneliti merencanakan pengamatan dengan menggunakan format kemampuan anak didik dan rencana kegiatan harian selama 5 hari dalam satu siklus.

No Nama Anak Didik Hasil
BB BSB
1 Anisa Eka Putri V
2 Holid Mawardi V
3 Efi Tusal Sabila V
4 Hafid Jalu Tri W V
5 Latif Ahmad M V
6 Nur Halimah V
7 Rizki Fahrur R V
8 Ananda s V
9 Faeza w V
10 Rijal V
11 Ain V
12 Aji V
13 Nabil V
14 Hana V
15 Rizal V

Data kemampuan meronce dan mengurutkan pola

Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar pengamatan, lembar wawancara, studi perpustakaan dan observasi.

Rencana Refleksi

Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran di siklus yang kedua ternyata mencapai criteria keberhasilan dalam meronce dan mengurutkan pola. Dari 15 anak jumlah anak yang berhasil ada 12 anak (65%) dan yang tidak berhasil ada 5 anak (35%) perbaikan pembelajaran telah berhasil dan selesai pada siklus yang kedua.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Siklus I

RKH 1

Peneliti menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari ini, memperhatikan media yang akan digunakan dalam pembelajaran. Peneliti mendemonstrsikan cara meronce dengan potongan pohon singkong, jenitri, jali sesuai pola. Anak yang berhasil menjadi 7 anak dari jumlah 15 peserta didik, atau naik menjadi 50%. Peneliti akan memperbaiki pada hari berikutnya.

RKH 2

Pada hari ke dua peneliti menggunakan berbagai bentuk potongan pohon singkong, kemudian guru memperlihatkan hasil meronce dan mengurutkan pola kepada anak didik, jumlah anak yang berhasil menjadi 8 anak dari peserta didik dengan jumlah 15 anak atau naik menjadi 68%. Pada hari berikutnya peneliti akan memperbaikannya.

RKH 3

Pada hari ke tiga peneliti akan mangenalkan meronce sesuai pola dengan berbagai bentuk dari jenitri, kemudian guru memperagakan bagaimana cara meronce dan mengurutkan pola di depan peserta didik. Peneliti juga tetap memberikan motivasi dan bimbingan kepada peserta didik yang belum mampu.Tingkat keberhasilan pada hari ketiga bertanbah satu anak dengan hari kedua yaitu 9 anak didik atau meningkat 73%. Peneliti akan memperbaiki dihari berikutnya.

RKH 4

Pada hari ke empat peneliti akan memperagakan bagaimana teknik meronce dengan pola berdasarkan jumlah dan bentuk jenitri tersebut pada anak didik. Selain itu peneliti juga memperlihatkan hasil dari meronce dan mengurutkan pola di depan peserta didik. Tingkat keberhasilan pada hari ke tiga bertambah satu anak dengan hari ke dua yaitu 10 anak peserta didik dari jumlah anak 15 atau meningkat 78%. Peneliti akan memaksimalkan pada siklus ke dua ini di hari berikutnya.

RKH 5

Pada hari ke lima peneliti mengenalkan dan memperagakan kegiatan meronce menurut pola berdasarkan bentuk dan warna potongan pohon singkongdi depan anak didik. Bagaimana mengurutkan bentuk dari yang pendek ke yang panjang dan dari warna merah ke putih.Peneliti juga tetap sambil memberi motivasi dan bimbingan bagi anak yang belum mampu. Pada hari ke lima ini jumlah anak yang mampu meningkat menjadi 12 dari 15 anak atau meningkat 84%. Peneliti merasa sudahberhasil karena lebih dari 75% yang sudah berhasil mampu meronce dan mengurutkan pola melalui bahan alam.

Pada siklus pertama perbaikan pembelajaran belum berhasil karena baru 57% atau 9 anak , sedangkan peneliti mengharapkan keberhasilan adalah 90%, oleh karena itu peneliti masih melanjutkan penelitian pada siklus kedua. Setelah peneliti melakukan perbaikan pembelajaran pada siklus I maka diperoleh hasil belajar yang dicapai anak didik sebagai berikut :

No Nama Anak Studi Awal Siklus I
BB BSH BB BSH
1 Agil V V
2 Afan V V
3 Anisa V V
4 Efi V V
5 Jalu V V
6 Aji V V
7 Holid V V
8 Latif V V
9 Rijal V V
10 Nabil V V
11 Imah V V
12 Ain V V
13 Hana V V
14 Rizal V V
15 Fahrur V V

Tabel 4.1 Hasil Belajar Siswa

Keterangan : BB = Belum Berkembang

BSB = Berkembang Sangat Baik

NO JENIS

KEGIATAN

NAMA ANAK BB BSB
1 Meronce dan mengurutkan pola AGIL AFIK ANUGRAH V
2 -Kreativitas AFAN BANI BAHTIAR
3 -Kerapihan ANISA EKA PUTRI V
4 -Ketepatan EFI TUSAL SABILA V
5 -Kerapihan HAFID JALU TRI WIDODO V
6 HENDRIK RETNAJI V
7 HOLID MAWARDI
8 LATIF AHMAD MAULIANA V
9 M. RIJAL IBNU ANWAR
10 NABIL AZIZAH APRILIA
11 NUR HALIMAH V
12 NURIN NAJWA AINU R
13 NUR WARHANA
14 RIZALUL MUZZAMIL V
15 RIZKI FAHRUROJI ALHAFSI

Keterangan:

BB : Belum Berkembang

MB : Mulai berkembang

BSH : Belum Sesuai Harapan

BSB : Berkembang Sangat Baik

SIKLUS II

RKH 1

Peneliti menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan pada hariini, memperhatikan media yang akan digunakan dalam pembelajaran. Peneliti mendemonstrasikan cara meronce manic-manik kan warna (putih, pink). Anak yang berhasil menjadi 7 anak dari jumlah 15 peserta didik, atau naik menjadi 50%. Peneliti akan memperbaiki pada hari berikutnya.

RKH 2

Pada hari ke dua peneliti menggunakan berbagai bentuk manic-manik dan besar kecilnya manic-manik, kemudian guru memperlihatkan hasil meronce dan mengurutkan pola ke anak didik.Jumlah anak yang berhasil menjadi 8 anak dari peserta didik dengan jumlah 15 anak atau naik menjadi 68%. Pada hari berikutnya peneliti akan memperbaikinya.

RKH 3

Pada hari ke tiga peneliti akan mengenalkan meronce sesuai pola dengan berbagai bentuk geometri dari kertas, kemudian guru memperagakan bagaimana cara meronce dan mengurutkan pola di depan peserta didik. Peneliti juga tetap memberikan motivasi dan bimbingan kepada peserta didik yang belum mampu.Tingkat keberhasilan pada hari ke tiga bertambah satu anak dengan hari ke dua yaitu 9 anak dari 15 anak didik atau meningkat 73%. Peneliti akan memperbaiki di hari berikutnya.

RKH 4

Pada hari ke empat peneliti akan memperagakan bagaimana teknik meronce dengan pola berdasarkan jumlah dan bentuk potongan pohon pisang tersebut pada anak didik. Selain itu paneliti juga memperlihatkan hasil dari meroncedan mengurutkan pola di depan peserta didik. Tingkat keberhasilan pada hari ke tiga bertambah satu anak dengan hari ke dua yaitu 10 anak peserta didik dari jumlah anak 15 atau meningkat 78%. Peneliti akan memaksimalkan pada siklus ke dua ini di hariberikutnya.

RKH 5

Pada hari ke lima peneliti mengenalkan dan memperagakan kegiatan meronce menurut pola berdasarkan bentuk dan warna pohon singkong di depan anak didik. Bagaimana mengurutkan bentuk dari yang pendek sampai yang panjang dan dari warna putih ke yang merah.Peneliti juga tetap sambil member motivasi dan bimbingan bagi anak yang belum mampu. Pada hari ke lima ini jumlah anak yang mampu meningkat menjadi 12 dan 15 anak atau meningkat 84%. Peneliti merasa sudah berhasil karena lebih dari 75% yang sudah berhasil mampu meronce dan mengurutkan pola melalui bahan alam.

Setelah pelaksanaan perbaikan pada siklus kedua ini tingkat keberhasilan dalam kegietan meroncedan mengurutkan polasudah sesuai dengan target yaitu 90%. Dari 15 anak didik jumlah anak yang berhasil dalam pembelajaran meronce dan mengurutkan pola ada 14 anak dan yang belum berhasil hanya 1 anak.Maka dari itu pembelajaran pada siklus kedua dinyatakan sudah berhasil. Setelah peneliti melakukan perbaikan pembelajaran pada siklus I dan II, maka diperoleh hasil belajar yang dicapai anak didik sebagai berikut:

No Nama Anak Siklus I Siklus II
BB BSB BB BSB
1 Arif Taqiyudin V V
2 Aprilia Nur Aini V V
3 Anugrah Pratama Putra V
4 Aska Anastasya As’zahra V V
5 Agustin Dwi Rahmadani V V
6 Dwi Yanda Puspita Negara V V
7 Elfi Rahmawati V V
8 Edo Novrianzah V V
9 Isfa Desti Mukharomah Setiawan V V
10 Kukuh Iman Tri Hidayah V V
11 Latifah Silviani V V
12 Moh Teguh Widodo V V
13 Nofal Difa Saputra V V
14 Reyhan Fadilla V V
15 Sabbil Michaylasasabla V V
Jumlah 4 11 1 14
Presentase 21%

Pembahasan Hasil Penelitian

Pelaksanaan perbaikan berkaitan dengan rencana siklus selanjutnya jika perbaikan pada siklus 1 belum menunjukan keberhasilan yang sesuai dengan kriteria keberhasilan. Perbaikan pembelajaran di rancang oleh peneliti dalam bentuk Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang berjumlah lima (5) tiap siklus.

Karena tindakan perbaikan pembelajaran meronce dan mengurutkan pola belum menunjukan keberhasilan pada siklus pertama (1), maka di lakukan tindakan perbaikan pada siklus kedua (2). Hasil refleksi tindakan pada siklus kedua yaitu:

Pertemuan 1

Hasil refleksi pertemuan pertama pada kegiatan meronce dan mengurutkan pola adalah persiapan yang telah di lakukan guru sudah baik, namun penerapan metode yang di gunakan masih belum maksimal.

Pertemuan 2

Metode berfungsi dengan baik dan anak-anak aktif melakukan kegiatan meronce dengan berbagai media.Guru member motivasi pada anak yang belum mampu.

Pertemuan 3

Penerapan langkah-langkah media bahanalam pada pertemuan ketiga sudah optimal sehingga kreativitas anak maningkat.

Pertemuan 4

Perbaikan pada penerapan media bahan alam yang di terapkan pada kegiatan cukup berhasil sehingga kegiatan meronce dan mengurutkan pola berhasil dengan baik anak merasa senang.

Pertemuan 5

Kreativitas anak dalam meronce dan mengurutkan pola telah memenuhi target penelitian yaitu meningkat menjadi 85% sehingga perbaikan pembelajaran dinyatakan telah berhasil dan selesai pada siklus yang ke 2 ini.

Pelaksanaan perbaikan pembealjaran pada kegiatan meronce dan mengurutkan pola dilaksanakan dalam dua siklus ternyata menunjukan peningkatan yang memuaskan.Terlihat pada hasil rekapitulasi manunjukan terlaksananya pembelajaran meronce dan mengurutkan pola pada setiap siklus. Hal ini menjadi bukti bahwa kegiatan perbaikan pembelajaran sangat membantu anak daam proses pembelajaran, bekerja sama secara korperatif dengan teman sehingga anak termotivasi untuk belajar dan pada akhirnya keberhasilan pembelajaran anak meningkat.

Perolehan kemampuan dan hasil belajar anak sikus I yaitu 15 anak , 12 anak yang sudah berhasil dalam meronce dan mengurutkan pola dengan bahan alam( 71,42%), sedangkan 3 anak belum berhasil. Hasiltersebutlebih baik dibandingkan pada studi awal, jumlah anak yang berhasil hanya 2 anak (28,57). Pada siklus ke II anak yang berhasil meningkat menjadi 6 anak (85,71% ) dan 1 anak tidak berhasil (14,28%).

Dengan menggunakan bahan alam pembeajaran pada anak usia dini terlihat hidup dan menarik, sehingga membawa keberhasilan belajar yang cukup memuaskan. Untuk itu perbaikan pembelajaran ( PTK) ini sampai siklus II dinyatakan sudah berhasil dan selesai.

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data pengamatan selama melaksanakan siklus perbaikan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa melalui meronce dan mengurutkan pola anak usia ini pada Taman Kanak-kanak Cempaka PGRI PenusupanKecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2018/2019.

Dalam kegiatanmeronce dan mengurutkan pola melalui media bahan alam menunjukan peningkatan kreativitas dan kemampuan anak yang terbukti pada siklus 1 anak yang mampu hanya 58% dan pada siklus II meningkat menjadi 85%.

Dengan teknik bermain anak merasa senang dan bersemangat karena dalam melakukan kegiatan belajar tanpa beban karena dilaksanakan sambil bermain. Hal ini sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang selalu ingin tahu dan ingin mencoba aktif.

Dalam pelaksanaan kegiatan meroncedan mengurutkan pola pada anak usia dini melalui media bahan alam dapat diambil kesimpulan bahwa:

  1. Media bahan alam dapat meningkatkan kreativitas anak dalam kegiatan meronce dan mengurutkan pola pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak Cempaka PGRI Penusupan Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2018/2019.
  2. Media bahan alam dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan meronce dan mengurutkan pola pada anak usia dididi Taman Kamak-kanak Cempaka PGRI Penusupan , Kecamatan Sruweng,Kabupaten Kebumen Tahun 2018/2019.

SARAN

Sebagai tindak lanjut penelitian yang sudah dilaksanakan agar memperoleh hasil yang optimal yaitu meningkatkan kemampuan motorik halus anak dan kreativitas dakam kegiatan meronce dan mengurutkan pola melalui media behan alam dan sesui dengan karakteristik dan tahap perkembangan anak usia dini maka di sarankan :

  1. Diharapkan guru menggunakan metode yang tepat sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran sehingga ank lebih mudah dalam menerima dan mengikuti pembelajaran..
  2. Agar dalam kegiatan pembelajaran meronce dan mengurutkan pola menarik seyogyanya guru manggunakan bahan..
  3. Pada beberapa kegiatan pembelajaran sebaiknya bahan alam digunakan guru agar anak tidak jenuh dan bosan, pembelajaran tidak monton, mudah dipahami, menarik dan terasa nyata bagi anak sehingga kemampuan dan hasil belajar akan meningkat..
  4. Pada beberapa kegiatan pembelajaran anak didik diharapkan selalu aktif dalam mengikuti metode dan teknik yang guru jelaskan, sehingga pembelajara terasa lebih bermakna karena anak didik merasakan dan mengalami sendiri. Hal ini membuat pembelajaran mudah dimengerti dan di pahami anak didik,sehingga ank didik termotivasi untuk terus berkreativitas dan hasil belajarnya akan maksimal.
  5. Guru senantiasa melakukan pengamatan, evaluasi dan refleksi dalam menyempurnakan RPPH yangselalu digunakan setiap hari.
  6. Dalam kegiatan pembelajaran sebaiknya guru lebihpeka dan tidak menutup diri dari kritikan yang kadang terlontar dari anak didiknya sendiri karena anak menyampaikannya dengan jujur apa adanya tanpa ada yangdirahasilakan.

Biodata Penulis

Nama : Suparmi, S.Pd.AUD

NIP : 19670305 200801 2 009

Unit Kerja : TK Cempaka PGRI

By admin

You cannot copy content of this page