Iklan

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI BERMAIN LEMPAR TANGKAP BOLA BESAR PADA ANAK DI TK AISYIYAH TAHUN AJARAN 2019-2020

Sumini, S.Pd.AUD.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan motorik kasar anak-anak di TK Aisyiyah melalui bermain lempar tangkap bola besar. Penelitian ini dilakukan karena terdapat permasalahan dalam peningkatan kemampuan motorik kasar pada anak di TK Aisyiyah. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Subjek yang diteliti adalah anak di TK Aisyiyah yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan motorik kasar pada anak-anak di TK Aisyiyah. Peningkatan dapat dilihat dari observasi yang telah dilakukan, pada kondisi awal keseimbangan anak sebesar 10%, kekuatan 5% dan kelentukan 20%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I dan siklus II keseimbangan anak telah mencapai 95%, kekuatan 95% dan kelentukan 100%. Dari hasil yang diperoleh dalam penelitian membuktikan bahwa melalui bermain lempar tangkap bola besar dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.

Kata kunci : Motorik Kasar, Lempar Tangkap Bola Besar.

PENDAHULUAN

Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang mendasar melalui pembinaan dan pengembangan potensi anak. Oleh sebab itu, pendidikan anak usia dini hendaknya disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan yang dilalui anak usia dini dan memberikan pembiasaan yang baik kepada anak agar dapat menstimulasi perkembangannya.

Anak perlu dibimbing dalam segala hal, baik yang berhubungan dengan aktivitas sosialnya, aktivitas moralnya, aktivitas komunikasinya dan aktivitas motoriknya. Usia dini merupakan masa yang paling baik untuk menanamkan nilai-nilai yang ada karena anak sedang berada pada tahap pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun motorik

Aktivitas gerak yang dilakukan dengan bermain bagi anak usia dini merupakan suatu hal yang menyenangkan. Bermain merupakan hal yang sangat disenangi oleh anak usia dini. Bermain dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak dapat dilakukan dengan berbagai macam bentuk misalnya bermain peran makro, bermain kelereng, lari zig-zag, dan lempar tangkap bola.

Lempar tangkap bola merupakan kegiatan bermain yang menggunakan bola sebagai media. Kegiatan lempar tangkap bola ini seringkali diterapkan bagi anak usia dini dengan tujuan untuk mengembangkan motorik kasar. Penelitian ini menggunakan media bola kecil yang ringan dan tidak memberatkan bagi anak dalam bermain lempar tangkap bola di TK Aisyiyah. Media bola kecil digunakan sebagai alat bantu untuk membantu mengembangkan motorik kasar, media bola kecil juga berfungsi sebagai rangsangan agar anak tertarik untuk melakukan aktivitas bermain.

Berdasarkan pengamatan di TK Aisyiyah, saat proses pembelajaran motorik kasar beberapa siswa kurang mampu dalam melakukan praktik bermain dengan melempar menangkap bola. Meskipun ada beberapa anak sudah bisa melakukan gerakan lempar dan tangkap, anak masih terlihat sangat kaku pada saat melakukan dan masih membutuhkan bantuan dari guru. Kurang lebih 10% dari jumlah anak memang sudah dapat melakukan praktik melempar dan menangkap namun terlihat bahwa anak masih terlihat canggung dan kaku seperti anak belum bisa menjaga keseimbangan pada dirinya setelah melakukan gerakan. Anak juga masih melakukan gerakan dengan arahan-arahan yang diberikan oleh guru. Selain itu anak terlihat masih ragu-ragu dalam melakukan melempar maupun menangkap bola dan kurang memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka sendiri sehingga motivasi dari guru sangat berpengaruh pada diri anak.

Dari hasil observasi di lapangan tersebut ditemukan bahwa kemampuan anak dalam lempar tangkap bola masih rendah, selain hal tersebut motivasi dari diri anak sendiri juga sangat kurang. Proses pembelajaran motorik kasar biasanya selalu dilakukan diluar kelas, biasanya setelah anak jenuh anak malah bermain sendiri berlari-larian tidak teratur atau berbicara dengan teman sehingga membuat situasi pembelajaran tidak kondusif lagi.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis berminat untuk melakukan sebuah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul Peningkatan kemampuan motorik kasar anak melalui bermain lempar tangkap bola besar pada anak di TK Aisyiyah Tahun Ajaran 2019-2020. Melalui penelitian tersebut diharapkan agar kemampuan motorik kasar pada sekolah tersebut dapat ditingkatkan melalui metode bermain melalui bermain sederhana.

KAJIAN TEORETIS

Hakikat Motorik Kasar

Yudha M (2005: 19) perkembangan motorik adalah kemajuan pertumbuhan gerakan sekaligus kematangan gerak yang diperlukan bagi seorang anak untuk melaksanakan suatu ketrampilan. Dalam setiap periode usia ketrampilan anak akan bertambah, semakin anak berusia semakin terampil.

Perkembangan motorik dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik merupakan peningkatan yang terjadi baik secara perlahan maupun pesat dalam keterampilan gerak pada diri anak. Jadi dapat dikatakan bahwa pada masa anak usia dini atau masa kanak- kanak merupakan masa yang paling tepat untuk mempelajari keterampilan motorik dikarenakan pada masa tersebut anak masih memiliki ruang dan kesempatan yang luas untuk mempelajari ketrampilan-ketrampilan motorik jika dibandingkan dengan usia-usia lain yang bahkan berada di atas usia kanak-kanak.

Faktor Perkembangan Motorik Anak Usia Dini

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik anak usia dini, yaitu perkembangan anatomis adalah ditunjuk dengan adanya perubahan kuantitas pada struktut tulang- tulang, proporsi tinggi kepala dan badan secara menyeluruh., dan perkembangan fisologis ditandai dengan adanya perubahan secara kualitatif maupun kuantitatif dan fungsional.

Tujuan dan Fungsi

Yudha M. Saputra (2005: 20) tujuan dan fungsi peningkatan dimaksud sebagai upaya dalam meningkatkan penguasaan keterampilan yang tergambar dalam kemampuan menyelesaikan tugas motorik tertentu. Dalam penelitian ini bermain lempar tangkap bola dilakukan sebagai usaha meningkatkan kemampuan motorik anak dengan media menggunakan bola. Kualitas motorik terlihat dari seberapa jauh anak tersebut mampu menampilkan tugas motorik yang diberikan dengan tingkat keberhasilan tertentu. Jika tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas motorik tinggi berarti motorik yang dilakukan efektif dan efisien.

Sasaran motorik

Sumantri (2005: 99) gerak sangat berpengaruh pada anak untuk masa saat ini atau masa selanjutnya, gerak sangat berguna bagi perkembangan dan pertumbuhan anak TK. Pengayaan motorik kasar merupakan kemampuan anak TK beraktifitas dengan menggunakan otot besar, pada anak TK kemampuan menggunakan tergolong dalam kemampuan gerak dasar. Kemampuan gerak dasar dibagi menjadi tiga kategori yaitu: (a) lokomotor, (b) non lokomotor dan (c) manipulatif.

Peran Pendidik dalam Pengembangan Ketrampilan Motorik Anak Usia Dini

Sumantri (2005: 169) Pendidik berperan sangat penting dalam membantu memfasilitasi dan memberikan pengawasan bagi perkembangan anak didiknya. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pendidik dalam proses khususnya motorik kasar pada anak usia dini (3-6 tahun) sebagai berikut: (1) Kesiapan Belajar, (2) Kesempatan Belajar, (3) Kesempatan berpraktik/latihan, (4) Model yang baik, (5) Bimbingan (6) Motivasi.

Hakikat Bermain Anak Usia Dini

Sofia Hartati (2005:85) bermain merupakan sarana yang dapat mengembangkan anak secara optimal karena memiliki pengaruh terhadap perkembangan. Jadi bermain adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak untuk mengembangkan aspek perkembangan pada diri anak yang bersifat sukarela, dan dapat dilakukan secara bebas baik dalam kelompok maupun tunggal.

Fungsi Bermain

Santrock (1998) menjelaskan bahwa fungsi bermain pada saat ini secara terus menerus yang memberikan pengalaman menekan pada anak. Beberapa nilai yang terkandung dalam bermain yang berfungsi bagi perkembangan anak adalah nilai fisik dan kesehatan, dimana melalui bermain anak dapat melatih dan mengembangkan otot-ototnya dan bagian tubuh lainnya yang selanjutnya akan memberi efek sehat dan bugar pada diri anak.

Perkembangan kemampuan bermain

(Sofia Hartati 2005: 87) mengamati perkembangan bermain pada anak dan mendapatkan bahwa pola perkembangan bermain menggambarkan pola perkembangan sosial anak. Berikut 6 golongan perkembangan bermain: (1) Unoccupied Play (tidak benar-benar terlibat dalam kegiatan); (2) Solitary play (bermain sendiri);(3) Onlooker play (pengamat); (4) Parallel play (bermain paralel);(5) Associative play (bermain asosiatif); (6) Cooperativ play (bermain bersama).

Hakikat Lempar Tangkap

Menurut Sumantri (2005: 87) melempar adalah gerakan yang mengarahkan pada suatu benda yang dipegang dengan cara mengayunkan tangan kearah tertentu. Gerakan yang dilakukan pada saat melempar adalah menggunakan kekuatan tangan dan lengan yang memerlukan koordinasi beberapa unsur gerakan, misalnya gerakan lengan dengan jari-jari yang harus melepaskan benda yang dipegang pada saat tepat. Untuk melakukan gerakan melempar dengan baik perlu pula koordinasi gerak yang baik dengan gerakan bahu, togok dan kaki.

Sedangkan menangkap yang dilakukan oleh anak kecil adalah berupa gerakan tangan untuk menghentikan suatu benda yang menggulir dilantai atau benda yang didekatnya. Kemampuan anak akan semakin bertambah jika anak sering mengulang-ulang kegiatan tersebut. Karena dengan mengulang akan terjadi sinkronisasi gerakan tangan dengan kecepatan benda yang akan ditangkapnya.

Bola Besar

Bachtiar (2007: 7.13) Bola besar sering digunakan dalam permainan yang sangat populer seperti sepak bola, bola voli dan lain-lain. Dalam bermain bola merupakan sasaran yang paling pokok. Dalam bermain bola terdapat teknik-teknik bagaimana cara memainkan bola beberapa diantaranya adalah melempar bola dan menangkap bola. Keunggulan bermainan bola besar : (a) Dapat dilakukan secara beregu, (b) Dapat menggunakan berbagai macam bola yang termasuk dalam golongan bola besar, (c) Membantu perkembangan anak.

KERANGKA PIKIR

2.1 Kerangka Pikir Penelitian

Hipotesis tindakan

Hipotesis tindakan yang diajukan dalam peneilitian ini adalah “Melalui bermain lempar tangkap bola besar pada anak dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak di TK Aisyiyah tahun ajaran 2019-2020”.

Metode Penelitian

Setting penelitian/lokasi penelitian

Tempat penelitian adalah TK Aisyiyah Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap.

Waktu penelitian

Penelitian ini akan dilakukan pada semester II tahun pelajaran 2019 – 2020.

Subjek penelitian

Subjek penelitian adalah anak didik di TK Aisyiyah pada semester II Tahun Ajaran 2019-2020

Teknik Pengumpul Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas ini yaitu dengan cara observasi dan dokumentasi

Teknik Analisis data

Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian tindakan kelas (PTK) ini yaitu menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.

Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini yang digunakan adalah bentuk check list. Check list yang dibuat dilakukan terhadap anak dalam indikator kemampuan anak dalam melakukan kegiatan melempar dan menangkap dengan melihat anak mempraktikkan kegiatan melempar dan menangkap.

MOTORIK KASAR
MELEMPAR DAN MENANGKAP
Keseimbangan Kekuatan Kelentukan
No Nama 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
Jumlah

Lembar Check list Motorik Kasar

Kriteria Deskripsi Skor
Berkembang Sangat Bagus Anak dapat mempertahankan posisi tubuh setelah melakukan gerakan melempar dan menangkap bola 4
Berkembang Sesuai Harapan Anak kurang bisa mempertahankan tubuh setelah melakukan gerakan melempar dan menangkap bola. 3
Mulai Berkembang Anak kurang seimbang dalam mempertahankan posisi tubuh sehingga terjatuh pada saat melempar dan menangkap bola 2
Belum Berkembang Anak tidak mau melempar dan menangkap 1

Rubrik Penilaian Keseimbangan

Kriteria Deskripsi Skor
Berkembang Sangat Bagus Anak dapat melempar dan menangkap bola sesuai sasaran (3 meter) 4
Berkembang Sesuai Harapan Anak melempar dan menangkap bola kurang tepat dengan sasaran (2 meter) 3
Mulai Berkembang Anak tidak dapat melempar atau menangkap bola sesuai sasaran. (dibawah 1 meter) 2
Belum Berkembang Anak tidak mau melempar dan menangkap 1

. Rubrik Penilaian Kekuatan

Kriteria Deskripsi Skor
Berkembang Sangat Bagus Anak sudah dapat melakukan gerakan lempar tangkap dengan keleluasaan gerak persendian dan gerak otot 4
Berkembang Sesuai Harapan Anak mulai dapat melakukan gerakan melempar dan menangkap namun belum leluasa. 3
Mulai Berkembang Anak belum dapat melakukan melempar dan menangkap dengan leluasa. 2
Belum Berkembang Anak tidak mau melempar dan menangkap. 1

Rubrik Penilaian Kelentukan

Indikator Keberhasilan

Tindakan dalam penelitian ini akan dikatakan berhasil jika kemampuan motorik kasar anak mengalami peningkatan sebesar 75% dari jumlah anak di TK Aisyiyah.

Prosedur Penelitian

Model Penelitian Tindakan Kelas

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Hasil Penelitian Kondisi Awal

No Indikator Pra Tindakan Kriteria
1 Keseimbangan 2 (10%) Berkembang sesuai harapan
2 Kekuatan 1 (5%) Berkembang sesuai harapan
3 Kelentukan 5 (25%) Berkembang sesuai harapan

Observasi Kemampuan Motorik Kasar Anak Pra Tindakan

Dilihat dari tabel motorik kasar sebelum dilakukan tindakan menunjukkan bahwa hanya 10% anak mampu melakukan kegiatan melempar dan menangkap dengan seimbang, 5% anak mampu melempar dan menangkap dengan kuat dan 25% anak mampu melempar dan menangkap dengan lentuk yang sudah berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan.

No Kriteria Keseimbangan Kekuatan Kelentukan
Skor yang diperoleh Persentase % Skor yang diperoleh Persentase % Skor yang diperoleh Persentase %
1 BSB (Berkembang Sangat Baik) 2 10 1 5 5 25
2 BSH (Berkembang Sesuai Harapan) 7 35 7 35 3 15
3 MB (Mulai Berkembang) 8 40 9 45 5 25
4 BB (Belum Berkembang) 3 15 3 15 7 35
Skor ideal =20 100 Skor ideal =20 100 Skor ideal =20 100

Rekapitulasi Kondisi Awal

Dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik kasar yang dimiliki oleh anak masih rendah karena anak kurang motivasi baik secara internal maupun eksternal

Deskripsi Hasil Penelitian Siklus I

No Indikator Siklus
Pert 1 Pert 2 Pert 3
1 Keseimbangan 9 (45%) 10 (50%) 12 (60%)
2 Kekuatan 8 (40%) 12 (60%) 11 (55%)
3 Kelentukan 5 (25%) 7 (35%) 12 (60%)

Observasi Kemampuan Motorik Anak Siklus I

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pada pertemuan 1 indikator keseimbangan terdapat 9 atau 45% anak yang mampu melempar dan menangkap bola dengan seimbang pada indikator kekuatan terdapat 8 atau 40% anak yang mampu melempar dan menangkap dengan kuat, pada indikator kelentukan terdapat 5 atau 25% anak yang mampu melempar dan menangkap bola dengan lentuk atau berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan.

Pada siklus I pertemuan 2 indikator keseimbangan 10 atau 50% anak yang mampu melempar dan menangkap bola dengan seimbang atau dalam kriteria cukup, pada indikator kekuatan terdapat 12 atau 60% anak yang mampu melempar dan menangkap dengan kuat atau dalam kriteria cukup, pada indikator kelentukan terdapat 7 atau 35% anak yang mampu melempar dan menangkap bola dengan lentuk.

No Kriteria Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III
Persentase % Keseimbangan Persentase % Kekuatan Persentase % Kelentukan Persentase % Keseimbangan Persentase % Kekuatan Persentase % Kelentukan Persentase % Keseimbangan Persentase % Kekuatan Persentase % Kelentukan
1 BSB (Berkembang Sangat Baik) 45 40 25 50 60 35 60 55 60
2 BSH (Berkembang Sesuai Harapan) 20 20 30 20 10 25 25 30 25
3 MB (Mulai Berkembang) 15 30 25 20 20 15 10 10 5
4 BB (Belum Berkembang) 20 10 20 10 10 25 5 5 10

Rekapitulasi Siklus I

Dari data di atas dapat terlihat bahwa pada siklus I pertemuan 1 saat anak melempar dan menangkap bola besar. Pada keseimbangan sebanyak 9 anak (45%) sudah berkembang sangat baik, 4 anak (20%) berkembang sesuai harapan, 3 anak (15%) mulai berkembang dan 4 anak (20%) belum berkembang. Pada kekuatan 8 anak (40%) sudah berkembang sangat baik, 4 anak (20%) berkembang sesuai harapan, 6 anak (30%) mulai berkembang dan 2 anak (10%) belum berkembang. Pada kekuatan sebanyak 5 anak (25%) berkembang sangat baik, 6 anak (30%) berkembang sesuai harapan, 5 anak (25%) mulai berkembang, 4 anak (20%) belum berkembang.

Dari data di atas dapat terlihat bahwa pada siklus I pertemuan 2 saat anak melempar dan menangkap bola besar. Pada keseimbangan sebanyak 10 anak (50%) sudah berkembang sangat baik, 4 anak (20%) berkembang sesuai harapan, 4 anak (20%) mulai berkembang dan 2 anak (10%) belum berkembang. Pada kekuatan 12 anak (60%) anak sudah berkembang sangat baik, 2 anak (10%) berkembang sesuai harapan, 4 anak (20%) mulai berkembang, 2 anak (10%) belum bekembang. Pada kelentukan sebanyak 7 anak (35%) sudah berkembang sangat baik, 5 anak (25%) berkembang sesuai harapan, 3 anak (15%) mulai berkembang, 5 anak (25%) belum bekembang.

Pada pertemuan ketiga keseimbangan sebanyak 12 anak (60%) sudah berkembang sangat baik, 5 anak (25%) berkembang sesuai harapan, 2 anak (10%) mulai berkembang dan 1 anak (5%) belum berkembang. Pada kekuatan 11 anak (55%) sudah berkembang sangat baik, 6 anak (30%) berkembang sesuai harapan, 2 anak (10%) mulai berkembang, 1 anak (5%) belum berkembang . Pada kelentukan 12 anak (60%) sudah berkembang sangat baik, 5 anak (25%) berkembang sesuai harapan, 1 anak (5%) mulai berkembang dan 2 anak (10%) belum berkembang.

Deskripsi Hasil Penelitian Siklus II

No Indikator Siklus
Pert 1 Pert 2 Pert 3
1 Keseimbangan 14 (70%) 18 (90%) 19 (95%)
2 Kekuatan 14 (70%) 16 (80%) 19 (95%)
3 Kelentukan 12 (60%) 16 (80%) 20 (100%)

Observasi Kemampuan Motorik Kasar Anak Siklus II

Pada siklus II pertemuan 1 indikator keseimbangan terdapat 14 anak atau 70% anak yang mampu seimbang dalam melempar dan menangkap bola. Pada indikator kekuatan terdapat 14 anak atau 70% anak yang mampu melempar dan menangkap dengan kuat, dan indikator kelentukan terdapat 12 atau 60% anak yang mampu melempar dan menangkap bola dengan lentuk.

Pada siklus II pertemuan 2 indikator keseimbangan terdapat 18 anak atau 90% anak yang mampu seimbang dalam melempar dan menangkap bola. Pada indikator kekuatan terdapat 16 anak atau 80% anak yang mampu melempar dan menangkap dengan kuat, dan indikator kelentukan 16 anak atau 80% anak yang mampu melempar dan menangkap bola dengan lentuk.

Pada siklus II pertemuan 3 indikator keseimbangan terdapat 19 anak atau 95% anak yang mampu seimbang dalam melempar dan menangkap bola. Pada indikator kekuatan terdapat 19 anak atau 95% anak yang mampu melempar dan menangkap dengan kuat, dan indikator kelentukan 20 anak atau 100% anak yang mampu melempar dan menangkap bola dengan lentuk.

No Kriteria Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III
Persentase % Keseimbangan Persentase % Kekuatan Persentase % Kelentukan Persentase % Keseimbangan Persentase % Kekuatan Persentase % Kelentukan Persentase % Keseimbangan Persentase % Kekuatan Persentase % Kelentukan
1 BSB (Berkembang Sangat Baik) 70 70 60 90 80 80 95 95 100
2 BSH (Berkembang Sesuai Harapan) 5 5 15 10 5 20 5 5 0
3 MB (Mulai Berkembang) 15 20 20 0 15 0 0 0 0
4 BB (Belum Berkembang) 10 5 5 0 0 0 0 0 0
100 100 100 100 100 100 100 100 100

Rekapitulasi Siklus II

Dari data di atas dapat terlihat bahwa pada siklus II pertemuan 1 saat anak melempar dan menangkap bola besar. Pada keseimbangan sebanyak 14 anak (70%) sudah berkembang sangat baik, 1 anak (5%) berkembang sesuai harapan, 3 anak (15%) mulai berkembang dan 2 anak (10%) belum bekembang. Pada kekuatan 14 anak (70%) sudah berkembang sangat baik, 1 anak (5%) berkembang sesuai harapan, 4 anak (20%) mulai berkembang dan 1 anak (5%) belum bekembang. Pada kelentukan 12 anak (60%) berkembang sangat baik, 3 anak (15%) berkembang sesuai harapan, 4 anak (20%) mulai berkembang dan 1 anak (5%) belum berkembang.

Dari data di atas dapat terlihat bahwa pada siklus II pertemuan 2 saat anak melempar dan menangkap bola besar. Pada keseimbangan sebanyak 18 anak (90%) sudah berkembang sangat baik, 2 anak (10%) berkembang sesuai harapan. Pada kekuatan 16 anak (80%) berkembang sangat baik, 1 anak (5%) berkembang sesuai harapan dan 3 anak (15%) mulai berkembang. Pada kelentukan 16 anak (80%) berkembang sangat baik, 4 anak (20%) berkembang sesuai harapan.

Dari data di atas dapat terlihat bahwa pada siklus II pertemuan 3 saat anak melempar dan menangkap bola besar. Pada keseimbangan sebanyak 19 anak (95%) sudah berkembang sangat baik, 1 anak (5%) berkembang sesuai harapan. Pada kekuatan 19 anak (95%) berkembang sangat baik, 1 anak (5%) berkembang sesuai harapan. Pada kelentukan 20 anak (100%) sudah berkembang sesuai harapan.

PEMBAHASAN

No Indikator Sebelum Siklus I Siklus II
1 Keseimbangan 2 (10%) 12 (60%) 19 (95%)
2 Kekuatan 1 (5%) 11 (55%) 19 (95%)
3 Kelentukan 5 (25%) 12 (60%) 20 (100%)
Rata-rata % 13 % 58% 96%

Perbandingan ketercapaian kemampuan motorik kasar anak

Berdasarkan tabel di atas dapat di lihat bahwa kemampuan motorik kasar anak meningkat secara bertahap, di mana pada kemampuan awal hanya 13% anak yang kemampuan motorik kasarnya sudah baik, kemudian meningkat pada siklus I menjadi 57%, setelah diberikan kesempatan satu persatu pada anak untuk melakukan kegiatan melempar dan menangkap bola pada siklus II meningkat menjadi 100%.

Kesimpulan Dan Saran

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan bahwa kondisi awal anak sebelum adanya tindakan menunjukkan kemampuan motorik kasar pada anak menunjukkan bahwa 2 (10%) anak mampu melakukan kegiatan melempar dan menangkap dengan seimbang, 1 (5%) anak mampu melempar dan menangkap dengan seimbang dan 4 (20%) anak mampu melempar dan menangkap dengan lentuk. Setelah melakukan pratindakan dilakukan tindakan pada siklus I dan siklus II yang mengalami peningkatan. Pada kemampuan motorik keseimbangan siklus I, 12 (60%) anak mampu melempar dan menangkap dengan seimbang pada siklus II meningkat menjadi 19 (95%) anak mampu seimbang melempar dan menangkap bola. Pada kemampuan motorik kekuatan 12 (60%) anak mampu melempar dan menangkap dengan kuat, pada siklus II meningkat menjadi 19 (95%) anak mampu melempar dan menangkap dengan kuat. Pada kemampuan motorik kelentukan 12 (60%) anak dapat melempar dan menangkap bola dengan lentuk pada siklus II meningkat 20 (100%) anak mampu melempar dan menangkap dengan lentuk.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, peneliti mengemukakan beberapa saran sebagai berikut:

  1. Bagi Guru

Guru mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang diterapkan pada saat pembelajaran menjadi lebih kreatif dan inovatif melalui bermain lempar tangkap bola untuk meningkatkan motorik kasar.

  1. Bagi anak

Melalui bermain lempar tangkap bola besar yang diterapkan pada kegiatan pembelajaran mampu membantu dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, sehingga kemampuan motorik kasar anak mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan perkembangan.

  1. Bagi Peneliti

Penelitian mengenai kemampuan motorik kasar menggunakan metode bermain lempar tangkap bola. Oleh karena itu motivasi bagi peneliti selanjutnya untuk menambah metode bermain yang lebih kreatif dan inovatif untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan motorik kasar anak seperti dengan penambahan rintangan yang dilakukan secara bertahap dalam siklus sehingga kemampuan motorik kasar anak akan lebih meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Acep Yoni. (2010). Menyusun Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Familia.

Bachtiar. (2007). Permainan Besar II Bola Voli dan Bola Tangan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Bambang Sujiono, dkk. (2008). Metode Pengembangan Fisik. Jakarta: Universitas Terbuka.

Diana Mutiah (2010). Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.

Djumidar. (2005). Dasar-dasar Atletik. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sofia Hartati. (2005). Perkembangan Belajar Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.

Samsudin. (2008). Pembelajaran Motorik di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Prenada media grup.

Slamet Suyanto. (2005). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.

Mayke S. Tedjasaputra. (2001). Bermain, Mainan dan Permainan untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta.

M. Ramli (2005). Pendampingan Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas

Tadkirotun Musfiroh. (2005). Bermain Sambil Belajar dan Mengasah Kecerdasan. Jakarta: Depdiknas.

Wina Sanjaya. (2009). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana.

Yudha M Saputra. (2005). Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Anak TK. Jakarta: Depdiknas.

Sumantri, MS. (2005). Model Pengembangan Keterampilan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.

BIO DATA PENULIS

Nama : Sumini, S.Pd.AUD.

NIP : 196712082008012002

Unit Kerja : TK Aisyiyah

You cannot copy content of this page