Iklan

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) INOVATIF MELALUI STRATEGI COACHING BAGI GURU SD NEGERI LIMBANGAN 02 SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2019/2020 KECAMATAN KERSANA KABUPATEN BREBES

Oleh : MULYADI, S.Pd.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Indikasi penyebab kekurang optimalan poses pembelajaran itu dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut. (1) , kurangnya kepala sekolah memotivasi guru, melaksanakan supervisi akademik, melaksanakan tindak lanjut dari program supervisi akademik khususnya dalam proses pembelajaran ,(2) proses pembelajaran yang dilakukan guru belum maksimal, (3) kreaktivitas dan inovasi dalam pembelajaran masih rendah, (4) guru dalam mengajar belum menggunakan media yang tepat, dan (5) motivasi untuk meningkatkan diri dalam melaksanakan tugas masih kurang.

Paparan tersebut menggambarkan kekurang maksimalnya kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi terhadap proses pembelajaran. Salah satu program yang dapat diselenggarakan dalam rangka pemberdayaan guru adalah supervisi akademik. Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan akademik. Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan akademik

Berdasarkan paparan tersebut, penulis melakukan penelitian tindakan sekolah dengan judul peningkatan profesionalisme guru dalam proses pembelajaran melalui supervisi akademik pada SD Negeri Kubangjero Kecamatan Banjarharja Brebes tahun pelajaran 2019/2020.

Rumusan Masalah

Masalah yang akan diungkap dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.

  1. Bagaimanakah proses supervisi akademik pada SD Negeri Kubangjero Kecamatan Banjarharja Brebes semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 ?.
  2. Bagaimanakah peningkatan profesionalisme guru setelah supervisi akademik pada SD Negeri Kubangjero Kecamatan Banjarharja Brebes semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 ?.
  3. Bagaimana perubahan aktivitas guru setelah supervisi akademik pada SD Negeri Kubangjero Kecamatan Banjarharja Brebes semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 ?.

Tujuan

Tujuan kegiatan ini dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1. Mendeskripsi proses supervisi akademik pada SD Negeri Kubangjero Kecamatan Banjarharja Brebes tahun pelajaran 2019/2020.
  2. Mendeskripsi peningkatkan profesionalisme guru setelah supervisi akademik pada SD Negeri Kubangjero Kecamatan Banjarharja Brebes tahun pelajaran 2019/2020.
  3. Mendeskripsi perubahan aktivitas guru setelah supervisi akademik pada SD Negeri Kubangjero Kecamatan Banjarharja Brebes tahun pelajaran 2019/2020.

Manfaat

Sejalan dengan kegiatan yang penulis lakukan maka diharapkan penelitian tindakan sekolah ini ada guna manfaatnya.

Bagi Kepala sekolah

Mampu menyusun perencanaan program supervisi akademik dalam peningkatan kemampuan guru mengelola pembelajaran berbasis kompetensi. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat

Bagi Guru

Merupakan wahana untuk memperluas pengetahuan, menambah keterampilan dalam merancang , dan melaksanakan proses pembelajaran pada umumnya, serta membantu guru mengembangkan kemampuan dalam mengelola proses pembelajaran

Bagi Siswa

Siswa akan mendapatkan layanan optimal dari guru yang memiliki kompetensi professional memadai. Siswa akan lebih tertarik dan menyenangkan apabila proses pembelajaran di kelas sesuai dengan kontek anak.

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

Model Supervisi

Kepala sekolah dapat melakukan supervisi dengan memilih model yang tepat.

Berbagai model supervisi sebagaimana berikut ini:

Model Observasi Langsung.

Supervisi model ini dapat dilakukan dengan observasi langsung kepada guru yang sedang mengajar melalui prosedur: pra-observasi , obsrvasi, dan post-observasi.

Sebelum observasi kelas, supervisor seharusnya melakukan wawancara serta diskusi dengan guru yang akan diamati. Isi diskusi dan wawancara tersebut mencakup kurikulum, pendekatan, metode dan strategi pembelajaran, media pengajaran, evaluasi dan analisis.

Setelah wawancara dan diskusi mengenai apa yang akan dilaksanakan guru dalam kegiatan belajar mengajar, kemudian supervisor mengadakan observasi kelas. Observasi kelas meliputi keseluruhan jalannya pembelajaran, yaitu pendahuluan (apersepsi), pengembangan, penerapan dan penutup.

Setelah observasi kelas selesai, mengadakan wawancara dan diskusi tentang: kesan guru terhadap penampilannya, identifikasi keberhasilan dan kelemahan guru, identifikasi ketrampilan-ketrampilan mengajar yang perlu ditingkatkan, gagasan-gagasan baru yang akan dilakukan.

Supervisi tidak langsung

Model supervisi tidak langsung , yaitu ; diskusi kasus, mtode angket, model kontemporer.

Diskusi kasus

Diskusi kasus berawal dari kasus-kasus yang ditemukan pada observasi Proses Pembelajaran (PBM), laporan-laporan atau hasil studi dokumentasi. Kepala Sekolah bersama guru mendiskusikan kasus demi kasus, mencari akar permasalahannya dan mencari alternatif jalan keluarnya.

Metode angket

Supervisi melalui metode angket dilakukan dalam upaya penggalian data permasalahan guru-guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Angket ini berisi yang berkaitan erat dan mencerminkan penampilan guru di kelas, kinerja guru, strategi pembelajaran, hubungan guru dengan siswanya dan sebagainya.

Model kontemporer (masa kini)

Supervisi akademik model kontemporer dilaksanakan dengan pendekatan klinis, sehingga sering disebut juga sebagai model supervisi klinis. Supervisi akademik dengan pendekatan klinis, merupakan supervisi akademik yang bersifat kolaboratif. Prosedur supervisi klinis sama dengan supervisi akademik langsung, yaitu: dengan observasi kelas, namun pendekatannya berbeda. Pada supervisi klinis, inisiatif lebih dominan berasal dari guru yang ingin disupervisi.

Karakteristik supervisi klinis antara lain:

(1). Perbaikan keterampilan pembelajaran spesifik

(2). Fungsi utama supervisor (kepala sekolah) adalah pada keterampilan mengamati, menganalisis implementasi kurikulum, dan membuat catatan,

(3). Fokus pada perbaikan cara mengajar

(4). Analisis berdasar bukti pengamatan

(5). Instrumen disusun atas kesepakatan guru dan supervisor

(6). Umpan balik diberikan secara cepat dan obyektif

Pelaksanaan supervisi klinis mengikuti prinsip-prinsip berikut:

(1) . bersahabat,

(2). demokratis,

(3). terbuka, objektif, konstruktif,

(4). kesepakatan bersama

(5). berpusat pada kebutuhan dan aspirasi guru,

(6). siklus perencanaan, pelaksanaan, dan balikan,

(7). berkesinambungan dan berkelanjutan.

Kerangka Berpikir

Pada saat kondisi awal, peneliti belum menggunakan kegiatan supervisi akademik pada proses pembelajaran yang dilakukan guru Hasilnya, tingkat profesionalisme guru dalam proses pembelajaran masih rendah. Dengan rendahnya tingkat profesionalisme guru dalam proses pembelajaran tersebut, peneliti berupaya mencari solusi pemecahannya. Melalui kajian teori tentang profesionalisme guru, supervisi akademik. Pada siklus I, dalam meningkatkan profesioanlisme guru dalam proses pembelajaran melalui melakukan pembinaan secara kelompok. Pada Siklus II, peningkatan profesionalisme guru dilakukan dengan supervisi dan pembinaannya secara individu .

Dengan cara demikian, diharapkan melalui supervisi akademik akan meningkatkan profesioanalisme guru SDN Kubangjero Kecamatan Banjarharja tahun pelajaran 2019/2020 .

Berdasarkan paparan di atas, kerangka berpikir dalam penelitian tindakan kelas ini divisualisasikan sebagaimana gambar 3 berikut.

Gambar 3. Kerangka berpikir peningkatan profesionalisme guru melalui kegiatan supervisi akademik

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan teori yang melandasi penelitian tindakan sekolah ini maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut. Apabila dalam proses pembelajaran di kelas dilakukan supervisi akademik maka profesionalisme guru dalam proses pembelajaran akan meningkat.

METODE PENELITIAN

Setiing Penelitian

Tempat Penelitian

Pelaksanaan penelitian tindakan sekolah dilaksanakan di SDN Kubangjero Kecamatan Banjarharja Kabupaten Brebes .Penelitian tindakan sekolah difokuskan pada proses pembelajaran kurikulum 2013 . Pelaksanaan penelitian tindakan sekolah yang diadakan di SD Negeri Kubangjero terdiri dari dua siklus .

Waktu Penelitian

Kegiatan ini dilakukan pada semester I tahun pelajaran 2019/2020. Lama kegiatan sekitar 5 bulan, mulai Agustus 2019 sampai Desember 2019. Kegiatan penyusunan proposal dan penyusunan instrumen dilakukan pada minggu ke 2 bulan Agustus 2019. Siklus pertama dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 20 Agustus 2019 sampai Sabtu 24 Agustus 2019. Sedangkan siklus kedua dilaksanakan pada bulan November 2019 yaitu pada hari Jum’at 7 November sampai hari Senin 17 November 2019

Selanjutnya untuk analisis data dilaksanakan pada bulan akhir November 2019. Pada minggu kedua bulan Desember 2019 dilaksanakan penyusunan laporan penelitian.

Tabel 1. Alokasi Waktu Penelitian

No Uraian Kegiatan Agustus

2019

September 2019 Oktober

2019

November 2019 Desember 2019
1 Menyusun Proposal PTK V
2 Menyusun Instrumen Penelitian V
3 Pengumpulan Data dengan melakukan tindakan :

  1. Siklus I
  2. Siklus II
V V
4 Analisis Data

Siklus I

Siklus II

V

V

V
5 Pembahasan

Siklus I

Siklus II

V

V

6 Penyusunan Laporan Hasil Penelitian V V

Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada supervisi akademik dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru SDN Kubangjero Kecamatan Banjarharja Kabupaten Brebes Tahun 2019. Penulis dalam penelitian ini adalah memfokuskan pada proses pembelajaran yang dilakukan guru . Subyek penelitian adalah guru SDN Kubangjero berjumlah 8 guru terdiri 6 guru kelas dan 2 guru mata pelajaran

Sumber Data

Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari subjek penelitian yaitu guru. Data ini berupa hasil pengamatan harian. dan nilai kinerja dalam bentuk tugas.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data Kondisi Awal

Deskripsi Kondisi Awal

Hasil kegiatan proses pembelajaran kurikulum 2013 di SD Negeri Kubangjero Kecamatan Banjarharja Kabupaten Brebes pada semester I tahun pelajaran 2019/2020, didapatkan hasil pada kondisi awal banyak pendidik yang belum memahami pembelajaran kurikulum 2013 khususnya proses pembelajaran .

Dari 8 pendidik yang bertugas di SDN Kubangjero ,setelah dilakukan supervisi administrasi pembelajaran tentang pemahaman materi 1) pemahaman/pengisian KKM, 2) menyusun prota , 3) menyusun promes, 4) mengerjakan silabus pembelajaran , 5) Pengembangan RPP, 6) pelaksanaan pembelajaran, 7) pelaksanaan penilaian autentik, 8) kegiatan perbaikan dan pengayaan, 9) kegiatan ektrakurikuler . Terdapat 2 orang mendapat nilai 50 ( 25%) , 3 pendidik nilai 62,5 (37,5 % ) , 1 guru mendapat nilai 65 ( 12,5 % ), 2 guru mendapat nilai 75 ( 25%) ,

B. Hasil-hasil Pada Siklus I

Pada pengamatan yang dilakukan di siklus I, peneliti bekerja sama dengan teman sejawat untuk mengamati kegiatan guru. Pengamatan ditekankan pada kemampuan guru dalam membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dan proses pembelajaran .

Peningkatan kemampuan guru dalam kegiatan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat di tabel 10 bawah ini .

Tabel 9 . Data kuantitaif hasil kegiatan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1

No Komponen Rencana Pembelajaran Aspek Yang di Amati Nama guru
Laela S.Pd Maskat, S.Pd.I Sodikin, S.Pd Watri, S.Pd Tosid, S.Pd Warlina, S.Pd Castem, S.Pd Sutrisno
I PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Rumusan tujuan pembelajaran 3 3 3 3 3 3 3 3
2. Kejelasan Rumusan 3 3 3 3 3 3 3 3
3. Kejelasan Cukupan Rumusan 3 2 3 2 2 3 2 2
4. Kesesuaian dengan kompetensi dasar 4 4 4 4 4 4 4 4
Skor 13 12 13 12 12 13 12 12
Nilai 81,25 75 81,25 75 75 81,25 75 75
II Mengembangkan Dan Mengorgani sasikan Materi Media Sumber Belajar Dan Metode Pembelajaran
1. Mengembangakan dan dan mengorganisasikan materi pembelajaran 3 3 3 3 3 3 3 3
2. Menentukan dan mengembangkan alat bantu pambelajaran 2 2 2 2 2 2 2 2
3. Memilih sumber belajar 3 3 3 3 3 3 3 3
4. Memilih metode pembelajaran 4 3 3 3 3 3 3 2
Skor 12 11 11 11 11 11 11 10
Nilai 75 68,75 68,75 68,75 68,75 68,75 68,75 62,5
III Merencanakan Skenario Kegiatan Pembelajaran
1. Menentukan jenis kegiatan penbelajaran 4 3 3 2 2 2 2 2
2. Menyusun langkah-langkah kegiatan penbelajaran 4 4 4 4 4 4 4 4
3. Menentukan alokasi waktu pembelajaran 4 4 3 4 2 4 2 2
4. Kesesuaian media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran 2 2 2 2 2 2 2 2
5. Kesesuaian metode, materi, dan peserta didik 3 3 3 2 2 2 2 2
Skor 17 16 15 14 12 14 12 12
Nilai 85 80 75 70 60 70 60 60
IV Merencanakan Prosedur, Jenis Dan Menyiapkan Alat Penilaian
1. Menentukan proses dan jenis penilaian 4 4 4 4 3 4 4 3
2. Membuat alat penilaian 3 3 3 2 2 2 3 2
3. Menentukan kriteria penilaian 3 2 2 3 1 2 2 1
Skor 10 9 9 9 6 8 9 6
Nilai 83,33 75,00 75,00 75,00 50,00 66,67 75,00 50,00
V Tampilan Dokumen Rencana Pembelajaran
1. Kebersihan dan kerapian 4 4 4 4 4 4 4 4
2. Penggunaan bahasa tulis 3 3 3 3 3 3 3 3
Skor 7 7 7 7 7 7 7 7
Nilai 87,5 87,5 87,5 87,5 87,5 87,5 87,5 87,5
Jumlah Skor A+B+C+D+E 59,00 55,00 55,00 53,00 48,00 53,00 50,00 48,00
Nilai 81,94 76,39 76,39 73,61 66,67 73,61 69,44 66,67
Sebutan B B B C C C C C

Keterangan :

87 – 100 = Kategori Baik Sekali BS

75 – 86 = Kategori Baik B

61 – 74 = Kategori Cukup C

45 – 60 = Kategori Kurang K

  1. 44 = Kategori Kurang sekali

Tabel 10 . Rekapitulasi Data kuantitaif hasil kegiatan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1

No. Nilai 1-44 Prosentasi 45-60 Prosentasi 61-74 Prosentasi 75-86 Prosentasi 87-100 Prosenntasi
SK K C B BS
1 Perumusan Tujuan Pembelajaran 8 100 %
2 Mengembangkan Dan Mengorgani sasikan Materi Media Sumber Belajar Dan Metode Pembelajaran 7 87,5 % 1 12,5 %
3 Merencanakan Skenario Kegiatan Pembelajaran 3 37,5 % 2 25 % 3 37,5 %
4 Merencanakan Prosedur, Jenis Dan Menyiapkan Alat Penilaian 2 25 % 1 12,5 % 5 62,5 %
5 Tampilan Dokumen Rencana Pembelajaran 8 100 %

Tabel 11 . Rekapitulasi data kuantitaif perorangan hasil kegiatan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1

Guru Perumusan Tujuan Pembelajaran Mengembangkan Dan Mengorgani sasikan Materi Media Sumber Belajar Dan Metode Pembelajaran Merencanakan Skenario Kegiatan Pembelajaran Merencanakan Prosedur, Jenis Dan Menyiapkan Alat Penilaian Tampilan Dokumen Rencana Pembelajaran Nilai rata-rata Keterangan Sebutan
1 Laela Umi Farikahah, S.Pd 81,25 75 85 83,33 87,5 81,94 Tuntas B
2 Maskat,S.Pd.I 75 68,75 80 75 87,5 76,39 Tuntas B
3 Sodikin, S.Pd 81,25 68,75 75 75 87,5 76,39 Tuntas B
4 Watri, S.Pd.SD 75 68,75 70 75 87,5 73,65 Belum tuntas C
5 Tosid 75 68,75 60 50 87,5 66,67 Belum Tuntas C
6 Warlinah 81,25 68,75 70 66,67 87,5 73,61 Belum tuntas C
7 Castem 75 68,75 60 75 87,5 70,83 Belum tuntas C
8 Sutrisno 75 62,50 60 50 87,5 65,28 Belumtuntas C

Berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 75, maka data dari tabel disimpulkan sebagai berikut : 1). Dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran ,guru yang tuntas berdasarkan KKM sejumlah 3 dari 8 pendidik atau 37,5 % , sedangkan 5 (62,5%) guru belum tuntas .

C. Hasil-hasil Pada Siklus II

Pada pengamatan yang dilakukan di siklus II peneliti bekerja sama dengan teman sejawat untuk mengamati dalam kegiatan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, apakah efektif atau belum. Pengamatan pada kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran siklus II jika dibanding dengan kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran siklus I terdapat perbedaan yaitu pada kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran siklus II guru menggunakan menyusun secara mandiri , sedangkan pada kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran siklus I masih banyak yang copi faste .

Hasil tes kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran siklus 2 seperti dipaparkan pada tabel 16 dibawah ini

Tabel 16 . Data kuantitaif hasil kegiatan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran pada siklus 2

No Komponen Rencana Pembelajaran Aspek Yang di Amati Nama guru
Laela S.Pd Maskat, S.Pd.I Sodikin, S.Pd Watri, S.Pd Tosid, S.Pd Warlina, S.Pd Castem, S.Pd Sutrisno
I PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Rumusan tujuan pembelajaran 4 4 4 4 4 4 4 4
2. Kejelasan Rumusan 4 4 4 4 4 4 4 4
3. Kejelasan Cukupan Rumusan 4 4 4 4 4 4 4 4
4. Kesesuaian dengan kompetensi dasar 4 4 4 4 4 4 4 4
Skor 16 16 16 16 16 16 16 16
Nilai 100 100 100 100 100 100 100 100
II Mengembangkan Dan Mengorgani sasikan Materi Media Sumber Belajar Dan Metode Pembelajaran
1. Mengembangakan dan dan mengorganisasikan materi pembelajaran 3 3 3 3 3 3 3 3
2. Menentukan dan mengembangkan alat bantu pambelajaran 2 2 2 2 2 2 2 2
3. Memilih sumber belajar 3 3 3 3 3 3 3 3
4. Memilih metode pembelajaran 4 4 4 4 4 4 4 3
Skor 12 12 12 12 12 12 12 11
Nilai 75 75 75 75 75 75 75 68,75
III Merencanakan Skenario Kegiatan Pembelajaran
1. Menentukan jenis kegiatan penbelajaran 4 4 4 4 4 4 4 4
2. Menyusun langkah-langkah kegiatan penbelajaran 4 4 4 4 4 4 4 4
3. Menentukan alokasi waktu pembelajaran 4 4 4 4 4 4 4 4
4. Kesesuaian media pembelajaran dengan tujuan pembelajaran 3 3 3 3 3 3 2 2
5. Kesesuaian metode, materi, dan peserta didik 4 3 4 3 3 4 3 2
Skor 19 18 19 18 18 19 17 16
Nilai 95 90 95 90 90 95 85 80
IV Merencanakan Prosedur, Jenis Dan Menyiapkan Alat Penilaian
1. Menentukan proses dan jenis penilaian 4 4 4 4 3 4 4 3
2. Membuat alat penilaian 4 4 3 3 2 2 3 2
3. Menentukan kriteria penilaian 3 3 3 3 2 2 2 2
Skor 11 11 10 10 7 8 9 7
Nilai 91,67 91,67 83,33 83,33 58,33 66,67 75,00 58,33
V Tampilan Dokumen Rencana Pembelajaran
1. Kebersihan dan kerapian 4 4 4 4 4 4 4 4
2. Penggunaan bahasa tulis 3 3 3 3 3 3 3 3
Skor 7 7 7 7 7 7 7 7
Nilai 87,5 87,5 87,5 87,5 87,5 87,5 87,5 87,5
Jumlah Skor A+B+C+D+E 65,00 64,00 64,00 63,00 60,00 62,00 61,00 57,00
Nilai 90,28 88,89 88,89 87,50 83,33 86,11 84,72 79,17
Sebutan BS BS BS BS B B B B

Keterangan :

87 – 100 = Kategori Baik Sekali BS

75 – 86 = Kategori Baik B

61 – 74 = Kategori Cukup C

45 – 60 = Kategori Kurang K

1-44 = Kategori Kurang sekali

Tabel 17 . Rekapitulasi Data kuantitaif hasil kegiatan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran pada siklus 2

No. Nilai 1-44 Prosentasi 45-60 Prosentasi 61-74 Prosentasi 75-86 Prosentasi 87-100 Prosenntasi
SK K C B BS
1 Perumusan Tujuan Pembelajaran 8 100 %
2 Mengembangkan Dan Mengorgani sasikan Materi Media Sumber Belajar Dan Metode Pembelajaran 1 12,5 % 7 87,5 %
3 Merencanakan Skenario Kegiatan Pembelajaran 2 25 % 6 75 %
4 Merencanakan Prosedur, Jenis Dan Menyiapkan Alat Penilaian 2 25 % 1 12,5 % 1 12,5 % 4 50 %
5 Tampilan Dokumen Rencana Pembelajaran 8 100 %

Tabel 18 . Rekapitulasi data kuantitaif perorangan hasil kegiatan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran pada siklus 2

Guru Perumusan Tujuan Pembelajaran Mengembangkan Dan Mengorgani sasikan Materi Media Sumber Belajar Dan Metode Pembelajaran Merencanakan Skenario Kegiatan Pembelajaran Merencanakan Prosedur, Jenis Dan Menyiapkan Alat Penilaian Tampilan Dokumen Rencana Pembelajaran Nilai rata-rata Keterangan Sebutan
1 Laela Umi Farikahah, S.Pd 100 75 95 91,67 87,5 90,28 Tuntas BS
2 Maskat,S.Pd.I 100 75 90 91,67 87,5 88,89 Tuntas BS
3 Sodikin, S.Pd 100 75 95 87,5 87,5 80,89 Tuntas B
4 Watri, S.Pd.SD 100 75 90 87,5 87,5 87,50 Tuntas BS
5 Tosid 100 75 90 58,33 87,5 83,33 Tuntas B
6 Warlinah 100 75 95 66,67 87,5 86,11 Tuntas B
7 Castem 100 75 85 75 87,5 84,72 Tuntas B
8 Sutrisno 100 68,78 80 58,33 87,5 79,17 Tuntas B

Berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 75 maka data dari tabel di atas disimpulkan bahwa :1) Pendidik tuntas berdasarkan KKM sejumlah 8 dari 8 peserta ( 100 %), 2) Rata-rata sekolah 86,11.

Untuk mengetahui peningkatan hasil kegiatan pendidik tabel 23 di bawah memaparkan hasil pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran pada siklus I dan siklus II.

Tabel 23. Data kuantitaif hasil kegiatan Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada siklus I dan siklus II

Nilai Siklus 1 Siklus 2
F % F %
87-100 5 62,5 %
75-86 3 37,5 % 3 37,5 %
61-74 5 62,5 %
1-44
8 100 % 8 100 %
Rata- rata 73,09 86,11

Berdasarkan tabel 23 tentang membuat rencana pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II disimpulkan sebagai berikut : (1) Rata-rata kelas mengalami peningkatan sebesar 11,28 % dari siklus I rata-rata kelas 73,09 pada siklus II rata-rata kelas menjadi 86,11. (2) Berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 75 ,peserta kegiatan yang berjumlah 8 orang tuntas semua.

PENUTUP

Simpulan

Dari hasil-hasil yang dipaparkan pada Bab IV, dapat dibuat simpulan bahwa hipotesis tindakan telah terbukti :

Pendidik yang menggunaan moda pembelajaran daring zoom meeting dari 5 pendidik yang diharapkan ada peningkatan kwalitas dan kwantitas yaitu di kondisi awal 1 pendidik menjadi 4 pendidik di siklus I dan di siklus II ada 5 pendidik.

Pendidik yang menggunakan moda pembelajaran luring dengan home visit dari 4 pendidik yang diharapkan meningkat di kondisi awal 0 pendidik menjadi 3 pendidik di siklus I, dan di siklus II ada 3 pendidik.

Peningkatan penggunaan moda pembelajaran di masa pandemi covid 19 di SDN Dukuhjeruk 03 disebabkan adanya pembinaan yang dilakukan kepala sekolah setelah mengadakan supervisi pembelajaran.

Rekomendasi

Setelah penulis melakukan perbaikan pembelajaran berkwalitas di masa pandemi covid 19 melalui Penelitian Tindakan Sekolah ternyata banyak hal positif yang dapat diperoleh dari penelitian tersebut, baik penulis sebagai kepala sekolah maupun sekolah yang bersangkutan. Oleh karena itu untuk proses pembelajaran di masa pandemi covid 19 , penulis sarankan bagi para pendidik yang melakukan tugasnya dalam pembelajaran untuk :

Menggunaan moda pembelajaran daring zoom meeting, google form, video pembelajaran, whatshap bagi kelas 3,4 5, dan 6

Menggunaan moda pembelajaran luring metode home visit bagi kelas awal ( kelas 1 dan 2 ).

Para pendidik untuk terampil menggunakan aplikasi pembelajaran daring.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi.1998. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Departemen Pendidikan Kebudayaan .2013. Permendikbud No. 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.Jakarta:Dikdasmen.

Departemen Pendidikan Nasional .2005. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia no 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Dikdasmen.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan .2014. Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.Jakarta:Dikdasmen.

Departemen Pendidikan Kebudayaan .2016. Permendikbud No. 23 Tahun 2014 tentang Standar Penilaian Pendidikan.Jakarta:Dikdasmen.

http://untungsutikno.wordprees.com/aplikasi-penilaian-kurikulum-2013-sd-revisi-nop-2017

Kemendikbud.2016.Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar.Jakarta: Dikdasmen.

Poerwadarminta,WJS.1988.Kamus Umum Bahasa Indonesia,Jakarta: Balai Pustaka.

Sudjana, Nana. 2004. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosda Karya.

BIODATA

Nama : Mulyadi, S.Pd.

NIP : 19670628 199910 1 001

Pangkat/gol : Pembina, IV/A

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD Negeri Kubangjero Kec. Banjarharja Kab. Brebes

You cannot copy content of this page