Iklan

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) INOVATIF MELALUI STRATEGI COACHING BAGI GURU SD NEGERI LIMBANGAN 02 SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2019/2020 KECAMATAN KERSANA KABUPATEN BREBES

Oleh : Rusmono, S.Pd.

ABSTRAK

Penyusunan RPP Inovatif melalui strategi Coaching dapat meningkatkan kemampuan guru-guru di SD Negeri Limbangan 02 Kecamatan Kersana belum sesuai dengan aturan yang berlaku pada semester 2 tahun pelajaran 2019/2020. Tujuan penelitian tindakan sekolah ini untuk meningkatkan kemampuan guru-guru kelas I sampai dengan kelas VI dalam meyusun RPP inovatif.penelitian tindakan sekolah dilaksanakan dalam 2 siklus. setiap siklus mengacu pada permasalahan dalam penelitian. Tindakan pada siklus 2 tergantung dari hasil refleksi silus 1 dan seterusnya sampai tujuan yang diharapkan. Dari hasil penelitian ini ternyata terjadi peningkatan kemampuan guru kelas I sampai dengan kelas VI dalam penyusunan RPP inovatif yaitu dari 75 atau 67% kategori cukup dari siklus 1, menjadi 85 atau 83% pada siklus 2 dengan demikian ada peningkatan sebesar 10 atau 16%. Pengunaan strategi coaching dapat meningkatkan kemampuan dalam penyusunan RPP inovatif.

kata Kunci : RPP, Strategi Coaching, Kemampuan Guru

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Guru-guru yang ada di SD Negeri Limbangan 02 Kecamatan Kersana belum semuanya membuat RPP yang berpusat pada siswa. Oleh karena itu, peneliti mengadakan penelitian untuk perbaikan RPP yang dihasilkan guru dengan ditunjukkan oleh tabel di bawah ini.

Tabel 1 Hasil Supervisi RPP Kondisi Awal

Nilai Frekuensi Keterangan
91- 100

81-90

71-80

≤ 70

2

3

1

Amat baik

Baik

Cukup

Kurang

Jumlah 6

Dari data di atas guru yang membuat RPP dengan hasil yang baik 2 orang, guru yang cukup 3 orang, guru yang kurang baik 1 orang.

Rumusan Masalah

Berdasarkan hasil supervisi awal terhadap RPP guru-guru SD Negeri Limbangan 02 Kecamatan Kersana rumusan masalah penilaian ini adalah. “Bagaimanakah peningkatan kemampuan menyusun RPP inovatif melalui strategi coaching bagi guru SD Negeri Limbangan 02 Kecamatan Kersana?”

Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru SD Negeri Limbangan 02 Kecamatan Kersana dalam menyusun RPP inovatif melalui strategi coaching

Tujuan Khusus

Bagi guru

Untuk meningkatkan kemampuan guru SD Negeri Limbangan 02 Kecamatan Kersana dalam menyusun RPP inovatif melalui strategi coaching sesuai aturan yang berlaku

Bagi kepala sekolah

Untuk menentukan pola-pola pembinaan terhadap guru yang selama ini menggunakan ekspos fakto. Dengan strategi coaching pembinaan akan lebih efektif karena peserta diberikan kesempatan mengeluarkan dan menerapkan serta melaksanakan praktek dan presentasi untuk mendapatkan pengalaman belajar dan ketrampilan. Strategi coaching ini juga sangat efisien karena tidak menggunakan waktu khusus, dapat dilakukan guru kapan dan dimana saja.

Bagi sekolah

Guru-guru SD Negeri Limbangan 02 Kecamatan Kersana memiliki kemampuan menyusun RPP inovatif untuk meningkatkan kopetensi pedagogik dan dapat memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas, sehingga terjadi peningkatan kualitas sekolah.

Manfaat Penelitian

  1. Bagi Guru: dapat meningkatkan kemampuan menyusun RPP inovatif
  2. Bagi Kepala Sekolah : dapat memberikan pembinaan kepada guru secara tepat
  3. Bagi Sekolah : peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

Landasan Teori

RPP Inovatif adalah RPP pembaharuan yaitu RPP yang mengacu pada Peranturan Menteri Pendidikan Nasional No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

Adapun Letak pembaharuan pada RPP Inovatif yaitu.

  1. Strategi pembelajaran adalah “student centre oriented” dengan pendekatan “discovery inkuiri”.
  2. Mengadopsi “model-model pembelajaran Inovatif ” dengan langkah-langkah atau syntax yang sudah baku pada masing-masing model pembelajaran.

Teori Jean Piaget

Jean Piaget (dalam Ahmad Rohani, 2004: 7) mengatakan : seseorang berpikir sepanjang berbuat. Tanpa berbuat seseorang tidak akan berpikir. Agar ia berpikir sendiri (aktif) maka ia harus dibei kesempatan untuk berbuat sendiri.

Kompetensi pedagogik terkait dengan kemampuan dan komitmen guru dalam merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi, melaksanakan analisis hasil evaluasi serta melaksanakan program remidial dan pengayaan. Kompetensi meliputi ranah kognitif, psikomotor dan afektif. Dalam hal penyusunan RPP, kognitifnya adalah pengetahuan tentang prosedur penyusunan RPP, psikomotornya adalah ketrampilan menyusun RPP, dan afektifnya adalah komitmen dalam menyusun RPP

Konsep Andragogi

Knowles dalam Piet Sahertian dan Purwoko (1996:22) menyatakan : Andragogi adalah ilmu dan seni membantu orang dewasa untuk dapat belajar efektif. Selanjutnya menurut Piet Sahertian dan Purwoko (1996:25) : Dalam proses mendidik orang dewasa, pematangan atau pengembangan yang bertujuan mengubah sifat tergantung (dependent) menjadi sifat tak tergantung (independent). Orang dewasa puas dengan hasil kerjanya sendiri, ia menuntut perlakuan dalam statusnya sebagai orang dewasa. Berdasarkan perubahan status itu, orang dewasa dalam proses belajar tidak senang bila ia diperlakukan, diarahkan sebagai anak.

Prosedur Penelitian

Penelitian ini direncanakan dalam 2 siklus. Perencanaan penelitian dibagi dalam langkah-langkah sebagai berikut.

Observasi dan Refleksi Awal

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan awal guru-guru menyusun RPP sebelum dilaksanakan tindakan. Peneliti/supervisor mengumpulkan masing-masing RPP yang telah dibuat guru. Kemudian dikaji dan dinilai, diberikan umpan balik berdasarkan delapan komponen sesuai dengan format penilaian RPP dalam Paduan Penyusunan Perangkat Portofolio Sertifikasi Guru Dalam Jabatan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (2007 : 36) yaitu:

  1. Kejelasan rumusan tujuan pembelajaran;
  2. Pemilihan materi ajar;
  3. Pengorganisasian materi ajar;
  4. Pemilihan sumber/ media pembelajaran;
  5. Kejelasan skenario pembelajaran;
  6. Kerincian skenario pembelajaran;
  7. Kesesuaian tekhnik dengan tujuan pembelajaran;
  8. Kelengkapan instrumen.

Siklus I

Siklus I terdiri ari beberapa tahapan, yaitu:

  1. Perencanaan, siklus pertama ini direncanakan terdiri dari:
  • Pemetaan materi : masing-masing guru
  • Insformasi : tentang tekhnik perumusan langkah-langkah pembelajaran RPP inovatif oleh supervisor (peneliti).
  • Diskusi: diskusi terbimbing penyusunan RPP
  • Praktek: tugas terpantau (ditentukan batas waktunya) untuk merevisi RPP pertama menjadi RPP yang lengkap sesuai format penilaian dalam sertifikasi.
  1. Pelaksanaan tindakan, sesuai dengan jadwal dan rencana kegiatan yang telah ditentukan dalam perencanaan siklus I.
  2. Observasi, dan penilaian dokumen RPP untuk melakukan penilaian kemampuan guru dalam melakukan revisi RPP melalui koleksi dokumen.
  3. Refleksi, mengkaji hasil-hasil yang dicapai selama pelaksanaan tindakan serta usaha dan rencana perbaikannya.

Siklus II

Siklus II ini dilaksanakan seandainya hasil-hasil pada siklus I belum mencapai indikator kinerja. Kegiatan direncanakan terdiri dari beberapa tahapan yaitu:

  1. Perencanaan, siklus kedua terdiri dari:
  • Informasi: tentang tekhnik perumusan langah-langkah pembelajaran RPP dengan pola inovatif (mengadopsi model-model pembelajran inovatif) oleh peneliti.
  • Diskusi : terbimbing pada setiap guru
  • Praktek : terpantau ( ditentukan batas waktunya) untuk merevisi RPP perbaikan menjaddi sebuah RPP yang inovatif.
  • Presentasi: beberapa pertemuan lanjutan untuk memberikan kesempatan tiap-tiap guru mempresentasikan hasil kerjanya.
  1. Pelaksanaan tindakan, sesuai dengan jadwal dan rencana kegiatan yang telah ditentukan dalam perencanaan siklus II.
  2. Observasi, sama seperti pelaksanaan siklus I, yaitu: melakukan penilaian kemampuan guru dalam menyusun RPP yang inovatif melalui koleksi dokumen.
  3. Refleksi, mengkaji hasil-hasil yang dicapai selama pelaksanaan tindakan dan melakukan analisis data untuk menarik kesimpulan umum dari kegiatan siklus pertama dan siklus kedua.

Kerangka Berpikir

Kebiasaan lama “teacher centre oriented” telah mengakar pada guru. Akan sangat sulit mengubah menjadi “student centre oriented”. Diperlukan komitmen dan kemampuan yang tinggi dari guru-guru. Komitmen dan kemampuan bukan bawaan sejak lahir, keduanya dapat ditingkatkan melalui proses pembelajaran dan pembiasaan. Berdasarkan teori motivasi, kemampuan seseorang dapat ditingkatkan dengan menumbuhkan motivasi berprestasi. Motivasi akan tumbuh akibat adanya kebutuhan yang lebih tinggi, yaitu kebutuhan akan penguasaan ilmu pengetahuan, dan keberhasilan melaksanakan tugas. Sesuai dengan konsep andragogi, dan pendapat para akhli psikologi pendidikan, kemampuan/ ketrampilan guru dapat ditingkatkan dengan memberi kesempatan kepada guru untuk melaksanakan praktek, mempresentasikan hasil kerjanya dan mendapat umpan balik tentang hasil kerjanya.

Hipotesis Tindakan

Kerangka berpikir tersebut di atas mengarahkan penulis untuk merumuskan hipotesis tindakan dalam penelitian ini yaitu :

Strategi coaching dapat meningkatkan kemampuan guru SD Negeri Limbangan 02 Kecamatan Kersana dalam menyusun RPP Inovatif.

METODE PENELITIAN

Setiing Penelitian

Waktu penelitian

Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan pada semester 2 tahun 2019/2020 pada bulan Agustus sampai dengan bulan Nopember 2019. Prapenelitian dilaksanakan supervisi pada bulan Agustus 2019 dan pelaksanaan siklus 1 pada bulan September 2019, siklus 2 dilaksanakan pada bulan Oktober 2019

Tabel 2 Alokasi Waktu Penelitian

No Uraian Kegiatan Agustus September Oktober Nopember
1 Menyusun Program PTS
2 Menyusun Instrumen Penelitian
3 Pengumpulan data dengan melakukan tindakan

  1. Siklus 1
  2. Siklus 2
4 Analisis Data
5 Pembahasan / Diskusi
6 Menyusun Laporan Hasil Penelitian

Tempat penelitian

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Limbangan 02 Kecamatan Kersana

Subjek dan Objek Penelitian

Subjek penelitian

Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas I, II,III,IV, V, VI SD Negeri Limbangan 02 Kecamatan Kersana sebanyak 6 orang guru yang terdiri dari 4 orang guru PNS dan 2 guru GTT.

Objek penelitian

Objek penelitian ini adalah kemampuan guru-guru membuat RPP inovatif dengan strategi coaching.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data non tes digunakan untuk mengetahui kemampuan guru dalam menyusun RPP. Dalam hal ini peneliti menggunakan lembar supervisi.

Validasi Data

Supaya data valid, peneliti melaksanakan supervisi RPP pada setiap guru yang menjadi objek penelitian dengan memberikan penilaian.

Analisis Data

Analisis data non tes dilakukan dengan rubrik penilaian telaah RPP pada setiap komponen isi. Terutama pada komponen kegiatan pembelajaran.

Indikator Keberhasilan

Indikator Keberhasilan pada penelitian ini adalah.

Strategi coaching dikatakan berhasil jika ada peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPP. Indikator Keberhasilan diperoleh sesuai dengan rubrik penilaian RPP. Target nilai keberhasilan dalam penelitian ini adalah 80.

Prosedur Tindakan

  1. Menentukan metode penelitian, disini peneliti menggunakan metode penelitian tindakan sekolah.
  2. Peneliti menentukan banyaknya tindakan yang dilakukan dalam siklus, disini peneliti menggunakan 2 siklus
  3. Peneliti menentukan tahapan-tahapan tindakan dalam siklus, terdiri dari 4 tahapan yaitu :
  4. Membuat perencanaan tindakan (planning)
  5. Melaksanakan tindakan yang direncanakan (acting)
  6. Melakukan penilaian (observing)
  7. Melakukan refleksi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data Kondisi Awal

Kemampuan guru menyusun RPP sebelum tindakan dapat dinilai dari RPP awal yang dikumpulkan guru-guru. Rata-rata kemampuan seluruh guru (6 orang) adalah kurang dari 80. Guru yang mampu meraih kriteria baik kurang dari 50% dari jumlah subjek penelitian. Guru dalam menyusun RPP belum sesuai dengan susunan sistematika RPP inovatif sehingga perlu adanya bimbingan.

B. Hasil-hasil Pada Siklus I

Tabel 3 : Kemampuan Guru pada Siklus I

No Uraian Kemampuan
Tema 3 Sub tema 3
1 Nilai Rata-ratra 75
2 Persentase guru dengan nilai 81-90 67%

Pembahasan :

Kemampuan guru-guru :

  • Terjadi peningkatan nilai kemampuan dengan rata-rata nilai mencapai 40%. ,terlihat bahwa ada 4 orang guru yang telah mampu mencapai nilai lebih dari 80.
    • Dengan Pola Konvensional : pendekatan → strategi → metode → teknik, guru mengalami kesulitan menentukan metode untuk mendukung strategi diskoveri inkuiri. Ceramah, tanya jawab, demonstrasi, penugasan adalah metoda-metoda konvensional yang selalu digunakan guru.
    • Dari hasil wawancara diketahui penyebabnya, karena guru-guru belum paham dengan model-model pembelajaran Inovatif. Akibatnya guru-guru masih kesulitan mengubah strategi “ekspositori” manjadi “diskoveri inkuiri”.
    • Lain dari pada itu, seluruh RPP belum memunculkan Tugas Terstruktur dan Kegiatan Mandiri tak terstruktur.

Refleksi :

Dari hasil-hasil siklus I, tampak ada peningkatan kemampuan guru dalam penyusunan RPP Inovatif, namun indikator kinerja belum tercapai. Maka diputuskan melaksanakan perencanaan siklus II. Memperhatikan hasil-hasil wawancara dengan guru, maka dalam siklus II akan lebih dimantapkan model-model pembelajaran Inovatif.

C. Hasil-hasil Pada Siklus II

Tabel 4 : Kemampuan Guru pada Siklus II

No Uraian Kemampuan
Tema 3 Sub tema 3
1 Nilai Rata-ratra 85
2 Persentase guru dengan nilai 81-90 83%

Pembahasan :.

Kemampuan guru-guru

Terjadi peningkatan nilai kemampuan yang cukup tinggi dari Siklus I ke Siklus II.

  • Pada lampiran terlihat rata-rata kemampuan guru meningkat dari rata-rata nilai siklus 75 menjadi 85 dan hanya 1 orang dari 6 orang guru yang nilainya masih kurang dari 80.
  • Pada akhir siklus II, guru-guru yang memperoleh nilai 81-90 meningkat tajam mencapai 83 %.
  • Hal itu didukung oleh hasil-hasil pembinaan kepala sekolah sebagai peneliti, bahwa guru-guru merasa sangat mudah menyusun RPP Inovatif karena telah memahami model-model pembelajaran dengan syarat-syaratnya.

Refleksi :

  • Dari hasil siklus II, tampak ada peningkatan yang tajam tentang kemampuan guru menyusun RPP Inovatif.
  • Memperhatikan hasil supervisi bahwa kemampuan guru meningkat dan guru-guru merasakan telah menemukan pola dalam menyusun RPP Inovatif.
  • Kunci keberhasilan pada siklus II adalah penggunaan Pola Inovatif : Strategi → Model Pembelajaran, untuk mendukung strategi diskoveri inkuiri.

D. Pembahasan Umum

Hasil perubahan kemampuan dalam penyusunan RPP guru-guru SD Negeri Limbangan 02 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hasil perubahan kemampuan sangat ditentukan oleh banyak faktor. Diantaranya adalah factor pembinaan, bimbingan, latihan, dan kemauan dari guru-guru yang menjadi subjek penelitian. Perubahan kemampuan dalam penyusunan RPP guru-guru SD Negeri Limbangan 02 dari kondisi siklus I ke kondisi siklus II dapat dilihat pada table berikut.

Tabel 4 Perubahan siklus I ke kondisi siklus II

No Uraian Kemampuan Tema 3

Sub tema 3

Siklus I Siklus II
1 Nilai Rata-ratra 75 85
2 Persentase guru dengan nilai 81-90 67% 83%

Dari diagram batang I terlihat :

Nilai kemampuan guru-guru yang menjadi subjek penelitian dalam menyusun RPP inovatif mengalami peningkatan yang signifikan (terus meningkat) . Artinya terjadi kenaikan kemampuan diantaranya nilai rata-rata kemampuan awal guru dalam menyususn RPP inovatif 60, rata-rata kemampuan guru dalam menyususn RPP inovatif pada siklus I 75, sedangkan rata-rata kemampuan guru dalam menyususn RPP inovatif pada siklus II adalah 85.

Diagram I. Rata –Rata Nilai Kemampuan Menyusun RPP Inovatif

Dari diagram batang II terlihat :

Prosentase guru dengan nilai 81-90 mengalami peningkatan yang signifikan (terus meningkat) . Artinya terjadi kenaikan kemampuan diantaranya prosentase guru dengan nilai 81-90 pada prasiklus adalah 33%, prosentase guru dengan nilai 81-90 pada siklus I adalah 67%, sedangkan prosentase guru dengan nilai 81-90 pada siklus II adalah 83%

PENUTUP

Simpulan

Dari hasil-hasil yang dipaparkan pada Bab IV, dapat dibuat simpulan bahwa hipotesis tindakan telah terbukti :

Strategi coaching dapat meningkatkan kemampuan guru-guru SD Negeri Limbangan 02 Kecamatan Kersana dalam menyusun RPP Inovatif. Indikator kinerja : Sekurang-kurangnya 83% guru menunjukkan komitmen yang baik dalam menyusun RPP Inovatif (nilai rata-rata 81-90) dalam skala 1-100, tercapai pada akhir siklus III dengan pencapaian 83%.

Rekomendasi

Diharapkan Strategi coaching dapat meningkatkan kemampuan guru-guru SD dalam menyusun RPP Inovatif.

Saran

  1. Kepala sekolah
  2. Dalam peningkatan kemampuan menyususun RPP inovatif digunakan strategi coaching.
  3. Kepala sekolah harus selalu membimbing guru agar menyusun RPP sesuai dengan aturan yang berlaku.
  4. Kepala sekolah dalam mengadakan bimbingan harus dilaksanakan secara periodik.
  5. Guru

Dalam penyusunan RPP harus sesuai dengan aturan yang berlaku.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta : BSNP.

Depdikbud. 1992. Buku Pedoman Penyelenggaraan Musyawarah Guru Mata Pelajaran. Jakarta : Depdikbud.

Depdikbud. 1993. Dengan Pemantapan Kerja Guru Kita Siapkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas Untuk Menyongsong Pembangunan Jangka Panjang Tahap II. Jakarta : Depdikbud.

Depdiknas. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Depdiknas.

Depdiknas. 2005. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta : Depdiknas.

Depdiknas. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta : Depdiknas.

Depdiknas. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.41 tahun 2007 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta : Depdiknas.

Direktorat Dikmenum. 1999. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta : Depdiknas.

BIODATA

Nama : Rusmono, S.Pd.

NIP : 19621028 198304 1 004

Pangkat/gol : Pembina, IV/A

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD Negeri Limbangan 02 Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes

You cannot copy content of this page