Iklan

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBILANG MELALUI MEDIA KARTU BERGAMBAR PADA ANAK DI TK MEKAR SARI TAYEM KARANGPUCUNG TAHUN 2018-2019

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membilang menggunakan media kartu bergambar pada anak di TK Mekar Sari Tayem Karangpucung Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 anak di TK Mekar Sari Tayem Karangpucung dengan usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi berbentuk check list. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitif. Kriteria keberhasilan penelitian ini yaitu rata-rata persentase kemampuan membilang anak sebesar ≥80. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata kemampuan membilang anak meningkat menjadi 92%. Kemampuan anak dalam membilang menggunakan media kartu bergambar secara urut dan benar pada pratindakan memperoleh rata- rata persentase sebesar 42,09% dan meningkat pada Siklus I menjadi 62% dan meningkat kembali pada Siklus II memperoleh rata-rata persentase sebesar 92%, sehinga mencapai kriteria keberhasilan yang diinginkan. Prinsip-prinsip yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membilang pada anak Kelompok B2 adalah: 1) Peneliti menyiapkan peserta didik; 2) Peneliti mengenalkan dan menjelaskan media kartu bergambar pada anak; 3) Peneliti membagi anak dalam kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 anak; 4) Peneliti membagi 1 kartu bergambar pada setiap anak; 5) Anak menyusun kartu bergambar dan membilang kartu tersebut secara urut dan benar mulai dari 1-20; serta; 6) Anak diberi kesempatan maju di depan kelas untuk menunjukkan kemampuan membilang menggunakan media kartu bergambar.

Kata kunci: Kemampuan membilang, media, kartu bergambar

PENDAHULUAN

Perkembangan kognitif anak meliputi kemampuan otak anak dalam memperoleh, mengelola, dan mengunakan informasi tersebut menjadi sebuah pengetahuan bagi dirinya. Kemampuan kognitif berkaitan dengan kemampuan berpikir anak untuk dapat mengelola perolehan belajar, menemukan bermacam-macam alternative masalah, mengembangkan kemampuan logika matematika, mengelompokkan, serta kemampuan berpikir teliti (Departemen Pendidikan Nasional, 2004: 6).

Salah satu aspek kognitif yang harus dikembangkan pada anak usia dini adalah kemampuan logika matematika yang diantaranya memuat tentang kemampuan mengenal bilangan yang diawali dengan kegiatan membilang.

Kemampuan membilang adalah kemampuan anak untuk membilang satu, dua, tiga, dan seterusnya dan hanya sekedar menyebutkan, atau dapat diartikan sebagai kemampuan anak untuk menyebutkan bilangan tanpa harus mengetahui lambang bilangan yang menyertainya (Sudaryanti, 2006: 4).

Di TK Mekar Sari Tayem Karangpucung sebagian anak masih kesulitan untuk membilang angka 1–10. Hal ini karena anak belum banyak mengenal angka, sehingga dalam mengerjakan tugas dari guru, anak masih mengalami kesulitan. Misalnya dalam mengerjakan tugas mencontoh angka masih banyak yang salah, dalam menghubungkan lambang bilangan dengan benda, dan dalam menulis angka masih terbalik. Dalam pemberian stimulasi membilang pada anak, misalnya dalam membilang angka 1–10 anak terlihat tidak antusias dan cenderung menjadi bosan dan tidak tertarik untuk mengikuti kegiatan belajar.

Dari hasil observasi yang dilakukan menunjukkan mengenai kemampuan membilang anak di TK Mekar Sari Tayem Karangpucung. Ketika anak diminta untuk membilang dalam kegiatan pembelajaran. Dari 20 anak terdapat 10 anak yang belum mampu membilang secara urut dan benar. Anak mengalami kesulitan misalnya ketika diminta membilang sampai bilangan “sepuluh” anak biasanya terhenti pada bilangan “lima”. Kemudian ketika melanjutkan dari bilangan “lima” mereka langsung menyebutkan bilangan “tujuh”, sehingga bilangan “enam” terlewati dan kemudian anak melanjutkan dengan membilang secara acak. Kesulitan anak dalam membilang lainnya adalah ketika anak diminta membilang dari “satu” sampai “dua puluh”. Dari 30 anak hanya 4 anak yang mampu menyebutkan secara urut dan benar. Anak yang lain mengalami kesulitan dan terhenti pada bilangan tertentu atau membilang secara acak. Ketika sampai bilangan “sepuluh”, mereka langsung membilang bilangan “dua puluh”, “tiga puluh”, “empat puluh” dan seterusnya.

Salah satu cara yang dapat digunakan yaitu memberikan pembelajaran membilang dengan media kartu bergambar, sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan anak dalam membilang. Pemilihan kartu bergambar sebagai media yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan membilang anak adalah karena kartu bergambar selain menarik dalam segi warna dan gambar adalah karena kartu bergambar mampu mewakili benda konkrit.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut di atas, maka penulis mengambil judul “Peningkatan Kemampuan Membilang Melalui Media Kartu Bergambar pada Anak di TK Mekar Sari Tayem Karangpucung Tahun Pelajaran 2018-2019”.

Kajian teoretis

Teori Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun

Soemiati Patmonodewo (2003: 27) mengungkapkan bahwa kognitif adalah pengertian yang luas mengenai berpikir dan mengemati, jadi merupakan tingkah laku yang mengakibatkan orang memperoleh pengetahuan atau yang dibutuhkan untuk menggnakan pengetahuan. Kemapuan kognitif adalah suatu proses berpikir, yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimangkan suatu kejadian atau peristiwa. Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan (intelegensi) yang menandai seseorag dengan berbagai minat terutama ditunjukkan dengan ide-ide dan belajar (Ahmad Susanto, 20011: 47). Jadi kemampuan kognitif adalah kemampuan anak untuk berpikir malalui pengamatan, mengolongkan, menghubungkan, menguraikan, mengambil perkembangan-perkembangan anak yang lain.

Berdasarkan uraian di atas, dapat ditegaskan bahwa perkembangan kognitif adalah perkembangan dari pikiran. Pikiran adalah bagian dari otak, bagian yang digunakan yaitu untuk pemahaman, penalaran, pengetahuan dan pengertian. Kognitif adalah suatu proses berpikir, yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan (inteligensi) yang menandai seseorang dengan berbagai minat terutama ditujukan kepada ide-ide dan belajar. Perkembangan kognitif dalam penelitian ini adalah proses belajar tentang konsep bilangan, yaitu kemapuan mengenal angka 1–10 menggunakan metode bermain kartu angka.

Karakteristik dan Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Kognitif

Perkembangan anak usia 5-6 tahun memiliki karakteristik kemampuan yang beragan. Salah satu kemampuan yang terdapat pada kemampuan kognitif dan harus di kembangkan pada anak agar menunjang perkembangan kemampuan selanjutnya terutama matematika adalah kemampuan untuk menyebutkan nama bilangan satu sampai duapuluh.

Faktor yang mempengaruhi kemampuan kognitif terdiri dari dua faktor yaitu faktor dari dirinya (internal) maupun faktor dari luar dirinya (eksternal). Faktor internal meliputi hereditas, kematangan, minat, dan bakat sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan (pengalaman), pembentukan, dan kebebasan.

Kemampuan Membilang

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2002: 126) dijelaskan bila kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan; kita berusaha dengan diri sendiri. Sementara membilang yaitu menghitung dengan menyebut satu per satu untuk mengetahui berapa banyaknya (Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2002: 150). Membilang merupakan tindakan matematika untuk menentukan berapa banyak jumlah benda yang ada.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan membilang adalah kemampuan anak untuk menyebutkan bilangan satu persatu secara urut, baik di tunjuk maupun tidak, dapat juga dengan menghafal nama bilangan secara urut sesuai dengan jumlah benda yang ada tanpa harus mengerti lambang bilangan yang menyertainya.

Ciri-Ciri Kemampuan Membilang

Ciri-ciri kemampuan membilang pada anak usia TK adalah anak bisa memahami dan mengenal bilangan dengan lancar dan baik. Adapun ciri-ciri kemampuan membilang (Tatag Yuli Eko Siswono, 2012) adalah: (a) Anak mampu menghitung benda yang ada di sekitarnya, (b) Anak mampu membilang benda-benda, (c) Anak mampu membilang sambil beraktifitas.

Media Kartu Bergambar

Kartu termasuk dalam jenis media visual yang dapat di gunakan untuk menyampaikan segala bentuk informasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 510), kartu adalah kertas tebal, berbentuk persegi panjang yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Media gambar dapat membantu guru dalam mencapai tujuan instruksional, karena media kartu bergambar termasuk media yang mudah dan murah serta besar artinya untuk mempertinggi nilai pengajaran.

Media kartu bergambar yang digunakan dalam penelitian ini adalah kartu bergambar yang dimodifikasi oleh peneliti dengan bahan kertas tebal berukuran 10 cm x 15 cm yang berupa gambar berwarna dan disesuaikan dengan tema pembelajaran di sekolah. Gambar pada setiap seri kartu bergambar memiliki gambar yang sama yang didesain oleh peneliti agar memudahkan anak dalam membilang. Tiap seri kartu bergambar berjumlah 20 kartu, karena untuk usia anak 5-6 tahun kemampuan membilang anak adalah membilang 1-20.

KERANGKA BERPIKIR

Setelah Tindakan

Pelaksanaan Tindakan

Sebelum Tindakan

Peneliti

Kemampuan membilang anak berkembang kurang maksimal

Peneliti

Kemampuan membilang anak berkembang maksimal

Peneliti

Memaksimalkan kegiatan pembelajaran membilang dengan kartu bergambar

 

 

Penerapan kegiatan pembelajaran membilang dengan kartu bergambar

Diskusi pemecahan masalah

2.2 Kerangka Pikir Penelitian

Hipotesis tindakan

Hipotesis tindakan yang dapat peneliti ajukan adalah sebagai berikut: kemampuan membilang anak di TK Mekar Sari Tayem Karangpucung dapat ditingkatkan menggunakan media kartu bergambar

Metode Penelitian

Setting penelitian/lokasi penelitian

Tempat penelitian adalah TK Mekar Sari Tayem Karangpucung Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap.

Waktu penelitian

Penelitian ini akan dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2018 – 2019.

Subjek penelitian

Subjek penelitian adalah anak didik di TK Mekar Sari Tayem Karangpucung pada semester genap Tahun Ajaran 2018-2019.

Sumber Data

Sumber data dalam PTK ini adalah data yang didapat dari kegiatan anak yang diamati selama proses kegiatan berlangsung yang dilakukan melalui observasi atau pengamatan langsung yang mana hasilnya ditulis dalam lembaran observasi.

Teknik Pengumpul Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas (PTK) ini yaitu dengan cara observasi langsung yaitu dengan cara mencatat langsung kemampuan anak yang akan diamati.

Teknik Analisis data

Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian tindakan kelas (PTK) ini yaitu menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif.

Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah jika kemampuan membilang anak telah mengalami peningkatan dan menunjukkan rata-rata kelas yang mencapai ≥80%.

Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen lembar observasi berbentuk checklist untuk mendapatkan data. Kisi-kisi lembar observasi terhadap kemampuan membilang dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini:

Variabel

Sub variabel

Indikator

Instrument

Sumber Data

  1. Menyebutkan bilangan 1-20
  2. Mengemukakan urutan angka sampai dua puluh

Membilang 1-5

Anak membilang kartu bergambar 1-5.

Lembar Observasi

Hasil Observasi

Membilang 6-10

Anak membilang kartu bergambar 6-10

Lembar Observasi

Hasil Observasi

Membilang 11-15

Anak membilang kartu bergambar 11-15

Lembar Observasi

Hasil Observasi

Membilang 16-20

Anak membilang kartu bergambar 16-20

Lembar Observasi

Hasil Observasi

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Lembar Observasi Kemampuan Membilang

Prosedur Penelitian

3.3 model penelitian tindakan kelas (suharsimi arikunto, 2006:84)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian Pratindakan

Hasil yang diperoleh menunjukkan kemampuan anak dalam membilang masih belum berkembang dengan baik. Rata-rata kelas kemampuan membilang anak pratindakan hanya sebesar 44%. Kemampuan membilang anak pratindakan disajikan dalam tabel sebagai berikut.

No

Kemampuan Membilang

Skor Keseluruhan

Prosentase (%)

Kriteria

1

Membilang 1-5

48

60%

Baik

2

Membilang 6-10

37

46%

Cukup

3

Membilang 11-15

31

38%

Cukup

4

Membilang 16-20

26

32%

Cukup

Rata-rata ketercapaian anak

 

44%

Cukup

Tabel 4.1 Rekapitulasi Data Hasil Observasi Pratindakan Kemampuan Membilang

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa hasil dari kegiatan pratindakan rata-rata kelas kemampuan membilang pada anak di TK Mekar Sari Tayem Karangpucung masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari data kemampuan membilang anak, yaitu pertama kemampuan anak dalam membilang menggunakan kartu bergambar 1-5 memperoleh prosentase rata-rata kelas sebesar 60% yang termasuk dalam kriteria baik. Kedua, kemampuan anak dalam membilang menggunakan kartu bergambar 6-10 memperoleh prosentase rata-rata kelas sebesar 46% yang termasuk dalam kriteria cukup. Ketiga, kemampuan anak dalam membilang menggunakan kartu bergambar 11-15 memperoleh memperoleh persentase rata-rata kelas sebesar 38% yang termasuk dalam kriteria baik. Keempat, kemampuan anak dalam membilang menggunakan kartu bergambar 16-20 memperoleh memperoleh persentase rata-rata kelas sebesar 32% yang termasuk dalam kriteria cukup. Perolehan rata-rata kemampuan membilang secara keseluruhan 1-20 memperoleh rata-rata sebesar 44%.

Deskripsi Data Siklus I

Hasil observasi pada Pertemuan Pertama, Pertemuan Kedua dan Pertemuan Ketiga pada Siklus I menunjukkan bahwa kemampuan membilang anak meningkat secara bertahap. Hasil pengamatan pada Siklus I yang dilakukan selama tiga kali pertemuan dapat dilihat pada Tabel berikut.

Indikator

Siklus I

Rata-rata (%)

Kriteria

Pertemuan Pertama (%)

Pertemuan Kedua (%)

Pertemuan Ketiga (%)

Membilang 1-5

65%

75%

96%

78%

Sangat Baik

Membilang 6-10

60%

66%

76%

67%

Baik

Membilang 11-15

40%

58%

65%

54%

Baik

Membilang 16-20

37%

53%

63%

51%

Cukup

Tabel 4.2 Rekapitulasi Data Hasil Observasi Kemampuan Membilang pada Siklus I

Pelaksanaan Siklus I yang dilaksanakan selama tiga kali pertemuan sudah mengalami peningkatan yang dapat dibandingkan dengan hasil pelaksanaan Pratindakan. Rekapitulasi hasil Pratindakan dan pelaksanaan tindakan Siklus I dapat dilihat pada Tabel berikut.

Indikator Kemampuan Membilang

Pratindakan (%)

Kriteria

Siklus I (%)

Kriteria

1-5

60%

Baik

78%

Sangat Baik

6-10

46%

Cukup

67%

Baik

11-15

38%

Cukup

54%

Cukup

16-20

32%

Cukup

51%

Cukup

Rata-rata

44%

Cukup

62%

Baik

Tabel 4.3 Rekapitulasi Data Hasil Observasi Kemampuan Membilang Pada Tahap Pratindakan dan Siklus I

Berdasarkan Tabel di atas dapat terlihat bahwa kemampuan membilang dalam pelaksanaan tindakan Siklus I yang dilaksanakan tiga kali pertemuan sudah mengalami peningkatan. Pada Siklus I rata-rata kemampuan membilang keseluruhan indikator meningkat dari 44% pada Pratindakan meningkat menjadi 62% pada Siklus I.

Deskripsi Data siklus II

Hasil observasi pada Pertemuan Pertama, Pertemuan Kedua dan pertemuan Ketiga pada Siklus II menunjukkan bahwa kemampuan membilang anak meningkat secara bertahap. Hasil pengamatan pada Siklus II yang dilakukan selama tiga kali pertemuan dapat dilihat pada Tabel berikut.

Indikator

Siklus II

Rata-rata (%)

Kriteria

Pertemuan Pertama (%)

Pertemuan Kedua (%)

Pertemuan Ketiga (%)

Membilang 1-5

91%

95%

95%

93%

Sangat Baik

Memblang 6-10

97%

98%

93%

96%

Sangat Baik

Membilang 11-15

86%

98%

93%

92%

Sangat Baik

Membilang 16-20

83%

93%

96%

90%

Sangat Baik

    1. Tabel Rekapitulasi Data Hasil Observasi Kemampuan Membilang Pada Siklus II

Pelaksanaan Siklus II yang dilaksanakan selama tiga kali pertemuan sudah mengalami peningkatan yang dapat dibandingkan dengan hasil pelaksanaan Pratindakan dan Siklus I. Rekapitulasi hasil Pratindakan dan pelaksanaan tindakan Siklus I serta Siklus II dapat dilihat pada Tabel berikut.

Indikator Kemampuan Membilang

Pratindakan (%)

Kriteria

Siklus I (%)

Kriteria

Siklus II (%)

Kriteria

1-5

60%

Baik

78%

Sangat Baik

93%

Sangat Baik

6-10

46%

Cukup

67%

Baik

96%

Sangat Baik

11-15

38%

Cukup

54%

Cukup

92%

Sangat Baik

16-20

32%

Cukup

51%

Cukup

90%

Sangat Baik

Rata-rata

44%

Cukup

62%

Baik

92%

Sangat Baik

4.5 Rekapitulasi Hasil Kemampuan Membilang Pada Pratindakan, Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan Tabel di atas dapat terlihat bahwa kemampuan membilang dalam pelaksanaan tindakan Siklus I yang dilaksanakan tiga kali pertemuan sudah mengalami peningkatan. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil rata-rata kemampuan anak dalam membilang 1-20 memeperoleh persentase 62%. Berdasarkan Tabel dapat terlihat juga bahwa kemampuan membilang dalam pelaksanaan tindakan Siklus II yang dilaksanakan tiga kali pertemuan juga mengalami peningkatan yang sangat baik . Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil kemampuan anak dalam membilang secara urut dan benar 1-20 memeperoleh peesentase rata-rata kelas sebesar 92%. Presentase rata-rata kemampuan membilang secara keseluruhan dari setiap tindakan mengalami peningkatan sesuai dengan kriteria keberhasilan.

Hal itu dapat dilihat dengan persentase yang diperlihatkan pada Pratindakan rata-rata kemampuan membilang anak memperoleh persentase 44% dan meningkat pada Siklus I menjadi 62% dan kemudian meningkat kembali pada Siklus II menjadi 92%. Berdasarkan kriteria kebehasilan kemampuan anak pada Siklus kedua mangalami peningkatan sesuai dengan kriteria yang diinginkan yaitu >80% dengan hasil ahkir rata-rata 92%.

Kesimpulan Dan Saran

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kemampuan membilang pada anak Kelompok B2 di TK Mekar Sari Tayem Karangpucungdapat ditingkatkan menggunakan media kartu bergambar. Hasil peningkatan kemampuan membilang sebelum tindakan sampai Siklus I mengalami peningkatan, pada pratindakan rata-rata kemampuan membilang anak mencapai 44% dan meningkat pada Siklus I sebesar 62% dan Siklus II mengalami peningkatan menjadi 92%.

Saran

Berdasarkan kesimpulan penelitian ini, peneliti menyampaikan saran sebagai berikut:

  1. Pendidik dapat menggunakan media kartu bergambar sebagai alternatif media pembelajaran membilang. Pembelajaran sebaiknya dilaksanakan secara berkelompok, namun setiap anak tetap mendapatkan masing-masing satu set kartu bergambar. Selain itu, guru hendaknya menggunakan metode yang berbeda dalam penggunaan kartu bergambar dalam pembelajaran membilang, agar waktu yang digunakan dapat optimal dan tidak mengganggu kegiatan yang lain.
  2. Bagi sekolah, sebaiknya media yang dimiliki sekolah digunakan dengan maksimal agar pembelajaran yang dilakukan di kelas tidak sebatas menggunakan LKA saja, padahal media yang dimiliki sekolah sangat banyak.
  3. Bagi Kepala Sekolah hendahknya memberikan dan menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan pembelajaran menggunakan media kartu bergambar. Mendukung upaya guru dalam menggunakan media kartu bergambar untuk mengembangkan kemampuan membilang pada anak.

BIO DATA PENULIS

Nama : Suis Tanaroh, S.Pd.AUD.

NIP : 1972016 200801 2010

Unit Kerja : TK Mekar Sari Tayem Karangpucung

Judul : PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBILANG MELALUI MEDIA KARTU BERGAMBAR PADA ANAK DI TK MEKAR SARI TAYEM KARANGPUCUNG TAHUN 2018-2019

DAFTAR PUSTAKA

Acep Yoni. (2010). Menyusun Penelitian TIndakan Kelas. Yogyakarta: Familia

Ahmad Rohani. (1997). Media Instruksional Edukatif. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Ahmad Susanto. (2011). Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana Perdana Media Group.

Anas Sudijono. (2011). Pengantar Statistika Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.

Anggani Sudono. (2000). Sumber Belajar dan Alat Permainan untuk Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT. Grasindo.

Arief S. Sadiman, R. Rahardjo, Anung Haryono & Rahardjito. (2006). Media Pendidikan, Pengertian, Pemanfaatan, dan Pengembangannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Azhar Arsyad. (2002). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Badru Zaman, Asep Hery Hernawan, & Cucu Eliyawati. (2009). Media dan Sumber Belajar TK. Jakarta: Universitas Terbuka.

Badru Zaman & Cucu Eliyawati. (2010). Bahan Ajar Pendidikan Profesi Guru, Media Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Baharudin Shamsudin. (2002). Kamus Matematika Bergambar. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Basuki Wibawa & Farida Mukti. (1993). Media Pengajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Bagian Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Daitin Tarigan. (2006). Pembelajaran Matematika Realistik. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Ketenagaan.

Dina Indriana. (2011). Ragam Alat Bantu Media Pengajaran: Yogyakarta: Diva Press.

Hollands, R. (1984). Kamus Matematika. (Alih Bahasa: Naipospos Hutauruk). Jakarta: Erlangga.

Lisnawati Simanjuntak, Poltak Manurung, & Domi C. Matutina. (1993). Metode Mengajar Matematika Jilid 1. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

M. Ramli. (2005). Pendampingan Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Depertemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi .

Muchtar A. Karim, Abdul Rahman As’ari, Gatot Muhsetyo, & Akbar Sutawidjaja. (1997). Pendidikan Matematika I. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Bagian Proyek Pengembangan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Mudjito AK. (2007a). Pedoman Pembelajaran Berhitung di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Departeman Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Taman Kanak- kanak dan Sekolah Dasar.

Mudjito AK. (2007b). Pedoman Pembelajaran Bidang Pengembangan Kognitif di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar.

Ngalim Purwanto. (2006). Prinsip-prinsip dan Tekhnik Evaluasi Pengajaran. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya.

Nurbiana Dhieni, Lara Faridani, Gusti Yarmin, Nany Kusniati & Sri Wulan. (2007). Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.

Rita Eka Izzaty, Siti Partini Suardiman, Yulia Ayriza, Purwandari, Hiryanto & Rosita E. Kusmaryani. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.

Santrock, J.W. (2002). Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup Jilid I. (Alih Bahasa: Juda Damanik & Acmad Chusairi). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Seefeldt, C. & Wasik, B.A. (2008). Pendidikan Anak Usia Dini: Menyiapkan Anak Usia Tiga, Empat, dan Lima Tahun Masuk Sekolah. (Alih bahasa: Pius Nasar). Jakarta: Indeks.

.

Siti Partini Suardiman. (2003). Metode Perkembangan Daya Pikir dan Daya Cipta untuk Anak Usia Dini. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan, UNY.

Slamet Suyanto. (2005). Pembelajaran untuk Anak TK. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Soemiarti Patmonodewo. (2003). Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdikbud dan PT Rineka Cipta.

Sudaryanti. (2006). Pengenalan Matematika Anak Usia Dini. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Pendididikan, Universitas Negeri Yogyakarta.

Suharsimi Arikunto. (2005). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Suharsimi Arikunto, Suhardjono, & Supardi. (2007). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Rineka Cipta.

Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Tadkirotun Musfiroh. (2008). Cerdas Melalui Bermain. Jakarta: PT. Grasindo.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Wina Sanjaya. (2009). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana.

By admin

You cannot copy content of this page