Iklan

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SURAH AL-‘ALAQ AYAT 1 – 5 SISWA KELAS VI SD NEGERI 02 NOTOGIWANG KEC. PANINGGARAN TAHUN 2012 MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL

 

C:\Users\subur riyanto\Pictures\IMG_20210408_175953.jpg

Abstrak

ELO YUNIARTI, 2013; “Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq Ayat 1 – 5 Siswa SD Negeri 02 Notogiwang Kec. Paninggaran Melalui Media Audio Visual”. Skripsi Jurusan Tarbiyah Program Studi PAI Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pekalongan. Drs. H. Misbahul Huda, M.P.I.

Dalam suatu proses pembelajaran, tugas dan peran guru sangatlah menentukan kualitas hasil pembelajaran. Salah satunya adalah bagaimana menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Karena dengan menggunakan media pembelajaran maka tujuan yang akan kita harapkan lebih mudah tercapai. Adapun salah satu media yang dapat digunakan adalah media audio visual berupa CD Qur’an Interaktif. Dengan menggunakan CD Qur’an Interaktif diharapkan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an menjadi lebih baik, sebab dengan menggunakan CD Qur’an Interaktif siswa menjadi lebih tertarik dan tidak jenuh sehingga siswa akan semakin memahami materi pelajaran.

Permasalahan penelitian ini adalah 1) Bagaimana kemampuan membaca Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq ayat 1 – 5 siswa kelas VI SD Negeri 02 Notogiwang Kec. Paninggaran? 2) Apakah penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VI SD Negeri 02 Notogiwang Kec. Paninggaran dalam membaca Al-Qur’an surah Al-‘Alaq ayat 1 – 5? Kegunaan penelitian ini diharapkan mampu memberikan motivasi guru dalam menerapakan media audio visual dalam kegiatan belajar mengajar.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 02 Notogiwang Kec. Paninggaran yang berjumlah 45 siswa. Variabel dalam penelitian ini ada 2 yaitu media audio visual dan kemampuan membaca Al-Qur’an. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, catatan lapangan, wawancara dan tes. Adapun dalam menganalisis data penulis menggunakan cara kuantitatif yang kemudian dikonversi dalam bentuk kualitatif deskriptif.

Hasil penelitian menunjukan penggunaan media audio visual dalam pembelajaran PAI kompetensi dasar membaca Al-Qur’an surah Al-‘Alaq ayat 1 – 5 di SD Negeri 02 Notogiwang Kec. Paninggaran masuk kategori baik. Dari hasil observasi dan tes dalam siklus III dengan nilai terendah 75, nilai tertinggi 100, rata-rata kelas 84 yang terdapat dalam skala acuan normatif rentang 75% – 87% yang berarti termasuk dalam kategori baik, dengan ketuntasan klasikal 100% yang terdapat dalam rentang 88% – 100% berarti termasuk dalam kategori baik sekali. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VI SD Negeri 02 Notogiwang Kec. Paninggaran dalam membaca Al-Qur’an surah Al-“alaq ayat 1 – 5.

Kata Kunci: Kemampuan Membaca Al-Qur’an dan Media Audio Visual.

PENDAHULUAN

Pengajaran Al-Qur’an di negeri ini telah berjalan sejak zaman dahulu. Banyak yang telah berhasil menjadi tokoh-tokoh agama yang berkualitas, pemimpin-pemimpin agama yang tangguh, berakhlakul qur’ani sehingga dapat kita rasakan manfaatnya hingga sekarang ini.

Belajar agama Islam tidak bisa dipisahkan dari induknya yaitu Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an merupakan sumber dari segala tuntunan yang telah diajarkan oleh Allah kepada rasul – Nya Muhammad SAW dan disampaikan kepada umatnya.

Allah SWT telah memerintahkan kepada umat manusia untuk mempelajari kitab suci Al-Qur’ an.

sebagaimana dalam firmannya: Q.S. Al-`Alaq ayat 1 – 5;

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ – ١

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ – ٢

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ – ٣

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ – ٤

Yang mengajar (manusia) dengan pena.

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ – ٥

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Dari ayat tersebut di atas tersirat adanya suatu perintah untuk belajar khususnya belajar membaca. Dengan membaca kita akan mendapatkan pengetahuan yang seluas-luasnya. Terlebih dalam belajar membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, Islam mewajibkan umatnya untuk belajar mulai dari lahir hingga masuk kubur.

Belajar membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban bagi setiap muslim, karena setiap harinya seorang muslim berdialog dengan Allah tidak kurang lima kali dengan menggunakan bahasa Al-Qur’an. Maka tepatlah bagi setiap muslim yang sadar akan kewajibannya berusaha untuk membebasbutakan huruf Al-Qur’an kepada masyarakat di sekelilingnya.

Al-Hafizh As-Suyuthi telah mengatakan sebagai berikut: “mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak merupakan salah satu hal pokok dalam Islam agar anak-anak didik dibesarkan dalam nuansa fitrah yang putih lagi bersih dan kalbu mereka telah diisi terlebih dahulu oleh cahaya hikmah sebelum hawa nafsu menguasai dirinya yang akan menghitamkannya karena pengaruh kekeruhan kedurhakaan dan kesesatan”. Pengertian ini telah dikukuhkan oleh Ibnu Khaldun melalui pernyataannya yang menyebutkan bahwa mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak merupakan salah satu di antara syi’ar Islam yang dilakukan oleh semua pemeluknya dan telah dibudayakan di semua kota-kota besar. Hal ini karena perlunya kalbu anak-anak untuk lebih dahulu diisi dengan hal-hal yang memantapkan keimanan dan aqidahnya berkat ayat-ayat Al-Qur’an dan teks-teks Hadits yang dituangkan ke dalam kalbu mereka sejak usia dini, sehingga Al-Qur’an menjadi pokok pengajaran yang dibina di atas landasannya semua pengembangan bakat yang bakal diraih pada masa mendatang.( Jamaal ‘Abdur Rahman, 2005: 266-267)

Pada zaman sekarang ini perkembangan teknologi semakin canggih, nilai-nilai yang bersifat agamis semakin tersisih, terlihat seperti belajar Al-Qur’an yang dahulu merupakan kebanggaan setiap orang tua, apabila putra-putrinya mampu menguasai Al-Qur’an dengan baik, dan begitu pula apabila anak-anaknya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik pula.

Namun pada akhir-akhir ini kebanggaan tersebut cenderung menurun, untuk itu menjadi kewajiban bersama bagaimana untuk meningkatkan gairah untuk belajar Al-Qur’an sehingga setiap anak yang akan menggantikan generasi yang akan datang menjadi anak yang mengerti, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dengan kata lain menjadi “generasi Qur’ani”.

Di SD Negeri 02 Notogiwang proses pembelajaran Al-Qur’an masih menggunakan sistem mengajar secara konvensional. Guru menyampaikan materi pelajaran, sedangkan siswa hanya duduk mendengarkan penjelasan dari guru. Sistem mengajar seperti ini menyebabkan siswa cepat jenuh karena pembelajaran hanya didominasi guru tanpa melibatkan siswa secara optimal. Dalam Permendiknas disebutkan tentang prinsip-prinsip dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, diantaranya adalah; Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.( KKPS TK/ SD Kabupaten Pekalongan, 2008: 429.)

Permasalahan di atas perlu diupayakan pemecahannya agar sesuai dengan standar kompetensi lulusan mata pelajaran yang telah ditentukan dalam Permendiknas, diantaranya; siswa mampu menyebutkan, menghafal, membaca dan mengartikan surah-surah pendek dalam Al-Qur’an, mulai surah Al-Fatihah sampai surah Al-`Alaq.(Departemen Pendidikan Nasional, 2006: 14)

Lembaga pendidikan pada dasarnya telah menjalankan fungsinya dalam menyiapkan generasi muda Qur’ani untuk menghadapi perkembangan sosial yang semakin tidak menentu ini. Adalah kewajiban kita semua baik pemerintah atau masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan kinerja lembaga pendidikan untuk mengembangkan nilai-nilai Qur’ani sehingga tercipta masyarakat yang islami.( Said Agil Husin Al Munawar, 2003: 355 )

Salah satu upaya pemecahannya adalah melakukan tindakan yang dapat mengubah proses pembelajaran agar dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an khususnya Surah Al-`Alaq ayat 1 – 5 siswa kelas VI SD Negeri 02 Notogiwan Kec. Paninggaran. Yaitu dengan dikembangkannya media pembelajaran yang tepat, menarik, dan efektif sehingga siswa lebih tertarik, tidak mudah jenuh dan berhasil memahami apa yang ada dalam kegiatan pembelajaran dan dapat menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah pembelajaran berlangsung. Salah satu media pembelajaran yang dapat dijadikan alternatif yaitu pembelajaran dengan menggunakan media audio visual.

Media Audio Visual adalah media yang penyampaian pesannya dapat diterima oleh indera pendengaran dan indera penglihatan.( Rudi Susilana dan Cepi Riyana, 2009 : 20)

Pembelajaran dengan Media Audio Visual ini tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan Media Audio Visual antara lain: pertama; dapat menyajikan pesan di semua ukuran ruangan kelas, kedua; menarik dan menimbulkan gairah belajar, karena memungkinkan penyajian yang variatif dan disertai dengan warna-warna yang menarik, ketiga; memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya, keempat; memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama. Serta waktunya relatif lebih efisien. Sedangkan kelemahannya antara lain: tentunya memerlukan perencanaan dalam pembuatan dan penyajian yang lebih matang, serta memerlukan biaya yang lebih besar.( Rudi Susilana dan Cepi Riyana, 2009 : 20)

Pemilihan media pembelajaran dengan menggunakan Media Audio Visual dikarenakan akhir-akhir ini di lingkungan akademis atau pendidikan penggunaan media pembelajaran yang berbentuk Audio Visual bukan merupakan hal yang baru lagi. Penggunaan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang berbentuk Audio Visual memungkinkan digunakan dalam berbagai keadaan tempat, baik di sekolah maupun di rumah.

Proses belajar mengajar adalah sesuatu yang selalu berkembang, untuk itu belajar mengajar Al-Qur’an pun perlu diadakan pembenahan-pembenahan, sehingga belajar mengajar Al-Qur’an merupakan kegiatan yang menarik, tidak menjemukan, sehingga anak yang belajar Al-Qur’an dan guru yang mengajarkan akan menjadi suatu kesenangan bukan hanya menjadi suatu kewajiban.

LANDASAN TEORI

Untuk memperoleh gambaran yang jelas dan menghindari terjadinya pemahaman yang keliru dalam penelitian ini, maka penulis akan menjelaskan secara rinci garis besar tentang pengertian yang terkandung dalam judul penelitian ini.

  • Peningkatan

yang dimaksud peningkatan disini adalah upaya meningkatkan atau usaha untuk menambah atau meningkatkan.

  • Kemampuan Membaca Al-Qur’an

Kemampuan membaca Al-Qur’an yang dimaksud disini adalah mampu membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai dengan kaidah-kaidah dalam ilmu tajwid, baik secara teori maupun lisan.

Para ahli qira’at berpendapat bahwa tajwid adalah penghias qira’at, yaitu memberikan hak-haknya, huruf dan tertibnya, mengembalikan huruf pada makhroj-nya dan asal pokoknya, melembutkan pengucapannya dengan cara yang sempurna tanpa berlebihan dan tanpa aturan, tidak gegabah dan dipaksakan.( Al Sayid Muhammad bin Alawi Al-Maliky Al-Hasany,2008 : 20)

  • Surah Al-`Alaq ayat 1-5

Surah Al-`Alaq terdiri dari 19 ayat, namun dalam penelitian ini, penulis mengambil hanya 5 ayat saja, karena ayat 1 – 5 dari surah Al ’Alaq ini adalah ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, disamping itu surah Al-`Alaq ayat 1 – 5 juga terdapat dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VI semester 1.

  • Media Audio Visual

Media Audio Visual merupakan media perantara atau penggunaan materi dan penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran sehingga membangun kondisi yang dapat membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. (http://www.sarjanaku.com/2011/05/media-audio-visual.html. diakses 27 Juli 2012).

Media Audio Visual disini adalah seperangkat alat terdiri dari LCD, proyektor, laptop, speaker dan CD Qur’an Interaktif (tentang surah Al-‘Alaq, hukum-hukum tajwid, makhorijul huruf yang disusun sedemikian rupa) yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

METODE PENELITIAN

Penelitian yang dilakukan termasuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), yaitu satu Action Research yang dilakukan oleh guru dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat.( IGAK Wardhani dan Kuswaya Wihardit, 2008:1. 4)

Dengan Judul penelitian ” Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq Ayat 1 – 5 Siswa Kelas VI SD Negeri 02 Notogiwang Kec. Paninggaran Melalui Media Audio Visual”.

Berdasarkan judul penelitian “Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq Ayat 1-5 siswa Kelas VI SD Negeri 02 Notogiwang Kec. Paninggaran Melalui Media Audio Visual”, maka terdapat dua variabel: Variabel Bebas (Media audio visual) dan Variabel Terikat (Kemampuan Membaca Al-Qur’an)

Materi yang akan diteliti adalah kemampuan membaca Al-Qur’an surah Al-`Alaq ayat 1 – 5 yang sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah; Siswa kelas VI SD Negeri 02 Notogiwang Kec. Paninggaran yang berjumlah 45 siswa Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 02 Notogiwang Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan. Waktu pelaksanaannya adalah semester I tahun pelajaran 2012/2013. Dalam melakukan penelitian jenis penelitian tindakan kelas (PTK) ini memerlukan kondisi agar dapat berlangsung dengan baik dan melembaga. Kondisi tersebut antara lain dukungan dari semua personil di sekolah, iklim yang terbuka yang memberikan kebebasan kepada guru untuk berinovasi, berdiskusi, berkolaborasi, dan saling mempercayai di antara personil sekolah, dan juga saling percaya antara guru dan siswa. Prosedur/ langkah- langkah yang akan dilaksanakan sesuai dengan Pedoman Penyusunan Usulan PTK yang dikeluarkan oleh Dikti (2004 dan 2005) . setiap putaran atau siklus tindakan meliputi perencanaan perbaikan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. ( IGAK Wardhani dan Kuswaya Wihardit, 2008:1 – 4)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan yang merupakan jawaban dari rumusan masalah dalam skripsi ini:

  1. Kemampuan membaca Al-Qur’an surah Al-‘Alaq ayat 1 – 5 siswa kelas VI SD Negeri 02 Notogiwang Kec. Paninggaran sebelum diadakan perbaikan pembelajaran siklus I maupun II diperoleh nilai rata-rata 52.60 dibulatkan 52, nilai terendah 33, nilai tertinggi 90 dengan ketuntasan klasikal 11.11% ini artinya hanya 5 siswa dari 45 siswa kelas VI yang memperoleh nilai ≥75. Dengan demikian kemampuan membaca Al-Qur’an surah Al-‘Alaq ayat 1 – 5 siswa SD Negeri 02 Notogiwang mempunyai kategori kurang.
  2. Pada perbaikan pembelajaran siklus I diperoleh nilai rata-rata 64.63 dibulatkan 64, nilai terendah 35, nilai tertinggi 93 dengan ketuntasan klasikal 24.44% ini artinya 11 siswa dari 45 siswa yang memperoleh nilai ≥75. Dengan demikian kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an masih kurang. Sedangkan pada perbaikan siklus II diperoleh nilai rata-rata 76.01 dibulatkan 76, nilai terendah 43, nilai tertinggi 93 dengan ketuntasan klasikal 84.44% ini artinya 38 siswa dari 45 siswa telah memperoleh nilai ≥75. Pada siklus III diperoleh nilai rata-rata 84 dengan ketuntasan klasikal 100% ini artinya seluruh siswa yang berjumlah 45 telah mencapai nilai minimal 75. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VI SD Negeri 02 Notogiwang Kec. Paninggaran dengan hasil baik.

DAFTAR PUSTAKA

‘Abdur Rahman, Jamaal. 2005. Tahapan Mendidik Anak Teladan Rasulullah. Bandung: Irsyad Baitus Salam.

Agil Husin Al Munawar, Said. 2003. Al-Qur’an membangun tradisi kesalehan hakiki. Jakarta: Ciputat Press.

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian : suatu pendekatan praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Bahri Djamarah, Syaiful. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Bina Afianto, Ahda. 2011. Mudah, Cepat & Praktis belajar tajwid. Surakarta: Ziyad Visi Media.

Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006. Jakarta.

Eldeeb, Ibrahim. 2009. Be A Living Quran.Tangerang: Lentera Hati.

Hamzah, Muchotob.2003. Studi Al-Qur’an Komprehensif. Yogyakarta: Gama Media.

Hatta, Ahmad. 2009. Tafsir Qur’an perkata. Jakarta: Maghfirah Pustaka.

Herry Hernawan, Asep. dkk.2010. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: UT.

http://www.sarjanaku.com/2011/05/media-audio-visual.html. diakses 27 Juli 2012.

KKPS TK/ SD Kabupaten Pekalongan, Kumpulan Permendiknas tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan PP RI. No. 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.

Majid Khon, Abdul.2011. Praktikum Qira’at. Jakarta: Sinar Grafika Offset.

Mansyur, M. et al. 2007. Metodologi Penelitian Living Qur’an & Hadis . Yogyakarta: TH-Press.

Muhammad bin Alawi Al-Maliky Al-Hasany, Al Sayid.2008. Kaidah-Kaidah Ulumul Qur’an, edisi terjemahan oleh Idhoh Anas. Pekalongan: Al-Asri Pekalongan.

Muhammad Imarah, Mahmud. 2008. Menari di Taman Al-Qur’an. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Poerwadarminta. 1998. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Salafudin. 2005.Statistika Terapan untuk Penelitian Sosial. Pekalongan: STAIN Press.

Shihab, Quraish.2008. Wawasan Al-Qur’an. Bandung: PT Mizan Pustaka.

Siswadi, 2012. Penerapan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Pemahaman Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kompetensi Dasar Membiasakan Sholat Secara Tertib Siswa Kelas II SDN 02 Yosorejo Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan Tahun Pelajaran 2011/2012, Skripsi. Pekalongan: Perpustakaan STAIN.

Sumiati dan Asra. 2009. Metode Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.

Susilana, Rudi dan Cepi Riyana. 2009. Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.

Tim Pengembang Ilmu Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP-UPI). 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan bagian II:ilmu pendidikan praktis. Bandung: PT. Imperial Bhakti Utama.

Ulum, Samsul. 2007. Menangkap Cahaya Al-Qur’an. Malang: UIN-Malang Press.

Wardhani, IGAK dan Kuswaya Wihardit. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.

 

 

Nama       : Elo Yuniarti, S.Pd.I.

NIP           : 198406062007012004

Unit Kerja : SD Negeri  02 Notogiwang  Kec. Paninggaran Kab. Pekalongan

You cannot copy content of this page