Iklan

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENERAPKAN METODE PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI KLINIS DI SD NEGERI GUNUNGTELU 01 KARANGPUCUNG TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Suranto, S.Pd.

ABSTRAK

Penelitian Tindakan Sekolah. Latar belakang masalah yang menjadi fokus pembelajaran adalah Metode Pembelajaran dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang jauh dari harapan, berdasarkan observasi yang diadakan kepala sekolah menunjukkan guru belum paham dengan metode pembelajaran hal ini mengakibatkan prestasi sekolah mengalami penurunan. Berdasarkan masalah tersebut, maka penelitian ini peneliti menerapkan supervisi klinis dalam proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan kompetensi guru dan prestasi sekolah. Penelitian dilakukan melalui proses pengkajian berdaur (PTS) yang meliputi empat tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Dari hasil analisis data, diperoleh hasil Peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran melalui supervisi klinis merupakan salah satu solusi yang cukup efektif. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil akhir penelitian dimana guru dapat menguasai indikator yang ada dalam menentukan metode pembelajaran dan mencari metode yang benar-benar tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran serta kondisi lingkungan kelas dan lingkungan sekolah itu sendiri yang selanjutnya memberikan manfaat bagi peningkatan prestasi belajar siswa dan peningkatan mutu sekolah.

Kata Kunci : Metode Pembelajaran, Supervisi klinis.

PENDAHULUAN

Menurut Tilaar (1998) Abad 21 menuntut peran guru yang semakin tinggi dan optimal. Sebagai konsekuensinya, guru yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman semakin tertinggal sehingga tidak bisa memainkan perannya secara optimal dalam mengemban tugas dan menjalankan profesinya.

Dalam kaitan dengan proses belajar mengajar hendaknya guru dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta suatu interaksi yang baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Hal ini senada juga ditulis Madri M dan Rosmawati, bahwa terjadinya proses pembelajaran itu ditandai dengan dua hal yaitu : (1) siswa menunjukkan keaktifan, seperti tampak dalam jumlah curahan waktu untuk melaksanakan tugas ajar, (2) terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang diharapkan.

Pada kenyataannya dari hasil temuan di lapangan masih banyak guru yang belum mampu menerapkan metode-metode pembelajaran dengan baik. Kondisi tersebut juga terjadi di SD Negeri Gunungtelu 01 Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap. Dari 8 (delapan) guru, 6 (enam) orang diantaranya selalu menggunakan metode pembelajaran dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan diakhiri dengan pemberian tugas. Pemberian materi juga lebih terpusat pada guru. Kemampuan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran melalui pemilihan metode, media, alat peraga, maupun sumber belajar belum optimal. Dengan kondisi demikian, jika dibiarkan maka akan menghambat proses pembelajaran dimana hasil belajar tidak akan dicapai dengan maksimal.

Berdasarkan hal di atas sudah seharusnya dalam proses belajar mengajar seorang guru mampu memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien sesuai tujuan yang diharapkan. Peranan guru dalam menentukan metode pembelajaran sangatlah penting, sehingga guru hanya sebagai fasilitator saja. Kondisi tersebut tentu menjadi keprihatinan tersendiri bagi kepala sekolah. Oleh karena itu, pada tahap awal peneliti yang sekaligus kepala sekolah di SD Negeri Gunungtelu 01 Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap berupaya melakukan upaya pendekatan dengan sesama guru melalui perbincangan untuk mengetahui hal-hal yang menjadi kendala oleh guru dalam memilih metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan pembelajaran.

Mengacu pada hasil di atas, maka guru dan peneliti melakukan kesepakatan untuk memperbaiki kondisi yang ada melalui kegiatan supervisi yaitu supervisi klinis. Supervisi klinis adalah suatu proses bimbingan yang bertujuan untuk membantu pengembangan professional guru/calon guru, khususnya dalam penampilan mengajar, berasarkan observasi dan analisis data secara teliti dan objektif sebagai pegangan untuk perubahan tingkat laku mengajar tersebut (John J. Bolla dalam Ngalim Purwanto 2009: 91). Dengan adanya pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah diharapkan member dampak terhadap terbentuknya sikap professional guru.

Bertitik tolak dari uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan Penelitian Tindakan Sekolah dengan judul “Peningkatan Kemampuan Guru Menerapkan Metode Pembelajaran Melalui Supervisi Klinis di SD Negeri Gunungtelu 01 Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2020/2021”

KAJIAN PUSTAKA

Supervisi Klinis

Supervisi adalah usaha dari pertugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran atau metode serta evaluasi pengajaran (Piet A. Sahertian, dkk, 2000: 17).

Supervisi klinis adalah bentuk supervisi yang difokuskan pada peningkatan mengajar dengan melalui siklus yang sistematik, dalam perencanaan, pengamatan serta analisis yang intensif dan cermat tentang penampilan mengajar yang nyata, serta bertujuan mengadakan perubahan dengan cara yang rasional (Piet A. Sahertian, 2008: 36).

Metode Pembelajaran

Menurut Zaenal Aqib (2016: 9) menjelaskan bahwa metode pembelajaran adalah teknik penyajian yang dikuasai pendidik untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada peserta didik di kelas, baik secara individual maupun kelompok/klasikal, agar materi pelajaran dapat diserap, dipahami, dan dimanfaatkan oleh peserta didik dengan baik.

Sedangkan menurut sudjana (2005:76) mengemukakan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang digunakan pendidik dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsung pembelajaran.

Standar Kompetensi Guru

Depdiknas (2004:4) kompetensi diartikan, ”sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak”. “Secara sederhana kompetensi diartikan seperangkat kemampuan yang meliputi pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan yang harus dikuasai dan dimiliki seseorang dalam rangka melaksanakan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab pekerjaan dan/atau jabatan yang disandangnya” (Nana Sudjana 2009:1).

Nurhadi (2004:15) menyatakan, “kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak”. Selanjutnya menurut para ahli pendidikan McAshan (dalam Nurhadi 2004:16) menyatakan, ”kompetensi diartikan Sebagai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai seseorang sebagai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga dapat melakukan perilaku-perilaku koqnitif, afektif, dan psikomotor dengan sebaik-baiknya.”

Bimbingan Berkelanjutan

Frank Parson. 1951 (dalam RM Fatihah http://eko13.wordpress.com) menyatakan, “bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya.” Chiskon 1959 (dalam RM Fatihah http://eko13.wordpress.com ) menyatakan, “bimbingan membantu individu untuk lebih mengenal berbagai informasi tentang dirinya sendiri.”

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa bimbingan adalah pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu,dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya, lingkungannya, serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat.

Disiplin Mengajar di Sekolah

Disiplin mengajar sebenarnya tidak hanya dilakukan di sekolah saja, namun juga dilakukan di rumah maupun di lingkungannya. Karena disiplin mengajar mempunyai ruang lingkup yang luas, maka sebagai landasan teori dalam penelitian ini hanya membahas tentang disiplin mengajar di sekolah yaitu dalam kegiatan proses belajar mengajar yang dilakukan di depan kelas oleh guru kepada siswa dengan memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam tata tertib sekolah.

Kerangka Pikir

Bagan 2.1 Bagan Kerangka Berfikir

Hipotesis Tindakan

  1. Proses pelaksanaan supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru dalam penerapan metode pembelajaran di SD Negeri Gunungtelu 01 Tahun Pelajaran 2020/2021.
  2. Hasil peningkatan kemampuan guru dalam penerapan metode pembelajaran meningkat setelah diterapkan supervisi klinis di SD Negeri Gunungtelu 01 Tahun Pelajaran 2020/2021.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Sekolah (School Action Research) yang dilakukan oleh kepala sekolah di sekolah sendiri sebagai peneliti dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas dan kompetensi guru khususnya dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang menjadi tanggungjawabnya menjadi lebih baik

Lokasi Penelitian

Penelitian ini bertempat di SD Negeri Sidamulya 01 Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Karangpucung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Patimuan Kabupaten Cilacap

Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai dengan Desember 2020 pada Tahun Pelajaran 2020/2021

Subjek Penelitian

Subjek Penilitian ini adalah seluruh guru di SD Negeri Gunungtelu 01 yang berjumlah 8 orang

Sumber Data

Data yang diambil dalam penelitian ini adalah hasil supervisi proses pembelajaran dan penilaian kinerja guru dengan meniktikberatkan pada kompetensi guru dalam pembuatan RPP yang dilakukan dengan program bimbingan intensif. Guru sebagai subjek penilitian merupakan sumber data yang akurat. Sumber data digunakan ketika supervisi PBM dan kinerja guru. Pelakasanaan pengambilan sumber data ketika dalam supervisi dan pembinaan di sekolah.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Data yang diambil berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil supervisi guru, sedangkan data kualitatif berupa observasi tentang kompetensi guru dalam pembuatan RPP. Untuk mendapatkan data pada pelaksanaan penelitian tindakan sekolah, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

  1. Data hasil supervisi proses belajar mengajar
  2. Data hasil wawancara dan observasi kinerja guru

Validitas Data

Penelitian ini menerapkan bentuk triangulasi teknik pengumpulan data. Triangulasi teknik pengumpulan data ini untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda, yaitu melalui observasi. Apabila dengan teknik tersebut menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data bersangkutan yakni guru sejawat guna memastikan kebenarannya atau mungkin semua dianggap benar karena sudut pandangnya berbeda-beda.

Indikator Kinerja

Sebagai dasar untuk mengetahui keberhasilan dan menganalisis data yang diperoleh peneliti menetapkan indikator kinerja dalam penelitian, Indikator kinerja antara lain:

  1. Penelitian dikatakan berhasil apabila pembinaan berkelanjutan kompetensi guru dalam pembuatan RPP bejalan dengan baik, dengan skor minimal 80 (83%).
  2. Kompetensi guru dalam penggunaan metode pembelajaran meningkat
  3. profesionalitas guru meningkat
  4. Etos kerja guru meningkat.

Prosedur Penelitian

Gambar 3.1. Siklus PTS

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Siklus I

a. Pengamatan dan Evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas IV

Pengamatan metode pembelajaran difokuskan pada kemampuan guru dalam memilih metode pembelajaran, dengan indikator penilaian yang ditetapkan, sebagaimana terdapat pada tabel di bawah ini:

No Indikator Nilai
1 2 3 4
1

2

3

4

5

6

Kesesuaian antara metode dengan tujuan pembelajaran

Kesesuaian metode dengan materi

Metode dapat memotivasi belajar siswa

Metode dapat melibatkan siswa

dalam pembelajaran

Metode dapat mengefektifkan kegiatan pembelajaran

Metode yang digunakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa

V

V

V

V

V

V

Jumlah 0 6 9 0
Rata-rata 2,55

Tabel 4.1 Hasil Pengamatan Terhadap Kemampuan Guru Kelas IV

dalam Menggunakan Metode Pembelajaran (Siklus I)

Dari hasil pengamatan terhadap kemampuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran pada pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia, dengan berdasarkan gambar seri hasilnya masih dalam kategori “kurang” dengan nilai 2,55 karena berada dalam interval skor yaitu 2,38 – 2,77.

Dari data di atas, ternyata dalam kegiatan pembelajaran guru belum mengaplikasikan seluruh metode yang tercantum dalam RPP. Pendekatan inkuiri yang tercantum dalam RPP belum dioptimalkan.

b. Pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas V

Hasil pengamatan terhadap metode pembelajaran yang digunakan guru dan hasil pengamatannya dapat dilihat melalui tabel 4.2 di bawah ini:

No Indikator Nilai
1 2 3 4
1

2

3

4

5

6

Kesesuaian antara metode dengan

tujuan pembelajaran

Kesesuaian metode dengan materi

Metode dapat memotivasi belajar siswa

Metode dapat melibatkan siswa dalam pembelajaran

Metode dapat mengefektifkan kegiatan pembelajaran

Metode yang digunakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa

V

V

V

V

V

V

Jumlah 0 4 12 0
Rata-rata 2,67

Tabel 4.2 Hasil Pengamatan Terhadap Kemampuan Guru Kelas V

dalam Menggunakan Metode Pembelajaran (Siklus I)

Mengacu hasil pengamatan terhadap kemampuan guru kelas V dalam menggunakan metode pembelajaran pada pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia dengan tujuan : (1) siswa dapat mengembangkan ide pokok dalam membuat karangan cerita yang sesuai dengan pengalamannya sendiri melalui bantuan media gambar bingkai, dan (2) siswa dapat mengarang cerita secara lebih mudah dengan menggunakan pilihan kata yang tepat atau sesuai, susunan kalimat yang runtut dengan memperhatikan ejaan yang benar, kemampuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran masih “kurang”, dengan nilai rata-rata 2,67.

c. Pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas VI

Hasil pengamatan terhadap metode pembelajaran yang digunakan guru dan hasil pengamatannya dapat dilihat melalui tabel 4.3 di bawah ini:

No Indikator Nilai
1 2 3 4
1

2

3

4

5

6

Kesesuaian antara metode dengan

tujuan pembelajaran

Kesesuaian metode dengan materi

Metode dapat memotivasi belajar siswa

Metode dapat melibatkan siswa dalam pembelajaran

Metode dapat mengefektifkan kegiatan pembelajaran

Metode yang digunakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa

V

V

V

V

V

V

Jumlah 0 8 8
Rata-rata 2,67

Tabel 4.3 Hasil Pengamatan Terhadap Kemampuan Guru Kelas VI

dalam Menggunakan Metode Pembelajaran (Siklus I)

Mengacu hasil pengamatan terhadap kemampuan guru kelas VI dalam menggunakan metode pembelajaran pada pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran matematika, kemampuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran masih “kurang”, dengan nilai ratarata 2,67.

SIKLUS II

  • Pengamatan dan Evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas IV

Pengamatan metode pembelajaran difokuskan pada kemampuan guru dalam memilih metode pembelajaran, dengan indikator penilaian yang ditetapkan, sebagaimana terdapat pada tabel di bawah ini:

No Indikator Nilai
1 2 3 4
1

2

3

4

5

6

Kesesuaian antara metode dengan tujuan pembelajaran

Kesesuaian metode dengan materi

Metode dapat memotivasi belajar siswa

Metode dapat melibatkan siswa dalam pembelajaran

Metode dapat mengefektifkan kegiatan pembelajaran

Metode yang digunakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa

V

V

V

V

V

V

Jumlah 0 0 6 16
Rata-rata 3,67

Tabel 4.4 Hasil Pengamatan Terhadap Kemampuan Guru Kelas IV

dalam Menggunakan Metode Pembelajaran (Siklus II)

Dari hasil pengamatan terhadap kemampuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran pada pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia dengan tujuan agar siswa dapat melengkapi cerita dengan memperhatikan hubungan antara makna kalimat yang satu dengan kalimat lainnya dan siswa dapat menentukan judul yang sesuai berdasarkan gambar seri hasilnya masih dalam kategori “sangat memuaskan” dengan nilai rata-rata 3,67 karena berada dalam interval skor yaitu 2,78 – 3,27.

b. Pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas V

Hasil pengamatan terhadap metode pembelajaran yang digunakan guru dan hasil pengamatannya dapat dilihat melalui tabel 4.5 di bawah ini:

No Indikator Nilai
1 2 3 4
1

2

3

4

5

6

Kesesuaian antara metode dengan

tujuan pembelajaran

Kesesuaian metode dengan materi

Metode dapat memotivasi belajar siswa

Metode dapat melibatkan siswa dalam pembelajaran

Metode dapat mengefektifkan kegiatan pembelajaran

Metode yang digunakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa

V

V

V

V

V

V

Jumlah 0 0 6 16
Rata-rata 3,67

Tabel 4.5 Hasil Pengamatan Terhadap Kemampuan Guru Kelas V

dalam Menggunakan Metode Pembelajaran (Siklus II)

Mengacu hasil pengamatan terhadap kemampuan guru kelas V dalam menggunakan metode pembelajaran pada pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia, sudah “sangat memuaskan” dengan nilai ratarata 3,67.

c. Pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran di kelas VI

Hasil pengamatan terhadap metode pembelajaran yang digunakan guru dan hasil pengamatannya dapat dilihat melalui tabel 4.6 di bawah ini:

No Indikator Nilai
1 2 3 4
1

2

3

4

5

6

Kesesuaian antara metode dengan

tujuan pembelajaran

Kesesuaian metode dengan materi

Metode dapat memotivasi belajar siswa

Metode dapat melibatkan siswa dalam pembelajaran

Metode dapat mengefektifkan kegiatan

pembelajaran

Metode yang digunakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa

V

V

V

V

V

V

Jumlah 0 0 9 12
Rata-rata 3,50

Tabel 4.6 Hasil Pengamatan Terhadap Kemampuan Guru Kelas VI

dalam Menggunakan Metode Pembelajaran (Siklus II)

Mengacu hasil pengamatan terhadap kemampuan guru kelas VI dalam menggunakan metode pembelajaran pada pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran matematika hasilnya sudah “sangat memuaskan” dengan rata-rata skor 3,50.

PEMBAHASAN

Dari hasil pelaksanaan supervise klinis pada studi awal, siklus I, dan siklus II, berikut ini tabel tingkat kemampuan guru dalam menggunakan metode pembelajara berdasarkan persentase indikator yang dikuasai:

Pelaksanaan Pengamatan Persentase Kemampuan Menggunakan Metode Pembelajaran
Guru Kelas IV Guru Kelas V Guru Kelas VI
Pra Siklus 1,83 2,00 2,33
Siklus I 2,55 2,67 2,67
Siklus II 3,67 3,67 3,50

Tabel 4.7 Rata-rata Nilai Kemampuan Guru Kelas IV, V, dan VI

dalam Menggunakan Metode Pembelajaran pada Studi Awal, Siklus I da Siklus II

Data tersebut, dapat dijelaskan melalui grafik kemampuan menggunakan metode pembelajaran sebagai berikut:

Gambar 4.1 Persentase Kemampuan Guru Menguasai Metode Pembelajaran

Melalui pencapaian tersebut, maka tujuan dari supervisi klinis yang antara lain membantu guru mengembangkan kompetensinya, dapat tercapai dengan optimal. Hal tersebut juga dikemukakan oleh guru setelah pelaksanaan observasi, sebagai berikut:

Berkaitan dengan kemampuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran, guru kelas IV menyatakan sebagai berikut: Melalui latihan, bimbingan dan dukungan pada kegiatan supervisi kemampuan kami dalam menggunakan alat peraga menjadi lebih maksimal. (wawancara tanggal 26 September 2020)

Guru kelas V, memberikan penyataan berkaitan dengan kemampuan dalam menggunakan metode pembalajaran sebagai berikut: Beberapa indikator yang semula kurang kami pahami, saat ini sudah bisa dipahami dengan baik. Kami juga bisa menerapkan seluruh metode yang sudah tercatat dalam RPP. (wawancara tanggal 28 September 2020).

Dan guru kelas VI, memberikan pernyataan tentang kemampuan menyusun RPP sebagai berikut : Beberapa metode baru kami terapkan, dan hal tersebut ternyata hasilnya luar biasa terhadap peningkatan keaktifan dan motivasi siswa untuk belajar. Ini tentu sangat positif karena kelas VI merupakan masa-masa menjelang ujian nasional yang butuh kesungguhan siswa dalam memahami materi. (wawancara tanggal 28 Oktober 2020).

Dari hasil wawancara tersebut, maka secara garis besar melalui kegiatan supervisi klinis diperoleh catatan sebagai berikut:

  1. Kemampuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran meningkat.
  2. Guru lebih menguasai indikator dalam penguasaan metode pembelajaran.
  3. Guru dapat memilih metode yang tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  4. Guru lebih terbuka saat mendapatkan permasalahan khususnya dalam penentuan metode pembelajaran.

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

  1. Keberhasilan sebuah kegiatan pembelajaran dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor yang datang dari guru, siswa, maupun kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah. Salah satu peranan kepala sekolah dalam kegiatan pembelajaran adalah melakukan upaya perbaikan pembelajaran guru dengan menerapkan pendekatan supervisi, diantaranya supervisi klinis.
  2. Metode pembelajaran merupakan salah satu komponen yang sangat mempengaruhi keberhasilan kegiatan belajar mengajar, karena di dalamnya memuat strategi agar anak didik dapat belajar secara efektif dan esifien.
  3. Peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran melalui supervisi klinis merupakan salah satu solusi yang cukup efektif. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil akhir penelitian dimana guru dapat menguasai indikator yang ada dalam menentukan metode pembelajaran dan mencari metode yang benarbenar tepat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran serta kondisi lingkungan kelas dan lingkungan sekolah itu sendiri yang selanjutnya memberikan manfaat bagi peningkatan prestasi belajar siswa dan peningkatan mutu sekolah

SARAN

  • Bagi Guru

Kemampuan menggunakan metode pembelajaran merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh guru karena akan sangat membantu dalam mencapai target pembelajaran. Jadi sangat bijaksana jika guru berusaha mencari masukan tentang berbagai metode pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan kegiatan yang akan dilakukan tanpa meninggalkan faktor siswa, lingkungan, dukungan media, dan sumber belajar agar hasilnya lebih maksimal.

  • Bagi Komite Sekolah

Sebaiknya komite sekolah memfasilitasi sekolah dengan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan profesionalisme guru sehingga mutu sekolah dapat terus ditingkatkan.

DAFTAR PUSTAKA

_______. 2004. Standar Kompetensi Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan

________ 2003. Undang-Undang UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Jakarta.

Aqib, Zainal. 2002. Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan Cendikia.

Fatihah, RM . 2008. Pengertian konseling (Http://eko13.wordpress.com, diakses tanggal: 19 Agustus 2018)

J. La Solo, 1983. Pendekatan dan Teknik-teknik Supervisi Klinis. Jakarta: Departemen P dan K, Ditjen Pend. Tinggi (PPLPTK)

Liang Gie, The. 1998. Cara Belajar yang Efissien. Yogyakarta: PUBIB.

Nana Sudjana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ngalim Purwanto. 2009, Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurhadi, dkk. 2004. Pembelajaran Kontekstual(contextual teaching and learning/CTL) dan Penerapannya Dalam KBK. Malang: UM press

Piet A. Sahertian, 2000. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengambangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Wijono.1989. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

BIODATA

Nama : Suranto, S.Pd.

NIP : 19670911 199201 1 001

Pangkat/Gol : Pembina Tingkat I / IVb

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD Negeri Gunungtelu 01

You cannot copy content of this page