Iklan

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI SUPERVISI KLINIS BAGI GURU KELAS I DI SDN RUNGKANG 01 KECAMATAN GANDRUNGMANGU TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh : Siti Asnawiyah, S.Pd.SD.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Peningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada guru kelas I di SD Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2019/2020 melalui supervisi klinis, 2) langkah-langkah pelaksanaan supervisi klinis guna meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada guru Kelas I. Objek penelitian berupa supervisi klinis dalam pembelajaran membaca permulaan bagi siswa kelas I. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan model alur dari Kemmis dan Taggart yang intinya mengidentifikasi perkembangan dan perkembangan dan perubahan subjek. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) Langkah-langkah pelaksanaan supervisi klinis guna meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada guru Kelas I di SD Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2019/2020 dilakukan sebagai berikut: a) Supervisi klinis dilakukan melalui prosedur berbentuk siklus yang terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap pertemuan pendahuluan, tahap pengamatan dan tahap pertemuan balikan; b) Pada tahap pertemuan awal, kepala sekolah selaku supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana tentang materi observasi yang akan dilaksanakan; c) Pada tahap pengamatan, guru melatih perilaku mengajar berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pendahuluan; dan d) Pada tahap pertemuan lanjutan, supervisor mengadakan analisis pendahuluan tentang rekaman observasi yang dibuat sebagai bahan dalam pembicaraan tahap ini.; dan 2) Penerapan supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada guru Kelas I di SD Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2019/2020. Hal ini dapat diketahui dari meningkatnya penguasaan guru terhadap aspek-aspek pembelajaran yang dilakukan dan berdampak pada meningkatnya penguasaan siswa dalam ketrampilan membaca permulaan pada setiap siklus tindakan yang dilakukan.

Kata kunci: supervisi klinis, kemampuan guru, pembelajaran membaca permulaan.

PENDAHULUAN

Pembelajaran membaca di SD dilaksanakan sesuai dengan pembedaan atas kelas-kelas awal dan kelas-kelas tinggi. Pelajaran membaca dan menulis di kelas-kelas awal disebut pelajaran membaca dan menulis permulaan, sedangkan dikelas-kelas tinggi disebut pelajaran membaca dan menulis lanjut. Pelaksanaan membaca permulaan di kelas I sekolah dasar dilakukan dalam dua tahap, yaitu membaca periode tanpa buku dan membaca dengan menggunakan buku. Pembelajaran membaca tanpa buku dilakukan dengan cara mengajar dengan menggunakan media atau alat peraga selain buku misalnya kartu gambar, kartu huruf, kartu kata dan kartu kalimat, sedangkan membaca dengan buku merupakan kegiatan membaca dengan menggunakan buku sebagai bahan pelajaran.

Tujuan membaca permulaan di kelas I adalah agar “Siswa dapat membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan lancar dan tepat (Depdikbud, 1994/1995:4). Kelancaran dan ketepatan anak membaca pada tahap belajar membaca permulaan dipengaruhi oleh keaktifan dan kreativitas guru yang mengajar di kelas I. Dengan kata lain, guru memegang peranan yang strategis dalam meningkatkan ketrampilan membaca siswa.

Rendahnya kemampuan membaca pada siswa kelas I di SD Negeri Rungkang 01 pada tahun pelajaran 2019/2020 disinyalir disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan guru kurang tepat. Hal ini dilandasi adanya kenyataan bahwa guru yang mengajar di kelas I tersebut kurang berpengalaman dalam menghadapi anak-anak kelas rendah.

Supervisi klinis adalah bentuk supervisi yang difokuskan pada perbaikan mengajar dengan menggunakan siklus yang sistimatis dalam perencanaan dan pengamatan serta analisis yang intensif dan tepat tentang penampilan mengajar yang nyata serta bertujuan mengadakan perubahan dengan cara yang rasional. Jadi fokus dari supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara aktual di kelas dan guru sebagai peserta yang aktif dalam proses supervisi tersebut.

Berangkat dari pemikiran tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan dengan judul “Peningkatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Membaca Permulaan Melalui Supervisi Klinis Bagi Guru Kelas I di SD Negeri Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2019/2020.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, selanjutnya dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Bagaimana supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada guru Kelas I di SD Negeri Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2019/2020 ?
  2. Bagaimana pelaksanaan supervisi klinis guna meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada guru Kelas I di SD Negeri Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2019/2020 ?

TUJUAN PENELITIAN

Berdasarkan perumusan masalah tersebut di atas, maka tujuan penelitian tindakan ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada guru Kelas I di SD Negeri Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2019/2020 melalui supervisi klinis.
  2. Untuk mengetahui langkah-langkah pelaksanaan supervisi klinis guna meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada guru Kelas I di SD Negeri Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2019/2020.

KAJIAN TEORI

Pengertian Supervisi Klinis

Sudrajat (2010: 1) yang mengatakan bahwa supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan, pengamatan dan analisis yang intesif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa supervisi klinis diartikan sebagai bentuk bimbingan profesional yang diberikan kepada guru berdasarkan kebutuhannnya melalui siklus yang sistematis. Siklus sistematis ini meliputi: perencanaan, observasi yang cermat atas pelaksanaan dan pengkajian hasil observasi dengan segera dan obyektif tentang penampilan mengajarnya yang nyata.

Tujuan Supervisi Klinis

Secara umum tujuan supervisi klinis, menurut Sudrajat (2010: 7) adalah untuk:

  1. Menciptakan kesadaran guru tentang tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan kualitas proses pembelajaran;
  2. Membantu guru untuk senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran;
  3. Membantu guru untuk mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang muncul dalam proses pembelajaran;
  4. Membantu guru untuk dapat menemukan cara pemecahan maslah yang ditemukan dalam proses pembelajaran; dan
  5. Membantu guru untuk mengembangkan sikap positif dalam mengembangkan diri secara berkelanjutan.

Prinsip-prinsip dalam Supervisi Klinis

Beberapa prinsip yang menjadi landasan bagi pelaksanaan supervisi klinis, adalah (Taufiq, 2007: 47):

  1. Hubungan antara supervisor dengan guru, kepala sekolah dengan guru, guru dengan mahasiswa PPL adalah mitra kerja yang bersahabat dan pebuh tanggung jawab;
  2. Diskusi atau pengkajian balikan bersifat demokratis dan didasarkan pada data hasil pengamatan;
  3. Bersifat interaktif, terbuka, obyektif dan tiidak bersifat menyalahkan;
  4. Pelaksanaan keputusan ditetapkan atas kesepakatan bersama;
  5. Hasil tidak untuk disebarluaskan;

Membaca Permulaan

Membaca permulaan dalam pengertian ini adalah membaca permulaan dalam teori ketrampilan, maksudnya menekankan pada proses penyandian membaca secara mekanikal. Membaca permulaan yang menjadi acuan adalah membaca merupakan proses recoding dan decoding (Anderson, 1972: 209).Membaca merupakan suatu proses yang bersifat fisik dan psikologis. Proses yang bersifat fisik berupa kegiatan mengamati tulisan secara visual. Dengan indera visual, pembaca mengenali dan membedakan gambar-gambar bunyi serta kombinasinya. Melalui proses recoding, pembaca mengasosiasikan gambargambar bunyi beserta kombinasinya itu dengan bunyi-bunyinya. Dengan proses tersebut, rangkaian tulisan yang dibacanya menjelma menjadi rangkaian bunyi bahasa dalam kombinasi kata, kelompok kata, dan kalimat yang bermakna.

Pembelajaran Membaca Permulaan

Pembelajaran memabaca permulaan diberikan di kelas I dan II. Tujuannya adalah agar siswa memiliki kemampuan memahami dan menyuarakan tulisan dengan intonasi yang wajar, sebagai dasar untuk dapat membaca lanjut (Akhadiah, 1991/1992: 31). Pembelajaran membaca permulaan merupakan tingkatan proses pembelajaran membaca untuk menguasai sistem tulisan sebagai representasi visual bahasa. Tingkatan ini sering disebut dengan tingkatan belajar membaca (learning to read).

Tujuan Membaca Permulaan

Pada dasarnya tujuan pembelajaran membaca permulaan adalah memberi bekal pengetahuan dan keterampilan kepada siswa untuk mengetahui dan menguasai teknik-teknik membaca dan menangkap isi bacan dengan baik dan dapat menuliskannya dengan baik dan benar. Pembelajaran membaca permulaan diberikan di kelas I dan II. Tujuannya adalah agar siswa memiliki kemampuan memahami dan menyuarakan tulisan dengan intonasi yang wajar, sebagai dasar untuk dapat membaca lanjut (Muchlisoh 1992: 31).

Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran tersebut di atas selanjutnya dapat divisualisasikan ke dalam diagram skematis sebagai berikut.

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kerangka pemikiran dan kajian teori di atas, selanjutnya dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut: ”Supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada guru Kelas I di SD Negeri Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2019/2020”.

METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kelas I SD Negeri Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap

Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas I SD Negeri Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2019/2020.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi pengamatan, wawancara atau diskusi, kajian dokumen. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa lembar observasi

Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data-data yang telah berhasil dikumpulkan antara lain dengan teknik deskriptif komparatif (statistik deskriptif komparatif ) dan teknik analisis kritis.

Indikator Kinerja

Indikator keberhasilan tindakan supervisi klinis dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Tindakan supervisi klinis dianggap berhasil apabila guru memperoleh nilai 3 atau cukup pada setiap aspek penilaian, b) Tindakan supervisi klinis dianggap berhasil apabila guru memperoleh nilai 3 atau cukup dengan tingkat pencapaian > 70% dari 8 aspek penilaian yang dilakukan.

Prosedur Penelitian

Desain penelitian tindakan yang dinilai akurat dalam mencapai tujuan tersebut adalah model desain alur dari Kemmis dan Taggart (Wiriaatmadja, 2006: 65). Setiap siklus terdiri dari dua atau tiga tindakan, sedangkan setiap tindakan mencakup empat tahapan kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi-evaluasi.

Penilaian dilakukan dengan skala 1 – 5, yaitu 5 untuk ketrampilan Sangat Baik, 4 untuk ketrampilan Baik, 3 untuk ketrampilan Cukup, 2 untuk ketrampilan Kurang, dan 1 untuk ketrampilan Sangat Kurang. Dengan demikian maka skor minimum yang diperoleh adalah 8 dan skor maksimum sebesar 40.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kondisi Awal

Data penilaian ketrampilan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada kondisi awal dapat disajikan sebagai berikut:

Tabel 1. Penilaian Ketrampilan Mengajar Guru Pada Kondisi Awal

No. Aspek Penilaian Skor Keterangan
1 Keterampilan memberi penguatan (A) 3 Cukup
2 Keterampilan bertanya (B) 2 Kurang
3 Keterampilan melakukan variasi (C) 2 Kurang
4 Keterampilan menjelaskan (D) 2 Kurang
5 Ketrampilan membuka dan menutup pelajaran (E) 3 Cukup
6 Keterampilan mengelola kelas (F) 2 Kurang
7 Keterampilan membimbing diskusi

kelompok kecil (G)

2 Kurang
8 Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan (H) 2 Kurang
Total Skor 18 Kurang
Rata-rata 2

Dari data tersebut, secara umum keterampilan mengajar pada kondisi awal masih banyak kekurangannya dari delapan komponen yang menjadi penilaian belum ada yang baik dalam aspek-aspek pembelajarannya. maka peneliti merencanakan tindakan untuk melakukan kegiatan KBM siklus pertama dengan beberapa masukan yang menjadi acuan agar keterempilan mengajar bisa diperbaiki.

Siklus I

Data penilaian ketrampilan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada siklus I dapat disajikan sebagai berikut:

Tabel 2. Penilaian Ketrampilan Mengajar Guru Pada Tindakan Siklus I

No. Aspek Penilaian Skor Keterangan
1 Keterampilan memberi penguatan (A) 3 Cukup
2 Keterampilan bertanya (B) 2 Kurang
3 Keterampilan melakukan variasi (C) 2 Kurang
4 Keterampilan menjelaskan (D) 3 Cukup
5 Ketrampilan membuka dan menutup pelajaran (E) 3 Cukup
6 Keterampilan mengelola kelas (F) 3 Cukup
7 Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil (G) 2 Kurang
8 Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan (H) 2 Kurang
Total Skor 20 Kurang (+)
Rata-rata 2.5

Hasil pengamatan terhadap ketrampilan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada tindakan Siklus I menunjukkan bahwa kelemahan yang masih ada pada guru adalah pada empat aspek ketrampilan, yaitu: 1) ketrampilan bertanya; 2) ketrampilan melakukan variasi; 3) ketrampilan penggunaan membimbing diskusi kelompok kecil; dan 4) ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.

Adapun data keterampilan siswa membaca permulaan dikelas sebagai berikut :

Tabel 3. Ketrampilan Membaca Permulaan Siswa pada Tindakan Siklus I

No Kemampuan Membaca Jumlah %
1. Tuntas 11 64,70
2. Belum Tuntas 6 35,30
Jumlah 17 100.00

Banyaknya siswa yang sudah dapat menguasai ketrampilan membaca permulaan sudah mencapai sekitar 11 orang siswa atau 64,70%, sedangkan sisanya sekitar 6 siswa atau 35,30% belum dapat membaca.

Refleksi Hasil Tindakan

Berdasarkan hasil pengamatan baik yang dilakukan di kelas maupun dari hasil wawancara pada pertemuan awal yang dilakukan antara guru dengan kepala sekolah, selanjutnya dapat dikemukakan refleksi hasil tindakan Siklus I sebagai berikut.: 1) Ketrampilan guru dalam persiapan pembelajaran mengalami peningkatan dibandingkan pada kondisi awal, 2) Metode pembelajaran yang dilakukan guru sudah semakin baik, 3) Penguasaan ketrampilan guru dalam pembelajaran membaca ketrampilan lebih baik dibandingkan tahap sebelumnya. , 4) Hal-hal yang masih dianggap kurang dijadikan sebagai masukan bagi guru untuk perbaikan pada tindakan Siklus II.

Siklus II

Data ketrampilan membaca permulaan siswa pada tindakan Siklus II dapat disajikan ke dalam tabel berikut.

Tabel 4. Ketrampilan Membaca Permulaan Siswa pada Tindakan Siklus II

No Kemampuan Membaca Jumlah %
1. Tuntas 15 88,23
2. Belum Tuntas 2 11,77
Jumlah 17 100.00

Banyaknya siswa yang sudah dapat menguasai ketrampilan membaca permulaan sudah mencapai sekitar 15 orang siswa atau 88,23%, sedangkan sisanya sekitar 2 siswa atau 11,77% belum dapat membaca dengan baik.

Data penilaian ketrampilan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada tindakan Siklus II dapat disajikan sebagai berikut:

Tabel 5. Penilaian Ketrampilan Mengajar Guru Pada Tindakan Siklus II

No. Aspek Penilaian Skor Keterangan
1 Keterampilan memberi penguatan (A) 4 Baik
2 Keterampilan bertanya (B) 4 Baik
3 Keterampilan melakukan variasi (C) 3 Cukup
4 Keterampilan menjelaskan (D) 4 Baik
5 Ketrampilan membuka dan menutup pelajaran (E) 5 Sangat Baik
6 Keterampilan mengelola kelas (F) 4 Baik
7 Keterampilan membimbing diskusi

kelompok kecil (G)

3 Cukup
8 Keterampilan mengajar kelompok kecil dan

perorangan (H)

3 Cukup
Total Skor 30 Cukup (+)
Rata-rata 3.75

Siklus II mengindikasikan bahwa ketrampilan guru dalam pembelajaran membaca permulaan semakin meningkat dibandingkan pada tindakan sebalumnya. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat ketercapaian ketrampilan pada skala cukup yang mencapai 6 dari 8 aspek penilaian atau 75.0%

Refleksi Hasil Tindakan

Mengacu pada hasil tindakan perbaikan melalui supervisi klinis pada tindakan Siklus II, selanjutnya dapat dikemukakan refleksi hasil tindakan sebagai berikut: 1) Supervisi klinis yang dilakukan kepala sekolah dapat meningkatkan ketrampilan guru kelas I dalam pembelajaran membaca permulaan., 2) Supervisi klinis yang dilakukan kepala sekolah dapat meningkatkan pembelajaran membaca permulaan bagi guru kelas I, 3)Hal-hal yang masih dirasa kurang menjadi perhatian untuk perbaikan di masa mendatang.

Pembahasan Hasil Tindakan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis yang dilakukan oleh kepala sekolah dapat meningkatkan ketrampilan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada guru kelas I di SD Negeri Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2019/2020. Peningkatan ketrampilan tersebut diindikasikan dengan semakin meningkatnya penguasaan aspek-aspek pembelajaran oleh guru pada setiap siklus tindakan yang dilakukan.

SIMPULAN

Berdasarkan temuan dan pembahasan penelitian pada bab sebelumnya, selanjutnya dapat dikemukakan simpulan penelitian sebagai berikut:

  1. Langkah-langkah pelaksanaan supervisi klinis guna meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada guru Kelas I di SD Negeri Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2019/2020 dilakukan sebagai berikut: 1) Supervisi klinis dilakukan melalui prosedur berbentuk siklus yang terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap pertemuan pendahuluan, tahap pengamatan dan tahap pertemuan balikan, 2) Pada tahap pertemuan awal, kepala sekolah selaku supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana tentang materi observasi yang akan dilaksanakan, 3) Pada tahap pengamatan, guru melatih perilaku mengajar berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pendahuluan. Di pihak lain supervisor mengamati dan mencatat perilaku guru ketika mengajar berdasarkan komponen keterampilan yang diminta oleh guru, 4) Pada tahap pertemuan lanjutan, supervisor mengadakan analisis pendahuluan tentang hasil observasi.
  2. Penerapan supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada guru Kelas I di SD Negeri Rungkang 01 Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2019/2020. Hal ini dapat diketahui dari meningkatnya penguasaan guru terhadap aspek-aspek pembelajaran yang dilakukan dan berdampak pada meningkatnya penguasaan siswa dalam ketrampilan membaca permulaan pada setiap siklus tindakan yang dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. 2003. Tata Bahasa Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Akhadiah, Sabarti dkk. 1991. Menulis I. Buku Materi Pokok. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka

Arikunto, Suharsimi. 2010. Penelitian Tindakan: Untuk Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Badudu. J. S. 1993. Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah: Tinjauan dari Masa ke Masa, Bambang Kaswanti Purwo (ed), Pelba 6. Yogyakarta: Kanasius.

Cleary, Linda Miller dan Michael D. Linn. 1993. Linguistics for Teachers. New York: McGraw-Hill

Depdikbud. 1994/1995. Petunjuk Teknis Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdikbud.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 1996. Strategi Belajar Mengajar.

Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, Aswain zain. 2000. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:

Harris A.J dan Edward R. Sipay. 1980. How to Increase Reading Ability. New York : Longman.

Hamalik, Oemar. 1993. Praktek Keguruan. Bandung Tarsito.

Imran, Ali. 1995. Pembinaan Guru Indonesia. Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya. Joni, Raka T., 1990. Strategi Belajar Mengajar: Suatu Tinjauan Pengantar.Jakarta. P3G. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Keraf, Gorys. 2004. Narasi dan Argumentasi. Jakarta: PT Gramedia

Wiriaatmadja, Rochiati. 2006. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

BIODATA PENULIS

Nama : Siti Asnawiyah, S.Pd.SD.

NIP : 19710317 199303 2 006

Pangkat/Golongan : Pembina, IV/a

Jabatan : Kepala Sekolah

Instansi : SD Negeri Rungkang 01 Korwil Bidang Pendidikan Kec Gandrungmangu, Kab. Cilacap

You cannot copy content of this page