Iklan

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TENTANG DEBIT MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME BAGI SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 KUWAYUHAN KECAMATAN PEJAGOAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh: Nurchotimah, S.Pd. SD.

ABSTRAK

Bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran melalui pendektan Konstruktivisme dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Matematika tentang debit pada siswa kelas VI. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus ditempuh melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VI SD Negeri 1 Kuwayuhan Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 32 siswa, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Pendekatn Konstruktivisme dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Matematika di kelas VI tentang Debit di SDN 1 Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan. Hal ini dibuktikan dengan tercapainya indikator kinerja penelitian yang pertama yaitu pendekatan Konstruktivisme siswa dalam pembelajaran Matematika sebesar 80%. Hasil penilaian peningkatan keaktifan pada siklus I diperoleh nilai rata-rata sebesar 2,78 dengan persentase 69,25%. Pada siklus II sebesar 3,19 dengan persentase 78,75% kategorinya. Pada siklus III diperoleh nilai rata-rata III sebesar 3,6 dengan persentase 88,75% kategori sangat baik.Pendekatan Konstruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika di kelas VI tentang Debit di SDN 1 Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan. Hal ini dibuktikan dengan pre-test diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 57,8. Siswa yang tuntas sebanyak 11 siswa atau jika dipersentase sebesar 34,4%. Hasil evaluasi siswa pada Siklus I nilai rata-ratanya adalah 65,6. Siswa yang tuntas sebesar 53,1% atau sejumlah 17. Pada siklus II rata-rata nilai siswa pada adalah 74,7 dan siswa yang tuntas sebesar 71,8% atau 23 siswa. Pada siklus III nilai rata-ratanya adalah 86,8 dan siswa yang tuntas adalah 100% atau sejumlah 32 siswa memperoleh nilai ≥ KKM

Kata kunci: pendekatan Konstruktivisme,keaktifan dan hasil belajar

PENDAHULUAN

Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika adalah pendekatan konstruktivisme, dimana siswa terus aktif mengkonstruksi pengetahuannya sehingga konsep yang dimilikinya menjadi semakin rinci, lengkap, dan ilmiah. Guru hanya menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi berjalan mulus. Belajar harus dikontrol secara internal oleh siswa sendiri dan dimediasi oleh guru.

Pembelajaran Menurut Daitin Tarigan (2006: 1), pembelajaran ini menekankan akan pentingnya konteks nyata yang dikenal murid dan proses konstruksi pengetahuan matematika oleh murid sendiri. Pembelajaran melalui pendekatan konstruktivisme sebagai kegiatan yang lebih menekankan aktivitas siswa untuk mencari, menemukan dan membangun sendiri pengetahuan yang dia perlukan sehingga pembelajaran menjadi terpusat pada siswa. Pendekatan konstruktivisme pada dasarnya adalah pola belajar yang memanfaatkan realitas dan lingkungan yang dipahami siswa untuk memperlancar proses pembelajaran matematika sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran Matematika secara lebih baik. Pendekatan konstruktivisme dimana pembelajaran ini mengaitkan dan melibatkan lingkungan sekitar, pengalaman nyata yang pernah dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikan matematika sebagai aktivitas siswa. Siswa tidak harus dibawa ke dunia nyata, tetapi siswa diajak berpikir bagaimana menyelesaikan masalah yang mungkin atau sering dialami siswa dalam kesehariannya.

Dari pokok masalah tersebut diatas dapat diambil kesimpulan penyebab timbulnya nilai siswa yang rendah disebabkan oleh:

  1. Penerapan model pembelajaran yang kurang menarik.
  2. Tidak ada media pembelajaran yang efektif.
  3. Pembelajaran masih konvensional yaitu hanya dengan menggunakan metode ceramah
  4. Anak hanya disuruh duduk, mencatat, dan menghafal

Anak tidak dilibatkan langsung dalam proses pembelajaran. pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menjawab masalah tersebut adalah pendekatan konstruktivisme. Peneliti ingin mengkaji masalah ini dengan mengadakan penelitian dengan judul” Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Tentang Debit Melalui Pendekatan Konstruktivisme Bagi Siswa Kelas VI SD Negeri 1 Kuwayuhan Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2019/2020.

LANDASAN TEORI

Kajian Pustaka

Pengertian hasil belajar

Hasil belajar adalah kemampuan dan perubahan tingkah laku yang dimiliki seseorang setelah mengalami suatu proses pembelajaran. Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan sejumlah tingkat kognitif, afektif dan psikomotor pada peserta didik berupa perubahan tingkah laku setelah mencapai penguasaan sejumlah bahan yang diberikan dalam proses belajar mengajar.

Keaktifan

Keaktifan berasal dari kata aktif yang berarti giat atau sibuk.

Kata keaktifan juga bisa berarti keaktifan atau kesibukan. Yang dimaksud dengan keaktifan disini adalah bahwa pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif jasmani maupun rohani. Keaktifan jasmani dan rohani itu meliputi:

1. Keaktifan Panca indera

2. Keaktifan akal

3. Keaktifan ingatan

4. Keaktifan emosi

Matematika

Di dalam Kurikulum KTSP (Kurikulum 2006) dijelaskan bahwa matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu, memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.

Pendekatan Konstruktivisme

Konstruktivisme adalah suatu pendekatan terhadap belajar yang berkeyakinan bahwa orang secara aktif membangun atau membuat pengetahuannya sendiri dan realitas ditentukan oleh pengalaman orang itu sendiri pula (Abimanyu, 2008: 22).

Langkah-Langkah Konstruktivisme

Yager (Lapono, dkk (2008: 3-28) mengemukakan tahapan-tahapan dalam pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme, yaitu

Tahap pertama, peserta didik didorong agar mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. Bila perlu, guru memancing dengan pertanyaan problematik tentang fenomena yang sering dijumpai sehari-hari oleh peserta didik dan mengaitkannya dengan konsep yang akan dibahas. Selanjutnya, peserta didik diberi kesempatan untuk mengkomunikasikan dan mengilustrasikan pemhamannya tentang konsep tersebut.

Tahap kedua, peserta didik diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan, pengorganisasian, dan penginterprestasian data dalam suatu kegiatan yang telah dirancang olehguru. Secara keseluruhan dalam hidup ini akan terpenuhi rasa keingintahuan peserta didik tentang fenomena dalam lingkungannya.

Tahap ketiga, peserta didik melakukan penjelasan dan solusi yang didasarkan pada hasil observasi peserta didik, ditambah dengan penguatan guru. Selanjutnya peserta didik membangun pemahaman baru tentang konsep yang sedang dipelajari.

Tahap keempat, guru berusaha menciptakan iklim pembelajaran yang memungkinkan peserta didik dapat mengaplikasikan pemahaman konseptualnya, baik melalui kegiatan maupun pemunculan masalah-masalah yang berkatian dengan isu-isu dalam lingkungan peserta didik tersebut.

III. METODE PENELITIAN

A. Setting Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 1 Kuwayuhan Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah.

Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 tahun ajaran 2019/2020 selama 3 bulan dimulai pada bulan September 2019 sampai dengan bulan November 2019. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 1 Kuwayuhan Kecamatan Pejagoan kabupaten Kebumen dengan jumlah siswa 32 anak yaitu laki-laki 17 dan perempuan 15.

B. Indikator Kinerja

  1. Anak yang memperoleh nilai ketuntasan hasil belajar 80% tuntas
  2. Nilai KKM lebih dari atau sama dengan 70
  3. Rata-rata hasil belajar siswa ≥ 80
  4. Keaktifan belajar siswa meningkat lebih dari 80%.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN

1. Keaktifan

Tabel 4.1 Daftar pengamatan keaktifan belajar siswa siklus I

NO Indikator Rata-rata
Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3
1 Semangat 2,7 3,09 3,7
2 Keterlibatan siswa 2,90 3,37 3,5
3 Tanggung jawab 2,75 3,1 3,6
Rata-rata 2,78 3,19 3,6

Untuk lebih jelasnya mengenai peningkatan jumlah rata-rata keaktifan belajar siswa pada siklus 1 dapat dilihat pada gambar diagram batang berikut:

4.3 Diagram Batang Nilai Rata-Rata Keaktifan siklus I

2. Hasil Belajar

Hasil dari pre-test diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 57,8. Nilai terendah sebesar 30 dan nilai tertinggi adalah 70. Siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 11 siswa atau jika dipersentase sebesar 34,4%. Sedangkan siswa yang nilainya ≤ KKM sebanyak 21 siswa atau 65,6%.

Pada siklus I rata-rata nilai hasil evaluasi siswa pada Siklus I adalah 65,6. Nilai tertinggi pada siklus I adalah 80 dan nilai terendah adalah 40. Siswa yang memperoleh nilai tuntas sebesar 53,1% atau sejumlah 17 siswa. Siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM sebesar 15 anak atau 46,9%.

Rata-rata nilai hasil evaluasi siswa pada Siklus II adalah 74,7. Nilai tertinggi pada siklus II adalah 100 dan nilai terendah adalah 50. Siswa yang memperoleh nilai tuntas sebanyak 71,8% atau siswa sebanyak 23 siswa.

Pada Siklus III rata-ratanya sebesar 86,8 atau semua siswa sebanyak 32 memperoleh nilai ≥ KKM.

Tabel 2. Tabel Data Hasil Evaluasi Siswa Tiap Siklus

No Uraian Kondisi

Awal

Siklus

I

Siklus

II

Siklus

III

1. Nilai tertinggi 70 80 100 100
2. Nilai terendah 30 40 50 70
3. Rata-rata kelas 57,8 65,6 74,7 86,8

PEMBAHASAN

Keaktifan

Berikut ini penjabaran dari tiap indikator keaktifan siswa :

a. Semangat

Berdasarkan   hasil   pengamatan   indikator   semangat pada siklus I  jumlah skor 87 dan rata-rata 2,7. Pada siklus II jumlah skor 99 dan rata-rata 3,09 dan Pada siklus III jumlah 118 dan rata-rata 3,7. Indikator semangat mencakup siswa memperhatikan penjelasan guru, siswa mencatat materi yang penting, siswa fokus pada pelajaran, respon siswa saat guru memberi pelajaran.

b. Kerterlibatan siswa

Berdasarkan   hasil   pengamatan   indikator   kerjasama pada siklus I jumlah skor 93 rata-rata 2,90. Pada siklus II jumlah skor 108 rata-rat 3,37 dan pada siklus III jumlah skor sama yaitu 113 dan rata-rata 3,5. Dalam indikator ini mencakup Siswa berinteraksi dengan teman kelompoknya, Siswa memberikan pendapat dalam memecahkan masalah, Siswa menghargai pendapat teman, Siswa terlibat dalam setiap kegiatan.

c. Tanggung Jawab

Jumlah skor pada siklus 1 88 rata-rata 2,75. Pada siklus II jumlah skor 98 dan rata-rata 3,1 dan pada siklus III jumlah skor 116 rata-rata 3,6. Indikator tanggung jawab meliputi: siswa berani maju mengerjakan soal atas kesadaran sendiri, siswa membawa alat praktek, siswa mengerjakan soal dengan langkah-langkah yang benar dan tepat, Siswa merapikan media pembelajaran setelah digunakan.

2. Hasil belajar

Berdasarkan hasil dari pre-test diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 57,8 Nilai terendah sebesar 23 dan nilai tertinggi adalah 70. KKM untuk penelitian tindakan kelas ini adalah 70. Siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 11 siswa atau jika dipersentase sebesar 34,4%. Sedangkan siswa yang nilainya ≤ KKM sebanyak 21 siswa atau 65,6%.

Hasil evaluasi siswa pada Siklus I nilai rata-ratanya adalah 65,6 Nilai tertinggi pada siklus I adalah 80 dan nilai terendah adalah 40. Pada siklus I mengalami kenaikan rata-rata kelas dibandingkan pada kondisi awal dari yang semula rata-ratanya sebesar 57,8 menjadi 65,6 pada siklus I. Siswa yang memperoleh nilai tuntas mengalami kenaikan dari yang sebelumnya hanya sebesar 34,4% atau sejumlah 11 siswa pada kondisi awal menjadi sebesar 53,1% atau sejumlah 17 siswa yang memperoleh nilai ≥ KKM pada siklus I. Jumlah siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM mengalami penurunan dari yang semula sebanyak 21 siswa atau 65,6% dari jumlah total siswa, pada siklus I jumlahnya menurun menjadi hanya 15 anak atau 46,9%.

Hasil evaluasi siswa pada siklus II rata-rata nilai hasil evaluasi siswa pada Siklus II adalah 74. Nilai tertinggi pada siklus I adalah 100 dan nilai terendah adalah 50. Pada siklus II mengalami kenaikan rata-rata kelas dibandingkan pada siklus I dari yang semula rata-ratanya sebesar 65,6 menjadi 74,7 pada siklus II. Siswa yang memperoleh nilai tuntas mengalami kenaikan pesat dari yang sebelumnya hanya sebesar 53,1% atau sejumlah 17 siswa yang memperoleh nilai ≥ KKM pada siklus II menjadi 71,8% atau sebanyak 23 memperoleh nilai ≥ KKM. Jumlah siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM pada siklus I jumlahnya 15 anak atau 46,9% menjadi hanya 28,2% pada siklus II.

Hasil evaluasi siswa pada siklus III rata-rata nilai hasil evaluasi siswa pada Siklus III adalah 86,8. Nilai tertinggi pada siklus I adalah 100 dan nilai terendah adalah 70. Pada siklus III mengalami kenaikan rata-rata kelas dibandingkan pada siklus II dari yang semula rata-ratanya sebesar 74,7 menjadi 86,8 pada siklus III. Siswa yang memperoleh nilai tuntas mengalami kenaikan pesat dari yang sebelumnya hanya sebesar 71,8% atau sejumlah 23 siswa yang memperoleh nilai ≥ KKM pada siklus III menjadi 100% atau semua siswa sebanyak 32 memperoleh nilai ≥ KKM. Jumlah siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM pada siklus II jumlahnya 9 anak atau 28,2% menjadi 0% pada siklus III.

Gabar 2. Persentase Siswa Tuntas Tiap Siklus

Gambar 3. Grafik perbandingan nilai terendah dan nilai tertinggi beserta peningkatan nilai rata-rata tiap siklus

BAB V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VI SD N 1 Kuwayuhan melalui pendekatan konstruktivisme mengalami peningkatan. Pembelajaran siklus I, II dan III, guru menggunakan masalah kontekstual yang berkaitan dengan materi untuk memulai pembelajaran, siswa menggunakan alat peraga, mendiskusikan hasil penggunaan alat peraga, menemukan konsep berdasarkan hasil diskusi kemudian memperkenalkan prosedur baku untuk menyelesaikan masalah menggunakan rumus dan dalam pembelajarannya mengaitkan konsep lain dalam matematika yang berhubungan dengan materi. Jadi sebelum siswa langsung mendapatkan rumus untuk menyelesaikan masalah maka terlebih dahulu siswa telah telibat langsung menggunakan alat peraga, melakukan pengamatan dan diskusi kelompok dalam menemukan konsep sehingga selain membuat siswa lebih aktif maka apa yang dipelajari akan bertahan lama pada memori siswa.

Peningkatan sikap siswa tersebut sejalan dengan peningkatan hasil tes yang diperoleh. Hasil belajar kognitif mengalami peningkatan yaitu dari siklus I sebesar 34,4% (11 siswa) menjadi 53,1% (17 siswa) pada siklus II dan pada siklus III sebesar 100%. Pada siklus III persentase keberhasilannya sudah mencapai ≥ 80% sehingga siklus ini dihentikan.

Berdasarkan hasil observasi sikap siswa siklus I, untuk mengukur keaktifan siswa dilihat dari beberapa aspek sikap siswa yang terdiri dari: 1) semangat; 2) keterlibatan siswa ; 3) Tanggung jawab diperoleh hasil rata-rata sikap siswa pada mata pelajaran matematika pada siklus 1 diperoleh hasil rata-rata sebesar 2,78 (69,25 %) sedangkan pada siklus II 3,19 (78,75%) dan siklus III diperoleh hasil rata-rata sebesar 3,6 (88,75%). Berdasarkan hasil tersebut maka sikap siswa telah dikatakan meningkat dan mencapai indikator keberhasilan yaitu 80% dari 32 siswa telah menunjukkan sikap berusaha untuk berpikir berdasakan lembar observasi yang telah dibuat.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, peneliti mempunyai beberapa saran sebagai berikut.

1. Bagi guru Matematika SD N 1 Kuwayuhan, sebaiknya menggunakan pendekatan Pembelajaran konstruktivisme pada pembelajaran Matematika selanjutnya.

2. Bagi kepala sekolah, menghimbau kepada guru untuk menggunakan pendekatan Pembelajaran konstruktivisme sebagai variasi pendekatan pembelajaran Matematika.

DAFTAR PUSTAKA

Abimanyu, 2008.Strategi Pemblajaran. Ditjen Dikti Depdiknas:Jakarta

Daitin Tarigan.2006. Pembelajaran Matematika Realistik. Jakarta: Depdiknas

Depdikbud.1996.Tujuan Pembelajaran Matematika SD. Jakarta:Depdikbud

Kurikulum.2006.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta:Depdiknas

Lapono, dkk.2008a.Belajar dan Pembelajaran di SD. Jakarta:Direktorat.

Nana Sudjana.2006a. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. .

Wahyudi. 1998. Manajemen Pembelajaran di SD. Jakarta:Universitas Terbuka

Biodata Penulis

Nama : Nurchotimah, S.Pd.SD.

Nip : 197303102006042030

Jabatan : Guru

Pangkat Gol/Ruang : Penata , III/c

Unit Kerja : SD Negeri 1 Kuwayuhan Kec.Pejagoan Kab Kebumen

By admin

You cannot copy content of this page