Iklan

PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN KEDISIPLINAN PENGUMPULAN TUGAS MAPEL PJOK MELALUI APLIKASI GOOGLE CLASSROOM PADA PESERTA DIDIK KELAS V DI SD NEGERI KALIKIDANG TAHUN AJARAN 2020-2021

Oleh : Suyitno, S.Pd.

ABSTRAK

Suyitno, S.Pd. 2021. Peningkatan Keaktifan Belajar Dan Kedisiplinan Pengumpulan Tugas Mapel PJOK Melalui Aplikasi Google Classroom Pada Peserta Didik Kelas V Di SD Negeri Kalikidang Tahun Ajaran 2020-2021. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar dan kedisiplinan mengirim tugas mapel PJOK dengan menggunakan Aplikasi Google Classroom pada siswa kelas V di SD Negeri Kalikidang yang berjumlah 34 siswa, Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah meningkatnya keaktifan belajar dan kedisiplinan mengirim tugas pada pembelajaran PJOK. Hal ini ditandai dengan presentase keaktifan belajar siswa yang meningkat disetiap siklusnya, serta peningkatan dalam kedisiplinan pengumpulan tugas. Terlihat perbedaan data keaktifan belajar siswa yang sangat aktif pada siklus 1 adalah 7% dan siklus 2 adalah 50%, sedangkan untuk kedisiplinan pengumpulan tugas terlihat peningkatan yaitu siklus 1 adalah 35% kemudian siklus 2 adalah 88%. Jadi penggunaan aplikasi Google Classroom dapat meningkatkan keaktifan belajar dan kedisiplinan pengumpulan tugas mapel PJOK pada siswa kelas V SD Negeri Kalikidang tahun ajaran 2020-2021. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Google Classroom dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika dikelas X IPS 3 SMA Batik 2 Surakarta tahun 2018/2019.

Kata Kunci: Keaktifan Belajar, Kedisiplinan Mengirim Tugas, PJOK, Google Classroom

PENDAHULUAN

Media pembelajaran mulai berubah dari konvensional menjadi modern dengan menggunakan berbagai macam aplikasi yang dapat diakses dengan mudah oleh guru maupun peserta didik. Pandemi Koronavirus yang terjadi di tahun ini, memaksa banyak pihak dari berbagai sektor harus melakukan segala aktivitas di rumah. Situasi kritis yang ditimbulkan oleh pandemi ini, menuntut pendidik untuk mengambil keputusan secara cepat dalam meyediakan alternatif pembelajaran yang dilakukan dari jarak jauh. Peserta didik diharuskan untuk belajar secara mandiri di rumah melalui arahan guru, dengan pendampingan orangtua. Selama masa PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) ini, penulis yang juga mengampu guru kelas, menggunakan aplikasi WhatsApp untuk melakukan aktivitas pembelajaran. Dari mengirim materi dan tugas, mengoreksi tugas-tugas peserta didik, menyampaikan umpan balik, sampai melakukan bimbingan kesulitan belajar peserta didik. Aplikasi ini memang cukup efektif digunakan, namun proses pembelajaran yang dapat dilakukan sangat terbatas. Dalam pelaksanaannya pun tentunya tidak jauh dari berbagai masalah. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti selama masa pandemi Koronavirus, dari 34 peserta didik yang ada di kelas V SD Negeri Kalikidang, masih ada beberapa anak yang mempunyai masalah dalam pengumpulan tugas. Ada anak yang sering terlambat mengirim tugas. Tugas dikirim besoknya atau dua hari kemudian, padahal sudah disepakati bersama bahwa hasil tugas harus dikirim pada hari itu juga sebelum pukul 12 malam. Kemudian ada juga anak yang tidak mengirim tugas. Apabila anak-anak tersebut dihubungi lewat WhatsApp tentang tagihan tugasnya hanya dibaca saja dan tidak ditanggapi. Padahal berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, sebagian besar siswa kelas V rata-rata mempunyai latar belakang ekonomi yang mampu dan mempunyai telepon pintar yang mendukung kegiatan pembelajaran secara daring. Oleh karena dibutuhkan platform online yang dapat mengakomodir kegiatan belajar dan mengelola hasil belajar siswa dengan baik. Google telah menyediakan beberapa layanan yang dapat membantu guru dalam proses belajar mengajar di sekolah, seperti Google Classroom, Google Mail, Google Meet, Google Form dan Google Drive.

Menurut Rozak dan M. Albatani (2018) proses pembelajaran dengan Google Classroom memberikan kemudahan bagi siswa dan guru karena adanya jalinan komunikasi secara langsung dan jelas, terutama komunikasi tugas dan materi yang disampaikan. Dengan aplikasi Google Classroom ini diharapkan mempermudah siswa untuk belajar. Pembelajaran aplikasi Google Classroom dalam kegiatan pembelajaran di sekolah merupakan salah satu alternatif dalam pembelajaran di masa pandemi ini. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan aplikasi Google Classroom dapat meningkatkan keaktifan belajar dan kedisiplinan pengumpulan tugas mapel PJOK pada peserta didik kelas V di SD Negeri Kalikidang.

KAJIAN TEORITIS

Hakikat Pembelajaran PJOK

Pembelajaran adalah pemberdayaan potensi peserta didik menjadi kompetensi. Kegiatan pemberdayaan ini tidak dapat berhasil tanpa ada orang yang membantu (Priastuti, 2015: 138). Jadi pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar, di mana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relatif lama dan karena adanya usaha.

Salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah adalah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 menjelaskan bahwa, “Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diberikan dalam setiap jenjang pendidikan di Indonesia.”

Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan jasmani adalah suatu bagian dari pendidikan keseluruhan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk pertumbuhan dan pengembangan jasmani, mental, sosial, dan emosional yang serasi selaras dan seimbang.

Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring)

Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi multimedia, video, kelas virtual, teks online animasi, pesan suara, email, telepon konferensi, dan video steraming online. Pembelajaran dapat dilakukan secara masif dengan jumlah peserta yang tidak terbatas, bisa dilakukan secara gratis maupun berbayar (Bilfaqih & Qomarudin, 2015: 32). Hal ini dilakukan untuk menghindari kontak langsung antara pendidik dan peserta didik yang mana sistem pembelajaran secara kovensional atau tatap muka dapat memperluas penyebaran virus covid-19.

Jadi pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dengan aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas, dan kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran. Keuntungan pembelajaran online adalah waktu tidak terbatas, masih banyak waktu luang, menghemat biaya transportasi sedangkan kerugiannya adalah penyampaian materi tidak jelas, adanya kejenuhan dan suasana yang monoton kurangnya interaksi siswa dengan guru, sedangkan kerugiannya adalah penyampaian materi tidak jelas, kurangnya interaksi siswa dengan guru.

Pandemi Covid-19

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (2020: iii) menyatakan Severe acure respiratory syndrome coronasvirus 2 (SARS-CoV2) adalah virus baru yang pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan, Tiongkok Tengah dan telah menyebar ke dua kota domestik serta ke beberapa negara. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran kasus corona mirip seperti SARS yang melanda Tiongkok hampir dua dekade lalu.

Pengetahuan tetang COVID19 ini masih terbatas dan berkembang terus. Sebagai bagian dari coronavirus ternyata sejauh ini pneumonia karena coronavirus ini tidak lebih mematikan dibandingkan dengan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndromeatau (SARS). Pada akhirnya WHO memberikan nama COVID-19 pada penyakit akibat coronavirus jenis baru tersebut. Penyakit ini mendorong pihak berwenang di banyak negara untuk mengambil tindakan pencegahan.

Karakteristik Peserta Didik SD Kelas V

Masa sekolah dasar merupakan masa perkembangan, di mana baik untuk pertumbuhan anak dan perkembangan anak. Ariyanto, dkk. (2020: 79) menyatakan bahwa masa usia sekolah dasar merupakan masa di mana siswa harus lebih banyak bermain ketimbang berdiam diri. Pada masa ini juga seluruh aspek perkembangan kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual, emosi, dan spiritual mengalami perkembangan yang luar biasa sehingga semua informasi akan terserap lebih cepat dan akan menjadi dasar terbentuknya karakter, kepribadian, dan kemampuan kongnitifnya.

Selain itu, karakteristik pada anak usia Sekolah Dasar menurut Yusuf (2012: 180-184) masih dibagi 7 fase yaitu: Perkembangan intelektual, perkembangan bahasa, perkembangan sosial, perkembangan emosi, perkembangan moral, perkembangan penghayatan keagamaan, dan perkembangan motorik.

Google Classroom

Google Classroom atau dalam bahasa Indonesia yaitu ruang kelas google adalah sebuah serambi pembelajaran yang dapat diperuntukan terhadap ruang lingkup pendidikan yang dimaksudkan untuk membantu menemukan jalan keluar atas kesulitan yang dialami dalam membuat penugasan tanpa menggunakan kertas (paperless) (Iskandar dkk, 2020: 144).

Jadi bisa disimpulkan kalau aplikasi Google Classroom bisa menolong siswa serta guru buat melaksanakan kegiatanpembelajaran yang lebih mendalam, baik buat mengantarkan modul, mengantarkan modul malalui video pembelajaran di Youtube, serta absensi sepanjang pandemi Covid- 19.

Kerangka Pikir

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

Hipotesis

Media Google Classroom dapat Meningkatkan keaktifan belajar dan kedisiplinan pengumpulan tugas mapel PJOK pada peserta didik Kelas V Di SD Negeri Kalikidang Tahun Pelajaran 2020/2021.

METODE PENELITIAN

Setting / Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di SD Negeri Kalikidang Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas.

Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2020 sampai dengan bulan Oktober 2020.

Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri Kalikidang Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas yang berjumlah 34 siswa.

Teknik Pengumpul Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data penelitiannya menggunakan (a) angket keaktifan belajar, (b) lembar observasi kedisiplina pengumpula tugas, (c) dokumentasi.

Instrumen Penelitian

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes dan non-tes berupa pos-test dengan menggunakan soal objektif yaitu isian untuk mengetahui penguasaan konsep siswa. Non-tes berupa lembar observasi kegiatan siswa digunakan untuk menganalisis keterlaksanaan media Google Classroom yang diterapkan.

Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Data yang dianalisis meliputi data yang diperoleh dari observasi, angket dan dokumentasi. Data pada lembar observasi dan angket dianalisis secara deskriptif kuantitatif berbentuk presentase.

Desain/Prosedur Penelitian

Pelaksanaan tindakan pada penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus Tindakan. Tiap-tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan,pelaksanaan, pengamatan/evaluasi & refleksi.

Gambar 3.1 Rancangan Penelitian Tindakan Model Kemmis dan Taggart

Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini yaitu dikatakan berhasil apabila terdapat peningkatan sampai 80% pada keaktifan dan kedisiplinan tugas siswa.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kondisi awal

Adapun hasil keaktifan belajar pada kondisi awal disajikan dalam tabel berikut.

Pra Siklus Sangat Aktif Aktif Cukup Pasif
2 anak

(7%)

5 anak

(14%)

27 anak

(79%)

Tabel 4.1 Hasil Keaktifan Belajar Pada Kondisi Awal

Sedangkan untuk hasil kedisiplinan siswa dalam mengirim tugas masih dalam kategori rendah. Lebih jelasnya lihat tabel 4.2 di bawah ini.

No. Aspek Pra Siklus
1. Ketaatan dalam mengikuti pembelajaran 5 anak

(15%)

2. Sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditetapkan 7 anak

(21%)

3. Dikerjakan dengan penuh kesadaran dan tidak ada paksaan 12 anak

(35%)

Tabel 4.2 Hasil Kedisiplinan Pengiriman Tugas Pada Kondisi Awal

Berdasarkan hasil diskripsi dari observasi kondisi awal tersebut, masih terdapat beberapa kekurangan yang harus dibenahi dalam keaktifan belajar dan kedisiplinan pengiriman tugas melalui BDR. Oleh karena itu, peneliti mencoba mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk memperbaiki keaktifan belajar dan kedisiplinan pengiriman tugas melalui google classroom di kelas V dengan harapan dapat meningkatkan keaktifan belajar dan kedisiplinan pengiriman tugas pada mata pelajaran PJOK.

SIKLUS I

Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, maka diperoleh hasil observasi bahwa keaktifan peserta didik dalam pembelajaran mengalami peningkatan. Lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini.

No Nama Siswa Kode Aspek JML Nilai
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Irma Aryanti 4 3 5 3 3 2 5 3 28 70
2 Rizal Fendi P 2 3 4 4 3 4 4 4 28 70
3 Riyan Andi S 3 4 5 2 4 4 5 2 26 65
4 Satria Tri A 5 4 4 5 4 5 4 5 36 90
5 Harsen Rafi N 4 4 3 2 2 3 3 2 23 58
6 Andan Bagus P 4 4 3 2 3 3 3 2 24 60
7 Dani S 4 4 4 5 5 5 4 5 36 90
8 Denis A 3 4 5 2 4 4 5 2 27 68
9 Duju R 2 2 3 3 4 5 3 3 25 63
10 Fano R 4 3 5 5 4 3 5 5 34 85
11 Fariz F 3 4 5 2 3 2 5 2 26 65
12 Fizi F 4 3 4 4 4 5 4 4 32 80
13 Karina Santi P 2 3 4 4 3 4 4 4 28 67
14 Kiandra Damar 5 4 5 3 3 4 5 3 32 80
15 Lovely K 2 2 3 3 4 5 3 3 25 63
16 May M 2 3 4 3 4 3 4 3 26 63
17 M. zaid 3 4 2 4 2 4 2 4 25 63
18 Mutiara Dwi C 5 5 4 4 3 3 4 4 32 80
19 Nur Rahma O 2 4 4 5 2 3 4 5 28 70
20 Pramuditya A 3 4 5 3 2 4 5 3 29 73
21 Ratna Dwi C 4 5 3 4 5 4 3 4 32 80
22 Rijal Arif J 2 3 2 5 4 3 2 5 26 63
23 Safrilia G 3 4 5 4 2 4 5 4 31 78
24 Septiana P 4 3 5 4 4 4 5 4 33 83
25 Sintia 2 3 4 5 2 4 4 5 29 73
26 Tantri Ayu H 3 4 5 2 3 3 5 2 27 68
27 Tri Fadilatul H 5 4 4 5 4 5 4 5 36 90
28 Vanesa Putri A 2 2 3 3 4 5 3 3 25 63
29 Zahra Eiliah F 5 4 4 5 4 5 4 5 36 90
30 Viera Aini S 3 4 5 3 2 4 5 3 29 73
31 Rafi Jero S 4 5 3 4 5 4 3 4 32 80
32 Syidu Dwi K 5 4 4 5 4 5 4 5 36 90
33 Fadil P 2 2 3 3 4 5 3 3 25 63
34 Irsyad S H 5 4 4 5 4 5 4 5 36 90
Jumlah 115 122 135 125 117 135 136 124 1003 2507
Rata-rata 68% 72% 79% 74% 69% 79% 80% 73% 74% 74

Tabel 4.3 Hasil Keaktifan Belajar Pada Siklus I

Berdasarkan tabel 4.3 diatas dapat dilihat bahwa ada peningkatan keaktifan belajar siswa. Pada tahap kondisi awal siswa yang sangat aktif hanya hanya 2 anak atau 7% kemudian meningkat menjadi 6 anak atau 17% pada siklus 1. Sedangkan untuk siswa kategori aktif juga mengalami peningkatan, pada kondisi awal hanya 5 anak atau 14% kemudian meningkat pada siklus I menjadi 8 anak atau 24%. Untuk siswa kategori cukup aktif mengalami penurunan, yaitu pada kondisi awal 27 anak atau 79% kemudian pada siklus I berubah menjadi 20 anak atau 59%.

Sedangkan untuk hasil observasi kedisiplinan peserta didik dalam mengirim tugas juga mengalami peningkatan. Lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini.

No Nama Siswa Kode Aspek Jumlah Nilai
1 2 3
1 Irma Aryanti 3 4 5 12 80
2 Rizal Fendi P 5 4 5 14 93
3 Riyan Andi S 3 4 3 10 67
4 Satria Tri A 3 4 5 12 80
5 Harsen Rafi N 4 4 5 13 87
6 Andan Bagus P 4 4 3 11 73
7 Dani S 5 4 5 14 93
8 Denis A 3 4 5 12 80
9 Duju R 4 4 5 13 87
10 Fano R 3 4 5 12 80
11 Fariz F 3 4 4 11 73
12 Fizi F 4 4 5 13 87
13 Karina Santi P 2 4 4 10 67
14 Kiandra Damar 3 4 5 12 80
15 Lovely K 4 3 4 11 73
16 May M 2 4 4 10 67
17 M. zaid 3 4 5 12 80
18 Mutiara Dwi C 2 4 4 10 67
19 Nur Rahma O 3 3 4 10 67
20 Pramuditya A 3 4 5 12 80
21 Ratna Dwi C 4 3 4 11 73
22 Rijal Arif J 3 3 4 10 67
23 Safrilia G 3 4 5 12 80
24 Septiana P 2 4 4 10 67
25 Sintia 4 4 5 13 87
26 Tantri Ayu H 3 4 3 10 67
27 Tri Fadilatul H 4 3 4 11 73
28 Vanesa Putri A 5 4 5 14 93
29 Zahra Eiliah F 4 3 4 11 73
30 Viera Aini S 4 4 5 13 87
31 Rafi Jero S 5 4 5 14 93
32 Syidu Dwi K 4 3 4 11 73
33 Fadil P 4 4 5 13 87
34 Irsyad S H 2 4 4 10 67
Jumlah 117 129 151 397 2648
Rata-rata 69% 76% 89% 78% 78

Tabel 4.4 Hasil Kedisiplinan Pengiriman Tugas Pada Siklus I

Berdasarkan tabel 4.4 diatas dapat dilihat bahwa ada peningkatan kedisiplinan siswa dalam mengirim tugas. Pada tahap kondisi awal pada aspek A, siswa yang disiplin mengirim tugas hanya ada 2 anak atau 15% kemudian meningkat menjadi 10 anak atau 29% pada siklus 1. Sedangkan untuk siswa yang disiplin mengirim tugas sesuai aspek B juga mengalami peningkatan, pada kondisi awal hanya 7anak atau 21% kemudian meningkat pada siklus I menjadi 15 anak atau 44%. Untuk siswa yang disiplin mengirim tugas sesuai aspek C juga mengalami peningkatan, yaitu pada kondisi awal 12 anak atau 35% kemudian pada siklus I berubah menjadi 16 anak atau 47%.

Dari evaluasi keaktifan belajar dan kedisiplinan mengirim tugas mapel PJOK 34 peserta didik di SD Negeri Kalikidang Kabupaten Banyumas mendapatkan kategori “cukup baik” dengan rata-rata nilai 74 & 78.

Jika dilihat dari data hasil observasi keaktifan belajar dan kedisiplinan mengirim tugas mapel PJOK di SD Negeri Kalikidang dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan dari kondisi awal ke siklus I. Hal ini dibuktikan dengan kategori nilai pada kondisi awal yaitu “kurang baik” kemudian pada siklus I kategori yang didapat meningkat menjadi “cukup baik”. Lebih jelas lihat tabel di bawah ini.

Siklus Sangat Aktif Aktif Cukup Pasif
Kondisi Awal 2 anak

(7%)

5 anak

(14%)

27 anak

(79%)

Siklus I 6 anak

(17%)

8 anak

(24%)

20 anak

(59%)

Tabel 4.5 Perbandingan Hasil Keaktifan Belajar

Pada Kondisi Awal & Siklus I

Sedangkan untuk hasil kedisiplinan siswa dalam mengirim tugas lebih jelasnya bisa lihat tabel di bawah ini.

No. Aspek Pra Siklus Siklus I
1. Ketaatan dalam mengikuti pembelajaran 5 anak

(15%)

10 anak

(29%)

2. Sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditetapkan 7 anak

(21%)

15 anak

(44%)

3. Dikerjakan dengan penuh kesadaran dan tidak ada paksaan 12 anak

(35%)

16 anak

(47%)

Tabel 4.6 Perbandingan Hasil Kedisiplinan Pengiriman Tugas

Pada Kondisi Awal & Siklus I

Dari hasil pelaksanaan perbaikan pada siklus I masih terdapat banyak kekurangan yang masih perlu diperbaiki agar mampu menghasilkan hasil yang lebih efektif. Berdasarkan evaluasi keaktifan belajar dan kedisiplinan mengirim tugas mapel PJOK pada siklus I yang masih belum mencapai kategori keberhasilan, sehingga sangat perlu dilakukan perbaikan pada siklus II agar keaktifan belajar dan kedisiplinan mengirim tugas mapel PJOK meningkat.

Siklus II

Setelah dilakukan tindakan pada siklus II, maka diperoleh hasil observasi bahwa keaktifan peserta didik dalam pembelajaran mengalami peningkatan. Lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini.

No Nama Siswa Kode Aspek JML Nilai
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Irma Aryanti 4 3 5 4 5 4 4 3 32 80
2 Rizal Fendi P 2 3 3 4 5 5 4 5 31 78
3 Riyan Andi S 3 4 4 5 5 3 5 5 34 85
4 Satria Tri A 5 4 5 5 5 5 5 5 39 98
5 Harsen Rafi N 4 4 5 5 4 3 3 4 32 80
6 Andan Bagus P 4 4 5 5 4 3 4 4 33 83
7 Dani S 4 4 5 5 5 5 5 5 38 95
8 Denis A 3 4 4 5 5 3 5 5 34 85
9 Duju R 4 3 5 4 5 5 5 4 35 88
10 Fano R 4 3 5 4 5 5 5 4 35 88
11 Fariz F 3 4 3 4 4 3 3 4 28 70
12 Fizi F 4 3 4 4 4 4 4 4 31 78
13 Karina Santi P 3 4 3 4 4 3 3 4 28 70
14 Kiandra Damar 5 4 4 4 3 4 4 4 32 80
15 Lovely K 4 3 5 4 5 5 5 4 35 88
16 May M 3 4 4 5 5 3 4 3 31 78
17 M. zaid 3 4 4 5 3 5 3 5 32 80
18 Mutiara Dwi C 4 4 5 5 4 3 4 4 33 83
19 Nur Rahma O 2 4 3 5 5 5 3 4 31 78
20 Pramuditya A 4 3 5 4 5 5 5 4 35 88
21 Ratna Dwi C 4 5 5 5 4 5 5 5 38 95
22 Rijal Arif J 4 3 5 4 5 5 5 5 36 90
23 Safrilia G 4 5 5 5 4 5 5 5 38 95
24 Septiana P 4 3 5 4 5 5 5 5 36 90
25 Sintia 4 3 5 4 5 5 5 4 35 88
26 Tantri Ayu H 3 4 3 4 4 3 3 4 28 70
27 Tri Fadilatul H 5 4 4 5 4 5 4 5 36 90
28 Vanesa Putri A 3 4 3 4 4 5 3 4 30 75
29 Zahra Eiliah F 4 5 5 5 4 5 5 5 38 95
30 Viera Aini S 4 3 5 4 5 5 5 5 36 90
31 Rafi Jero S 3 4 4 5 5 5 3 5 34 85
32 Syidu Dwi K 4 5 5 4 5 5 5 5 38 95
33 Fadil P 4 3 5 4 5 5 5 4 35 88
34 Irsyad S H 5 4 5 5 5 5 5 5 39 98
Jumlah 135 128 140 152 154 151 146 152 1156 2897
Rata-rata 79% 75% 82% 89% 91% 89% 86% 89% 85% 85

Tabel 4.7 Hasil Keaktifan Belajar Pada Siklus II

Berdasarkan tabel 4.7 diatas dapat dilihat bahwa ada peningkatan keaktifan belajar siswa. Pada siklus I siswa yang sangat aktif hanya hanya 6 anak atau 17% kemudian meningkat menjadi 17 anak atau 50% pada siklus II. Sedangkan untuk siswa kategori aktif juga mengalami peningkatan, pada kondisi awal hanya 8 anak atau 24% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 13 anak atau 38%. Untuk siswa kategori cukup aktif mengalami penurunan, yaitu pada kondisi awal 20 anak atau 59% kemudian pada siklus II berubah menjadi 4 anak atau 12%.

Sedangkan untuk hasil observasi kedisiplinan peserta didik dalam mengirim tugas juga mengalami peningkatan. Lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini.

No Nama Siswa Kode Aspek Jumlah Nilai
1 2 3
1 Irma Aryanti 4 4 5 13 87
2 Rizal Fendi P 5 5 5 15 100
3 Riyan Andi S 3 4 5 12 80
4 Satria Tri A 5 4 5 14 93
5 Harsen Rafi N 5 4 5 14 93
6 Andan Bagus P 4 4 5 13 87
7 Dani S 5 5 5 15 100
8 Denis A 4 4 5 13 87
9 Duju R 4 5 5 14 93
10 Fano R 5 4 5 14 93
11 Fariz F 5 4 4 13 87
12 Fizi F 5 4 5 14 93
13 Karina Santi P 5 4 4 13 87
14 Kiandra Damar 5 4 5 14 93
15 Lovely K 4 5 4 13 87
16 May M 5 4 4 13 87
17 M. zaid 5 4 5 14 93
18 Mutiara Dwi C 5 4 4 13 87
19 Nur Rahma O 3 5 4 12 80
20 Pramuditya A 5 4 5 14 93
21 Ratna Dwi C 4 5 4 13 87
22 Rijal Arif J 3 5 4 12 80
23 Safrilia G 5 4 5 14 93
24 Septiana P 5 4 4 13 67
25 Sintia 4 5 5 14 93
26 Tantri Ayu H 5 4 3 12 80
27 Tri Fadilatul H 4 5 4 13 87
28 Vanesa Putri A 5 5 5 15 100
29 Zahra Eiliah F 4 5 4 12 80
30 Viera Aini S 4 5 5 14 93
31 Rafi Jero S 5 5 5 15 100
32 Syidu Dwi K 4 5 4 12 80
33 Fadil P 5 4 5 14 93
34 Irsyad S H 5 4 4 13 87
Jumlah 153 150 155 456 3010
Rata-rata 90% 88% 91% 89% 89

Tabel 4.8 Hasil Kedisiplinan Pengiriman Tugas Pada Siklus II

Berdasarkan tabel 4.8 diatas dapat dilihat bahwa ada peningkatan kedisiplinan siswa dalam mengirim tugas. Pada tahap siklus I pada aspek A, siswa yang disiplin mengirim tugas hanya ada 10 anak atau 29% kemudian meningkat menjadi 21 anak atau 62% pada siklus II. Sedangkan untuk siswa yang disiplin mengirim tugas sesuai aspek B juga mengalami peningkatan, pada siklus I hanya 15 anak atau 44% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 27 anak atau 79%. Untuk siswa yang disiplin mengirim tugas sesuai aspek C juga mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I 16 anak atau 47% kemudian pada siklus II berubah menjadi 30 anak atau 88%.

Dari evaluasi keaktifan belajar dan kedisiplinan mengirim tugas mapel PJOK 34 peserta didik di SD Negeri Kalikidang Kabupaten Banyumas mendapatkan kategori “baik” dengan rata-rata nilai 85 & 89.

Jika dilihat dari data hasil observasi keaktifan belajar dan kedisiplinan mengirim tugas mapel PJOK di SD Negeri Kalikidang dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hal ini dibuktikan dengan kategori nilai pada siklus I yaitu “cukup baik” kemudian pada siklus II kategori yang didapat meningkat menjadi “baik”. Lebih jelas lihat tabel di bawah ini.

Siklus Sangat Aktif Aktif Cukup Pasif
Siklus I 6 anak

(17%)

8 anak

(24%)

20 anak

(59%)

Siklus II 17 anak

(50%)

13 anak

(38%)

4 anak

(12%)

Tabel 4.9 Perbandingan Hasil Keaktifan Belajar Pada Siklus I & Siklus II

Sedangkan untuk hasil kedisiplinan siswa dalam mengirim tugas lebih jelasnya bisa lihat tabel di bawah ini.

No. Aspek Siklus I Siklus II
1. Ketaatan dalam mengikuti pembelajaran 10 anak

(29%)

21 anak

(62%)

2. Sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditetapkan 15 anak

(44%)

27 anak

(79%)

3. Dikerjakan dengan penuh kesadaran dan tidak ada paksaan 16 anak

(47%)

30 anak

(88%)

Tabel 4.10 Perbandingan Hasil Kedisiplinan Pengiriman Tugas

Pada Siklus I & Siklus II

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada kondisi awal, siklus I dan siklus II didapatkan peningkatan keaktifan belajar sebagai berikut:

Sangat Aktif Aktif Cukup Pasif
Pra Siklus 2 anak

(7%)

5 anak

(14%)

27 anak

(79%)

Siklus 1 6 anak

(17%)

8 anak

(24%)

20 anak

(59%)

Siklus 2 17 anak

(50%)

13 anak

(38%)

4 anak

(12%)

Tabel 4.11 Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa

Pada Kondisi Awal, Siklus I & Siklus II

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa ada peningkatan kekatifan belajar siswa. Pada tahap pra siklus siswa yang sangat aktif 7% meningkat menjadi 50% pada siklus II. Untuk siswa yang keaktifan belajarnya cukup mengalami penurunan, yaitu pada tahap pra siklus didapat 79% menjadi 12% pada siklus II.

Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahap pra siklus, siklus I dan siklus II didapatkan peningkatan kedisiplinan pengumpulan tugas sebagai berikut:

No. Aspek Pra Siklus Siklus I Siklus II
1. Ketaatan dalam mengikuti

pembelajaran

5 anak

(15%)

10 anak

(29%)

21 anak

(62%)

2. Sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditetapkan 7 anak

(21%)

15 anak

(44%)

27 anak

(79%)

3. Dikerjakan dengan penuh

kesadaran dan tidak ada paksaan

12 anak

(35%)

16 anak

(47%)

30 anak

(88%)

Tabel 4.12 Peningkatan Kedisiplinan Pengumpulan Tugas

Pada Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan kedisiplina pengumpulan tugas siswa kelas V mapel PJOK di SD Negeri Kalikidang. Pada aspek ketaatan dalam mengikuti pembelajaran didapatkan data saat pra siklus 15%, meningkat 62% pada siklus II. Aspek mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditetapkan pada tahap pra siklus didapatkan data 21%, setelah menggunakan Google Classroom didapatkan peningkatan data di siklus II sebesar 79%. Untuk aspek ketiga yaitu tugas dikerjakan dengan penuh kesadaran dan tidak ada paksaan pada pra siklus didapatkan data 35% kemudian meningkat menjadi 88% pada siklus II.

Pada akhir penelitian siklus II masih didapatkan 2 siswa yang belum dapat mengikuti pembelajaran menggunakan Google Classroom dikarenakan gawai yang dimiliki belum mensuport dan 2 siswa masih bermasalah dalam pengumpulan tugas dikarenakan masalah teknis (jaringan internet).

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Google Classroom dapat meningkatkan keaktifan belajar dan kedisiplinan pengumpulan tugas mapel PJOK pada siswa kelas V SD Negeri Kalikidang. Hal ini ditandai dengan presentase keaktifan belajar siswa yang meningkat disetiap siklusnya, serta peningkatan dalam kedisiplinan pengumpulan tugas. Terlihat perbedaan data keaktifan belajar siswa yang sangat aktif pada siklus 1 adalah 7% dan siklus 2 adalah 50%, sedangkan untuk kedisiplinan pengumpulan tugas terlihat peningkatan yaitu siklus 1 adalah 35% kemudian siklus 2 adalah 88%. Jadi penggunaan aplikasi Google Classroom dapat meningkatkan keaktifan belajar dan kedisiplinan pengumpulan tugas mapel PJOK pada siswa kelas V SD Negeri Kalikidang tahun ajaran 2020-2021.

Saran

Bagi Sekolah

Mendorong dan memberikan motivasi kepada guru untuk selalu berusaha mengembangkan model atau metode pembelajaran baru.

Bagi Guru

Guru diharapkan mampu mengembangkan dan menyampaikan materi serta dalam mengelola kelas dengan menerapkan pembelajaran inovatif, sehingga proses dan hasil pembelajaran dapat terus meningkat dan Hendaknya selalu mengembangkan model atau metode pembelajaran yang dapat merangsang siswa untuk aktif dan lebih mudah dalam materi pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Cucinotta, D., dan Vanelli, M. (2020). WHO Declares Covid-19 a Pandemic. Acta Biomed, 91(1),157-160.

Dewi, W. A. F. (2020). Dampak Covid-19 terhadap implementasi pembelajaran daring di Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 55-61.

Ernawati. (2018). “Pengaruh Penggunaan Aplikasi Google Classroom Terhadap Kulitas Pembelajaran dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI di MAN 1 Kota Tangerang Selatan”. Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Hamalik, Oemar. (2011). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara

Hartini, S. (2019). Kompetensi Profesional Guru dalam Meningkatkan Motif Berprestasi Peserta Didik: Studi di SDN Karangpucung 04 dan SDN Karangpucung 05 Kabupaten Cilacap. Indonesian Journal of Education Management & Administration Review, 3(1), 71-76.

Ibadurrahman, Muhammad Alief. 2020. Coronavirus Asal Usul, Penyebaran, Dampak dan Metode Pencegahan Efektif Pandemi Covid-19

Ifthkar, Shampa. “Google Classroom: What Works And How?”. Journal of Education and Social Sciences. Vol. 3. 2016.

Iskandar, dkk. 2020. Aplikasi Pembelajaran TIK. Yayasan Kita Menulis (diakses pada tanggal 20 April 2020, pukul 14.00 WIB).

Isman, M. (2016). Pembelajaran Moda dalam Jaringan (Moda Daring). The Progressive and Fun Education Seminar, 586–588.

Japar, dkk. 2019. Media dan Teknologi Pembelajaran PPKn. (diakses pada tanggal 21 April 2020, pukul 09.00 WIB).

Kuntarto, E., & Gustina, R. (2019). Pelaksanaan Penilaian Portofolio di Sekolah Dasar. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 4(2), 190-200.

https://doi.org/10.22437/gentala.v4i2.8437

Menteri Pendidikan. (2020). Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat CoronaVirus (COVID-19).

Miningsih, S. (2015). Implementasi TIK dalam Pembelajaran Mendengarkan di Sekolah Dasar. Teknodika, 1 (1).

Muhaimin, dkk. 2011. Manajemen Pendidikan (Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah/Madrasah. Jakarta: Kencana.

Munir. 2012. Pembelajaran Jarak jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung : Alfabeta.

Prijodarminto, Sugeng. (2004). Disiplin Kiat Menuju Sukses. Jakarta: PT Pradnya Paramita

Pusdatin. (2020). Panduan Penerapan Model Pembelajaran Inovatif Dalam BDR yang Memanfaatkan Rumah Belajar. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Permendikbud. 2020. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Corona Virus Disiase (COVID-19) Pada Satuan Pendidikan. Jakarta : Mentri pendidikan dan kebudayaan

Pohan, A. E. (2020). Konsep Pembelajaran Daring Berbasis Pendeatan Ilmiah. Penerbit CV. SARNU UNTUNG.

Qomariah, S., Nursobah S.L. (2019). Implementasi pemanfaatan Google Classroom di Era revolusi 4.0. SINDIMAS.2019 JUL 29;1(1):227-31

Sadikin, A., & Hamidah, A. (2020). Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19. Biodik, 6(2), 214-224.

Simanihuruk, dkk. 2019. E-Learning (Implementasi, Strategi dan Inovasinya).

Sugiyono, M. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit. Alfabeta.

Syahrial, dkk. (2019). Strategi Guru dalam Menumbuhkan Nilai Kebersamaan pada Pendidikan Multikultural di Sekolah Dasar Jurnal Gentala Pendidikan Dasar. Vo; 4 (2) 232-244

Syahrial, S., Kurniawan, A. R., Alirmansyah, A., & Alazi, A. (2019). Strategi Guru dalam Menumbuhkan Nilai Kebersamaan pada Pendidikan Multikultural di Sekolah Dasar. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 4(2), 232244.

Undang – undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang sistem Pendidikan Nasional

Yanti, M. T., Kuntarto, E., & Kurniawan, A. R. (2020). Pemanfaatan Portal Rumah Belajar Kemendikbud Sebagai Model Pembelajaran Daring Di Sekolah Dasar. Adi Widya Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 61–68.

Zhou, Wang, MD. 2020. Buku Pencegahan Coronavirus 101 Tips Berbasis Sains Yang Dapat Menyelematkan Anda.

BIO DATA PENULIS

Nama : Suyitno, S.Pd.

NIP : 197012052007011013

Unit Kerja : SD Negeri Kalikidang

You cannot copy content of this page