Iklan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYUSUN JADWAL KEGIATAN SEHARI-HARI MELALUI METODE INDEXS CARD MATCH PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS II SDN TRITIH LOR 03 KECAMATAN JERUKLEGI KABUPATEN CILACAP SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2018/2019

C:\Users\USER\Downloads\WhatsApp Image 2021-08-17 at 13.36.44(1).jpeg

Oleh :Minarti,S.Pd

ABSTRAK

Minarti“Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dalam Menyusun Jadwal Kegiatan Sehari-hari Melalui Metode Indexs Card Match Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas II SD Negeri Tritih Lor 03 Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap Semester I Tahun Pelajaran 2016/ 2017”Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui upaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyusun jadwal kegiatan sehari-hari melalui metode index card match pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas II SDN Tritih Lor 03 Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019.Tempat dan waktu dilaksanakannya penelitian ini di SD Negeri Tritih Lor 03 Kecamatan Jeruklegi pada semester I tahun pelajaran 2018/2019. Subyek penelitian adalah siswa kelas II SD Negeri Tritih Lor 03 yang berjumlah 25 anak. Sumber data penelitian adalah siswa, guru kelas II, teman sejawat, dan dokumen. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dan catatan. Sedangkan alat pengumpul data adalah lembar evaluasi dan lembar observasi. Bentuk dan teknik penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan melalui pra siklus siklus I, siklus II dan Siklus III. Setiap siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik analisis data terdiri dari analisis deskriptif dan analisis komparatif. Hasil penelitian pada pra siklus ke siklus I, ketuntasan belajar meningkat dari 3 siswa (12%) menjadi 10 siswa (40%). Dari siklus I ke siklus II meningkat menjadi 15 siswa (60%), pada siklus ke III meningkat lagi menjadi 21 siswa (84%). Berdasarkan pada deskripsi pembahasan di atas, dapat dibuktikan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode Index Card Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN Tritih Lor 03 Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap Semester I tahun pelajaran 2018/2019.

Latar Belakang Masalah

Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif membangun potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Salah satu usaha yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membuat inovasi baru mengenai konsep belajar dan mengajar di lingkungan sekolah yang inovatif dan kreatif karena sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang menyediakan tempat bagi siswa dan guru untuk melakukan macam kegiatan belajar menjadi proses pembelajaran.

Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa adalah untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan minatnya, sedangkan bagi guru adalah untuk mengembangkan potensi bahasa Indonesia siswa, sert lebih mandiri dalam menentukan bahan ajar kebahasaan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan siswa (BSNP:2006).

Salah satu keterampilan menulis yang diajarkan pada siswa kelas II SDN Tritih Lor 03 adalah menulis atau menyusun kegiatan sehari-hari. Ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam pembelajaran menulis. Kemampuan menulis sangat ditentukan oleh tingkat penguasaan keterampilan berbahasa yang lain, yaitu mendengarkan, berbicara dan membaca. Oleh karena itu keterampilan menulis atau menyusun kegiatan sehari-hari harus dikaitkan dengan ketiga keterampilan di atas. Ini berarti jika terdapat masalah dengan ketiga keterampilan berbahasa tersebut akan terganggu dengan proses menulisnya. Untuk dapat menulis dengan benar anak harus dapat berpikir membaca dan memahami bahasa orang lain secara logis dan rasional (Depdiknas, 2005: 76).

Pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran menulis menyusun kegiatan sehari-hari, siswa sering terlihat kebingungan menuangkan ide maupun gagasan dalam sebuah tulisan sehingga mampu menjadi kalimat yang runtut dan padu. Kondisi demikian juga dialami pada siswa kelas II SDN Tritih Lor 03 Tahun Pelajaran 2018/2019. Dari data yang dihimpun pada observasi diketahui jumla anak didik yang mampu menyusun kegiatan sehari-hari dengan baik masih dibawah 50%.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah

  1. Bagaimanakah proses pembelajaran dengan metode index card match untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia Materi menyusun jadwal kegiatan sehari-hari bagi siswa kelas II SDN Tritih Lor 03 Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019?
  2. Seberapa besar peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia materi menyusun kegiatan jadwal sehari-hari setelah menggunakan metode index card match bagi siswa kelas II SDN Tritih Lor 03 Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019?

Manfaat Penelitian

Bagi siswa

Siswa dapat belajar dengan kegiatan menulis lebih mudah sehingga kemampuan dalam menulis menjadi meningkat.

Bagi Guru

Guru semakin percaya diri dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan lebih berkualitas.

Bagi sekolah

Meningkatnya kualitas pembelajaran secara otomatis akan meningkatkan mutu sekolah sehingga kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat.

Kajian Teori

Menurut R. Gagne dalam Susanto (2013: 1), belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dua konsep ini menjadi terpadu dalam satu kegiatan dimana terjadi interaksi antara guru dengan siswa, serta siswa dengan siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Menurut Nawawi dalam Susanto (2013: 5), yang menyatakan bahwa hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu.

Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Sudjana (2009: 3) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dimyati dan Mudjiono (2006: 3-4) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar.

Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar di atas, peneliti menggunakan faktor eksternal berupa penggunaan metode index card match. Pelaksanaan metode index card match menuntut keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

Metode Index Card Match

Index Card Match (Mencocokkan kartu indeks) adalah cara menyenangkan lagi aktif untuk meninjau ulang materi pelajaran. Ia membolehkan peserta didik untuk berpasangan dan memainkan kuis dengan kawan sekelas. Teknik Index Card Match melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran, sehingga siswa lebih banyak memberikan perhatian dan lebih menikmati proses pembelajaran karena cara ini dikemas seperti sebuah permainan.

Langkah-langkah metode Index Card Match dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:

  1. Guru menyiapkan kartu yang sudah ada gambar jam tulisannya
  2. Kartu yang satu berisi tulisan berupa gambar yang menunjukan jam dan yang kartu satunya lagi bertuliskan kata-kata yang berhubungan dengan kartu bergambar jam.
  3. Kartu sesuai jumlah siswa
  4. Siswa diminta maju untuk mengambil kartu
  5. Setelah mendapatkan kartu, siswa diminta mencocokkan kartu tersebut
  6. Kemudian siswa diminta mendiskusikan gambar yang sudah dicocokkan tadi dengan pasangannya.
  7. Setelah itu siswa maju ke depan untuk bercerita tentang jadwal kegiatan sehari-hari yang ada dalam kartu tersebut. Misalnya pada gambar terdapat gambar jam yang menunjukan pukul 04.30 WIB lalu dipasangkan dengan kartu yang lainnya yang berisi tulisan “Bangun Tidur” dan sebaginya.
  8. Kemudian siswa menyusun jadwal tersebut dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi.
  9. Setelah semua selesai, guru membuat kesimpulan.

Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Bahasa merupakan sarana untuk saling berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, serta untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan kesusastraan merupakan salah satu sarana untuk menuju pemahaman tersebut. Standar kompetensi Bahasa Indonesia adalah program untuk mengembangkan pengetahuaan, keterampilan bahasa, dan sikap positif terhadap Bahasa Indonesia, serta menghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaan (Departemen Agama, 2004: 103).

Pelajaran Bahasa Indonesia adalah suatu mata pelajaran yang di dalamnya mengaitkan keterampilan yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Pelajaran Bahasa Indonesia adalah suatu program untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif Kerangka Berpikir

Metode Index Card Match adalah cara-cara yang dilakukan oleh guru untuk meninjau kembali materi yang telah dipelajarai dengan mencari kartu pasangan, metode Index Card Match juga merupakan cara untuk membuat pembelajaran tetap melekat dalam pikiran peserta didik. Dengan demikian metode Index Card Match akan berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.

Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah “Metode Index Card Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyusun jadwal kegiatan sehari-hari pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas II di SDN Tritih Lor 03 Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019”.

METODE PENELITIAN

Subyek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas II SDN Tritih Lor 03 Kecamatan Jeruklegi Cilacap yang berjumlah 26 siswa yang terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan.

Untuk mempermudah menggambarkan perubahan yang terjadi dalam PTK, maka dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa metode, di antaranya adalah sebagai berikut: Observasi, Interview,Dokumentasi,Tes

Validasi Data

Data yang telah dikaji, dikumpulkan dan dicatat dalam kegiatan penelitian, harus diusahakan kemantapan dan kebenarannya. Oleh karena itu, perlu mengetahui dan menentukan cara-cara yang tepat untuk mengembangkan validitas data yang diperoleh. Cara yang digunakan berupa trianggulasi. Trianggulasi dikembangkan dalam empat macam yaitu: trianggulasi data, trianggulasi peneliti, trianggulasi metode dan trianggulasi teoritis.

Teknik Analisis Data

Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik, digunakan daftar nilai kognitif. Menurut Ngalim Purwanto (2000: 112), data tersebut diperoleh pada tiap tiap siklus dianalisa secara deskriptif dengan menghitung percentages correction, dengan rumus sebagai berikut:

S =

Keterangan:

S : Nilai yang diharapkan (dicari)

R : Jumlah skor dari item atau soal yang dijawab benar

N : Skor maksimum dari tes tersebut.

Indikator Keberhasilan

Proses penelitian ini berhasil apabila terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari tindakan pra penelitian ke siklus I, siklus I ke siklus II, siklus II ke siklus III. Siswa dianggap meningkat hasil belajarnya setelah pembelajaran apabila hasil belajar telah mencapai 100% dari KKM yang ditentukan. Adapun nilai KKM pada pembelajaran Bahasa Indonesia adalah 68.

Deskripsi Kondisi Awal

Di bawah ini adalah hasil nilai ulangan harian mata pelajaran Bahasa Indonesia materi menyusun jadwal kegiatan sehari-hari sebelum menggunakan metode Index Card Match.

Hal tersebut dapat dilihat dari data nilai yang diperoleh siswa hanya 3 siswa (12 %) yang mampu mendapatkan nilai KKM yaitu 68 dan 22 siswa (88%) masih di bawah KKM. Data di atas sebagai dasar dalam menerapkan metode Index Card Match di SDN Tritih Lor 03 Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap.

Deskripsi Siklus I

Perbandingan pada kondisi awal dan siklus I menunjukkan peningkatan yang belum begitu memuaskan. Dari evaluasi awal yang belum menggunakan metode Index Card Match hanya 3 siswa yang mencapai nilai KKM yang ditetapkan, dan nilai dari siklus I terdapat peningkatan ada 10 siswa yang mencapai nilai KKM, namun rata-rata kelas yang didapat siswa kelas II masih belum memuaskan yaitu 65,04. Peneliti merasa belum puas dengan hasil yang diharapkannya, minimal patokan peneliti harapkan 80% siswa berhasil dalam proses pembelajaran menggunakan metode Index Card Match. Oleh sebab itu perlu diadakan siklus selanjutnya.

Deskripsi Siklus II

Hasil tes evaluasi pada siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan siklus I. Pada siklus II, 60% dari jumlah seluruh siswa mencapai KKM yang telah ditentukan sekolah. Terdapat 15 siswa yang tuntas dan 10 siswa yang tidak tuntas. Hasil belajar pada siklus II belum memenuhi target penelitian.

Deskripsi Siklus III

Hasil tes evaluasi pada siklus III mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan siklus II. Pada siklus III, 84% dari jumlah seluruh siswa mencapai KKM yang telah ditentukan sekolah. Terdapat 21 siswa yang tuntas dan 4 siswa yang tidak tuntas. Hasil belajar pada siklus III sudah memenuhi target penelitian, yaitu 80% dari seluruh siswa mencapai KKM.

Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan pada siklus I ada 10 siswa (40%) yang tuntas dalam mencapai KKM, siklus II meningkat lagi ada 15 siswa (60%) tuntas mencapai KKM dan siklus III meningkat lagi ada 21 siswa yang tuntas mencapai KKM. Berdasarkan data tersebut maka dapat diketahui bahwa pelaksanaan PTK dalam pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode Index Card Match berhasil meningkatkan hasil belajar siswa.

Rekapitulasi persentasi pra siklus, siklus I, siklus II, dan siklus III

No Kategori Pra siklus Siklus I Siklus II Siklus III
Siswa % Siswa % Siswa % siswa %
1 Tuntas 3 12 % 10 40 % 15 60% 21 84%
2 Tidak tuntas 22 88 % 15 60 % 10 40% 4 16 %
25 100% 25 100% 25 100% 25 100%

Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa ketuntasan siswa kelas II SDN Tritih Lor 03 Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap meningkat. Dari pra siklus sebelum dilakukan tindakan, siswa yang mencapai ketuntasan hanya 12% dari keseluruhan jumlah siswa. Sedangkan pada siklus I sebesar 40 %, siklus II mencapai 60 % dan siklus III mencapai 84%.

Kesimpulan

  1. Penggunaan metode Index Card Match pada mapel Bahasa Indonesia materi menyusun jadwal kegiatan sehari-hari dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini dapat dibuktikan dari hasil nilai rata-rata siswa pada siklus I adalah 65,04, siklus II 68, 96 sedangkan pada siklus III adalah 80, 92. Maka terbukti sudah melampaui KKM.
  2. Melalui metode Index Card Match pada mapel Bahasa Indonesia dapat memenuhi target pencapaian KKM yang telah ditentukan, terbukti pada KKM kelas pada siklus III adalah 80,92% > 80% (KKM kelas),

Saran

  1. Guru harus lebih terampil dalam membuat perencanaan dan pemilihan strategi yang digunakan. Penggunaan strategi yang tepat akan sangat berpengaruh pada penciptaan suasana pembelajaran yang efektif dan efisien serta membuat anak didik senang dan bergairah dalam belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.
  2. Modifikasi sistem belajar sudah menjadi keharusan untuk menemukan metode belajar yang tepat dan dapat menarik minat seseorang pada bidang Bahasa Indonesia sehingga cara yang digunakan tidak statis dan bersifat tradisional terus-menerus.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, A dan Supriyono, W. 2013. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Akhadiah, Sabarti dkk. 1991. Pembinaan kemampuan menulis bahasa Indnesia. Jakarta Erlangga.

Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Rineka Cipta. Jakarta.

AS. Broto.1980. Pengajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Bulan Bintang.

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Nasucha, Yakub dkk. 2009. Bahasa Indonesia untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah.

Yogyakarta : Media Perkasa.Purwanto, M. Ngalim. 2000.

Biodata

Nama : Minarti,S.Pd.

NIP : 19651215 199003 2 008

Pangkat/Gol : Pembina /IV A

Jabatan : Kepala Sekolah

Unit Kerja : SD Negeri Tritih Lor 03 Jeruklegi – Cilacap

You cannot copy content of this page