Iklan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI PECAHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER BAGI SISWA KELAS VI SDN 5 CIHONJE SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Oleh : Sri Sunarni, S.Pd. SD

ABSTRAK

Penelitian tindakan kelas ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Sedangkan secara khusus bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap operasi hitung pecahan kelas VI SD Negeri 5 Cihonje pada semester II tahun pelajaran 2018/2019.

Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2018/2019 bertempat di SD Negeri 5 Cihonje Unit Pendidikan Kecamatan Gumelar. Subjek penelitiannya adalah seluruh siswa kelas VI SD Negeri 5 Cihonje pada semester II tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 19 siswa terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah dengan teknik tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui penerapan metode kolaboratif pemahaman dan hasil belajar matematika siswa kelas VI SD Negeri 5 Cihonje pada semester II tahun pelajaran 2018/2019 dapat ditingkatkan. Hasil penelitian pada kondisi awal rata-rata nilai 56. Pada siklus pertama terjadi peningkatan dengan rata-rata nilai menjadi 64. Siklus kedua terjadi peningkatan lagi dengan rata-rata nilai 80. Berdasarkan temuan dan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa hasil belajar terhadap materi ajar siswa termotivasi untuk belajar secara aktif dan kreatif dalam pembelajaran, meningkatkan kerja ilmiah siswa dalam proses pembelajaran dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap operasi hitung pecahan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together.

Kata kunci : hasil belajar, model Numbered Heads Together

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai apabila proses belajar mengajar yang diselenggarakan di kelas benar-benar efektif dan berguna untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diharapkan. Karena pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, diantaranya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan hasil proses belajar mengajar di kelas. Oleh karena itu guru dituntut untuk meningkatkan peran dan kompetensinya, guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya.

Kenyataan di kelas tempat peneliti mengajar, khususnya pada mata pelajaran Matematika masih memprihatinkan bagi sebagian besar siswa. Hal ini berdampak pada prestasi belajar siswa dimana perolehan nilai rata-rata hasil ulangan harian yang rendah dibandingkan dengan mata pelajaran lain. Rendahnya hasil belajar tersebut dapat dilihat dari hasil ulangan harian yang telah dilaksanakan oleh siswa rata-rata nilai ulangan harian hanya mencapai 54.

Peneliti merasakan adanya kesenjangan antara kenyataan di kelas dengan harapan yang diinginkan. Kenyataan yang terjadi di kelas VI SDN 5 Cihonje mata pelajaran Matematika pada semester II dari hasil tes formatif pada bidang studi Matematika untuk pokok bahasan pecahan, ternyata dari 19 siswa di kelas VI yang memperoleh tingkat penguasaan materi diatas 70% hanya 9 siswa. Artinya tingkat ketuntasan belajar siswa baru mencapai 47%, bahkan ada beberapa anak yang menguasai materi dibawah 50 dan nilai rata-rata kelas juga rendah. Ketuntasan belajar secara klasikal dapat dikatakan berhasil bila terdapat 85% siswa yang telah tuntas belajar (Depdikbud dalam Trianto, 2010:241).

Melihat adanya kesenjangan tersebut, peneliti sebagai agen pembelajaran tidak tinggal diam. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencapai hasil yang maksimal, salah satunya dengan mencoba menggunakan model pembelajaran dalam pembelajaran dan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas.

Pembatasan Masalah

Berdasarkan penerapan model pembelajaran yang digunakan dan materi pelajaran yang akan diajarkan, maka penelitian ini diberi judul : “Peningkatan Hasil Belajar Matematika Pada Materi Pecahan Melalui Model Pembelajaran Numbered Heads Together Bagi Siswa Kelas VI SDN 5 Cihonje Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019”.

Rumusan Masalah

Apakah dengan penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran?

Manfaat Penelitian

Dari hasil Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi beberapa pihak, diantaranya :

  1. Siswa yang mengalami kesulitan belajar dapat diminimalkan, sehingga hasil belajar siswa akan meningkat.
  2. Sebagai bahan pertimbangan guru dalam memilih model pembelajaran Matematika di sekolah dasar dan meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran.
  3. Kepala sekolah dapat mememberikan masukan perbaikan dalam proses pembelajaran kepada para guru untuk merencanakan dan mengambil kebijakan mengenai model pembelajaran yang tepat.

KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

Kajian Teori

Hasil Belajar

Belajar juga dapat diartikan sebagai proses mendapatkan pengetahuan dengan membawa dan menggunakan pengalaman sebagai pengetahuan yang memandu perilaku pada masa yang akan datang. “Bell-Gredler (1991:1) yang menyatakan bahwa belajar adalah proses yang dilaksanakan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam competencies, skills, and attitudes. Kemampuan (competencies), Ketrampilan (skills), dan sikap (attitudes) tersebut diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari masa bayi sampai masa tua melalui rangkaian proses belajar sepanjang hayat. Secara umum belajar dapat diartikan menggunakan pengalaman sebagai pengetahuan yang memandu prilaku pada masa yang akan datang.

Hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai siswa dalam W.J.S Purwadarrninto ( 1986: 767 ) menyatakan bahwa “Hasil belajar adalah hasil yang dicapai sebaik – baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal – hal yang dikerjakan atau dilakukan”. Jadi hasil belajar adalah sesuatu yang telah dicapai menurut kemampuan yang tidak dimiliki dan ditandai dengan perkembangan serta perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang diperlukan dari belajar dengan waktu tertentu, prestasi belajar ini dapat dinyatakan dalam bentuk nilai dan hasil tes atau ujian.

Pecahan

Pecahan dapat diartikan sebagai bagian dari sesuatu yang utuh. Dalam ilustrasi gambar, bagian yang dimaksud adalah bagian yang diperhatikan, yang biasanya ditandai dengan arsiran. Bagian inilah yang dinamakan pembilang. Adapun bagian yang utuh adalah bagian yang dianggap sebagai satuan, yang dinamakan penyebut (Heruman, 2007:43).

Penerapan Model Pembelajaran Numbered Heads Together

Proses pembelajaran Cooperatice Learning ini mampu merangsang dan menggugah potensi siswa secara optimal dalam suasana belajar pada kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3 sampai 5 orang siswa. Pada saat siswa belajar dalam kelompok akan berkembang suasana yang terbuka dalam dimensi kesejawatan, karena pada saat itu akan terjadi proses belajar kolaboratif dalam hubungan pribadi yang saling membutuhkan.

Pada model pembelajaran Cooperative Learning, guru bukan lagi berperan sebagai satu-satunya narasumber dalam proses pembelajaran, tetapi berperan sebagai mediator, stabilisator dan manajer pembelajaran. Menurut Kagan (2007) metode pembelajaran Numbered Heads Together ini secara tidak langsung melatih siswa untuk saling berbagi informasi, mendengarkan dengan cermat serta berbicara dengan penuh perhitungan, sehingga siswa lebih produktif dalam pembelajaran. Langkah-langkah penerapan metode Numbered Heads Together adalah : penomoran, pengajuan pertanyaan, berpikir bersama, pemberian jawaban.

Pengajuan Hipotesis

Berdasarkan kajian teoritis dan kerangka berpikir di atas, maka dalam Penelitian Tindakan Kelas ini diajukan tindakan sebagai berikut : “Melalui penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar Matematika materi pecahan bagi siswa kelas VI SD Negeri 5 Cihonje Unit Pendidikan Kecamatan Gumelar pada semester II tahun pelajaran 2018/2019”

METODOLOGI PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian diadakan di kelas VI SD Negeri 5 Cihonje Unit Pendidikan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Jumlah siswa sebanyak 19 orang yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 8 orang perempuan. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada semester II tahun Pelajaran 2018/2019.

Subjek Penelitian

Subjek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 5 Cihonje Unit Pendidikan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas pada semester II tahun pelajaran 2018/2019.

Sumber Data

Sumber data yang digunakan adalah nilai hasil belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 5 Cihonje Unit Pendidikan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas pada semester II tahun pelajaran 2018/2019.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Berdasar hasil ulangan siswa dalam pembelajaran matematika dengan Kompetensi Dasar menjelaskan operasi hitung pecahan pada siswa kelas VI SD Negeri 5 Cihonje pada semester II tahun pelajaran 2018/2019 menunjukkan hasil yang relatif rendah. Untuk mata pelajaran matematika, dari dua kali ulangan harian berturut-turut diperoleh rata-rata nilai 56 dan 58.

Pada nilai ulangan harian pertama dalam pembelajaran matematika kompetensi dasar menyederhanakan dan mengurutkan pecahan, diperoleh nilai tertinggi 90 nilai terendah 20; dan rata-rata nilainya 56. Ulangan harian kedua diperoleh nilai tertinggi 100; nilai terendah 20; dan rata-rata nilainya 58.

Deskripsi Siklus I

Perencanaan Tindakan

Tindakan kelas dalam siklus I direncanakan dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Februari 2019, yaitu pada hari Senin tanggal 18 Februari 2019. Planing ( perencanaan tindakan ) meliputi tiga langkah yaitu apersepsi, inti dan penutup.

Pelaksanaan Tindakan

Siklus I dimanfaatkan untuk menyampaikan materi dengan indikator siswa dapat menggunakan sifat komutatif, asosiatif dan distributif untuk melakukan perhitungan dengan cepat.

Kegiatan belajar mengajar dimulai dengan mengkondisikan kelas diantaranya menyediakan sumber belajar dan melaksanakan kegiatan rutinitas. Pada pembelajaran siklus I metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab, tugas dengan menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together. Tiap-tiap siswa diberi kesempatan yang sama untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan.

Peneliti memperjelas dan meningkatkan pemahaman terhadap materi dengan langkah-langkah dalam menerapkan Numbered Heads Together yaitu guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok atau tim yang beranggotakan tiga sampai lima orang dan memberi siswa nomor sehingga setiap siswa dalam tim mempunyai nomor berbeda-beda, sesuai dengan jumlah siswa di dalam kelompok. Setelah mendapatkan pertanyaan-pertanyaan dari guru, siswa berpikir bersama untuk menemukan jawaban dan menjelaskan jawaban kepada anggota dalam timnya.

Peneliti membacakan kesimpulan. Diakhir siklus diadakan tes dan memberikan saran dan tindak lanjut untuk pembelajaran berikutnya.

Hasil Pengamatan

Di akhir tes siklus I diketahui bahwa dari peserta tes yang berjumlah 19 siswa, hanya 11 siswa yang tuntas, sedangkan yang 8 siswa lainnya belum tuntas. Setelah dilakukan penilaian di akhir siklus I diperoleh nilai tertinggi 90, nilai terendah 30, dan rata-rata nilainya adalah 64,7.

Hasil tes formatif yang diperoleh siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4 : Hasil Tes Formatif Siklus I

Nomor Nama Siswa Hasil Belajar Keterangan
1 Adisa Ramadhani Awan Priyadi 90 Tuntas
2 Agustina Canggah Pratama 80 Tuntas
3 Alifa Arum Dani 80 Tuntas
4 Deva Alya Rahmadani 50 Belum Tuntas
5 Devina Angelica 30 Belum Tuntas
6 Dimas Yogi Pratama 60 Belum Tuntas
7 Diva Juniatur 70 Tuntas
8 Faiddatul Rohma 70 Tuntas
9 Hafit Navdila Awal 90 Tuntas
10 Keylan Muhammad Sukur 90 Tuntas
11 Rafli Aprian 40 Belum Tuntas
12 Rofiq Hidayat 50 Belum Tuntas
13 Selfy Dwi Wulandari 70 Tuntas
14 Shahrul Putra Romadhon 80 Tuntas
15 Soni Ferdiansah 60 Belum Tuntas
16 Triyan Prasetyo 40 Belum Tuntas
17 Wilkie Aiman Nanda Patricio 70 Tuntas
18 Wiwit Suroso 30 Belum Tuntas
19 Yolanda Cahya Anindia 80 Tuntas
Jumlah 1230
Rata-Rata 64,7
Nilai Terendah 20
Nilai Tertinggi 90

Dari tabel diatas diketahui dari 19 siswa, 11 siswa tuntas belajar atau 58 % dan 8 siswa belum tuntas atau 42 %. Dari daftar nilai di atas diperoleh frekuensi sebagai berikut:

Refleksi

Refleksi siklus I dilakukan dengan cara membandingkan nilai hasil belajar kondisi awal dengan nilai tes akhir yang diperoleh selama siklus I. Sebagaimana tertulis dalam deskripsi kondisi awal bahwa dari dua kali ulangan harian diperoleh nilai rata-rata (56) dibandingkan dengan nilai rata-rata pada akhir siklus I (64,7) maka terdapat kenaikan (8,7). Kenaikan nilai rata-rata yang mencapai angka ( 8,7 ) tersebut termasuk kenaikan yang cukup tinggi.

Deskripsi Siklus II

Perencanaan Tindakan

Sesuai dengan perencanaan awal, siklus II dilaksanakan pada minggu keempat bulan Pebruari 2018 yaitu pada hari Senin tanggal 25 Pebruari 2019. Planing (perencanaan tindakan) meliputi tiga langkah yaitu apersepsi, inti dan penutup.

Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan (acting) siklus II dilaksanakan pada minggu keempat bulan Pebruari 2019 yaitu pada hari Senin tanggal 25 Pebruari 2019. Pelaksanaan tindakan (acting) meliputi tiga langkah yaitu apersepsi, inti dan penutup.

Kegiatan belajar mengajar dimulai dengan mengkondisikan kelas diantaranya menyediakan sumber belajar dan melaksanakan kegiatan rutinitas (berdo’a, mengabsen siswa dan memeriksa kebersihan kelas). Untuk menjelaskan materi dan langkah kerja yang akan dilaksanakan dikolaborasikan bertanya jawab.

Peneliti melibatkan siswa secara aktif, untuk memperjelas dan meningkatkan pemahaman terhadap materi dengan langkah-langkah dalam menerapkan Numbered Heads Together yaitu guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok atau tim yang beranggotakan tiga sampai lima orang dan memberi siswa nomor sehingga setiap siswa dalam tim mempunyai nomor berbeda-beda, sesuai dengan jumlah siswa di dalam kelompok.

Selanjutnya guru mengajukan pertanyaan kepada siswa dan guru menyebut salah satu nomor dan setiap siswa dari tiap kelompok yang bernomor sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk seluruh kelas, kemudian guru secara random memilih kelompok yang harus menjawab pertanyan tersebut. Pada akhir pembelajaran siswa mengerjakan tes formatif.

Hasil Pengamatan

Di akhir tes siklus II diketahui bahwa dari peserta tes yang berjumlah 19 siswa, 16 siswa yang tuntas, sedangkan yang 3 siswa lainnya belum tuntas. Setelah dilakukan penilaian di akhir siklus II diperoleh nilai tertinggi 100, nilai terendah 40, dan rata-rata nilainya adalah 80. Hasil tes formatif yang diperoleh siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 6 : Hasil Tes Formatif Siklus II

Nomor Urut Nama Siswa Hasil Belajar Keterangan
1 Adisa Ramadhani Awan Priyadi 100 Tuntas
2 Agustina Canggah Pratama 90 Tuntas
3 Alifa Arum Dani 90 Tuntas
4 Deva Alya Rahmadani 70 Tuntas
5 Devina Angelica 70 Tuntas
6 Dimas Yogi Pratama 80 Tuntas
7 Diva Juniatur 90 Tuntas
8 Faiddatul Rohma 80 Tuntas
9 Hafit Navdila Awal 100 Tuntas
10 Keylan Muhammad Sukur 100 Tuntas
11 Rafli Aprian 50 Belum Tuntas
12 Rofiq Hidayat 60 Belum Tuntas
13 Selfy Dwi Wulandari 80 Tuntas
14 Shahrul Putra Romadhon 80 Tuntas
15 Soni Ferdiansah 80 Tuntas
16 Triyan Prasetyo 70 Tuntas
17 Wilkie Aiman Nanda Patricio 80 Tuntas
18 Wiwit Suroso 40 Belum Tuntas
19 Yolanda Cahya Anindia 100 Tuntas
Jumlah 1520
Rata-Rata 80
Nilai Terendah 40
Nilai Tertinggi 100

Dari tabel diatas diketahui dari 19 siswa, 16 siswa tuntas belajar atau 84 % dan 3 siswa belum tuntas atau 16 %.

Refleksi

Berdasarkan hasil pada siklus II, dari 19 siswa yang mengikuti tes pada akhir siklus II, 16 siswa (hampir seluruhnya) tuntas. Terbukti 16 siswa tersebut telah berhasil meningkatkan hasil belajar subjek penelitian (siswa) dan dapat mencapai nilai yang memuaskan. Rata-rata nilai yang mereka peroleh dapat mencapai 80.

Bila rata-rata nilai pada akhir siklus II dibandingkan dengan rata-rata nilai pada akhir siklus I maka terjadi peningkatan nilai yang tinggi. Dari rata-rata nilai pada akhir siklus I yang hanya 64 dibandingkan dengan rata-rata nilai pada akhir siklus II yang mencapai angka 80 berarti terjadi kenaikan 16 (20 %).

Pembahasan

Pada kondisi awal, guru peneliti belum menggunakan metode kolaboratif dalam proses belajar mengajar. Pada siklus I guru peneliti sudah menerpakan model pembelajaran Numbered Heads Together. Metode yang digunakan adalah kolaborasi antara metode ceramah dengan demonstrasi, maka pelaksanaan pembelajaran masih dibuat klasikal biasa. Sedangkan pada siklus II guru peneliti menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together, kegiatan belajar mengajar menggunakan penerapan metode kolaboratif. Secara garis besar tindakan-tindakan peneliti terangkum dalam tabel berikut ini :

Tabel 8 Tindakan Peneliti Dalam Penelitian Tindakan Kelas

NO Situasi Tindakan
1 Kondisi Awal Guru belum menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together dalam pembelajaran
2 Siklus I Guru menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together metode kolaboratif antara metode ceramah, Tanya jawab tugas.
3 Siklus Ii Guru menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together yang ditanggulangi dengan menggali persepsi awal siswa tentang materi yang akan dipelajari sebelum pelajaran berlangsung. Kemudian menambah kolaborasi metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab, diskusi dan tugas.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh guru peneliti sejak dari kondisi awal, keadaan di akhir siklus I sampai dengan keadaan di akhir siklus II, sesuai dengan data-data yang diperoleh ternyata terjadi peningkatan terus menerus rata-rata nilai hasil belajar. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 9 : Rata-Rata Nilai Hasil Belajar

NO Situasi Rata-Rata Nilai
1 Kondisi Awal 56
2 Siklus I 64
3 Siklus II 80

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

Simpulan

Tindakan kelas yang dilakukan oleh guru peneliti dalam siklus I yang berupa penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together telah berhasil meningkatkan pemahaman dan hasil belajar subjek penelitian. Rata-rata nilai pada kondisi awal yang hanya 56 dapat ditingkatkan menjadi 64 di akhir siklus I.

Perubahan tekhnik penerapan metode kolaboratif pada siklus II juga telah berhasil lebih meningkatkan lagi pemahaman dan hasil belajar siswa. Bila di akhir siklus I rata-rata nilai subjek penelitian adalah 64 maka di akhir siklus II rata-rata nilai meningkat lagi menjadi 80.

Saran

  1. Semua siswa hendaknya lebih bersemangat dalam belajar dengan penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together.
  2. Guru agar terus berupaya meningkatkan kompetensi dan kinerjanya, dengan semaksimal mungkin untuk penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together.
  3. Kepala Sekolah dalam hal ini SD Negeri 5 Cihonje Unit Pendidikan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas disarankan untuk dapat memotivasi pada semua guru untuk menggunakan model pembelajaran

DAFTAR PUSTAKA

Anitah, Sri. 2009. Media Pembelajaran. Surakarta: Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 FKIP UNS Surakarta.

Depdiknas. 2006. Undang-Undang RI No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.

Heruman. 2007. Model Pembelajaran Matematika. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kagan. 2000. Cooperative Learning Structure. Numbered Heads Together, (Online), (http://Alt.Red/clnerwork/numbered.htm, diakses 8 Februari 2019).

Kementerian Pendidikan Nasional. 2011. Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru). Jakarta: Dirjen PMPTK.

Muhibbin Syah. 1999. Psikologi Belajar. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.

Ngalim Purwanto. 1995. Psikologi Pendidikan. Bandung. Remaja Rosdakarya.

Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. 4 Mei 2007. Jakarta.

Poerwadarminto W.J.S. 1986. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.

Ristasa, Rusna. 2005. Metode Pembelajaran Kolaboratif. Hand Out untuk membimbing Mata Kuliah PKP

Slameto, 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Bina Aksara.

Sudjama, Nana. 2004. Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 30 Desember 2005. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157. Jakarta.

BIODATA

Nama : Sri Sunarni, S.Pd.SD.

Pangkat/Gol : Penata / IIIc

NIP : 19821206 200604 2 018

Instansi : SD Negeri 5 Cihonje, Korwilcam Dindik Gumelar

You cannot copy content of this page