Iklan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA BLOK PECAHAN BAGI SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 DARMAKRADENAN SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Oleh : Tri Yuliati,S.Pd.SD

ABSTRAK

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Pecahan Melalui Penggunaan Alat Peraga Blok Pecahan Bagi Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Darmakradenan Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 oleh Sudiharti,S.Pd.SD. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi pecahan. Subjek penelitiannya adalah seluruh siswa kelas VI SD Negeri 2 Darmakradenan pada semester II tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 23 siswa.

Dalam pelaksanaan penelitian melibatkan guru kelas lain sebagai kolaborator, yang dilaksakan dalam dua siklus, setiap siklus 2 kali pertemuan. Prosedur penelitian tindakan kelas ini meliputi : 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan 3) observasi, 4) refleksi dalam setiap siklus. Sedangan data yang diperoleh melalui observasi (pengamatan) , angket, wawancara, dokumen serta tes.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penggunaan alat peraga blok pecahan, hasil belajar matematika materi pecahan siswa kelas VI SD Negeri 2 Darmakradenan pada semester II tahun pelajaran 2018/2019 dapat ditingkatkan. Dari kondisi awal rata-rata nilai 59,57 dapat ditingkatkan di akhir siklus I dengan rata-rata nilai 72,39 dan pada siklus II rata-rata nilai meningkat menjadi 81,74. Peningkatan ini juga ditunjukan dengan meningkatnya ketuntasan belajar dari rata-rata kondisi awal 43,48% meningkat menjadi 65,22% pada siklus I dan lebih meningkat lagi pada siklus II dengan nilai ketuntasan belajar sebesar 86,96%.

Kata Kunci : Matematika, Alat peraga blok pecahan, hasil belajar

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Keberhasilan proses pembelajaran merupakan hal utama yang didambakan dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Pada era globalisasi ini penerapan ilmu pengetahuan dan tekhnologi harus didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Matematika sebagai salah satu ilmu dasar dewasa ini telah berkembang amat pesat, baik materi maupun kegunaannya. Karena matematika merupakan ide-ide abstrak yang berisi simbol-simbol, maka konsep-konsep matematika harus dipahami terlebih dahulu, sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. Seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari pada apa yang telah diketahuinya.

Kompetensi pecahan pada mapel matematika dari peserta didik kelas VI di SD Negeri 2 Darmakradenan untuk tahun pelajaran 2018/2019 tergolong sangat rendah. Pada penilaian tes akhir terjadi hal yang mengecewakan bagi peneliti sebagai pendidik. Nilai ulangan harian yang diperoleh peserta didik sangat rendah atau di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Rendahnya hasil belajar tersebut diduga akibat penggunaan alat peraga serta aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sangat rendah sehingga terlihat banyak siswa kurang siap dalam menerima materi pelajaran. Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah di atas, salah satunya adalah menggunakan alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar.

Dengan menggunakan alat peraga diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Berdasarkan uraian diatas maka, penulis mengadakan penelitian dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Pecahan Melalui Penggunaan Alat Peraga Blok Pecahan Bagi Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Darmakradenan Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 ”

Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi di atas, masalah yang harus di selesaikan dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika khususnya materi pecahan dan alat peraga yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar matematika

Rumusan Masalah

Masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah : Apakah melalui penggunaan alat peraga blok pecahan dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi pecahan bagi siswa kelas VI SD Negeri 2 Darmakradenan Kecamatan Ajibarang Semester II tahun pelajaran 2018/2019?

Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dalam peneltiian tindakan ini adalah untuk mengetahui mengetahui tingkat pemahaman konsep operasi pecahan siswa kelas VI SDN 2 Darmakradenan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas pada semester II tahun pelajaran 2018/2019 setelah diterapkannya alat peraga blok pecahan.

KAJIAN PUSTAKA

Kerangka Teoretis

Pembelajaran Matematika

Menurut Annisah (2014), matematika tidak mudah dipahami oleh sebagian siswa khususnya siswa SD/MI. Untuk mempelajari objek matematika yang abstrak diperlukan jembatan atau perantara yang bersifat konkrit. Model benda nyata yang digunakan untuk mengurangi keabstrakan materi matematika disebut alat peraga pembelajaran matematika

Sedangkan Muhsetyo, dkk (2010: 1.26), mendefinisikan pembelajaran matematika adalah proses pemberian pengalaman kepada siswa melalui serangkaian kegiatan yang terencana, sehingga siswa memperoleh kompetensi tentang bahan Matematika yang dipelajari. Pembelajaran matematika dilakukan oleh guru secara sadar dan terencana, sehingga siswa memperoleh pengetahuan tentang materi yang sedang dipelajari.

Mengingat hakikat matematika berkenaan dengan konsep abstrak, sementara tingkat perkembangan kognitif siswa SD masih dalam tahap operasional konkret, maka pembelajaran matematika dilaksanakan dengan menggunakan benda-benda nyata supaya siswa dapat memahami materi yang sedang dipelajari. Berdasarkan hal tersebut, guru sebaiknya menerapkan model pembelajaran yang disertai dengan penggunaan media dalam melaksanakan pembelajaran matematika, agar konsep yang abstrak dapat dipahami oleh siswa.

Dari beberapa teori belajar matematika di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran matematika di sangat diperlukan suatu media alat peraga yang nyata.

Hasil Belajar

Pengertian hasil belajar yang lebih umum dikemukakan oleh Soedijanto, (1997:49), yaitu “Hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh pembelajar dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan”. Surya, (2001), ”berpendapat bahwa hasil belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku, pengetahuan dan sikap yang diperoleh seseorang setelah melakukan proses kegiatan belajar. Prinsip ini mengandung makna bahwa perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar yang meliputi semua aspek tingkah laku dan bukan hanya satu atau dua saja.

Perubahan tingkah laku meliputi aspek-aspek kognitif dan afektif. Selama hasil proses pembelajaran belum baik, latihan berbagai cara harus diupayakan agar membuahkan hasil yang baik. Hasil proses pembelajaran tidak hanya mengenai kecerdasan (kognitif), tapi juga kepribadian dan ketrampilan.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar sebagai parameter keberhasilan guru dalam mengukur proses pembelajaran berdasarkan tujuan yang telah direncanakan. Indikator keberhasilan dalam belajar adalah adanya tingkat ketuntasan minimal berdasarkan KKM yang telah dipatok guru dalam setiap semesternya dan nilai rata-rata seluruh siswa dalam pembelajaran sesuai yang dipersyaratkan.

Alat Peraga Block Pecahan

Alat peraga merupakan bagian dari media yang dapat kita gunakan sebagai alat bantu pendidikan yakni alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan pendidikan/pengajaran. Alat peraga sangat membantu proses pembelajaran dan dapat menarik perhatian peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran yang saat itu sedang berlangsung. Salah satu jenis alat peraga matematika yang dapat digunakan pada materi pecahan adalah alat peraga blok pecahan.

Media blok pecahan merupakan salah satu jenis media berupa alat peraga, dimana alat peraga blok pecahan ini adalah alat peraga yang digunakan untuk menjelaskan tentang konsep materi pecahan yang terdiri dari lingkaran utuh dan juring-juring. Seorang pakar menyatakan “alat peraga blok pecahan dapat digunakan untuk pembelajaran pecahan dalam konsep materi : pecahan, membandingkan pecahan, pecahan senilai, penjumlahan dan pengurangan pecahan”. Namun tidak untuk perkalian dan pembagian pecahan.

Kerangka Berfikir

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dengan cara melakukan sejumlah tindakan yang terangkum dalam siklus I dan siklus II untuk merubah kondisi awal yang berupa hasil belajar matematika yang rendah menjadi lebih meningkat. Dengan pemanfaatan alat peraga blok pecahan diharapkan akan mampu meningkatkan hasil belajar matematika materi pecahan dari kondisi awal ke akhir siklus I dan berlanjut sampai pada kondisi akhir siklus II.

Hipotesa Tindakan

Hipotesis yang peneliti ajukan adalah : a) Proses pembelajaran menggunakan alat peraga blok pecahan melibatkan siswa secara aktif baik fisik maupun pikiran, b) Penggunaan alat peraga blok pecahan dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi pecahan bagi siswa kelas VI SDN 2 Darmakradenan Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019.

METODOLOGI PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian dilaksanakan dengan mengambil waktu semester II dari bulan Januari 2019 sampai dengan bulan Mei 2019. Materi pembelajaran tentang kompetensi melakukan operasi hitung pecahan. Dengan sistem siklus, yang dilaksanakan masing-masing siklus dua kali pertemuan sesuai dengan jadwal pelajaran pertemuan untuk mapel matematika 2 x pertemuan per minggu.

Desain Penelitian  

Penelitian tindakan kelas dilaksanakan untuk merubah kondisi awal yang berupa hasil belajar matematika yang rendah menjadi lebih meningkat. Dengan penggunaan alat peraga blok pecahan hasil belajar matematika dari siklus I ke siklus II diharapkan dapat meningkatkan. Prosedur kerja dalam penelitian tindakan kelas ini ditempuh secara bertahap. Tahapan tersebut meliputi tahapan perencanaan, tahap pelaksanaan atau tindakan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi.

Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah peserta didik yang pada tahun pelajaran 2018/2019 duduk di kelas VI di SD Negeri 2 Darmakradenan . Jumlah subjek penelitian 23 peserta didik dengan rincian sebagaimana berikut.

Sumber Data

Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data utama dan data pendukung. Sumber utama adalah guru dan siswa, meliputi nilai hasil ulangan, hasil pengamatan selama proses pembelajaran. Sedangkan data pendukung berasal dari teman sejawat yang ikut menjadi observer

Indikator kinerja

Adapun yang menjadi indikator kerja adalah hasil belajar siswa meningkat dengan rata-rata nilai yang diperoleh siswa minimal 75 dengan nilai ketuntasan belajar minimal 80%, dengan KKM 70.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal

Data kondisi awal yang diperoleh peneliti bahwa kelas siswa kelas VI SD Negeri 2 Darmakradenan Kecamatan Ajibarang pada semester II tahun pelajaran 2018/2019 rata-rata hasil belajarnya rendah. Rata-rata perolehan nilai rata-rata 59,57. Disamping itu guru dalam melaksanakan pembelajaran belum sepenuhnya menggunakan alat peraga yang tepat, sehingga siswa kurang antusias dalam menghadapi pelajaran.

Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Perencanaan Tindakan

Langkah – langkah yang dilakukan dalam perencanaan adalah : Menyususn Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Menyiapkan sumber bahan dan media yang akan , Menyusun alat pengumpulan data penelitian, Menyusun lembar kerja siswa, Menyusun alat evaluasi, Menyusun lembar observasi kegiatan siswa, guru, dan interaksi pembelajaran beserta indikatornya.

Deskripsi Data Pelaksanaan Tindakan

Tindakan siklus I dilaksanakan 2 kali pertemuan menyesuaikan jam pelajaran matematika kelas VI SD Negeri 2 Darmakradenan . Dalam siklus I pelaksanaan pembelajaran yang direncanakan difokuskan pada penerapan metode pembelajaran dengan menggunakan alat peraga, sebagai upaya meningkatkan pemahaman materi penambahan dan pengurangan.

Pertemuan pertama menjelaskan materi menyederhanakan dan mengurutkan pecahan dari suatu bilangan atau jumlah tertentu. Sesuai dengan metode yang dipilih, maka peneliti dengan menggunakan alat peraga blok pecahan sebagai alat bantu dalam memberikan materi kepada siswa. Tindakan ini meliputi tiga langkah yaitu apersepsi , inti, dan penutup.

Observasi

Hasil evaluasi yang dilaksanakan pada Siklus I didapatkan hasil belajar nilai tertinggi 80, nilai terendah 60 dan rata-rata nilainya adalah 72,39, degan rentang nilai seperti terlihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4.3: Rentang Nilai Siklus I

NOMOR RENTANG NILAI FREKUENSI PROSETASE ( %)
1 85 — 100 2 8,70 %
2 70 — 84 13 56,52 %
3 50 — 69 8 34,78 %
4 30 — 49 0 %
5 0 — 29 0 %
JUMLAH 23 100 %

Sedangkan data aktivitas siswa dalam pembelajaran yang diperoleh pada siklus I mendapat skor 3,2 dengan kategori sedang, dan aktifitas guru mendapat skor 3 kategori sedang.

Refleksi

Berdasarkan hasil refleksi, peneliti melihat bahwa siswa masih banyak yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pecahan. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi peneliti agar dalam siklus ke II nanti pemahaman siswa terhadap materi dapat meningkat sehingga prestasi belajarnya bisa lebih maksimal. Bila dibandingkan dengan kondisi awal, penelitian siklus I lebih baik karena banyak peserta didik yang memperoleh diatas KKM, walaupun belum memenuhi indikator pencapaian target yang diiinginlkan yaitu nilai rata rata 75 dan ketuntasan belajar minimal 80%

Pelaksanaan Tindakan Siklus II

Perencanaan Tindakan

Rencana kegiatan yang dilakukan pada tahap ini hampir sama dengan dengan siklus I dengan memerhatikan hasil refleksi sebagai acuan untuk perbaikan pembelajaran siklus II.

Deskripsi Data Pelaksanaan Tindakan

Siklus II dilaksanakan 2 pertemuan yaitu Pertemuan pertama digunakan untuk untuk menjelaskan materi, dengan fokus pada materi menyederhanakan dan mengurutkan pecahan dari suatu bilangan atau jumlah tertentu. Hal ini mengingat materi tersebut yang menjadi kesulitan bagi siswa pada Siklus I. Jadi, pelaksanaan siklus II mengacu pada hasil refleksi siklus I. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pembelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II.

Observasi

Hasil observasi pada penelitian ini nilai tertinggi yang diperoleh adalah 90 sedangkan nilai terendah 60 dengan rata-rata nilai 81,74. Rentang nilai dapt dilihat dalam tabel rentang nilai di bawah ini:

Tabel 4.5 : Rentang Nilai Siklus II

NOMOR RENTANG NILAI FREKUENSI PROSETASE ( %)
1 85 — 100 11 47,83%
2 70 — 84 9 39,13%
3 50 — 69 3 13,04%
4 30 — 49 0 %
5 0 — 29 0 %
JUMLAH 23 100 %

Sedangkan data aktivitas siswa dalam pembelajaran yang diperoleh pada siklus II mendapat skor 4,1 dengan kategori baik, dan aktifitas guru mendapat skor 4,13 dengan kategori baik

Refleksi

Pada pembelajaran pada siklus II pembelajaran sudah menunjukan peningkatan dengan kerjasama antar siswa sangat baik, hampir seluruhnya dapat mengerjakan tugas dengan baik terbukti aktivitas siswa bisa mendapatkan skor 4,1 dengan kategori baik, sehingga hasil belajar bisa memperoleh nilai rata-rata nilai 81,74.

Sedangakan ketuntasan belajar klsikal pada siklus I hanya 65,22% meningkat menjadi 86,96 % pada siklus II. Dari data tersebut maka penelitian tindakan kelas ini sudah melampaui indikator keberhasilan yang ditentukan, dengan kata lain tindakan siklus selanjutnya tidak diperlukan lagi.

Pembahasan

Data kondisi awal, pembelajaran belum menggunakan alat peraga. Pembelajaran sudah menggunakan alat peraga dimulai pada siklus I, namun belum maksimal dan tidak variatif. Pada siklus II, pembelajaran juga menggunakan alat peraga namun ada peningkatan, penggunaannya sudah optimal dan variatif. Adapun perbandingan nilai siswa pada dua siklus penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini

Tabel 4.6 : Hasil Instrumen Observasi Tindakan

NO Instrumen Skor nilai Kategori
1. Observasi guru siklus I 3,00 Sedang
2. Observasi guru siklus II 4,13 Baik
3. Aktivitas siswa siklus I 3,20 Sedang
4. Aktivitas siswa siklus II 4,10 Baik

Data kondisi awal guru belum menggunakan alat peraga. Akibatnya perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru tidak focus dan banyak menimbulkan verbalisme, siswa menjadi kurang tertarik, sehingga hasil belajar rendah. Tindakan pembelajan siklus I penggunaan alat peraga sudah digunakan sehingga verbalisme dapat berkurang. Tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran bertambah, siswa aktif. keterlibatan siswa dalam pembelajaran belum maksimal dikarenakan siswa masih canggung dan awam terhadap alat peraga yang digunakan. Tindakan siklus II optimalisai penggunaan dan variasi alat peraga lebih efektif. sehingga proses pembelajaran dapat menggairahkan siswa. Minat dan motivasi siswa dan guru terbangun dengan baik. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta penggunaan alat perga sudah maksimal. Peningkatan hasil belajar ini dilihat pada tabel, di bawah ini.

Tabel 4.8 : Rata-Rata Nilai dan Ketuntasan Hasil Belajar

NO SITUASI RATA-RATA NILAI KETUNTASAN BELAJAR
1 Kondisi Awal 59,57 43,48%
2 Silkus I 72,39 65,22%
3 Siklus II 81,74 86,96%

Pada Siklus I belum memenuhi kriteria keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini, yaitu minimal 80% siswa mampu mencapai nilai 70 atau lebih dengan rata- rata nilai minimali 75. Sementara pada Siklus II, sudah mencapai nilai rata-rata81,74 dengan ketuntasan belajar 86,96 %, berarti sudah melampaui kriteria keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan paparan data penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga blok pecahan mampu meningkatkan hasil belajar matematika bagi kelas VI SDN 2 Darmakradenan . Peningkatan Hasil belajar ini dibuktikan dengan hasil sebagai berikut :

  1. Hasil belajar kondisi awal rata-rata nilai 59,57 dapat ditingkatkan di akhir siklus I dengan rata-rata nilai 72,39 dan pada siklus II rata-rata nilai meningkat menjadi 81,74.
  2. Ketuntasan belajar kondisi awal rata- rata 43,48% meningkat menjadi 65,22% pada siklus I dan lebih meningkat lagi pada siklus II dengan nilai ketuntasan belajar sebesar 86,96%.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang diajukan adalah : a) Penggunaan alat peraga diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dalam pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, b) Guru hendaknya dapat memanfaatkan dan membuat alat peraga sendiri yang bervariasi sesuai dengan materi yang diberikan untuk mendukung peningkatan minat dan prestasi belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi http://inspirativeteacher.blogspot.com/2016/05/penggunaan-alat-peraga-mika-pecahan.html Diakses tanggal 9 Desember 2018

Amin Suyitno, http://nurrohmahblogger.blogspot.co.id/2014/01/pembelajaran-pendidikan-matematika.html. Diakses tanggal 9 Desember 2016

Departemen Agama RI. 2004. Strategi Pembelajaran Matematika untuk Tingkat Madrasah Aliyah. Jakarta: Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan.

Depdiknas. 2003. UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas

Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara

Muhsetyo, dkk epositori.uinalauddin.ac.id/12477/1/SMPN%202%20 Barombong.pdf Diakses tanggal 9 Desember 2018

Soedijanto,1997.http://eprints.umk.ac.id/144/1/HUBUNGAN_MOTIVASI_BELAJAR.pdf. Diakses tanggal 9 Desember 2016

Biodata Penulis

Nama : Tri Yuliati,S.Pd.SD.

NIP : 197707212006042015

Pangkat/Gol : Penata /III/c

Unit Kerja : SD Negeri 2 Darmakradenan Korwilcam Dindik Ajibarang

You cannot copy content of this page