Iklan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI FPB DAN KPK MELALUI METODE MATRIKS/KOLOM PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SD NEGERI 1 KARANGBAWANG KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN PELAJARAN 2017/2018

C:\Users\ASUS\Downloads\WhatsApp Image 2021-11-13 at 09.47.17 (1).jpeg

Oleh : Siti Nurjanah, S.Pd. SD.

ABSTRAK

Penelitian ini berangkat dari kenyataan di SD Negeri 1 Karangbawang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas, pada awal semester gasal tahun pelajaran 2017/2018 hasil belajar matematika materi FPB dan KPK kelas IV belum mencapai hasil yang diharapkan ketuntasan belajar secara klasikal hanya sebesar 15,15% dibawah kriteria ketuntasan klasikal ideal yang ditetapkan, yang telah mencapai nilai hasil belajar individual sebesar 70 %. Metode dalam pengumpulan data adalah teknik tes dan teknik observasi dilakukan secara kolaboratif guna merekam aktivitas peserta didik dalam pembelajaran dan mengetahui kemajuan proses pembelajaran dari siklus ke siklus. Dari hasil analisis data, dinyatakan kondisi awal daya serap hasil belajar mencapai sebesar 15,15 %. Pada Siklus I daya serap klasikal mencapai sebesar 72,73% yang berarti masih dibawah ketuntasan kelas.. Pada Siklus II, bahwa daya serap klasikal mencapai sebesar 93,94%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa terdapat peningkatan hasil belajar matematika materi FPB dan KPK melalui metode matriks/kolom pada peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Karangbawang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas semester gasal tahun pelajaran 2017/2018.

Kata kunci : hasil belajar, matematika, FPB dan KPK, Matriks/kolom

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) matematika adalah ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam menyelesaikan masalah bilangan. Menurut Utami (2011:2) Matematika bertujuan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berfikir logis, sistematis, kritis, dan kemampuan bekerjasama.

Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) merupakan salah satu materi pokok dalam mata pelajaran matematika yang tingkat penguasaan materi tersebut rendah. Permasalahan ini juga terjadi pada hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Karangbawang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas menunjukan bahwa dari 33 peserta didik hanya 5 peserta didik (15,15%) yang memperoleh nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Sedangkan nilai 28 peserta didik (84,85%) belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Nilai batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran matematika kelas IV SD Negeri 1 Karangbawang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas adalah 70.

Rendahnya hasil belajar matematika ini dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain proses pembelajarannya, peserta didik, guru lingkungan kelas maupun materinya sendiri. Bedasarkan penjelasan tersebut, solusi untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi FPB dan KPK peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Karangbawang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas adalah dengan menerapkan metode matriks/kolom agar peserta didik benar-benar paham dan menguasai materi FPB dan KPK pada mata pelajaran Matematika.

Berdasarkan masalah tersebut maka penulis terdorong untuk melakukan penelitian dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi FPB dan KPK Melalui Metode Matriks/Kolom pada Peserta Didik Kelas IV SD Negeri 1 Karangbawang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Tahun Ajaran 2017/2018”.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana cara meningkatkan hasil belajar dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar matematika materi FPB dan KPK melalui metode matriks/kolom pada peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Karangbawang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Tahun Ajaran 2017/2018?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang ada, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan

mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar matematika materi FPB dan KPK melalui metode matriks/kolom pada peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Karangbawang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Tahun Ajaran 2017/2018.

KAJIAN PUSTAKA

Hasil Belajar

Menurut Rifa’i dan Anni (2011:85) hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar . perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang dipelajari oleh pembelajar. Dalam pembelajaran, perubahan perilaku yang harus dicapai oleh pembelajar setelah melaksanakan aktivitas belajar dirumuskan dalam tujuan pembelajaran. Gage dan Berliner (1983:252) menyatakan bahwa belajar merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil dari pengalaman.

Dari pengertian tersebut tampak bahwa konsep bahwa belajar berkaitan dengan perubahan perilaku. Untuk mengukur seseorang telah belajar, maka diperlukan perbandingan antara perilaku sebelum dan setelah mengalami kegiatan belajar. Apabila terjadi perbedaan perilaku maka dapat disimpulkan bahwa seserang telah belajar.

Matematika

Menurut Yuliwidyawati,dkk (2009:2) dalam Naalih (2014:5) matematika adalah bahasa simbolis dan ciri utamanya adalah penggunaan cara bernalar deduktif, tetapi juga tidak melupakan cara bernalar induktif.

Matematika lebih menekankan kegiatan dalam dunia rasio (penalaran), bukan menekankan dari hasil eksperien atau hasil observasi matematika terbentuk karena pikiran-pikiran manusia, yang berhubungan dengan ide, proses, dan penalaran

Lampiran 1 Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah (2009: 9), menyatakan bahwa mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif. Pemberian pendidikan matematika dapat digunakan untuk sarana dalam pemecahan dan mengkomunikasikan ide atau gagasan dengan menggunakan simbol,tabel,diagram dan media lain.

Mencermati penjabaran tentang pembelajran matematika diatas, Pendidik harus mempunyai pedoman dalam melakukan kegiatan pembelajaran matematika sehingga diharapkan pembelajaran matematika menyenangkan bagi siswa, bermanfaat dan sesuai dengan tingkat perkembangannya.

FPB dan KPK

Menurut Sugiyarni, dkk (2009:44) Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang dapat membagi habis bilangan tertentu. Sedangkan faktor persekutuan adalah faktor yang sama dari dua bilangan atau lebih. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) merupakan faktor persekutuan dari beberapa bilangan yang nilainya paling besar.

Kelipatan adalah pengali suatu bilangan dengan bilangan asli (Sugiyarni,dkk, 2009:60). Sedangkan kelipatan persekutuan merupakan kelipatan yang sama dari dua bilangan atau lebih. Kelipatan persekutuan terkecil (KPK) merupakan kelipatan persekutuan dari beberapa bilangan yang nilainya paling kecil.

Metode Matriks/kolom

Menurut Maulana (2018:149) matriks adalah kumpulan bilangan berbentuk segi empat yang disusun berdasarkan jumlah baris dan kolom. Metode matriks kolom adalah metode yang digunakan untuk mempermudah peserta didik menentukan FPB dan KPK pada bidang study matematika. Cara menggunakan metode matriks/kolom pada untuk mencari FPB dan KPK yaitu:

Contoh soal : Tentukan FPB dan KPK dari 12 , 24 , dan 54

Langkah 1. Buatlah matriks/kolom untuk mempermudah mencari FPB dan KPK

12 24 54

Tabel 1. Tabel langkah 1 metode matriks/kolom

Langkah 2. Bagi semua bilangan dengan bilangan prima yang paling kecil yaitu 2

12 24 54
2 6 12 27

Tabel 2. Tabel langkah 2 metode matriks/kolom

Langkah 3. Masih dibagi dengan bilangan prima yang paling kecil, jika tidak bisa dibagi maka biarkan saja.

12 24 54
2 6 12 27
2 3 6

Tabel 3. Tabel langkah 3 metode matriks/kolom

Langkah 4. Masih dibagi dengan bilangan prima yang paling kecil, jika tidak bisa dibagi maka biarkan saja. Seterusnya dilakukan hingga semua angka habis dibagi.

KPK 12 24 54
2 6 12 27
2 3 6
3 1 2 9
2 1
3 3
3 1

Tabel 4. Tabel langkah 4 metode matriks/kolom

Langkah 5. Perhatikan tabel langkah 4 metode matriks/kolom diatas. Dalam matriks/kolom terdapat kolom yang berisi tiga angka yang habis dibagi oleh bilangan prima (Kolom warna kuning). Maka yang di dalam kolom warna kuning adalah FPB. FPB = 2 x 3 = 6 Jadi, FPB dari 12 , 24, dan 54 adalah 6.

Langkah 6. Perhatikan tabel langkah 4 metode matriks/kolom diatas. Dalam matriks/kolom terdapat kolom KPK. Untuk mencari KPK maka bilangan yang terdapat pada kolom KPK dikalikan semuanya. KPK = 2 x 2 x 3 x 2 x 3 x 3 = 216

Jadi, KPK dari 12 , 24, dan 54 adalah 216

Kerangka Berfikir

Gambar 1. Kerangka berfikir

METODE PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Karangbawang yang terletak di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Kegiatan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester gasal tahun pelajaran 2017/2018 pada bulan Agustus 2017 sampai dengan bulan November 2017.

Subyek dan variabel penelitian

Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Karangbawang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 33 peserta didik yang terdiri 20 laki-laki dan 13 perempuan. Sedangkan variabel dalam penelitian ini adalah variabel terikat (dependent variable) yaitu hasil belajar matematika materi FPB dan KPK dengan Metode Matriks/kolom.

Prosedur Penelitian

Pada penelitian tindakan kelas ini ada 2 (dua) siklus tindakan yaitu siklus I dan siklus II. Sebelum siklus I dan II dilaksanakan terlebih dahulu diadakan pra siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.

Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang diperoleh dapat normatif atau terpenuhi nilai KKM. Adapun batas indikator kinerja dalam penelitian ini, adalah daya serap perorangan (Individual) peserta didik memperoleh nilai sekurang–kurangnya 70 dan daya serap klasikal memperoleh ketuntasan belajar sekurang–kurangnya 90 % dari jumlah peserta didik dikelas tersebut yang telah mencapai nilai KKM 70.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kondisi Awal/Pra Siklus

Pada semester gasal tahun pelajaran 2017/2018 di SD Negeri 1 Karangbawang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas dalam proses belajar mengajar Matematika materi FPB dan KPK yang didesain dan dikemas Pendidik belum mengimplementasikan Metode Matriks/Kolom dan masih menggunakan metode konvensial atau ceramah. Hasil belajar matematika peserta didik materi FPB dan KPK pada kondisi awal 33 peserta didik dengan jumlah peserta didik putra 20 dan putri 13 ketuntasan hasil belajar secara klasikal dengan sebesar 15,15 % (kondisi awal).

Deskripsi Hasil Siklus I

Rencana pelaksanaan yang akan dilakukan pada siklus I adalah menentukan masalah kontekstual berkaitan dengan soal FPB dan KPK, membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), menyusun lembar observasi untuk peserta didik,menyiapkan LKS, menyusun soal evaluasi.

Tindakan yang dilaksanakan pada siklus I ini merupakan realisasi dari perencanaan tindakan yang telah disusun yang meliputi kegiatan awal, pelaksanaan tindakan kegiatan inti, pelaksanaan tindakan penutup.

Kondisi siklus I sebagian besar peserta didik aktif dalam diskusi kelompok walaupun masih ada peserta didik yang pasif, semangat dalam pembelajaran belum tinggi dan belum optimal. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta didik yang berani mengemukakan pendapatnya dan memberikan tanggapan dari pendapat temannya. Setelah siklus I selesai, diadakannya tes individu denagn hasil belajar sebagaimana ditunjukan pada tabel dibawah ini :

Tabel 14. Hasil Belajar Peserta didik Siklus I

No Rentang Nilai Jumlah Presentase Keterangan
1 <70 9 27,27% Belum Tuntas
2 70 – 80 18 54,55% Tuntas
3 >80 6 18,18% Tuntas
Jumlah 33 100% Peserta didik

tuntas 72,73%

Tabel 15. Perbandingan hasil belajar kondisi awal dengan siklus I

No Kriteria Ulangan Harian
Pra Siklus Siklus I
1 Nilai terendah 35 58
2 Nilai tertinggi 85 98
3 Nilai rata-rata 61,42 73,06
4 Jumlah peserta didik yang tuntas 5 24
5 Presentase peserta didik

yang tuntas

15,15% 72,73%

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti bahwa dalam proses pembelajaran pada kondisi awal banyak peserta didik yang pasif dalam mengikuti pelajaran, sedangkan dengan metode matriks/kolom siklus I keaktifan anak meningkat terlihat banyak peserta didik yang aktif dalam pembelajaran kelompok dan aktif dalam menanggapi pertanyaan teman. Hasil belajar nilai rata-rata kelas pada kondisi awal 61,54 sedangkan pada siklus I nilai rata-rata kelas 73,06. Presentase jumlah peserta didik yang tuntas (telah memenuhi KKM) pada kondisi awal adalah 15,15%, sedangkan pada siklus I presentase jumlah anak yang telah tuntas adalah 72,73%.

Deskripsi Hasil Siklus II

Rencana pelaksanaan yang akan dilakukan pada siklus II hampir sama dengan rencana tindakan siklus I. Tindakan yang dilaksanakan pada siklus II ini merupakan perbaikan dari tindakan yang telah dilakukan pada siklus I yang meliputi kegiatan awal, pelaksanaan tindakan kegiatan inti, pelaksanaan tindakan penutup. Dalam kegiatan penutup ini pendidik memberikan rangkuman dan kesimpulan dari hasil proses pembelajaran yang telah dilakukan.

Kondisi pada siklus II bahwa semua peserta didik dalam kelompok terjadi peningkatan semangat berdiskusi secara aktif. Hal ini dibuktikan dengan semakin hidupnya diskusi kelompok dan semakin banyak peserta didik yang berani mengemukakan pendapatnya dan memberikan tanggapan dari pendapat temannya. Setelah siklus II selesai, diadakannya tes individu secara tertulis dengan hasil belajar matematika materi FPB dan KPK melalui metode matriks/kolom ditunjukan pada tabel dibawah ini :

Tabel 18. Hasil Belajar Peserta didik Siklus II

No Rentang

Nilai

Jumlah Presentase Keterangan
1 <70 2 6,06% Belum Tuntas
2 70 – 80 12 36,36% Tuntas
3 >80 19 57,58% Tuntas
Jumlah 33 100% Peserta didik

tuntas 93, 94%

Tabel 19. Perbandingan hasil belajar siklus I dan Siklus II

No Kriteria Ulangan Harian
Siklus I Siklus II
1 Nilai terendah 58 65
2 Nilai tertinggi 98 98
3 Nilai rata-rata 73,06 81,36
4 Jumlah peserta didik

yang tuntas

24 31
5 Presentase peserta

didik yang tuntas

72,73% 93, 94%

Dari data tersebut menunjukan hasil belajar pada siklus 1I , bahwa : daya serap klasikal yang merupakan hasil belajar seluruh peserta didik dan telah mencapai sebesar 93, 94 % yang berarti telah melampaui kriteria ketuntasan klasikal yang ditetapkan sebesar 90 %. sehingga hasil belajarnya telah mengalami peningkatan dari siklus I dan dapat dikatakan telah berhasil.

Dalam proses pembelajaran pada siklus I masih ada sedikit peserta didik yang pasif dalam mengikuti pelajaran, sedangkan pada siklus II keaktifan anak meningkat terlihat banyak peserta didik yang aktif dalam pembelajaran kelompok dan aktif dalam menanggapi pertanyaan teman. Hasil belajar Nilai rata-rata kelas pada siklus I adalah 73,06 sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kelas adalah 81,36. Dengan demikian nilai rata-rata kelas antara siklus I dan siklus II meningkat. Prosentase jumlah peserta didik yang tuntas (telah memenuhi KKM) pada siklus I adalah 72,73%, sedangkan pada siklus II prosesntase jumlah anak yang telah tuntas adalah 93,94%.

Pembahasan

Kondisi awal dalam pelaksanaan pembelajaran matematika materi FPB dan KPK yang dilakukan oleh pendidik masih menggunakan metode ceramah belum menggunakan metode matriks/kolom. Untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi FPB dan KPK dalam siklus I guru menerapkan metode matriks/kolom namun masih ada beberapa peserta didik yang masih pasif dan hasil belajar belum tuntas sesuai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 70. Dalam pembelajaran siklus II yang dilakukan oleh pendidik menggunakan metode matriks/kolom pendidik lebih intensif dalam memberikan materi belajar peserta didik dari kelompok ke kelompok, serta lebih perhatian dan intensif dalam pengamatan pada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam pemahaman materi FPB dan KPK.

Hasil belajar peserta didik dari kondisi awal dibandingkan dengan siklus I dari jumlah peserta didik yang telah tuntas (memenuhi KKM) meningkat dari 15,15% menjadi 72,73% di siklus I, sedangkan pada siklus II telah meningkat menjadi 93,94%. Demikian pula dengan nilai rata-rata kelas dari kondisi awal sebesar 61,42 kemudian nilai rata-rata kelas untuk siklus I telah meningkat menjadi 73,06 dan siklus II menjadi 81,36.

Adapun nilai ulangan dari kondisi awal, siklus I dan siklus II dapat dilihat dan diamati pada tabel seperti di bawah ini :

Tabel 20. Perbandingan hasil belajar kondisi awal, siklus I dan Siklus II

No Kriteria Ulangan Harian
Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 Nilai terendah 35 58 65
2 Nilai tertinggi 85 98 98
3 Nilai rata-rata 61,42 73,06 81,36
4 Jumlah peserta didik

yang tuntas

5 24 31
5 Presentase peserta

didik yang tuntas

15,15% 72,73% 93, 94%

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dalam proses pembelajaran matematika materi FPB dan KPK pada peserta didik kelas IV SD Negeri 1 Karangbawang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas tahun pelajaran 2017/2018 melalui metode matriks/kolom, dapat disimpulkan hal – hal sebagai berikut :

  1. Pada kondisi awal banyak peserta didik kurang aktif setelah menggunakakan metode matriks/kolom pada siklus I dan siklus II menjadi lebih meningkat terbukti komunikasi antar peserta didik dalam menyelesaikan masalah dalam proses pembelajaran menjadi lebih aktif. Selain itu jumlah peserta didik yang tuntas dari siklus I sebanyak 24 peserta didik meningkat menjadi 31 peserta didik pada siklus II, demikian juga dengan nilai rata kelas dari 73,06 pada siklus I meningkat menjadi 81,36 pada siklus II.
  2. Penerapan metode matriks/kolom dapat meningkatkan hasil belajar, terbukti peserta didik yang telah tuntas dari siklus I sebesar 72,73% meningkat menjadi 93,94% pada siklus II. Dari hasil belajar peserta didik pada siklus II sebesar 93,94% berarti telah diatas ketuntasan klasikal yang telah ditetapkan sebesar 90%.

Saran

Berdasarkan atas simpulan tersebut diatas maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut :

  1. Pembelajaran dengan menerapkan model matriks/kolom hendaknya ditindak lanjuti oleh semua guru dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran sehingga hasil belajar dapat tuntas terutama mata pelajaran matematika.
  2. Setiap guru perlu meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan gagasan baru yang konstruktif dengan menggunakan model pembelajaran secara kreatif setiap mata pelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Islamy, Aufrina Nur.2015.Penyelenggaraan SPP PNPM Mandiri Perdesaan dalam Mengurangi Ketergantungan Masyarakat pada pemilik modal Perorangan(Studi kasus di Desa Banteran Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas).Skripsi.Semarang:Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Naalih.2014.Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyyah Hayatul Islamiyah Cinangka pada Materi KPK dan FPB melalui Metode Inquiry.Skripsi.Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Nurrohim.2013.Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Melalui Pembelajaran Matematika Realistik pada Siswa Kelas IV SD Negeri Bedog.Skripsi.Yogyakarta:Fakultas Ilmu pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Pengertian Matematika Menurut KBBI.http://kbbi.web.id/matematika.5 November 2017 (15.00).

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Rifa’i, Ahmad dan Catharina.2011.Psikologi Pendidikan.Semarang:UNNES PRESS

Rifa’i, Ahmad.2007.Evaluasi Pembelajaran.Semarang:UNNES PRESS

Syarif, Hermawan.2015.Keefektifan Metode Matematika Gasing terhadap Minat dan Hasil Belajar Keliling Bangun datar siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Kalipancur Kabupaten Pekalongan.Skripsi.Semarang:Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Biodata Penulis

Nama : Siti Nurjanah, S.Pd. SD.

NIP : 19760217 201101 2 002

Pangkat/Golongan : Penata / IIIc

Tugas : Guru Kelas

Sekolah : SD Negeri 3 Kracak

You cannot copy content of this page